Berita Indokalbar.com: Daerah hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

13 Mei 2026

Keluhan Pasien RSUD MTh Djaman Sanggau Viral di Facebook, Pengguna BPJS Mengaku Kesulitan Obat

Keluhan pelayanan RSUD MTh Djaman Sanggau ramai di media sosial. Warga menyoroti obat BPJS yang disebut kosong hingga fasilitas toilet dan kursi roda.
Keluhan pelayanan RSUD MTh Djaman Sanggau ramai di media sosial. Warga menyoroti obat BPJS yang disebut kosong hingga fasilitas toilet dan kursi roda.

SANGGAU - Keluhan masyarakat terhadap pelayanan di RSUD MTh Djaman, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah warga menyampaikan pengalaman mereka terkait layanan pasien BPJS hingga fasilitas dasar rumah sakit melalui unggahan di Facebook.

Salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan berkaitan dengan ketersediaan obat bagi pasien pengguna BPJS. Beberapa warga mengaku kerap menerima informasi bahwa obat yang dibutuhkan sedang kosong dan diarahkan membeli obat di apotek swasta.

“Saya heran, setiap berobat ke sini gunakan BPJS selalu disampaikan bahwa obat kosong, lalu disuruh membeli di apotek swasta,” tulis seorang warga dalam unggahannya sambil memperlihatkan foto RSUD MTh Djaman.

Unggahan tersebut memicu banyak tanggapan dari pengguna Facebook lainnya. Sejumlah warganet mengaku mengalami kejadian serupa saat berobat di rumah sakit tersebut.

Bahkan, ada komentar yang menyinggung dugaan kerja sama tidak transparan antara pihak rumah sakit dengan apotek tertentu. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi terkait tudingan tersebut.

Selain persoalan obat, keluhan juga datang dari keluarga pasien rawat inap terkait penggunaan fasilitas kamar mandi di rumah sakit.

Salah seorang warga mengaku kecewa karena toilet disebut tidak diperbolehkan digunakan untuk mandi oleh keluarga pasien yang menjaga.

“Gimana ceritanya, datang ke sini rawat inap tapi mau mandi toiletnya tidak boleh digunakan untuk mandi. Kita di sini tidak punya keluarga dan rumah, masa iya harus pulang ke kampung dengan jarak tempuh lima jam hanya untuk mandi,” tulisnya.

Keluhan pelayanan RSUD MTh Djaman Sanggau ramai di media sosial. Warga menyoroti obat BPJS yang disebut kosong hingga fasilitas toilet dan kursi roda.
Keluhan pelayanan RSUD MTh Djaman Sanggau ramai di media sosial. Warga menyoroti obat BPJS yang disebut kosong hingga fasilitas toilet dan kursi roda.

Keluhan mengenai fasilitas dasar lainnya turut bermunculan dalam kolom komentar, mulai dari kondisi kebersihan toilet hingga ketersediaan kursi roda untuk pasien.

Perbincangan mengenai pelayanan RSUD MTh Djaman terus berkembang di media sosial dan mendapat perhatian luas dari masyarakat Kabupaten Sanggau.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD MTh Djaman belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai keluhan tersebut. Upaya konfirmasi melalui pesan langsung diketahui telah dibaca, namun belum mendapat balasan.

Meningkatnya keluhan warga di media sosial diharapkan menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di RSUD MTh Djaman.

Sorotan publik terhadap layanan rumah sakit juga menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap akses kesehatan yang memadai, terutama bagi pasien pengguna BPJS dan keluarga pasien rawat inap.

12 Mei 2026

Pemkab Landak Gelar Rakor Bahas Persiapan Pilkades PAW di 6 Desa, Salah Satunya Desa Tolok di Menyuke

Pemkab Landak Gelar Rakor Forkopimda
Bahas PAW di 6 Desa 

LANDAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antar Waktu (PAW) Tahun 2026. Rapat ini dilaksanakan pada Senin (11/5/2026) bertempat di Ruang Rapat Bupati Landak.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, tersebut dihadiri oleh jajaran lengkap Forkopimda. Turut hadir di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Landak, Kepala Kepolisian Resor Landak, Komandan Distrik Militer 1210 Landak, Kepala Kejaksaan Negeri Landak, dan Ketua Pengadilan Negeri Landak.

Berdasarkan data Pemkab Landak, terdapat enam desa yang akan melaksanakan Pilkades PAW pada tahun ini. Keenam desa tersebut meliputi Desa Kedama, Desa Tolok, Desa Gamang, Desa Sailo, Desa Agak, dan Desa Sebadu. Saat ini, posisi kepala desa di enam wilayah tersebut diisi oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa yang berasal dari unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS) tingkat kecamatan.

