Berita Indokalbar.com -->

25 Agustus 2025

Waspada Saat Hujan, Polres Kubu Raya Imbau Pengendara

Foto: Waspada Saat Hujan, Polres Kubu Raya Imbau Pengendara Yang Melintas 


KUBU RAYA - Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah ruas jalan di wilayah Kubu Raya menjadi licin, genangan air muncul di berbagai titik dan rawan kecelakaan. Menyikapi kondisi tersebut, Polres Kubu Raya mengimbau para pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintas, terutama di titik-titik rawan yang kerap dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.


Kasatlantas Polres Kubu Raya, AKP Supriyanto melalui Kasubsi Penmas AIPTU Ade menegaskan bahwa faktor kelalaian sering kali menjadi pemicu utama kecelakaan lalu lintas saat musim hujan. Pengendara harus lebih waspada, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, dan pastikan kondisi kendaraan, khususnya rem dan ban, dalam keadaan baik.


"Ada dua hal yang umumnya memicu kecelakaan dimusim hujan yakni kelalaian manusia dan kondisi jalan. Genangan air, lubang jalan yang tertutup air, hingga fenomena aquaplaning, ketika ban kendaraan melayang di atas air dan kehilangan kendali sering terjadi pada pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi. Ini sangat berbahaya, karena kendaraan bisa tergelincir tanpa sempat dikendalikan,” ujar Ade, Senin (25/8/2025).


Tak hanya itu, jarak pandang yang berkurang akibat derasnya hujan juga menjadi tantangan tersendiri. Ade meminta pengendara untuk selalu menyalakan lampu utama, meski di siang hari, agar lebih terlihat oleh pengendara lain. Bagi pengendara roda dua, penggunaan jas hujan yang tidak mengganggu keseimbangan juga sangat dianjurkan.


"Kami juga menekankan pentingnya perawatan kendaraan di musim hujan. Ban yang aus dan rem yang tidak responsif menjadi faktor krusial terjadinya kecelakaan. Sebelum bepergian, cek kondisi ban, rem, lampu, serta pastikan wiper mobil berfungsi dengan baik. Untuk motor, perhatikan rem cakram dan pastikan ban masih memiliki alur yang cukup,” tambah Ade.


Selain itu, kondisi fisik pengendara juga tak kalah penting. Rasa lelah atau mengantuk, ditambah situasi jalan licin, bisa berujung fatal. Kepada masyarakat untuk tidak memaksakan diri dalam berkendara ketika tubuh tidak fit.


"Himbauan ini berlaku bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pengendara pribadi, sopir angkutan umum, hingga kendaraan logistik yang intensitas perjalanannya cukup tinggi di musim hujan. Karena keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama," tegas Ade.


Musim hujan yang identik dengan jalan licin memang menuntut disiplin ekstra. Dengan mematuhi aturan, mengutamakan keselamatan, serta menjaga kendaraan tetap dalam kondisi baik, setiap perjalanan bisa berlangsung aman dan nyaman meski cuaca tidak bersahabat. (**)






24 Agustus 2025

HUT ke- 80 RI, Sekda Kapuas Tampak Ikut Memeriahkan Lomba Makan Kerupuk

Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Dr Usis I Sangkai S.Hut., M.Si turut memeriahkan HUT ke 80 RI dalam perlombaan makan kerupuk 


KUALA KAPUAS - Sekretaris Daerah (Sekda) Dr Usis I Sangkai S.Hut., M.Si beserta pimpinan OPD lainnya mengikuti lomba makan kerupuk dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-80 di Halaman Kantor Bupati , Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Minggu (24/8/2025).


Tanpa sungkan-sungkan, sekda dan jajaran opd ikut berbaur dan langsung terjun mengikuti lomba makan kerupuk.


Setelah panitia menghitung satu dua tiga, dengan gerakan cepat Sekda saling santap untuk meraih kerupuk, sambil sesekali berputar untuk menggapai kerupuk yang talinya terus bergoyang.


