Berita Indokalbar.com hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Berita Utama

Bisnis

Daerah

25 April 2026

Rumah Joglo Di Bengkayang Disiapkan Jadi Ikon Wisata Dan Edukasi Budaya

Pemkab Bengkayang membangun Rumah Adat Joglo di Taman SDR sebagai pusat budaya dan destinasi wisata baru yang mendukung pelestarian budaya Jawa.
Pemkab Bengkayang membangun Rumah Adat Joglo di Taman SDR sebagai pusat budaya dan destinasi wisata baru yang mendukung pelestarian budaya Jawa.

BENGKAYANG - Pemerintah Kabupaten Bengkayang mulai membangun Rumah Adat Joglo di kawasan Taman SDR (Sekayo Damai Raya) sebagai bagian dari strategi memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang baru di sektor pariwisata daerah.

Langkah ini tidak hanya menambah fasilitas fisik di ruang publik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pusat aktivitas budaya yang dapat dimanfaatkan masyarakat lintas generasi.

Fokus Pada Ruang Interaksi Budaya

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menegaskan bahwa pembangunan rumah adat tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, keberadaan Joglo di kawasan taman kota diharapkan menjadi tempat bertemunya berbagai unsur budaya di tengah masyarakat yang beragam.

Ia menyebut, rumah adat tersebut dirancang untuk menjadi ruang interaksi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni, edukasi budaya, serta kegiatan sosial masyarakat.

Selain itu, pembangunan Joglo juga diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan di tengah keberagaman budaya yang ada di Kabupaten Bengkayang.

Disiapkan Jadi Pusat Budaya Masyarakat Jawa

Rumah Adat Joglo nantinya akan difungsikan sebagai pusat kegiatan budaya masyarakat Jawa yang tinggal di Bengkayang.

Beragam kegiatan seperti pertunjukan seni tradisional, pelatihan budaya, hingga kegiatan komunitas direncanakan berlangsung di lokasi tersebut.

Pemerintah daerah menilai, fasilitas ini akan memperkaya ragam budaya lokal serta menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Dengan demikian, keberadaan Joglo diharapkan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadikannya tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern.

Potensi Baru Untuk Pariwisata Daerah

Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, menilai pembangunan Rumah Adat Joglo juga berpotensi meningkatkan daya tarik wisata di wilayah tersebut.

Menurutnya, pengembangan destinasi berbasis budaya memiliki peluang besar untuk menarik minat wisatawan, terutama yang tertarik dengan kekayaan tradisi lokal.

Selain memberi nilai tambah bagi sektor pariwisata, kegiatan budaya yang berlangsung di Joglo juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Misalnya melalui penyediaan jasa, penjualan produk kerajinan, hingga kegiatan ekonomi kreatif lainnya.

Bagian Dari Pembangunan Berbasis Keberagaman

Pembangunan Rumah Adat Joglo di Taman SDR menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pendekatan berbasis keberagaman budaya dinilai penting untuk memastikan setiap kelompok masyarakat memiliki ruang untuk mengekspresikan identitas budayanya.

Dengan adanya fasilitas ini, pemerintah berharap pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi dan sektor pariwisata di Kabupaten Bengkayang.

FAQ

1. Di mana lokasi pembangunan Rumah Adat Joglo di Bengkayang?
Rumah Adat Joglo dibangun di kawasan Taman SDR (Sekayo Damai Raya), Kabupaten Bengkayang.

2. Apa tujuan pembangunan Rumah Adat Joglo tersebut?
Tujuannya untuk melestarikan budaya Jawa, menyediakan ruang kegiatan budaya, serta mendukung pengembangan pariwisata daerah.

3. Siapa yang menggagas pembangunan Rumah Adat Joglo di Bengkayang?
Pembangunan ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang dipimpin oleh Bupati Sebastianus Darwis.

4. Apa manfaat Rumah Adat Joglo bagi masyarakat?
Manfaatnya antara lain sebagai pusat kegiatan budaya, sarana edukasi, destinasi wisata, serta peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

5. Kapan pembangunan Rumah Adat Joglo dimulai?
Pembangunan dimulai dengan kegiatan peletakan batu pertama oleh pemerintah daerah pada hari Jumat.

Wali Kota: Peran Kampus Dongkrak IPM Pontianak, Kunci SDM Berkualitas

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menandatangani prasasti peresmian Gedund Leopold Mandic Universitas Widya Dharma.


Pontianak – Keberadaan perguruan tinggi dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Pontianak. Hal ini disampaikan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meresmikan Gedung Leopold Mandic di Universitas Widya Dharma Pontianak, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Edi, posisi Pontianak sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, sekaligus pendidikan memberikan kontribusi besar terhadap capaian IPM yang kini mencapai angka 82,80 dan masuk kategori sangat tinggi.

“Pontianak juga pusat pendidikan. Ini yang sangat memberikan dampak terhadap IPM Pontianak. Sekarang IPM kita masuk kategori sangat tinggi,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan IPM mencakup berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kualitas hidup masyarakat. Karena itu, keberadaan kampus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berbudaya.

