Berita Indokalbar.com: Mempawah hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Mempawah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mempawah. Tampilkan semua postingan

05 Mei 2026

Krisantus Dorong Operasional Penuh Pelabuhan Kijing, Sebut Kalbar Sudah Terlalu Lama Rugi

Wakgub Kalbar, Krisantus Kurniawan, desak percepatan operasional penuh Terminal Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah.

Mempawah – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menegaskan pentingnya percepatan operasional penuh Terminal Kijing sebagai langkah strategis mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat posisi Kalbar dalam rantai logistik nasional.

Dalam arahannya, Krisantus menyoroti kerugian fiskal yang dialami Kalbar akibat belum optimalnya aktivitas pelabuhan tersebut. Ia mendesak pemerintah pusat segera membuka akses jalan menuju Terminal Kijing, baik melalui pembangunan jalan tol maupun jalur alternatif baru untuk mengurai hambatan distribusi logistik.

“Kita sudah rugi banyak. Pencatatan hasil alam justru terjadi di daerah lain seperti Jakarta, padahal sumber daya berasal dari Kalbar. Saya tidak terlalu mempersoalkan status jalannya, yang penting akses segera dibuka,” tegasnya, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, strategi percepatan dapat dimulai dengan mendorong operasional penuh pelabuhan terlebih dahulu. Bahkan, potensi kemacetan logistik dinilai menjadi sinyal meningkatnya aktivitas ekonomi yang akan mendorong pemerintah pusat mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung.

“Kalau nanti macet, itu justru yang kita cari. Artinya ekonomi bergerak dan pusat akan terdorong untuk segera bertindak,” ujarnya.

Meski fokus pada pengembangan Terminal Kijing, Krisantus mengingatkan pentingnya menjaga operasional Pelabuhan Dwikora mengingat kondisi Muara Kapuas yang dangkal berpotensi menghambat distribusi kebutuhan vital seperti BBM dan oksigen medis.

Pemerintah Provinsi Kalbar juga membuka peluang kerja sama dengan investor untuk pengerukan alur sungai guna menjaga kelancaran distribusi barang dan logistik.

Selain itu, Wagub mendorong keterlibatan [Bank Kalbar](https://www.bankkalbar.co.id?utm_source=chatgpt.com) dalam ekosistem ekonomi Terminal Kijing. Menurutnya, peran bank daerah penting agar perputaran keuangan tetap berada di Kalimantan Barat dan mampu memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

Sementara itu, General Manager [PT Pelabuhan Indonesia (Persero)](https://www.pelindo.co.id?utm_source=chatgpt.com) Regional 2 Pontianak Yanto menegaskan komitmen percepatan operasional penuh Terminal Kijing sebagai simpul logistik strategis yang terintegrasi dan efisien.

“Pelabuhan Kijing bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan Kalbar. Kita ingin arus barang lebih cepat, efisien, dan kompetitif,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari konektivitas jalan, kesiapan kawasan industri hingga digitalisasi layanan kepelabuhanan. Integrasi tersebut diyakini mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekspor daerah.

Pelindo juga merencanakan pengembangan infrastruktur berupa penambahan dermaga curah cair untuk mendukung komoditas CPO, pembangunan sistem conveyor terintegrasi, serta optimalisasi jaringan pipa guna meningkatkan efisiensi logistik secara menyeluruh.

Dalam kajian yang dipaparkan, sekitar 75 persen biaya logistik berada di sektor darat sehingga integrasi kawasan industri dengan pelabuhan menjadi kunci utama. Model pengembangan tersebut mengacu pada sejumlah pelabuhan dunia seperti Port of Rotterdam, Jurong Island dan Port of Busan.

Selain itu, pembangunan akses jalan tol dinilai krusial untuk menghindari bottleneck seiring meningkatnya arus kendaraan logistik di masa mendatang.

Forum diskusi tersebut ditutup dengan kesepakatan penyusunan Minutes of Meeting (MoM) sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, stakeholder dan pelaku industri.

Dengan rencana pengembangan kawasan, termasuk pembangunan dua smelter tambahan oleh [MIND ID](https://www.mind.id?utm_source=chatgpt.com), Terminal Kijing diproyeksikan menjadi hub logistik paling efisien di koridor ekonomi Kalimantan. (*)

27 April 2026

Internet Rumah Plus Kuota Keluarga Mulai Rp170 Ribu, Telkomsel One Gelar Promo di Mempawah

Dukung koneksi aktivitas digital sehari-hari, Telkomsel One paket 170 ribu per bulan hadir bagi pelanggan di Kabupaten Mempawah.

Mempawah – Kebutuhan konektivitas digital yang terus meningkat mendorong Telkomsel menghadirkan solusi internet terpadu bagi masyarakat. Kini, pelanggan di Kabupaten Mempawah dapat menikmati paket Telkomsel One dengan harga terjangkau, mulai Rp170 ribu per bulan.

Paket ini menawarkan layanan internet rumah IndiHome dengan kecepatan hingga 20 Mbps, serta bonus 30 GB Kuota Keluarga yang dapat digunakan hingga enam nomor Telkomsel dalam satu paket. Kombinasi ini dirancang untuk mendukung aktivitas digital harian, baik di dalam maupun di luar rumah.

Manager Household Consumer Branch Telkomsel Pontianak, Deni Eko Harwanto, mengatakan bahwa kehadiran paket ini menjadi langkah nyata dalam memberikan pengalaman digital yang lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat.

