Indokalbar.com: Gubernur Kalimantan Barat

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Gubernur Kalimantan Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gubernur Kalimantan Barat. Tampilkan semua postingan

11 Mei 2026

Ria Norsan Minta Program Makan Bergizi Gratis Diawasi Ketat dan Tepat Sasaran

Gubernur Ria Norsan lakuan koordinasi bersama Koordinator BGN Regional Kalbar, Agus Kurniawi beserta jajaran, di Aula Pendopo Gubernur.

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengajak seluruh leading sector di Kalbar terus mematangkan persiapan dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan optimal, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Ria Norsan saat memimpin pertemuan koordinasi bersama Koordinator BGN Regional Kalbar, Agus Kurniawi, beserta jajaran di Aula Pendopo Gubernur Kalbar, Senin (11/5/2026).

Dalam rapat tersebut, Gubernur menekankan pentingnya validasi data dan pengawasan ketat di lapangan guna mengantisipasi berbagai persoalan, termasuk isu negatif yang berkembang di media sosial terkait pelaksanaan program MBG.

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah adanya perbedaan data administratif dengan kondisi riil penerima manfaat di lapangan. Sebagai Ketua Satgas, Ria Norsan meminta distribusi makanan dilakukan secara merata dan berbasis data yang akurat.

“Jangan sampai terjadi kelebihan pasokan di dapur sementara penerima manfaatnya tidak ada. Semua harus terdata secara real-time,” tegasnya.

Menurutnya, pengawasan yang baik sangat penting agar program nasional tersebut berjalan transparan dan tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat.

Menanggapi berbagai isu yang berkembang di media sosial terkait potensi penyimpangan maupun dugaan korupsi dalam program MBG, Pemerintah Provinsi Kalbar mengambil langkah preventif dengan meminta seluruh Koordinator Wilayah melakukan pengawasan ketat terhadap operasional dapur umum.

Ria Norsan menjelaskan, pengawasan difokuskan pada sejumlah aspek penting mulai dari kebersihan dan sanitasi dapur, kualitas gizi makanan, hingga keamanan operasional di lapangan.

“Pengawasan ini penting agar program berjalan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa standar higienitas dalam proses memasak harus dijaga dengan baik demi memastikan makanan yang disalurkan aman dikonsumsi, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil sebagai penerima manfaat utama program.

Selain itu, kandungan nutrisi makanan juga harus benar-benar diperhatikan agar sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.

Untuk menjaga kondusivitas pelaksanaan program, Pemprov Kalbar turut melibatkan unsur Forkopimda, termasuk jajaran TNI, Polri, dan Kejaksaan. Keterlibatan Pangdam, Kapolda, dan Kejati bertujuan memberikan pengamanan sekaligus perlindungan hukum jika muncul kendala atau gejolak di masyarakat.

“Kita harus kompak. Jika ada kendala di lapangan, segera komunikasikan agar kita bisa mengambil kebijakan yang cepat dan tepat. Kita tidak ingin program yang sangat baik untuk masyarakat ini terhambat oleh masalah teknis ataupun provokasi pihak luar,” tegas Ria Norsan.

Pemerintah Provinsi Kalbar berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan efektif dan menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan serta gizi masyarakat, khususnya generasi muda di Kalimantan Barat. (*)

26 April 2026

Lepas Jemaah Haji, Ria Norsan Ingatkan Jaga Kesehatan dan Raih Haji Mabrur

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi melepas keberangkatan jemaah calon haji yang tergabung dalam KBIHU Muhammadiyah Kalbar.

Pontianak
– Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi melepas keberangkatan jemaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (26/4/2026).

Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri tokoh masyarakat serta ratusan jemaah yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Dalam sambutannya, Ria Norsan menyampaikan penghormatan khusus kepada Pembina Muhammadiyah Kalbar, Hasan Gapar, yang disebutnya sebagai guru agama sekaligus pembimbing saat menunaikan ibadah haji pertama pada tahun 2003.

“Beliau adalah guru saya dan pembimbing ibadah saya. Alhamdulillah, hingga kini beliau masih sehat walafiat di usia 81 tahun,” ujarnya.

Gubernur menekankan bahwa ibadah haji tidak hanya menuntut kesiapan spiritual, tetapi juga fisik yang prima. Ia mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan, terutama menjelang puncak ibadah di Padang Arafah.

“Ibadah haji adalah ibadah fisik dan rohani. Tawaf, sa’i hingga melontar jumrah membutuhkan stamina yang kuat. Karena itu, jaga kesehatan dengan baik sebelum hari wukuf,” pesannya.

Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 197, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan perilaku selama menjalankan ibadah haji agar dapat meraih predikat haji mabrur. Tiga larangan utama saat berihram, yakni rafats, fusuk, dan jidal, menjadi perhatian khusus yang disampaikannya kepada para jemaah.

Rafats merujuk pada perkataan yang tidak pantas, fusuk adalah perbuatan maksiat atau pelanggaran, sementara jidal berarti perdebatan yang berpotensi menimbulkan perselisihan.

Di tengah suasana serius, Gubernur turut menyelipkan candaan ringan yang mengundang tawa jemaah, khususnya terkait kebiasaan berbelanja oleh-oleh.

“Tujuannya haji mabrur, bukan membeli emas berkilo-kilo. Sabar ya, Ibu-Ibu, fokus ibadah dulu,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Ria Norsan memimpin jemaah melantunkan talbiyah bersama, menciptakan suasana haru dan penuh kekhusyukan.

Ia berharap seluruh jemaah asal Kalimantan Barat dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar, menjaga kebersamaan, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dengan predikat haji mabrur.

“Saya berharap Bapak dan Ibu berangkat dengan niat tulus, melaksanakan ibadah dengan sempurna, dan kembali dalam keadaan sehat walafiat serta memperoleh haji mabrur,” tutupnya. (*)

15 Februari 2026

Kembali Pimpin DMI Kalbar, Ria Norsan Ajak Masjid Jadi Pusat Peradaban Umat

Ketua Umum DMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla melantik Ria Norsan sebagai Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia Kalbar, .

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, kembali dipercaya memimpin Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW-DMI) Provinsi Kalimantan Barat untuk masa khidmat 2025–2030.

Pelantikan Ketua PW DMI Kalbar beserta jajaran pengurus digelar di Pendopo Gubernur Kalbar dan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla, Kamis (15/1/2025).

Dalam sambutannya, Ria Norsan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Jusuf Kalla di Bumi Khatulistiwa. Ia menilai kehadiran tokoh nasional tersebut menjadi motivasi besar bagi jajaran DMI Kalbar untuk terus memperkuat peran masjid sebagai pusat kehidupan umat Islam.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan selaku Ketua PW DMI Kalbar, saya mengucapkan selamat datang kepada Bapak Jusuf Kalla. Kehadiran beliau menjadi kehormatan sekaligus dorongan bagi kami untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat kehidupan umat,” ujarnya.

Norsan menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat. Menurutnya, DMI memiliki peran strategis dalam mengelola dan memakmurkan masjid agar menjadi “rumah besar” bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Masjid harus menjadi madrasah bagi semua usia dan golongan. Melalui berbagai program, kita dorong pembinaan jamaah, pembangunan infrastruktur, serta penguatan kemandirian umat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar pembangunan masjid tidak hanya berfokus pada kemegahan fisik, tetapi juga pada upaya memakmurkannya dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Jangan sampai masjid dibangun megah, tetapi tidak ada umat yang memakmurkannya,” tegas Norsan.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pengurus DMI Kalbar untuk aktif berkontribusi, baik melalui gagasan maupun aksi nyata, demi kemajuan masjid di Kalimantan Barat.

“Masjid yang kita bangun, kalau tidak kita makmurkan siapa lagi. Kalau bukan kita selaku Dewan Masjid, kapan lagi masjid itu akan dimakmurkan,” tambahnya.

Sementara itu, Jusuf Kalla menekankan bahwa inti dari DMI adalah memakmurkan masjid sekaligus memakmurkan umat. Menurutnya, masjid memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan masyarakat.

“Memakmurkan masjid berarti beribadah sekaligus memajukan masyarakat. Dari masjid, kita bersama-sama berupaya membangun kemakmuran umat,” ujarnya.

Dengan pelantikan ini, PW DMI Kalbar diharapkan semakin solid dan mampu memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi umat di seluruh wilayah Kalimantan Barat. (*)

12 Februari 2026

Banjir Meluas di Kalbar, Ria Norsan Siap Turun Langsung dan Salurkan Bantuan


Gubernur Kalbar, Ria Norsan.

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dijadwalkan segera turun langsung meninjau sejumlah wilayah terdampak banjir di Kalimantan Barat. Langkah ini sebagai bentuk respons cepat dan komitmen pemerintah provinsi dalam menangani bencana yang melanda beberapa daerah, terutama di kawasan perhuluan.

