Berita Indokalbar.com: Gubernur Kalbar hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Gubernur Kalbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gubernur Kalbar. Tampilkan semua postingan

05 Mei 2026

Kalbar Raih Dua Penghargaan Nasional, Ria Norsan Sebut Bukti Kerja Nyata dan Inovasi Daerah

Pemprov Kalbar borong dua penghargaan bergengsi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Balikpapan – Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Ria Norsan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan bergengsi dari Kementerian Dalam Negeri pada ajang Awarding Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Kalimantan Tahun 2026 yang digelar di Platinum Hotel Balikpapan, Selasa malam (5/5/2026).

Penghargaan tersebut meliputi Terbaik I Tingkat Provinsi bidang Entrepreneur Government melalui Pembiayaan Kreatif (Creative Financing) Tahun 2026 serta Terbaik I Tingkat Provinsi kategori Pengendalian Inflasi Daerah se-Kalimantan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Gubernur Ria Norsan.

Dalam sambutannya, Tito Karnavian menegaskan pentingnya peran pemerintah pusat dalam membina dan mengawasi pemerintah daerah sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Menurutnya, Indonesia menerapkan sistem semi-otonomi yang memberi ruang bagi pemerintah pusat untuk tetap melakukan pengendalian terhadap daerah.

“Kita memiliki banyak ‘tongkat’ atau kekuasaan yang diberikan undang-undang sebagai instrumen pemerintah pusat untuk mengendalikan dan mengontrol daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu instrumen penting yang digunakan pemerintah pusat adalah review APBD, termasuk kewenangan menolak APBD provinsi yang tidak sesuai aturan atau tidak mendukung program strategis nasional.

“Terkait inflasi, pengawasan juga dilakukan melalui pemberian apresiasi kepada daerah-daerah yang menunjukkan prestasi dalam pengendalian inflasi,” tambahnya.

Menanggapi penghargaan tersebut, Ria Norsan menyebut capaian itu merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah di Kalimantan Barat.

“Ini merupakan motivasi besar bagi kami, Pemerintah Provinsi, dan seluruh masyarakat Kalimantan Barat. Keberhasilan ini adalah keberhasilan kita bersama,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu capaian paling menonjol adalah keberhasilan mengendalikan inflasi daerah. Pada 2025, angka inflasi Kalbar tercatat berada di level rendah yakni 1,85 persen atau berada dalam zona hijau. Sementara pada awal 2026, inflasi meningkat ke kisaran 3,0 hingga 3,3 persen akibat faktor musiman seperti Natal dan Tahun Baru, Ramadan, Idul Fitri, Imlek hingga Cap Go Meh.

Untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat, Pemprov Kalbar secara konsisten menjalankan berbagai langkah konkret seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, percepatan distribusi beras SPHP, pemantauan harga langsung di pasar rakyat hingga penguatan logistik pangan bersama Bulog dan Bapanas.

“Keberhasilan mengendalikan inflasi ini menjadi pondasi utama dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat yang secara langsung berdampak pada penurunan angka kemiskinan,” jelasnya.

Di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kalbar tercatat meningkat dari 5,00 persen pada 2024 menjadi 5,59 persen pada 2025 dan diproyeksikan tetap stabil di atas 5 persen pada 2026. Pertumbuhan tersebut didorong geliat investasi dan transformasi digital UMKM.

Data menunjukkan penggunaan QRIS meningkat 76 persen, transaksi e-commerce tumbuh 33,82 persen dan kredit UMKM meningkat sebesar 2,67 persen.

Ria Norsan menambahkan, konsep entrepreneur government yang diterapkan Pemprov Kalbar menempatkan pemerintah tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga penggerak ekonomi melalui pembiayaan inovatif non-APBD serta penguatan kolaborasi dengan sektor swasta dan perbankan.

Di sektor sosial, angka kemiskinan di Kalbar juga terus menurun dari 6,25 persen pada 2024 menjadi 6,16 persen pada 2025. Pemerintah daerah disebut fokus pada pemberian gizi spesifik bagi ibu hamil dan balita serta penguatan ketahanan pangan lokal.

Meski demikian, sektor ketenagakerjaan masih menjadi perhatian karena angka pengangguran masih stagnan di kisaran 4,23 persen pada 2025.

“Ke depan, Pemprov Kalbar berkomitmen mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal melalui optimalisasi CSR perusahaan dan penguatan UMKM sebagai penyedia lapangan kerja informal,” katanya.

Ria Norsan menegaskan, tantangan ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi mampu membuka lapangan kerja yang luas sehingga masyarakat Kalimantan Barat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan.

Ia juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota di Kalbar terus menghadirkan inovasi kreatif, khususnya dalam pengendalian inflasi, penurunan angka kemiskinan dan stunting serta penguatan entrepreneur government demi menciptakan tata kelola keuangan daerah yang sehat dan efektif. (*)

04 Mei 2026

Ria Norsan Lepas 1.861 Jemaah Haji Kalbar, Ingatkan Bekal Kesabaran Lebih Penting dari Biaya

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, secara resmi melepas keberangkatan 1.861 calon jemaah haji asal Kalbar untuk musim haji 1447 Hijriah.

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan secara resmi melepas keberangkatan 1.861 calon jemaah haji asal Kalimantan Barat untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Senin (4/5/2026). Pelepasan yang digelar di Kantor Gubernur Kalbar itu menandai dimulainya perjalanan ibadah para tamu Allah menuju Tanah Suci.

