Berita Indokalbar.com -->

21 September 2025

Bupati Kubu Raya Berterima Kasih kepada Anggota DPR RI

Foto: Bupati Kubu Raya Berterima Kasih kepada Anggota DPR RI


KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Anggota DPR RI, Bapak Syarif Abdullah, atas konsistensinya dalam mengawal berbagai program pembangunan untuk daerah.


Dalam sambutannya, Bupati Sujiwo menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dengan wakil rakyat di pusat sangat penting. Saat ini, beliau tengah mengawal Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kubu Raya dengan perkiraan bantuan mencapai kurang lebih Rp40 miliar pada tahun depan.


"Mohon doa dan dukungan masyarakat Kabupaten Kubu Raya, mudah-mudahan sinyal positif ini bisa terealisasi," ucap Bupati Sujiwo. Bupati juga memberikan apresiasi kepada Bapak Syarif Abdullah yang turut hadir meski memiliki dua wilayah kerja yang sama-sama membutuhkan perhatian.


Bupati Sujiwo menekankan pentingnya semangat kolaborasi demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan. "InsyaAllah, dengan kebersamaan dan kerja sama yang baik, Kabupaten Kubu Raya akan terus bersinar," pungkasnya. (Ms)


20 September 2025

Pemkab Bengkayang percepat implementasi DTSEN untuk penyaluran bansos


Bengkayang - Pemkab Bengkayang, Kalimantan Barat mempercepat implementasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penyaluran bantuan sosial (bansos) dan iuran jaminan kesehatan agar lebih tepat sasaran.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis di Bengkayang, Sabtu, mengatakan validasi dan finalisasi data menjadi kunci agar setiap kebijakan terkait dengan bansos dan jaminan kesehatan benar-benar menyentuh masyarakat yang berhak.

“Kita perlu kerja keras agar datanya final dan valid. Dengan data tunggal ini, tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal atau salah menerima bantuan,” ujarnya.

Ia mengatakan percepatan implementasi DTSEN membutuhkan kolaborasi lintas sektor hingga level pemerintahan terendah.

“Kita bisa bekerja sama dengan desa dan kelurahan supaya berjalan cepat, terarah, dan terukur. Semua pihak harus bergerak bersama agar DTSEN ini benar-benar terlaksana,” katanya.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah untuk memastikan setiap langkah operasional sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Instruksi Presiden maupun peraturan menteri terkait harus dijadikan acuan dalam menjalankan DTSEN,” ujarnya.

DTSEN merupakan basis data terpadu yang memuat informasi sosial dan ekonomi keluarga. Keberadaan data ini menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan perlindungan sosial, subsidi, serta jaminan kesehatan nasional yang efektif dan efisien.

Melalui DTSEN, diharapkan berbagai program bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran dan mampu mengurangi risiko tumpang tindih penerima manfaat.

“Dengan data yang akurat, kita bisa pastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang memang membutuhkan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah,”ujar dia.

Pemkab Bengkayang optimistis percepatan tersebut akan berkontribusi terhadap pemerataan kesejahteraan masyarakat dan mendukung terwujudnya pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Oleh : Narwati/ANTARA

Kubu Raya terima hibah aset negara senilai Rp94 miliar


Pontianak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya menerima hibah 13 aset milik negara dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penataan Bangunan dan Prasarana Kawasan (BPBPK) Kalimantan Barat senilai Rp94 miliar.

"Hibah senilai Rp94 miliar itu berupa peralatan pendukung pengelolaan air bersih yang diproyeksikan mampu memproduksi hingga 100 liter air bersih per detik," kata Bupati Kubu Raya Sujiwo di Sungai Raya, Sabtu.

Ia mengatakan hibah tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Komisi V DPR RI dalam mendorong percepatan pembangunan di daerah.

Menurut dia, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan krusial mengingat Kubu Raya memiliki wilayah yang luas dan berperan sebagai penyangga utama Kota Pontianak.

"Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Di Kubu Raya ini ada Bandara Internasional Supadio dan terminal antarnegara, sehingga perhatian Kementerian dan Komisi V DPR RI, khususnya Ketua Komisi V Pak Lasarus, terus tertuju pada percepatan pembangunan di daerah ini," ujar dia.

Ia menambahkan, keberadaan instalasi baru tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan layanan air bersih bagi masyarakat, terutama di kawasan hinterland.