Bupati Karolin meminta jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Pemdes) untuk mengantisipasi berbagai kendala dengan melakukan pemetaan sejak dini.

"Saya minta Pemdes juga melakukan pemetaan berkaitan dengan potensi masalah. Itu biasanya muncul dari persyaratan yang mana dan dari tahapan yang mana," tegas Karolin dalam rapat tersebut.

Karolin secara khusus menyoroti tahapan krusial dalam verifikasi berkas administrasi pencalonan, terutama terkait keabsahan ijazah para bakal calon kepala desa. Ia mewanti-wanti panitia di tingkat desa agar tidak melakukan verifikasi dokumen secara sepihak.

"Misalnya ijazah. Bagaimana verifikasi ijazahnya, sejauh mana sudah komunikasi dengan Dinas Pendidikan. Jangan dibiarkan panitia itu verifikasi-verifikasi sendiri," ujar Karolin.

Ia menambahkan, verifikasi harus dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak yang memiliki otoritas agar tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. 

"Pastikan bahwa proses verifikasi itu dilakukan sesuai dengan dinas terkait yang memang berwenang. Nanti sudah di data pilih baru tahu ijazahnya asli tapi palsu, susah juga," tambahnya.

Mengingat Pilkades PAW memiliki mekanisme khusus yang berbeda dari Pilkades serentak reguler, Karolin juga mendesak agar aturan mengenai syarat pencalonan dan hak pilih disosialisasikan secara jelas kepada masyarakat.

"Kemudian persyaratan diperjelas nanti siapa yang berhak mencalonkan diri, siapa yang berhak memilih karena ini PAW ya. Jadi nanti juga harus dipertegas dengan panitia, sehingga prosesnya transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pungkas Karolin.

11 Mei 2026

IPSI Kota Pontianak dan Kubu Raya Dilantik, Alexander Wilyo: Pontianak-Kubu Raya Barometer Silat Kalbar

Foto: Pelantikan Pengurus IPSI Kota Pontianak dan IPSI Kabupaten Kubu Raya Masa Bhakti 2026-2030 di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (10/5/2026)

PONTIANAK - Semangat persatuan dan kebangkitan pencak silat Kalimantan Barat (Kalbar) menguat dalam Halalbihalal Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kalbar sekaligus pelantikan pengurus IPSI Kota Pontianak dan IPSI Kabupaten Kubu Raya masa bakti 2026-2030. Kegiatan digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (10/5/2026) pukul 15.00 WIB.

Momentum ini menjadi penanda penting bagi pencak silat Kalbar setelah Alexander Wilyo, http://S.STP., http://M.Si. yang juga Bupati Ketapang, resmi memimpin Pengurus Provinsi IPSI Kalbar periode 2025-2029.

Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menegaskan pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, melainkan bagian dari jati diri bangsa yang harus dijaga, diwariskan, dan dikembangkan melalui prestasi.

“Pontianak sebagai ibu kota provinsi dan Kubu Raya sebagai daerah penyangga merupakan barometer olahraga di Kalimantan Barat. Jika pencak silat di dua wilayah ini maju, maka prestasi Kalimantan Barat di tingkat nasional juga akan terangkat,” ujarnya.

Ia meminta pengurus IPSI yang baru dilantik membangun kolaborasi pembinaan atlet antara Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Tujuannya melahirkan atlet tangguh yang mampu membawa nama Kalbar di tingkat nasional maupun internasional.

Alexander juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan juri agar mampu mengikuti perkembangan regulasi pertandingan pencak silat modern. “Kita ingin lahir pendekar-pendekar muda Kalimantan Barat yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga memiliki karakter dan sportivitas yang baik,” katanya.

Ketua IPSI Kabupaten Kubu Raya, Sugiarto, menyampaikan kepengurusan baru membawa harapan besar bagi kemajuan pencak silat di daerahnya. Menurutnya, pencak silat berperan penting membentuk disiplin, mental, dan karakter generasi muda.

“Harapan kami tentu bagaimana IPSI Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak dapat meraih prestasi yang lebih baik untuk Kalimantan Barat. Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga budaya bangsa yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepengurusan baru akan mempertahankan program yang sudah berjalan baik sekaligus melakukan pembinaan lebih maksimal demi meningkatkan prestasi atlet. “Ada perubahan dalam kepengurusan, tetapi semangatnya tetap sama, yakni membawa IPSI menjadi lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua IPSI Kota Pontianak, Dede Martin Kurniawan, S.A.P., menegaskan komitmennya untuk membangun pembinaan atlet yang lebih modern dan terarah.