Pada musim haji tahun ini, jumlah jemaah beserta petugas yang diberangkatkan tercatat sebanyak 1.861 orang yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 14 hingga 18. Proses pemberangkatan dijadwalkan berlangsung pada 6–10 Mei 2026 dengan rute perjalanan dari Asrama Haji Pontianak menuju Embarkasi Batam menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG milik [Lion Air](https://www.lionair.co.id?utm_source=chatgpt.com) sebelum melanjutkan penerbangan ke Jeddah bersama [Saudi Arabian Airlines](https://www.saudia.com?utm_source=chatgpt.com).

Dalam sambutannya, Ria Norsan menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental dalam menjalankan ibadah haji. Menurutnya, ibadah haji bukan hanya membutuhkan kemampuan finansial, tetapi juga kesabaran dan pengendalian diri selama berada di Tanah Suci.

“Kalau biaya haji itu satu karung, maka bekal kesabaran harus sepuluh karung,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para jemaah agar menjaga niat dan perilaku selama beribadah dengan menjauhi tiga larangan utama dalam ihram, yakni rafas (ucapan tidak senonoh), fusuk (perbuatan maksiat), dan jidal (perdebatan).

Selain itu, jemaah diminta mematuhi seluruh aturan yang berlaku di Arab Saudi, termasuk larangan melakukan siaran langsung maupun pengambilan video untuk kepentingan komersial di area Ka’bah.

Sejalan dengan kebijakan nasional, penyelenggaraan haji tahun ini mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kalimantan Barat memastikan pelayanan prioritas diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

Berdasarkan data, jemaah termuda musim haji tahun ini adalah Aqilah Muntazah Ayuni dan Aila Afifah yang sama-sama berusia 13 tahun asal Pontianak. Sementara jemaah tertua adalah Jawariah Bujang Masro berusia 88 tahun dari Kubu Raya.

Kepada para petugas haji daerah, Ria Norsan berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan pelayanan kepada para jemaah.

“Utamakan kepentingan jemaah,” tegasnya.

Prosesi pelepasan ditutup secara simbolis dengan penyerahan syal kepada perwakilan jemaah tertua dan termuda, pemasangan rompi kepada petugas dan ketua kloter, serta penyerahan Bendera Akcaya sebagai simbol persatuan kontingen haji Kalimantan Barat. (*)

01 Mei 2026

Ria Norsan: Buruh Bukan Sekadar Pekerja, Tapi Penopang Masa Depan Kalbar

Gubernur Kalbar, Ria Norsan menegaskan bahwa buruh bukan sekadar instrumen produksi, melainkan pilar utama yang menjaga denyut nadi ekonomi daerah tetap berdetak.

Pontianak - Memperingati Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan pesan penuh empati kepada seluruh pekerja di Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa buruh bukan sekadar instrumen produksi, melainkan pilar utama yang menjaga denyut ekonomi daerah tetap bergerak.

Mengusung tema “Solidaritas Tanpa Batas, Tanpa Sekat, Tanpa Perbedaan, dan Berjuang Bersama untuk Kesejahteraan Buruh Indonesia yang Berkeadilan”, Ria Norsan menekankan pentingnya penghargaan terhadap setiap tetes keringat pekerja melalui kepastian hidup yang layak serta perlindungan hak-hak kemanusiaan mereka.

Dalam berbagai kesempatan bertemu dengan serikat pekerja, Ria Norsan mengaku lebih memilih mendengar langsung keluh kesah buruh dibanding sekadar menjalankan agenda formal pemerintahan. Menurutnya, kebijakan ketenagakerjaan yang diambil pemerintah harus benar-benar menjawab realitas kehidupan para pekerja.

“Saat saya menandatangani kebijakan terkait ketenagakerjaan, yang ada di pikiran saya bukan sekadar angka atau statistik ekonomi, melainkan wajah-wajah ayah dan ibu yang harus memastikan anak-anak mereka tetap bisa sekolah dan makan dengan layak. Saya tidak ingin mendengar ada buruh di Kalbar yang sudah bekerja keras, namun masih dihantui ketakutan akan hari esok karena status kontrak yang tidak jelas,” ungkapnya, Jumat (1/5/2026).

Ia juga menyoroti perhatian pemerintah terhadap tenaga outsourcing dan pekerja sektor konstruksi. Ria Norsan mengaku telah menginstruksikan seluruh jajaran agar memastikan tidak ada keterlambatan pembayaran upah maupun Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja.

Komitmen itu kembali ditegaskan saat penandatanganan nota kesepakatan bersama BPJS Ketenagakerjaan di Novotel Pontianak, Kamis (30/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia meminta seluruh perusahaan memastikan pekerjanya terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan.

Baginya, iuran perlindungan pekerja bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bentuk penghormatan terhadap martabat manusia dan kepedulian perusahaan terhadap masa depan keluarga pekerja.

“Saya selalu mengingatkan diri saya sendiri dan para pengusaha: bayarlah upah mereka sebelum keringatnya kering. Bahkan setiap tanggal 5, saya turun langsung mengecek apakah tenaga outsourcing di lingkungan kita sudah menerima haknya. Jika mereka yang membantu kerja kita sehari-hari saja belum sejahtera, maka kita telah gagal sebagai pemimpin,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja yang menghadapi risiko kecelakaan maupun musibah kerja.

