Ria Norsan Minta Program Makan Bergizi Gratis Diawasi Ketat dan Tepat Sasaran
![]() |
| Gubernur Ria Norsan lakuan koordinasi bersama Koordinator BGN Regional Kalbar, Agus Kurniawi beserta jajaran, di Aula Pendopo Gubernur. |
Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengajak seluruh leading sector di Kalbar terus mematangkan persiapan dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan optimal, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Ria Norsan saat memimpin pertemuan koordinasi bersama Koordinator BGN Regional Kalbar, Agus Kurniawi, beserta jajaran di Aula Pendopo Gubernur Kalbar, Senin (11/5/2026).
Dalam rapat tersebut, Gubernur menekankan pentingnya validasi data dan pengawasan ketat di lapangan guna mengantisipasi berbagai persoalan, termasuk isu negatif yang berkembang di media sosial terkait pelaksanaan program MBG.
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah adanya perbedaan data administratif dengan kondisi riil penerima manfaat di lapangan. Sebagai Ketua Satgas, Ria Norsan meminta distribusi makanan dilakukan secara merata dan berbasis data yang akurat.
“Jangan sampai terjadi kelebihan pasokan di dapur sementara penerima manfaatnya tidak ada. Semua harus terdata secara real-time,” tegasnya.
Menurutnya, pengawasan yang baik sangat penting agar program nasional tersebut berjalan transparan dan tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat.
Menanggapi berbagai isu yang berkembang di media sosial terkait potensi penyimpangan maupun dugaan korupsi dalam program MBG, Pemerintah Provinsi Kalbar mengambil langkah preventif dengan meminta seluruh Koordinator Wilayah melakukan pengawasan ketat terhadap operasional dapur umum.
Ria Norsan menjelaskan, pengawasan difokuskan pada sejumlah aspek penting mulai dari kebersihan dan sanitasi dapur, kualitas gizi makanan, hingga keamanan operasional di lapangan.
“Pengawasan ini penting agar program berjalan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa standar higienitas dalam proses memasak harus dijaga dengan baik demi memastikan makanan yang disalurkan aman dikonsumsi, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil sebagai penerima manfaat utama program.
Selain itu, kandungan nutrisi makanan juga harus benar-benar diperhatikan agar sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.
Untuk menjaga kondusivitas pelaksanaan program, Pemprov Kalbar turut melibatkan unsur Forkopimda, termasuk jajaran TNI, Polri, dan Kejaksaan. Keterlibatan Pangdam, Kapolda, dan Kejati bertujuan memberikan pengamanan sekaligus perlindungan hukum jika muncul kendala atau gejolak di masyarakat.
“Kita harus kompak. Jika ada kendala di lapangan, segera komunikasikan agar kita bisa mengambil kebijakan yang cepat dan tepat. Kita tidak ingin program yang sangat baik untuk masyarakat ini terhambat oleh masalah teknis ataupun provokasi pihak luar,” tegas Ria Norsan.
Pemerintah Provinsi Kalbar berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan efektif dan menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan serta gizi masyarakat, khususnya generasi muda di Kalimantan Barat. (*)










