07 Februari 2026
Di Bawah Terik Matahari Warga dan Polisi Bersinergi Bangun Akses Listrik Desa Nyiin
![]() |
| Di Bawah Terik Matahari Warga dan Polisi Bersinergi Bangun Akses Listrik Desa Nyiin. |
Landak, Kalbar -- Bayangkan panas terik menyengat, debu jalan beterbangan, tapi semangat kebersamaan tetap membara. Inilah yang terjadi di Desa Nyiin, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Jumat (30/1/2026). Di tengah cuaca yang cukup menyengat, aparat kepolisian, pemerintah desa, dan warga bahu-membahu memperbaiki jalan yang menjadi akses utama distribusi material listrik ke desa.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasubsektor Jelimpo, Aiptu Heri Sugiarto, bersama Bhabinkamtibmas Bripka Hendro dan didampingi Kepala Dusun Asam Mare, Daniel Janteng. Dengan bantuan alat berat excavator, perbaikan jalan yang sebelumnya sulit dilalui kendaraan pengangkut material pun mulai menunjukkan hasil.
Menurut Aiptu Heri, kehadiran polisi bukan sekadar memantau, tetapi juga menjamin keselamatan dan kelancaran pembangunan infrastruktur desa.
"Pengawasan ini penting agar proses perbaikan jalan berjalan aman, lancar, dan tidak mengganggu ketertiban masyarakat. Jalan ini vital karena menjadi akses utama distribusi material listrik bagi warga Desa Nyiin," jelasnya.
![]() |
| Di Bawah Terik Matahari Warga dan Polisi Bersinergi Bangun Akses Listrik Desa Nyiin. |
Lebih lanjut, Aiptu Heri menekankan bahwa sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kegiatan di lapangan.
"Meski panas, semangat semua pihak luar biasa. Ini bukti kepedulian bersama demi kemaslahatan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Asam Mare, Daniel Janteng, menyampaikan rasa syukur atas dukungan polisi dan masyarakat.
"Perbaikan jalan ini sangat dibutuhkan. Dengan akses yang membaik, distribusi material listrik bisa lebih cepat dan pembangunan desa semakin lancar," ucapnya.
Warga setempat pun merasa terbantu dan senang melihat langsung kerja sama yang nyata di lapangan.
"Kami bersyukur dan berterima kasih. Jalan ini penting bagi kehidupan sehari-hari kami. Terima kasih kepada semua pihak yang peduli," kata seorang warga.
Dengan kolaborasi lintas sektor ini, proses perbaikan jalan di Desa Nyiin diharapkan tidak hanya berjalan optimal, tetapi juga mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semangat kebersamaan ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi bisa membawa perubahan positif di tengah tantangan.
06 Februari 2026
Perkumpulan Gemawan dan Kelompok Perempuan Muda di Mempawah Mulai Langkah Konkret Mitigasi Perubahan Iklim
![]() |
| Foto: Perkumpulan Gemawan dan Kelompok Perempuan Muda di Mempawah |
MEMPAWAH - Perkumpulan Gemawan bersama kelompok perempuan muda di Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah memulai langkah konkret mitigasi perubahan iklim melalui Pelatihan Teknis Analog Forestry (Hutan Analog). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5-6 Februari 2026, ini dilaksanakan di Desa Sekabuk, Desa Suak Barangan, dan Desa Bumbun.
Pelatihan ini menjadi titik awal bagi perempuan muda di masing-masing desa untuk mengklaim kembali kedaulatan atas lahan melalui tata kelola yang cerdas, berkelanjutan, dan berpihak pada keseimbangan alam. Lebih dari sekadar transfer pengetahuan teknis, pelatihan Analog Forestry diarahkan untuk mengubah paradigma pengelolaan lahan.