Sementara itu, Kepala BPBPK Kalimantan Barat M Yoza Habibi mengatakan cakupan layanan air bersih di Kubu Raya saat ini masih tergolong rendah. Untuk itu, BPBPK bersama pemerintah daerah terus melakukan pengembangan, termasuk menargetkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna memperluas jangkauan.

"Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan air bersih yang lebih baik di Kubu Raya," kata Yoza.

Dengan hibah aset tersebut, Pemkab Kubu Raya menargetkan peningkatan layanan air bersih secara signifikan sekaligus mendukung kualitas hidup masyarakat di kawasan strategis Kalimantan Barat.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA

UT Pontianak Gelar Workshop Tugas Akhir Karya Ilmiah di Sekadau

Foto: Workshop Tugas Akhir Karya Ilmiah UT Pontianak di Sentra Layanan Sekadau 


SEKADAU - Universitas Terbuka (UT) Pontianak melalui Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Kabupaten Sekadau menyelenggarakan Workshop Tugas Akhir Mata Kuliah Karya Ilmiah pada Sabtu pagi (20/09) di lantai 2 Kantor SALUT Sekadau.


Kegiatan ini diikuti oleh 50 mahasiswa tingkat akhir dari berbagai jurusan yang tengah mempersiapkan diri menghadapi syarat kelulusan berupa penyusunan karya ilmiah. Workshop menghadirkan narasumber utama, Dr. Romi Siswanto, Direktur UT Pontianak.


"Karya ilmiah bukan sekadar tugas formalitas, tetapi latihan berpikir sistematis, kritis, dan terstruktur. Kami berharap mahasiswa UT Sekadau mampu menghasilkan karya tulis yang tidak hanya memenuhi syarat kelulusan, tetapi juga bermanfaat sebagai kontribusi akademik," ungkap Dr. Romi Siswanto.


Kepala SALUT Kabupaten Sekadau, Abang Mohd Firman, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal peningkatan kualitas pelayanan kepada mahasiswa. "Ini adalah bagian dari komitmen kami memberikan pelayanan terbaik untuk mahasiswa UT di Sekadau," tegasnya.


Workshop ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Terbuka dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang berkualitas, bahkan hingga ke daerah-daerah, termasuk Kabupaten Sekadau. Mahasiswa terlihat serius mengikuti setiap materi yang disampaikan, mulai dari teknik penulisan ilmiah hingga etika akademik. (Ms)


Polri dan Singapura Kerja Sama Tangani Kasus Perdagangan Bayi

Foto: Polri dan Singapura Kerja Sama Tangani Kasus Perdagangan Bayi


JAKARTA - Kepolisian Indonesia melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri menjalin kerja sama dengan Singapore Police Force (SPF) untuk menelusuri jaringan perdagangan bayi lintas negara yang beroperasi di Jawa Barat.


Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Pol Untung Widyatmoko, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari pengungkapan kasus yang melibatkan jalur penyelundupan bayi dari Bandung, Pontianak, Jakarta, hingga Singapura. "Perdagangan bayi ini kami telusuri alurnya sampai ke luar negeri," kata Untung pada Jumat (19/9/2025).


Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, kepolisian Singapura bersedia membantu pemeriksaan saksi-saksi yang relevan. Daftar pertanyaan yang disusun oleh penyidik Polda Jawa Barat akan disalurkan melalui NCB Jakarta sebelum diteruskan ke NCB Singapura.


Selain itu, SPF juga siap membantu pencarian tiga warga negara Singapura yang diduga terlibat dalam kasus ini. Divhubinter Polri juga menyarankan penyidik untuk menelusuri data Nomor Induk Kependudukan (NIK) porter yang diduga mengantarkan bayi ke Singapura.


Sebelumnya, Polda Jawa Barat telah menetapkan 22 orang tersangka dalam jaringan perdagangan bayi tersebut. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, mengungkapkan bahwa setiap bayi diperdagangkan dengan harga sekitar Rp 254 juta.


Para tersangka kini dijerat Pasal 2 Ayat 1 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun serta denda Rp 600 juta.


19 September 2025

Singkawang manfaatkan CSR untuk bantu percepatan penurunan stunting


Singkawang - Pemerintah Kota Singkawang Kalimantan Barat terus menggencarkan upaya percepatan penurunan angka stunting dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk dunia usaha melalui pemanfaatan program corporate social responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Langkah ini dilakukan melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang dikelola Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kota Singkawang bersama mitra pentahelix, meliputi pemerintah, pengusaha, akademisi, komunitas, dan media.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang Achmad Hardin di Singkawang, Jumat mengatakan, Program Genting bertujuan memperkuat dukungan bagi anak-anak penderita stunting melalui pendampingan dan bantuan berkelanjutan.

