Berita Indokalbar.com -->

28 Januari 2026

Gemawan Fasilitasi Pelatihan Advokasi JaPeDas untuk 20 Desa di Kabupaten Sambas

Foto: Pelatihan advokasi Memperkuat JaPeDas Kabupaten Sambas untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani bersama Gemawan Kalbar 


SAMBAS - Perkumpulan Gemawan menyelenggarakan pelatihan advokasi bertema "Advokasi Kolaboratif: Memperkuat JaPeDas Kabupaten Sambas untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani" yang berlangsung di Hotel Pantura Sambas, Selasa (27/01/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 20 desa di Kabupaten Sambas.


Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan advokasi kolaboratif guna mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Pelatihan yang berlangsung selama satu hari penuh ini difasilitasi oleh tim Perkumpulan Gemawan dengan fokus pada penguatan strategi advokasi berbasis kolaborasi lintas pemangku kepentingan.


Peserta yang tergabung dalam Jaringan Petani Komoditas (JaPeDas) Kabupaten Sambas mendapatkan materi mengenai teknik negosiasi kebijakan, pemetaan isu pertanian, serta pembangunan aliansi strategis untuk memperjuangkan hak-hak petani dari tingkat desa hingga kabupaten.


Ketua JaPeDas Kabupaten Sambas, Tajudin, dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah berbagi informasi, khususnya terkait isu-isu pertanian. 


"Ke depan, kami berharap JaPeDas dapat lebih proaktif dalam mengadvokasi kepentingan petani, terutama di wilayah-wilayah sentra pertanian unggulan," ujarnya.


Deddy Wahab, Program Officer Perkumpulan Gemawan, menegaskan bahwa advokasi kolaboratif menjadi kunci dalam memperkuat posisi petani. 


"Melalui pendekatan advokasi kolaboratif, JaPeDas Sambas diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan," ungkapnya saat membuka kegiatan secara resmi.


Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Hendro, peserta dari Desa Seranggam, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman baru dalam menyuarakan aspirasi petani secara efektif. 


"Kami belajar bagaimana menyampaikan persoalan petani dengan tepat. Ini sangat membantu desa kami dalam menghadapi tantangan seperti akses pupuk dan pasar yang lebih adil," katanya.


Dalam pelatihan ini juga digelar sesi simulasi dan bermain peran, di mana peserta melakukan praktik advokasi sebagai persiapan sebelum melakukan audiensi langsung dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas. Simulasi tersebut difokuskan pada isu-isu krusial yang kerap dihadapi petani, seperti sulitnya akses pupuk subsidi di lapangan.


Pelatihan advokasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Perkumpulan Gemawan dalam upaya pemberdayaan Jaringan Petani Komoditas (JaPeDas) di Kabupaten Sambas khususnya, dan Kalimantan Barat pada umumnya. Diharapkan, para peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk melakukan advokasi di wilayah masing-masing serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Sambas. (Izhar)


27 Januari 2026

Wakil Bupati Sintang Dorong Perluasan Lahan Tanaman Jagung

Foto: Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny


SINTANG - Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, memimpin Rapat Koordinasi program ketahanan pangan jagung di desa pada Selasa, 27 Januari 2026 di Pendopo Wakil Bupati Sintang. Rapat tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang.


Rapat Koordinasi dilaksanakan dalam rangka memperluas lahan tanaman jagung dan meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Sintang di masa yang akan datang. Wakil Bupati Sintang menjelaskan persoalan selama ini seperti kurang baiknya ekosistem jagung, harga yang tidak baik, proses distribusi hasil panen, dan pengetahuan masyarakat dalam membudidayakan jagung.


"Untuk itu, kita perlu memperbaiki dan memberikan solusi dari masalah budi daya jagung. Biaya untuk menanam jagung sekitar 25-30 juta per hektar, mulai dari membuka lahan, membeli bibit, pupuk, sampai panen," ujar Wakil Bupati Sintang. 


Ia juga mencontohkan budidaya jagung di Desa Mapan Jaya Kayan Hulu yang dikelola oleh BUMDes dan memiliki ternak ayam. 


"Kita akan dorong budidaya jagung ini di semua desa, dan harus ada improvisasi dari desa, sehingga ada siklus yang baik," tambahnya.


Wakil Bupati Sintang juga mengusulkan agar ada kerjasama dengan pemilik ternak ayam skala sedang dan besar di sekitar desa. 


