28 Maret 2026
Pembelajaran di Kubu Raya Tetap Normal, Belum Ada Keputusan Daring
![]() |
| Foto: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, S.Pd., M.Pd |
KUBU RAYA - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, S.Pd., M.Pd., menegaskan pembelajaran di sekolah masih normal dan belum ada keputusan untuk menerapkan pembelajaran daring.
Penegasan tersebut disampaikan menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial dan media online terkait wacana pembelajaran jarak jauh. Menurutnya, pemerintah pusat melalui kementerian terkait juga telah menegaskan bahwa hingga saat ini pembelajaran daring belum akan diberlakukan.
"Pembelajaran masih tetap berjalan normal seperti biasa. Belum ada keputusan untuk dilakukan secara daring atau jarak jauh," katanya.
Firdaus ingatkan sekolah tetap tenang dan waspada, sambil siapkan diri untuk kemungkinan ke depan. Jika pemerintah putuskan pembelajaran daring, pihaknya siap ikuti.
“Kalau pemerintah menerapkan pembelajaran daring atau jarak jauh, insya Allah kita siap mengikuti regulasi tersebut,” tegasnya.
Kegiatan belajar mengajar akan kembali dilaksanakan Senin, 30 Maret, dengan upacara bendera dan pembacaan ikrar siswa. Sekolah diminta dokumentasikan dan laporkan kegiatan melalui pengawas masing-masing. (JM)
Bupati Landak Dorong Petani Jadi Modern, Karolin Ingatkan Ancaman El Nino
![]() |
| Bupati Landak Karolin Margret Natasa dorong petani modern dan ingatkan ancaman El Nino serta pentingnya edukasi dan jadwal tanam. |
NGABANG -- Karolin Margret Natasa kembali menegaskan pentingnya transformasi sektor pertanian di Kabupaten Landak. Karolin mengajak para petani untuk beralih menjadi petani modern dan cerdas agar mampu menghadapi tantangan zaman, termasuk perubahan iklim.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara syukuran panen raya (roah) sekaligus pembukaan turnamen sepak bola antardusun di Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Jumat (27/3/2026).
Dalam sambutannya, Karolin menekankan bahwa pertanian tidak bisa lagi dilakukan secara tradisional tanpa pengetahuan yang cukup. Edukasi, menurutnya, menjadi kunci utama agar petani bisa berkembang.
“Pertanian itu tidak bisa terpisahkan dari yang namanya sekolah. Supaya petani jadi modern, harus paham pupuk, cara mengolah tanaman, sampai memilih bibit yang tepat,” ujarnya.
Pentingnya Edukasi dan Ketelitian Petani
Karolin juga menyoroti kesalahan umum yang masih sering terjadi di lapangan, terutama dalam penggunaan pupuk. Ia menyebut, kurangnya pemahaman dalam membaca label pupuk bisa berdampak pada hasil panen.
“Mupuk saja katanya, tapi ternyata bukan pupuk untuk buah. Daunnya hijau, tapi buahnya tidak ada,” katanya sambil bercanda, yang langsung disambut tawa warga.
Menurutnya, hal-hal sederhana seperti ini bisa berdampak besar terhadap produktivitas pertanian jika tidak diperhatikan dengan serius.
Waspada El Nino, Petani Diminta Disiplin Jadwal Tanam
Selain soal edukasi, Karolin juga mengingatkan adanya ancaman fenomena iklim El Nino yang diprediksi menyebabkan kemarau panjang hingga September mendatang.
Untuk itu, ia meminta para petani agar disiplin mengikuti jadwal tanam yang telah ditetapkan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
“Jangan sampai terlambat menanam. Kalau sudah kemarau, tanaman bisa gagal tumbuh dan panen bisa gagal,” tegasnya.
Kompak Tanam Serentak, Hindari Serangan Hama
Karolin juga mengingatkan pentingnya kekompakan antarpetani, terutama dalam satu hamparan lahan. Penanaman yang tidak serentak dinilai bisa memicu serangan hama seperti tikus.