“Bayangkan seorang pekerja yang jatuh sakit atau mengalami musibah. Tanpa perlindungan, keluarganya akan kehilangan masa depan. Dengan iuran yang tak seberapa ini, kita bisa memberikan harapan senilai ratusan juta rupiah bagi mereka. Ini adalah cara kita memanusiakan manusia,” lanjutnya.

Pada momentum May Day tersebut, Ria Norsan turut mengajak seluruh serikat pekerja untuk menjadikan peringatan Hari Buruh sebagai ruang memperkuat solidaritas dan komunikasi antara pemerintah, pekerja dan pengusaha demi menciptakan hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan.

“Hari ini, 1 Mei, mari kita hapus semua sekat. Saya ingin May Day di Kalbar menjadi hari di mana pekerja merasa bangga dan dihargai. Kita akan berjuang bersama agar keadilan ini bukan hanya milik mereka yang di atas, tapi milik setiap orang yang mencangkul di ladang, bekerja di pabrik, dan membangun gedung-gedung kita. Kesejahteraan kalian adalah perjuangan saya,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog tripartit yang humanis, memastikan proses pembinaan ketenagakerjaan berjalan adil, serta memberikan kepastian status bagi pekerja yang telah menunjukkan loyalitas selama bertahun-tahun. (*)

17 April 2026

Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau, Gubernur Ria Norsan Sampaikan Duka dan Minta Investigasi Menyeluruh

Gubernur Kalbar, Ria Norsan menyampaikan duka mendalam kepada seluruh korban serta bela sungkawa keluarga korban kecelakaan Helikopter.

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Kapolda Kalbar Pipit Rismanto, menggelar konferensi pers di Rumah Sakit Dokkes Bhayangkara Kalbar terkait musibah jatuhnya helikopter jenis EC 130 T2 dengan register PK-CFX, Jumat (17/4/2026).

Dalam keterangannya, Kapolda menjelaskan bahwa tim gabungan dari BASARNAS, TNI, dan Polri telah melakukan pencarian intensif sejak helikopter dilaporkan hilang kontak. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah bangkai helikopter berhasil ditemukan di wilayah dengan kondisi geografis yang cukup sulit dijangkau.

Helikopter tersebut diketahui hilang kontak pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB saat dalam perjalanan menuju wilayah Kabupaten Sekadau. Sebelumnya, pesawat lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota di Kabupaten Melawi pukul 07.34 WIB dan dijadwalkan tiba sekitar pukul 08.50 WIB di lokasi tujuan.

Dalam penerbangan tersebut, helikopter dipiloti Kapten Marindra bersama co-pilot Harun A. Rasid, serta membawa enam penumpang. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Dokkes Bhayangkara Kalbar untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Hingga kini, satu korban warga negara asing masih menunggu konfirmasi identitas melalui sidik jari.

Kapolda menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal seluruh proses, mulai dari evakuasi hingga penyerahan jenazah kepada keluarga, termasuk pengurusan administrasi yang diperlukan.

Sementara itu, Gubernur Ria Norsan menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan seluruh masyarakat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Gubernur juga menekankan pentingnya investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab kecelakaan sebagai bahan evaluasi ke depan. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

Selain itu, ia mengapresiasi kerja keras tim SAR gabungan, TNI, Polri, serta masyarakat yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban hingga seluruh jenazah berhasil ditemukan.

Ria Norsan turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta publik mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak berwenang agar proses berjalan optimal sesuai prosedur.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan keselamatan transportasi udara, sekaligus momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pihak dalam penanganan bencana dan musibah di Kalimantan Barat. (*)

09 Februari 2026

Lantik Pengurus Baru Baznas Kalbar, Ria Norsan Dorong Zakat Jadi Kekuatan Ekonomi Umat


Pelantikan jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Barat.

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya peran strategis zakat dalam mendorong kesejahteraan masyarakat saat melantik jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Barat di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (9/1/2026).

Dalam sambutannya, Norsan menekankan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi instrumen sosial yang mampu mendorong kemandirian serta pemberdayaan ekonomi umat.

“Pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan transparan bukan sekadar memenuhi kewajiban agama, tetapi merupakan kekuatan besar dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan Baznas yang visioner, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan dominasi pengurus muda, Norsan optimistis Baznas Kalbar mampu menghadirkan inovasi dalam menghimpun dan mengelola potensi zakat secara lebih optimal.

Gubernur juga mengajak seluruh pengurus untuk menjaga integritas dan profesionalisme guna memperkuat kepercayaan publik, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu perhatian utama adalah optimalisasi program payroll system zakat sebesar 2,5 persen bagi ASN Muslim di lingkungan Pemprov Kalbar. Program yang diluncurkan sejak pertengahan 2025 tersebut dinilai belum berjalan maksimal.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalbar akan mengumpulkan seluruh bendahara OPD untuk memastikan pemotongan zakat ASN Muslim dapat dilakukan secara langsung, sistematis, dan berkelanjutan. Dana yang terkumpul nantinya akan dikelola sepenuhnya oleh Baznas untuk kepentingan umat.

Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, Norsan juga mendorong Baznas Kalbar melakukan studi banding ke Kuching yang dinilai berhasil mengelola zakat secara produktif.

Ia mengungkapkan pengalamannya melihat pengelolaan zakat di Kuching yang mampu menghasilkan aset produktif, bahkan memiliki pusat perbelanjaan sendiri, dengan keuntungan yang digunakan membantu masyarakat kurang mampu.