"Jika ada masalah distribusi, Pemkab Sintang bisa memberikan subsidi biaya transportasi hasil panen jagung dari desa ke kabupaten," ujarnya. 


Ia juga meminta agar dana ADD (Alokasi Dana Desa) digunakan untuk program ketahanan pangan dan diarahkan ke budidaya jagung di desanya masing-masing.


Rakor dihadiri oleh 14 Camat, Polres Sintang, Bulog Sintang, dan OPD terkait. Wakil Bupati Sintang berharap bahwa dengan kerjasama dan dukungan dari semua pihak, program ketahanan pangan jagung di Kabupaten Sintang dapat berjalan dengan baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Wakapolda Kalbar Buka Musda ke-V KBPP Polri

Foto: Wakapolda Kalimantan Barat, Brigjen Pol Roma Hutajulu, S.I.K., secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Pengurus Daerah XV Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Kalimantan Barat Tahun 2026


PONTIANAK - Wakapolda Kalimantan Barat, Brigjen Pol Roma Hutajulu, S.I.K., secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Pengurus Daerah XV Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Kalimantan Barat Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Graha Khatulistiwa Polda Kalbar ini mengusung tema "Transformasi KBPP Polri Menjadi Organisasi yang Solid, Modern, Mandiri, Kuat, dan Bermanfaat bagi Anggota, Masyarakat, dan Polri".


Dalam sambutannya, Wakapolda menyampaikan bahwa Musda kali ini merupakan momentum krusial bagi KBPP Polri untuk bertransformasi menjadi organisasi yang solid, modern, mandiri, dan bermanfaat luas bagi Masyarakat serta institusi Polri. "KBPP Polri berdiri sejak 2003 sebagai wadah pembinaan karakter putra-putri Polri agar mampu berperan positif bagi bangsa. Saat Polri tengah bertransformasi menjadi institusi yang Presisi, kami sangat membutuhkan dukungan penuh dari KBPP Polri sebagai mitra strategis," ujar Roma Hutajulu.


Acara ini dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalbar dan tokoh-tokoh penting lainnya, di antaranya Ketua Umum KBPP Polri Pusat sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Dr. Evita Nursanty, Anggota DPD RI Daud Yordan, Gubernur Kalbar yang diwakili Kabag Kesbangpol Mohammad Bari, S.Sos., serta perwakilan dari Kodam XII/Tanjungpura, Lanud Supadio, dan BNNP Kalbar.


Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., memberikan keterangan tambahan terkait urgensi pelaksanaan Musda ke-V ini kepada Awak Media. "Polda Kalimantan Barat selaku pembina tentu berharap Musda ke-V ini melahirkan kepengurusan periode 2026-2031 yang visioner. Kami berharap sinergitas yang sudah terjalin baik selama ini terus ditingkatkan. Siapa pun yang terpilih nanti, diharapkan mampu membawa semangat baru dalam mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian yang bermanfaat langsung bagi anggota dan masyarakat umum," pungkas Bambang.


26 Januari 2026

PSMTI Bangun Gorong-Gorong untuk Antisipasi Banjir di Kubu Raya

Foto: Kepala Bidang Humas Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Kuburaya, Alfonsius beserta pengurus 


KUBU RAYA - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) melaksanakan pembangunan gorong-gorong di kawasan Kilometer 8, Kabupaten Kubu Raya, sebagai upaya mengantisipasi banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan, khususnya di sekitar lokasi Pemakaman Tionghoa km 8 Sungai Raya, Senin 26 Januari 2026.


Kepala Bidang Humas PSMTI, Alfonsius, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, TNI, Polri, serta masyarakat setempat yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. 


"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi, pemerintah Kabupaten Kubu Raya, TNI, Polri, serta seluruh masyarakat sekitar yang telah mendukung kegiatan PSMTI dalam pembangunan gorong-gorong di KM 8 ini," ujar Alfonsius.


Alfonsius menjelaskan bahwa pembangunan gorong-gorong dilakukan secara bertahap. Tahap pertama telah diselesaikan sekitar dua bulan lalu di kawasan Marga YO dan HUANG, sementara tahap kedua kembali dilanjutkan di depan Marga TE dan tepat di depan Kantor Bumi Raya. 


Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi banjir yang hampir setiap tahun terjadi saat musim hujan. Banjir tersebut kerap menggenangi area pemakaman sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.


PSMTI berharap pembangunan infrastruktur ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar dan menjadi wujud nyata kepedulian sosial organisasi terhadap lingkungan. 


