Berita Indokalbar.com: Edi Rusdi Kamtono -->
Tampilkan postingan dengan label Edi Rusdi Kamtono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edi Rusdi Kamtono. Tampilkan semua postingan

03 Desember 2023

Walkot Pontianak Puji Aksi 50 Barber Potong Rambut Untuk Palestina

Walkot Pontianak puji aksi Barber potong rambut Untuk Palestina
Walkot Pontianak puji aksi Barber potong rambut Untuk Palestina.
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memuji aksi 50 barber melalui koordinasi Rumah Zakat Kalbar yang melakukan aksi potong rambut dengan bayar seikhlasnya dan kemudian hasilnya disumbangkan untuk Palestina.

“Aksi ini sebagai bentuk kepedulian mereka yang mana para barber ini mengajarkan kepada kita semua betapa pentingnya saling berbagi dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan seperti untuk Palestina tanpa memandang perbedaan atau batasan apapun,” ujarnya di Pontianak, Minggu.

Ia menambahkan melalui aksi itu para barber telah membuktikan bahwa setiap orang dalam kapasitasnya masing-masing dapat berkontribusi untuk menyebarkan kebaikan dan memberikan harapan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan.

"Saya sangat mengapresiasi aksi yang diinisiasi Rumah Zakat dengan melibatkan para barber atau pemangkas rambut sebagai bentuk dukungan dan bantuan nyata demi kemanusiaan," ucapnya.

Ia menilai aksi ini juga menjadi inspirasi bagi banyak orang lainnya untuk melakukan sesuatu yang nyata dan bermakna dalam menghadapi situasi sulit di berbagai belahan dunia. Dalam setiap potongan rambut, mereka mengingatkan kita semua akan kekuatan solidaritas dan kepedulian yang dapat merangkul dan mengubah kehidupan seseorang.

“'Potong Rambut Bayar Seikhlasnya' sebagai bentuk kepedulian para barber terhadap penderitaan rakyat Palestina ini telah memberikan pelajaran berharga tentang kekuatan, kebaikan dan kerja sama dalam merangkul dunia yang lebih adil dan berempati,” tuturnya.

Sementara itu, Branch Manager Rumah Zakat Kalbar Asrul Putra mengatakan di tengah konflik yang sedang terjadi di Palestina, di mana masyarakat Palestina sedang menghadapi penderitaan dan kesulitan yang tak terbayangkan, ada kelompok individu yang berusaha memberikan dukungan dan bantuan nyata untuk mereka, seperti aksi yang dilakukan oleh para barber.

“Para barber ini menggunakan keahlian mereka dalam seni memangkas rambut untuk menggalang dana dan memberikan sumbangan kepada masyarakat Palestina yang membutuhkan,” ungkapnya.

Ia menceritakan, aksi ini berawal dari ide dan tekad kuat sekelompok barber yang merasa tergerak untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar mencukur rambut pelanggan mereka. Mereka ingin berkontribusi dalam menyebarkan kesadaran tentang konflik yang sedang berlangsung dan membantu meringankan beban yang ditanggung oleh rakyat Palestina.

“Tidak ada harga yang ditetapkan untuk potongan rambut, hanya semangat saling membantu yang menjadi fokus utama,” ucapnya.

Warga yang melintas di Bundaran Digulis Untan, secara spontan berdatangan untuk dipangkas rambutnya. Mereka begitu antusias melihat aksi yang dilakukan ini sebagai bentuk dukungan membantu rakyat Palestina. Satu di antaranya Muis. Ia datang ke lokasi ini untuk dipangkas rambutnya sekaligus ingin memberikan dukungan kepada Palestina.

“Kebetulan rambut saya sudah mulai panjang dan saya juga melihat aksi ini ditujukan untuk membantu bangsa Palestina yang tengah tertimpa musibah, makanya saya datang ke sini,” sebut mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ini.

Dalam aksi tersebut Asrul Putra menjadi orang pertama yang dipangkas rambutnya oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Dengan menggunakan alat cukur, Edi dengan perlahan mencukur bagian demi bagian rambut Asrul. Meski tak tuntas, pekerjaan memangkas itu dilanjutkan satu di antara 50 barber yang ikut berpartisipasi.