“Kita ingin punya SDM yang sehat, cerdas, dan berbudaya. Keberadaan perguruan tinggi tentu turut mendongkrak IPM Pontianak,” tambahnya.

Selain berdampak pada kualitas pendidikan, aktivitas kampus juga memberikan efek ekonomi yang signifikan. Ribuan mahasiswa, termasuk sekitar 43 ribu dari luar daerah, turut menggerakkan sektor hunian, kuliner, transportasi, hingga jasa lainnya di kota ini.

“Dengan jumlah mahasiswa yang besar, tentu ada kontribusi ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelas Edi.

Di sisi lain, ia mengakui Kota Pontianak dengan jumlah penduduk hampir 700 ribu jiwa menghadapi tantangan perkotaan seperti pengelolaan sampah, air bersih, dan lalu lintas. Untuk itu, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dinilai sangat penting dalam menghadirkan solusi inovatif.

“Kami berusaha menjadikan Pontianak sebagai kota yang toleran dan nyaman. Ini membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Dharma Polycarpus Widjaja Tandra menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat dan tidak menjadi “menara gading”.

“Universitas tidak boleh terpisah dari masyarakat. Harus ada sinergi dengan pemerintah untuk menjawab kebutuhan kota,” tuturnya.

Ia menambahkan, Universitas Widya Dharma Pontianak berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi, diharapkan pembangunan sumber daya manusia di Pontianak terus meningkat dan mampu mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan. (*) 

24 April 2026

Cegah Laka Berulang, Satlantas Polres Sekadau Intensifkan Penling


Patroli Polres Sekadau Ingatkan Warga Cegah Korsleting Listrik dan Lapor ke 110


Kenal Polisi Lebih Dekat, Murid PPA Gereja Eben Haizer Kunjungi Polsek Belitang Hulu


Pasca Insiden Helikopter PK-CFX di Nanga Taman, Masyarakat Gelar Ritual Adat


Badut Polisi Sapa Murid SDN 47 Penanjung, Belajar Tertib Lalu Lintas Jadi Lebih Seru


Wali Kota Sulap Pasar Lama Jadi Ruang Kreatif, Anak Muda Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Baru

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau kondisi Pasar Kapuas Indah dan Cempaka.

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak bersiap menghidupkan kembali pasar-pasar yang selama ini kurang optimal dengan konsep baru yang lebih segar dan kekinian. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berencana menjadikan pasar sebagai ruang ekonomi kreatif, termasuk wadah aktivitas anak muda.

Pasar seperti Pasar Cempaka dan Pasar Kapuas Indah menjadi fokus awal revitalisasi. Keduanya dinilai memiliki potensi besar karena berada di kawasan strategis, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Pasar-pasar yang tadinya tidak aktif perlu direvitalisasi. Harapan kita ke depan pasar ini bisa hidup dengan konsep baru,” ujar Edi saat meninjau lokasi, Jumat (24/4/2026).

Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah pasar di kota besar yang mampu menyulap lantai atas menjadi ruang kreatif. Salah satunya Pasar Santa yang kini dikenal sebagai pusat kuliner dan kreativitas anak muda.

Menurutnya, tantangan utama pasar tradisional adalah minimnya aktivitas di lantai dua. Karena itu, Pemkot akan menata ulang fungsi ruang agar lebih produktif dan menarik, mulai dari kafe, ruang komunitas, hingga area usaha kreatif.

Selain penataan konsep, pemerintah juga akan melakukan pendataan ulang kios dan penertiban pemanfaatannya agar pengelolaan pasar lebih tertib dan optimal.

Tak hanya itu, sejumlah pasar lain seperti Pasar Flamboyan dan Pasar Puring juga masuk dalam rencana pembenahan tahun ini guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih, aman, dan nyaman.

Edi menilai, pasar harus mampu beradaptasi di tengah persaingan dengan platform digital. Dengan konsep kreatif dan suasana yang nyaman, pasar fisik diyakini tetap memiliki daya tarik tersendiri.

“Pasar yang bersih, aman, dan kreatif pasti akan didatangi pengunjung,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak Ibrahim menjelaskan bahwa Pasar Cempaka akan menjadi salah satu proyek prioritas. Perbaikan meliputi pembenahan fisik hingga pengaktifan kembali kios-kios yang selama ini kosong.

Ia menyebut lantai dua pasar akan diarahkan menjadi pusat kuliner dan ruang kreativitas anak muda, sesuai arahan wali kota.

“Kita akan coba perbaiki dan baguskan. Tempat ini bisa untuk kuliner, kreativitas pemuda, coffee shop dan sebagainya,” ujarnya.

Saat ini, terdapat 18 pasar yang dikelola Pemkot Pontianak dan akan ditata secara bertahap. Pemerintah juga akan membuka peluang bagi pelaku usaha dan UMKM untuk mengisi ruang-ruang yang telah direvitalisasi.