Kegiatan pembangunan gorong-gorong ini turut dihadiri perwakilan PSMTI tingkat provinsi, jajaran pengurus kabupaten, serta rekan-rekan dari bidang sosial dan para relawan. (JM)


Akses Menuju Desa Masupa Ria Masih Sangat Terbatas

Foto: Kadis PUPR Kapuas H Hargatin.,ST.,MT Survei Desa Masupa Ria Tempuh Mobil, Klotok hingga Jalan Kaki


KUALA KAPUAS - Akses menuju Desa Masupa Ria, desa paling ujung di Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas, hingga kini masih sangat terbatas. Untuk mencapai desa tersebut, rombongan harus menempuh perjalanan panjang dengan berbagai moda transportasi, mulai dari mobil, Alkon atau kelotok, hingga berjalan kaki menembus hutan.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kapuas, H Hargatin ST MT, menjelaskan bahwa perjalanan survei dimulai dari Sei Pinang menuju Tumbang Manyarung menggunakan mobil dengan waktu tempuh sekitar tiga jam. 


Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menggunakan alkon atau kelotok menyusuri jalur sungai dari Tumbang Manyarung ke Dusun Jakatan Masupa selama kurang lebih dua jam. Dari Dusun Jakatan Masupa, rombongan kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Desa Masupa Ria selama sekitar 2,5 jam.


Jalur yang dilalui cukup berat, harus berjalan kaki melewati hutan belantara dan sebagian menyusuri pinggiran sungai untuk bisa sampai ke Desa Masupa Ria. Survei tersebut dilakukan selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Januari 2026, dalam rangka pendataan kondisi infrastruktur di wilayah terpencil.


Hargatin berharap ke depan pemerintah daerah dapat membangun akses jalan darat menuju desa tersebut. Hingga saat ini, belum ada jalan darat yang menghubungkan Kabupaten Kapuas secara langsung ke Desa Masupa Ria. 


"Kami berharap ke depan bisa menyediakan anggaran untuk pembangunan jalan ke sana, karena saat ini memang belum ada akses jalan darat dari Kabupaten Kapuas," pungkasnya. (Fajar)


Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak Trans Kalimantan

Foto: Satlantas Polres Kubu Raya mengamankan barang bukti kendaraan dan melakukan olah TKP di lokasi kejadian


KUBU RAYA - Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur tengkorak Jalan Trans Kalimantan KM 19, Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu (25/1/2026) siang. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan tewas di tempat setelah gagal mengendalikan kendaraannya di tikungan dan menghantam sebuah truk dari arah berlawanan.


Kecelakaan yang terjadi sekira pukul 11.00 WIB ini melibatkan sepeda motor Honda dengan nomor polisi KB 4879 MK yang dikendarai oleh Sutakim (61) membonceng Rizki Permata Putri (21), serta truk KB 8961 HEA yang dikemudikan Haryat Sedia Hartono (62). 


Berdasarkan keterangan saksi dan pengemudi truk, truk yang dikemudikan Haryat melaju dari arah Pontianak menuju luar kota. Namun, setibanya di tikungan tajam KM 19 Desa Korek, petaka datang dari arah berlawanan.


Pengendara motor, Sutakim, mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara itu, penumpangnya, Rizki Permata Putri, berhasil selamat namun harus dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami sejumlah luka-luka.


Pihak Satlantas Polres Kubu Raya telah mengamankan barang bukti kendaraan dan melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Polisi juga mengingatkan masyarakat untuk ekstra waspada saat melintasi jalur Trans Kalimantan, terutama di titik-titik tikungan tajam yang rawan kecelakaan. 


"Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu menjaga konsentrasi dan mengatur kecepatan, terutama saat melintasi tikungan yang memiliki blind spot. Keselamatan adalah yang utama," pungkas Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade. (Tim)


25 Januari 2026

Panitia himpun Rp2,3 miliar dana donatur untuk perayaan Imlek dan CGM


Singkawang - Panitia Perayaan Imlek dan Cap Go Meh (CGM) Singkawang 2026 telah menghimpun dana sebesar Rp2,3 miliar dari para donatur melalui kegiatan penggalangan dana yang dilakukan di Singkawang dan Jakarta. 

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, penggalangan dana tersebut melibatkan masyarakat Singkawang yang berdomisili di Jakarta serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pariwisata di Singkawang, Kalimantan Barat. 