Norsan mengungkapkan, saat ini banjir terjadi di sejumlah wilayah yang dipicu kondisi di daerah hulu. Ia pun berharap masyarakat yang terdampak dapat bersabar menghadapi situasi tersebut.

“Memang di daerah perhuluan, sekarang itu ada beberapa daerah sedang dilanda banjir. Kita doakan mudah-mudahan mereka bersabar dan ini cepat selesai. Dan mungkin kalau tidak besok, lusa saya akan berangkat ke sana untuk melihat situasi,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Ia menegaskan, pemerintah provinsi terus melakukan langkah penanggulangan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemerintah daerah setempat.

“Dari BNPB kita sudah siapkan untuk penanggulangannya dan kerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk penanggulangan awal,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov Kalbar juga telah menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak, seperti bahan pangan dan beras dari Perum Bulog yang akan segera disalurkan ke lokasi terdampak.

“Bantuan seperti pangan, beras Bulog kita siapkan semua untuk dikirimkan ke sana,” tambahnya.

Terkait banjir di wilayah perbatasan yang sempat memutus akses jalur darat menuju Malaysia, Norsan menyebut jalur udara dapat menjadi alternatif sementara untuk mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta mengoptimalkan penanganan hingga kondisi kembali normal. (*) 

21 Januari 2026

Hadiri Pelantikan Hanura, Ria Norsan Ajak Parpol Perkuat Sinergi Bangun Kalbar

Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Oedang, Gubernur Kalbar, Ria Norsan dan Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan.

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak seluruh kekuatan politik di Kalimantan Barat untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus DPD Partai Hanura Provinsi Kalimantan Barat periode 2025–2030 di Qubu Resort, Rabu (21/1/2026).

Dalam sambutannya, Norsan menegaskan bahwa dukungan konstruktif, kritik yang membangun, serta kemitraan harmonis antara pemerintah daerah dan partai politik menjadi kunci dalam mewujudkan Kalimantan Barat yang maju dan sejahtera.

“Untuk itu, saya mengajak Partai Hanura dan seluruh kekuatan politik di Kalimantan Barat untuk terus memberikan dukungan, pemikiran, serta kerja sama yang erat. Mari kita satukan langkah dan memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif, demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalbar terbuka terhadap dialog, kolaborasi, dan kemitraan yang sehat dengan seluruh partai politik dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan.

Pelantikan pengurus DPD Partai Hanura Kalbar tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang, dan turut dihadiri Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, para kepala daerah se-Kalbar, serta sejumlah tokoh nasional seperti Mahfud MD dan Rocky Gerung.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus DPD Partai Hanura Kalbar yang baru saja dilantik. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ucap Norsan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Partai Hanura atas kontribusi dan dukungan yang telah diberikan terhadap pembangunan daerah.

Sementara itu, Oesman Sapta Odang dalam sambutannya menegaskan bahwa Partai Hanura merupakan partai petarung yang menjunjung tinggi harga diri daerah.

“Kita adalah partai petarung, partai pemberani. Kita ingin menjaga dignity daerah, dan itu harus lahir dari hati nurani,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa OSO itu juga mengajak seluruh kader untuk menjalin kerja sama dengan partai politik lain demi pembangunan daerah yang lebih baik.

“Kita tidak perlu cemburu. Berikan kesempatan kepada semua partai untuk bertarung secara sehat. Partai-partai yang hadir di sini adalah partai terhormat, bukan musuh kita,” ujarnya.

Ia pun berpesan agar kader Hanura tidak takut memperjuangkan hak-hak masyarakat demi kemajuan dan kesejahteraan daerah.

Dengan pelantikan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik semakin kuat dalam mendorong pembangunan Kalimantan Barat yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

19 Januari 2026

Terima Kunjungan Pontianak Post, Ria Norsan Tekankan Sinergi Media dan Pemerintah

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menerima kunjungan Manajemen Pontianak Post.

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menerima kunjungan redaksi dan manajemen Pontianak Post di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika  (Kominfo) Provinsi Kalbar Christianus Lumano serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Kalbar Jimmi Imanuddin.

