ARTIKEL 9-14 (6 artikel)
ARTIKEL
ARTIKEL SLIDE
13 Mei 2026
Antrean Panjang akibat Jalan Rusak, PT MPE Dinilai Gagal Tangani Jalan KM 3 Kayu Lapis?
![]() |
| Jalan rusak di KM 3 Kayu Lapis Sekadau menyebabkan antrean panjang kendaraan. Warga mengkritik perbaikan jalan oleh PT MPE yang dinilai tidak maksimal. |
SEKADAU - Kerusakan ruas jalan di Kilometer 3 kawasan Kayu Lapis, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, memicu antrean panjang kendaraan pada Selasa (13/5/2026).
Kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur membuat arus lalu lintas melambat, terutama saat kendaraan melintas di titik kerusakan.
Warga menilai kondisi jalan semakin parah akibat proses perbaikan yang dianggap tidak maksimal.
Perbaikan disebut minim penggunaan alat berat loader, kekurangan timbunan batu, serta drainase yang tidak berfungsi baik sehingga air masih menggenangi badan jalan.
Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat harus bergerak perlahan dan bergantian melintas.
Antrean kendaraan pun tidak dapat dihindari, terutama di jalur yang berlumpur.
Seorang warga Setawar yang melintas di lokasi mengaku kecewa terhadap kinerja pihak perusahaan yang menangani perawatan jalan, yakni PT MPE.
“Tu lah MPE tidak profesional kerja. Apa lagi operator rata-rata orang bilang tidak pandai dan angkuh,” ujar warga tersebut kepada awak media.
![]() |
| Jalan rusak di KM 3 Kayu Lapis Sekadau menyebabkan antrean panjang kendaraan. Warga mengkritik perbaikan jalan oleh PT MPE yang dinilai tidak maksimal. |
Menurut warga, kondisi jalan di kawasan KM 3 Kayu Lapis sudah lama menjadi keluhan masyarakat.
Perbaikan yang dilakukan dinilai hanya bersifat sementara dan belum menyelesaikan persoalan utama, terutama sistem drainase di sekitar jalan.
Masyarakat berharap PT MPE segera melakukan evaluasi terhadap sistem perawatan jalan dan kinerja operator di lapangan.
Warga juga meminta perbaikan dilakukan menggunakan alat berat yang memadai serta penambahan material batu agar jalan lebih kuat saat diguyur hujan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT MPE belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga maupun antrean kendaraan yang terjadi di KM 3 Kayu Lapis.
Viral, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Koreksi Juri LCC 4 Pilar MPR RI Diundang ke Senayan, Dapat Tawaran Beasiswa ke China
![]() |
| Foto: Josepha Alexandra, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pontianak |
PONTIANAK - Josepha Alexandra, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pontianak yang mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, diundang ke MPR RI di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Josepha menjadi sorotan publik setelah aksinya memprotes keputusan juri yang menilai jawabannya salah. Padahal, jawaban yang ia berikan dalam kompetisi tersebut terbukti benar.
Keberangkatan Josepha ke Senayan didampingi Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pontianak Indang Maryati, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Rio Pratama, dan Guru Pembimbing Heni.
“Yang mendampingi ada Bu Indang selaku Kepsek, lalu ada Pak Rio selaku Waka Humas, dan ada Bu Heni selaku pembimbing,” kata Josepha.
Dapat Tawaran Beasiswa S1 ke China
Selain diundang ke MPR RI, Josepha juga mendapat apresiasi berupa beasiswa S1 ke China dari Rifqinizamy Karsayuda, anggota DPR/MPR RI sekaligus alumni SMA Negeri 1 Pontianak.
Rifqinizamy menawarkan beasiswa kuliah gratis di China dan ikatan kerja di perusahaan multinasional setelah lulus.
“Kalau Josepha berkenan, abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China. Nanti tolong kasih tahu orang tua kalau mau. Nanti begitu selesai SMA, Josepha akan berikan beasiswa sekolah kuliah gratis di China dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari China,” ujarnya.
Josepha mengaku tawaran tersebut masih akan didiskusikan dengan orang tuanya sebelum mengambil keputusan. (Tim)
AVC Men’s Champions League 2026 Disambut Meriah, Warga Pontianak Antusias Saksikan Voli Kelas Asia
![]() |
| Para pemain berjibaku meraih poin di pertandingan perdana AVC Men’s Volleyball Champions League di GOR Terpadu A Yani Pontianak. |
Pontianak – Antusiasme masyarakat Kota Pontianak mewarnai hari pertama penyelenggaraan AVC Men's Champions League 2026 yang digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani, Rabu (13/5/2026). Kejuaraan voli antarklub putra tingkat Asia tersebut menjadi perhatian warga karena menghadirkan pertandingan internasional secara langsung di Kota Khatulistiwa.
Sejak pembukaan pertandingan, suasana di arena terlihat ramai dipadati penonton yang ingin menyaksikan aksi para atlet voli dari berbagai negara. Kehadiran turnamen bergengsi ini pun disambut positif masyarakat yang merasa bangga Pontianak dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional.