“Melalui paket Telkomsel One, kami menghadirkan keseruan digital tanpa batas dengan internet stabil, hiburan digital pilihan, serta pengalaman streaming berkualitas dalam satu harga yang ramah di kantong,” ujarnya, Senin (27/4/2026)

Bagi masyarakat Mempawah yang ingin berlangganan, Telkomsel menyediakan berbagai kanal layanan. Calon pelanggan dapat langsung menghubungi kontak layanan di nomor 0821 5525 9962 atau mengunjungi GraPARI Mempawah di Jalan Pendidikan Sungai Pinyuh. Selain itu, layanan juga dapat diakses melalui sales force IndiHome terdekat.

Sejak diluncurkan pada 2023, Telkomsel One menjadi solusi konektivitas broadband terpadu yang menggabungkan berbagai layanan Telkomsel dalam satu ekosistem. Pelanggan dapat menikmati kemudahan akses melalui satu aplikasi, satu jaringan, hingga satu tagihan, sehingga pengalaman penggunaan menjadi lebih praktis dan seamless.

Telkomsel juga menyediakan beragam pilihan paket yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui layanan GraPARI, call center 188 dan 147, situs resmi Telkomsel, serta aplikasi MyTelkomsel.

“Melalui inovasi layanan IndiHome dan Telkomsel One, kami berkomitmen untuk terus menjadi pilihan utama keluarga Indonesia dalam memenuhi kebutuhan gaya hidup digital yang semakin dinamis,” tutup Deni. (*) 

16 April 2026

Wagub Krisantus Desak Operasional Pelabuhan Kijing Dipercepat, Kunci Dongkrak Ekonomi Mempawah

Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan, menegaskan pentingnya percepatan operasional Pelabuhan Kijing di Mempawah.
Mempawah – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan pentingnya percepatan operasional Pelabuhan Kijing sebagai pengungkit utama pertumbuhan ekonomi daerah saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Mempawah Tahun 2027 di Kantor Bupati Mempawah, Kamis (16/4/2026).

Di tengah keterbatasan anggaran, Krisantus menekankan bahwa perencanaan pembangunan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Ia meminta seluruh program disusun secara fokus, strategis, dan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Sorotan utama diarahkan pada Pelabuhan Kijing yang dinilai sebagai infrastruktur kunci bagi Kalimantan Barat. Menurutnya, selama ini daerah masih kehilangan potensi ekonomi karena aktivitas ekspor dilakukan melalui wilayah lain. Ia pun mendesak agar pelabuhan tersebut segera difungsikan secara optimal.

Krisantus menjelaskan, jika pelabuhan internasional itu beroperasi penuh, dampaknya akan langsung terasa mulai dari peningkatan pendapatan daerah, terbukanya lapangan kerja, hingga tumbuhnya sektor-sektor ekonomi turunan. Bahkan kebutuhan logistik dasar kapal seperti air dan listrik saja sudah mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Ia juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan dan konektivitas kawasan. Menurutnya, meningkatnya aktivitas ekonomi akan menjadi alasan kuat bagi pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, termasuk jalan tol.

Selain sektor pelabuhan, perhatian juga diberikan pada potensi pertanian di Kabupaten Mempawah. Krisantus menilai produktivitas yang tinggi harus dimaksimalkan sebagai kekuatan ekonomi daerah, terlebih jika mampu didorong hingga beberapa kali panen dalam setahun.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam pengendalian inflasi. Ketergantungan pada operasi pasar dinilai tidak cukup, sehingga perlu penguatan sektor produksi melalui pembangunan sentra pangan untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pokok secara berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina, mengakui bahwa kondisi fiskal daerah saat ini menjadi tantangan tersendiri, dengan efisiensi anggaran mencapai Rp136 miliar. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat agar pembangunan tetap berjalan efektif.

Meski menghadapi keterbatasan, sejumlah capaian tetap berhasil diraih, termasuk pembangunan Rumah Sakit Dokter Rubini yang didanai dari APBD. Ke depan, Pemkab Mempawah berharap dukungan lanjutan dari pemerintah provinsi untuk pengembangan fasilitas tersebut serta peningkatan infrastruktur jalan.

Komitmen terhadap pelayanan dasar juga terus dijaga, salah satunya melalui program Universal Health Coverage (UHC) guna memastikan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat. Di sisi lain, berbagai program strategis nasional seperti pembangunan Sekolah Garuda dan kampung nelayan turut diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menutup kegiatan, Bupati Mempawah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi, memastikan setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Mempawah dan Kalimantan Barat secara keseluruhan. (*

08 April 2026

Enam Tahun Menunggu, Ganti Rugi Lahan Sungai Limau Ditarget Tuntas 2026 Lewat Tim Appraisal Independen

Sekda Kalbar, Harisson pimpin rapat koordinasi penyelesaian ganti rugi lahan di Ruang Tengkawang Kantor Gubernur Kalbar.

Pontianak – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menargetkan penyelesaian ganti rugi lahan masyarakat Desa Sungai Limau, Kabupaten Mempawah, dapat dituntaskan pada tahun 2026 melalui mekanisme penilaian oleh tim appraisal independen. Kesepakatan ini menjadi angin segar setelah proses panjang yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, di Ruang Tengkawang Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (8/4/2026). Pertemuan ini turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Mempawah, pihak perusahaan, serta perwakilan masyarakat Desa Sungai Limau.

