Berita Indokalbar.com @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

Hukum

Peristiwa

Ad Placement

Hukum

17 Juni 2024

Eco Bhinneka Muhammadiyah Kalbar; Pesan Tokoh Agama Melalui Pembelajaran Kebhinekaan dan Pelestarian Lingkungan

Foto: Diskusi Panel Eco Bhinneka Muhammadiyah Kalbar.

PONTIANAK - Rangkain kegiatan Lesson Learn, Up grading and Gathering; The Power of Teamwork for Pontianak Harmony and Universe Friendly berlangsung selama 2 hari di Transera Hotel Pontianak, pada Sabtu (15/06/2024) diadakan diskusi panel yang menghadirkan 6 tokoh agama untuk memberi pesan hangat pada teman-teman SEKA agar memiliki energi baru untuk melanjutkan praktik baik Eco Bhinneka hingga merambah pada masyarakat luas.

Octavia Shinta Aryani sebagai fasilitator diskusi menyebutkan bahwa nama Eco Bhinneka tidak menggunakan Muhammadiyah karena kesepakatan bersama bahwa Eco Bhinneka akan mengakomodir secara mandiri namun tidak lepas dari Muhammadiyah. 

“Kami ingin masukkan Eco Bhinneka dibawah LHUBP yang hanya ada di Kalimantan Barat. Eco Bhinneka tidak bisa melalui garis LHUBP karena anggota harus beragama Islam. Pada akhirnya, bahwa adik-adik ini adalah Sahabat Eco Bhinneka Kalimantan Barat. Kita sudah bisa toleran terhadap teman-teman lintas agama dan lintas iman. Kita tidak melupakan teman-teman yang berkebutuhan khusus untuk bersama merawat kerukunan, melestarikan lingkungan. Adik-adik ini butuh wejangan bapak-bapak sebagai komitmen untuk menuju Indonesia yang gemilang. Konsisten dan komitmen pemuda dalam merawat lingkungan dengan melestarikan lingkungan,” ujar Shinta.  

Selanjutnya, pesan pertama disampaikan oleh Ida Shri Rsi Dukuh Putra Bandem Kepakisan selaku ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kalimantan Barat bahwa Negara Indonesia memiliki landasan yang menyatukan negara yaitu Undang-undang dan perbedaan yang ada sebagai dasar negara Pancasila dalam satu kesatuan Negara Republik Indonesia dengan suasana kebhinekaan. 

“Pertemuan saat ini ialah turun rembuk dengan perbedaan yang ada dengan tujuan yang satu. Saya dibina dengan ideologi pancasila sampai kapanpun dengan waku yang tidak terhingga. Perbedaan memang sudah ada sejak lahir. Berbagai sebutan Tuhan yang Maha esa namun dengan tujuan yang sama. Dalam konsep kebangsaan kita satu ideologi dengan landasan bhineka. Konsep kerukunan, kedamaian bagi orang Hindu ialah yang bagus diambil dan kurang bagus jangan diambil," kata Ida.

Pesan kedua akan disampaikan oleh Rolink Kurniadi Darmara selaku Ketua Walubi Kalimantan barat yang menyatakan bahwa hari ini merupakan titik temu sebuah agama dan lingkungan hidup tanggung jawab bersama, dalam hal kemanusiaan. Teman-teman SEKA memiliki peran yang khas dan tidak tergantikan. 

“Saya ingin mengajak SEKA ini sesungguhnya teman-teman meningkatkan skill yang didapat dari interaksi. Keahlian bisa di dapatkan dari pelatihan atau kursus sedangkan soft skill ini yang sedang teman-teman SEKA lakukan ialah berinteraksi dengan memiliki kemampuan bekerja sama dalam satu tim. Kesuksesan seseorang lebih dilihat pada kepribadiannya. Teman-teman SEKA sedang dalam proses menjalani latihan dalam organisasi, mari kita kembangkan toleransi yang rukun," tegas Rolink. 

Shinta menambahkan bahwa teman-teman SEKA telah melakukan praktik baik dengan mengkaderisasi kepada siapapun mengenai kebhinekaan. 

Pesan ketiga disampaikan oleh Pdt. Paulus Ajong selaku Ketua PGIW Kalimantan Barat menyampaikan bahwa sampai saat ini dari semua planet yang ada maka yang hanya dihuni ialah bumi. Namun yang uniknya adalah 8 M manusia di muka bumi berusaha untuk bertahan hidup. Satu-satunya yang membuat manusia bertahan ialah lingkungan yang baik. Tuhan menciptakan dengan sangat baik karena sesuai dengan kebutuhan manusia. 

