Berita Indokalbar.com @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

Daerah

Peristiwa

Ad Placement

Polres Sekadau

14 Februari 2026

PWI Sekadau Gelar Syukuran HPN 2026: Fokus pada Literasi Digital dan AI

Foto: Ketua PWI Sekadau, Dina Mariana memberikan kue ulang tahun kepada Kepala Dinas Kominfo Sekadau, Matius Jon 


SEKADAU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sekadau dan organisasi wartawan lokal menggelar Syukuran Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Lupung Coffee, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini juga diisi dengan Sosialisasi Bahaya dan Peluang Artificial Intelligence (AI) dengan tema "Adaptif dan Kritis di Era AI".


Bupati Sekadau, melalui Kepala Diskominfo, Matius Jon, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 


"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami juga mengucapkan selamat Hari Pers Nasional," ujarnya.


Kapolres Sekadau, AKBP Andhika Wiratama, diwakili Kasi Humas AKP Triyono, mengatakan pers memiliki peran strategis dalam mendukung tugas kepolisian. "Pers adalah mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami mengapresiasi kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik, terutama dalam menjaga kamtibmas," ucapnya.


Ketua PWI Kalbar, Kundori, menegaskan HPN 2026 merupakan momentum refleksi bagi seluruh insan pers untuk meneguhkan komitmen terhadap profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab sosial dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. 


"HPN bukan hanya perayaan, tetapi momentum refleksi. Pers harus terus menjaga profesionalisme dan integritas di tengah berbagai tantangan zaman," tegasnya.


Ketua PWI Kabupaten Sekadau, Dina Mariana, mengatakan pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga melakukan kontrol sosial, serta menjaga nurani publik. 


"AI membuka kesempatan besar bagi dunia jurnalistik dan berbagai sektor untuk meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan informasi, serta inovasi. Namun, di sisi lain AI juga membawa potensi bahaya, seperti hoaks, disinformasi, pelanggaran privasi, hingga ancaman terhadap etika dan norma," ucap Dina.


Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital, khususnya di kalangan pelajar. 


"Mari kita gunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab," pesannya. 


Ketua IWAS, Krisantus, menambahkan bahwa pers di Sekadau terus mengupayakan tercapainya kemajuan bangsa lewat pemanfaat AI secara bijak oleh generasi muda. 


Peresmian Kantor SALUT Sanggau Sekayam: Perluas Layanan UT hingga Perbatasan

Foto: Peresmian Kantor Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Sanggau Sekayam


SANGGAU - Kantor Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Sanggau Sekayam resmi diresmikan pada 14 Februari 2026 oleh Direktur Universitas Terbuka (UT) Pontianak, Dr. Romi Siswanto. Peresmian tersebut dilaksanakan di Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau.


Kepala SALUT Kabupaten Sekadau, Abang Mohd Firman, M.Pd, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dalam pelaksanaan program prioritas, yakni sosialisasi dan promosi UT ke berbagai daerah di Kabupaten Sanggau, khususnya wilayah lintas Malindo (Malaysia-Indonesia). Ia juga menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan bagi mahasiswa UT yang berada di Kabupaten Sanggau.


"Kepercayaan ini menjadi amanah bagi kami untuk lebih maksimal memperkenalkan UT hingga ke daerah-daerah, terutama kawasan perbatasan, serta memastikan mahasiswa mendapatkan layanan yang optimal," ujarnya.


Direktur UT Pontianak, Dr. Romi Siswanto, menyampaikan bahwa secara geografis Kabupaten Sanggau memiliki wilayah yang sangat luas dengan jumlah penduduk yang besar dan potensial. Kondisi tersebut memerlukan mitra strategis yang mampu menjalankan program prioritas UT Pontianak agar semakin dikenal hingga ke pelosok.


"Dengan luas wilayah dan potensi jumlah penduduk yang besar, ini menjadi peluang yang harus dimaksimalkan. Kehadiran SALUT Sanggau Sekayam diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan dan mempermudah akses mahasiswa maupun calon mahasiswa, khususnya di kawasan lintas Malindo," jelasnya.