Dalam kesempatan itu, Ria Norsan menyampaikan apresiasi atas peran Pontianak Post sebagai media arus utama yang konsisten mendukung penyebarluasan informasi pembangunan di Kalimantan Barat. Ia menilai hubungan antara pemerintah dan media perlu terus dijaga dalam semangat kemitraan strategis.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat terbuka terhadap kritik, masukan, dan kolaborasi dengan media. Namun setiap informasi harus disampaikan secara bertanggung jawab. Sinergi ini penting agar informasi yang diterima masyarakat akurat, berimbang, dan edukatif,” ujarnya.

Menurut Norsan, media memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan publik, menjaga ruang demokrasi, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa Pemprov Kalbar terus mendorong penguatan tata kelola komunikasi publik yang transparan dan responsif. Kerja sama dengan media dinilai menjadi kunci dalam menangkal disinformasi serta meningkatkan literasi informasi di tengah masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi yang selama ini terjalin dapat semakin diperkuat, tidak hanya dalam publikasi kegiatan pemerintah, tetapi juga dalam edukasi publik dan penguatan narasi pembangunan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, jajaran redaksi Pontianak Post menyampaikan komitmen untuk terus menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, independen, dan berimbang. Mereka juga menegaskan kesiapan menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah daerah demi kepentingan masyarakat luas.

Di akhir pertemuan, pimpinan redaksi Pontianak Post menyerahkan sebuah lukisan kepada Gubernur Ria Norsan. Lukisan tersebut menggambarkan sosok kepemimpinan dengan latar filosofis yang merepresentasikan semangat pembangunan Kalimantan Barat. (*)

12 Januari 2026

Resmikan Sekolah Harapan Bangsa, Ria Norsan Targetkan SDM Kalbar Tembus Peringkat Atas Nasional

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan saat meresmikan Sekolah Harapan Bangsa di Kubu Raya.

Kubu Raya – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meresmikan kembali operasional Sekolah Harapan Bangsa (SHB) di Kubu Raya, Senin (12/1/2026). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita bersama jajaran pengurus yayasan di aula sekolah tersebut.

Dalam sambutannya, Norsan menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Harapan Bangsa atas komitmen dan dedikasi dalam membangun dunia pendidikan di Kalimantan Barat. Ia menilai kehadiran SHB bukan hanya menambah fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi simbol keberlanjutan pengabdian bagi generasi masa depan.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memberi perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan. Hal ini dinilai penting untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) agar mampu bersaing dengan provinsi lain di Pulau Kalimantan.

“Negara yang maju adalah negara yang maju sumber daya manusianya. Dengan hadirnya sekolah berkualitas seperti Sekolah Harapan Bangsa, kita optimistis dapat mencetak generasi cerdas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan dan pengoperasian sekolah ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat peningkatan IPM Kalbar yang saat ini masih berada di bawah beberapa provinsi lain di Kalimantan.

“Kita harus bersiap. Singapura dan Malaysia bisa maju karena kualitas SDM-nya. Dengan sekolah yang baik, kita menargetkan dalam lima tahun ke depan peringkat IPM Kalbar dapat meningkat, minimal berada di posisi kedua setelah Kalimantan Timur,” tegasnya.

Optimisme tersebut juga didukung oleh capaian pendidikan di Kalbar, salah satunya prestasi SMA Petrus Pontianak yang berhasil meraih peringkat kedua nasional sebagai sekolah terbaik di Indonesia.

“Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi Sekolah Harapan Bangsa untuk melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga global,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Sekolah Harapan Bangsa Bidang Pendidikan, Sudino Lim, menegaskan bahwa pembangunan sekolah ini dilandasi komitmen menghadirkan akses pendidikan berkualitas dunia bagi putra-putri daerah.

“Komitmen kami adalah menghadirkan pendidikan yang bermutu, bermakna, dan berdaya saing global bagi anak-anak Kalimantan Barat, tanpa harus meninggalkan daerahnya,” ujarnya.

Sekolah Harapan Bangsa dirancang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, integritas, serta kepedulian sosial berbasis nilai dan budaya lokal, sejalan dengan visi pemerintah dalam menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

Turut hadir dalam peresmian tersebut Ketua Yayasan Pendidikan Harapan Bangsa Herusya, Pembina Yayasan Eddy Suriyanto, tokoh pendiri Eka Candra Negara, serta mantan Pangdam XII/Tanjungpura Sulaiman Agusto.