“Mitra pentahelix adalah calon orang tua asuh bagi anak stunting. Dengan melibatkan pemerintah, pengusaha, akademisi, komunitas, dan media. Kita berharap mereka menjadi motor penggerak dukungan bagi anak-anak stunting di Singkawang,” katanya.

Ia menambahkan, dukungan pengusaha dan mitra strategis akan sangat menentukan keberlangsungan Program Genting. Adanya kolaborasi, sumber pendanaan mandiri dari berbagai pihak bisa diarahkan untuk menekan angka stunting. 

“Semakin banyak pihak yang terlibat, maka semakin cepat kita menurunkan prevalensi stunting di Singkawang,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, menegaskan perlunya pendataan yang lebih detail hingga tingkat kelurahan untuk mengetahui wilayah dengan angka stunting tertinggi maupun terendah.

“Dari kelurahan yang angka stuntingnya tinggi, kita turun bersama. Libatkan semua pihak termasuk mitra pentahelix dan orang tua asuh agar tahu penyebabnya, sekaligus memperbaiki kekurangan di lapangan,” katanya.

Wali Kota menargetkan, hingga akhir 2025 prevalensi stunting di Kota Singkawang dapat ditekan minimal lima persen dibanding kondisi saat ini. Dengan kerja sama lintas sektor, ia optimistis Singkawang bisa lebih cepat menurunkan angka stunting dibandingkan daerah lain di Kalimantan Barat.

“Kalau di akhir tahun ini kita bisa turun lima persen saja, Singkawang berpeluang berada di bawah Pontianak dalam capaian penurunan angka stunting,” ujarnya menambahkan.

Ia menekankan bahwa komitmen pemerintah daerah yang didukung sektor swasta dan elemen masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan program penanganan stunting di Singkawang.

Oleh : Narwati/ANTARA

Polres Sekadau Gelar Gerakan Pangan Murah di Desa Engkersik, Warga Antusias

Foto: Antrian warga untuk mendapatkan beras murah gerakan pangan murah oleh polres sekadau bekerja sama dengan Bulog di Kantor Desa Engkersik, Rabu (17/9/2025)


SEKADAU - Polres Sekadau kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Engkersik, Kecamatan Sekadau Hilir, pada Rabu (17/9/2025). Sebanyak 6.155 kilogram beras SPHP dijual dengan harga Rp12.000 per kilogram dan diserap oleh 621 warga.


Kegiatan yang didukung langsung oleh personel Polri ini berlangsung tertib dan aman, serta seluruh beras benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Melalui GPM, Polres Sekadau berkomitmen membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.


Kepala Desa Engkersik, Sukardiyanto, melalui Sekdes Engkersik, Joni Frankustus, mengapresiasi kiat kepolisian yang telah mengadakan GPM yang kedua kalinya di Desa Engkersik. "Kami sangat berterima kasih atas upaya Polres Sekadau dalam membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," ujarnya.


Dengan adanya kegiatan ini, Polres Sekadau menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan berupaya meningkatkan kesejahteraan mereka. Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.


18 September 2025

Membanggakan, 3 Atlit Beladiri Sekadau Raih Emas

Foto: Ketua IPSI Kabupaten Sekadau, Apin Bersama 3 Atlit Beladiri Sekadau Peraih Emas


PONTIANAK - Seleksi Provinsi (Selekprov) PON Beladiri 2025 Kalimantan Barat yang berlangsung di Sport Center Lanud Supadio, Pontianak, resmi berakhir dengan penuh persaingan.


Kabar gembira datang dari Kabupaten Sekadau. Tiga atlet berhasil meraih emas dan dinyatakan lolos seluruhnya dalam tes fisik.


Dengan keberhasilan 3 atlet tersebut memastikan langkah perwakilan Sekadau menuju PON Beladiri Kudus, Jawa Tengah yang akan diselenggarakan pada Oktober mendatang.


"Alhamdulillah, 3 atlet beladiri sekadau berhasil meraih emas yaitu Muhammad Zarkasi, Hengki Kurniawan, dan Wendo serta memastikan berpartisipasi di PON Beladiri Kudus, Jawa Tengah mewakili Kalimantan Barat," ujar Apin, Ketua IPSI Kabupaten Sekadau, Kamis (18/9/2025).


