Berita Indokalbar.com -->

18 Februari 2026

Terus Buru Bukti, Penyidik Kejati Geledah Rumah Terduga Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit

Foto: Penyidik Kejaksaan Tinggi Kalbar melakukan penggeledahan rumah terduga kasus korupsi tata kelola pertambangan bauksit 


PONTIANAK - Penyidik pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat kembali menunjukkan keseriusannya dalam membongkar dugaan tindak pidana korupsi pada tata kelola pertambangan bauksit di Kalimantan Barat. Kali ini, penyidik melakukan penggeledahan di kediaman salah satu pihak yang diduga memiliki keterkaitan erat dengan perkara tersebut, Rabu (18/2/2026).


Langkah penggeledahan ini bukan sekadar tindakan prosedural, melainkan bagian dari strategi penyidikan yang terukur untuk memperkuat konstruksi perkara. Penyidik berupaya menelusuri dan mengamankan barang bukti yang diyakini memiliki relevansi langsung dengan alur perizinan, pengelolaan, hingga potensi penyimpangan dalam tata kelola pertambangan bauksit yang tengah disidik.


Penggeledahan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Resmi Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dan mengacu pada ketentuan hukum acara pidana. 


Fokus utama penyidik adalah menemukan dokumen, data elektronik, serta barang lain yang dapat memenuhi unsur alat bukti sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Barang-barang tersebut dinilai penting untuk mengurai peran para pihak, pola perbuatan, serta dugaan kerugian keuangan negara yang ditimbulkan.


Rangkaian alat bukti yang tengah dikumpulkan berpotensi membuka secara terang benderang praktik tata kelola pertambangan yang menyimpang. Penyidik mendalami tidak hanya aspek administratif, tetapi juga relasi kewenangan, pengambilan keputusan, dan kemungkinan adanya perbuatan melawan hukum yang dilakukan secara sistematis.


Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, I Wayan Gedin Arianta, SH.MH membenarkan adanya kegiatan penggeledahan tersebut.


Seluruh tindakan penyidik dilakukan dalam koridor hukum dan semata-mata untuk kepentingan pembuktian.


"Hari ini penyidik melakukan penggeledahan di salah satu rumah yang ada di Jalan Pak Benceng Komplek Kurnia 1A Nomor 5B, Pontianak, yang diduga berkaitan dengan perkara tata kelola pertambangan bauksit, hal ini bertujuan untuk mencari dan mengamankan barang bukti yang diperlukan guna memenuhi unsur alat bukti dan memperjelas konstruksi perkara," ujarnya.


Hari ini kegiatan dilaksanakan mulai pukul 10.00 wib sampai dengan pukul 12.00 wib, dan berhasil mengamankan sejumlah dokumen dan barang elektronik yang berkaitan dengan penanganan perkara yang langsung di bawa ke Kantor Kejati Kalbar untuk dianalisa dan selanjutnya dilakukan penyitaan.


Lebih lanjut, bahwa penyidikan masih terus berkembang. Penyidik akan menelusuri setiap fakta hukum yang ditemukan secara profesional dan objektif, tanpa intervensi pihak mana pun. 


Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta tidak menarik kesimpulan prematur sebelum perkara ini diuji secara terbuka di persidangan.


Dengan langkah penyidikan yang semakin intensif, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi, khususnya pada sektor sumber daya alam yang memiliki dampak besar terhadap keuangan negara dan kesejahteraan masyarakat.




     


17 Februari 2026

Meriah dan Khidmat, Pawai Obor Ramadhan Satukan Ulama, Santri dan Pemerintah Daerah

Foto: Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor Sambut Puasa Ramadhan 1447 H/2026 M di Kuburaya 



KUBU RAYA - Ribuan masyarakat memadati ruas jalan mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini dihadiri langsung oleh Bupati Kubu Raya, H.Sujiwo, SE, M.Sos, Wakil Bupati, H. Sukiryanto, S.Ag, Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika bersama tokoh agama Habib Toha Aljufri, para ulama serta jajaran Forkopimda di Halaman antor Bupati Kubu Raya, Jalan Arteri Supadio Sungai Raya pada hari Senin (16/2/2026) malam.


