Berita Indokalbar.com: Kalbar -->
Tampilkan postingan dengan label Kalbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalbar. Tampilkan semua postingan

21 Januari 2026

Bupati Sintang Berpesan kepada Jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD

Foto: Bupati Sintang saat menghadiri pisah sambut Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang di Aula dr. Mochtar Moeluk Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Rabu (21/1/2026)


SINTANG - Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengingatkan jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD AM Djoen Sintang untuk menjaga, memperkuat, dan memperbaiki komunikasi baik di internal maupun eksternal, serta ke atas dan ke bawah. Pesan tersebut disampaikan Bupati Sintang saat menghadiri pisah sambut Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang di Aula dr. Mochtar Moeluk Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang pada Rabu, 21 Januari 2026.


"Saya berterima kasih atas pengabdian jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD yang selama ini sudah melayani masyarakat," kata Bupati Sintang. 


Ia juga meminta jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD untuk kompak, saling membantu demi masyarakat, serta menjaga komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan.


Bupati Sintang juga meminta jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD untuk mencari sumber pendanaan dari pemerintah pusat jika memungkinkan. 


"Karena dana kita terbatas akibat pengurangan transfer keuangan daerah, maka kita harus mencari alternatif lain," ujarnya.


Bupati Sintang juga berpesan agar jajaran Dinas Kesehatan, RSUD, dan Puskesmas untuk berinovasi dalam memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. 


"Berikan layanan terbaik untuk masyarakat," pesan Bupati Sintang. 


Ia berharap dengan kerja sama dan komunikasi yang baik, jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.


Polres Sekadau Peringati Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW

Foto: Polres Sekadau Peringati Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW


SEKADAU - Polres Sekadau memperingati Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah di Masjid Ar Rahmat Polres Sekadau, Jalan Merdeka Timur, Rabu (21/1/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu dihadiri Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama, S.H., S.I.K., M.H., M.A., Wakapolres Kompol Samsul Bakri, S.H., M.H., pejabat utama Polres Sekadau, Ketua Bhayangkari Cabang Sekadau Ny. Esty Andhika, Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Vonny Samsul, pengurus Bhayangkari, serta personel Polres Sekadau.


Peringatan Isra Miraj tahun ini mengangkat tema "Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW Memperteguh Keamanan dan Ketaqwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial." Dalam sambutannya, AKBP Andhika menuturkan bahwa peristiwa Isra Miraj memiliki makna penting bagi pelaksanaan tugas Polri, terutama melalui perintah sholat sebagai fondasi utama keimanan.


"Sebagai personel Polri dengan kewenangan yang besar, menjaga sholat menjadi pondasi agar kita bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan tidak menyalahgunakan kewenangan," kata AKBP Andhika. 


Ia juga menyoroti nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang terkandung dalam tema peringatan. Menurutnya, nilai tersebut relevan dengan kondisi saat ini, di mana sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tengah dilanda musibah.


AKBP Andhika berharap peringatan Isra Miraj tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat keimanan, integritas, serta semangat pengabdian personel Polri kepada masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustad Imron. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya sholat sebagai pilar pembentuk pribadi yang disiplin, amanah, dan berakhlak baik, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.


Basarang–Kapuas Barat Survei Penegasan Batas Desa

Foto: Basarang–Kapuas Barat Survei Penegasan Batas Desa


KUALA KAPUAS - Pemerintah Kecamatan Basarang bersama Kecamatan Kapuas Barat menggelar survei lapangan penegasan batas administrasi desa, Selasa (20/1/2025).


Kegiatan ini menindaklanjuti surat Camat Basarang terkait permohonan penjadwalan penegasan dan penetapan batas desa. Survei dibuka Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kapuas, Romulus, didampingi Kabag Tata Pemerintahan Setda Kapuas, Fakhruransi.


Turut hadir Camat Basarang Nurcahyono, Camat Kapuas Barat Riza Fahlevi, unsur Forkopimcam, perwakilan DPMD Kapuas, kepala desa, BPD, Damang, serta tokoh masyarakat.


Desa yang terlibat yakni Desa Naning dan Batu Nindan (Basarang) serta Desa Maju Bersama (Kapuas Barat). Penegasan batas difokuskan pada segmen antara ketiga desa tersebut.