“Kata mahatma ghandi, 7 manusia bisa merusak lingkungan. Eksistensi ekologi sampai kapan, jangan-jangan sudah terjadi kiamat ekologi. Perubahan iklim akan menjadi masalah. SEKA memiliki point yang sentral sehingga mengedepankan kepentingan bersama. Kedua, kebhinekaan tidak bisa dipisahkan namun keragaman, kemajemukan yang menjadi khas masyarakat kita dianggap sebagai pisau bermata dua. Kemajemukan yang ada akan baik jika pelaksanaanya ialah toleransi. SEKA menjadi simpul, menemukan 2 tantangan dalam satu kesatuan. Saat ini kita sedang dalam kondisi bonus demografi tergantung bagaimana indeks kerukunan, kesejahteraan,” tambah Paulus.  

Sutadi selaku Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Kalimantan Barat menyambung menyampaikan pesan bahwa dalam ajaran konghucu, semuanya kembali pada diri kita sendiri dengan membina diri kita. 

“Dalam ajaran konghucu sudah diurutkan mengenai hal baik yang dilakukan. Dasar bagi kami menghargai orang lain dengan sifat yang universal. Sepanjang masih bisa diperbaiki maka diperbaiki. Jadi belajar dan harus berlatih agar menyenangkan. SEKA ini berjalan tidak melaju tapi terus berjalan,” kata Sutadi.
Tokoh agama selanjutnya ialah Syamsul Hidayat selaku perwakilan Majelis Ulama Indonesia membayangkan bahwa semesta tidak akan membaik dan semakin menua. 

“Untuk memperbaiki lingkungan rasanya tidak mungkin. Kehadiran SEKA ini sebagai bentuk komunitas untuk menjaga lingkungan. Perubahan iklim yang terjadi sudah di depan mata. Eco bhineka di upgrade harus memiliki teamwork yang baik. Saya membayangkan satu program seperti wisata religi. Wisata ini sebagai bentuk pengenalan pada alam yang kemudian terkait dengan simbol keagamaan,” tambah Syamsul. 

Mustaat Saman mewakili NPCI Kalimantan Barat menyampaikan bahwa NPCI bergerak di bidang olahraga disabilitas.
“Kami bersama adik-adik memiliki semangat yang tidak setengah-setengah, maka penyandang disabilitas rentan mental sehingga agama menjadi penting. Dengan kehadiran SEKA ini tentu menjadi jembatan kami untuk teman-teman disabilitas memiliki ruang karena masalah disabilitas ialah masalah kita bersama,” tegas Mustaat. 

Terakhir, Manto selaku Kaban Kesbangpol Kalimantan Barat bumi mengingatkan bahwa bumi sudah rusak akibat iklim yang tidak lagi bisa diprediksi. 

“Daerah yang banyak sawit akan cepat kemarau. Kita bisa mulai perbaikan lingkungan 3R dari rumah sendiri. Kontribusi kita untuk menghasilkan oksigen bisa dengan menanam,” tambah Manto.

Shinta menutup diskusi panel dengan menyampaikan bahwa cerita SEKA sudah sampai Afrika dan Amerika sehingga pengalaman dijadikan motivasi sebagai cerita. “Setiap agama akan menularkan praktik baik sebagai ladang pahala,” tutup Shinta. (Izr)


16 Juni 2024

SEKA Muhammadiyah Kalbar Adakan Upgrading: Perdalam Pengembangan Organisasi dan Fundraising

Foto: SEKA Muhammadiyah Kalbar Adakan Upgrading: Perdalam 
Pengembangan Organisasi dan Fundraising.

PONTIANAK - Eco Bhinneka Muhammadiyah Kalimantan Barat adalah sebuah inisiatif yang mendukung program JISRA Indonesia dalam mempromosikan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan melalui aksi lingkungan. Program ini mengajak berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda, perempuan, komunitas, pemangku kepentingan agama, dan pemerintah, untuk bersama-sama menciptakan ruang kolaboratif yang inklusif dan harmonis, Jumat (14/6/2024).