Walkot Pontianak Mendorong Kolaborasi Komunitas dan Relawan untuk Pembangunan

Wali Kota Pontianak dorong kolaborasi dalam pembangunan
Wali Kota Pontianak dorong kolaborasi dalam pembangunan.
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menekankan pentingnya peran komunitas dan relawan dalam mendukung pembangunan di Kota Khatulistiwa. Dalam acara pembukaan Jambore Relawan Rumah Komunitas Pontianak (Rumpon), ia menyoroti kebutuhan kolaborasi untuk menyelesaikan beragam masalah di kota tersebut.

Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa saat ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah bekerja sama dengan berbagai komunitas di Kota Pontianak untuk menangani masalah-masalah yang ada. Ia mencontohkan keterlibatan Rumpon dalam berbagai kegiatan pembangunan, seperti membersihkan lingkungan pada berbagai kesempatan.

Menurutnya, kehadiran komunitas di lapangan sangat berarti bagi masyarakat, bukan hanya sebagai formalitas belaka. Oleh karena itu, ia mendorong pembinaan dan keterlibatan aktif komunitas dalam kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pontianak.

Sementara itu, Ketua Rumpon, Ario Sabrang, menjelaskan bahwa Jambore Relawan diikuti oleh 30 komunitas dengan berbagai agenda seperti diskusi, rapat divisi, hingga menonton film dokumenter yang mengangkat profil pembangunan Kota Pontianak.

Acara juga melibatkan kunjungan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Layang untuk memperkenalkan masalah sampah di Kota Pontianak dan ajakan kepada komunitas untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah organik.

Selanjutnya, peserta juga diajak ke Tugu Khatulistiwa dan Mal Pelayanan Publik di Kapuas Indah, di mana mereka diberikan informasi terkait rencana pembangunan dan juga melakukan aksi sosial dengan Puskesmas Batu Layang.

Sumber: Dedi/Zita Meirina/ANTARA

02 November 2023

Kota Pontianak Raih Prestasi Cemerlang dalam Penilaian Inspektorat

Kota Pontianak raih prestasi dalam penilaian Inspektorat
Kota Pontianak raih prestasi dalam penilaian Inspektorat.
PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak patut berbangga karena berhasil meraih prestasi cemerlang dalam penilaian Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat. 

Dalam penilaian yang melibatkan tiga aspek utama, yaitu kesejahteraan masyarakat, daya saing daerah, dan pelayanan umum, Pemerintah Kota Pontianak berhasil meraih skor fantastis sebesar 91,10 persen.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan kekompakan seluruh jajaran pemerintah kota dalam menghadapi tantangan-tantangan yang muncul, terutama di tengah kondisi pandemi yang melanda sebelumnya. 

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, dengan bangga menyatakan, "Ini adalah hasil kerja keras dari seluruh jajaran Pemerintah Kota Pontianak. Tantangan yang dihadapi selama pandemi tidak pernah mengurangi semangat kami untuk melayani masyarakat."

Dalam penjelasannya, Wali Kota Edi menjelaskan bahwa terdapat tiga aspek utama yang menjadi fokus dalam pencapaian kinerja yang luar biasa ini, yakni kesejahteraan masyarakat, daya saing daerah, dan pelayanan umum. 

Dia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pengumpulan dan analisis data terkait dengan potensi dan kemampuan Pemerintah Kota Pontianak, terutama dalam hal anggaran dan sumber daya manusia.

Dalam kurun waktu yang relatif singkat, kurang dari dua tahun menjabat sebagai Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dan Bahasan telah menghadapi berbagai perubahan dalam administrasi dan pelaksanaan kinerja akibat pandemi. Namun, mereka telah berhasil menggunakan situasi tersebut sebagai peluang untuk mempercepat pembangunan di kota ini.

Edi yakin bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak semakin tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. 

Dia menyebut bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah ditetapkan telah mencapai hasil yang memuaskan, bahkan beberapa di antaranya melebihi target yang telah ditetapkan. 

Meskipun demikian, Pemerintah Kota Pontianak akan terus melakukan perbaikan, mengikuti pedoman yang diberikan oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri.

Pihaknya juga terus memfokuskan upaya pada efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program kerja. Dengan kerja keras dan dedikasi, Pemerintah Kota Pontianak berhasil meraih predikat "Sangat Baik" dalam penilaian kinerja. 
Wali Kota Edi menyadari bahwa setiap tahun, indikator penilaian dari Pemerintah Pusat semakin berat, namun hal ini menjadi catatan penting yang harus diperhatikan.