“Tidak perlu jauh-jauh. Kita bisa belajar dari Kuching, bagaimana kesadaran masyarakatnya tinggi dan pengelolaan zakatnya maju serta terbuka,” tambahnya.

Menutup arahannya, Gubernur berharap program Baznas Kalbar dapat berjalan selaras dengan kebijakan pembangunan daerah menuju Kalimantan Barat yang adil, religius, sejahtera, dan berkelanjutan.

“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan Baznas diharapkan mampu memberikan dampak nyata, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput,” pungkasnya. (*)

09 Januari 2026

Ria Norsan Tekankan Zakat sebagai Kekuatan Ekonomi, Baznas Kalbar Diminta Lebih Inovatif dan Transparan


Gubernur Kalbar, Ria Norsan melantik Baznas Kalbar.

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya peran zakat sebagai instrumen strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat saat melantik jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Barat di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (9/1/2026).

Dalam arahannya, Norsan menekankan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya sebatas kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki kekuatan besar dalam menanggulangi kemiskinan dan memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.

“Pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan transparan bukan sekadar memenuhi kewajiban agama, tetapi merupakan kekuatan besar dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan Baznas yang visioner, inklusif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan dominasi pengurus muda, ia optimistis Baznas Kalbar mampu menghadirkan inovasi dalam menghimpun dan mengelola potensi zakat secara lebih optimal.

Gubernur juga mengingatkan seluruh pengurus untuk menjaga integritas dan profesionalisme guna memperkuat kepercayaan publik, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Salah satu perhatian utama adalah optimalisasi program payroll system zakat sebesar 2,5 persen bagi ASN Muslim di lingkungan Pemprov Kalbar. Program yang telah diluncurkan sejak pertengahan 2025 tersebut diakui belum berjalan maksimal.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalbar akan mengumpulkan seluruh bendahara OPD untuk memastikan pemotongan zakat ASN Muslim dapat dilakukan secara langsung, sistematis, dan berkelanjutan. Dana yang terkumpul nantinya akan dikelola sepenuhnya oleh Baznas untuk kepentingan umat.

Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, Norsan juga mendorong Baznas Kalbar melakukan studi banding ke Kuching yang dinilai berhasil mengelola zakat secara produktif.

Ia mengungkapkan pengalamannya melihat pengelolaan zakat di Kuching yang mampu menghasilkan aset produktif, bahkan memiliki pusat perbelanjaan sendiri, dengan keuntungan yang dimanfaatkan untuk membantu masyarakat kurang mampu.

“Tidak perlu jauh-jauh. Kita bisa belajar dari Kuching, bagaimana kesadaran masyarakatnya tinggi dan pengelolaan zakatnya maju serta terbuka,” tambahnya.

Menutup arahannya, Gubernur berharap program Baznas Kalbar dapat berjalan selaras dengan arah pembangunan daerah menuju Kalimantan Barat yang adil, demokratis, religius, sejahtera, dan berwawasan lingkungan.

“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan Baznas diharapkan mampu memberikan dampak nyata, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput,” pungkasnya. (*)

08 Januari 2026

Panen Raya Jagung Pecahkan Rekor MURI, Ria Norsan Dorong Kalbar Jadi Kekuatan Pangan Nasional


Gubernur Kalbar, Ria Norsan beserta Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto melakukan panen raya bentuk dukungan ketahanan pangan.


Kubu Raya – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Kapolda Kalbar Pipit Rismanto mengikuti Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 di Parit Baru, Dusun Karya I, Desa Jawa Tengah, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari panen raya jagung serentak nasional yang dipusatkan di Kabupaten Bekasi dan diikuti secara daring oleh seluruh provinsi di Indonesia. Sejumlah pejabat pusat turut hadir, di antaranya Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Kapolda Kalbar Pipit Rismanto menjelaskan bahwa pusat panen raya jagung di Kalimantan Barat berada di Kabupaten Bengkayang. Sementara lokasi di Kubu Raya dipilih sebagai titik terdekat agar gubernur tetap dapat mengikuti kegiatan di tengah agenda lain.

“Apabila terdapat interaksi dari pusat, kami akan melakukan relay langsung dengan lokasi panen raya jagung di Bengkayang,” jelasnya.

Menariknya, panen raya jagung di Bengkayang berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori pemanenan dan pemipilan jagung serentak dengan jumlah peserta terbanyak.

“Rekor sebelumnya di Grobogan sekitar 1.200 petani, sementara di Bengkayang mencapai 1.750 petani. Tim MURI juga sudah berada di lokasi untuk pencatatan,” ungkap Pipit.

Ia pun mengimbau masyarakat agar memanfaatkan lahan produktif dengan menanam jagung, mengingat kebutuhan komoditas tersebut sebagai pakan ternak terus meningkat.

Sementara itu, Gubernur Ria Norsan mengungkapkan bahwa Kalimantan Barat mendapat kepercayaan dari Kementerian Pertanian untuk mengembangkan peternakan ayam pedaging dan petelur di kawasan ekonomi Mandor, Kabupaten Landak, dengan nilai investasi mencapai Rp1,7 triliun.

“Investasi ini juga akan memiliki cabang di berbagai kabupaten dan kota. Kebutuhan pakan ternak tentu sangat besar, sehingga jagung menjadi komoditas penting,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil peternakan tersebut nantinya akan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

“Petani tidak perlu khawatir menanam jagung, karena hasilnya pasti terserap untuk kebutuhan pakan ternak,” tegasnya.