Para penonton pun yang ikut menyaksikan tak henti-hentinya berteriak sambil tertawa melihat kelucuan para peserta Pemkab dalam meraih kerupuk tersebut.


“Habiskan pak, habiskan pak dikit lagi paaak” begitu teriak penonton dengan gemasnya saat menyaksikan Sekda Kapuas beradu cepat menghabiskan kerupuk.


Sebelumnya Sekretaris Daerah ini berpesan, bahwasanya aneka lomba yang digelar ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat juang para pahlawan dalam memperebutkan dan mempertahankan Kemerdekaan RI.


"Kita selaku penerus perjuangan para pahlawan terdahulu, sudah sepatutnya semua pihak berterima kasih atas apa yang telah diperjuangkan para pahlawan. Untuk itulah kita memeriahkannya dengan berbagai kegiatan lomba untuk menjalin kebersamaan dan menciptakan jiwa yang patriotisme," ujar Sekda.


Adapun aneka permainan dan lomba yang kita laksanakan seperti ini maknanya bukan hanya untuk kemeriahan saja. Ini merupakan cara kita membangkitkan kembali semangat para pejuang dan semangat bekerja, tutupnya. (Fajar)


23 Agustus 2025

Pemkot Singkawang fokus cegah penyakit menular pada babi


Singkawang - Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang, Kalimantan Barat, menegaskan fokus utama saat ini adalah penanganan dan pencegahan penyakit menular pada babi atau African Swine Fever (ASF).

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie di Singkawang , Sabtu, mengatakan langkah itu penting untuk menjaga stabilitas sektor peternakan, sekaligus pasokan pangan bagi masyarakat.

Menurutnya, ASF merupakan penyakit menular yang sangat mematikan bagi babi. Meskipun tidak menular ke manusia, kata dia, dampak ASF bisa meluas karena berpengaruh langsung terhadap ekonomi peternak dan ketersediaan daging babi di pasaran.

“Serangan ASF pada akhir 2022 telah menyebabkan penurunan drastis populasi ternak babi di Kota Singkawang yang sebelumnya mencapai 29 ribu ekor,” kata Tjhai Chui Mie.

Kondisi tersebut, lanjutnya, tidak hanya merugikan peternak, tetapi juga memicu inflasi akibat berkurangnya pasokan daging babi. Situasi ini menjadi pelajaran penting bahwa pencegahan harus diprioritaskan agar kerugian serupa tidak terulang.

Untuk itu Pemkot Singkawang mendorong penerapan biosekuriti ketat di seluruh usaha peternakan. Langkah tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan ternak secara rutin, desinfeksi kandang, peralatan, serta pembatasan lalu lintas hewan dari daerah yang terdeteksi wabah.

Selain upaya mandiri peternak, kata dia, pemerintah daerah juga melibatkan lintas sektor guna memperkuat strategi pencegahan.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta FAO yang telah menghadirkan Program Community ASF Biosecurity Intervention (CABI) di Singkawang,” ujarnya.

Program tersebut, menurut Tjhai Chui Mie, menjadi instrumen penting untuk memulihkan kembali populasi babi, sekaligus meningkatkan pengetahuan peternak mengenai tata kelola peternakan yang aman dari ancaman ASF.

Ia menyebut edukasi dan pendampingan intensif menjadi bagian dari program ini.

Wali Kota Singkawang itu berharap penerapan biosekuriti berbasis komunitas dapat mempercepat pemulihan sektor peternakan babi di Singkawang.

“Dengan begitu kebutuhan protein hewani masyarakat bisa terpenuhi secara mandiri tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah,” katanya.

Oleh : Narwati/ANTARA

Hendry Ch Bangun Daftar Ketua PWI, Bawa Dukungan Kuat Jelang Kongres Persatuan PWI

Foto: Hendry Ch Bangun Daftar Ketua PWI


JAKARTA - Hendry Ch Bangun resmi mendaftar sebagai calon Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) periode 2025-2030, Sabtu (23/8). Kehadirannya ke Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, menandai langkah penting dalam persiapan Kongres Persatuan PWI.