Kesuksesan ini merupakan bukti nyata dari komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan memastikan kesejahteraan warga serta daya saing daerah terus meningkat. 

Dengan kerja keras dan semangat juang yang tak pernah surut, Pontianak semakin bersinar di tengah tantangan global yang terus berubah.

23 Oktober 2023

Dentuman meriam dan terjun payung meriahkan hari jadi Kota Pontianak

Dentuman meriam dan terjun payung meriahkan hari jadi Kota Pontianak
Dentuman meriam dan terjun payung meriahkan hari jadi Kota Pontianak.
PONTIANAK - Dentuman meriam karbit sambung menyambung sebanyak dua kali, kemudian lima kali dan dua kali telah menggema di udara, menandai dimulainya perayaan Hari Jadi ke-252 Kota Pontianak yang jatuh pada tanggal 23 Oktober 2023. Dalam momen penting ini, Pontianak mengusung tema "Pontianak Bersinar, Harmonis, dan Tangguh," mencerminkan semangat bersih, sehat, aman, indah, dan ramah yang ditanamkan dalam hati warga.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, berbicara dengan penuh semangat tentang harapannya bahwa tema ini akan menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk berkolaborasi dalam memajukan Kota Pontianak. Ia menekankan komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk menjadikan kota ini tempat yang nyaman bagi seluruh warganya.

Kota Pontianak, dengan populasi yang beragam etnis, telah membuktikan bahwa keragaman adalah kekuatan. Berbagai etnis bekerja sama secara sinergis, berkontribusi aktif dalam pembangunan, dan mencapai keberhasilan di berbagai bidang. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak telah mencapai 80,4 persen, angka yang tertinggi di Kalimantan Barat dan di atas rata-rata nasional. IPM ini adalah indikator utama kemajuan kota dan negara, yang mencakup pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Pontianak juga mengingatkan tantangan besar yang dihadapi, termasuk menghadapi pandemi COVID-19. Namun, melalui kerja keras dan dedikasi, Pemerintah Kota Pontianak berhasil melewati semua rintangan tersebut dan bahkan meraih berbagai penghargaan.

Pj. Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, memberikan apresiasi atas pencapaian Pemerintah Kota Pontianak dan mengingatkan warga Kota Pontianak untuk menjaga suasana kondusif dalam menghadapi pesta demokrasi yang akan datang. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan tidak membiarkan perbedaan pendapat menghancurkan persatuan di masyarakat.

Sebagai ibu kota provinsi, Pontianak memegang peran penting dalam kemajuan Kalimantan Barat. Harisson berharap bahwa Pontianak akan terus bersinar, harmonis, dan tangguh, serta menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain di provinsi ini.

Peringatan Hari Jadi ke-252 Pontianak juga dihiasi oleh atraksi spektakuler. Empat penerjun dari Federasi Aerosport Indonesia (Fasida) Kalimantan Barat melakukan aksi terjun payung, sementara dua unit pesawat tempur dari Lanud Supadio memberikan pertunjukan udara yang memukau tamu undangan dan peserta Tari Jepin Massal yang berjumlah 12 ribu orang pada puncak perayaan ini.

Wali Kota Pontianak Ajak Warga Ramaikan Tari Melayu Jepin Massal

Ribuan orang meriahkan tari Melayu Jepin di hari jadi Kota Pontianak
Ribuan orang meriahkan tari Melayu Jepin di hari jadi Kota Pontianak.
PONTIANAK - Dalam sebuah acara yang meriahkan hari jadi ke-252 Kota Pontianak, sebanyak 12 ribu peserta dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pejabat provinsi, kota, pemuda, perguruan tinggi, sektor swasta, serta berbagai komunitas lainnya, turut serta dalam Tari Melayu Jepin massal yang digelar di Kawasan Taman Alun-Alun Kapuas.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa seluruh warga dan para tamu undangan, yang hadir untuk merayakan hari jadi Kota Pontianak, turut berpartisipasi dalam Tari Melayu Jepin massal dengan mengenakan pakaian tradisional seperti baju kurung dan teluk belanga sesuai dengan kelompok masing-masing.