Peresmian ini menjadi peneguhan komitmen bersama antara pemerintah dan pihak swasta dalam membangun sumber daya manusia Kalimantan Barat yang unggul dan berdaya saing di masa depan. (*) 

22 Agustus 2023

Bupati Kapuas Hulu dan Para Kepala Daerah Diskusikan Arah Bisnis Bank Kalbar

Gubernur Kalbar hadiri RUPS luar biasa PT. Bank Pembangunan Daerah
 RUPS luar biasa PT. Bank Pembangunan Daerah.
PONTIANAK - Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, S.H., M.H., bersama dengan para Kepala Daerah dari seluruh wilayah Kalimantan Barat, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa tahun 2023 yang diselenggarakan oleh PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat. 

Acara ini berlangsung di Aula Kantor Pusat Bank Kalbar di Pontianak pada hari Selasa, 22 Agustus 2023.

Rapat RUPS Luar Biasa ini diadakan dalam format yang terbatas, dengan akses ke aula pertemuan dibatasi hanya untuk pejabat tertentu. Selain Bupati dan Walikota, Gubernur Kalimantan Barat juga turut hadir dalam acara ini.

Sebagaimana diketahui, kepemilikan saham PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat dimiliki oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di wilayah Kalimantan Barat. 

RUPS Luar Biasa ini merupakan forum penting dalam mengambil keputusan strategis terkait perusahaan, termasuk potensi perubahan dalam manajemen, investasi, dan arah bisnis bank tersebut.

Kehadiran para kepala daerah dari berbagai wilayah di Kalimantan Barat menunjukkan komitmen bersama dalam mengawal perkembangan dan kinerja PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat sebagai salah satu aset ekonomi utama di daerah tersebut.

16 Agustus 2023

Gubernur Kalbar Beri Peringatan Serius kepada Pemilik Lahan Karhutla

Sutarmidji minta pemerintah daerah ambil langkah tegas lawan karhutla
Sutarmidji minta pemerintah daerah ambil langkah tegas lawan karhutla.
PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji, dengan tegas meminta pemerintah daerah di berbagai kabupaten dan kota di wilayah Kalimantan Barat untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meresahkan. Pernyataan ini ia sampaikan dalam acara di Kota Pontianak pada hari Selasa.

"Saya menghimbau kepada Pemerintah Kota Pontianak dan juga kepada semua kepala daerah di Kalimantan Barat, untuk mengambil tindakan tegas terhadap pemilik lahan yang terbakar atau sengaja dibakar. Hal ini juga berlaku untuk semua kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Tindakan tegas harus dilakukan untuk menghentikan praktik karhutla ini," ujar Gubernur Sutarmidji.

Dalam pidatonya, Gubernur Sutarmidji juga meminta agar pemerintah daerah melaksanakan tindakan penindakan dengan memasang plang di lokasi yang terbakar, sebagai tanda bahwa lahan tersebut berada di bawah pengawasan ketat pemerintah daerah.

"Dalam hal ini, saya ingin menekankan bahwa aturan yang ada di Kota Pontianak yang telah saya terapkan sejak menjabat sebagai Walikota, yakni melarang pemilik lahan yang terbakar, apalagi sengaja dibakar, untuk tidak memanfaatkan lahan tersebut selama 3 hingga 5 tahun. Saya juga menyarankan agar plang pengawasan ditempatkan di lokasi tersebut, sebagai bukti bahwa pemerintah daerah sedang memantau dengan ketat," tambahnya.

Selanjutnya, Gubernur Sutarmidji juga mengusulkan agar pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian, TNI, dan polda untuk melakukan pemeriksaan terhadap pemilik lahan. 

Menurutnya, pemilik lahan seharusnya memiliki kesadaran akan risiko bahaya kebakaran terutama di lahan gambut.

"Walaupun ada pengecualian bagi mereka yang ingin membuka lahan pertanian dengan ukuran maksimal 2 hektar sesuai dengan peraturan daerah yang ada, mereka tetap harus melapor kepada kepala desa atau aparatur di lingkungan sekitarnya. Selain itu, mereka harus menunggu hingga api benar-benar padam sebelum memanfaatkan lahan tersebut. Jika aturan ini tidak ditegakkan dengan sungguh-sungguh, maka orang akan sembrono dalam tindakannya, sementara kita yang harus bersusah payah memadamkan api," jelas Gubernur Sutarmidji.

Selain itu, Gubernur Sutarmidji juga meminta kepada Wali Kota Pontianak untuk mengambil langkah serupa di lokasi Parit Demang, Sungai Raya Dalam, dengan memasang plang yang melarang penggunaan lahan tersebut selama 5 tahun.