Dalam sesi interaksi daring, Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi atas kolaborasi antara Polri dan petani dalam memperluas lahan tanam jagung, termasuk keberhasilan mencatatkan rekor MURI.

Kapolri menargetkan pada tahun 2026 luas tanam jagung nasional dapat mencapai 1 juta hektare. Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk memanfaatkan lahan yang tersedia guna memperkuat produksi hingga mendorong ekspor jagung Indonesia ke depan. (*)

05 Januari 2026

Gubernur Kalbar Ria Norsan Ancam Sanksi ASN yang Bolos di Hari Pertama Kerja


Foto bersama Gubernur Kalbar, Ria Norsan, usai Apel Perdana di 2026.


 Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memimpin langsung apel perdana tahun 2026 yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Senin (5/1/2026). Dalam arahannya, ia menegaskan akan memberikan sanksi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak masuk kerja tanpa keterangan jelas usai libur Tahun Baru

Penegasan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga disiplin dan profesionalitas ASN sejak awal tahun. Norsan bahkan memastikan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah ruangan kerja untuk mengecek langsung tingkat kehadiran pegawai.

“Hari ini kita coba lihat-lihat di ruangan, kita sidak. Kalau yang masih absen, kita lihat dulu apakah dia sakit, tapi kalau memang tidak ada berita dan bolos, akan kita ambil tindakan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sanksi akan diberikan secara bertahap sesuai dengan ketentuan disiplin ASN y ang berlaku, dimulai dari hukuman ringan.

“Mungkin kita berikan hukuman yang ringan dulu,” ujarnya.

Selain menyoroti kedisiplinan, Norsan juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memulai tahun 2026 dengan semangat baru. Ia menekankan pentingnya peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Menurutnya, ada tiga hal utama yang harus menjadi perhatian ASN, yakni menyelesaikan pekerjaan tertunda secara cepat dan tepat, memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat, serta menjaga integritas birokrasi dengan semangat kolaborasi.

“Kita adalah garda terdepan dalam mewujudkan Kalimantan Barat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. Dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, saya yakin target yang telah kita tetapkan bisa tercapai,” tutupnya. (*)

27 Agustus 2023

Bupati Muda Mahendrawan dan Wakil Bupati Sujiwo Hadiri Pembukaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Kalbar di Sanggau

Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya hadiri pembukaan MTQ XXXI
Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya hadiri pembukaan MTQ XXXI.
SANGGAU - Suasana kegembiraan dan semangat membara menyelimuti Kawasan Sabang Merah, Kabupaten Sanggau, saat Bupati Muda Mahendrawan dan Wakil Bupati Sujiwo, didampingi oleh Ketua TP PKK Rosalina Muda dan Ketua GOW Atzebi Sujiwo, hadir untuk menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2023. Acara megah tersebut berlangsung pada malam yang begitu istimewa.

Dengan gemerlap cahaya dan sorak sorai, MTQ XXXI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Sanggau dibuka dengan resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji. Upacara pembukaan ini diramaikan oleh penampilan seni budaya yang memukau, mengiringi defile kafilah MTQ dari tiap kabupaten dan kota peserta.

Bupati Muda Mahendrawan tidak dapat menyembunyikan apresiasinya terhadap kemegahan pembukaan MTQ XXXI ini. Ia mengungkapkan, "Saya sangat menghargai pembukaan MTQ XXXI di Kabupaten Sanggau yang begitu meriah dan berjalan dengan lancar. Semangat dan antusiasme peserta dari berbagai kabupaten dan kota begitu menginspirasi."

Tidak hanya berpuas diri dengan semangat yang telah ditunjukkan, Bupati Muda Mahendrawan juga berpendapat bahwa kafilah dari Kabupaten Kubu Raya memiliki potensi besar untuk meraih prestasi terbaik dalam ajang ini. Ia bahkan menyatakan optimisme bahwa Kubu Raya dapat keluar sebagai juara umum dalam MTQ XXXI di Kabupaten Sanggau ini.

"Dengan usaha keras yang telah dilakukan oleh Kabupaten Kubu Raya, saya yakin dan optimis bahwa kita bisa meraih prestasi yang terbaik. Kita bahkan berharap untuk meraih juara umum dalam MTQ XXXI ini," ujar Bupati Muda dengan penuh keyakinan.

Bupati Muda Mahendrawan juga mengambil kesempatan untuk berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau atas pelayanan terbaik yang telah diberikan dalam penyelenggaraan MTQ XXXI. Ia juga mendoakan agar seluruh kafilah tetap dalam keadaan sehat dan selamat hingga acara berakhir.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, dengan bangga membagikan catatan prestasi provinsi dalam ajang serupa. "Pada STQ Nasional XXV tahun 2019 di Kota Pontianak, Kalimantan Barat menempati peringkat kelima di seluruh Indonesia. Kemudian, pada MTQ Nasional ke-28 tahun 2020 di Padang, provinsi kita berhasil meraih peringkat kesembilan."

Sutarmidji menekankan pentingnya melanjutkan tradisi keunggulan ini. Dalam MTQ XXXI Tingkat Provinsi Kalbar, ia berharap akan lahir para juara berkualitas yang nantinya akan mewakili Kalimantan Barat di MTQ tingkat nasional di Kalimantan Timur pada tahun 2024 mendatang.

"Saya berpesan kepada LPTQ Kalbar untuk benar-benar mempersiapkan tim yang mampu menjadi perwakilan terbaik Kalimantan Barat di setiap kategori lomba pada MTQ tingkat nasional 2024 di Kalimantan Timur," tambah Sutarmidji dengan tegas.

Pembukaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat ini tak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana memupuk semangat dan kebersamaan dalam merayakan keindahan Al-Quran. Dengan harapan kemenangan dan prestasi, peserta serta penonton berharap akan semakin memancar cahaya kebaikan dari Kalimantan Barat.

26 Agustus 2023

665 Peserta Semarakkan MTQ XXXI Kalbar di Stadion Sabang Merah, Bumi Daranante

665 peserta semarakkan MTQ XXXI Kalbar
665 peserta semarakkan MTQ XXXI Kalbar.
SANGGAU - Stadion Sabang Merah di Kabupaten Sanggau dipenuhi semangat dan keceriaan saat lebih dari 665 peserta dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat turut serta dalam kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-31 tingkat Provinsi Kalbar. Acara yang digelar dari tanggal 25 hingga 31 Agustus 2023 ini menjadi wadah bagi para peserta dari berbagai usia untuk memperlihatkan kepiawaian dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Bupati Sanggau, Paulus Hadi, dalam pernyataannya pada hari Sabtu, menyatakan bahwa acara ini bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menyajikan pameran pembangunan kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Selain itu, kegiatan menarik lainnya adalah perlombaan keriang bandong, yaitu lomba perahu hias khas Kabupaten Sanggau, yang turut meramaikan atmosfer perhelatan tersebut.

Dengan bangga, Bupati Paulus Hadi menyambut peran Sanggau sebagai tuan rumah MTQ yang prestisius ini, menyampaikan harapannya agar acara ini tidak hanya memperlihatkan prestasi semata, tetapi juga menggalang rasa kekeluargaan dan kerukunan di antara peserta dari berbagai kalangan.

Penyelenggaraan MTQ XXXI ini memuat 52 cabang perlombaan yang mencakup semua tingkatan, dari dewasa hingga anak-anak. Peserta dari 14 kabupaten/kota bersaing dalam ajang ini, menampilkan bakat dan dedikasi mereka dalam bacaan suci Al-Qur'an. Acara ini juga dirangkaikan dengan pameran pembangunan dan potensi daerah, memberikan pandangan lebih luas tentang kemajuan Kalimantan Barat.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengungkapkan harapannya bahwa MTQ XXXI ini akan melahirkan juara-juara yang berkualitas dan siap mewakili provinsi dalam MTQ Nasional ke-30 di Kalimantan Timur pada tahun 2024. Ia juga mendorong persiapan yang baik dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kalbar dalam menyiapkan tim-tim yang akan menjadi wakil provinsi di ajang nasional mendatang.

Dalam akhir sambutannya, Gubernur Sutarmidji mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau atas kerja keras mereka dalam menyiapkan MTQ XXXI ini. Ia juga menegaskan rasa syukur atas kesempatan menjadi bagian dari penyelenggaraan MTQ terakhir dalam masa kepemimpinannya yang akan berakhir dalam lima tahun mendatang.

Melalui MTQ XXXI tingkat Provinsi Kalbar tahun 2023 ini, semangat persaudaraan, kecintaan pada Al-Qur'an, dan hasrat untuk meraih prestasi akan terus membara di antara masyarakat Kalimantan Barat. Dengan berakhirnya acara pada tanggal 31 Agustus mendatang, jejak keberhasilan dan semangat kebersamaan akan terus menginspirasi generasi mendatang.

22 Agustus 2023

Bupati Kapuas Hulu dan Para Kepala Daerah Diskusikan Arah Bisnis Bank Kalbar

Gubernur Kalbar hadiri RUPS luar biasa PT. Bank Pembangunan Daerah
 RUPS luar biasa PT. Bank Pembangunan Daerah.
PONTIANAK - Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, S.H., M.H., bersama dengan para Kepala Daerah dari seluruh wilayah Kalimantan Barat, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa tahun 2023 yang diselenggarakan oleh PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat. 

Acara ini berlangsung di Aula Kantor Pusat Bank Kalbar di Pontianak pada hari Selasa, 22 Agustus 2023.

Rapat RUPS Luar Biasa ini diadakan dalam format yang terbatas, dengan akses ke aula pertemuan dibatasi hanya untuk pejabat tertentu. Selain Bupati dan Walikota, Gubernur Kalimantan Barat juga turut hadir dalam acara ini.

Sebagaimana diketahui, kepemilikan saham PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat dimiliki oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di wilayah Kalimantan Barat. 

RUPS Luar Biasa ini merupakan forum penting dalam mengambil keputusan strategis terkait perusahaan, termasuk potensi perubahan dalam manajemen, investasi, dan arah bisnis bank tersebut.

Kehadiran para kepala daerah dari berbagai wilayah di Kalimantan Barat menunjukkan komitmen bersama dalam mengawal perkembangan dan kinerja PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat sebagai salah satu aset ekonomi utama di daerah tersebut.

09 Agustus 2023

Siapakah Calon Pengganti Sutarmidji dan Ria Norsan di Kalimantan Barat?

Presiden Jokowi akan menentukan calon Penjabat Gubernur Kalbar
Presiden Jokowi akan menentukan calon Penjabat Gubernur Kalbar.
PONTIANAK – Ketua DPRD Kalimantan Barat, M. Kebing L, telah mengusulkan tiga nama calon Penjabat Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) sebagai pengganti Sutarmidji dan Ria Norsan, yang masa jabatannya berakhir pada 5 September 2023.