Survei lapangan merujuk pada sejumlah berita acara penegasan dan pelacakan batas wilayah yang telah disepakati sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan memperjelas batas administrasi desa guna mendukung tertib pemerintahan dan mencegah sengketa wilayah.


Romulus menegaskan penetapan batas telah melalui proses panjang dan berdasarkan kesepakatan bersama. Ia mengimbau masyarakat tetap menjaga kondusivitas dan menunggu hasil survei lapangan. (Fajar)


20 Januari 2026

Pemkab Kubu Raya siaga darurat kebakaran hutan dan lahan


Pontianak - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) menyatakan kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di tengah anomali iklim yang semakin tidak menentu.

"Karhutla ini menjadi atensi utama. Cuaca kemarau tidak perlu menunggu lama, seminggu saja sudah bisa muncul hotspot dan titik-titik api," kata Bupati Kubu Raya Sujiwo saat bertindak sebagai pembina Apel Kesiapsiagaan Karhutla di halaman Kantor Bupati Kubu Raya di Sungai Raya, Selasa.

Apel tersebut digelar sebagai tindak lanjut penetapan status siaga darurat karhutla yang telah diberlakukan sejak 14 Januari 2026.

Apel kesiapsiagaan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta sejumlah elemen terkait lainnya.

Sujiwo menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, bahwa ancaman bencana akibat perubahan dan anomali iklim kini semakin sering terjadi.

Ia menyebut Kabupaten Kubu Raya memiliki tiga potensi bencana utama yang harus diantisipasi secara serius, yakni kebakaran hutan dan lahan, banjir, serta angin puting beliung.

Menurut Sujiwo, karhutla memiliki dampak serius karena berkaitan langsung dengan keberadaan objek vital nasional, yakni Bandara Internasional Supadio. Kabut asap akibat kebakaran lahan dapat mengganggu jarak pandang penerbangan, baik pesawat komersial maupun militer, sehingga berimplikasi langsung terhadap mobilitas dan perekonomian daerah.

"Dampak kabut asap juga menyentuh sektor pendidikan dan kesehatan. Sekolah terpaksa diliburkan dan penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (Ispa) kerap meningkat saat kualitas udara memburuk," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang selama ini aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Ia menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung operasional penanganan di lapangan.

"Saya tegaskan, tidak boleh ada petugas yang telantar saat bertugas. Pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap makan, minum, bahan bakar minyak (BBM), dan kebutuhan lainnya. Bahkan, saya secara pribadi siap mem-back up," kata dia.

Ia meminta Kepala BPBD Kabupaten Kubu Raya untuk mengoordinasikan seluruh dukungan serta memastikan penanganan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan TNI-Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, MPA, camat, hingga kepala desa.

"Dengan kolaborasi yang solid dan kesiapsiagaan sejak dini, potensi karhutla di Kabupaten Kubu Raya dapat dikendalikan. Kalau kita bergerak bersama, insya Allah kebakaran hutan dan lahan lebih mudah kita jinakkan dan antisipasi," katanya.

Selain karhutla, Sujiwo juga menyinggung potensi bencana banjir yang mengancam saat curah hujan tinggi, khususnya di wilayah dataran rendah. Namun, upaya normalisasi drainase yang dilakukan secara masif dalam setahun terakhir dinilai mampu menekan risiko banjir, kecuali banjir rob yang dipengaruhi oleh kenaikan permukaan air laut.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA

Pemkot Singkawang prioritaskan pembangunan jalan dorong pertumbuhan


Kota Singkawang - Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, memprioritaskan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Singkawang dalam mendukung pembangunan daerah,” kata Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin saat meninjau pembangunan Jalan Gambir di Kelurahan Mayasopa Kecamatan Singkawang Timur, Senin.

Wakil Wali Kota memastikan progres pembangunan jalan berjalan sesuai dengan rencana dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Ia menjelaskan pembangunan Jalan Gambir diharapkan meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga di wilayah tersebut.

“Pembangunan jalan ini penting untuk meningkatkan akses masyarakat dan memperlancar pergerakan orang maupun barang, sehingga berdampak positif terhadap perekonomian daerah,” ujarnya.

Muhammadin juga meminta Dinas PUPR Kota Singkawang memastikan seluruh tahapan pembangunan dilaksanakan dengan kualitas yang baik dan sesuai standar yang berlaku.