Peresmian kantor ini diharapkan menjadi momentum penguatan akses pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Kabupaten Sanggau serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan.


Itihad Persaudaraan Imam Masjid Gelar Wisuda Program Madrasah Imam Masjid angkatan 1 dan Pelantikan Pengurus IPIM Se-Kalbar

Foto: Itihad Persaudaraan Imam Masjid Gelar Wisuda Program Madrasah Imam Masjid angkatan 1 dan Pelantikan Pengurus IPIM Se-Kalbar


PONTIANAK - Ijtihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan Ijtihad dan Silaturahmi Persaudaraan Imam Masjid yang dirangkai dengan Wisuda Program Madrasah Imam Masjid, Jumat malam (13/2), di Aula Gubernur Kalimantan Barat.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua IPIM Kalimantan Barat, Ustadz Muammar Khadafi, Lc., M.H., Al-Hafidz. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan sekaligus wisuda para imam yang telah mengikuti pembinaan selama satu tahun penuh.


“Alhamdulillah, para peserta telah mengikuti pembinaan selama satu tahun. Kegiatan wisuda ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan atas kesungguhan serta perjuangan mereka. Semoga menjadi wasilah turunnya rahmat dan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah di Kalimantan Barat,” ujarnya.


Ia menjelaskan, program Madrasah Imam Masjid dirancang sebagai pembinaan berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan sesaat. Para imam dibekali materi pembelajaran Al-Qur’an secara teori dan praktik, meliputi tahsin dan tajwid, serta evaluasi bacaan dan gerakan salat. Para pengajar berasal dari kalangan qari dan hafiz, termasuk dewan hakim MTQ yang memiliki kompetensi di bidang Al-Qur’an.


Selain itu, peserta juga mendapatkan materi kepemimpinan, tafsir, fikih, dan hadis, agar imam tidak hanya menjadi pemimpin dalam salat, tetapi juga mampu menjadi pembina umat di tengah masyarakat.


Dalam sesi dengan awak media wawancara, Ketua IPIM Kabupaten Sekadau, Syamsul Hidayat, A.Md.Far, menyampaikan bahwa program tersebut sangat membantu meningkatkan kualitas imam di daerahnya.


“Program Madrasah Imam Masjid ini betul-betul membantu peningkatan kualitas dan profesionalisme imam. Imam masjid memiliki kapasitas yang lebih baik sehingga pelaksanaan ibadah di masyarakat menjadi lebih optimal dan berkualitas,” ungkapnya.


Ia menambahkan, ke depan pihaknya berkomitmen memperluas jangkauan pembinaan hingga ke tingkat desa.


Namun demikian, dukungan dari pemerintah daerah dan Kementerian Agama sangat dibutuhkan agar program dapat berjalan maksimal.


Sementara itu, Ustadz Tomi Raji’i turut menyampaikan apresiasi atas antusiasme para imam dalam mengikuti pembinaan. Menurutnya, tidak sedikit peserta yang rela menempuh perjalanan hingga empat sampai lima jam demi mengikuti kegiatan yang dilaksanakan setiap dua pekan tersebut.


“Semangat para imam luar biasa. Mereka tetap istiqamah mengikuti pembinaan hingga selesai. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan peningkatan kapasitas imam sangat besar,” ujarnya.


IPIM Kalbar sendiri telah berdiri selama dua tahun dan resmi terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat.


Organisasi ini juga telah membentuk kepengurusan di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

Melalui kegiatan itihad dan wisuda ini, IPIM Kalbar berharap program Madrasah Imam Masjid dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak imam di seluruh wilayah Kalimantan Barat, demi mewujudkan imam masjid yang berkualitas, berintegritas, serta mampu menjadi perekat persatuan umat. (Red/Jm)


13 Februari 2026

Warga Lembah Mukti Desak BPN Jelaskan Sengketa Lahan dengan PT MAI

Foto: Warga Transmigrasi Lembah Mukti Desak BPN Kabupaten Ketapang Selesaikan Sengketa Lahan yang Dicaplok PT. MAI


KETAPANG - Ratusan warga transmigrasi di desa Lembah Mukti kecamatan Manis Mata kabupaten Ketapang menggantungkan harapan kepada kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) kabupaten Ketapang. Mereka meminta, BPN menyelesaikan sengketa lahan mereka yang dicaplok perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Maya Agro Investama (MAI) seluas 400 hektar.