Melalui ruang dialog dan aksi bersama, Eco Bhinneka Muhammadiyah bertujuan untuk membangun ekosistem yang menghargai perbedaan iman, keyakinan, kepercayaan, agama, dan budaya. Dengan melibatkan beragam kelompok usia dan jenis kelamin, diharapkan kegiatan ini dapat menciptakan kesempatan yang inklusif dan menjadi pemicu dalam pertukaran gagasan yang kreatif serta produktif untuk kemajuan bersama dalam membangun harmoni dan menjaga lingkungan.

Kegiatan ini mengusung tema "The Power of Teamwork for Pontianak Harmony and Universe Friendly" kegiatan ini menggarisbawahi pentingnya kerjasama tim yang solid dalam menciptakan harmoni di Pontianak, baik dalam konteks sosial, budaya, maupun lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi wadah yang ideal bagi berbagai pihak untuk saling mendukung, menginspirasi, dan bertindak secara bersama-sama demi tercapainya tujuan bersama yang lebih besar, yaitu menciptakan lingkungan yang ramah dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Pontianak.

Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk Struktur Organisasi SEKA, merancang AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) SEKA, mendaftar Kesbangpol (Kementerian Dalam Negeri) dan memberikan pemahaman tentang Pengembangan Organisasi dan Fundraising. 

Octavia Shinta Aryani selaku Regional Manager Eco Bhineka Muhammadiyah Kalimantan Barat membuka kegiatan dengan menyampaikan rasa syukur terhadap komitmen teman-teman SEKA hingga hari ini. 

“Mudah-mudahan ke depan bisa membawa keputusan yang bijaksana, keputusan yang diterima karena kita semua telah toleransi sejak dalam kandungan,” ujarnya, Minggu (16/6/2024).

Shinta juga memiliki harapan besar untuk terus menghasilkan agenda-agenda yang merawat kerukunan dan melestarikan lingkunan secara berkelanjutan. 

“Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk struktur Organisasi SEKA, mengatur anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga SEKA, terdaftar Kesbangpol dan menemukan butir-butir program kerja SEKA,” tukas Shinta. (Izr)


Satu Dasawarsa UU Desa, Kades Amawang: UU Desa Bertujuan Membangun Desa Sampai di Pelosok Negeri

Foto: Donisius, A.Md. Kep., Kepala Desa Amawang, Kecamatan Sadaniang saat menghadiri peringatan Satu Dasawarsa Undang-undang (UU) Desa di Istora Senayan Jakarta.

MEMPAWAH - Istora Senayan, Jakarta menjadi saksi sejarah peringatan Satu Dasawarsa Undang-undang (UU) Desa. Acara yang berlangsung meriah itu dihadiri oleh ribuan Kepala Desa (Kades) dari seluruh penjuru Indonesia, Kamis 13 Juni 2024.

Donisius, A.Md. Kep., Kepala Desa Amawang, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat yang turut hadir pada Momentum tersebut, berharap apa yang telah disampaikan oleh Para Kepala Desa di acara peringatan Satu Dasawarsa UU Desa bisa terealisasikan, karena UU Desa bertujuan Membangun desa sampai di Pelosok Negeri.

Foto: Penampakan infrastruktur jalan yang memprihatinkan.

"Desa dan Pemerintah itu sinergi untuk membangun sebuah Desa, karena ujung tombak Negeri ini adalah Desa," tambahnya, Sabtu (15/6/2024).

Doni sapaannya, menyebut pentingnya sinergi antara Pemerintah Pusat dan Desa dalam pembangunan. Saya sangat mengapresiasi sekali kegiatan seperti ini, karena sudah memberikan Ruang Kepada Kami (Kepala Desa) untuk menyampaikan aspirasi langsung di Pusat.

Foto: Jembatan yang butuh perhatian.

"Kami sebagai Kepala Desa meminta Kepada Pemerintah, bahwa kami siap jika ada sebuah pembangunan yang mengacu pada pembangunan Desa dan di peruntukan untuk kemajuan Desa, sedangkan Pemerintah mengharapkan perubah status Desa sampai Mandiri. Tetapi kami selaku Kepala Desa juga ingin adanya pembangunan agar status Desa kami bukan hanya mandiri di status saja. Melihat kondisi infrastruktur yang belum dijawab/tersentuh oleh Pemerintah Pusat," urainya.

Doni menyampaikan aspirasi kami sangatlah banyak, jika melihat kondisi di Desa kami masih jauh dari kata layak terutama infrastruktur berupa jalan, jembatan, irigasi, sekolahan dan masih banyak lagi yang lainnya, sampai saat ini yang belum tersentuh oleh bantuan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat.