Hendry datang bersama Bacalon Dewan Kehormatan (DK) Sihono, mantan Ketua PWI Yogyakarta dua periode yang kini menjabat Direktur Pers Pancasila. Sejumlah tokoh PWI ikut mendampingi, di antaranya Plt Ketua DK Noeh Hatumena, Ketua PWI Kalimantan Selatan Helmi Zainal, Ketua PWI Sumatera Utara Farianda Putra Sinik, Sekjen Iqbal Irsyad dan Ketua Dewan Pakar Sayid Iskandarsyah. 


Barisan dukungan semakin terlihat dengan hadirnya pengurus lain: Djunaidi Tjunti Agus, AR Lubis, Yesayas Oktavianus, Eka Putra, Jimmy S Harianto, Berman Nainggolan, Dadang Rahmat, Syahrul Munir, Berman Nainggolan, Edy Kiswanto, Herwan, Rudy Sitompul, serta pengurus PWI wilayah Bogor. Kehadiran mereka mempertegas soliditas dukungan untuk Hendry.


Dalam kesempatan itu, Hendry menyerahkan berkas persyaratan, termasuk 17 surat dukungan dari Ketua PWI provinsi. “Saya pilih angka 17 karena bertepatan dengan bulan kemerdekaan RI ke-80. Jika dijumlah, menjadi angka 8 yang bermakna baik,” ujar Hendry di hadapan panitia SC dan OC.


Hingga kini, Hendry sudah mengantongi dukungan setidaknya dari 23 provinsi. Angka ini dipandang sebagai modal kuat menuju Kongres PWI yang akan digelar pada 29-30 Agustus 2025 di BPPTIK Komdigi, Cikarang, Bekasi.


“Saya maju untuk menyatukan kembali PWI, memperkuat rekonsiliasi, dan membangun soliditas organisasi, terutama bersama Ketua PWI provinsi,” tegas Hendry dengan nada optimistis.


Berkas pendaftaran Hendry diterima Ketua SC Zulkifli Gani Otto, Ketua OC Selamet Marthen, bersama anggota panitia antara lain Raja Pane, Firdaus Komar, TB Adhi, Totok Suryanto, Marah Sakti Siregar, Mercys dan Lutfi Hakim. Momen ini menjadi langkah penting bagi Hendry untuk menjaga marwah PWI di tengah dinamika organisasi.


Polsek Nanga Mahap dan PT Arvena Sepakat Bersama Warga Gotong-royong Perbaiki Jembatan Pekawai

Foto: Polsek Nanga Mahap dan PT Arvena Sepakat Bersama Warga Gotong-royong Perbaiki Jembatan Pekawai 


SEKADAU - Polsek Nanga Mahap bersama perangkat desa, perusahaan PT Arvena Sepakat, dan masyarakat melaksanakan kerja bakti memperbaiki jembatan di Dusun Pekawai, Desa Nanga Suri, Kecamatan Nanga Mahap, Jumat (22/8/2025). 


Perbaikan dilakukan secara swadaya dengan memanfaatkan kayu belian (ulin-red) yang ada, mengingat kondisi jembatan yang rapuh dan sempat menyebabkan insiden kendaraan terperosok.


Kapolsek Nanga Mahap IPDA Andre menyampaikan, jembatan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Nanga Mahap dengan Nanga Taman, sehingga perbaikan darurat diharapkan dapat memulihkan kelancaran mobilitas masyarakat. 


"Perbaikan ini secara swadaya bersama masyarakat dan Perusahaan kelapa sawit PT Arvena Sepakat sebagai langkah antisipasi kejadian yang tidak diinginkan lagi," ujarnya.


Ia juga mengapresiasi semangat kebersamaan seluruh pihak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong tersebut.