“Kalau satu hampar, tanam harus sama-sama. Kalau tidak, yang panen duluan pasti habis dimakan hama,” jelasnya.
Ia pun mengingatkan agar petani tidak keras kepala dan mau mengikuti arahan demi hasil yang lebih optimal.
Bantuan Alat Pertanian untuk Kelompok Tani
Sebagai bentuk dukungan nyata, Karolin menyerahkan bantuan berupa lima unit hand sprayer kepada kelompok tani setempat. Bantuan ini diharapkan bisa membantu meningkatkan efisiensi kerja petani di lapangan.
Buka Turnamen Sepak Bola, Pesan Sportivitas untuk Pemuda
Tak hanya soal pertanian, Karolin juga membuka turnamen sepak bola antardusun dalam acara tersebut. Dengan gaya santai dan bahasa daerah, ia mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas.
“Kade’ na’ rebot, na’ usah agi’ main bola,” ucapnya, yang berarti jika ingin ribut, tidak perlu bermain bola.
Candaan tersebut langsung disambut antusias warga yang hadir.
Akhiri Kegiatan, Karolin Sampaikan Harapan Panen Lebih Baik
Di akhir kegiatan, Karolin menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai karena jadwal yang padat.
Ia tetap menyampaikan doa dan harapan agar hasil panen ke depan bisa semakin meningkat.
“Saya doakan pertandingannya lancar, dan semoga panen berikutnya bisa lebih banyak lagi,” tutupnya.
FAQ (Pertanyaan Umum)
1. Apa tujuan Karolin mengajak petani menjadi modern?
Agar petani lebih produktif, efisien, dan mampu menghadapi tantangan seperti perubahan iklim.
2. Apa dampak kesalahan penggunaan pupuk?
Tanaman bisa tumbuh tidak optimal, seperti hanya menghasilkan daun tanpa buah.
3. Apa itu El Nino dan dampaknya bagi petani?
El Nino adalah fenomena iklim yang menyebabkan kemarau panjang dan berpotensi memicu gagal panen.
4. Mengapa tanam serentak penting?
Untuk mencegah serangan hama dan memastikan hasil panen lebih merata.
5. Bantuan apa yang diberikan pemerintah?
Lima unit hand sprayer untuk mendukung aktivitas kelompok tani.
Penulis: Tino
Gebyar Idul Fitri 1447 H Meriahkan Bundaran Gaforaya
![]() |
| Foto: Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo disela-sela kemeriahan Gebyar Idul Fitri 1447 Hijriah di Bundaran Gaforaya |
KUBU RAYA - Ribuan masyarakat memadati Bundaran Gaforaya pada malam perayaan Gebyar IdulFitri & Pesta Kembang Api dalam rangka Gema Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya ini berlangsung meriah, khidmat, dan penuh kebersamaan.
Sejak matahari terbenam, warga dari berbagai penjuru berdatangan dengan mengajak keluarga dan kerabat untuk merayakan momen kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Suasana semakin semarak saat tabuhan bedug menggema, menjadi simbol kemenangan umat Islam yang disambut antusias masyarakat.
Berbagai rangkaian kegiatan religius dan hiburan turut memeriahkan acara, mulai dari penampilan seni, tausiah, hingga puncaknya pesta kembang api yang menghiasi langit malam Kubu Raya.
Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, serta jajaran Forkopimda yang telah berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut terselenggara berkat dukungan besar dari masyarakat dan pihak swasta, dengan penggunaan anggaran daerah yang sangat minim.
“Kegiatan ini tidak membebani APBD, karena sebagian besar merupakan kontribusi masyarakat dan para pengusaha,” ujarnya.
Sujiwo juga menambahkan bahwa Gema Idulfitri akan dijadikan sebagai agenda tahunan Kabupaten Kubu Raya, bersama kegiatan keagamaan lainnya seperti pawai obor, sholawat akbar, dan peringatan tahun baru Islam.
Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari berbagai tokoh, di antaranya Habibi yang menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya atas terselenggaranya acara tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kubu Raya yang telah mengadakan Gema IdulFitri ini,” kata Habibi.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.
Hal senada juga disampaikan oleh Habib Thoha bin Husein Al Jufri. Ia menilai Gema IdulFitri merupakan kegiatan positif yang mampu menghidupkan syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.
“Kegiatan ini sangat baik sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan umat,” ujarnya.
Habib Thoha turut mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sendiri berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang melibatkan masyarakat luas, khususnya dalam momentum hari-hari besar keagamaan.
Kegiatan berlangsung hingga malam hari dan ditutup dengan pesta kembang api yang memukau, disambut sorak gembira ribuan masyarakat yang memadati Bundaran Gaforaya. (JM)
27 Maret 2026
Kolaborasi Pemkot dan ICDN Diperkuat Untuk Kemajuan Singkawang
![]() |
| Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dorong ICDN jadi mitra strategis pembangunan inklusif, fokus pada pendidikan, SDM, dan kebhinekaan masyarakat. |
Singkawang, Kalbar – Wali Kota Tjhai Chui Mie mendorong penguatan peran Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Dewan Pengurus Daerah ICDN Kota Singkawang di ruang kerja wali kota, Jumat, di Singkawang.
Audiensi ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan baru DPD-ICDN Kota Singkawang periode 2025–2030.
“Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan baru DPD-ICDN Kota Singkawang periode 2025–2030,” ujar Tjhai Chui Mie.
Komitmen ICDN Untuk Pembangunan Daerah
Dalam pertemuan tersebut, ICDN menyampaikan komitmennya untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah. Fokus utama meliputi sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kapasitas cendekiawan Dayak.
Langkah ini dinilai penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia lokal, khususnya di kalangan masyarakat Dayak di wilayah Singkawang dan sekitarnya.
Peran Strategis ICDN Di Mata Pemerintah
Tjhai Chui Mie menyambut positif kehadiran pengurus baru ICDN. Ia menilai organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung program pembangunan pemerintah daerah.
“Kami menyambut baik kehadiran ICDN sebagai bagian dari elemen strategis dalam pembangunan daerah. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dorongan Kolaborasi Dan Inovasi Program
Pemerintah Kota Singkawang berharap sinergi dengan ICDN dapat terus diperkuat, terutama dalam merancang program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.
Kolaborasi ini diharapkan mampu:
-
Meningkatkan kualitas pendidikan
-
Memperluas pemberdayaan masyarakat
-
Mendorong pengembangan SDM lokal
Perkuat Nilai Kebhinekaan Di Kota Toleran
Selain aspek pembangunan, Tjhai Chui Mie juga mendorong ICDN untuk turut memperkuat nilai kebhinekaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Sebagai kota yang dikenal toleran, Singkawang membutuhkan peran aktif berbagai organisasi untuk menjaga harmonisasi sosial.
“ICDN mampu berperan lebih optimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta menjaga harmonisasi sosial di Kota Singkawang,” ujarnya.
Dengan kolaborasi yang solid, ICDN diharapkan tidak hanya menjadi organisasi intelektual, tetapi juga motor penggerak pembangunan inklusif berbasis kearifan lokal.
FAQ (Pertanyaan Umum)
1. Apa itu ICDN?
ICDN adalah organisasi yang mewadahi para cendekiawan Dayak untuk berkontribusi dalam pembangunan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
2. Apa tujuan audiensi ICDN dengan Wali Kota Singkawang?
Untuk silaturahmi sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru periode 2025–2030 serta menyampaikan komitmen pembangunan.
3. Apa fokus kontribusi ICDN di Singkawang?
Pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kapasitas SDM Dayak.
4. Kenapa ICDN dianggap penting oleh pemerintah?
Karena menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
5. Apa harapan Wali Kota terhadap ICDN?
ICDN diharapkan memperkuat kebhinekaan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjaga harmonisasi sosial.

.jpeg)