“Penggalangan dana sudah dilakukan dua kali, yakni di Singkawang dan Jakarta. Total dana yang terkumpul dari para donatur saat ini sebesar Rp2,3 miliar,” kata Tjhai Chui Mie di Singkawang, Minggu. 

Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk penyelenggaraan perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 mencapai lebih dari Rp9 miliar, sehingga panitia masih membutuhkan dukungan tambahan dari berbagai pihak. 

“Dana yang terkumpul masih belum mencukupi kebutuhan keseluruhan kegiatan, sehingga panitia terus membuka peluang dukungan dan partisipasi,” ujarnya.

Selain penggalangan dana langsung, panitia juga telah menyampaikan proposal kepada perusahaan swasta, instansi pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), dan badan usaha milik daerah (BUMD) untuk memperoleh dukungan sponsorship.

Panitia menyediakan beberapa skema dukungan sponsorship dengan tingkatan tertentu yang disesuaikan dengan kontribusi dan manfaat yang diterima oleh pendukung kegiatan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang Bun Cin Thong mengatakan panitia terus mematangkan persiapan teknis, termasuk pengaturan kota dan koordinasi antar-divisi kepanitiaan. 

“Hingga saat ini, kemajuan hiasan kota telah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan selesai dalam satu pekan ke depan,” kata Bun Cin Thong.

Ia menambahkan, panitia juga berkolaborasi dengan panitia Ramadhan Fair dalam penataan hiasan kota di sejumlah ruas jalan utama sebagai simbol keharmonisan dan toleransi antarumat beragama di Singkawang.

Untuk kegiatan seni dan budaya, panitia menyiapkan panggung pertunjukan di Stadion Kridasana Singkawang yang akan menampilkan seni budaya dari 17 paguyuban etnis selama 14 hari pelaksanaan.

Bun Cin Thong menegaskan panitia berupaya menjaga kualitas penyelenggaraan Imlek dan Cap Go Meh agar tetap menjadi agenda budaya unggulan yang dikenal secara nasional dan internasional, dengan tetap menerapkan prinsip efisiensi anggaran.

“Perayaan ini merupakan milik seluruh masyarakat Singkawang. Kepanitiaan juga melibatkan berbagai etnis sebagai wujud kebersamaan dan toleransi,” ujarnya.

Oleh : Narwati/ANTARA

Bakti Sosial dan Menanam Pohon dalam rangka Merajut Kebersamaan 27 Tahun Adhyaksa 699

Bakti Sosial dan Menanam Pohon dalam rangka Merajut Kebersamaan 27 Tahun Adhyaksa 699 


Singkawang, IndoTimeNews.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Dr. Emilwan Ridwan, memimpin kegiatan bakti sosial dan menanam pohon dalam rangka Merajut Kebersamaan 27 Tahun Adhyaksa 699, yang dilaksanakan di Singkawang, pada Sabtu (24/01/2026).

Acara menanam pohon secara simbolis dilaksanakan di Tugu Batas Kota Singkawang-Bengkayang sekaligus penyerahan bibit pohon kepada Penggerak Pecinta Lingkungan Singkawang.

Turut hadir dalam menanam pohon Kepala Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung Sri Kuncoro, SH, MSi, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna, SH. MH, Wakajati Kalbar, Erich Folanda, SH.MHum, Ketua Adhyaksa 699 Wahyudi, SH.MHum serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan menanam pohon ini menjadi wujud nyata komitmen jajaran Kejaksaan untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup. Terlebih, kawasan Singkawang yang berada di antara perbukitan dan pesisir pantai yang merupakan wilayah yang rawan bencana, sehingga keberadaan pohon menjadi penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.

Acara  menanam pohon tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan dan diikuti oleh Jajaran Kejaksaan yang tergabung dalam Adhyaksa 699, yang juga diikuti elemen masyarakat setempat. Tentunya kehadiran Kajati Kalbar memberikan semangat tersendiri bagi Adhyaksa 699.

Dalam sambutannya, Kajati Kalbar menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial dan  menanam pohon ini tidak hanya bermakna simbolis, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi masa depan lingkungan hidup. "Menanam Pohon,  berarti Menanam Kebaikan", diharapkan pohon ini bisa tumbuh dan dapat memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan kualitas udara, hingga mencegah terjadinya bencana alam bagi masyarakat sekitar, sekaligus menjadi warisan positif bagi generasi mendatang.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian 27 Tahun Adhyaksa 699, yang mengusung semangat Merajut Kebersamaan melalui aksi sederhana namun bermakna, kita ingin menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat" ujar Kajati.