Ketiga nama tersebut adalah Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, dr. Harisson, M.Kes., Drs. Heru Istiyono, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Agen Intelijen Ahli Utama Dep. Bid Intelijen Ekonomi BIN, serta Mayjen TNI Sulaiman Agusto, S.IP., M.M., yang merupakan Staf Ahli Tingkat III Kasad Bidang Ekkudag.

Kebing menjelaskan bahwa DPRD Kalbar memiliki hak untuk mengusulkan tiga nama calon Penjabat Gubernur.

Nama-nama ini nantinya akan dipertimbangkan bersama dengan tiga nama lainnya yang diusulkan oleh Kemendagri, sebelum dipilih oleh Presiden Republik Indonesia.

Menurut Kebing, ketiga nama ini adalah hasil usulan dari berbagai fraksi dan rapat panitia seleksi calon Penjabat Gubernur yang diadakan oleh DPRD Kalbar. Ketiga nama ini dipilih dengan pertimbangan yang matang.

Selanjutnya, DPRD Kalbar akan mengirim tiga calon Penjabat Gubernur Kalbar ke Kemendagri untuk proses lebih lanjut.

Nantinya, Presiden Joko Widodo akan mempertimbangkan usulan tersebut sebelum menetapkan Penjabat Gubernur Kalimantan Barat.

Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, yang termasuk dalam daftar calon Penjabat Gubernur, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada DPRD Kalbar atas kepercayaan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa prosedur selanjutnya melibatkan DPRD dan Kemendagri dalam menentukan tiga nama calon yang akan diserahkan kepada Presiden.

Harisson juga menyatakan kesiapannya untuk mengemban tugas sebagai Penjabat Gubernur Kalbar jika dipilih. Ia siap menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.

Bantuan Alat Tangkap Ikan dari Gubernur: Dorong Kesejahteraan Nelayan di Kabupaten Bengkayang



Gubernur Kalbar salurkan bantuan alat tangkap ikan kepada nelayan Bengkayang
Gubernur Kalbar salurkan bantuan alat tangkap ikan kepada nelayan Bengkayang.
BENGKAYANG – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji, telah memberikan bantuan alat tangkap ikan senilai Rp583 juta kepada nelayan di Kabupaten Bengkayang. Penyerahan bantuan ini dilakukan sebagai simbolisasi dengan menyerahkan jaring dan pukat kepada nelayan di Desa Sungai Raya Kepulauan.

Sutarmidji menjelaskan bahwa bantuan alat tangkap ikan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan para nelayan. Ia juga mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai apartemen ikan yang didukung oleh PLN Wilayah Kalbar dan Universitas Tanjungpura Pontianak, serta sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan untuk kesejahteraan nelayan di desa tersebut.

Gubernur mengungkapkan bahwa alasan dibalik penyerahan bantuan ini adalah untuk membantu sektor perikanan di daerah yang tidak menyumbang inflasi, seperti Kabupaten Bengkayang. Ia berharap keberadaan nelayan di sana dapat membantu menjaga stabilitas inflasi, serupa dengan Kabupaten Mempawah dan Kubu Raya.

Sutarmidji juga mengatakan bahwa data menunjukkan nilai tukar nelayan lebih baik daripada nilai tukar petani, dengan produksi nelayan yang lebih besar. Oleh karena itu, diharapkan bantuan alat tangkap ini dapat meningkatkan pendapatan nelayan.

Pemerintah juga meminta ketua-ketua kelompok perikanan untuk mendukung program jaminan ketenagakerjaan. Sutarmidji menyebut kehadiran pemerintah akan membantu menjaga keamanan dan kesejahteraan para nelayan, termasuk melalui program apartemen ikan.

Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, menyambut baik bantuan ini sebagai bentuk keberpihakan kepada nelayan. Dengan 58 kilometer daerah pesisir di Bengkayang, mayoritas warga pesisir adalah nelayan.

Selain alat tangkap ikan, nelayan juga menerima sertifikat tanah dan program BPJS Ketenagakerjaan. Bantuan ini ditujukan kepada 10 Dusun di Desa Sungai Raya Kepulauan, dengan total 1.100 potong alat Trammel net (pukat tiga lapis).

08 Agustus 2023

Angin Puting Beliung Melanda Desa Semudun: Puluhan Rumah Rusak Parah

Gubernur Kalbar tinjau lokasi puting beliung di Desa Semudun
Gubernur Kalbar tinjau lokasi puting beliung di Desa Semudun.
MEMPAWAH - Perjalanan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menuju Kota Pontianak terpaksa terhenti di Desa Semudun, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Senin (7/8/2023) kemarin.

Dilansir dari Kalbaronline.com, Selasa (8/8/2023), Desa ini baru saja mengalami dampak hebat dari angin puting beliung yang melanda wilayah tersebut. Lebih dari puluhan atap rumah warga mengalami kerusakan serius, bahkan beberapa di antaranya sampai roboh.

Tiba di lokasi, Gubernur Sutarmidji turun dari kendaraannya dan dengan tegas memantau situasi saat ini. Warga sekitar segera berkumpul di sekitarnya, mencari solusi untuk mengatasi dampak buruk dari bencana alam yang tiba-tiba datang ini.

Dalam wawancara dengan media, Gubernur Sutarmidji menyampaikan urgensi Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk segera mendata warga yang terdampak bencana dan mendokumentasikan kebutuhan mendesak yang diperlukan. Data ini nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalbar untuk mendapatkan bantuan yang tepat dan cepat.

