Berita Indokalbar.com: Peristiwa hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

08 Mei 2026

Langgar Larangan, Truk Bermuatan Pasir Tersangkut di Jembatan Kapuas I

Foto: KBO Satlantas Polresta Pontianak Ipda Agung Budi Sulistiyono

PONTIANAK - Sebuah truk roda enam bermuatan pasir karang tersangkut di pembatas tanjakan Jembatan Kapuas I, Jumat (8/5/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Insiden tersebut menyebabkan kemacetan panjang di kawasan jembatan pada jam sibuk pagi.

Truk yang dikemudikan KH tersebut diketahui mengangkut pasir karang dari Sungai Keran menuju kawasan Purnama. Kendaraan tersangkut di pembatas jalan setelah diduga tidak kuat menanjak saat melintas di jembatan.

Hindari Truk Mundur, Sopir Hilang Kendali

Rekan sopir yang membantu proses evakuasi menyebut, kejadian bermula ketika sopir mencoba menghindari truk di depannya yang tiba-tiba mundur di tanjakan. Akibatnya, truk kehilangan kendali lalu menghantam pembatas jalan hingga tersangkut.

Upaya evakuasi mandiri yang dilakukan sopir tidak berhasil, sehingga kendaraan masih berada di lokasi hingga pagi hari. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan jembatan mengalami kemacetan cukup parah sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.

Polisi: Sopir Langgar Aturan Larangan Melintas

KBO Satlantas Polresta Pontianak Ipda Agung Budi Sulistiyono membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 02.00 WIB terkait adanya kendaraan roda enam yang melintas di Jembatan Kapuas I.

“Diduga tidak kuat menanjak, truk mundur lalu menabrak pembatas jalan serta trotoar,” ujarnya.

Saat ini truk telah berhasil dievakuasi dan diamankan di Kantor Polresta Pontianak untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pengecekan surat-surat kendaraan dan koordinasi dengan pengemudi maupun perusahaan jasa transportasi.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyebut sopir diduga sengaja melanggar aturan larangan melintas bagi kendaraan bermuatan di Jembatan Kapuas I.

“Atas pelanggaran tersebut akan dilakukan penindakan berupa tilang. Kami juga mengimbau seluruh pengemudi kendaraan bermuatan agar tidak kembali melanggar aturan demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” tegas Ipda Agung. (Tim)

Kurang dari 12 Jam, Pamapta Polres Sekadau Dua Kali Bantu Evakuasi Warga Sakit


Polisi Bantu Warga Gonis Tekam yang Mendadak Alami Usus Buntu, Dievakuasi ke RSUD Sekadau


07 Mei 2026

Sempat Dikira Hilang, Motor Korban Laka di Nanga Taman Ditemukan di Semak-Semak

Foto: Motor Korban Kecelakaan Ditemukan Di Semak-semak 

SEKADAU - Sebuah sepeda motor yang sempat diduga hilang usai kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, berhasil ditemukan personel Polsek Nanga Taman kurang dari 12 jam setelah kejadian. Kendaraan ditemukan masuk ke semak-semak sekitar 50 meter dari lokasi tabrakan.

Peristiwa terjadi pada Selasa (5/5/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB di jalan lurus dekat SMAN 1 Nanga Taman.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan, kecelakaan bermula saat sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai F datang dari arah Rawak menabrak bagian belakang Honda Blade yang dikendarai S.

“Akibat benturan tersebut, kedua pengendara terjatuh dan pengendara Honda Blade sempat kehilangan kesadaran,” ujar AKP Triyono, Kamis (7/5/2026).

Ditemukan 50 Meter dari TKP

AKP Triyono mengatakan, kedua pengendara hanya mengalami luka ringan berupa lecet pada tangan dan kaki. Setelah kondisi membaik, mereka berusaha memastikan situasi di lokasi, namun Honda Blade milik S sudah tidak terlihat.

“Karena kondisi malam dan minim penerangan, motor tersebut sempat diduga hilang. Kedua pengendara sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun belum ditemukan,” lanjutnya.

Keesokan harinya, Rabu (6/5/2026), pengendara Honda Blade bersama keluarganya melapor ke Polsek Nanga Taman. Personel Polsek kemudian memanggil pengendara Yamaha Mio dan bersama-sama menuju lokasi kejadian untuk mengetahui kronologis sekaligus mencari kendaraan.

“Kedua pengendara ini masih satu desa, yaitu Desa Lubuk Tajau, Kecamatan Nanga Taman, hanya berbeda kampung. Pencarian kendaraan juga dilakukan bersama-sama,” ungkap AKP Triyono.

Setelah dilakukan penelusuran, Honda Blade akhirnya ditemukan sekitar 50 meter dari titik tabrakan dalam kondisi tersembunyi di semak-semak pinggir jalan.