Kepala desa Lembah Mukti Agus Suryadi menjelaskan, kasus ini sudah menggantung terlalu lama, bahkan DPRD Ketapang telah merekomendasikan BPN melakukan pengukuran ulang. 


"Sebagaimana hasil rapat dengar pendapat (RDPU) kami dengan komisi 2 DPRD, lahan yang dipakai perusahaan masuk wilayah desa kami. Jadi klaim perusahaan PT MAI dengan sendirinya terpatahkan," ujar Agus Suryadi.


Anggota komisi 2 DPRD Ketapang Marzuki membenarkan pihaknya menerima aduan warga desa Lembah Mukti. DPRD meminta agar kantor pertanahan (BPN) Ketapang melakukan pendataan dan pengukuran ulang. 


"Rekomendasi kita kemarin itu agar BPN ukur ulang, sesuai dengan sertifikat hak milik warga transmigrasi. Kalau ditemukan lahan itu digunakan perusahaan jadi HGU, kita minta perusahaan seperti ini diberi sanski sesuai aturan perkebunan," kata Marzuki.


Kepala kantor BPN Ketapang, Ricardo Lassa dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, hasil pengecekan lapangan pihaknya belum bisa diekspose. Masih mengkoordinasikan dengan pihak terkait. 


"Untuk masalah ini kami masih belum bisa memberikan keterangan karena masih perlu berkoordinasi dengan banyak pihak," jawab Ricardo Lassa. (Mz)


Polres Sekadau dan Forkopimda Gelar Gerakan Indonesia Asri

Foto: Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (Asri) di pusat kota sekadau 

SEKADAU - Polres Sekadau bersama Forkopimda Kabupaten Sekadau menggelar kegiatan Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik dan Indah) melalui aksi bersih-bersih lingkungan di pusat Kota Sekadau, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan diawali dengan apel bersama di Lapangan E.J. Lantu, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, pukul 07.00 WIB, kemudian dilanjutkan kerja bakti di sejumlah titik, yakni Jalan Merdeka, Jalan Pelajar, Jalan Mawar, dan Jalan Irian. Petugas gabungan yang terlibat terdiri atas Polri, TNI, Kejari, BPBD, Dinkes, DLH, Satpol PP, Damkar, Dishub, PUPR, PUM Siri Meragun, Forkopincam Sekadau Hilir, Pemdes Sungai Ringin, mahasiswa ITKK Sekadau, serta pelajar SMA.

Bupati Sekadau Aron mengatakan kegiatan Jumat Bersih sebenarnya telah rutin dilaksanakan. Namun kali ini, kegiatan tersebut sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait Gerakan Indonesia Asri. 

"Ini menjadi momentum penting karena seluruh Forkopimda turun langsung bersama masyarakat. Harapannya kegiatan seperti ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi budaya, dimulai dari rumah tangga dengan membuang sampah pada tempatnya," ujarnya.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama menyatakan pihaknya mendukung penuh program pemerintah dalam implementasi Gerakan Indonesia Asri. 

"Ini wujud peran aktif Polri bersama pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat. Kita mulai dari lingkungan pasar sebagai pusat aktivitas warga agar gerakan ini menjadi contoh bersama," ujarnya.

AKBP Andhika menambahkan bahwa kebersihan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terkecil, termasuk keluarga dan tempat kerja, sehingga dapat membentuk budaya hidup bersih di masyarakat. 

"Kita berkomitmen agar gerakan ini berkelanjutan. Kebersihan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat," tuturnya.

Pasang Iklan

Hukum

Pemprov Kalbar

Pemda