Sebagai tindak lanjut pelatihan, para peserta yang tergabung dalam Kelompok Matahari (Desa Sekabuk), Bukit Marajangan't (Desa Suak Barangan), dan Wanita Sabun (Desa Bumbun) saat ini tengah memfokuskan diri pada penyiapan lahan demplot. Proses ini dilakukan dengan menerapkan prinsip konservasi tanah, seperti penggunaan mulsa organik dari dedaunan gugur dan tanaman berakar untuk menjaga kelembapan tanah, mendukung kehidupan mikroba, serta menghindari praktik tanah telanjang.
Pada kesempatan yang sama, Rahmawati, salah satu pegiat Gemawan, menjelaskan bahwa aksi ini berpijak pada empat pilar utama, yakni kesehatan tanah, kemandirian, ketahanan (resiliensi), dan keseimbangan ekosistem. Pendekatan ini dirancang untuk menjawab persoalan degradasi lahan di Sadaniang dengan cara mengimitasi struktur hutan alam ke dalam lahan budidaya masyarakat.
Melalui integrasi pengetahuan, praktik lapangan, dan dukungan input bibit yang akan datang, demplot-demplot Analog Forestry ini diproyeksikan tidak hanya menjadi sumber pangan dan pendapatan harian, melalui sayuran dan tanaman strata, tetapi juga berfungsi sebagai tabungan ekologis jangka panjang yang mampu menyerap karbon secara efektif.
Perkumpulan Gemawan meyakini bahwa keterlibatan aktif perempuan muda dalam mengelola lahan dengan pendekatan "kecerdasan hutan" merupakan kunci penting dalam menghadapi ketidakpastian iklim global, sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi dan ekologi di tingkat tapak. (Izhar)
Pemerintah Kabupaten Sekadau dan Universitas Terbuka Pontianak Jalin Kerja Sama
![]() |
|
Foto: Pemerintah Kabupaten Sekadau dan Universitas Terbuka Pontianak Jalin Kerja Sama |
PONTIANAK - Pemerintah Kabupaten Sekadau resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) Pontianak melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan dalam rangkaian Seminar Akademik Universitas Terbuka Pontianak, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan. Bupati Sekadau Aron, S.H. menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sekadau dalam menjawab kebutuhan tenaga pendidik, terutama guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di wilayah Sekadau.
"Kabupaten Sekadau hingga saat ini masih membutuhkan tenaga pengajar, khususnya di jenjang SD dan SMP. Melalui kerja sama ini, kami berharap mahasiswa dan lulusan Universitas Terbuka, terutama dari Program Studi PGSD, dapat berkontribusi langsung dalam dunia pendidikan di daerah," ujar Aron.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sekadau terbuka dan siap mendukung pelaksanaan kegiatan akademik mahasiswa UT, seperti praktik kerja lapangan, PPL, dan KKN di sekolah-sekolah yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.
Direktur UT Pontianak, Dr. Romi Siswanto, S.Sos., (tautan tidak tersedia), menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, PKS ini sangat penting dalam mendukung kelancaran proses akademik mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Sementara itu, Ketua Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Kabupaten Sekadau, Abang Mohd Firman, M.Pd., mengungkapkan bahwa jumlah mahasiswa aktif UT asal Kabupaten Sekadau saat ini mencapai 1.023 orang, dan sekitar 50 persen di antaranya merupakan mahasiswa PGSD.
Melalui kerja sama ini, diharapkan terjalin kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Sekadau dan Universitas Terbuka Pontianak dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Ms)
05 Februari 2026
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kapuas Berharap Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2026 Berjalan Lebih Baik
![]() |
| Foto: Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kapuas, H. Hargatin, ST., MT |
KUALA KAPUAS - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kapuas, H. Hargatin, ST., MT, berharap pelaksanaan kegiatan di lingkup Dinas PUPR pada tahun 2026 dapat berjalan lebih baik dan terencana sejak awal tahun.
Hargatin mengatakan, pihaknya telah mengambil pelajaran dari pelaksanaan kegiatan tahun 2025, di mana banyak pekerjaan yang menumpuk pada akhir tahun anggaran.
