ARTIKEL 9-14 (6 artikel)
ARTIKEL
ARTIKEL SLIDE
11 Mei 2026
IPSI Kota Pontianak dan Kubu Raya Dilantik, Alexander Wilyo: Pontianak-Kubu Raya Barometer Silat Kalbar
![]() |
| Foto: Pelantikan Pengurus IPSI Kota Pontianak dan IPSI Kabupaten Kubu Raya Masa Bhakti 2026-2030 di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (10/5/2026) |
PONTIANAK - Semangat persatuan dan kebangkitan pencak silat Kalimantan Barat (Kalbar) menguat dalam Halalbihalal Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kalbar sekaligus pelantikan pengurus IPSI Kota Pontianak dan IPSI Kabupaten Kubu Raya masa bakti 2026-2030. Kegiatan digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (10/5/2026) pukul 15.00 WIB.
Momentum ini menjadi penanda penting bagi pencak silat Kalbar setelah Alexander Wilyo, http://S.STP., http://M.Si. yang juga Bupati Ketapang, resmi memimpin Pengurus Provinsi IPSI Kalbar periode 2025-2029.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menegaskan pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, melainkan bagian dari jati diri bangsa yang harus dijaga, diwariskan, dan dikembangkan melalui prestasi.
“Pontianak sebagai ibu kota provinsi dan Kubu Raya sebagai daerah penyangga merupakan barometer olahraga di Kalimantan Barat. Jika pencak silat di dua wilayah ini maju, maka prestasi Kalimantan Barat di tingkat nasional juga akan terangkat,” ujarnya.
Ia meminta pengurus IPSI yang baru dilantik membangun kolaborasi pembinaan atlet antara Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Tujuannya melahirkan atlet tangguh yang mampu membawa nama Kalbar di tingkat nasional maupun internasional.
Alexander juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan juri agar mampu mengikuti perkembangan regulasi pertandingan pencak silat modern. “Kita ingin lahir pendekar-pendekar muda Kalimantan Barat yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga memiliki karakter dan sportivitas yang baik,” katanya.
Ketua IPSI Kabupaten Kubu Raya, Sugiarto, menyampaikan kepengurusan baru membawa harapan besar bagi kemajuan pencak silat di daerahnya. Menurutnya, pencak silat berperan penting membentuk disiplin, mental, dan karakter generasi muda.
“Harapan kami tentu bagaimana IPSI Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak dapat meraih prestasi yang lebih baik untuk Kalimantan Barat. Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga budaya bangsa yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepengurusan baru akan mempertahankan program yang sudah berjalan baik sekaligus melakukan pembinaan lebih maksimal demi meningkatkan prestasi atlet. “Ada perubahan dalam kepengurusan, tetapi semangatnya tetap sama, yakni membawa IPSI menjadi lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua IPSI Kota Pontianak, Dede Martin Kurniawan, S.A.P., menegaskan komitmennya untuk membangun pembinaan atlet yang lebih modern dan terarah.
Menurutnya, Kota Pontianak memiliki tanggung jawab besar sebagai ibu kota provinsi untuk melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional. “Kami siap bersinergi dengan seluruh pengurus IPSI di Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Kubu Raya, untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi pencak silat Kalbar,” ujarnya.
Melalui kepengurusan baru tersebut, IPSI Kalbar di bawah kepemimpinan Alexander Wilyo diharapkan mampu menyatukan semangat para pesilat, memperkuat pembinaan sejak usia dini, dan membawa harum nama Kalimantan Barat di panggung olahraga nasional maupun internasional. (Jm)
10 Mei 2026
Warga dan DLH Gotong Royong Bersihkan Parit di Pontianak Utara, Targetkan Lingkungan Lebih Sehat
![]() |
| Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak menggelar aksi bersih-bersih parit dan lingkungan di Pontianak Utara. |
Pontianak – Semangat gotong royong mewarnai kawasan Jalan Parit Pangeran Dalam, Kompleks Pondok Pangeran I dan II, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Minggu (10/5/2026). Sejak pagi, warga bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak turun langsung membersihkan parit dan lingkungan sekitar demi menciptakan kawasan yang lebih bersih dan sehat.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu melibatkan warga RW 27 dan RW 28, unsur kecamatan, RT dan RW, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, perangkat daerah, hingga anggota DPRD Kota Pontianak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, M Yamin, mengatakan aksi bersih lingkungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kebersihan kota, khususnya kawasan parit yang memiliki fungsi penting dalam sistem drainase Pontianak.