Tari Jepin massal dianggap melambangkan kekompakan seluruh masyarakat dalam membangun Pontianak, sejalan dengan tema hari jadi tahun ini, yaitu "Pontianak Bersinar Harmonis dan Tangguh." Wali Kota Pontianak menekankan komitmen Pemkot Pontianak untuk menjadikan kota ini nyaman bagi penduduknya. Ia juga menggarisbawahi harmoni yang ada di antara berbagai etnis yang mendiami kota ini, yang merupakan kekuatan besar dalam pembangunan yang saling bersinergi dan berkontribusi aktif dalam pembangunan.

Salah satu peserta tari Jepin, Nani, dari kelompok Rumah Sakit Yarsi Pontianak, menyatakan kegembiraannya bisa turut serta dalam memeriahkan hari jadi Kota Pontianak dengan Tari Melayu Jepin massal. Menurutnya, keikutsertaan dalam tari ini adalah wujud cinta terhadap budaya Melayu.

Meskipun cuaca panas dan terik, semangat para peserta tari Jepin tidak luntur, dan mereka dengan penuh semangat mengikuti Tari Melayu Jepin bersama ribuan peserta lainnya.

Tari Jepin, yang berasal dari Kota Pontianak dan merupakan warisan budaya nenek moyang, telah mencatatkan rekor sebagai tari massal teramai di Museum Rekor Dunia Indonesia pada tahun 2019.

16 Oktober 2023

Gabungan Pengusaha Optik Bagikan 500 Kacamata Gratis di Pontianak untuk Hari Penglihatan Sedunia

Gabungan pengusaha Optik bagikan kaca mata gratis
Gabungan pengusaha Optik bagikan kaca mata gratis.
PONTIANAK - Wali Kota (Wako) Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memanfaatkan Hari Penglihatan Sedunia 2023 untuk mengajak masyarakat Pontianak dan sekitarnya untuk lebih memperhatikan kesehatan mata dengan rajin menjalani pemeriksaan mata rutin. Dalam pernyataannya di Pontianak pada hari Minggu, Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan mata.

"Peringatan Hari Penglihatan Sedunia ini adalah pengingat bagi semua individu tentang urgensi pemeriksaan mata yang rutin. Saya ingin mengingatkan masyarakat bahwa masalah pada penglihatan bisa muncul tanpa gejala yang jelas. Oleh karena itu, menjalani pemeriksaan mata secara berkala sangatlah penting untuk mendeteksi dan mengatasi masalah mata sejak dini," ujar Wali Kota.

Edi Rusdi Kamtono juga memberikan apresiasi terhadap upaya sosial dalam bentuk pemeriksaan mata dan pendistribusian 500 kacamata secara gratis yang dilakukan oleh Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Kalimantan Barat dalam rangka peringatan Hari Penglihatan Sedunia. Kegiatan ini diselenggarakan di Halaman Ayani Megamal pada hari Minggu, tanggal 15 Oktober.

Menurutnya, pemeriksaan mata bukan hanya relevan bagi mereka yang sudah memiliki masalah penglihatan, tetapi penting sebagai langkah preventif untuk semua orang. Pada Hari Penglihatan Sedunia 2023, masyarakat diberikan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan lebih luas mengenai berbagai aspek masalah penglihatan, termasuk tindakan pencegahan dan penanganan penyakit mata. Rutinitas pemeriksaan mata juga merupakan langkah yang efektif untuk mencegah gangguan kesehatan mata, karena masalah pada penglihatan dapat berdampak pada kualitas hidup seseorang.

"Semoga peringatan Hari Penglihatan Sedunia ini memberikan inspirasi kepada semua pihak untuk mengambil tindakan nyata dan menciptakan perubahan positif dalam bidang kesehatan mata," tambahnya.

Ketua Gapopin Kalimantan Barat, Primansyah, menjelaskan bahwa dalam peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2023, pihaknya telah menyelenggarakan pemeriksaan mata dan membagikan 500 kacamata gratis kepada masyarakat yang hadir. Hal ini dilakukan dalam upaya mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mata mereka, karena masih banyak yang mengabaikan kesehatan mata mereka sendiri.

"Oleh karena itu, melalui peringatan Hari Penglihatan Sedunia ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa pemeriksaan mata secara rutin adalah tindakan yang penting untuk dilakukan sejak dini," ujar Primansyah.