Prestasi ini disambut penuh syukur dan menjadi motivasi baru bagi perkembangan pencak silat di Bumi Lawang Kuari. (Ms)






Seleksi Provinsi PON Beladiri 2025 Kalimantan Barat Resmi Berakhir

Foto: Seleksi Provinsi PON Beladiri 2025 Kalimantan Barat 


PONTIANAK - Seleksi Provinsi (Selekprov) PON Beladiri 2025 Kalimantan Barat yang digelar di Sport Center Lanud Supadio resmi berakhir dengan persaingan sengit antar pesilat dari berbagai kabupaten/kota pada Kamis (18/9/2025).


Pada sektor putra, cabang seni tunggal dimenangkan oleh Hafizh Muzaini dari Kabupaten Sintang dengan perolehan nilai 9,825. Sementara itu, kelas A putra direbut oleh Muhammad Zarkasi (Sekadau), kelas B diraih Rangga Ryan Saputra (Pontianak), kelas C oleh Hengki Kurniawan (Sekadau), kelas D oleh Samsul Arifin (Kayong Utara), kelas E oleh Faril Fradika Putra (Kubu Raya), kelas F oleh Afri Chiba Hiroyuki (Kubu Raya), dan kelas H dimenangkan Wendo (Sekadau).


Di sektor putri, kelas A berhasil dimenangkan Aprilianti Putri Adiati dari Kabupaten Mempawah, sedangkan kelas D direbut Hanasyifa Nurfadhillah Maharani asal Kota Pontianak.


Kabupaten Kubu Raya tampil sebagai juara umum dengan torehan empat medali emas. Namun, dari hasil seleksi fisik yang digelar usai pertandingan, hanya dua atlet Kubu Raya yang dinyatakan lolos untuk mewakili Kalimantan Barat di ajang PON Beladiri Kudus, Jawa Tengah. 


Sementara itu, Kabupaten Sekadau patut berbangga setelah tiga atletnya, yakni Muhammad Zarkasi, Hengki Kurniawan, dan Wendo, berhasil meraih emas sekaligus memastikan langkah mereka menuju PON 2025. Keberhasilan para atlet ini menjadi bukti kerja keras pelatih dan dukungan masyarakat daerah masing-masing, serta menegaskan pencak silat Kalimantan Barat siap bersaing di tingkat nasional.(Ms)


Polwan Polres Sekadau Bantu Pemohon SKCK dengan Disabilitas Daksa

Foto: Polwan Polres Sekadau Bantu Pemohon SKCK dengan Disabilitas Daksa


SEKADAU - Seorang pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang mengalami disabilitas daksa pasca kecelakaan datang ke Polres Sekadau untuk mengurus dokumen yang dibutuhkan. Melihat kondisi tersebut, Polwan piket pemandu, Aipda Friska Simatupang, langsung sigap mengambil kursi roda dan membantu pemohon tersebut menuju ruang pelayanan.


Dengan penuh kesabaran dan keramahan, Aipda Friska mendampingi proses pengurusan hingga selesai. Setelah itu, ia kembali membantu pemohon untuk naik ke sepeda motor yang ditumpangi bersama keponakannya.


Kapolres Sekadau AKBP Donny Molino Manoppo melalui Kasi Humas IPTU Triyono menjelaskan bahwa keberadaan piket pemandu yang dijalankan personel Polwan merupakan bagian dari pelayanan prima kepolisian yang menekankan sisi humanis.


"Polres Sekadau berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan memudahkan masyarakat, termasuk yang membutuhkan pelayanan khusus. Kehadiran Polwan sebagai piket pemandu adalah wujud kepedulian Polri terhadap seluruh lapisan masyarakat," ujar IPTU Triyono.


Polres Sekadau telah menyiapkan sarana pelayanan yang ramah bagi masyarakat, salah satunya Gedung Sanika Satyadarma yang menjadi pusat pelayanan SPKT, SKCK, dan Identifikasi. Fasilitas ramah disabilitas seperti jalur kursi roda juga tersedia agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan.


"Kehadiran polisi yang peduli dan membantu langsung di lapangan ini menjadi bukti bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang selalu mengedepankan rasa empati dan kemanusiaan," pungkas IPTU Triyono.


Hukum

Pemprov Kalbar

Pemda