"Terimakasih atas partisipasi masyarakat yang telah peduli dan mau bergotong royong memperbaiki jembatan dengan segala keterbatasan," tukasnya.


22 Agustus 2025

Pemkab Bengkayang sebut seluruh koperasi harus miliki rekening bank


Bengkayang - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menyebutkan seluruh Koperasi Desa Merah Putih harus memiliki rekening bank paling lambat September 2025.

"Pembuatan rekening bank ini akan didampingi Dinas Koperasi, UKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bengkayang," kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bengkayang Markus Dalon dalam sosialisasi pemanfaatan potensi desa untuk Koperasi Merah Putih di Bengkayang, Kalbar, Jumat.

Selain rekening, Koperasi Merah Putih juga memiliki stempel koperasi, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Menurut Markus Dalon, pihaknya juga mendorong setiap desa mengoptimalkan potensi sumber daya lokal desa melalui penguatan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai wadah ekonomi kerakyatan.

"Upaya ini ditetapkan melalui Peraturan Bupati Bengkayang Nomor 23 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujarmya.

Markus Dalon mengatakan koperasi desa diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara kolektif dan berkelanjutan.

Menurut dia, koperasi dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat kemandirian desa.

“Melalui koperasi, potensi yang ada di desa dapat dikelola bersama sehingga hasilnya bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat. Prinsipnya adalah gotong royong ekonomi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga,” ujarnya.

Ia menjelaskan sosialisasi tentang koperasi desa dilakukan secara bertahap di berbagai kecamatan agar masyarakat memahami fungsi dan manfaat koperasi, baik sebagai wadah usaha bersama maupun instrumen pembangunan desa.

Pemerintah daerah juga memberikan pendampingan teknis agar pengelolaan koperasi lebih profesional dan akuntabel.

"Sampai hari ini sudah selesai sosialisasi di 122 desa dan kelurahan," ujarnya.

Lebih lanjut, Markus menyebut koperasi desa memiliki peluang besar dalam mengelola potensi pertanian, perikanan, perkebunan, hingga produk olahan lokal.

Dengan pola manajemen yang baik, koperasi diyakini mampu membuka akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk desa.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong koperasi desa menjadi mitra strategis dalam pemberdayaan UMKM. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan rantai nilai ekonomi baru, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran yang berbasis pada kekuatan lokal.

“Kami ingin koperasi desa benar-benar hadir sebagai instrumen ekonomi rakyat yang berkeadilan, transparan dan berorientasi pada kepentingan bersama. Dengan demikian, masyarakat desa bisa lebih mandiri secara ekonomi,” katanya.

Melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Pemkab Bengkayang menargetkan terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.

Dia berharap pengurus dan pengawas koperasi memahami dan melaksanakan tata kelola KDMP secara baik dan benar.

Kemudian memahami permodalan KDMP dan proses pengajuan pinjaman modal koperasi kepada Bank Himbara dan melakukan sosialisasi KDMP kepada masyarakat desa sehingga mau menjadi anggota koperasi.

"KDMP dapat segera beroperasi untuk memulai usaha koperasi dan mampu mengidentifikasi potensi desa sebagai usaha utama koperasi termasuk menentukan usaha pendukung dan penunjang," ujarnya.

Oleh : Narwati/ANTARA

PWI Sekadau Kenalkan Jurnalistik dan Literasi Media ke Pelajar SMA PGRI 05 Rawak

Foto: PWI Sekadau Kenalkan Jurnalistik dan Literasi Media ke Pelajar SMA PGRI 05 Rawak


SEKADAU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sekadau melaksanakan program PWI Goes To School dengan mengunjungi SMA PGRI 05 Rawak, Kamis (21/8/2025). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan dunia jurnalistik kepada pelajar sekaligus mengedukasi mereka agar bijak dalam menggunakan media sosial.