Cahaya obor yang menyala serempak menciptakan suasana religius yang menggambarkan kegembiraan umat Islam dalam menyambut bulan penuh berkah. Para peserta yang terdiri dari santri, pelajar, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum berjalan tertib sambil melantunkan shalawat dan takbir sepanjang rute yang telah ditentukan panitia.


Dalam sambutannya, Bupati Sujiwo menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang begitu besar dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang hadir hampir mencapai tiga ribu orang.


“Alhamdulillah, peserta yang hadir malam ini hampir tiga ribu orang. Ini menunjukkan semangat dan kecintaan masyarakat Kubu Raya dalam menyambut Ramadhan. Kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga,” ujar Sujiwo.


Ia menambahkan bahwa pawai obor bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi simbol persatuan dan kesiapan spiritual masyarakat menjelang bulan suci.


Sementara itu, Habib Toha Aljufri menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai bulan perbaikan diri dan peningkatan kualitas ibadah.


“Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan pendidikan jiwa. Obor yang kita bawa malam ini melambangkan cahaya iman. Mari kita sambut Ramadhan dengan hati yang bersih, saling memaafkan, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.


Ia juga mengajak generasi muda dan para santri untuk mengisi Ramadhan dengan kegiatan positif seperti tadarus Al-Qur’an, shalat berjamaah, serta memperbanyak sedekah dan kegiatan sosial kemasyarakatan.


Salah satu peserta, Ahmad, santri dari Pondok Pesantren Raudatul Firdausy Desa Jawa Tengah, Sungai Ambawang, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari pawai obor tersebut.


“Alhamdulillah kami para santri merasa sangat senang bisa ikut serta. Pawai obor ini membuat kami semakin bersemangat menyambut Ramadhan. Semoga di bulan suci nanti kami bisa lebih disiplin dalam ibadah dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Ahmad.


Kegiatan pawai obor berlangsung aman dan tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Kehadiran pimpinan daerah, ulama, dan masyarakat yang berjalan berdampingan menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dan umat dalam menjaga nilai-nilai religius serta mempererat ukhuwah Islamiyah menjelang Ramadhan 1447 H. (Tim Liputan)



Umat Islam Balai Sepuak Gelar Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 H

Foto: Umat Islam Balai Sepuak Gelar Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 H, Senin (16/2/26) malam


SEKADAU - Umat Islam Balai Sepuak, Kecamatan Belitang Hulu, menggelar pawai obor dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Senin (16/2/2026) malam. Kegiatan dipusatkan di Masjid Besar Nurul Hidayah Balai Sepuak dengan titik kumpul peserta mulai pukul 20.00 WIB.


Pawai obor yang menjadi tradisi tahunan ini berlangsung meriah dan penuh khidmat. Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dengan membawa obor yang menerangi sepanjang rute pawai. Koordinator acara, Nurhayati, mengatakan kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja sama BKMT Belitang Hulu dengan pengurus masjid dan remaja masjid setempat.


Kegiatan pawai obor tersebut mendapat pengawalan langsung dari pihak keamanan Polsek Belitang Hulu. Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar, tertib, dan aman hingga selesai.


Masyarakat berharap semangat kebersamaan dan kekhidmatan dalam menyambut Ramadan dapat terus terjaga serta semakin meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi umat Islam di Balai Sepuak.


Heboh Lagi Jelang Imlek & Ramadan! “Video Teh Pucuk” Ramai Dicari, Warganet Diminta Waspada Link Palsu

Heboh Lagi Jelang Imlek & Ramadan! “Video Teh Pucuk” Ramai Dicari, Warganet Diminta Waspada Link Palsu
Heboh Lagi Jelang Imlek & Ramadan! “Video Teh Pucuk” Ramai Dicari, Warganet Diminta Waspada Link Palsu.

Menjelang Imlek dan Ramadan 2026, jagat media sosial Indonesia kembali diramaikan dengan kata kunci “Video Teh Pucuk”. Di Google, pencariannya naik. Di TikTok dan X, link-nya berseliweran. Judulnya bikin penasaran: “1 menit 50 detik”, “versi lengkap 17 menit”, sampai embel-embel kata “viral”.

Tapi setelah diklik? Banyak yang mengaku zonk.

Alih-alih menemukan video seperti yang dijanjikan, pengguna malah diarahkan ke situs aneh, halaman penuh iklan, bahkan login palsu yang minta email dan password. Di sinilah masalahnya mulai serius.

Kok Bisa Viral Lagi?

Setiap mau Imlek dan Ramadan, aktivitas online memang meningkat. Orang lebih sering scroll, lebih aktif komentar, dan lebih gampang terpancing konten yang bikin penasaran.

Nah, “Video Teh Pucuk” ini mainnya di rasa penasaran itu. Biasanya cuma menampilkan gambar botol minuman dengan caption ambigu, seolah ada “sesuatu” yang disembunyikan. Nggak jelas, tapi cukup bikin orang mikir, “Eh, ini apaan sih?”

Begitu banyak yang komentar “mana linknya?” atau share ke teman, algoritma langsung nangkep itu sebagai konten menarik. Akhirnya makin tersebar luas. Efek bola salju.

Link-nya Ternyata Jebakan

Kalau diperhatikan, link yang beredar biasanya pakai pemendek URL. Jadi alamat aslinya nggak kelihatan. Setelah diklik, kamu bisa diarahkan ke:

  • Situs judi online

  • Halaman dengan pop-up iklan bertubi-tubi

  • Video random yang nggak nyambung

  • Form login palsu mirip akun media sosial

Yang lebih bikin deg-degan, ada juga notifikasi palsu kayak, “HP Anda terkena virus” atau “Anda menang hadiah jutaan rupiah.” Panik? Itu memang tujuannya.

Begitu kamu masukkan email dan password, data bisa langsung diambil. Dalam hitungan menit, akun bisa dibajak. Dan biasanya, akun yang sudah diambil alih dipakai lagi buat nyebarin link serupa atau bahkan nipu kontak terdekat.

Kebayang kan kalau tiba-tiba teman kamu dapat chat pinjam uang atas nama kamu?

Jangan Cuma Klik, Pikir Dulu

Sampai sekarang, belum ada bukti valid soal keberadaan video asli yang katanya viral itu. Mayoritas cuma konten daur ulang atau rekayasa buat mancing klik.

Masalahnya, banyak yang masih menganggap “ah cuma klik doang”. Padahal satu klik bisa jadi pintu masuk ke pencurian data.

Secara hukum juga nggak bisa dianggap sepele. Kalau link yang dibagikan mengarah ke konten ilegal, penyebarnya bisa ikut kena imbas. Jadi bukan cuma soal penasaran, tapi juga soal tanggung jawab digital.

Kalau Sudah Terlanjur Klik, Tenang Dulu

Sudah keburu klik? Jangan panik. Lakukan ini:

  • Putuskan koneksi internet dulu.

  • Hapus cache dan cookies di browser.

  • Scan pakai antivirus.

  • Ganti semua password, apalagi kalau sempat login.

  • Aktifkan verifikasi dua langkah (2FA).

  • Cek aplikasi yang terpasang di HP.

Langkah cepat bisa mencegah kerugian lebih besar.

Makin Viral, Makin Harus Waspada

Fenomena “Video Teh Pucuk” ini jadi pengingat penting: makin heboh judulnya, makin misterius narasinya, justru harus makin hati-hati.

Di era algoritma, yang paling gampang dieksploitasi itu rasa penasaran kita sendiri. Hari ini temanya “Video Teh Pucuk”, besok bisa ganti nama lain yang lagi trending.

Jelang Imlek dan Ramadan, yuk lebih bijak bermedia sosial. Jangan gampang kepancing judul viral. Ingat, data pribadi dan keamanan akun kamu jauh lebih berharga daripada rasa penasaran sesaat.

Scroll boleh, penasaran wajar. Tapi tetap cerdas sebelum klik.

Refensi:

Godaddysites


Pasang Iklan

Hukum

Pemprov Kalbar

Pemda