"Bencana ini sungguh berat bagi masyarakat kami. Kami akan menunggu laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk berapa banyak rumah yang membutuhkan bantuan," ungkap Gubernur Sutarmidji.

Meskipun situasi cukup mengkhawatirkan, Gubernur Sutarmidji merasa bersyukur karena tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka akibat bencana tersebut. Meski banyak bangunan dan atap yang rusak, nyawa warga dapat terhindar dari bahaya.

"Saya bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten untuk mendata kerusakan ini dan memberikan bantuan yang diperlukan," tambahnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan upaya penanganan yang serius dari berbagai pihak. Kepolisian setempat telah mengamankan lokasi kejadian, sementara petugas dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) juga turut ambil bagian dalam membenahi kabel listrik yang tumbang akibat bencana tersebut.

Keberadaan petugas dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu pemulihan situasi di Desa Semudun pasca puting beliung yang menghancurkan.

03 Agustus 2023

Bupati Kubu Raya: Sinergi Efektif dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan



Bupati Kubu Raya: Sinergi efektif dalam penanggulangan karhutla
Bupati Kubu Raya: Sinergi efektif dalam penanggulangan karhutla.
KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama dengan berbagai pemangku kepentingan terkait terus menguatkan koordinasi dalam upaya menangani wabah kebakaran hutan dan lahan yang sedang melanda wilayah Kubu Raya. Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, mengungkapkan apresiasi atas upaya kolaboratif ini, menyatakan bahwa koordinasi dan konsolidasi antar lembaga berjalan dengan sangat baik, mendorong percepatan dalam menangani permasalahan kebakaran hutan dan lahan.

"Kecepatan adalah hal yang paling penting. Dulu, mungkin kita masih dalam proses konsolidasi dan terasa berat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menumpuk, namun sekarang, situasinya telah membaik secara signifikan. Saya secara langsung melihat dan memantau upaya di lapangan, baik dari TNI, Polri, Manggala Agni, KPH, BPBD, dan tim pemadam kebakaran swasta, semuanya telah berkolaborasi dengan sangat cepat," ujar Bupati Muda Mahendrawan usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat pada hari Rabu (2/8) lalu, yang diadakan di Lapangan Tidayu Makodam XII/Tpr.

Muda Mahendrawan juga menyoroti efektivitas strategi pencegahan yang telah dijalankan bersama. Ia juga mengapresiasi solidaritas di antara tim pemadam kebakaran yang tersebar di berbagai titik wilayah.

"Selain penanganan yang cepat, strategi pencegahan juga berjalan dengan baik. Seluruh tim pemadam kebakaran dari berbagai lokasi telah bersatu dalam upaya ini. Pendekatan yang diterapkan bersama dengan Manggala Agni, KPH, BPBD, dan tim pemadam kebakaran swasta patut diacungi jempol. Ini sungguh luar biasa," tambahnya.

Lebih lanjut, Muda Mahendrawan mengungkapkan bahwa pemerintah kabupaten juga telah melaksanakan rapat koordinasi dan konsolidasi dengan mengundang perwakilan dari seluruh perusahaan perkebunan di wilayah Kubu Raya. Dalam pertemuan tersebut, perusahaan perkebunan diminta untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan alat-alat pemadam serta tenaga damkar perusahaan.

"Kami juga telah meminta agar peralatan berat dari perusahaan-perusahaan tersebut disiagakan, sehingga jika terjadi situasi di mana saluran air atau kanal-kanal sudah mengering dan tersumbat, penanganannya bisa dilakukan dengan cepat," ungkap Muda Mahendrawan.

Panglima Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Iwan Setiawan, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Apel Gelar Pasukan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara berbagai instansi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat. Panglima Daerah Militer (Pangdam) menjelaskan bahwa penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat hanya dilakukan oleh satu pihak saja. Sesuai arahan dari Presiden, langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan lebih diutamakan daripada pemadaman.

"Proses pemantauan dan pengawasan harus dilakukan hingga ke tingkat terendah, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kota, hingga desa. Semua pihak harus turut serta dalam upaya pengawasan dan penyuluhan kepada masyarakat, agar kita semua dapat bersama-sama mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan," tegasnya.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, juga mengungkapkan bahwa luas lahan gambut di Kalbar mencapai sekitar 2,8 juta hektar. Namun, hanya 0,9 persen yang masih dalam kondisi alami. Sebanyak 80 persen dari luas lahan tersebut mengalami kerusakan ringan, sementara sisanya mengalami kerusakan sedang hingga berat. Oleh karena itu, upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di lahan gambut harus dilakukan secara bersama-sama.

"Sulit jika kita hanya mengandalkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Oleh karena itu, kerjasama antara TNI-Polri dan seluruh pihak terkait sangatlah penting. Kerjasama ini menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan," papar Gubernur Sutarmidji.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat, Pipit Rismanto, menjelaskan pendekatan yang diterapkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Pipit Rismanto menyebut adanya konsep preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Dalam hal penegakan hukum, terdapat Satuan Tugas Penegakan Hukum Terpadu Karhutla yang melibatkan kepolisian, kejaksaan, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Yang paling penting dalam penegakan hukum adalah bagaimana kita dapat membangun kesadaran masyarakat mengenai situasi dan kondisi yang ada. Inilah mengapa kerjasama tiga pilar, yaitu kepala desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, sangat penting dalam mengedukasi masyarakat," ungkap Pipit Rismanto.