ARTIKEL 9-14 (6 artikel)
ARTIKEL
ARTIKEL SLIDE
20 Mei 2026
19 Mei 2026
Pemkab Kubu Raya Terbitkan Dispensasi Solar untuk Atasi Kelangkaan BBM Transportasi Sungai
![]() |
| Foto: Bupati Kubu Raya Bersama Ketua Gapasdap Usai Rapat Koordinasi Terkait Kelangkaan BBM Bersubsidi Jenis Solar |
KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bergerak cepat menyikapi kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar yang berdampak pada terganggunya operasional transportasi sungai di sejumlah wilayah pesisir dan terpencil.
Permasalahan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Terkait Kelangkaan BBM Bersubsidi Jenis Solar yang digelar di lingkungan Setda Kabupaten Kubu Raya, Senin (18/5). Rapat dihadiri langsung Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, Wakil Bupati Kubu Raya H. Sukiryanto, Sekda Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam, pihak Pertamina, Ketua Gapasdap Agus Tianto, tokoh masyarakat, Camat Batu Ampar, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.
Rapat digelar menyusul aksi mogok sebagian angkutan sungai akibat sulitnya mendapatkan BBM solar serta tingginya harga BBM industri yang dinilai memberatkan para operator kapal tradisional.
Ketua Gapasdap Agus Tianto mengatakan, transportasi sungai merupakan akses utama masyarakat di tujuh kecamatan di Kabupaten Kubu Raya, terutama wilayah pesisir dan perairan yang sangat bergantung pada jalur sungai.
“Kami sudah berupaya sejak April melakukan komunikasi dengan Dinas Perhubungan dan Pertamina terkait kebutuhan BBM. Kalau transportasi sungai berhenti total, dampaknya sangat besar bagi masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan hingga distribusi kebutuhan pokok,” ujarnya.
Menurut Agus Tianto, selama ini transportasi sungai belum mendapatkan perhatian maksimal, padahal ribuan masyarakat setiap hari menggunakan jalur air sebagai sarana utama mobilitas dan pengangkutan barang. Ia juga menyoroti minimnya fasilitas pengisian BBM khusus kapal di wilayah Kubu Raya. Saat ini, keberadaan SPBUN dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan operasional angkutan sungai.
“Kalau kapal berhenti, masyarakat di daerah terpencil otomatis lumpuh. Karena di sana transportasi air adalah urat nadi kehidupan masyarakat,” katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Kubu Raya H. Sujiwo menegaskan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna mencegah dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.
“Kalau kondisi ini dibiarkan, efek dominonya akan berdampak ke banyak sektor. Maka demi kepentingan masyarakat dan pelayanan publik, pemerintah daerah akan menerbitkan surat dispensasi pengambilan solar untuk transportasi sungai,” kata Sujiwo saat wawancara usai rapat.
Menurut Sujiwo, kebijakan dispensasi tersebut bersifat sementara sambil menunggu regulasi dan rekomendasi resmi dari pihak terkait, termasuk BP Migas.
Ia juga meminta Pertamina meningkatkan pengawasan distribusi BBM agar tidak terjadi penyalahgunaan dan penimbunan oleh oknum tertentu.
“Saya minta pengawasan distribusi BBM diperketat supaya masyarakat kecil tidak menjadi korban,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap langkah tersebut dapat membuat operasional transportasi sungai kembali normal sehingga aktivitas masyarakat di wilayah pesisir dan perairan tetap berjalan lancar. (Jm)
Edi Kamtono: PKK Mitra Strategis Wujudkan Keluarga Sejahtera dan Kota Pontianak Maju
![]() |
| Wali Kota Pontianakdan Ketua TP PKK Pontianak menandatangani Nota Kesepahaman Bersama untuk menunjang kolaborasi dan selaraskan program kedua belah pihak. |
Pontianak – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan keluarga di Kota Pontianak.
Menurut Edi, keberadaan PKK tidak hanya sebagai organisasi pendamping pemerintah, tetapi menjadi bagian penting dalam kerja nyata pembangunan karena mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga dan dasawisma.
“PKK adalah mitra strategis pemerintah kota. Kerja nyata, kerja ikhlas, dan kerja rasa, itulah PKK. Pemberdayaan kesejahteraan keluarga ini tugas yang sangat mulia,” ujarnya saat menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Sosialisasi Program Kerja TP PKK Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (19/5/2026).