Salah seorang warga Pontianak, Indri (32), mengaku senang karena untuk pertama kalinya dapat menyaksikan pertandingan voli level Asia secara langsung tanpa harus pergi ke luar daerah.
“Senang sekali Pontianak bisa jadi tuan rumah. Biasanya kita hanya menonton pertandingan seperti ini dari televisi atau media sosial, sekarang bisa lihat langsung di GOR,” ujarnya.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono yang turut menyaksikan pembukaan kejuaraan mengatakan, kepercayaan sebagai tuan rumah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Pontianak dan masyarakat Kalimantan Barat.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak dan masyarakat Kota Pontianak, kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh atlet, ofisial, dan tamu yang hadir. Mudah-mudahan selama berada di Pontianak semuanya merasa nyaman, betah, dan membawa kesan yang baik,” ujarnya.
Menurut Edi, penyelenggaraan AVC Men’s Champions League 2026 bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga momentum memperkenalkan Pontianak sebagai kota yang ramah, terbuka, dan siap menjadi tuan rumah berbagai event internasional.
Ia berharap para atlet dan tamu dari luar negeri dapat menikmati keramahan masyarakat, wisata kuliner, hingga budaya lokal selama berada di Kota Pontianak.
Selain itu, Edi menilai kejuaraan internasional tersebut juga memberi dampak positif bagi perekonomian daerah. Kehadiran peserta, panitia, hingga penonton diyakini mampu menggerakkan sektor perhotelan, restoran, UMKM, transportasi, dan jasa lainnya.
Ia pun mengajak masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat untuk ikut menyemarakkan pertandingan dengan memberikan dukungan langsung di arena pertandingan.
“Mari kita ramaikan dan saksikan langsung pertandingan di GOR Terpadu Ahmad Yani. Ini kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan voli berkelas Asia dan ikut menjadi bagian dari suksesnya Pontianak sebagai tuan rumah,” katanya.
Kejuaraan AVC Men’s Champions League 2026 berlangsung pada 13–17 Mei 2026 di Pontianak dengan menghadirkan sejumlah klub kuat Asia, di antaranya Jakarta Bhayangkara Presisi, Jakarta Garuda Jaya, Al-Rayyan Sports Club, Hyundai Capital Skywalkers, Zhaiyk, JTEKT Stings Aichi, Foolad Sirjan Iranian, serta Nakhon Ratchasima Qmin C VC. (*)
Nyigit Wudi Amini Resmi Pimpin BKKBN Kalbar, Siap Perkuat Sinergi dan Digitalisasi Program Bangga Kencana
![]() |
| Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat resmi melakukan pergantian Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar. |
Pontianak – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat resmi melakukan pergantian kepemimpinan, Rabu (13/5/2026). Jabatan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kalbar kini resmi diemban oleh Nyigit Wudi Amini menggantikan Nuryamin yang mendapat amanah baru sebagai Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah.
Kegiatan pisah sambut yang berlangsung di Aula Kencana Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat itu berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Selain serah terima jabatan, agenda tersebut juga dirangkaikan dengan penguatan sinergitas dan komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Nyigit Wudi Amini menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Bangga Kencana di Kalbar selama ini telah berjalan baik. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program yang sudah berjalan sekaligus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah, sektor swasta, media, hingga seluruh mitra kerja terkait.
Menurutnya, salah satu fokus penting ke depan adalah penyusunan peta jalan pembangunan kependudukan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Indikatornya itu luas, ada bentang kuantitas dan kualitas penduduk. Itu yang akan sama-sama kita gerakkan bersama mitra kerja untuk mencapai indikator-indikator tersebut demi mewujudkan masyarakat Kalbar yang lebih sejahtera,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan geografis Kalimantan Barat yang memiliki wilayah sangat luas dengan akses antarwilayah yang beragam. Namun, kondisi tersebut justru menjadi motivasi untuk memaksimalkan potensi dan sumber daya yang ada demi mencapai target pembangunan kependudukan secara merata.
Menurut Nyigit, digitalisasi menjadi salah satu strategi utama untuk memperluas jangkauan edukasi dan pelayanan hingga ke wilayah terpencil. Pemanfaatan teknologi informasi dinilai sangat penting agar pesan-pesan pembangunan keluarga dan kependudukan dapat diterima masyarakat dengan lebih efektif dan cepat.
“Menurut saya, digitalisasi itu menjadi sesuatu yang harus dilakukan. Untuk menjangkau wilayah-wilayah yang jauh, tentu kita harus mengandalkan teknologi informasi yang dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Nuryamin menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) kabupaten/kota serta para mitra kerja atas dukungan dan kerja sama selama dirinya bertugas di Kalimantan Barat.
Ia juga berpesan kepada penggantinya agar terus menjaga komunikasi dan memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat demi keberhasilan program pembangunan keluarga dan kependudukan.
