Pontianak - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) mendukung peningkatan kualitas pendidikan di pondok pesantren sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia dan pembangunan karakter generasi muda.
"Pendidikan adalah modal hidup yang tidak akan lekang dan habis ditelan masa. Sepanjang hayat manusia, pendidikan menjadi modal dasar utama," kata Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan saat menghadiri Wisuda Santri Pondok Pesantren Miftahul Khairatdi Pontianak, Senin.
Menurut Krisantus, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Oleh karena itu, pemerintah daerah memandang penting penguatan kualitas pendidikan berbasis keagamaan.
"Di tengah perubahan zaman yang cepat, pondok pesantren harus terus didorong untuk meningkatkan mutu pendidikan agar mampu melahirkan generasi yang adaptif, berdaya saing, dan berakhlak," ujarnya.
Krisantus menegaskan investasi di bidang pendidikan, termasuk pendidikan pesantren, merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya sangat menentukan masa depan daerah.
"Tidak ada orang tua yang bisa memastikan kondisi anak 10 atau 20 tahun ke depan. Namun melalui pendidikan yang berkualitas, kita menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi mereka," katanya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Krisantus turut melakukan peletakan batu pertama pembangunan lokal baru Pondok Pesantren Miftahul Khairat 2. Pembangunan tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana dan prasarana pendidikan pesantren agar proses belajar mengajar semakin optimal.
Ia juga memotivasi para santri agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan latar belakang berasal dari desa terpencil di Kabupaten Sintang, Krisantus menegaskan bahwa pendidikan mampu membuka jalan kesuksesan bagi siapa pun.
"Dengan pendidikan dan kemauan yang kuat, siapa pun bisa maju dan berkontribusi bagi daerah," tuturnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khairat Kyai H. Sarmawi Abdul Aziz mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur Kalbar yang dinilainya sebagai bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap penguatan pendidikan pesantren.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat mendorong percepatan pembangunan fasilitas pendidikan, seperti asrama, masjid, dan ruang belajar, yang saat ini progresnya telah mencapai sekitar 60 persen.
"Sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia Kalimantan Barat yang beriman, berilmu, dan berdaya saing," katanya.
Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA
*BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS