Singkawang - Lapas Kelas II B Singkawang, Kalbar menjadi unit pelaksana teknis pemasyarakatan pertama di Kalimantan Barat yang menghadirkan command center berbasis konsep smart prison, sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan dan pelayanan berbasis teknologi.
Kepala Lapas Kelas II B Singkawang, David Anderson Setiawan, di Singkawang, Minggu, mengatakan command center tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sistem pemantauan dan data keamanan dalam satu ruang kendali yang dapat diakses secara real time oleh jajaran pimpinan.
“Fasilitas ini tidak hanya menampilkan kamera pengawas, tetapi juga dashboard patroli, grafik insiden, peta titik rawan, serta laporan digital lain yang diperlukan untuk mempercepat respons petugas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggunaan platform terpadu ini memungkinkan pengolahan data secara lebih sistematis, sehingga pengambilan keputusan terkait keamanan dan pembinaan dapat dilakukan secara lebih terukur.
“Inovasi ini menjadi komitmen kami dalam menyelaraskan tata kelola pemasyarakatan dengan perkembangan teknologi. Sistem yang terhubung dalam satu pintu akan membantu meningkatkan akurasi informasi dan efektivitas pengawasan,” katanya.
Implementasi konsep smart prison di Lapas Singkawang, menurut dia, diharapkan mendorong peningkatan kualitas layanan, transparansi, serta akuntabilitas penyelenggaraan pemasyarakatan.
Sebagai lapas pertama di Kalimantan Barat yang menerapkan sistem tersebut, David berharap inovasi ini dapat menjadi model percontohan bagi lapas dan rutan lain di wilayah itu.
“Transformasi digital ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat profesionalitas petugas dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemasyarakatan,” ujarnya.
Oleh : Narwati/ANTARA
*BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS