ARTIKEL 9-14 (6 artikel)
ARTIKEL
ARTIKEL SLIDE
14 Mei 2026
Bapenda Kota Pontianak Jemput Bola di PRP, Warga Bisa Bayar PBB-P2 Bebas Denda Lewat QRIS
![]() |
| Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pontianak melakukan pelayanan jemput bola di acara Pekan Raya Pontianak (PRP), di Rumah Radakng. |
Pontianak – Kehadiran layanan jemput bola dari Badan Pendapatan Daerah Kota Pontianak di ajang Pekan Raya Pontianak (PRP) mendapat sambutan positif dari masyarakat. Melalui stand pelayanan di Rumah Radakng, Rabu (13/5/2026), warga tidak hanya mendapatkan informasi perpajakan tetapi juga sosialisasi program pembayaran PBB-P2 bebas denda.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bapenda Kota Pontianak, Mahardika Sari, mengatakan event yang ramai dikunjungi masyarakat seperti PRP menjadi momentum efektif bagi pemerintah untuk mendekatkan pelayanan sekaligus memberikan edukasi langsung kepada warga.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah dalam kegiatan masyarakat juga menjadi bentuk nyata kehadiran pelayanan publik di tengah warga.
“Event seperti ini menjadi peluang OPD untuk melakukan sosialisasi dan edukasi berbagai program dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bapenda turut menyosialisasikan program penghapusan denda administrasi PBB-P2 untuk tahun 2008 hingga 2025. Program bebas denda itu berlaku khusus pembayaran melalui website ePonti dengan metode pembayaran QRIS.
Mahardika menjelaskan proses pembayaran cukup mudah. Masyarakat hanya perlu membuka website ePonti, memilih menu pembayaran PBB, memasukkan Nomor Objek Pajak (NOP), kemudian memastikan data yang muncul sudah benar sebelum melanjutkan pembayaran menggunakan QRIS Bank Kalbar atau QRIS BCA.
“Lalu klik create kode pembayaran,” jelasnya.
Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat cukup tinggi selama pelaksanaan PRP. Banyak pengunjung mendatangi stand Bapenda untuk berkonsultasi sekaligus mendapatkan informasi terkait program pajak daerah.
Mahardika berharap edukasi yang dilakukan langsung di tengah masyarakat dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pembayaran pajak sebagai kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Pontianak.
Sementara itu, salah seorang pengunjung PRP, Adi, menilai konsep pelayanan jemput bola seperti ini sangat membantu masyarakat karena pelayanan pemerintah menjadi lebih mudah dijangkau.
“Kadang kan kita malas juga ke kantor pemerintah. Dengan adanya pelayanan Bapenda jemput bola di PRP, ini sesuatu yang positif,” katanya.
Ia berharap ke depan semakin banyak layanan pemerintah yang hadir dalam event seperti PRP, mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, paspor hingga SIM sehingga masyarakat bisa menikmati hiburan sekaligus mendapatkan berbagai pelayanan publik dalam satu tempat.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal yang baik. Jadi pekan raya ini memang betul-betul bisa terasa manfaatnya buat masyarakat. Bisa dapat hiburan, kulineran dan pastinya mendapat berbagai pelayanan dari pemerintah,” tutupnya. (*)
PRP Diserbu 20 Ribu Pengunjung, DPRD Pontianak Minta Tahun Depan Libatkan Seluruh OPD dan BUMN
![]() |
| Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin saat penutupan event Pekan Raya Pontianak (PRP) kedua yang dilaksanakan di Rumah Radakng. |
Pontianak – Kesuksesan gelaran Pekan Raya Pontianak (PRP) tahun kedua di Rumah Radakng mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Event yang berlangsung selama dua pekan itu dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus menjadi ruang promosi besar bagi pelaku UMKM di Kota Pontianak.
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, mengatakan PRP terbukti menjadi magnet masyarakat dengan jumlah pengunjung yang diperkirakan menembus 20 ribu orang selama pelaksanaan.
“Pelaksanaan PRP di tahun kedua ini dilaksanakan selama dua minggu. Bertempat di Rumah Radakng, ternyata PRP mampu menjadi magnet masyarakat untuk hadir ke sini. Dari informasi yang saya dapatkan, selama pelaksanaan ini, bisa tembus dua puluh ribu pengunjung,” ujarnya saat menghadiri malam penutupan PRP, Rabu (13/5/2026) malam.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat hingga malam penutupan. Meski hujan mengguyur kawasan acara, pengunjung tetap memadati lokasi untuk menikmati hiburan musik, arena permainan, hingga berburu aneka kuliner UMKM dengan harga terjangkau.
Satarudin menilai keberhasilan PRP bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM.
Ia juga mengapresiasi langkah Badan Pendapatan Daerah Kota Pontianak yang membuka pelayanan pembayaran PBB di area PRP sehingga masyarakat dapat menikmati hiburan sekaligus mengakses layanan pemerintah.
“Ini bukti nyata jika program pemerintah turut hadir di masyarakat. Di sana, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dari pemerintah sekaligus menikmati suguhan yang ada di PRP,” katanya.
Menurutnya, konsep kolaborasi antara penyelenggara event dan pemerintah perlu diperluas pada pelaksanaan tahun depan. Ia berharap seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, BUMN, BUMD hingga instansi vertikal dapat ikut membuka stand pelayanan dan sosialisasi program kepada masyarakat.
“Selain menghidupkan UMKM, ini menjadi penekanan saya agar tahun depan bisa diselaraskan,” pintanya.
Satarudin juga berharap PRP tahun ketiga nantinya dapat dikemas lebih besar, lebih kreatif, dan menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat Kalimantan Barat hingga luar daerah. Menurutnya, ruang bagi UMKM harus diperluas dan konsep hiburan dibuat semakin menarik agar daya tarik PRP terus meningkat.
Sementara itu, Ketua Panitia PRP, Solihin, mengungkapkan selama pelaksanaan kegiatan, para pelaku UMKM merasakan dampak ekonomi yang cukup signifikan.
Berdasarkan data panitia, UMKM kuliner di PRP mampu meraih omzet kotor hingga Rp20 juta selama sepuluh hari pelaksanaan. Tahun ini tercatat sebanyak 65 stand UMKM ikut meramaikan event tersebut.
“Artinya perputaran uang di kegiatan ini lumayan besar. Roda ekonomi mampu berputar meski di tengah kondisi ekonomi seperti ini,” ungkapnya.
Solihin memastikan pihaknya siap menghadirkan PRP yang lebih besar dan lebih lengkap pada tahun mendatang, termasuk mewujudkan kolaborasi pelayanan publik sebagaimana yang diharapkan Ketua DPRD Kota Pontianak.
“Ide beliau ini harus direalisasikan. Sebab beliau ingin di acara ini, masyarakat juga bisa mendapatkan pelayanan dari setiap lembaga pemerintahan. Ini bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Artinya ke depan PRP akan dikemas semakin apik,” tutupnya optimistis. (*)
13 Mei 2026
Antrean Panjang akibat Jalan Rusak, PT MPE Dinilai Gagal Tangani Jalan KM 3 Kayu Lapis?
![]() |
| Jalan rusak di KM 3 Kayu Lapis Sekadau menyebabkan antrean panjang kendaraan. Warga mengkritik perbaikan jalan oleh PT MPE yang dinilai tidak maksimal. |
SEKADAU - Kerusakan ruas jalan di Kilometer 3 kawasan Kayu Lapis, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, memicu antrean panjang kendaraan pada Selasa (13/5/2026).
Kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur membuat arus lalu lintas melambat, terutama saat kendaraan melintas di titik kerusakan.
Warga menilai kondisi jalan semakin parah akibat proses perbaikan yang dianggap tidak maksimal.
Perbaikan disebut minim penggunaan alat berat loader, kekurangan timbunan batu, serta drainase yang tidak berfungsi baik sehingga air masih menggenangi badan jalan.
Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat harus bergerak perlahan dan bergantian melintas.
Antrean kendaraan pun tidak dapat dihindari, terutama di jalur yang berlumpur.
Seorang warga Setawar yang melintas di lokasi mengaku kecewa terhadap kinerja pihak perusahaan yang menangani perawatan jalan, yakni PT MPE.
“Tu lah MPE tidak profesional kerja. Apa lagi operator rata-rata orang bilang tidak pandai dan angkuh,” ujar warga tersebut kepada awak media.
![]() |
| Jalan rusak di KM 3 Kayu Lapis Sekadau menyebabkan antrean panjang kendaraan. Warga mengkritik perbaikan jalan oleh PT MPE yang dinilai tidak maksimal. |
Menurut warga, kondisi jalan di kawasan KM 3 Kayu Lapis sudah lama menjadi keluhan masyarakat.
Perbaikan yang dilakukan dinilai hanya bersifat sementara dan belum menyelesaikan persoalan utama, terutama sistem drainase di sekitar jalan.
Masyarakat berharap PT MPE segera melakukan evaluasi terhadap sistem perawatan jalan dan kinerja operator di lapangan.
Warga juga meminta perbaikan dilakukan menggunakan alat berat yang memadai serta penambahan material batu agar jalan lebih kuat saat diguyur hujan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT MPE belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga maupun antrean kendaraan yang terjadi di KM 3 Kayu Lapis.
Viral, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Koreksi Juri LCC 4 Pilar MPR RI Diundang ke Senayan, Dapat Tawaran Beasiswa ke China
![]() |
| Foto: Josepha Alexandra, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pontianak |
PONTIANAK - Josepha Alexandra, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pontianak yang mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, diundang ke MPR RI di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Josepha menjadi sorotan publik setelah aksinya memprotes keputusan juri yang menilai jawabannya salah. Padahal, jawaban yang ia berikan dalam kompetisi tersebut terbukti benar.
Keberangkatan Josepha ke Senayan didampingi Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pontianak Indang Maryati, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Rio Pratama, dan Guru Pembimbing Heni.
“Yang mendampingi ada Bu Indang selaku Kepsek, lalu ada Pak Rio selaku Waka Humas, dan ada Bu Heni selaku pembimbing,” kata Josepha.
Dapat Tawaran Beasiswa S1 ke China
Selain diundang ke MPR RI, Josepha juga mendapat apresiasi berupa beasiswa S1 ke China dari Rifqinizamy Karsayuda, anggota DPR/MPR RI sekaligus alumni SMA Negeri 1 Pontianak.
Rifqinizamy menawarkan beasiswa kuliah gratis di China dan ikatan kerja di perusahaan multinasional setelah lulus.
“Kalau Josepha berkenan, abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China. Nanti tolong kasih tahu orang tua kalau mau. Nanti begitu selesai SMA, Josepha akan berikan beasiswa sekolah kuliah gratis di China dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari China,” ujarnya.
Josepha mengaku tawaran tersebut masih akan didiskusikan dengan orang tuanya sebelum mengambil keputusan. (Tim)


%20Kota%20Pontianak%20melakukan%20pelayanan%20jemput%20bola%20di%20acara%20Pekan%20Raya%20Pontianak%20(PRP),%20di%20Rumah%20Radakng..jpg)
%20kedua%20yang%20dilaksanakan%20di%20Rumah%20Radakng..jpg)