Dalam arahannya, Harisson menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan solusi yang adil dan transparan, sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan perlindungan hak masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa proses akan segera masuk tahap penentuan harga tanah dan bangunan melalui tim appraisal independen yang ditunjuk secara resmi. Pemerintah provinsi juga akan segera berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mempercepat penunjukan tim tersebut.

Menurutnya, persoalan ini tidak boleh terus berlarut-larut. Keluhan masyarakat yang menyebut proses sudah berlangsung hingga enam kali Lebaran tanpa kejelasan menjadi perhatian serius pemerintah untuk segera menuntaskan masalah ini pada tahun berjalan.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Desa Sungai Limau, Tono, mengungkapkan bahwa sejak 2021 warga terus memperjuangkan hak mereka atas lahan dan rumah yang terdampak. Tercatat sekitar 112 rumah dengan luas lahan kurang lebih 7 hektare masuk dalam skema ganti rugi.

Ia menyambut baik kesepakatan pembentukan tim appraisal sebagai titik terang setelah penantian panjang. Menurutnya, proses penilaian yang profesional dan transparan menjadi harapan utama agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Untuk mengawal proses tersebut, masyarakat juga akan membentuk tim pendamping desa guna memastikan pelaksanaan appraisal berjalan terbuka dan minim potensi konflik di lapangan.

Menutup pernyataannya, Tono mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga persatuan dan kondusivitas, serta mendukung langkah pemerintah dalam menyelesaikan persoalan ini secara adil dan damai.

Dengan adanya kesepakatan ini, penyelesaian sengketa lahan di Sungai Limau diharapkan segera memasuki tahap final, sekaligus menjadi contoh penyelesaian konflik agraria yang mengedepankan dialog dan keadilan bagi semua pihak. (*) 

04 Februari 2024

Penuh Kesan, Perpisahan Mahasiswa KKS STAI Mempawah di Sadaniang Dibanjiri Bingkisan Para Murid TPQ Nurul Jannah

Foto : Perpisahan Mahasiswa STAI dengan murid Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) Nurul Jannah Dusun Pak Nungkat.

MEMPAWAH - Suasana haru rasa tak ingin berpisah tampak terlihat dari raut wajah para murid Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) Nurul Jannah Dusun Pak Nungkat ketika digelarnya malam perpisahan Mahasiswa Kuliah Kerja Sosial (KKS) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mempawah di Halaman Masjid Besar Nurul Yaqin Kecamatan Sadaniang, pada Sabtu (3/2/2024) malam.

Genap empat puluh (40) hari sejak mereka ditugaskan melaksanakan Kuliah Kerja Sosial (KKS) di Desa Sekabuk. Banyak hal yang dilakukan baik program Pemerintah Desa, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kegiatan Sosial dan Keagaman membuat 200 warga yang hadir nampak terharu dan merasa kehilangan.

Selama empat puluh (40) hari bersama Masyarakat Desa Sekabuk khususnya Dusun Pak Nungkat rasanya sulit untuk dilupakan hal ini disampaikan Zainal Ilmi dan Perwendi selaku perwakilan Mahasiswa tersebut.

"Kami ucapkan terimakasih atas sambutan, kerjasama dan bantuan seluruh warga yang ada. Alam yang asri serta gotong royong yang masih melekat di Masyarakat membuat kami betah selama melakukan KKS di Desa ini. Mohon maaf kami sampaikan jika selama KKS kami terdapat salah Khilaf dan tingkah yang mungkin membuat warga terganggu," ujar mereka.

Ketua Masjid Nurul Yaqin yang kala itu memberikan sambutan juga menyampaikan terimakasih dengan hadirnya KKS Mahasiswa STAI Mempawah yang telah banyak membantu program Masjid, dan bahkan membuat program Sedekah Jumat di Masjid kami selama ini. Hal ini patut dijadikan Inspirasi kedepannya.

Hal senada juga disampaikan Kasi Pemerintahan Desa Sekabuk, Alex Candra yang mewakili Kepala Desa Sekabuk menyampaikan atas nama Masyarakat Desa Sekabuk khususnya Dusun Pak Nungkat mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa KKS STAI Mempawah.

"Saya ucapkan terimakasih kepada Mahasiswa KKS STAI Mempawah yang telah melakukan banyak hal selama 40 hari KKS STAI Mempawah mulai dari program Pemerintah Desa, Gotong Royong Masyarakat, Kegiatan keagamaan, dan kegiatan sosial lainnya," ungkapnya.

"Semoga tahun depan STAI Mempawah kembali mengirim Mahasiswanya hadir di Dusun Pak Nungkat Desa Sekabuk dalam rangka membantu program yang ada di Masyarakat," tambahnya.

Dikatakan Alex, Melalui program KKS STAI Mempawah ini kiranya kami selaku masyarakat dapat belajar bahwa mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat tidaklah mudah.

"Banyak halangan rintangan problematika dan kami yakin jika itu ada atas nama masyarakat Dusun Pak Nungkat, kami mohon maaf jika selama 40 hari berada di daerah kami terdapat salah khilaf baik tutur kata dan perlakuan kami kepada rekan rekan Mahasiswa," ucapnya.

"Tetap semangat menjalani pendidikan dan jangan lupakan kami yang telah menjadi keluarga kalian selama 40 hari ini, serta kami doakan kalian menjadi orang orang sukses kedepannya," timpalnya berpesan.

Diakhir acara, disela sela pembagian hadiah lomba Mahasiswa KKS STAI Mempawah ada kejadian menarik yang tidak terduga sebelumnya. Anak-anak Murid TPQ Nurul Jannah Dusun Pak Nungkat yang selama ini dibantu program pengajaran serta berkumpul berlatih Hadrah dan Privat oleh Mahasiswa KKS STAI Mempawah langsung naik di teras Masjid Nurul Yaqin memberika kejutan bingkisan, dan saling berpelukan dengan Mahasiswa KKS STAI Mempawah yang selama ini mereka anggap baik dan penuh keramahan dalam mendidik mereka dalam belajar serta mengaji. Hal ini tak ayal membuat orang tua mereka larut dalam kesedihan dan terharu kita bersalam-salaman. 

Kegiatan Kuliah Kerja Sosial Mahasiswa STAI Mempawah ini akan berakhir pada, Senin 05 Februari 2024, setelah 40 hari saat mereka datang di Dusun Pak Nungkat Desa Sekabuk.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasi Pemerintahan Desa Sekabuk, Alex Candra mewakili Kepala Desa Sekabuk, Ketua Masjid Nurul Yaqin, Ismail, Kepala Dusun Pak Nungkat, Ketua RT/RW, Pengajian BKMT Kecamatan Sadaniang, Remaja Masjid Nurul Yaqin, Anak-anak TPQ serta warga Dusun Pak Nungkat. (Izr)

09 Agustus 2023

BPBD Kalbar Lakukan Verifikasi Dampak Angin Puting Beliung di Desa Semudun

BPBD Kalbar verifikasi dampak bencana alam di Kabupaten Mempawah
BPBD Kalbar verifikasi dampak bencana alam di desa Semudun.
MEMPAWAH – BPBD Kalimantan Barat bersama BPBD, BPN, dan Pemkab Mempawah melakukan verifikasi terhadap dampak bencana angin puting beliung di Desa Semudun dalam upaya penanganan bencana.

"Dalam upaya ini, kami bersama-sama turun langsung ke lokasi untuk melakukan pencatatan dan verifikasi terhadap dampak bencana angin puting beliung yang terjadi pada Senin (7/8) kemarin," ujar Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, di Pontianak pada hari Selasa.

Daniel menjelaskan bahwa hasil verifikasi lapangan menunjukkan bahwa terdapat 86 rumah dengan kategori kerusakan ringan, 1 masjid sebagai tempat ibadah yang terkena dampak, namun tidak ada korban jiwa atau luka.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa beberapa warga yang terdampak bencana harus mengungsi di gedung serbaguna Semudun, tetapi saat ini mereka telah kembali ke rumah masing-masing. Oleh karena itu, dapur umum yang telah beroperasi sejak Senin sore (7/8) telah ditutup.

"Kami telah mendistribusikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak bencana, baik dari Pemerintah Kabupaten Mempawah maupun dari masyarakat," tambahnya.

Dalam insiden bencana tersebut, beberapa rumah mengalami kerusakan pada atapnya, beberapa tiang listrik, pohon, dan benda-benda lainnya juga tumbang.

Menurut Daniel, penting bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda akan terjadinya angin puting beliung, seperti perubahan warna mendadak pada awan dari putih menjadi hitam pekat, serta gerakan cepat pada ranting pohon dan dedaunan akibat hembusan angin kencang.

"Ia menambahkan, "Dalam teori, fase pembentukan awan yang mendahului angin puting beliung berlangsung selama paling lama satu jam. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami tanda-tanda terjadinya angin puting beliung dan mengambil langkah-langkah keselamatan yang diperlukan."

08 Agustus 2023

Angin Puting Beliung Melanda Desa Semudun: Puluhan Rumah Rusak Parah

Gubernur Kalbar tinjau lokasi puting beliung di Desa Semudun
Gubernur Kalbar tinjau lokasi puting beliung di Desa Semudun.
MEMPAWAH - Perjalanan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menuju Kota Pontianak terpaksa terhenti di Desa Semudun, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Senin (7/8/2023) kemarin.

Dilansir dari Kalbaronline.com, Selasa (8/8/2023), Desa ini baru saja mengalami dampak hebat dari angin puting beliung yang melanda wilayah tersebut. Lebih dari puluhan atap rumah warga mengalami kerusakan serius, bahkan beberapa di antaranya sampai roboh.

Tiba di lokasi, Gubernur Sutarmidji turun dari kendaraannya dan dengan tegas memantau situasi saat ini. Warga sekitar segera berkumpul di sekitarnya, mencari solusi untuk mengatasi dampak buruk dari bencana alam yang tiba-tiba datang ini.

Dalam wawancara dengan media, Gubernur Sutarmidji menyampaikan urgensi Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk segera mendata warga yang terdampak bencana dan mendokumentasikan kebutuhan mendesak yang diperlukan. Data ini nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalbar untuk mendapatkan bantuan yang tepat dan cepat.

"Bencana ini sungguh berat bagi masyarakat kami. Kami akan menunggu laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk berapa banyak rumah yang membutuhkan bantuan," ungkap Gubernur Sutarmidji.

Meskipun situasi cukup mengkhawatirkan, Gubernur Sutarmidji merasa bersyukur karena tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka akibat bencana tersebut. Meski banyak bangunan dan atap yang rusak, nyawa warga dapat terhindar dari bahaya.

"Saya bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten untuk mendata kerusakan ini dan memberikan bantuan yang diperlukan," tambahnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan upaya penanganan yang serius dari berbagai pihak. Kepolisian setempat telah mengamankan lokasi kejadian, sementara petugas dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) juga turut ambil bagian dalam membenahi kabel listrik yang tumbang akibat bencana tersebut.

Keberadaan petugas dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu pemulihan situasi di Desa Semudun pasca puting beliung yang menghancurkan.

17 Juli 2023

Pencarian Korban Diterkam Buaya di Perairan Muara Jongkat Memasuki Hari Ketiga Telah Ditemukan

Korban akibat diterkam buaya di muara Jongkat telah ditemukan
Korban akibat diterkam buaya di muara Jongkat telah ditemukan.
MEMPAWAH – Korban Aris (10 Th) yang dilaporkan diterkam buaya di perairan Muara Jongkat telah ditemukan oleh masyarakat Jongkat bekerja sama dengan Tim Basarnas Kota Pontianak, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud), Angkatan Laut (AL), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah, Polsek Jongkat, dan Damkar Borneo.

Minggu pagi sekitar pukul 08.00 pada tanggal 16 Juli 2023, jasad Aris, seorang siswa dari SD Negeri 1 Jongkat, ditemukan mengapung tak bernyawa lagi di sungai Kapuas, perairan Jongkat, setelah diduga di bawa lari oleh buaya.

Koordinator Tim Pencarian dari Basarnas Pontianak, Leo Umbara, mengonfirmasi penemuan jasad Aris kepada media pada hari yang sama.

Leo menyatakan bahwa jasad korban telah diserahkan kepada pihak keluarganya.

Sebelumnya,  tentang mobilitas semua pihak yang dikerahkan untuk pencarian di Sungai Kapuas, Muara Jongkat, pada Sabtu siang tanggal 15 Juli 2023. Masyarakat Jongkat turut berpartisipasi dengan antusias, menggunakan sampan long boat untuk membantu mencari korban.

Selain keterlibatan Tim Basarnas Pontianak, ada juga kapal patroli dari Satpolairud, Angkatan Laut (AL), BPBD Mempawah, aparat Polsek Jongkat, dan kapal Damkar Borneo yang berperan dalam pencarian.

Koordinator Pencarian dari Basarnas Pontianak, Leo Umbara, menjelaskan bahwa pencarian akan berlangsung selama 7 hari sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Dia berharap agar korban dapat segera ditemukan.

Kepala Dusun Jongkat, Kecamatan Jongkat, Imran, mengungkapkan bahwa peristiwa ini terjadi pada Sabtu pagi tanggal 15 Juli 2023, sekitar pukul 06.00 WIB.

Aris bersama kakeknya pergi ke perairan Muara Jongkat untuk mencari kepah kecil atau remis.

Namun, pada pukul 09.00 WIB, sang kakek melaporkan bahwa Aris telah diterkam oleh buaya dan dibawa lari ke tengah perairan Muara Jongkat.

Karena kejadian ini, Imran langsung menginformasikan semua pihak terkait untuk membantu dalam pencarian korban yang diterkam buaya tersebut.

Kapolsek Jongkat, Iptu Mulyadi Jaya, ketika dihubungi, membenarkan adanya warga Jongkat yang menjadi korban buaya.

Namun, ia menyarankan untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari pihak Satpolairud, karena lebih berwenang dalam menjelaskan insiden tersebut.

Pencarian korban yang melibatkan kerja keras masyarakat Jongkat dan sejumlah instansi tersebut merupakan contoh kolaborasi dan peran aktif seluruh pihak dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.

09 Mei 2023

Heboh! Semburan Lumpur Mirip Lapindo Terjadi di Pondok Pesantren di Mempawah Kalbar

Heboh! Semburan Lumpur Mirip Lapindo Terjadi di Pondok Pesantren di Mempawah Kalbar.
MEMPAWAH - Terjadinya semburan lumpur mirip lumpur Lapindo di Pondok Pesantren Nurul Amaliyah Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalbar, pada Senin (8/5/2023).

Menurut Kapolres Mempawah melalui Kasat Reskrim Polres Mempawah IPTU Robin Talib, S.Tr.K., mengatakan bahwa ini bukan kali pertamanya kejadian tersebut.

"Ini merupakan kejadian yang sudah pernah terjadi sebelumnya. Kejadian ini adalah kejadian kesekian kalinya akibat dari pembuatan sumur bor," kata Robin.

Peristiwa semburan yang merusak dinding dan atap salah satu bangunan pondok pesantren tersebut sempat direkam warga dan menjadi viral di sejumlah media sosial dan WhatsApp.

Robin Talib mengatakan, semburan lumpur bermula saat pihak pesantren hendak membuat sumur bor untuk kebutuhan air bersih santri dan santriwati.

Pihak pesantren meminta pihak ketiga untuk melakukan pengerjaan pengeboran tanah untuk pembuatan sumur bor tersebut.

Sebagai informasi, Ponpes Nurul Amaliyah memiliki 400 santri dan santriwati yang tinggal di asrama sehingga memerlukan sumber air untuk keperluan sehari-hari.

"Atas kebutuhan air itu, pihak ponpes membuat sumur bor," jelasnya.

"Setelah di lakukan pengeboran tanah, dan sudah mencapai di kedalaman 40 meter, terjadi ledakan di sertai percikan api, kemudian terjadi semburan lumpur dan pasir," ucapnya.

Pihaknya sudah turun ke lokasi untuk melakukan assesmen.

Kasat Reskrim Mempawah itu mengatakan, peristiwa semburan lumpur panas ini merupakan yang ke tiga kalinya.

"Kejadian pertama kalinya pada tahun 2003, kejadian yang kedua pada tahun 2006, dan tahun 2023 merupakan kejadian yang ketiga kalinya," paparnya.

"Semburan berlangsung kurang lebih selama satu jam dan tidak ada korban jiwa," ucapnya.

Maka dari itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengetahui apakah daerah tersebut ada potensi gas alam.

"Kita juga sudah memberikan arahan kepada pihak ponpes, apabila semburan ini muncul lagi dalam intensitas yang lama, penghuni pondok dapat di ungsikan ke tempat yang aman," ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa di tempat kejadian sudah kita pasang garis polisi (Police Line).

26 Februari 2023

Pembukaan Festival Budaya Bugis Mempawah 2023

Pembukaan Festival Budaya Bugis Mempawah 2023
Pembukaan Festival Budaya Bugis Mempawah 2023. (Adpim Pemprov Kalbar)
JUNGKAT - Kebudayaan memiliki nilai yang paling  mendasar dan penting serta strategis dalam konteks membangun manusia seutuhnya sebagai pembinaan karakter, pembinaan hasil ideasional, hasil kreativitas dan menumbuhkan secara berterusan ide-ide cemerlang berangkat dari kebudayaan, milik bangsa. 

Hal ini sejalan dengan kebijakan yang diatur dalam Misi Pembangunan Daerah, yaitu menggali dan mengembangkan nilai-nilai dan keragaman budaya serta memanfaatkan kreativitas budaya sebagai jati diri, dan daya tarik untuk kepentingan seni budaya, wisata dan potensi strategis yang menarik lainnya.

"Diharapkan  kegiatan ini  bukan sekedar seremonial tetapi menggambarkan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang wajib dipertahankan dan diwariskan dari generasi ke generasi", ucap Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., saat membuka acara Festival Wisata Budaya Bugis 2023 yang digelar di Halaman Kantor Camat Jungkat, Jumat malam (24/2/2023).

Pembukaan Festival Budaya Bugis Mempawah 2023
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes. (Adpim Pemprov Kalbar)
Festival Wisata Budaya Bugis 2023 di gelar Forum Komunikasi Orang Bugis Kabupaten membawah ini merupakan upaya untuk mempertahankan tradisi budaya agar tetap terjaga pada generasi penerus bangsa.

Melalui momentum festival budaya ini diharapkan menjadi salah satu cara yang baik untuk mempromosikan budaya yang merupakan  media untuk mengangkat tradisi dan membangkitkan kembali para pelaku ekonomi kreatif yang dipusatkan di Kantor Camat Jungkat.

"Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan ini, dan sekaligus mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang tulus kepada masyarakat, Panitia pelaksana, para donatur dan aparatur pemerintah dengan segala ketulusannya telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini", tutur Harisson mengakhiri sambutannya.

Pembukaan Festival Budaya Bugis Mempawah 2023
Pembukaan Festival Budaya Bugis Mempawah 2023.
Pada kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalbar Windy Prihastari, S.STP., M.Si., para pengurus Forum Komunikasi Orang Bugis Kabupaten Mempawah dan masyarakat yang antusias menyaksikan Festival tersebut.(adpim)

18 Februari 2023

Sembunyikan Sabu 1,4 Gram Dibawah Telapak Kaki, JS Diduga Pengedar Narkoba di Mempawah

Sembunyikan Sabu 1,4 Gram Dibawah Telapak Kaki, JS Diduga Pengedar Narkoba di Mempawah
Foto Pelaku. Sembunyikan Sabu 1,4 Gram Dibawah Telapak Kaki, JS Diduga Pengedar Narkoba di Mempawah.
MEMPAWAH, KALBAR – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar dibawah pimpinan Kombespol Yohanes Hernowo kembali menangkap seorang pria berinisial JS (61) yang diduga menjadi pengedar Narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Mempawah.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Suryanbodo Asmoro melalui Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol R. Petit Wijaya membenarkan hal tersebut, bahwa Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar kembali berhasil mengamankan seorang pria di Kabupaten Mempawah.

“Ya memang benar bahwa kita telah menangkap seorang Laki-laki JS (umur 61 Tahun) di sebuah warung di kawasan Desa Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah pada Rabu 15 Februari 2023 pukul 20.45 WIB, yang kedapatan sedang melakukan transaksi Narkoba Jenis sabu,” jelas Kabidhumas Polda Kalbar.

Setelah melakukan penggeledahan, petugas menemukan narkotika jenis sabu yang disimpan JS di telapak kaki sebelah kiri.

Menurutnya, dari kasus ini Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar menyita barang bukti sebanyak 3 klip plastik transparan berisi narkotika jenis sabu seberat 1,4 Gram.

Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan satu unit Sepeda Motor dan satu unit Handphone yang selama ini dijadikan alat transportasi dan komunikasi dalam transaksi Narkoba.

“Saat ini Tersangka JS beserta barang-barang bukti telah diamankan petugas di mako Ditresnarkoba Polda Kalbar, dan pihak kami juga berharap peran serta dari seluruh lapisan masyarakat agar mau memberikan informasi tentang adanya aktivitas transaksi Narkoba supaya bisa kita lakukan tindakan hukum demi menyelamatkan generasi penerus kita,” tutup Kabid Humas.

Sb: Humas Polda Kalbar
Editor: Yakop

13 Februari 2023

Penutupan Musda IX MUI Kalbar, Ini disampaikan Wabup Ria Norsan

Penutupan Musda IX MUI Kalbar, Ini disampaikan Wabup Ria Norsan
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H. (Adpim Pemprov Kalbar)
MEMPAWAH, KALBAR - Penutupan rangkaian kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat yang digelar sejak tanggal 10 Februari 2023 di Rumah Budaya Melayu Kabupaten Mempawah, Kalbar pada minggu pagi (12/2/2023). 

Kegiatan tesebut ditutup langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., dengan didampingi Bupati mempawah Ny. Hj. Erlina, S.H., M.H.

Pada pertemuan tersebut, berdasarkan musyawarah ditetapkan Drs KH Basri Har, untuk kembali menahkodai MUI Kalbar masa Khidmat 2023-2028. 

Penutupan Musda IX MUI Kalbar, Ini disampaikan Wabup Ria Norsan
Penutupan Musda IX MUI Kalbar, Ini disampaikan Wabup Ria Norsan. (Adpim Pemprov Kalbar)
Dalam smabutannya Wagub Ria Norsan mengapresiasi pertemuan yang telah dilaksanakan oleh para pengurus MUI Provinsi Kalbar sesuai dengan AD & ART MUI.

"Kami atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta Musda IX Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Barat."

"Semoga pada kesempatan yang berbahagia Ini kita lebih mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kerjasama di berbagai aspek sebagaimana yang sudah berjalan dengan baik selama ini," katanya.

Dirinya juga berharap, dengan telah ditetapkannya Kruta terpilih ini, MUI mampu berkolaborasi dan berelaborasi dengan baik bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam percepatan pembangunan dan pembinaan umat.

"Ke depan hendaknya MUI Kalbar tetap konsisten dalam memberi manfaat yang luas kepada masyarakat dengan bersinergi dan membangun kerjasama yang harmonis bersama pemerintah."

"Dengan telah terlaksananya Musda ini, merupakan cerminan niat baik dan kedewasaan seluruh peserta dalam bermusyawarah dan dalam menyampaikan aspirasi dan pendapat," ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Mantan Bupati Mempawah dua periode ini juga berharap agar MUI Kalbar mampu merangkaikan dimensi-dimensi penting dalam berorganisasi, yakni dimensi gerak dan kemajuan, kesinambungan, dan dimensi perubahan.

Penutupan Musda IX MUI Kalbar, Ini disampaikan Wabup Ria Norsan
Penutupan Musda IX MUI Kalbar, Ini disampaikan Wabup Ria Norsan.
"Kami juga berharap agar MUI Kalbar mampu mengarahkan dan membina umat Islam dalam menanamkan dan memupuk aqidah Islamiyah, serta menjalankan syariah Islamiyah, agar terwujud masyarakat berkualitas (khaira ummah) dalam berbagai aspek kehidupan."

"Hal ini untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Islam dalam wadah NKRI serta turut berkontribusi meningkatkan kemajuan di Provinsi yang kita cintai ini," tutupnya. (Adpim)

12 Februari 2023

Musda MUI Kalbar Ke IX Digelar, Gubernur Sutarmidji Tekankan Ulama Untuk Berlaku Adil

Musda MUI Kalbar Ke IX Difelar, Gubernur Sutarmidji Tekankan Ulama Untuk Berlaku Adil
Gubernur Kalimantan Barat H.Sutarmidji, S.H., M.Hum. (Adpim Pemprov Kalbar)
MEMPAWAH - Acara Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Barat ke IX Tahun 2023 dihadiri Gubernur Kalimantan Barat H.Sutarmidji, S.H., M.Hum., di Aula Rumah Adat Melayu Kabupaten Mempawah, Sabtu (11/2/2023).

Dalam sambutannya Gubernur Kalbar H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., mengajak para ulama untuk tetap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Hadist dalam menjalankan organisasi keumatan.

Dirinya menilai ke depan akan sangat banyak tantangan dalam menjalankan roda organisasi ini.

Tak hanya itu, pria kelahiran Pontianak ini berharap organisasi ini mampu menjadi penyejuk di tengah - tengah masyarakat kalimantan barat yang multi etnis.

"Saya berharap para ulama yang tergabung dalam MUI maupun tidak, harus betul-betul memperhatikan perkembangan dan tantangan umat. Karena jika salah melangkah dampaknya akan sangat besar."

"Sebagai pemimpin, saya kita harus berlaku adil kepada seluruh masyarakat sekalipun berbeda suku, etnis dan agama," tuturnya.

Musda MUI Kalbar Ke IX Difelar, Gubernur Sutarmidji Tekankan Ulama Untuk Berlaku Adil
Musda MUI Kalbar Ke IX Difelar.
Selaku tuan rumah penyelenggaraan Musda IX MUI Kalbar , Bupati Mempawah Hj. Erlina S.H., M.H., sangat bersyukur atas penyelenggaraan Musda IX MUI Kalbar yang dilaksanakan di Kabupaten Mempawah.

Tentu Pemerintah Kabupaten mempawah sangat berbangga dengan kehadiran para ulama-ulama khususnya Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Mempawah kami ucapkan selamat datang dan bersyukur dengan dilaksanakannya Musda ke IX MUI se Kalimantan Barat."

"Dengan agenda yang sangat baik ini diharapkan kabupaten Mempawah dapat menjadi daerah yang Baldatun Toyyibatun Gofur", harapnya.

Sementara itu dalam laporannya Ketua MUI Kalbar Dr. H. Basri Har menyampaikan bahwa Musda Dewan Pimpinan ke IX MUI Kalbar merupakan kegiatan strategis karena menyangkut hal-hal kemaslahatan umat yang harus diselesaikan.

Salah satunya yaitu mengevaluasi atas apa yang telah kita lakukan selama masa khidmat MUI Kalbar dari tahun 2018-203 terkait memberikan pelayanan kepada umat. 

"Mudah-mudahan dalam Musda ini dapat melanjutkan  program-program yang belum dapat dilaksanakan bisa kita lanjutkan pada masa-masa khidmat yang akan datang," ujarnya.

Disamping itu, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. KH. Marsudi Syuhud menyampaikan bahwa kita wajib bersyukur dengan kehadiran organisasi-organisasi yang ada di Indonesia."

"Sebelum berdirinya Republik Indonesia, organisasi-organisasi ini telah menata diri untuk merebut kemerdekaan."

"Jadi, ada organisasi dahulu baru ada negara dan sampai hari ini data yang yang tersimpan di MUI ada 77 organisasi yang masih eksis di Indonesia.

"Dan Alhamdulillah, saya didaulat salah satu pendiri Global Peace atau organisasi Perdamaian Dunia. Dan dari situ saya berkesempatan untuk dapat berkunjung di hampir seluruh negara-negara yang berkonflik."

"Sehingga, negara berkonflik tersebut hampir bisa dikatakan tidak memiliki organisasi seperti di Negara Kesatuan Republik Indonesia."

Musda MUI Kalbar Ke IX Difelar, Gubernur Sutarmidji Tekankan Ulama Untuk Berlaku Adil
Musda MUI Kalbar Ke IX Difelar.
"Jadi, perlu langkah-langkah strategis dari MUI untuk menata tatanan organisasi Islam khususnya agar tidak terjadi perpecahan dalam berumat dan beragama," ujar Waketum MUI Pusat KH. Marsudi Syuhud.

Dalam Musyawarah Daerah tersebut juga turut dihadiri langsung jajaran Forkopimda Kabupaten Mempawah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kalbar, Dr. Muhajirin, serta seluruh Dewan Pimpinan dan Pengurus MUI se Kalimantan Barat. (rfa)

11 Februari 2023

Wagub Ria Norsan Jalin Silaturahmi Bersama Pengurus MUI Kalbar

Wagub Ria Norsan Jalin Silaturahmi Bersama Pengurus MUI Kalbar
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M.,M.H. (Foto: Pemkab Mempawah)
MEMPAWAH, KALBAR - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M.,M.H., bersama istri yang merupakan Bupati Mempawah Ny. Hj. Erlina, S.H., M.H., menggelar ramah tamah dan makan malam bersama seluruh peserta Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat ke IX yang digelar di Pendopo Bupati Mempawah, Jumat malam (10/2/2023).

Rangkaian seluruh kegiatan Musda yang mengangkat tema "Memperkuat Sinergitas Ulama dan Umara" ini akan digelar sampai dengan hari Minggu 12 Februari 2023.

Wagub Ria Norsan Jalin Silaturahmi Bersama Pengurus MUI Kalbar
Bupati Mempawah Ny. Hj. Erlina, S.H., M.H. (Foto: Pemkab Mempawah)
Kegiatan ini nantinya diharapkan mampu menghasilkan tiga hal, yakni pertama mengevaluasi kinerja dari MUI dari periode sebelumnya, kedua merumuskan pokok-pokok program kerja untuk periode kedepan, dan ketiga yaitu pemilihan ketua baru untuk kepengurusan kedepannya.

Pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengatakan bahwa salah satu tugas dari MUI adalah bersinergi dengan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten.

“Antara Ulama dan Umara diibaratkan seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Harus bersinergi dan saling melengkapi satu dengan yang lain,” ungkap Ria Norsan.

Wagub Ria Norsan Jalin Silaturahmi Bersama Pengurus MUI Kalbar
Wagub Ria Norsan Jalin Silaturahmi Bersama Pengurus MUI Kalbar. (Sumber foto: Pemkab Mempawah)
Ia juga menekankan pentingnya sinergitas bersama Pemerintah dalam mengantisipasi aliran - aliran yang bertolak belakang dengan kemaslahatan umat. 

Peserta yang hadir pada kegiatan ini merupakan perwakilan MUI yang berasal dari 14 kab/kota yang ada di Kalbar. 

Wagub Ria Norsan Jalin Silaturahmi Bersama Pengurus MUI Kalbar
Wagub Ria Norsan Jalin Silaturahmi Bersama Pengurus MUI Kalbar. (Sumber foto: Pemkab Mempawah)
Selain itu turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Mempawah, H.Muhammad Pagi, Perwakilan Dewan Pimpinan Pusat MUI, KH Sholahuddin Al Ayyubi, Ketua MUI Kalbar, Drs.KH.Basri.Har, Wakil Ketua Umum MUI Kalbar, Prof. Dr. Wajidi Sayadi , M.Ag., Forkopimda Kabupaten Mempawah.

(Adpim Pemprov Kalbar)