Edi menjelaskan, pembangunan kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari sisi ekonomi semata, tetapi juga mencakup kesehatan, kecerdasan, kebahagiaan, hingga kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Kalau kita bicara kesejahteraan, ini luas. Kita harus melihat warga kita sehat atau tidak, cerdas atau tidak, bahagia atau tidak. Kalau sehat dan cerdas tapi tidak bahagia, itu juga masalah,” katanya.
Ia menilai berbagai target pembangunan seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, penanganan stunting, hingga peningkatan daya saing masyarakat hanya dapat dicapai melalui kolaborasi bersama antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk PKK.
Karena itu, Edi meminta agar program kerja organisasi perangkat daerah (OPD) diselaraskan dan disinergikan dengan program PKK sehingga pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.
“Semua tugas dan fungsi OPD muaranya adalah memajukan kota dan menyejahterakan masyarakat. PKK harus diajak untuk mencapai target yang menjadi visi dan misi dalam RPJMD,” jelasnya.
Ia juga menyinggung keterbatasan jumlah aparatur sipil negara (ASN) di Kota Pontianak yang belum sebanding dengan jumlah penduduk. Kondisi tersebut membuat peran PKK menjadi semakin penting karena memiliki jaringan luas hingga tingkat masyarakat bawah.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengatakan tantangan pembangunan keluarga saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan langkah bersama yang terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Menurutnya, program kerja TP PKK Kota Pontianak tahun 2026 difokuskan pada penguatan berbagai pilar pembangunan keluarga, mulai dari kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, edukasi sanitasi, perencanaan sehat, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu.
“Pada pilar kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat, kami akan terus hadir dalam edukasi lingkungan, pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu, serta edukasi sanitasi lingkungan yang layak di setiap keluarga,” ujarnya.
Yanieta juga menekankan pentingnya literasi digital dan pemanfaatan teknologi bagi kader PKK agar semakin adaptif dalam menyebarkan informasi positif dan edukatif kepada masyarakat.
Ia berharap seluruh program PKK, mulai dari tingkat dasawisma hingga kecamatan, dapat berjalan searah dengan program Pemerintah Kota Pontianak sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Saya percaya ketika pemerintah, Tim Penggerak PKK, dan seluruh elemen masyarakat berjalan beriringan, maka tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi bersama,” pungkasnya. (*)
Jelang Idul Adha, Pemkot Pontianak Gelar Operasi Pasar Murah 6.000 Paket Bersubsidi
![]() |
| Amirullah menyerahkan paket sembako kepada pembeli pertama Operasi Pasar Jelang Idul Adha di halaman Kantor Camat Pontianak Barat. |
Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak menggelar operasi pasar murah dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Mei 2026 ini menyediakan sebanyak 6.000 paket bahan pokok bersubsidi bagi masyarakat di enam kecamatan se-Kota Pontianak.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, mengatakan operasi pasar tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.
“Ini adalah wujud kepedulian pemerintah dalam langkah membantu mengangkat daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok,” ujarnya usai membuka operasi pasar di halaman Kantor Kecamatan Pontianak Barat, Selasa (19/5/2026).
Dalam operasi pasar tersebut, masyarakat dapat membeli paket bahan pokok yang terdiri dari beras, minyak goreng, dan gula pasir dengan harga lebih murah dibanding harga pasaran. Satu paket dijual seharga Rp85 ribu, sementara harga normalnya mencapai Rp116 ribu.
Amirullah menjelaskan, subsidi harga paket sembako tersebut berasal dari dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan mitra. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan perangkat daerah terkait, camat, hingga lurah di seluruh wilayah Kota Pontianak.
Menurutnya, operasi pasar dilaksanakan secara merata di enam kecamatan dengan alokasi masing-masing 1.000 paket. Dengan demikian, total paket bersubsidi yang disediakan mencapai 6.000 paket.
“Untuk paket yang kami sediakan dalam bentuk subsidi harga, dibagi di enam kecamatan. Satu kecamatan itu 1.000 paket,” katanya.
Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, operasi pasar murah ini juga menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Pontianak dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah menjelang Idul Adha.
“Tujuan lainnya adalah mengendalikan inflasi. Dengan harga yang disubsidi dalam jangka waktu ini, kita membantu dari sisi suplai, sehingga diharapkan keseimbangan pasar tercapai dan harga tidak meningkat,” ungkap Amirullah.
Ia menambahkan, sasaran utama penerima manfaat operasi pasar adalah masyarakat kurang mampu yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data kesejahteraan sosial.