“Saat ditemukan, kondisi kendaraan mengalami kerusakan pada knalpot yang patah, pedal bengkok, serta posisi transmisi masih masuk gigi empat,” kata AKP Triyono.

Diduga Melaju Tanpa Pengendara Usai Tabrakan

Lebih lanjut, AKP Triyono menyampaikan, diduga akibat benturan dari belakang di jalan lurus, sepeda motor Blade tetap melaju tanpa pengendara hingga akhirnya masuk ke semak-semak di sekitar rumah warga.

Terkait kejadian tersebut, kedua pengendara sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

AKP Triyono mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya pada malam hari maupun di ruas jalan dengan penerangan terbatas.

“Utamakan keselamatan, jaga jarak aman, dan kurangi kecepatan agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (Red)

30 April 2026

Respons Cepat Layanan 110 Polri, Lansia Stroke di Sekadau Dievakuasi ke IGD


Terjatuh dari Perahu, Warga Sanggau Hilang di Sungai Kapuas, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif

Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Tayan Hilir.

Sanggau — Upaya pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kapuas terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Peristiwa nahas itu terjadi di Dusun Lalang, Desa Lalang, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Rabu (29/4/2026).

Korban diketahui bernama Dedi Kartika (47), yang dilaporkan terjatuh ke sungai saat beraktivitas di atas perahu kayu.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa kejadian bermula pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 14.50 WIB. Saat itu korban tengah bekerja di atas perahu, namun diduga kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh dan tenggelam di aliran Sungai Kapuas.

“Upaya pencarian awal sudah dilakukan oleh masyarakat setempat, tetapi hingga malam hari korban belum ditemukan,” ujarnya.

Lokasi kejadian berada pada koordinat 0°04'31.7'' S - 109°59'21.0'' E, atau sekitar 111 kilometer dari Kantor SAR Pontianak dengan radial 82,43 derajat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue dari Kantor SAR Pontianak langsung diberangkatkan ke lokasi pada Rabu dengan menggunakan kendaraan operasional serta dilengkapi perahu karet untuk mendukung penyisiran di perairan.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, aparat setempat, hingga masyarakat sekitar. Penyisiran terus dilakukan di area sekitar lokasi korban dilaporkan tenggelam, dengan harapan korban segera ditemukan.

Pihak SAR juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di perairan Sungai Kapuas agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan alat keselamatan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)

29 April 2026

Mobil Box Bermuatan Es Krim Terperosok di Sekadau Hulu, Sopir Sempat Pingsan


Tabrakan Motor dan Truk CPO di Sekadau, Polisi: Satu Korban Luka Berat


Pejalan Kaki Tewas Diduga Tabrak Lari Di Parindu Sanggau Pagi Hari

Pejalan Kaki Tewas Diduga Tabrak Lari Di Parindu Sanggau Pagi Hari
Pejalan kaki tewas diduga tabrak lari di Parindu, Sanggau. Polisi masih menyelidiki identitas kendaraan dan pelaku.
SANGGAU – Seorang pejalan kaki dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas yang diduga tabrak lari di Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa (28/4/2026) pagi. Korban ditemukan tergeletak di badan jalan tanpa keberadaan kendaraan yang diduga menabraknya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.54 WIB di Jalan Raya Bodok–Sosok, tepatnya di depan pemakaman Katolik Dusun Baharu, Desa Suka Gerundi. Informasi awal diterima petugas piket Polsek Parindu dari laporan warga yang menemukan korban di lokasi kejadian.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas kepolisian segera menuju tempat kejadian perkara (TKP). Setibanya di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di tengah jalan, sementara kendaraan yang diduga terlibat tidak berada di tempat.

Identitas korban kemudian diketahui sebagai Aji Hasyim, warga Dusun Bentaian II, Desa Bentaian Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Identifikasi dilakukan berdasarkan dokumen yang ditemukan serta keterangan saksi di sekitar lokasi.

Sejumlah saksi menyebutkan bahwa saat kejadian, korban sudah dalam kondisi tergeletak di jalan. Tidak ada saksi yang melihat secara langsung proses terjadinya tabrakan, sehingga dugaan sementara mengarah pada kasus tabrak lari oleh kendaraan yang melintas.

Petugas kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Pusat Damai untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, hasil pemeriksaan tenaga kesehatan menyatakan korban telah meninggal dunia akibat luka yang diderita.

Selain proses evakuasi, aparat kepolisian juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi guna mencegah kemacetan dan menjaga keamanan. Olah TKP awal turut dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan.

Kapolsek Parindu, Iptu N. Ling, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah cepat sejak menerima laporan masyarakat. Polisi juga telah mengamankan identitas korban serta mengumpulkan keterangan awal dari para saksi.

“Kami langsung merespons laporan dengan mendatangi lokasi, melakukan evakuasi, serta mengumpulkan data awal. Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya.

Polisi kini terus melakukan penelusuran untuk mengungkap identitas kendaraan dan pengemudi yang diduga terlibat. Koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan guna mempercepat proses pengungkapan kasus.

Berdasarkan hasil pengamatan sementara, kondisi saat kejadian diketahui cuaca cerah dengan jalan lurus dan arus lalu lintas relatif sepi. Faktor tersebut turut menjadi bagian dari analisis penyelidikan.

Polsek Parindu mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor. Partisipasi publik diharapkan dapat membantu mengungkap kasus secara terang dan memberikan kepastian hukum. (Liber)

Hari Kedua Pencarian, Korban Tenggelam di Sungai Sambas Kecil Ditemukan Tak Bernyawa

Tim SAR Gabungan dibantu warga melakukan evakuasi korban yang di temukan meninggal dunia.

Sambas – Setelah dua hari pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban tenggelam di Sungai Sambas Kecil, Desa Saing Rambi, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Selasa (28/4/2026) sore, dalam kondisi meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Rizki (23), warga Dusun Rantau Timur, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Sebawi. Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengatakan korban ditemukan pada pukul 17.10 WIB, mengapung di permukaan air sekitar 67 meter ke arah hilir dari lokasi kejadian.

Peristiwa ini bermula saat Kantor SAR Pontianak melalui Pos SAR Sintete menerima laporan dari pihak keluarga pada Senin (27/4/2026) pukul 17.10 WIB. Korban dilaporkan diduga tenggelam sejak pagi hari di Sungai Sambas Kecil.

Sebelumnya, korban diketahui meninggalkan rumah pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 18.30 WIB menggunakan sepeda motor. Namun hingga keesokan harinya, ia tidak kunjung kembali. Pencarian yang dilakukan keluarga dan warga kemudian menemukan sepeda motor beserta barang milik korban di bawah jembatan Sungai Sambas Kecil pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Upaya pencarian awal oleh warga belum membuahkan hasil, sehingga dilanjutkan dengan operasi SAR gabungan. Pada hari kedua, tim melakukan penyisiran di permukaan air hingga radius 1 nautical mile (NM) dari titik awal kejadian.

Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan ditutup pada pukul 17.50 WIB, dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuannya masing-masing. (*)

20 April 2026

Hari Terakhir Olah TKP Helikopter PK-CFX, Mesin Dievakuasi Lewat Jalur Berat

Foto: Mesin Helikopter Airbus H-130T2 registrasi PK-CFX di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman berhasil di evakuasi, Senin (20/4/2026)

SEKADAU - Hari terakhir olah TKP dan investigasi kecelakaan helikopter Airbus H-130T2 registrasi PK-CFX di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Senin (20/4/2026), difokuskan pada evakuasi mesin helikopter. Proses ini dikawal langsung Polsek Nanga Taman, Polres Sekadau, Polda Kalbar.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan, olah TKP dan investigasi berlangsung tiga hari, 18–20 April 2026, oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, kru PT Matthew Air, serta masyarakat setempat.

“Pada hari terakhir, tim gabungan mengevakuasi komponen utama helikopter berupa mesin dari titik jatuh sebagai bagian tahapan lanjutan investigasi kecelakaan udara,” ujar AKP Triyono.

Dari unsur Polri, kegiatan dipimpin Kapolsek Nanga Taman Ipda Bari Candramedi bersama personel yang bertugas mengamankan lokasi serta mendampingi proses evakuasi.

Sekitar 15 warga Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, turut membantu pengangkatan mesin dari lokasi jatuh menuju akses darat yang dapat dijangkau kendaraan roda empat.

AKP Triyono menjelaskan, evakuasi dilakukan secara manual dengan memikul mesin melewati jalur yang cukup berat.

“Medan yang dilalui berupa tanjakan, turunan, dan akses terbatas, sehingga membutuhkan kerja sama seluruh tim serta partisipasi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada warga yang ikut membantu seluruh rangkaian evakuasi.

“Kami mengapresiasi kepedulian dan partisipasi masyarakat setempat. Dukungan warga sangat membantu tim gabungan, terutama dalam pengangkatan mesin dari lokasi yang cukup sulit dijangkau,” tambah AKP Triyono.

Setelah dikeluarkan dari lokasi kejadian, mesin helikopter dibawa menggunakan kendaraan roda empat untuk dikirim ke kantor KNKT guna pemeriksaan dan analisis teknis lebih lanjut.

“Selama tiga hari olah TKP, tim gabungan telah melakukan dokumentasi, pengumpulan data, pengamanan dokumen penerbangan, pengambilan komponen penting, hingga evakuasi mesin sebagai bagian penting investigasi lanjutan,” pungkas AKP Triyono.


Tiga Hari Investigasi, Mesin Helikopter PK-CFX Dievakuasi dari Lokasi Jatuh di Nanga Taman