Dalam penyampaian materinya, narasumber kegiatan Suhariyati mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu upaya PWI Sekadau untuk memberikan pemahaman mengenai jurnalistik sekaligus pentingnya literasi media di kalangan pelajar.


“Media sosial itu bisa berdampak positif dan negatif. Bisa menjadi alat untuk belajar dan berkembang, tetapi juga dapat merugikan jika digunakan tanpa kontrol dan pemahaman. Maka dari itu penting bagi kita untuk memverifikasi informasi terlebih dahulu sebelum disebarkan,” ujar Suhariyati.


Ketua PWI Kabupaten Sekadau, Dina Mariana, yang turut hadir menambahkan, program PWI Goes To School merupakan bentuk kepedulian PWI terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, literasi media menjadi keterampilan penting di era digital.


“Dengan kegiatan ini kami berharap para siswa-siswi dapat memahami bagaimana informasi diproduksi dan disebarkan. Kami juga berharap mereka dapat menggunakan media sosial dengan baik dan bijak, serta tidak ikut menjadi penyebar hoaks,” ungkap Dina.


Sementara itu, salah satu siswa SMA PGRI 05 Rawak, Aril, menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan PWI Sekadau ke sekolah mereka.


“Dengan hal ini, kami bisa mengetahui bagaimana cara bermedia sosial dengan benar dan baik. Saya juga berharap para Kakak-kakak anggota PWI bisa kembali lagi untuk memberikan edukasi lain yang bermanfaat bagi kami,” tuturnya.


Kepala SMA PGRI 05 Rawak, Rino, turut menyampaikan apresiasi kepada PWI Sekadau atas kegiatan tersebut.


“Tentunya saya berharap dengan kunjungan ini, para siswa-siswi dapat memahami materi yang disampaikan serta lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan bisa menyaring informasi yang tidak jelas asal-usulnya,” ujarnya.


Kegiatan PWI Goes To School di SMA PGRI 05 Rawak juga dihadiri anggota PWI Kabupaten Sekadau J.R. Purba dan Veronika Tri Mawarni serta para dewan guru SMA PGRI 05 Rawak.


Bupati Kubu Raya Pimpin Apel Satpol PP, Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Motivasi Personel

Foto: Bupati Kubu Raya, Sujiwo Pimpin Apel Satpol PP


KUBURAYA - Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, memimpin apel rutin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kubu Raya pada Jumat (22/8/2025) pagi, bertempat di halaman Kantor Satpol PP Kubu Raya.


Apel dimulai pukul 07.30 WIB dan diikuti sekitar 150 personel Satpol PP. Hadir pula sejumlah pejabat forkopimda, di antaranya Dandim 1207/Pontianak yang diwakili Pabung Kodim 1207/Pontianak, Mayor Czi Budi Santoso; Kapolres Kubu Raya yang diwakili Kabag Logistik Polres Kubu Raya, AKP Setyo Pramulyanto, serta Kasatpol PP Kabupaten Kubu Raya, Rasudi, S.Sos., M.Si.


Dalam arahannya, Bupati Sujiwo menegaskan dirinya akan rutin memimpin apel Satpol PP minimal sebulan sekali sebagai bentuk perhatian dan motivasi bagi jajaran. Ia bahkan menyiapkan hadiah serta bingkisan pribadi agar para anggota semakin bersemangat dalam melaksanakan tugas.


“Satpol PP ini punya tugas luar biasa, sebagai penegak sekaligus pengawal perda. Dulu Satpol PP hampir tidak tahu harus mengerjakan apa, tapi sekarang sudah terbentang jelas tantangan dan permasalahan yang harus diselesaikan bersama. Maka kerjanya juga harus luar biasa,” tegas Sujiwo.