“Yang kita sarankan adalah warga kurang mampu, berdasarkan data tertentu dari sosial kemasyarakatan, yang kita kategorikan dari desil 1 sampai dengan desil 2,” terangnya.
Proses penentuan warga penerima manfaat dilakukan oleh pihak kecamatan dan kelurahan yang bertugas memilah serta mengundang masyarakat yang berhak membeli paket bahan pokok bersubsidi tersebut.
Pemerintah Kota Pontianak berharap operasi pasar murah ini dapat membantu meringankan beban masyarakat menjelang Idul Adha sekaligus menjaga daya beli dan kestabilan harga kebutuhan pokok di pasaran. (*)
MBCI Rally 3rd Resmi Dimulai, 65 Rider Jelajahi Pontianak-Sarawak-Brunei dalam Touring 360 Derajat
![]() |
| Wali Kota Pontianak melepas peserta MBCI Rally 3rd dari halaman Kantor Wali Kota Pontianak menuju sejumlah daerah di Malaysia dan Brunei Darussalam. |
Pontianak – Sebanyak 65 peserta Motor Besar Club Indonesia (MBCI) Rally 3rd resmi memulai perjalanan touring lintas negara dari halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (19/5/2026). Touring bertajuk rute melingkar 360 derajat ini akan membawa para rider melintasi Malaysia dan Brunei Darussalam sebelum kembali lagi ke Kota Pontianak.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi komunitas motor besar, tetapi juga membawa misi promosi wisata dan memperkenalkan potensi Kalimantan Barat ke negara tetangga.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi semangat para peserta yang mengikuti perjalanan jarak jauh tersebut. Ia berharap seluruh peserta dapat menjalani perjalanan dengan aman dan lancar hingga kembali ke Pontianak.
“Ini perjalanan yang sangat jauh. Ada 65 peserta yang ikut, mudah-mudahan dalam perjalanannya semua diberikan kesehatan dan keselamatan,” ujarnya saat melepas peserta MBCI Rally 3rd.
Edi menilai touring lintas negara ini memiliki nilai strategis karena Kalimantan Barat memiliki keunggulan geografis berupa perbatasan darat langsung dengan Sarawak, Malaysia. Kondisi tersebut membuka peluang besar dalam memperkuat hubungan sosial, ekonomi, budaya, hingga sektor pariwisata antarnegara.
“Alhamdulillah, Kalimantan Barat khususnya memiliki perbatasan darat dengan Sarawak. Ini memberikan akses yang sangat banyak dan bermanfaat,” katanya.
Ia juga mendorong agar kegiatan komunitas otomotif seperti ini terus dikembangkan sebagai bagian dari diplomasi masyarakat yang mampu mempererat hubungan persahabatan lintas negara.
Sementara itu, Ketua MBCI Kalbar, Indra Kurnianto, menjelaskan Pontianak dipilih sebagai titik awal keberangkatan touring. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Pontianak, aparat kepolisian, TNI, dan seluruh pihak yang turut membantu kelancaran kegiatan tersebut.
Menurut Indra, antusiasme peserta sangat tinggi. Awalnya panitia hanya membuka kuota untuk 50 rider, namun jumlahnya terus bertambah hingga akhirnya ditutup dengan total 65 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Rombongan akan menempuh perjalanan dari Pontianak menuju Sri Aman, Miri, Brunei Darussalam, Sibu, hingga Kuching. Di Kuching, para peserta dijadwalkan menghadiri Bike Week Festival Motor Besar se-Asia Tenggara yang diperkirakan dihadiri ribuan motor besar dari berbagai negara.
“Ini momen yang sangat ramai, kemungkinan bisa tumpah sampai ribuan kendaraan motor besar,” jelas Indra.
Usai mengikuti festival, rombongan akan kembali ke Pontianak melalui jalur Aruk. Jalur tersebut membentuk rute rotasi melingkar 360 derajat dengan titik awal dan akhir di Kota Pontianak.
“Pulangnya kami akan melewati Aruk, rotasi 360 derajat hingga sampai kembali di Pontianak. Insya Allah tiba pada Minggu, 24 Mei 2026,” ungkapnya.
Peserta touring berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Kalimantan Barat, Yogyakarta, Bogor, Bengkulu, Palembang, Jakarta, Bandung, hingga Jawa Timur. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat citra Pontianak sebagai kota yang terbuka bagi kegiatan komunitas, pariwisata, dan persahabatan lintas negara. (*)