"Sedangkan, kata dia, kami di Desa dituntut dan diberikan batasan dari tingkat Kabupaten, Provinsi sampai Pusat terkait kewenangan kami selaku Kepala Desa tidak begitu kuat untuk kami laksanakan," terangnya.

Di dalam keterangan persnya, Doni juga membagikan gambar kondisi jalan dan jembatan yang ada di Desa Amawang. (Izr)


15 Juni 2024

Polres Sekadau Ungkap Kasus Persetubuhan terhadap Anak Kandung di Nanga Taman

Polres Sekadau Ungkap Kasus Persetubuhan terhadap Anak Kandung di Nanga Taman
Polres Sekadau Ungkap Kasus Persetubuhan terhadap Anak Kandung di Nanga Taman. (Gambar ilustrasi)
SEKADAU – Kepolisian Resor (Polres) Sekadau mengungkap kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak yang dilakukan oleh pelaku WD (43), seorang warga Kecamatan Nanga Taman. Kasus ini melibatkan korban, yang tak lain merupakan anak kandung pelaku.

Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama, melalui Kasat Reskrim IPTU Kuswiyanto, membenarkan kejadian ini. Peristiwa memilukan tersebut pertama kali terjadi pada tahun 2018 di rumah korban di Kecamatan Nanga Taman, ketika korban yang saat itu berusia 11 tahun, masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

"Korban akhirnya memberanikan diri melaporkan kejadian ini kepada ibunya, YN (35). Mengetahui hal tersebut, YN menemui dan memastikan kebenaran dari laporan tersebut," ungkap IPTU Kuswiyanto, Sabtu (15/6/2024).

"Kepada ibunya, korban mengungkapkan bahwa pelaku telah melakukan tindakan asusila sejak tahun 2018 hingga tahun 2023. YN kemudian terlibat perdebatan dengan pelaku, yang akhirnya pelaku mengakui perbuatannya. Kejadian ini dilaporkan ke Polres Sekadau, pada Jumat (14/6/2024)," tambahnya.

IPTU Kuswiyanto menjelaskan bahwa saat ini pelaku WD telah diamankan oleh petugas Sat Reskrim Polres Sekadau untuk proses penyidikan lebih lanjut. Barang bukti berupa beberapa pakaian juga telah diamankan. Selain itu, korban kini berada dalam pendampingan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) telah menjalani visum di pihak medis.

"Pelaku WD dijerat dengan dugaan tindak pidana persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak, sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat (1) atau (2) dan atau Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak," jelasnya.

"Proses hukum akan terus berlanjut untuk memastikan keadilan bagi korban dan pertanggungjawaban atas perbuatan yang dilakukan oleh pelaku," tandasnya.

Ketum Hanura, Serahkan Bantuan Satu Ekor Sapi Qurban Ke Masjid Agung Sultan Anum Sekadau

Simbolis penyerahan Hewan Qurban (Sapi) sumbangan Osman Sapta, oleh Liri Muri kepada H.Djafar A. Rachman, pengurus Masjid Agung Sultan Anum Sekadau, Sabtu (15/6/2024) sore. (Arni Lintang)
Simbolis penyerahan Hewan Qurban (Sapi) sumbangan Osman Sapta, oleh Liri Muri kepada H.Djafar A. Rachman, pengurus Masjid Agung Sultan Anum Sekadau, Sabtu (15/6/2024) sore. (Arni Lintang)
SEKADAU – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC)  Kabupaten Sekadau, menyerahkan satu ekor sapi, sumbangan dari Ketua umum Hati Nurani Rakyat (Hanura), Osman Sapta, kepada pengurus Masjid Agung Sultan Anum Sekadau, Sabtu (15/6/2024) sore. Bantuan Hewan Qurban  ini diberikan dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1445H Tahun 2024.

Penyerahan hewan qurban diserahkan secara simbolis, oleh Liri Muri, Selaku sekretaris didampingi pengurus lainya mewakili ketua DPC Hanura Sekadau. sementara, pihak Masjid Agung Sultan Anum, diwakili H.Djafar A Rahman.