Ia juga mengingatkan bahwa Satpol PP adalah wajah pemerintah di lapangan yang harus tetap disiplin, humanis, namun tegas dalam bertugas. Melalui apel tersebut, Sujiwo berharap sinergi antara Satpol PP, TNI, Polri, dan unsur pemerintah daerah semakin kuat demi menjaga ketertiban dan menciptakan suasana kondusif di Kabupaten Kubu Raya. (Tim/Ms)


21 Agustus 2025

Polres Sambas gelar operasi pasar murah di perbatasan negara


Pontianak - Polres Sambas bersama Pemerintah Kabupaten Sambas dan Kodim 1208/SBS menggelar operasi pasar murah (OPM) dan gerakan pangan murah (GPM) di Pasar Wisata Aruk, Kecamatan Sajingan Besar yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

"Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di daerah perbatasan," kata Bupati Sambas, Satono, di Sambas, Selasa.

Dia menilai Sajingan Besar sebagai kawasan strategis yang kerap menjadi perhatian berbagai instansi karena posisinya yang langsung berbatasan dengan Malaysia.

"Selain sebagai daerah perbatasan, Sambas juga memiliki peran penting sebagai lumbung pangan Kalimantan Barat. Tahun 2025, kita mencatat surplus beras sebesar 1.040,10 ton," tuturnya.

Sementara itu, Deputi Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) Ramses Limbong menekankan pentingnya peran masyarakat perbatasan sebagai garda terdepan bangsa.

Ia mendorong warga agar tidak sekadar menjadi penonton, tetapi bertransformasi menjadi petani modern yang produktif dan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.

Kegiatan pasar murah ini menghadirkan tiga stan utama, yakni dari Pemkab Sambas, Kodim 1208/SBS, dan Polres Sambas yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat.

Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo mengatakan keterlibatan Polres dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pengendalian inflasi sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat.

"GPM ini bukan hanya wujud kepedulian terhadap kondisi ekonomi warga, tetapi juga bagian dari upaya menjaga stabilitas dan menghadirkan negara di tengah masyarakat perbatasan. Kami berharap manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat Sajingan Besar," katanya.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA

Wakil Bupati Kubu Raya Hadiri Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan 2025

Foto: Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto

KUBURAYA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kubu Raya menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Pidato Bupati Kubu Raya tentang Pengantar Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun Anggaran 2025, Kamis (21/8/2025).


Rapat paripurna ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto, serta jajaran Forkopimda, anggota DPRD, dan para kepala OPD.


Pemerintah daerah menegaskan bahwa arah kebijakan perubahan APBD 2025 diprioritaskan untuk memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan pemeliharaan jaringan pertanian. 


Selain itu, sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Desa/Kelurahan Merah Putih, Pemkab Kubu Raya telah membentuk 123 koperasi Merah Putih di seluruh desa.


Adapun rincian perubahan APBD 2025 di antaranya:


1. Belanja Operasi naik 0,58% menjadi Rp1,44 triliun.


2. Belanja Modal naik 12,32% menjadi Rp323,21 miliar, dengan fokus pembangunan gedung, jalan, jaringan, dan irigasi.


3. Belanja Tidak Terduga turun menjadi Rp5,05 miliar.


4. Belanja Transfer tetap Rp263 miliar.


Wakil Bupati Kubu Raya H. Sukiryanto menekankan bahwa meskipun dana transfer dari pusat tahun 2026 diproyeksikan turun 24,8%, Pemkab Kubu Raya berkomitmen untuk menggali potensi daerah secara optimal.


“Kita harus progresif dalam meningkatkan kontribusi pajak dan pendapatan asli daerah agar pembangunan tetap berjalan menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Jainal Abidin menegaskan bahwa legislatif siap mengawal implementasi APBD Perubahan 2025.


“Kami ingin memastikan kebijakan yang disusun tepat sasaran, terutama di bidang pertanian, infrastruktur, dan pemberdayaan desa,” ujarnya usai rapat.


Rapat paripurna ditutup dengan penegasan agar seluruh perangkat daerah segera merealisasikan program sesuai jadwal dan peraturan perundangan yang berlaku. (Tim)


Hukum

Pemprov Kalbar

Pemda