"Untuk tahun 2026 ini, harapan kita pelaksanaan kegiatan bisa dimulai sejak awal tahun. Kita usahakan mulai berjalan dari bulan Maret, supaya di akhir tahun tidak terjadi penumpukan pekerjaan seperti tahun sebelumnya," ujarnya.
Dinas PUPR Kabupaten Kapuas juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan penghubung, baik dari kabupaten ke kecamatan maupun hingga ke desa-desa, khususnya di wilayah non pasang surut. Menurut Hargatin, pihaknya telah melakukan survei hingga ke desa-desa paling ujung di wilayah Kabupaten Kapuas.
Dari hasil survei tersebut, masih ditemukan kebutuhan pembangunan dan peningkatan akses jalan menuju desa-desa terpencil.
"Untuk tahun 2026 ini kita sudah melakukan survei sampai ke desa paling jauh. Masih banyak desa yang memerlukan pembangunan dan pembuatan jalan," jelasnya.
Ia pun berharap, hasil perencanaan dan survei yang dilakukan pada tahun ini dapat ditindaklanjuti pada tahun berikutnya.
"Harapan kita, pada tahun 2027 nanti pembangunan jalan menuju desa-desa tersebut sudah bisa kita laksanakan," pungkasnya. (Fajar)
Polres Kubu Raya Gelar Operasi Keselamatan Kapuas 2026
![]() |
| Foto: Polres Kubu Raya Gelar Operasi Keselamatan Kapuas 2026 |
KUBU RAYA - Polres Kubu Raya melalui Satuan Lalu Lintas resmi melaksanakan Operasi Keselamatan Kapuas 2026 yang berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas demi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran di jalan raya.
Kepala Kepolisian Resor Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, mengimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas, tidak hanya demi keselamatan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
"Kesadaran tertib berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menaati aturan lalu lintas demi keselamatan bersama," ujar AKBP Kadek Ary Mahardika.
Operasi Keselamatan Kapuas 2026 mengedepankan fungsi lalu lintas dengan tujuan utama menciptakan kondisi jalan yang aman dan tertib. Dalam pelaksanaannya, operasi ini mengutamakan pendekatan preemtif dan preventif melalui imbauan bersifat edukatif. Sementara itu, penegakan hukum tetap dilakukan secara elektronik (ETLE) maupun tilang manual terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Kasat Lantas Polres Kubu Raya, IPTU J. Effendhy Kusuma, menambahkan bahwa salah satu perhatian serius dalam Operasi Keselamatan Kapuas 2026 adalah keterlibatan remaja dalam aksi balapan liar dan kebut-kebutan di jalan umum.
"Kami menghimbau peran aktif orang tua dan guru untuk lebih mengawasi anak-anak, khususnya kalangan remaja, agar tidak terlibat balapan liar yang sangat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain," ujar IPTU Effendhy.
Operasi Keselamatan Kapuas 2026 memiliki 9 target prioritas, antara lain:
1. Penggunaan knalpot brong atau tidak sesuai standar pabrikan
2. Kendaraan over dimensi atau perubahan spesifikasi teknis
3. Penggunaan sirine, rotator, dan strobo pada kendaraan pribadi
4. Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tidak sesuai ketentuan
5. Kendaraan pribadi dijadikan angkutan komersial tanpa izin
6. Mengangkut orang menggunakan kendaraan barang
7. Mengoperasikan kendaraan yang tidak layak jalan
8. Berkendara tanpa helm atau berboncengan lebih dari satu orang
9. Parkir di bahu jalan, khususnya di kawasan wisata
Polres Kubu Raya mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Kapuas 2026 dengan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. (Red/Ms)
Pelemparan Bom Molotov di SMP Negeri 3 Kubu Raya: Peringatan Keras bagi Dunia Pendidikan
![]() |
| Foto: Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kalimantan Barat, Muhamad Sani, SH., MAP |
PONTIANAK - Peristiwa pelemparan bom molotov yang dilakukan oleh seorang siswa di SMP Negeri 3 Kubu Raya pada hari Selasa (3/2/2026) menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kejadian tersebut dinilai sebagai alarm keras bagi dunia pendidikan, khususnya terkait pembinaan karakter, kesehatan mental, dan pengawasan terhadap peserta didik.
Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kalimantan Barat, Muhamad Sani, SH., MAP, menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang melibatkan pelajar di lingkungan sekolah. Menurutnya, aksi tersebut tidak dapat dianggap sebagai peristiwa biasa dan harus menjadi perhatian bersama.
Muhamad Sani menegaskan bahwa seluruh pihak harus terlibat aktif dalam pembinaan dan pengawasan, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum.
"Penanganannya tidak bisa hanya sebatas proses hukum. Pembinaan mental, karakter, dan pengawasan terhadap anak-anak kita harus diperkuat," tegasnya.
Dari sudut pandang psikologi pendidikan, psikolog Pendidikan, Ketua FKDM Kalbar ini menilai bahwa perilaku ekstrem yang dilakukan oleh pelajar umumnya dipicu oleh akumulasi masalah psikososial yang tidak tertangani sejak dini.
"Pada usia remaja awal, emosi anak masih sangat labil. Jika tekanan di rumah, lingkungan pergaulan, atau di sekolah tidak tersalurkan dengan baik, maka bisa muncul perilaku agresif sebagai bentuk pelampiasan," jelasnya.
Muhamad Sani juga mengingatkan pentingnya pendidikan karakter dan literasi emosi dalam kurikulum sekolah agar siswa mampu mengelola emosi, menyelesaikan konflik tanpa kekerasan, serta memahami konsekuensi dari setiap tindakan.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif dan latar belakang pelaku dengan tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak sesuai ketentuan perundang-undangan.
FKDM Kalbar berharap insiden ini menjadi momentum evaluasi bersama agar dunia pendidikan di Kalimantan Barat benar-benar menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak. (Tim Liputan)
04 Februari 2026
Kejati Kalbar Gelar Program Isbat Nikah Terpadu, Dorong Pemenuhan Hak Sipil Kewarganegaraan
![]() |
| Foto: Program Isbat Nikah Terpadu bersama Kejaksaan Tinggi Kalbar |
MEMPAWAH - Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Erich Folanda, yang didampingi Asdatun Faisal Banu, dan Kajari Mempawah Dr. Samsuri, menghadiri Pelaksanaan Program Isbat Nikah, Penerbitan Buku Nikah, Kartu Keluarga (KK), serta Kartu Identitas Anak (KIA) yang dilaksanakan pada Rabu (4/2/2026) di Aula Pondok Pesantren Darut Tolibin Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor antara Kejaksaan Negeri Mempawah, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mempawah, serta Pemerintah Desa Peniraman dalam rangka mendorong tertib administrasi kependudukan dan pemenuhan hak sipil kewarganegaraan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 27 pasangan suami istri dari Pemerintah Desa Peniraman Kabupaten Mempawah mengikuti program Isbat Nikah, sekaligus Penerbitan Buku Nikah dan Kartu Keluarga dan dinyatakan sah secara hukum negara.
Selain daripada itu juga Jaksa Pengacara bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) Kejaksaan Negeri Mempawah telah bekerjasama dengan Disdukcapil Mempawah untuk melakukan Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) sebanyak 21 keping yang telah diserahkan kepada Anak yang berkebutuhan khusus, serta sebanyak 38 keping KIA yang telah diserahkan kepada Anak yang terlantar yang berada di wilayah Kabupaten Mempawah.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menegaskan bahwa pemenuhan hak administrasi kependudukan merupakan bagian fundamental dari perlindungan hak asasi manusia. Ia menyampaikan bahwa negara memiliki kewajiban untuk memastikan setiap warga negara memperoleh pengakuan hukum atas status pribadi dan keluarganya.
Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus mendukung program-program strategis yang selaras dengan RANHAM dan berorientasi pada pelayanan publik yang inklusif, responsif, dan berkeadilan.