Simbolis penyerahan Hewan Qurban (Sapi) sumbangan Osman Sapta, oleh Liri Muri kepada H.Djafar A. Rachman, pengurus Masjid Agung Sultan Anum Sekadau, Sabtu (15/6/2024) sore. (Arni Lintang)
Simbolis penyerahan Hewan Qurban (Sapi) sumbangan Osman Sapta, oleh Liri Muri kepada H.Djafar A. Rachman, pengurus Masjid Agung Sultan Anum Sekadau, Sabtu (15/6/2024) sore. (Arni Lintang)
Sapi yang diserahkan sebanyak satu ekor, berjenis Limousin, degan kisaran berat diperkirakan lebih dari 200 Kilo Gram jika dilihat dari ukuran fisik hewan qurban yang diserahkan (Sapi).

Di bagian badan sapi yang diserahkan  ini, bertuliskan O.S.O yang menandakan sapi hewan qurban sumbangan dari Osman Sapta.

Paska penyerahan, Sapi dibawa menuju Masjid Agung Sekadau dengan satu unit mobil Pickup.

"Kami selaku pengurus partai Hanura Sekadau, menyampaikan ucapan terimakasih kepada bapak ketua umum, Partai Hanura, Osman Sapta, atas bantuan beliau untuk umat Islam Sekadau, khusnya kepada jemaah Masjid Agung Sultan Anum," papar Liri, dilokasi peyerahan.

Selain itu, Liri berharap, Batuah hewan qurban yang diserahkan ini, dapat disalurkan oleh pengurus Masjid Agung Sultan Anum Sekadau dan panitia penyembelihan hewan qurban.

"Tentunya, menjadi harapan beliau, ketua umum kami, batuan ini bermanfaat dan disalurkan kepada masarakat dan umat yang benar - benar membutuhkan momen hari raya Idul Adha ini,"  tambah Liri.

Ia juga mengajak semua pihak terutama  pengurus Masjid Agung Sultan Anum Sekadau dan panitia Qurban mendoakan agar, ketua umum Hanura, Osman Sapta, selalu diberikan kesehatan, mudahan dalam usaha dan politik.

Sementara, H.Djafar A Rahman, mewakili pengurus Masjid Agung Sultan Anum, juga menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesarnya kepada ketua umum partai Hanura.

"kami atas pengurus masjid Agung sultan anum Sekadau,menyampaikan ucapan terimakasih kepada kepada bapak Osman Sapta dan juga kepada pengurus Partai Hanura Sekadau, bantuan hewan qurban ini, kami terima dan akan kami bagikan daging ya nanti setelah penyembelihan," beber H.Djafar Arahcman.

Terkait pelaksanaan pemotongan hewan qurban, sapi bantuan dari ketua umum Partai Hanura ini direncanakan, pengurus Masjid Agung Sekadau pada hari Senin,(17/6/2024) paska Pelaksanaan sholat Idul Adha.

(Arni Lintang)

14 Juni 2024

Bupati dan Wabup Ketapang Serahkan 17 Ekor Sapi Kurban untuk Masjid dan Musholla

Mewakili Bupati Ketapang Martin Rantan, wakil Bupati Ketapang Farhan menyerahkan 17 ekor sapi sebagai hewan kurban.
Mewakili Bupati Ketapang Martin Rantan, wakil Bupati Ketapang Farhan menyerahkan 17 ekor sapi sebagai hewan kurban.
KETAPANG - Mewakili Bupati Ketapang Martin Rantan, wakil Bupati Ketapang Farhan menyerahkan 17 ekor sapi sebagai hewan kurban.

Secara simbolis, Farhan menyerahkan sapi kurban kepada pengurus masjid agung Al Ikhlas pada jumat 14 Juni 2024.

"Saya mewakili bapak bupati dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang, datang ke Masjid Agung AL-Ikhlas menyerahkan satu ekor sapi untuk pelaksanaan kurban tahun 2024," katanya kepada panitia kurban. 

"Saya percaya, pembagian daging kurban nanti dapat diatur dan dibagikan secara baik oleh panitia kurban tahun 2024 Masjid Agung AL- Ikhlas,"sambung dia. 

Ia mengatakan, sesuai jadwal, penyerahan hewan kurban akan diberikan kepada pengurus rumah ibadah selama dua hari, mulai Jumat 14 Juni hingga Sabtu 15 Juni 2024.

Di moment itu pula Wabub mengajak seluruh masyarakat muslim ikut mendoakan jemaah haji yang tengah menjalani ibadah di tahan suci. 