"Jika tidak ada tindakan dari pihak-pihak terkait, maka provinsi akan mengambil langkah dengan memasang plang larangan penggunaan lahan selama 5 tahun. Bahkan, jika perlu, saya akan mengajukan untuk memperpanjang larangan tersebut menjadi 10 tahun. Selanjutnya, kita juga harus mencari celah hukum yang memungkinkan untuk mencabut hak atas lahan bagi pemilik yang tidak mampu mengelolanya dengan baik, sehingga lahan tersebut terbengkalai. Ini jelas merupakan pelanggaran serius," ungkapnya.

Gubernur Sutarmidji menekankan komitmen pihaknya dalam mencegah terjadinya karhutla di wilayahnya. Ia telah menginstruksikan Tim Patroli Darat BPBD Provinsi Kalimantan Barat untuk melakukan pengawasan dan langkah-langkah pencegahan terhadap lahan kering yang berpotensi terbakar di sekitar Kota Pontianak dan Kubu Raya.

"Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga agar karhutla tidak terjadi di Kalimantan Barat. BPBD telah melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan semua pihak terkait dalam upaya ini," tegasnya.

Selanjutnya, Gubernur Sutarmidji juga menambahkan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap titik-titik rawan kebakaran, terutama di 332 desa dan kelurahan yang memiliki potensi risiko karhutla.

Ia juga berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat sebagai langkah preventif dalam mencegah praktik membahayakan ini.

14 Agustus 2023

Pengurus DPD dan DPC Gebu Minang Dikukuhkan untuk Periode 2023-2028

Pemerintah dukung budaya dan adat istiadat di Kabupaten Sanggau
Pemerintah dukung budaya dan adat istiadat di Kabupaten Sanggau.
SANGGAU - Wakil Bupati Sanggau, Drs. Yohanes Ontot, M.Si memastikan bahwa semua etnis di Kabupaten Sanggau akan mendapatkan kesempatan yang setara dalam mengungkapkan budaya dan adat istiadat mereka. 

Pemerintah Kabupaten Sanggau juga memberikan dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk inisiatif ini.

Dalam konteks ini, Drs. Yohanes Ontot, M.Si menjelaskan, "Di Sanggau, kami berkomitmen memberikan ruang yang sama bagi semua etnis untuk berpartisipasi dalam ekspresi budaya dan adat istiadat mereka. Kami ingin memastikan bahwa setiap budaya dan tradisi dari semua etnis dapat berkembang dengan baik tanpa adanya dominasi. Hal ini mencerminkan kesiapan Sanggau dalam menghadapi keragaman yang ada."

Beliau mengungkapkan pandangan ini saat acara pengukuhan pengurus DPD Gebu Minang Kalimantan Barat dan DPC Gebu Minang Kabupaten/Kota Se-Kalimantan Barat di Gedung Balai Betomu Sanggau, Kecamatan Kapuas pada Sabtu malam, 12 Agustus 2023.

"Kita harus bangga bahwa berbagai etnis dapat hidup berdampingan dengan harmonis. Pemerintah juga secara finansial mendukung kegiatan kebudayaan dan adat istiadat melalui APBD. Langkah ini sejalan dengan visi dan misi daerah, yakni Sanggau Budiman, yang merupakan salah satu dari tujuh prioritas kepemimpinan Bupati Sanggau Paolus Hadi." Ditambahkannya.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, dalam sambutannya, memberikan ucapan selamat kepada pengurus DPD Gebu Minang Kalimantan Barat dan DPC Gebu Minang Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat periode 2023-2028 yang baru saja dikukuhkan.

Sutarmidji menegaskan bahwa upaya pembangunan ekonomi harus diperkuat untuk mengendalikan inflasi, termasuk melibatkan masyarakat etnis Minang yang tergabung dalam Gebu Minang Kalimantan Barat. 

"Pembangunan ekonomi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga memerlukan kontribusi aktif dari masyarakat. Kami berharap bahwa Gebu Minang dapat berperan kuat dalam sektor ekonomi, sehingga bersama-sama kita bisa mengendalikan inflasi," ujarnya.

Gubernur Sutarmidji juga menekankan pentingnya peran etnis Minang dalam pembangunan sumber daya manusia Kalimantan Barat, terutama dalam meningkatkan kualitas generasi muda sebagai investasi bagi masa depan.