Dengan konsep baru ini, pasar diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi kreatif yang melibatkan generasi muda dan komunitas lokal, sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi kota. (*) 

Kubu Raya Cari Solusi Solar Bersubsidi Untuk Nelayan

Foto: Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mencari solusi atas polemik penyaluran solar bersubsidi bagi nelayan yang tak kunjung tuntas. Regulasi yang ketat dinilai menjadi penyebab utama sulitnya nelayan mengakses BBM subsidi tersebut.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menegaskan persoalan ini sudah berlangsung lama dan membutuhkan langkah konkret serta terobosan kebijakan. Pemkab tidak tinggal diam dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Ini persoalan serius yang harus kita atensi bersama. Kita sudah mengundang nelayan, dinas terkait, DPRD, TNI AL, hingga KKP untuk duduk bersama mencari jalan keluar,” ujar Sujiwo, Kamis (23/4/2026).

Sujiwo menjelaskan, secara prinsip solar bersubsidi merupakan hak nelayan. Namun dalam praktiknya, aturan dari pemerintah pusat cukup ketat. Regulasi BPH Migas dan Perpres membatasi penerima subsidi, terutama bagi nelayan yang masih menggunakan alat tangkap pukat trawl.

“Kalau tidak sesuai aturan, tentu kita juga berhadapan dengan hukum. Ini yang menjadi dilema,” katanya.

Sebagai solusi jangka pendek, Pemkab Kubu Raya mendorong nelayan beralih dari pukat trawl ke jaring hela dasar agar memenuhi syarat mendapat rekomendasi BBM subsidi. Hanya saja, perubahan alat tangkap itu memerlukan biaya tambahan yang tidak sedikit.

Selain itu, Pemkab berencana menyampaikan persoalan ini ke pemerintah pusat agar regulasi ditinjau ulang, khususnya bagi nelayan kecil.

“Jangan sampai aturan justru memberatkan nelayan kecil. Kita akan terus perjuangkan ini,” tegas Sujiwo. (Jm)



Alfamart dan WINGS Group Tancap Gas, Ribuan Ibu dan Balita Disasar Lewat Program Sahabat Posyandu

Kegiatan pelayanan keehatan yang berlangsung di halaman gerai Alfamart Sultan Agung, Desa Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Foto HO.

Kubu Raya – Komitmen menghadirkan layanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak terus diperkuat Alfamart di awal tahun 2026. Melalui program Sahabat Posyandu, Alfamart menggandeng WINGS Group untuk menjangkau ribuan ibu dan balita di berbagai daerah.

Berkolaborasi dengan produk SoKlin Softener, program ini telah digelar di 34 kota sejak November 2025 hingga Januari 2026, dengan target lebih dari 6.000 penerima manfaat. Beragam layanan kesehatan dihadirkan, mulai dari edukasi gizi, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang anak hingga pemberian makanan tambahan (PMT).

Salah satu kegiatan berlangsung di halaman gerai Alfamart Sultan Agung, Desa Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (23/04/2026). Sejak pagi, puluhan ibu tampak antusias mengantre untuk memanfaatkan layanan kesehatan bagi anak mereka.

Aisyiah, salah satu warga, mengaku terbantu dengan kehadiran Posyandu di lokasi yang lebih mudah dijangkau. Ia menyebut biasanya layanan Posyandu digelar di balai warga, namun kali ini hadir dengan suasana berbeda di gerai ritel modern.

“Biasanya ke Posyandu di balai warga. Baru kali ini ikut yang di Alfamart, ternyata banyak manfaat dan hadiahnya juga. Bersyukur sekali,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Nenny, peserta lainnya yang mengaku senang mendapatkan tambahan gizi dan bingkisan.

“Dapat PMT dan bingkisan dari Alfamart dan Kodomo. Terima kasih,” katanya.

Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Alfamart dalam mendukung upaya penurunan angka stunting di Indonesia, terutama di wilayah dengan tingkat prevalensi yang masih tinggi.

Corporate Communication General Manager Alfamart, Rani Wijaya, menegaskan bahwa pemanfaatan halaman gerai menjadi lokasi Posyandu bertujuan memudahkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar.

“Alfamart hadir dekat dengan masyarakat. Dengan memanfaatkan halaman gerai, kami berharap para ibu semakin mudah mendapatkan layanan kesehatan untuk anak-anak mereka,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 2023, program Sahabat Posyandu telah menjangkau puluhan ribu penerima manfaat di berbagai wilayah. Tahun ini, program kembali diperluas melalui kolaborasi bersama WINGS Group hingga pertengahan tahun.

Marketing Manager Fabric Conditioner Category WINGS Group Indonesia, Meliana Sri Rahayu Widodo, menyatakan kolaborasi ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung perawatan bayi yang aman dan nyaman.

Menurutnya, SoKlin Softener Fine & Comfort hadir sebagai solusi perawatan pakaian bayi yang lembut dan aman di kulit, sehingga mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Melalui sinergi ini, Alfamart berharap program Sahabat Posyandu terus berkembang dan mampu memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)