"Mudah-mudahan saudara-saudara kita di tanah suci dapat menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya, semuanya dalam keadaan sehat dan kembali dalam keadaan sehat walafiat, sehingga menjadi haji yang mabrur," katanya. 

Penulis: Muzahidin

PWI Kalbar Resmi Didaftarkan ke Kesbangpol

Sekretaris PWI Kalimantan Barat, Deska Irnan Syafara menyerahkan berkas pendaftaran ke Kepala Kesbangpol, Manto Siaidi, Jumat (14/6/2024) pagi. (Tim Dokumentasi PWI Kalbar)
Sekretaris PWI Kalimantan Barat, Deska Irnan Syafara menyerahkan berkas pendaftaran ke Kepala Kesbangpol, Manto Siaidi, Jumat (14/6/2024) pagi. (Tim Dokumentasi PWI Kalbar)
PONTIANAK -  Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Barat resmi mendaftarkan organisasi ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Provinsi Kalbar, Jumat (14/6/2024) pagi.

Pendaftaran organisasi wartawan ke Kesbangpol dilakukan Sekretaris PWI Kalimantan Barat, Deska Irnan Syafara yang didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi Arman Hairiadi, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Nina Soraya dan Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Marupek.

PWI Kalbar Resmi Didaftarkan ke Kesbangpol
Sekretaris PWI Kalimantan Barat, Deska Irnan Syafara menyerahkan berkas pendaftaran ke Kepala Kesbangpol, Manto Siaidi, Jumat (14/6/2024) pagi. (Tim Dokumentasi PWI Kalbar)
Kedatangan pengurus PWI Kalimantan Barat disambut langsung oleh Kepala Kesbangpol Provinsi Kalbar, Manto Saidi didampingi Kepala Bidang Organisasi Kemasyarakatan Erwin Sitorus.

Deska Irnan Syafara menyampaikan, selain mendaftarkan organisasi, tujuan kedatangan PWI Kalbar ke Kesbangpol untuk silaturahmi sekaligus memperkenalkan pengurus baru hasil Konferensi pada 30 Maret lalu.

“Ada tiga calon Ketua PWI Kalbar pada Konferensi kemarin. Kundori yang terpilih sebagai ketua,” ucap Deska Irnan Syafara kepada Kepala Kesbangpol, Manto Saidi pada pertemuan tersebut.

“Hari ini, kami secara resmi mendaftarkan kepengurusan PWI Kalbar Periode 2024-2029 ke Kesbangpol. Supaya kami terdata di pemerintah. Sehingga memiliki legal standing,” tambah Deska.

Deska menambahkan, PWI Kalbar saat ini tengah berupaya meningkatkan mutu dan kualitas wartawan dengan melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Selain meng-advokasi wartawan, kami juga fokus memberikan pelatihan jurnalistik dan menggelar Uji Kompetensi Wartawan. Supaya kerja dan praktek wartawan di lapangan sesuai Kode Etik Jurnalistik,” jelas Deska.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Provinsi Kalbar, Manto Saidi menyambut baik pendaftaran PWI Kalbar ke pemerintah. Sehingga pihaknya bisa mengetahui organisasi wartawan yang resmi.

“Saat ini banyak organisasi wartawan. Tapi setahu saya, yang eksis hanya PWI, AJI dan IJTI,” kata Manto.

Ia berharap, PWI Kalbar dapat membantu pemerintah menginformasikan pembangunan-pembangunan yang sedang maupun akan dilakukan.

Pada pertemuan tersebut, PWI Kalbar menyampaikan, pelantikan pengurus periode 2024-2029 di Pontianak pada 4 Juli mendatang.

Pelantikan PWI Kalbar turut mengundang Pj Gubernur Kalbar dan Bupati serta Wali Kota seantero Kalimantan Barat. (*)

Waste Patrol City Pontianak, Kolaborasi PAS MANTAP Bersama DLH Kota Pontianak

Waste Patrol City Pontianak, Kolaborasi PAS MANTAP Bersama DLH Kota Pontianak
Waste Patrol City Pontianak, Kolaborasi PAS MANTAP Bersama DLH Kota Pontianak.
PONTIANAK - Komunitas Pengelola Angkutan Sampah Pontianak (PAS MANTAP) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak berkolaborasi melakukan kegiatan Waste Patrol City Pontianak (Patroli Sampah Keliling Kota Pontianak), Rabu (12/06/2024).