Meskipun Gapopin telah lama melaksanakan pemeriksaan mata rutin di berbagai lokasi seperti permukiman warga, tempat usaha, sekolah, dan perkantoran, mereka berharap untuk melanjutkan banyak kegiatan sosial yang serupa dalam rangka menjaga kesehatan mata di masa depan. Dengan lebih dari 40 optik berizin sebagai anggota, Gapopin Kalimantan Barat terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mata.

"Tujuan kami adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat sehingga saat mereka mengalami gangguan mata, mereka akan menghubungi dokter spesialis mata atau optik berizin yang ditunjuk oleh instansi yang berwenang," tambahnya.

Selain pemeriksaan mata gratis, peringatan Hari Penglihatan Sedunia juga diadakan secara serentak di 16 provinsi di seluruh Indonesia melalui pertemuan virtual bersama Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, pada pukul 08.00 WIB.

"Melalui perayaan ini, kita bersama-sama dengan Gapopin mendeklarasikan komitmen untuk menjaga kesehatan mata di seluruh Indonesia," kata Primansyah.

Sirkuit Stadion SSA: Menyaksikan Prestasi Para Pembalap Muda di Kalbar

Kejuaraan balap motor Kalbar Seri IV sukses digelar di SSA
Kejuaraan balap motor Kalbar Seri IV sukses digelar di SSA.
PONTIANAK - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kalimantan Barat (Kalbar) Seri IV dalam Balap Motor, yang memperebutkan Piala Wali Kota Pontianak, telah sukses digelar di Sirkuit Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA). Acara tersebut menjadi wadah bagi para pembalap muda untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi mereka.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyoroti pentingnya kejuaraan balap motor ini sebagai sarana bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat mereka dalam balap motor. Provinsi Kalbar telah dikenal sebagai lumbung pembalap motor berbakat yang telah mengharumkan nama daerah mereka di tingkat provinsi dan nasional. Dunia balap motor di provinsi ini didominasi oleh para atlet muda yang memiliki potensi besar untuk mencapai prestasi gemilang.

Edi berharap bahwa melalui berbagai ajang balap motor di Kalbar, akan lahir bibit-bibit atlet yang mampu membawa nama Indonesia di kompetisi balap motor internasional. Selain mengharapkan para pembalap berlaga di Sirkuit Stadion SSA dan di tempat-tempat lain di Kalbar, dia juga bermimpi agar mereka dapat berkompetisi di Sirkuit Internasional Mandalika di Lombok dan sirkuit-sirkuit internasional lainnya.

Wali Kota ini juga mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan IMI Korwil Kota Pontianak atas kejuaraan ini, dengan harapan agar kejuaraan ini bisa menjadi agenda tahunan yang berkontribusi positif dalam mengembangkan olahraga balap motor di Kota Pontianak dan Provinsi Kalbar. Dia sangat menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan keselamatan selama kompetisi berlangsung.

Edi optimistis bahwa dengan kolaborasi dan kerja sama, prestasi balap motor di Kalbar akan semakin meningkat. Dia sepakat dengan pendapat Syarif Mahmud, seorang pembalap senior, yang menyatakan bahwa untuk mencapai prestasi tinggi, fasilitas dan infrastruktur yang memadai, termasuk sirkuit balap yang memadai, sangat penting. Oleh karena itu, Edi berharap agar upaya meningkatkan fasilitas balap motor, termasuk penyediaan sirkuit yang memadai, dapat ditingkatkan di masa mendatang.

Ketua Panitia Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kalbar Balap Motor Seri IV, Afriansyah, menjelaskan bahwa kejuaraan ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Pontianak yang ke-252. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan acara ini.

Afriansyah menekankan bahwa tujuan dari kejuaraan ini adalah untuk mencari dan melatih bibit-bibit atlet balap motor yang berpotensi untuk berkompetisi di tingkat nasional bahkan internasional. Harapannya, para pembalap dapat membuktikan potensi mereka melalui ajang balap motor yang digelar ini.

