01 Maret 2026
Pertemuan Hangat Sultan Pontianak dan DAD, Ormas Melayu Siap Sukseskan Gawai Naik Dango 2026
![]() |
| Foto: Pertemuan Sultan Pontianak dan DAD, Ormas Melayu di Satu Rasa Kopi, Jalan Antasari, Pontianak Kota, Kalimantan Barat, Sabtu (28/2/2026) malam |
PONTIANAK - Komitmen menjaga pelestarian adat, budaya, dan semangat toleransi di Kota Pontianak kembali ditegaskan dalam pertemuan antara Sultan Pontianak, Syarif Machmud Melvin Alkadrie, dengan jajaran Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Melayu, Sabtu (28/2/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung di Satu Rasa Kopi, Jalan Antasari, Pontianak Kota, Kalimantan Barat, tersebut dihadiri Ketua DAD Kota Pontianak, Yohanes Nenes, Wakil Ketua DAD Kota Pontianak, Alexandra Djaong, beserta jajaran pengurus DAD Kota Pontianak.
Selain itu, sejumlah ormas Melayu turut hadir, antara lain LPM, BP, Bala Komando, SPM, serta Pemuda Pancasila, bersama beberapa organisasi kemasyarakatan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sultan Pontianak bersama para tokoh ormas Melayu menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Gawai Naik Dango ke-3 yang digelar oleh DAD Kota Pontianak pada 20 hingga 25 April 2026 mendatang.
Sultan Pontianak, Syarif Machmud Melvin Alkadrie menyampaikan bahwa pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban tersebut menghasilkan kesepakatan bersama untuk mendukung suksesnya perhelatan budaya tahunan tersebut, baik dari sisi pelestarian kebudayaan maupun aspek keamanan.
“Alhamdulillah, melalui pertemuan ini kita sepakat untuk terus kompak dan mendukung penuh Gawai Naik Dango ke-3. Dukungan tidak hanya dalam bentuk partisipasi budaya, tetapi juga kesiapan membantu dari sisi keamanan apabila diperlukan,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh ormas yang hadir menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan yang menjadi simbol syukur dan warisan budaya masyarakat Dayak tersebut.
Selain dukungan pengamanan, sejumlah organisasi juga berencana ambil bagian dalam kegiatan display budaya untuk memeriahkan rangkaian acara yang dimulai pada 20 April mendatang.
Partisipasi tersebut diharapkan semakin memperkuat nilai persatuan dan kebersamaan antar warga lintas etnis dan organisasi di Kota Pontianak.
Ketua DAD Kota Pontianak, Yohanes Nenes, menyambut baik dukungan tersebut dan menilai sinergi antara Kesultanan Pontianak, DAD, serta berbagai ormas Melayu menjadi wujud nyata harmoni dan toleransi yang telah lama terjalin di Kota Pontianak.
Gawai Naik Dango sendiri merupakan agenda adat tahunan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen dan simbol pelestarian tradisi Dayak. Penyelenggaraan tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga mempererat persaudaraan antar umat dan elemen masyarakat di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak. (Red/Ms)
28 Februari 2026
Buntut Penangkapan Tiga Pekerja PETI, Massa Labrak Mapolres Sintang Yang Berujung Kericuhan
![]() |
| Foto: Ratusan Massa Datangi Mapolres Sintang Buntut Penangkapan Tiga Pekerja PETI, Sabtu (28/2/2026) |
SINTANG - Aksi ratusan massa sempat terjadi di Mapolres Sintang pada Sabtu (28/2) sore-malam menyusul penangkapan sejumlah pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kapuas Kiri Hilir, Kecamatan Sintang. Kericuhan dipicu ketidakpuasan para penambang yang mendatangi Mapolres Sintang untuk memprotes penangkapan rekan mereka oleh tim kepolisian.
Penangkapan tersebut dilakukan pada Sabtu Sore hari sekitar pukul 15.00 WIB. Tiga orang pekerja PETI kemudian dilepaskan pada hari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB, Sabtu (28/2/2026), setelah situasi di Mapolres sempat memanas.
Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo, S.H., S.I.K., menyampaikan bahwa pihaknya melakukan penindakan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin di wilayah hukum Sintang.
"Kami hari ini melakukan penertiban terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin di wilayah Sintang. Dalam kegiatan tersebut, kami sempat mengamankan beberapa orang," ujarnya.
Situasi kemudian berkembang ketika sejumlah warga datang ke Polres Sintang untuk memberikan dukungan dan menyampaikan penolakan terhadap penertiban tersebut. Aksi massa tersebut sempat diwarnai kerusuhan. Namun, pihak kepolisian mengambil langkah diskresi untuk melepaskan tiga orang yang diamankan dengan catatan mereka tidak lagi melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin.
Polres Sintang akan memanggil sejumlah tokoh masyarakat serta pihak-pihak terkait untuk membuat komitmen bersama guna menghentikan aktivitas PETI di lokasi tersebut. Pemerintah Daerah dan DPRD Sintang turut hadir membantu meredam situasi.
"Tadi Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala dan perwakilan DPRD juga hadir untuk membantu mediasi. Kami sepakat bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Sintang," pungkas Sanny Handityo. (Lai/Jek)
27 Februari 2026
Abang Nasir Dukung Muswil IX PPP Kalbar di Hotel Ibis Pontianak
![]() |
| Foto: Anggota DPRD Kabupaten Sekadau dari PPP, H. Abang Nasir, S.A.P |
PONTIANAK - Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Barat resmi digelar di Hotel Ibis Pontianak, Kamis (27/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi dan penguatan struktur partai dalam menghadapi agenda politik ke depan.
Muswil IX mengusung tema "Mengakar Bersama Rakyat, Menumbuhkan Maslahat" dan dihadiri jajaran pengurus pusat maupun daerah PPP. Forum ini membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan serta merumuskan program kerja strategis partai di tingkat wilayah.
Anggota DPRD Kabupaten Sekadau dari PPP, H. Abang Nasir, S.A.P., menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Muswil IX.
"Muswil ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi momentum menyatukan visi dan semangat perjuangan. Kita ingin PPP semakin solid dan benar-benar hadir di tengah masyarakat," ujarnya.
Abang Nasir berharap hasil Muswil IX dapat melahirkan kepengurusan yang amanah dan mampu membawa PPP Kalimantan Barat semakin maju.
"Kami di daerah siap mendukung dan menjalankan setiap keputusan Muswil. Harapannya, PPP semakin dipercaya masyarakat dan berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah," tegasnya. (Ms)









