Berita Indokalbar.com -->

17 Februari 2026

Umat Islam Balai Sepuak Gelar Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 H

Foto: Umat Islam Balai Sepuak Gelar Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 H, Senin (16/2/26) malam


SEKADAU - Umat Islam Balai Sepuak, Kecamatan Belitang Hulu, menggelar pawai obor dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Senin (16/2/2026) malam. Kegiatan dipusatkan di Masjid Besar Nurul Hidayah Balai Sepuak dengan titik kumpul peserta mulai pukul 20.00 WIB.


Pawai obor yang menjadi tradisi tahunan ini berlangsung meriah dan penuh khidmat. Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dengan membawa obor yang menerangi sepanjang rute pawai. Koordinator acara, Nurhayati, mengatakan kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja sama BKMT Belitang Hulu dengan pengurus masjid dan remaja masjid setempat.


Kegiatan pawai obor tersebut mendapat pengawalan langsung dari pihak keamanan Polsek Belitang Hulu. Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar, tertib, dan aman hingga selesai.


Masyarakat berharap semangat kebersamaan dan kekhidmatan dalam menyambut Ramadan dapat terus terjaga serta semakin meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi umat Islam di Balai Sepuak.


Heboh Lagi Jelang Imlek & Ramadan! “Video Teh Pucuk” Ramai Dicari, Warganet Diminta Waspada Link Palsu

Heboh Lagi Jelang Imlek & Ramadan! “Video Teh Pucuk” Ramai Dicari, Warganet Diminta Waspada Link Palsu
Heboh Lagi Jelang Imlek & Ramadan! “Video Teh Pucuk” Ramai Dicari, Warganet Diminta Waspada Link Palsu.

Menjelang Imlek dan Ramadan 2026, jagat media sosial Indonesia kembali diramaikan dengan kata kunci “Video Teh Pucuk”. Di Google, pencariannya naik. Di TikTok dan X, link-nya berseliweran. Judulnya bikin penasaran: “1 menit 50 detik”, “versi lengkap 17 menit”, sampai embel-embel kata “viral”.

Tapi setelah diklik? Banyak yang mengaku zonk.

Alih-alih menemukan video seperti yang dijanjikan, pengguna malah diarahkan ke situs aneh, halaman penuh iklan, bahkan login palsu yang minta email dan password. Di sinilah masalahnya mulai serius.

Kok Bisa Viral Lagi?

Setiap mau Imlek dan Ramadan, aktivitas online memang meningkat. Orang lebih sering scroll, lebih aktif komentar, dan lebih gampang terpancing konten yang bikin penasaran.

Nah, “Video Teh Pucuk” ini mainnya di rasa penasaran itu. Biasanya cuma menampilkan gambar botol minuman dengan caption ambigu, seolah ada “sesuatu” yang disembunyikan. Nggak jelas, tapi cukup bikin orang mikir, “Eh, ini apaan sih?”

Begitu banyak yang komentar “mana linknya?” atau share ke teman, algoritma langsung nangkep itu sebagai konten menarik. Akhirnya makin tersebar luas. Efek bola salju.

Link-nya Ternyata Jebakan

Kalau diperhatikan, link yang beredar biasanya pakai pemendek URL. Jadi alamat aslinya nggak kelihatan. Setelah diklik, kamu bisa diarahkan ke:

  • Situs judi online

  • Halaman dengan pop-up iklan bertubi-tubi

  • Video random yang nggak nyambung

  • Form login palsu mirip akun media sosial

Yang lebih bikin deg-degan, ada juga notifikasi palsu kayak, “HP Anda terkena virus” atau “Anda menang hadiah jutaan rupiah.” Panik? Itu memang tujuannya.

Begitu kamu masukkan email dan password, data bisa langsung diambil. Dalam hitungan menit, akun bisa dibajak. Dan biasanya, akun yang sudah diambil alih dipakai lagi buat nyebarin link serupa atau bahkan nipu kontak terdekat.

Kebayang kan kalau tiba-tiba teman kamu dapat chat pinjam uang atas nama kamu?

Jangan Cuma Klik, Pikir Dulu

Sampai sekarang, belum ada bukti valid soal keberadaan video asli yang katanya viral itu. Mayoritas cuma konten daur ulang atau rekayasa buat mancing klik.

Masalahnya, banyak yang masih menganggap “ah cuma klik doang”. Padahal satu klik bisa jadi pintu masuk ke pencurian data.

Secara hukum juga nggak bisa dianggap sepele. Kalau link yang dibagikan mengarah ke konten ilegal, penyebarnya bisa ikut kena imbas. Jadi bukan cuma soal penasaran, tapi juga soal tanggung jawab digital.

Kalau Sudah Terlanjur Klik, Tenang Dulu

Sudah keburu klik? Jangan panik. Lakukan ini:

  • Putuskan koneksi internet dulu.

  • Hapus cache dan cookies di browser.

  • Scan pakai antivirus.

  • Ganti semua password, apalagi kalau sempat login.

  • Aktifkan verifikasi dua langkah (2FA).

  • Cek aplikasi yang terpasang di HP.

Langkah cepat bisa mencegah kerugian lebih besar.

Makin Viral, Makin Harus Waspada

Fenomena “Video Teh Pucuk” ini jadi pengingat penting: makin heboh judulnya, makin misterius narasinya, justru harus makin hati-hati.

Di era algoritma, yang paling gampang dieksploitasi itu rasa penasaran kita sendiri. Hari ini temanya “Video Teh Pucuk”, besok bisa ganti nama lain yang lagi trending.

Jelang Imlek dan Ramadan, yuk lebih bijak bermedia sosial. Jangan gampang kepancing judul viral. Ingat, data pribadi dan keamanan akun kamu jauh lebih berharga daripada rasa penasaran sesaat.

Scroll boleh, penasaran wajar. Tapi tetap cerdas sebelum klik.

Refensi:

Godaddysites


14 Februari 2026

PWI Sekadau Gelar Syukuran HPN 2026: Fokus pada Literasi Digital dan AI

Foto: Ketua PWI Sekadau, Dina Mariana memberikan kue ulang tahun kepada Kepala Dinas Kominfo Sekadau, Matius Jon 


SEKADAU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sekadau dan organisasi wartawan lokal menggelar Syukuran Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Lupung Coffee, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini juga diisi dengan Sosialisasi Bahaya dan Peluang Artificial Intelligence (AI) dengan tema "Adaptif dan Kritis di Era AI".


Bupati Sekadau, melalui Kepala Diskominfo, Matius Jon, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 


"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami juga mengucapkan selamat Hari Pers Nasional," ujarnya.


Kapolres Sekadau, AKBP Andhika Wiratama, diwakili Kasi Humas AKP Triyono, mengatakan pers memiliki peran strategis dalam mendukung tugas kepolisian. "Pers adalah mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami mengapresiasi kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik, terutama dalam menjaga kamtibmas," ucapnya.


Ketua PWI Kalbar, Kundori, menegaskan HPN 2026 merupakan momentum refleksi bagi seluruh insan pers untuk meneguhkan komitmen terhadap profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab sosial dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. 


"HPN bukan hanya perayaan, tetapi momentum refleksi. Pers harus terus menjaga profesionalisme dan integritas di tengah berbagai tantangan zaman," tegasnya.


Ketua PWI Kabupaten Sekadau, Dina Mariana, mengatakan pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga melakukan kontrol sosial, serta menjaga nurani publik. 


"AI membuka kesempatan besar bagi dunia jurnalistik dan berbagai sektor untuk meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan informasi, serta inovasi. Namun, di sisi lain AI juga membawa potensi bahaya, seperti hoaks, disinformasi, pelanggaran privasi, hingga ancaman terhadap etika dan norma," ucap Dina.


Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital, khususnya di kalangan pelajar. 


"Mari kita gunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab," pesannya. 


Ketua IWAS, Krisantus, menambahkan bahwa pers di Sekadau terus mengupayakan tercapainya kemajuan bangsa lewat pemanfaat AI secara bijak oleh generasi muda. 


Peresmian Kantor SALUT Sanggau Sekayam: Perluas Layanan UT hingga Perbatasan

Foto: Peresmian Kantor Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Sanggau Sekayam


SANGGAU - Kantor Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Sanggau Sekayam resmi diresmikan pada 14 Februari 2026 oleh Direktur Universitas Terbuka (UT) Pontianak, Dr. Romi Siswanto. Peresmian tersebut dilaksanakan di Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau.


Kepala SALUT Kabupaten Sekadau, Abang Mohd Firman, M.Pd, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dalam pelaksanaan program prioritas, yakni sosialisasi dan promosi UT ke berbagai daerah di Kabupaten Sanggau, khususnya wilayah lintas Malindo (Malaysia-Indonesia). Ia juga menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan bagi mahasiswa UT yang berada di Kabupaten Sanggau.


"Kepercayaan ini menjadi amanah bagi kami untuk lebih maksimal memperkenalkan UT hingga ke daerah-daerah, terutama kawasan perbatasan, serta memastikan mahasiswa mendapatkan layanan yang optimal," ujarnya.


Direktur UT Pontianak, Dr. Romi Siswanto, menyampaikan bahwa secara geografis Kabupaten Sanggau memiliki wilayah yang sangat luas dengan jumlah penduduk yang besar dan potensial. Kondisi tersebut memerlukan mitra strategis yang mampu menjalankan program prioritas UT Pontianak agar semakin dikenal hingga ke pelosok.


"Dengan luas wilayah dan potensi jumlah penduduk yang besar, ini menjadi peluang yang harus dimaksimalkan. Kehadiran SALUT Sanggau Sekayam diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan dan mempermudah akses mahasiswa maupun calon mahasiswa, khususnya di kawasan lintas Malindo," jelasnya.


Peresmian kantor ini diharapkan menjadi momentum penguatan akses pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Kabupaten Sanggau serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan.


Pasang Iklan

Hukum

Pemprov Kalbar

Pemda