Kegiatan yang dilepas oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak tersebut berlangsung di TPST Edelwis Jl Purnama 2, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dan diikuti kurang lebih 25 Peserta yang berasal dari anggota Komunitas itu sendiri.


Kegiatan ini di lakukan sebagai bentuk kepedulian komunitas terhadap permasalahan sampah di Kota Pontianak, dimana hari ini Kota Pontianak masih terdapat titik lokasi tempat sampah liar yang di buang oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab, "sehingga berangkat dari hal tersebut komunitas PAS MANTAP berinisiasi untuk menggelar kegiatan ini," ujar Samsul Arifin selaku Ketua Komunitas PAS MANTAP.

"Selain itu, Komunitas PAS MANTAP juga berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dimana mereka juga memasang plang yang di pasang di titik lokasi tempat sampah liar, guna masyarakat melihat jika membuang sampah sembarangan juga bisa di kenakan sanksi oleh pemerintah," katanya lagi.



Samsul sapaannya, menyampaikan Kami menggelar kegiatan ini sebagai bentuk nyata dalam upaya kami mewujudkan Kota Pontianak yang minim sampah. 

"Tujuan dari ini adalah agar masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan, kegiatan ini kami lakukan di 3 titik di Kecamatan Pontianak Selatan yang pertama di Jl Purnama Madya, Jl Wonoyoso 1, dan Jl Karya Baru, serta kami juga berkolaborasi dengan Ketua RT setempat dan melibatkan warganya, dan kami juga berpesan agar Ketua RT terus bersemangat menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar. 

"Kami komunitas PAS MANTAP juga kedepan siap berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk mewujudkan kebersihan dan kesehatan lingkungan serta kota pontianak yang minim sampah," bebernya.


"Kami juga sedang memperjuangkan agar kami mampu memiliki tempat pengolahan sampah mandiri, agar tujuan kami dapat terwujud untuk mengelola sapah secara maksimal," tambahnya.

Taufik Sirajuddin, S.PWK Selaku Sekertaris Komunitas PAS MANTAP dan Sebagai Ketua Pelaksana Kegiatan juga menambahkan melalui program ini, kami ingin menunjukan bahwa tukang sampah hari ini juga mampu untuk terus konsisten dalam mengelola sampah dan melakukan kegiatan menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kota Pontianak, kita tau dari data yang di keluarkan oleh Dinas Terkait Pontianak Memiliki timbunan sampah sebesar 441.88 Ton per hari yang bersumber dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Sehingga berangkat dari hal tersebut sesuai arahan ketua kami dan kesepakatan anggota komunitas PAS MANTAP kami menginisiasi kegiatan ini. 


"Dan kegiatan ini akan terus berlanjut nantinya dengan harapan kedepan masyarakat mampu mengeloa sampah secara mandiri dan mampu mewujudkan Kota Pontiana yang minim sampah," tutupnya.

Setengah Kursi DPRD Ketapang Dihuni Wajah Baru

Setengah Kursi DPRD Ketapang Dihuni Wajah Baru
Foto para komisioner KPU Ketapang selepas rapat pleno perolehan kursi, Kamis (13/06/24).
KETAPANG - KPU kabupaten Ketapang telah menetapkan 10 partai politik dan 45 orang anggota DPRD terpilih berdasarkan suara sah mereka. 

Setengah atau 24 orang diantara anggota DPRD terpilih tersebut dipastikan diisi wajah-wajah baru ataupun pemain lama tetapi sempat jeda 5 tahun karena tidak terpilih di Pemilu sebelumnya dan pada saat Pemilu 2024 berhasil duduk lagi.

Berdasarkan data KPU kabupaten Ketapang yang didapat setelah pleno penetapan hari Kamis (13/06/24) semalam, ke 24 orang nama pendatang baru itu tersebar di seluruh Daerah Pemilihan (Dapil) yang meliputi tujuh Dapil. 

PDIP menjadi partai teratas capaian jumlah anggota DPRD baru terbanyak dengan jumlah 5 orang yakni Marzuki (Dapil 1), Mateus Yudi (Dapil 2), Whilis Aryant (Dapil 5), Bahrudin Effendi (dapil 6) dan Hasib Setiawan (Dapil 7)

Tangga kedua diisi partai Demokrat dengan jumlah 4 orang yakni, Rion Sardi (Dapil 1), Edi Anjoyo (Dapil 4),Yonathan Agung Rachmadi (dapil 6) dan Nursiri (dapil 7).