Selain menanam pohon, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan bakti sosial pemberian santunan kepada panti asuhan di halaman parkir Vihara Sui Kheu Thai Pak Kung di Jalan Raya Kulor di Kota Singkawang,

sebagai bentuk silaturahmi antara Kejaksaan dan masyarakat. Interaksi yang terjalin diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan serta membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kejaksaan menegaskan perannya tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut aktif berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan mempererat persatuan.

Semangat Merajut Kebersamaan 27 Tahun Adhyaksa 699 diharapkan terus terjaga dan diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

24 Januari 2026

Kementerian Pertahanan dan PWI Finalisasi Peserta Diklat Bela Negara Wartawan

Foto: Kementerian Pertahanan dan PWI Finalisasi Peserta Diklat Bela Negara Wartawan


JAKARTA - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memfinalisasi peserta dan seluruh kelengkapan Diklat Bela Negara Wartawan PWI. Finalisasi tersebut mencakup data pribadi dan perlengkapan sekitar 200 wartawan anggota PWI yang akan mengikuti pelatihan Bela Negara di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Kementerian Pertahanan, Bogor, pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026.


Para peserta diarahkan untuk mengambil pakaian dan berbagai kelengkapan kegiatan Bela Negara di Kantor PWI Pusat pada Rabu, 28 Januari 2026. Selanjutnya, pada Kamis, 29 Januari 2026, peserta akan berangkat bersama-sama menggunakan bus dari Kementerian Pertahanan RI pada pukul 06.30 WIB.


Diklat Bela Negara ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan dipusatkan di Provinsi Banten. Sekretaris Jenderal PWI yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia HPN 2026, Zulmansyah Sekedang, menegaskan bahwa Diklat Bela Negara ini menjadi salah satu program strategis untuk memperkuat peran wartawan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Diklat Bela Negara ini akan melibatkan sejumlah pemateri strategis dari berbagai kementerian, lembaga, serta kalangan akademisi, termasuk dari Universitas Pertahanan. 


Program dirancang secara berjenjang dan terukur dengan fokus pada penguatan aspek bela negara. Sejumlah agenda utama dalam retret ini antara lain kegiatan outbound, immersive learning, serta berbagai materi nilai dasar bela negara yang dirancang untuk membangun mental, disiplin, kepemimpinan, dan solidaritas peserta.


23 Januari 2026

210 mahasiswa Universitas PGRI Pontianak tampilkan kreativitas seni


Pontianak - Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Pontianak menggelar pagelaran seni musik yang melibatkan 210 mahasiswa semester III sebagai ajang unjuk kreativitas sekaligus puncak pembelajaran mata kuliah Seni Musik.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi akhir semester setelah mahasiswa menjalani proses pembelajaran selama enam bulan yang memadukan teori dan praktik secara seimbang," kata dosen pengampu mata kuliah Seni Musik, Wahyu Alfanda dan Septi Kumalasary di Pontianak, Jumat.

Dalam pagelaran itu, mahasiswa menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari vokal, permainan alat musik, hingga kolaborasi seni yang dikemas secara kreatif dan edukatif. Setiap kelompok menampilkan konsep pertunjukan berbeda untuk menunjukkan kemampuan musikalitas, kerja sama tim, serta kepercayaan diri mereka di hadapan publik.

Wahyu Alfanda mengapresiasi antusiasme serta keberanian mahasiswa tampil di atas panggung. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran seni musik tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pengembangan karakter dan kreativitas calon pendidik.

“Keberanian mahasiswa untuk tampil merupakan capaian penting dalam mata kuliah ini, karena mereka tidak hanya belajar musik, tetapi juga belajar mengekspresikan diri dan bekerja sama,” ujar Wahyu Alfanda.

Ia menjelaskan, pagelaran seni musik tersebut sekaligus menjadi penilaian Ujian Akhir Semester (UAS). Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses latihan, kreativitas konsep pertunjukan, hingga kualitas penampilan mahasiswa.

"Melalui kegiatan ini, PGSD Universitas PGRI Pontianak berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan inovatif guna membekali mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar yang profesional, percaya diri, dan berkarakter," katanya.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA

Pasang Iklan

Hukum

Pemprov Kalbar

Pemda