Dari sisi organisasi, Ketua DPP Gebu Minang, Oesman Sapta Odang, menekankan perlunya memiliki identitas yang kuat bagi pengurus DPD dan DPC Gebu Minang di Kalimantan Barat. Menurutnya, hal ini esensial untuk memastikan pertumbuhan dan kontribusi yang signifikan dari organisasi etnis ini dalam upaya pembangunan daerah.

"Saya meyakini bahwa asal usul yang kuat sangat penting. Fondasi yang diletakkan dari bawah akan memberikan kekuatan yang luar biasa ke depannya, termasuk dalam konteks Gebu Minang." tambah Oesman Sapta Odang.

Pada momen tersebut, ia juga menyoroti pentingnya filosofi yang mengajarkan tentang pentingnya menghormati bumi tempat kita berpijak dan langit yang melindungi kita. 

Hal ini mencerminkan semangat etnis Minang untuk hidup berdampingan dengan etnis lain dan berkontribusi dalam pembangunan daerah secara bersama-sama.

22 Juli 2023

Gubernur Sutarmidji Dorong Ekspor Kopi Liberika dari Sambas

Gubernur Kalbar Dorong Ekspor Kopi Liberika dari Sambas.
Gubernur Kalbar Dorong Ekspor Kopi Liberika dari Sambas.
SAMBAS – Petani kopi di Sambas mengungkapkan kegembiraan dan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, atas upayanya dalam mempromosikan kopi jenis liberika, yang telah mendorong semangat petani di daerah untuk lebih aktif dalam budidaya kopi.

"Kami sangat termotivasi dengan langkah yang diambil oleh Gubernur dalam memperkenalkan kopi Liberika Sambas melalui berbagai forum seperti Semarak Pariwisata, UMKM, dan Keuangan yang diadakan oleh BI Kalbar, serta melalui media massa dan media sosial pribadinya," ujar Budi, seorang petani kopi dari Poktan Batu Layar Sejahtera saat dihubungi di Sambas, pada hari Jumat (21/7/2023). 

Budi menjelaskan bahwa promosi yang dilakukan oleh pemerintah daerah, terutama oleh Gubernur Kalbar, telah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kopi Liberika, sehingga minat untuk melakukan budidaya kopi semakin meningkat.

"Sebagai petani, kami sangat membutuhkan promosi dari pemerintah untuk mengenalkan potensi dan keunggulan daerah kami. Dukungan dan promosi ini telah memberi kami semangat untuk terus melakukan budidaya kopi," tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa daerahnya, terutama di Desa Sendoyan, merupakan salah satu penghasil kopi Liberika. Saat ini, kopi Liberika sudah didistribusikan ke coffeeshop di Kota Pontianak dan tersedia juga dengan merek lokal.

"Meskipun produksi kami terbatas, kami tetap dapat memasok kopi ke Pontianak. Kami berusaha maksimal dengan menanam lebih banyak kopi Liberika," ungkap Budi.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, menyebutkan bahwa pasar kopi jenis liberika di luar negeri sangat menjanjikan dan memberikan peluang yang besar bagi para petani kopi di daerah tersebut.

"Kopi liberika memiliki kadar kafein yang rendah, contohnya hanya 0,087 untuk kopi liberika Sambas dan 0,068 untuk kopi liberika Kayong Utara, sedangkan kopi robusta dan arabika memiliki kadar kafein sekitar 2 hingga 4. Kafein rendah pada kopi liberika ini membuatnya sangat diminati oleh pasar luar negeri," terang Gubernur.

Penggiat dan pelaku usaha kopi di Kalimantan Barat juga berpendapat bahwa kopi jenis liberika telah menjadi identitas khas kopi Kalbar. Kopi ini sangat diminati di pasaran karena rendah kafein dan aman bagi lambung.

Mereka juga menambahkan bahwa kopi liberika memiliki karakteristik yang unik dengan cita rasa buah seperti pisang, nangka, dan lainnya.

"Kopi Kalbar dan kopi liberika sudah menjadi satu identitas yang melekat. Kopi jenis ini sangat diminati di lokasi kami dan juga di pasar internasional. Namun, kami mengalami keterbatasan pasokan bahan baku. Kabupaten Sambas menjadi salah satu daerah utama tempat kami memasok kopi liberika, termasuk dari Desa Sendoyan, Kabupaten Sambas," jelas salah seorang penggiat kopi di Kalbar.