01 September 2023

Wali Kota Pontianak: Kawasan Kumuh di Pontianak Berkurang Lebih dari Setengahnya

Pemkot Pontianak komitmen tangani kawasan kumuh
Pemkot Pontianak komitmen tangani kawasan kumuh.
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Kalimantan Barat, terus mengemban tekad kuat untuk merubah wajah kota ini dengan mengatasi permasalahan kawasan kumuh yang ada, demi meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat menghadiri acara Lokakarya Pemangku Kepentingan Kerja Sama Bappeda Kota Pontianak bersama Gemawan, Hivos, Kota Kita, dan para peneliti dari program Riset Resilient Indonesia Slums Envisioned (RISE), yang berlangsung di Aula Muis Amin Bappeda Kota Pontianak pada hari Kamis.

Wali Kota mengungkapkan bahwa komitmen dalam upaya perubahan telah diwujudkan dan terus diperkuat. Dalam dua tahun terakhir, daerah kumuh di Pontianak telah mengalami penurunan yang signifikan. "Sejauh ini, kami telah berhasil mengurangi luas kawasan kumuh dari 150,16 hektare pada tahun 2020 menjadi 71,57 hektare kawasan kumuh ringan pada tahun 2022," ujarnya.

Keberhasilan ini, menurut Wali Kota, tak lepas dari kerja sama yang baik dengan berbagai pihak terkait dan usaha bersama untuk menciptakan lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim.

"Kawasan kumuh yang tersebar di 18 kelurahan di sepanjang Sungai Kapuas menjadi perhatian utama. Upaya besar telah dimulai melalui proyek Kota Baru Pontianak, yang melibatkan revitalisasi kawasan tepi Sungai Kapuas untuk dijadikan sebagai area publik yang menawan serta sebagai wajah baru kota," terangnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa pembangunan waterfront tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi dan aktivitas sosial, tetapi juga berperan sebagai batas antara permukiman dengan sungai, mencegah pelebaran pemukiman ke area sungai. Hasilnya, kawasan tersebut telah menjadi pusat rekreasi dan pusat ekonomi baru di Pontianak.

Salah satu inisiatif penting lainnya adalah program hibah air minum yang telah memberikan akses air bersih kepada ribuan rumah tangga sejak tahun 2015 hingga 2022. Pada tahun 2023 ini, rencananya akan ada penambahan hibah untuk lebih dari dua ribu sambungan rumah.

Dalam merespons tantangan perubahan iklim, Pemkot Pontianak telah menggarap rencana aksi iklim yang fokus pada tiga aspek utama: banjir rob, pengelolaan sampah, dan sumber energi. Berbagai langkah telah dilakukan, termasuk peningkatan sistem drainase, peningkatan ruang terbuka hijau, pemantauan kualitas air dan limbah, serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal dan kampung iklim. Selain itu, rencananya akan dibangun Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) yang melayani 35 persen penduduk daerah tersebut.

Wali Kota menegaskan bahwa Pontianak, yang terletak di garis khatulistiwa dan dikelilingi oleh Sungai Kapuas serta wilayah gambut, merasakan dampak langsung dari perubahan iklim. Sejalan dengan visi kota yang ingin menjadikan Pontianak bersih, hijau, aman, tertib, dan berkelanjutan, semua hasil dari lokakarya ini adalah bagian dari komitmen untuk menciptakan kota yang nyaman dan adaptif terhadap perubahan iklim.

"Harapannya, lokakarya ini dapat menjadi wadah untuk berkomunikasi, bertukar informasi, dan merencanakan langkah-langkah menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi penduduk kota, tetapi juga bagi seluruh komunitas global," tutup Wali Kota.

Pemetaan Daerah Rawan Bencana oleh Pemerintah Kota Pontianak, Fokus Pada Mitigasi dan Kolaborasi

Pemkot Pontianak lakukan pemetaan daerah rawan bencana
Pemkot Pontianak lakukan pemetaan daerah rawan bencana.
PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak telah memulai langkah penting dalam mengidentifikasi dan memetakan daerah-daerah yang berpotensi mengalami bencana di wilayahnya.

Dalam pertemuan yang diadakan pada hari Kamis di Pontianak, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa rapat tersebut adalah bagian dari upaya penyusunan dokumen kajian risiko bencana yang mencakup pembahasan tentang pemetaan daerah-daerah rawan bencana.