Penutupan Festival Melayu Ke-IV Kabupaten Sekadau
![]() |
| Foto: Malam Penutupan Penutupan Festival Melayu Ke-IV Kabupaten Sekadau tahun 2026 |
SEKADAU - Walaupun cuaca diguyur hujan, semangat masyarakat tidak surut menghadiri penutupan Festival Melayu Ke-IV Kabupaten Sekadau yang berlangsung pada Rabu malam, 3 Februari. Penutupan acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, ditandai dengan pemukulan rabana sebagai simbol berakhirnya rangkaian Pesta Melayu Kabupaten Sekadau Tahun 2025.
Acara penutupan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sekadau Subandrio, SH, MH, Raja Kesuma Negara Gusti Muhammad Efendi raja Sekadau unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, para kepala OPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan juri, para peserta lomba, serta masyarakat Kabupaten Sekadau yang tetap antusias mengikuti kegiatan hingga akhir acara.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sekadau Subandrio, SH, MH menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana, pengurus Majelis Adat dan Budaya Melayu (MABM/MAPN), para sponsor, pihak keamanan TNI dan Polri, serta seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan Festival Melayu Ke-IV Kabupaten Sekadau.
Kepada para pemenang lomba, Wakil Bupati mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih dan berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan. Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, ia berpesan agar tidak berkecil hati karena partisipasi mereka merupakan bentuk nyata kecintaan terhadap budaya daerah.
Penutupan Festival Melayu Ke-IV Kabupaten Sekadau juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya serta kehadiran artis asal Pontianak, Ali Akbar, yang turut menghibur masyarakat. Dengan mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Wakil Bupati Sekadau secara resmi menutup Festival Melayu Ke-IV Kabupaten Sekadau melalui pemukulan rabana, sebagai tanda berakhirnya seluruh rangkaian Pesta Melayu Kabupaten Sekadau. (Jm)
03 Februari 2026
Misteri Penemuan Jasad Bayi di Perairan Kubu Raya, Polisi Buru Orang tua
![]() |
| Foto: Ilustrasi penemuan jasad bayi di perairan Kuburaya |
KUBU RAYA - Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya tengah menyelidiki penemuan jasad bayi laki-laki di perairan Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Rabu (28/1/2026).
Jasad bayi yang diperkirakan baru berusia satu hari tersebut ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan, mengapung tanpa busana dengan tali pusar yang masih menempel di tubuhnya. Peristiwa bermula sekira pukul 15.00 WIB, saat seorang warga bernama Epinto hendak berangkat kerja menggunakan perahu motor (kato).
Setelah dipastikan bahwa objek tersebut adalah jenazah manusia, para saksi mengamankan jasad bayi tersebut agar tidak terbawa arus dengan mengikatnya ke tepi sungai menggunakan tongkat bambu dan tali nilon. Temuan ini kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan Tim Sosial MTI, sebelum akhirnya diteruskan ke pihak Polsek Batu Ampar.
Kapolsek Batu Ampar, Iptu Fahrizal, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengonfirmasi adanya penemuan mayat bayi tersebut. Lokasi penemuan diketahui berada di perairan Desa Tanjung Beringin, tepatnya sekitar 200 meter dari SD Negeri 19 Batu Ampar.
"Benar, telah ditemukan jenazah bayi berjenis kelamin laki-laki yang diperkirakan berusia satu hari," ujar Ade, Selasa (3/2/2026).
Pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas orang tua bayi yang diduga sengaja membuang darah dagingnya tersebut ke sungai.
"Kami menduga bayi ini sengaja dibuang oleh orang tuanya sesaat setelah dilahirkan," tegas Ade.
Usai dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal, jenazah bayi tersebut langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara di Pontianak menggunakan sarana transportasi air (speed boat) dengan pengawalan ketat personel Polsek Batu Ampar untuk keperluan otopsi dan visum.
Polisi mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait aktivitas mencurigakan atau mengetahui adanya warga yang menunjukkan gelagat tidak wajar pasca-melahirkan untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat. (Red)