“Kebersihan itu sebagian dari iman. Ini menjadi titik tolak kita untuk melakukan kegiatan hari ini,” ujarnya.
Menurut Yamin, menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama menciptakan kota yang nyaman dan bebas dari persoalan sampah maupun genangan air.
“Kita harus bersama-sama membersihkan lingkungan yang ada di sekitar kita. Mudah-mudahan ke depan Kota Pontianak semakin bersih, dan itu membutuhkan partisipasi kita semua,” katanya.
Dalam aksi tersebut, parit sepanjang sekitar 500 meter menjadi target pembersihan. Warga tampak bahu membahu mengangkat sampah, lumpur, hingga rumput liar yang menutupi aliran air. Suasana kebersamaan dan kepedulian lingkungan terlihat kuat sepanjang kegiatan berlangsung.
Yamin berharap kegiatan serupa tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi tumbuh menjadi budaya dan kesadaran bersama di tengah masyarakat.
“Saya berharap ini bukan hanya rutinitas, tetapi masuk ke dalam sanubari kita bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama,” ucapnya.
Selain aksi bersih lingkungan, DLH Kota Pontianak juga terus melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Penataan dilakukan mulai dari tempat pembuangan sementara hingga tempat pembuangan akhir agar pengelolaan sampah di Kota Pontianak semakin optimal.
“Kami dari DLH akan mencoba memanajemen dari hulu sampai hilir, supaya sampah di Kota Pontianak ini semakin tertangani dengan baik. TPA sampai TPS juga akan terus kita benahi,” jelas Yamin.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga, tokoh masyarakat, perangkat wilayah, dan anggota DPRD yang ikut mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan kota yang sehat, bersih, dan nyaman untuk ditinggali.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam kegiatan kebersihan ini,” pungkasnya. (*)
Wako Edi Ikut Mancing di Sungai Jawi, Ribuan Warga Berebut Strike Lele HUT ke-62 Bank Kalbar
![]() |
| Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berbaur bersama peserta lomba mancing dalam rangka HUT Bank Kalbar ke-62. |
Pontianak – Suasana pinggiran Sungai Jawi di Jalan Puskesmas Pal III berubah meriah, Minggu (10/5/2026) pagi. Ribuan warga memadati lokasi lomba mancing dalam rangka HUT ke-62 Bank Kalbar untuk berburu tiga ton ikan lele yang ditebar di aliran sungai.
Di tengah antusiasme peserta, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turut ambil bagian memancing bersama warga. Dengan joran pinjaman di tangan, ia tampak santai duduk di tepian sungai menunggu umpannya disambar ikan.
Kegiatan tersebut tak hanya dipenuhi para penghobi mancing. Deretan pedagang kaki lima juga memanfaatkan keramaian dengan membuka lapak sederhana di sekitar lokasi. Aroma jajanan dan riuh sorak peserta menambah semarak perayaan ulang tahun bank kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat itu.
Edi mengapresiasi lomba mancing yang dinilainya menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah daerah, Bank Kalbar, dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga membawa pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan.
“Ini menjadi inspirasi bagaimana Bank Kalbar bersama warga Kota Pontianak memanfaatkan momen ulang tahun untuk kegiatan yang positif,” ujarnya.
Ia menegaskan, momentum tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan sungai dan parit di Kota Pontianak agar tetap terawat dan berfungsi baik.
“Sebenarnya momentum ini adalah untuk kita menjaga kebersihan sungai atau parit. Insyaallah parit-parit di kota ini akan kita jaga bersama melalui kolaborasi dengan warga,” tambahnya.
Menurut Edi, meski secara teknis penanganan alur sungai menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui balai wilayah sungai, kebersihan sungai tetap menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan mancing massal tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar. Banyak pedagang kecil merasakan peningkatan pengunjung selama acara berlangsung.
Suasana penuh keakraban tampak sepanjang kegiatan. Para peserta saling bersorak saat ikan berhasil ditarik ke daratan, sementara warga lainnya menikmati hiburan sambil bersantai di tepian sungai.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Bank Kalbar yang kini memasuki usia ke-62 tahun.
“Selamat ulang tahun ke-62 untuk Bank Kalbar. Semoga Bank Kalbar terus memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
09 Mei 2026
Pengurus Anak Cabang (PAC) PPP Ketapang Walk Out dari Arena Muscab
![]() |
| para pengurus PAC PPP Ketapang berfoto bersama seusai memilih tidak mengikuti proses pemilihan ketua DPC PPP Ketapang karena dinilai prosesnya cacat AD/ART (muzahidin/Ist |
Para pengurus menilai, tahapan proses pemilihan ini melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai terkait pemilihan formatur sebagai bagian dari pelaksanaan proses pemilihan calon ketua partai.
"Pemilihan formatur untuk menjalani proses pemilihan ketua adalah salah satu tahapan yang diatur dalam AD/ART maupun peraturan organisasi (PO). Tahapan ini tidak dijalankan oleh pengurus. Maka kami memilih meninggalkan tempat pemilihan, sebab cacat aturan," ujar Aliansyah, wakil ketua DPC PPP Ketapang yang didampingi 11 pengurus PAC dalam memberikan keterangan Pers pada Sabtu malam (9/5/2026).
Menurut dia, dalam aturan partai disebutkan bahwa dalam hal pemilihan ketua maupun pengurus partai tingkat kabupaten, maka, sebelum dilaksanakan proses pemilihan, pengurus harian partai harus melakukan rapat atau musyawarah untuk memilih perwakilan sebagai bagian dari penyelenggara pemilihan ketua .
"Tahapan ini tidak pernah dilakukan oleh pelaksana tugas maupun jajaran pengurus partai, tetapi tiba-tiba melaksanakan Muscab saja, jelas pelanggaran," tegasnya.
Panitia muscab dinilai hanya memaksakan untuk melaksanakan proses muscab sebagai syarat formalitas untuk melegitimasi calon ketua yang sudah dikantongi tanpa mengikuti aturan partai.
"Rapat pembentukan panitia muscab, ataupun rapat harian dalam memilih formatur muscab tidak pernah dilakukan oleh pelaksana tugas (Plt) maupun pengurus partai. Saya tegaskan bahwa muscab ini tidak sesuai dengan AD/ART partai. Muscab di kafe Ceko ini hanya syarat untuk mengeluarkan SK saja dan ini bertentangan," tegasnya.
Ia berpendapat, jikapun proses Muscab ini dipaksakan berjalan tanpa dihadiri pengurus PAC, maka kepengurusan DPC PPP Ketapang tidak mendapat legitimasi atau dukungan dari organ partai.
"Jadi jika nantinya ada pihak-pihak yang mengklaim bahwa proses Muscab ini sah, maka itu tidak benar, dan klaim sepihak," ucapnya.
Pihaknya turut mengapresiasi atas kehadiran perwakilan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang memantau hadir langsung mengikuti proses pemilihan ketua kabupaten ini.
Sehingga diharapkan dapat menilai secara objektif proses Muscab ini dan diharapkan dapat mempertimbangkan untuk menunda keputusan penting demi kebaikan partai.
"Apresiasi kami para pengurus partai dibawah atas kehadiran para pengurus DPW, dengan keberadaan mereka di arena Muscab diharapkan dapat jadi pertimbangan untuk menunda keputusan penting demi kebaikan partai," tandasnya.