Dalam forum koordinasi tersebut, Kamtono menegaskan bahwa pemetaan tersebut khususnya akan difokuskan pada daerah-daerah yang memiliki risiko terdampak luapan air sungai serta daerah-daerah yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Kamtono menambahkan bahwa daerah-daerah yang memiliki potensi banjir akibat meluapnya air Sungai Kapuas, lokasi yang seringkali tergenang saat hujan deras, dan kawasan yang sering mengalami kebakaran hutan dan lahan akan menjadi prioritas dalam pemetaan tersebut.

"Walaupun Kota Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat umumnya memiliki kerentanannya yang lebih rendah terhadap bencana alam, namun pengamatan sepanjang tahun dan data yang ada menunjukkan bahwa bencana alam yang terjadi lebih banyak disebabkan oleh tindakan manusia, terutama pembakaran lahan yang berujung pada bencana kabut asap," ujar Kamtono.

Hasil pemetaan daerah rawan bencana ini nantinya akan menjadi dasar bagi perencanaan mitigasi serta strategi untuk mengurangi dampak bencana.

Wali Kota Kamtono juga menekankan pentingnya kolaborasi dari semua pihak dalam upaya pencegahan, mitigasi, dan penanggulangan bencana.

Dia menyoroti kerja sama yang harus terjalin antara berbagai instansi pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta lembaga-lembaga terkait guna menjalankan langkah-langkah yang telah disusun.

Selain itu, Kamtono juga menegaskan bahwa partisipasi aktif dari masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan, mitigasi, dan penanggulangan bencana.

"Tanpa keterlibatan aktif masyarakat, penanganan bencana bisa terhambat dan berjalan lambat," tambah Kamtono.

23 Agustus 2023

Investasi Rp100 Miliar: PDAM Pontianak Siapkan Rencana Strategis Pengembangan IPA

Pemkot Pontianak siapkan dana 100 M untuk pelayanan air bersih
Pemkot Pontianak siapkan dana 100 M untuk pelayanan air bersih.
PONTIANAK – Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Khatulistiwa (PDAM) yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, berencana menginvestasikan sekitar Rp100 miliar untuk membangun instalasi pengolahan air (IPA) di Nipah Kuning.

Langkah ini diambil guna meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan bahwa saat ini perencanaan dan konsultasi publik tengah berlangsung terkait kerja sama investasi bisnis ke bisnis (B to B) dalam pembangunan IPA di Nipah Kuning. PDAM telah menghitung bahwa diperlukan dana sebesar Rp100 miliar untuk proyek ini.

Seiring pertumbuhan penduduk, kebutuhan akan air bersih yang disediakan oleh PDAM semakin meningkat. 

Produksi air bersih total dari PDAM, mencapai 2.058 liter per detik, perlu ditingkatkan kapasitasnya untuk memenuhi permintaan masyarakat. 

Pembangunan IPA di Nipah Kuning dianggap sebagai langkah yang penting karena PDAM tidak memiliki dana yang cukup dan keterbatasan APBD.

Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan bahwa pembangunan IPA tidak hanya akan memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih, tetapi juga akan mempercepat pelayanan dan membantu menyelesaikan keluhan-keluhan terkait pelayanan PDAM. Proyek ini telah dipertimbangkan dari berbagai aspek, termasuk sisi hukum dan teknis.

Selain pembangunan IPA, perbaikan jaringan perpipaan juga menjadi fokus penting. Jaringan pipa yang sudah tua akan digantikan dengan yang baru. 

Ketua Dewan Pengawas PDAM, Ruli Hermansyah, menjelaskan bahwa kapasitas proyek IPA Nipah Kuning akan mencapai 300 liter per detik. 

Tujuan utama dari pembangunan ini adalah untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat. Tanpa investasi ini, risiko kekurangan pasokan air bersih akan meningkat.

16 Agustus 2023

Wali Kota Pontianak Perintahkan Belajar Daring karena Kualitas Udara Buruk

Pemkot Pontianak putuskan pembelajaran daring akibat kabut asap
Pemkot Pontianak putuskan pembelajaran daring akibat kabut asap.
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), telah mengambil keputusan untuk melaksanakan kegiatan belajar secara daring bagi siswa tingkat TK, SD, dan SMP. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kondisi udara yang berbahaya bagi kesehatan akibat merebaknya kabut asap di wilayah tersebut.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan kekhawatiran akan kualitas udara yang semakin memburuk dalam tiga hari terakhir. Terutama saat sore dan malam hari, kondisi udara semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu, Pemkot Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak memutuskan untuk menerapkan pembelajaran online mulai hari berikutnya.