“Harapan saya kepada pengganti saya, tali silaturahmi tetap terjaga. Komunikasi dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, dan seluruh lapisan masyarakat harus terus dibangun karena kebersamaan itu sangat indah,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Nuryamin turut menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Kalimantan Barat. Ia berharap provinsi ini dapat terus berkembang menjadi daerah yang maju, bermartabat, dan semakin sejahtera melalui kolaborasi seluruh pihak. (*)
Wako Edi Dorong Revisi UU HKPD demi Perkuat Fiskal Daerah dan Optimalkan PAD
![]() |
| Rembuk dan Bincang-bincang Otonomi Daerah antar Kepala Daerah dengan Kementerian Dalam Negeri secara daring. |
Pontianak – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong revisi Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) guna memperkuat kapasitas fiskal daerah, terutama dalam mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
Dorongan tersebut disampaikan Edi dalam kegiatan Reboan, Rembuk dan Bincang-bincang Otonomi Daerah antara kepala daerah bersama Kementerian Dalam Negeri yang digelar secara daring, Rabu (13/5/2026).
Menurut Edi, sejumlah ketentuan dalam UU HKPD saat ini perlu dievaluasi karena dinilai membatasi potensi penerimaan daerah. Salah satu yang disorotinya adalah tarif Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk jasa parkir yang saat ini dibatasi maksimal 10 persen.
Ia menilai pemerintah daerah perlu diberikan ruang yang lebih proporsional dalam mengelola potensi pajak, khususnya pada sektor-sektor strategis di kawasan perkotaan yang terus berkembang.
“Jasa parkir yang saat ini maksimal 10 persen perlu ditinjau kembali, paling tidak menjadi 20 persen seperti yang dulu diatur dalam UU PDRB,” ujarnya.
Selain sektor parkir, Edi juga menyoroti pengaturan jasa sewa kamar atau rumah kos yang menurutnya perlu kembali ditegaskan sebagai objek PBJT jasa perhotelan. Ia menyebut, sebelumnya sektor rumah kos menjadi salah satu sumber penerimaan daerah yang cukup potensial.
Namun setelah perubahan aturan dalam UU HKPD, potensi pendapatan daerah dari sektor tersebut dinilai mengalami penurunan karena status pengaturannya tidak lagi jelas.
“Jasa sewa kamar atau rumah kos sebelumnya dipungut oleh pemerintah daerah. Ketika tidak lagi menjadi objek yang jelas, tentu ada potensi pendapatan daerah yang hilang,” katanya.
Edi menjelaskan, Kota Pontianak memiliki karakter sebagai kota jasa, perdagangan, dan pendidikan dengan jumlah mahasiswa serta pekerja dari luar daerah yang cukup besar. Kondisi itu membuat sektor hunian sementara seperti rumah kos berkembang pesat dan memiliki nilai ekonomi yang signifikan.
Karena itu, menurutnya, sektor tersebut layak menjadi bagian dari basis pajak daerah yang dikelola secara adil dan akuntabel guna mendukung pembangunan daerah.
“Daerah membutuhkan ruang fiskal yang memadai agar pembangunan bisa terus berjalan. Tentu pengelolaannya tetap harus akuntabel, proporsional, dan memperhatikan kondisi masyarakat,” jelasnya.
Menanggapi usulan tersebut, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Cheka Virgowansyah mengatakan pihaknya akan menampung seluruh aspirasi daerah sebagai bahan evaluasi pemerintah pusat dalam pembahasan revisi aturan ke depan.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk menyampaikan usulan secara resmi melalui surat agar hasil diskusi memiliki dasar administrasi yang lebih kuat.
“Masukan ini akan kami tampung sebagai bahan evaluasi dan pembahasan revisi,” tutupnya. (*)
BNN dan TMMD Kodim Sanggau Bersinergi Bentengi Masyarakat dari Bahaya Narkoba
![]() |
| BNN lakukan sosialisasi bahaya narkotika dalam kegiatan TMMD Ke-128 Kodim Sanggau. |
Sanggau – Upaya memerangi penyalahgunaan narkotika terus digencarkan hingga ke pelosok desa. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 1204/Sanggau, Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan sosialisasi tentang bahaya narkotika kepada masyarakat di Kecamatan Kembayang, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung penuh antusias dengan dihadiri warga setempat yang mengikuti setiap materi yang disampaikan. Dalam sosialisasi itu, BNN memaparkan berbagai dampak buruk penyalahgunaan narkoba, mulai dari kerusakan kesehatan, gangguan kehidupan sosial, hingga ancaman terhadap masa depan generasi muda.
BNN juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mencegah peredaran narkotika di lingkungan masing-masing. Warga diimbau agar lebih waspada terhadap pengaruh pergaulan yang dapat menjerumuskan ke dalam penyalahgunaan narkoba.
Pasiter Kodim 1204/Sanggau Kapten Inf Demianus mengatakan, kegiatan nonfisik dalam program TMMD memiliki peran penting dalam meningkatkan wawasan dan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk bahaya narkotika.
“Melalui sosialisasi ini diharapkan masyarakat semakin memahami bahaya narkotika serta mampu menjaga lingkungan agar tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Ia menambahkan, TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga menjadi sarana pembinaan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif demi menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan berkualitas.
Program TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau pun diharapkan mampu memperkuat sinergi antara TNI, BNN, dan masyarakat dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkotika sekaligus mendorong terciptanya kehidupan sosial yang lebih baik di wilayah pedesaan. (*)