Urutan selanjutnya ada partai Nasdem dan partai Gerindra yang mengirim tiga orang wajah baru.

Secara berurutan wajah baru dari partai Nasdem adalah M Eri Setyawan (dapil 1), Uti Mulyadi (dapil 3 ) dan Wasti (dapil 7).

Dari partai Gerindra yakni Erpuat (dapil 3), Igntius Wewen (dapil 4), Hasim (dapil 6).

Berikut adalah daftar lengkap nama pendatang baru serta alokasi kursi DPRD per Dapil:

Ketapang Satu, alokasi 10 kursi yakni 
1. Rion Sardi dari partai Demokrat.
2. Maria Raisya Sofia Rantan, Golkar.
3. Julvan Teruna partai PAN 
4. M Eri Setyawan partai Nasdem. 
5. Lukman partai PKS 
6. Nasdiansyah partai Hanura
7.  Marzuki partai PDIP 

Dapil Ketapang Dua, 5 kursi yaitu:
1. Mateus Yudi partai PDI-P
2. Markus Margono partai Hanura.

Dapil Ketapang Tiga, alokasi  7 kursi, yakni 
1. Erpuat dari Gerindra
2. Uti Mulyadi partai Nasdem
3.  Ali Sadikin dari PPP.

Dapil Ketapang Empat, alokasi 6 kursi yaitu:
1. Edi Anjoyo - Demokrat
2. Ignatius Wewen - Gerindra

Dapil Ketapang Lima, jumlah kursi 5, yakni:
1. Whilis Aryant - PDIP
2. Ahmad Fatoni - Hanura
3. Markus Ewi - Golkar

Dapil Ketapang 6 dengan alokasi 5 kursi, yakni:
1. Hasim - Gerindra
2. Yonathan Agung Rachmadi - Demokrat
3. Bahrudin Efendi - PDIP 
4. Kevin Alexander Lerrick - PKB 

Dapil Ketapang 7 dengan alokasi 7 kursi 
1. Wasti - Nasdem 
2. Nursiri - Demokrat 
3. Hasib Setiawan - PDIP 

Penulis: Muzahidin

Jenazah Laki-laki Ditemukan di Jalan Keling Kumang Sekadau, Polisi Duga Karena Saki

Jenazah Laki-laki Ditemukan di Jalan Keling Kumang Sekadau, Polisi Duga Karena Saki
Jenazah Laki-laki Ditemukan di Jalan Keling Kumang Sekadau, Polisi Duga Karena Sakit. (Humas Polres Sekadau)
SEKADAU – Sesosok jenazah Laki-laki ditemukan di Jalan Keling Kumang, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, pada hari Kamis (13/6/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolres Sekadau AKBP Dr. I Nyoman Sudama melalui Kasi Humas Polres Sekadau AKP Agus Junaidi mengungkapkan, korban diketahui bernama Zulkifli, laki-laki berusia 66 tahun, yang diketahui bukan merupakan warga asli Sekadau. 

Jenazah Laki-laki Ditemukan di Jalan Keling Kumang Sekadau, Polisi Duga Karena Sakit. (Humas Polres Sekadau)
Jenazah Laki-laki Ditemukan di Jalan Keling Kumang Sekadau, Polisi Duga Karena Sakit. (Humas Polres Sekadau)
"Menurut keterangan tetangga, Zulkifli baru berdomisili di Sekadau sekitar bulan April 2024 dan tinggal sendirian tanpa keluarga. Ia bekerja sebagai tukang dalam pembangunan seminari di Jalan Merdeka Selatan, Desa Sungai Ringin," ungkap Kasi Humas Polres Sekadau, AKP Agus Junaidi. 

"Tetangga terakhir mendengar Zulkifli batuk-batuk pada hari Rabu (12/6) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, dan pada keesokan harinya, Zulkifli ditemukan meninggal dunia," jelas AKP Agus. 

Tim Inafis Sat Reskrim Polres Sekadau dan Sat Samapta serta Polsek Sekadau Hilir yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi jenazah. Diduga Zulkifli meninggal dunia karena sakit.

"Untuk penyerahan jenazah, saat ini pihak kepolisian telah menghubungi keluarga korban yang tercatat sebagai warga Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya," jelas AKP Agus.

Pasang Iklan

Hukum

Pemprov Kalbar

Pemda