Langkah ini akan berlaku mulai Rabu, 16 Agustus 2023, dan akan diterapkan sampai waktu yang belum ditentukan. Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah memantau angka kualitas udara yang dipantau oleh Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) di Kota Pontianak, yang mencapai kategori berbahaya pada malam Senin, 14 Agustus 2023.

Pemerintah Kota Pontianak akan terus memonitor perubahan kualitas udara seiring berjalannya waktu. Edi mengonfirmasi bahwa titik api di Kota Pontianak telah berhasil dipadamkan berkat upaya pencegahan yang dilakukan secara rutin. Namun, kabut asap yang masih ada di wilayah tersebut merupakan hasil dari asap kiriman dari titik api di luar daerah sekitar Kota Pontianak.

Edi menambahkan bahwa meskipun terdapat titik api sebelumnya, namun tindakan padam cepat berhasil dilakukan. Upaya pencegahan kebakaran lahan juga telah ditingkatkan melalui pembentukan satuan tugas khusus. Langkah ini dinilai lebih efektif dalam mencegah terjadinya kebakaran dan penyebaran kabut asap.

Selain itu, Edi Rusdi Kamtono juga menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Bagi warga yang memang harus keluar rumah, mereka diminta untuk menggunakan masker guna melindungi diri dari dampak buruk kabut asap.

"Dalam situasi ini, penggunaan masker tetap diwajibkan, dan penting bagi kita untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan," pungkasnya.

13 Agustus 2023

Lonjakan Kasus DBD di Kota Pontianak, Dinkes dan RSUD Bersiap Hadapi

Lonjakan kasus DBD terjadi di Pontianak 
Lonjakan kasus DBD terjadi di Pontianak.
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memerintahkan Kepala Dinkes Kota Pontianak dan Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie untuk bersiap menghadapi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Kasus DBD di Kota Pontianak mengalami peningkatan. Data dari Dinkes Kota Pontianak mencatat 65 kasus sejak Januari 2023. Kecamatan Pontianak Kota merupakan wilayah dengan kasus terbanyak. Masyarakat dengan gejala DBD diminta segera mencari perawatan di fasilitas kesehatan terdekat," ucapnya di Pontianak pada hari Sabtu.

Edi juga meminta RT (Rukun Tetangga) dan lurah setempat berkoordinasi dengan puskesmas untuk melakukan penyemprotan atau fogging guna mengurangi penyebaran DBD.

"Petugas puskesmas dan Dinas Kesehatan harus rutin melakukan fogging di wilayah-wilayah terdampak wabah DBD," tambahnya.

DBD disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang di lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya.

Oleh karena itu, Edi mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan mereka. "Pastikan lingkungan sekitar tetap bersih. Jangan biarkan wadah air menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Intinya, kita harus mencegah nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak di air yang tergenang," katanya.

Kepala Dinkes Kota Pontianak, Saptiko, menjelaskan bahwa mereka telah mengambil tindakan pencegahan seperti fogging di permukiman dan sekolah, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), serta penyelidikan epidemiologi oleh UPT Puskesmas Karya Mulia.

"Kami telah melakukan langkah-langkah pencegahan, termasuk fogging, pemberantasan sarang nyamuk, dan menyiapkan petugas kesehatan di fasilitas kesehatan yang ada," ujarnya. Mereka juga menggunakan bubuk Abate dan mengedukasi masyarakat.

Saptiko menyampaikan bahwa kasus DBD dapat muncul di mana saja, bahkan di tempat bersih sekalipun. Sebagian besar kasus DBD terjadi pada anak-anak, sehingga orang tua diminta untuk memeriksa lingkungan tempat tinggal mereka. Jika ditemukan tempat berkembang biak nyamuk, segera bersihkan.

"Pastikan tempat penyimpanan air seperti kaleng-kaleng bersih atau ditutup. Ini adalah tempat berkembang biak nyamuk. Anak-anak sebaiknya menggunakan minyak serai atau lotion anti nyamuk di rumah atau sekolah," tambahnya.

Pasang Iklan

Hukum

Pemprov Kalbar

Pemda