“Kita tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga harus memastikan kualitasnya agar jalan ini dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat infrastruktur jalan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Jalan ini adalah aset bersama. Mari kita jaga dan rawat agar dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Singkawang untuk memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Oleh : Narwati/ANTARA

Gawai Adat Dayak ke-3 Kota Pontianak Siap Digelar

Foto: Pengurus DAD Kota Pontianak 


PONTIANAK - Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat memastikan pelaksanaan Gawai Adat Dayak atau Gawai Naik Dango ke-3 Kota Pontianak akan digelar pada 20 hingga 26 April 2026. Kegiatan budaya tahunan ini diharapkan berlangsung lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan menjadi ruang pelestarian adat serta budaya Dayak di ibu kota Provinsi Kalimantan Barat.


Ketua Umum Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Cornelius Kimha, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Gawai Naik Dango Kota Pontianak telah berjalan selama tiga tahun dan terus mengalami perkembangan positif. 


Pada tahun 2026 mendatang, panitia menargetkan penyelenggaraan yang lebih meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. 


"Gawai Adat Dayak Kota Pontianak yang ketiga ini mengangkat tema Ngampar Uma, Ngarak Padi: Menjaga Kearifan Leluhur Dalam Perubahan Zaman," ujar Cornelius Kimha.


Rangkaian kegiatan akan diawali dengan pelaksanaan upacara adat. Selanjutnya, akan digelar arak-arakan budaya yang melibatkan berbagai etnis yang ada di Kota Pontianak sebagai wujud kebersamaan dan keberagaman. Puncak acara ditandai dengan pembukaan resmi Gawai, yang kemudian diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya Dayak.


Cornelius juga mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat adat Dayak di Kota Pontianak dan sekitarnya, untuk hadir dan berpartisipasi dalam memeriahkan Gawai Naik Dango 3 tersebut. 


"Mari kita ramaikan bersama kegiatan ini sebagai upaya mengembangkan serta melestarikan seni dan budaya Dayak di Kota Pontianak," pungkasnya. (**)


19 Januari 2026

Kalbar dukung peningkatan kualitas pendidikan di pondok pesantren


Pontianak - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) mendukung peningkatan kualitas pendidikan di pondok pesantren sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia dan pembangunan karakter generasi muda.

"Pendidikan adalah modal hidup yang tidak akan lekang dan habis ditelan masa. Sepanjang hayat manusia, pendidikan menjadi modal dasar utama," kata Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan saat menghadiri Wisuda Santri Pondok Pesantren Miftahul Khairatdi Pontianak, Senin.

Menurut Krisantus, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Oleh karena itu, pemerintah daerah memandang penting penguatan kualitas pendidikan berbasis keagamaan.

"Di tengah perubahan zaman yang cepat, pondok pesantren harus terus didorong untuk meningkatkan mutu pendidikan agar mampu melahirkan generasi yang adaptif, berdaya saing, dan berakhlak," ujarnya.

Krisantus menegaskan investasi di bidang pendidikan, termasuk pendidikan pesantren, merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya sangat menentukan masa depan daerah.

"Tidak ada orang tua yang bisa memastikan kondisi anak 10 atau 20 tahun ke depan. Namun melalui pendidikan yang berkualitas, kita menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi mereka," katanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Krisantus turut melakukan peletakan batu pertama pembangunan lokal baru Pondok Pesantren Miftahul Khairat 2. Pembangunan tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana dan prasarana pendidikan pesantren agar proses belajar mengajar semakin optimal.

Ia juga memotivasi para santri agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan latar belakang berasal dari desa terpencil di Kabupaten Sintang, Krisantus menegaskan bahwa pendidikan mampu membuka jalan kesuksesan bagi siapa pun.

"Dengan pendidikan dan kemauan yang kuat, siapa pun bisa maju dan berkontribusi bagi daerah," tuturnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khairat Kyai H. Sarmawi Abdul Aziz mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur Kalbar yang dinilainya sebagai bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap penguatan pendidikan pesantren.

Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat mendorong percepatan pembangunan fasilitas pendidikan, seperti asrama, masjid, dan ruang belajar, yang saat ini progresnya telah mencapai sekitar 60 persen.

"Sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia Kalimantan Barat yang beriman, berilmu, dan berdaya saing," katanya.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA

18 Januari 2026

Polres Kubu Raya kerahkan personel padamkan Karhutla di dua kecamatan


Pontianak - Polres Kubu Raya mengerahkan personel untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Kubu Raya, menyusul munculnya titik api di Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Sungai Kakap.

"Penanganan karhutla menjadi prioritas utama kami karena dampaknya sangat luas terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan. Personel kami kerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan secara maksimal," kata Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade di Sungai Raya, Minggu.

Ade mengatakan, pengerahan personel dilakukan sebagai respons cepat atas meningkatnya potensi karhutla seiring peralihan musim dari penghujan ke kemarau.

Di Kecamatan Sungai Raya, kebakaran terjadi di Jalan Sultan Agung, Desa Kuala Dua. Api menghanguskan lahan kosong seluas sekitar dua hektare. Situasi sempat mengkhawatirkan karena lokasi kebakaran hanya berjarak sekitar 70 meter dari permukiman warga.

Sementara itu, di Kecamatan Sungai Kakap, titik api terdeteksi di Desa Punggur Kecil dengan luas lahan terbakar sekitar 1,5 hektare. Kedua lokasi merupakan lahan gambut yang rawan karena api dapat merambat ke bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan.

Dalam operasi pemadaman, Polres Kubu Raya bersinergi dengan Direktorat Samapta Polda Kalbar, BNPB, TNI, Pemadam Kebakaran Kubu Raya, serta unsur terkait lainnya. Tim gabungan dikerahkan untuk mencegah kebakaran meluas dan menekan potensi kabut asap.

Selain pemadaman, Polres Kubu Raya juga meningkatkan patroli di titik-titik rawan karhutla, terutama di kawasan gambut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak muncul titik api baru yang dapat membahayakan masyarakat.

"Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika melihat asap atau titik api," tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, personel gabungan masih melakukan pendinginan untuk memastikan bara api di lapisan gambut benar-benar padam dan tidak memicu kebakaran susulan. Penyebab kebakaran di dua lokasi tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA

Sekda Kapuas Hadiri Pernikahan Putri Pertama Bupati Kapuas

Foto: Sekda Kapuas Hadiri Pernikahan Putri Pertama Bupati Kapuas


KUALA KAPUAS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Dr. Usis I Sangkai, S.Hut., M.Si., menghadiri acara pernikahan putri pertama Bupati Kapuas, H. Muhammad Wiyatno, SP, yang digelar di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kapuas, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Minggu (18/1/2026).


Putri pertama Bupati Kapuas, Gayatri Putri Sholeha, S.Ked, resmi dipersunting oleh Teguh Aria Pratama, S.H., M.H., dalam suasana khidmat dan penuh kebahagiaan. Acara pernikahan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat Pemkab Kapuas, tokoh masyarakat, serta kerabat kedua mempelai.


Sekda Kapuas Dr. Usis I Sangkai menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa kepada kedua mempelai agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Ia juga berharap pernikahan tersebut membawa keberkahan bagi kedua keluarga besar.


“Semoga kedua mempelai selalu diberikan kebahagiaan, keharmonisan, serta mampu membangun rumah tangga yang penuh cinta dan saling pengertian,” ujar Sekda.


Rangkaian acara berlangsung lancar dan tertib, dengan tetap menjunjung tinggi adat serta nilai-nilai kekeluargaan yang kental. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai perhelatan pernikahan putri orang nomor satu di Kabupaten Kapuas tersebut. (Fajar)


17 Januari 2026

Anak Laki-Laki 11 Tahun Tenggelam di Sungai Kapuas

Foto: Polisi lakukan pencarian dititik diduga tempat korban tenggelam 


SEKADAU - Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Kapuas, tepatnya di wilayah Kampung Rojok, Dusun Teribang, Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Sabtu (17/1/2026).


Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas Polres Sekadau AKP Triyono menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu korban bersama dua rekannya sedang mandi dan bermain di sungai, di sekitar jamban milik salah seorang warga. 


"Ketiganya mandi sambil berenang. Namun selang beberapa waktu, korban tidak terlihat muncul ke permukaan," jelas AKP Triyono.


Melihat korban tidak timbul, dua rekan korban segera meminta bantuan kepada warga sekitar. Warga kemudian melakukan pencarian dan berhasil menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban selanjutnya dievakuasi ke atas jamban dan langsung dibawa ke RSUD Sekadau untuk mendapatkan penanganan medis.


"Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia," ungkapnya. 


Dari hasil keterangan sementara, diduga tangan korban tersangkut pada tali bekas yang berada di bawah jamban, sehingga korban kesulitan melepaskan diri dan akhirnya tenggelam.


Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan visum maupun autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. 


"Atas kejadian ini, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Semoga diberikan kekuatan dan ketabahan," tutup AKP Triyono.


Warga tolak rencana kawasan transmigrasi di Dusun Nibung Bengkayang


Bengkayang - Warga Dusun Nibung, Desa Sahan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), menggelar aksi pernyataan sikap menolak rencana penetapan kawasan transmigrasi di wilayah mereka.

Aksi tersebut dilakukan pada Jumat dengan membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan warga di pintu masuk gerbang perbatasan Dusun Nibung, sebagai bentuk penolakan terhadap hasil evaluasi lahan transmigrasi yang dinilai dilakukan tanpa melibatkan masyarakat setempat.

Kepala Dusun Nibung Bernadus Awat menilai rencana penetapan wilayah Dusun Nibung sebagai kawasan transmigrasi dilakukan secara sepihak tanpa melalui proses izin, sosialisasi, maupun persetujuan masyarakat.

"Penolakan ini muncul setelah adanya kehadiran tim evaluasi pelaksana penyelesaian permasalahan lahan transmigrasi Paket A di wilayah kami," ujarnya.

Berdasarkan surat Bupati Bengkayang Nomor 500.18/KOUKMTRTK tertanggal 6 Januari 2026 Tentang Pelaksanaan Program Transmigrasi, disebutkan bahwa terdapat Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Tingkat I Nomor 033 Tahun 1978 tanggal 6 Maret 1978 tentang pencadangan area tanah untuk penempatan transmigrasi seluas 1.320 hektare.

Namun demikian warga Dusun Nibung menilai dasar hukum tersebut tidak serta-merta dapat diterapkan tanpa memperhatikan kondisi sosial, keberadaan masyarakat lokal, serta hak-hak pengelolaan lahan yang selama ini telah dimanfaatkan warga.

Dia mengatakan masyarakat telah menyampaikan penolakan sejak awal saat tim evaluasi datang ke wilayah mereka, namun penolakan tersebut tidak diindahkan.

“Masyarakat sudah menyampaikan penolakan ketika tim evaluasi datang ke Dusun Nibung, tetapi tetap dilanjutkan tanpa ada kesepakatan bersama,” kata Bernadus.

Ia menambahkan aksi pernyataan sikap dilakukan secara damai dengan mengedepankan kearifan lokal, dimana warga mengenakan busana adat sebagai simbol identitas dan bentuk penegasan hak atas wilayah mereka.

Melalui aksi tersebut, warga Dusun Nibung mendesak pemerintah daerah Kabupaten Bengkayang serta instansi terkait untuk membatalkan hasil evaluasi lahan transmigrasi di wilayah mereka dan membuka ruang dialog yang melibatkan masyarakat secara menyeluruh.

"Kita harap pemerintah dapat memperhatikan dan mempertimbangkan warga," ucap  Bernadus Awat.

Oleh : Narwati/ANTARA

Polres Sekadau Ungkap Kasus Narkotika

Foto: Tersangka beserta barang bukti narkoba


SEKADAU - Polres Sekadau mengungkap kasus tindak pidana narkotika pertama di wilayahnya sepanjang tahun 2026. Pengungkapan dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) pada Selasa (13/1/2026) dini hari di Kecamatan Sekadau Hilir.


Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono mengatakan, petugas mengamankan seorang laki-laki berinisial N (29) warga Kabupaten Sintang, di sebuah rumah kos di Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, setelah melalui proses penyelidikan. 


"Petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika," kata AKP Triyono.


Barang bukti yang diamankan antara lain sabu dengan berat bruto 26,79 gram, ekstasi sebanyak 10 butir dengan berat bruto 4,55 gram, serta ganja dengan berat bruto 15,56 gram. Selain itu, petugas juga mengamankan alat timbang digital dan satu unit handphone.


Hasil tes urine menunjukkan bahwa yang bersangkutan positif narkotika. Dari keterangan awal, barang-barang tersebut diduga akan diedarkan di wilayah Kabupaten Sekadau. Saat ini, terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Sekadau untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.


Terduga pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


AKP Triyono mengimbau masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian jika mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. 


"Ini bagian dari upaya bersama untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkoba," pungkasnya.


16 Januari 2026

Sekda Kapuas Ucapkan Selamat Isra Mi'raj

Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Dr Usis I Sangkai, S.Hut., beserta Istri 


KUALA KAPUAS - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Dr Usis I Sangkai, S.Hut., mengucapkan selamat memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah yang bertepatan dengan 16 Januari 2026.


Ia berharap peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Menurutnya, peristiwa Isra Mi'raj mengandung makna yang sangat mendalam, khususnya terkait perintah salat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan penuh keikhlasan.


"Melalui peringatan Isra Mi'raj ini, saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari," ujar Usis.


Ia juga berharap semangat Isra Mi'raj dapat menjadi inspirasi dalam meningkatkan kinerja aparatur pemerintah daerah agar semakin profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 


"Semoga dengan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, kita semua dapat mewujudkan Kapuas yang religius, harmonis, dan semakin maju," pungkasnya. (Fajar)


Dinas PUPR Kapuas Komitmen Dukung Program Pembangunan Bupati

Foto: Potret pembangunan infrastruktur wilayah perkotaan di kabupaten kapuas, kalimanatan tengah 


KUALA KAPUAS - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kapuas, H Hargatin., ST, MT, menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh program pembangunan yang dicanangkan Bupati Kapuas, H Muhammad Wiyatno, SP.


Menurut H Hargatin, pembangunan infrastruktur khususnya di wilayah perkotaan Kuala Kapuas terus menjadi perhatian utama Dinas PUPR. Sejumlah ruas jalan di dalam kota telah diperindah dan ditingkatkan kualitasnya sehingga kini lebih mulus dan nyaman dilalui masyarakat. Selain peningkatan jalan, Dinas PUPR juga melakukan penataan kota dengan pemasangan serta perbaikan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik perkotaan, guna mendukung keindahan kota sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga.


"Kami di Dinas PUPR sangat siap membantu dan menyukseskan program Bupati Kapuas, khususnya dalam pembangunan infrastruktur," ujar H Hargatin saat berbincang dengan media ini, Jumat (16/1/2026).


Ia menambahkan, pada tahun 2026 ini Dinas PUPR Kabupaten Kapuas tidak hanya fokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga akan menggenjot pembangunan infrastruktur di daerah pelosok. 


"Ke depan, kami akan berupaya membangun infrastruktur hingga ke pelosok-pelosok Kabupaten Kapuas, agar pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat," tegasnya.


H Hargatin menegaskan, komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas PUPR Kabupaten Kapuas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (Fajar)


15 Januari 2026

Pemadam Kebakaran Kalbar Bentuk Asosiasi untuk Perkuat Solidaritas dan Edukasi

Foto: Pemadam Kebakaran Kalbar Bentuk Asosiasi


PONTIANAK - Sejumlah pemadam kebakaran di Kalimantan Barat menggelar pertemuan untuk membentuk Asosiasi Pemadam Kebakaran Kalimantan Barat sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat solidaritas dalam menjalankan misi sosial dan kemanusiaan. Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu (14/1/2026) di Cafe Panglima, Jalan Panglima Aim, Kota Pontianak.


Penggagas pembentukan asosiasi, Ronny Kasimin, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Pemadam Kebakaran Parit Baru, Kabupaten Kubu Raya, mengatakan bahwa asosiasi ini dibentuk sebagai wadah bagi pemadam kebakaran dalam memberikan edukasi kepada relawan serta meningkatkan kapasitas dan peran mereka di tengah masyarakat. 


"Tujuan utama pembentukan asosiasi ini adalah memperkuat edukasi serta meningkatkan kemampuan para relawan pemadam kebakaran," ujar Ronny.


Menurutnya, pelatihan bagi relawan menjadi hal penting guna meningkatkan keterampilan dalam penanggulangan kebakaran, kegiatan penyelamatan, serta penanganan bencana daerah. Dengan kemampuan yang memadai, relawan diharapkan mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat.


Selain itu, asosiasi ini juga diharapkan dapat menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah maupun pihak swasta, khususnya dalam upaya mitigasi kebakaran. Langkah tersebut sejalan dengan landasan hukum yang tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 364.1-306 Tahun 2020 tentang pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) sebagai garda terdepan penanggulangan kebakaran di masyarakat.


"Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana serta perlengkapan pemadam kebakaran juga harus mendapat perhatian serius," pungkasnya. (Ms)


Wali Kota Pontianak minta percepatan belanja modal sejak awal tahun


Pontianak - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta seluruh organisasi perangkat daerah mempercepat pelaksanaan belanja modal sejak awal tahun 2026 agar kualitas pekerjaan tetap terjaga dan tidak terkendala faktor cuaca maupun kondisi pasang air.

"Saya sudah perintahkan agar belanja modal mulai dilaksanakan sejak Januari dan Februari. Ini penting supaya pekerjaan tidak terlambat, kualitasnya terjaga, dan tidak terganggu musim hujan atau air pasang,” kata Edi saat penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 bersama para kepala OPD di Ruang Kerja Wali Kota Pontianak, Selasa (13/1).

Ia menjelaskan perjanjian kinerja merupakan kesepakatan pelaksanaan seluruh program dan kegiatan tahun 2026 yang telah dirumuskan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

Dokumen tersebut menjadi dasar pengukuran kinerja kepala perangkat daerah dalam mewujudkan target pembangunan Kota Pontianak.

Selain percepatan fisik, Edi juga menekankan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ia meminta OPD lebih peka terhadap persoalan masyarakat di lapangan serta mendorong lahirnya inovasi untuk mempercepat dan mempermudah layanan.

"Kinerja birokrasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan hanya bekerja secara administratif, tetapi hadir menjawab persoalan publik," katanya.

Pada kesempatan itu, Edi memaparkan hasil evaluasi penyerapan anggaran tahun 2025 yang secara umum mencapai sekitar 93 persen.

Namun, ia mengakui masih terdapat OPD dengan belanja modal besar yang penyerapannya belum optimal, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Pendidikan.

Menurut ia, keterlambatan tersebut antara lain disebabkan proses lelang yang baru dimulai pada pertengahan tahun serta kendala teknis di lapangan.

Dibandingkan tahun 2024, tingkat penyerapan tahun 2025 juga mengalami selisih sekitar 0,7 persen akibat keterlambatan memulai pekerjaan.

"Sisa lebih pembiayaan anggaran atau silpa terjadi karena beberapa faktor, seperti penghematan, pendapatan yang melebihi target, serta sisa dana lelang," kata Edi.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi, kecepatan, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Pekerjaan yang berlarut-larut akan membuat manfaat pembangunan terlambat dirasakan masyarakat.

"Yang paling penting itu cepat, transparan, dan peduli dengan lingkungan di mana kegiatan dilaksanakan," katanya.

Edi menambahkan perjanjian kinerja merupakan amanat regulasi nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 89 Tahun 2021 dan Permen PANRB Nomor 53 Tahun 2014.

Seluruh indikator kinerja utama  yang ditetapkan harus selaras dengan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Pontianak 2025–2029 dan rencana strategis masing-masing OPD.

Ia juga menekankan pentingnya distribusi kinerja hingga ke level individu aparatur sipil negara (ASN), sejalan dengan Peraturan Wali Kota Pontianak Nomor 43 Tahun 2024 tentang mekanisme kerja ASN pasca penyederhanaan birokrasi.

"Kinerja organisasi tidak akan tercapai jika tidak ditopang kinerja individu yang jelas dan terukur," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Bebby Nailufa mengingatkan pentingnya OPD bersikap lebih reaktif dan inovatif dalam merespons persoalan publik.

Ia menilai pola kerja yang hanya bersifat rutinitas sudah tidak lagi memadai di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi.

Menurut Bebby, lemahnya perencanaan dan pengelolaan data masih menjadi persoalan di sejumlah OPD sehingga berdampak pada lambatnya respons terhadap masalah di lapangan.

"OPD tidak cukup hanya menjalankan program, tetapi harus mampu membaca persoalan dan bergerak cepat," katanya.

Ia menambahkan pengawasan terhadap kinerja OPD kini tidak hanya dilakukan DPRD, tetapi juga masyarakat melalui media sosial.

Kondisi itu, menurutnya, harus menjadi pemicu bagi perangkat daerah untuk lebih terbuka, adaptif, dan responsif dalam memberikan pelayanan publik.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA

Pasang Iklan

Hukum

Pemprov Kalbar

Pemda