Menurutnya, Kota Pontianak memiliki tanggung jawab besar sebagai ibu kota provinsi untuk melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional. “Kami siap bersinergi dengan seluruh pengurus IPSI di Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Kubu Raya, untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi pencak silat Kalbar,” ujarnya.

Melalui kepengurusan baru tersebut, IPSI Kalbar di bawah kepemimpinan Alexander Wilyo diharapkan mampu menyatukan semangat para pesilat, memperkuat pembinaan sejak usia dini, dan membawa harum nama Kalimantan Barat di panggung olahraga nasional maupun internasional. (Jm)

09 Mei 2026

Sinergi Polri-Petani Sukseskan Panen Jagung Hibrida di Sintang

Foto: Panen Jagung Hibrida di Desa Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang

SINTANG - Semangat kebersamaan dan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional tampak kuat dalam kegiatan panen jagung hibrida di Desa Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan panen di lahan seluas 1 hektare tersebut berlangsung meriah dan penuh antusias. Hamparan tanaman jagung yang menguning menjadi simbol keberhasilan kerja sama antara aparat kepolisian, pemerintah desa, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani milenial dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Sintang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Sungai Tebelian IPDA Aprianus Sabari Tampe, S.H., Kepala Desa Sungai Ukoi Yosef Jovi, Koordinator PPL Sungai Tebelian Lasino, PPL Desa Sungai Ukoi Fitri, PPL Desa Gurung Kempadik Azila, Ketua Poktan Milenial Amin, personel Polsek Sungai Tebelian, serta warga Desa Sungai Ukoi.

Dalam suasana penuh keakraban, Kapolsek Sungai Tebelian bersama Kepala Desa Sungai Ukoi, personel Polsek, dan jajaran penyuluh pertanian turut langsung melakukan panen jagung hibrida. Setelah proses panen, kegiatan dilanjutkan dengan pemipilan jagung oleh Poktan Milenial.

Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Sungai Tebelian IPDA Aprianus Sabari Tampe, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi Polri, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pertanian secara maksimal. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian,” jelas Kapolsek.

Menurutnya, keberhasilan panen jagung hibrida tersebut tidak terlepas dari kerja keras para petani, pendampingan penyuluh pertanian, serta dukungan seluruh pihak yang terus bersinergi mengembangkan sektor pertanian di Kecamatan Sungai Tebelian.

“Panen ini menjadi bukti bahwa dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kita mampu menghasilkan produksi pertanian yang baik. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkesinambungan dan menjadi contoh bagi desa lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator PPL Sungai Tebelian Lasino mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan panen di Desa Sungai Ukoi. Menurutnya, hasil panen yang diperoleh cukup baik dan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para petani lainnya untuk terus meningkatkan produksi pertanian.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Sintang,” ungkapnya.

Krisantus Kurniawan Pastikan Jalan Suti Semarang Dibangun Pada 2026

Pemprov Kalbar mengalokasikan Rp15 miliar untuk pembangunan Jalan Suti Semarang di Bengkayang guna memperkuat konektivitas dan distribusi hasil pertanian.
Pemprov Kalbar mengalokasikan Rp15 miliar untuk pembangunan Jalan Suti Semarang di Bengkayang guna memperkuat konektivitas dan distribusi hasil pertanian.

BENGKAYANG - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan ruas Jalan Suti Semarang di Kabupaten Bengkayang pada tahun 2026. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan provinsi yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan menyampaikan anggaran pembangunan jalan tersebut telah tersedia melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalbar.

Menurut Krisantus Kurniawan, pembangunan Jalan Suti Semarang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk menjaga konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bengkayang.

“Kami sudah menganggarkan sekitar Rp15 miliar melalui Dinas PUPR untuk Jalan Suti Semarang,” ujar Krisantus Kurniawan di Bengkayang, Jumat.

Krisantus Kurniawan menegaskan Pemerintah Provinsi Kalbar tetap berkomitmen memperbaiki seluruh ruas jalan berstatus provinsi meskipun kemampuan anggaran daerah masih terbatas.

Perbaikan jalan dinilai penting untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan, terutama distribusi barang dan hasil pertanian dari wilayah pedesaan menuju pusat perdagangan.

Pemerintah Provinsi Kalbar saat ini lebih memprioritaskan jalan yang dapat berfungsi secara optimal agar tetap bisa dilalui masyarakat dengan aman dan layak.

“Kami lakukan secara bertahap. Minimal jalan tetap fungsional sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu,” kata Krisantus Kurniawan.

Kabupaten Bengkayang sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penyangga sektor pangan di Kalimantan Barat. 

Karena itu, akses jalan yang memadai dianggap sangat penting untuk mempercepat distribusi hasil pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Peningkatan kualitas Jalan Suti Semarang juga diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga serta membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan pedalaman Bengkayang.

FAQ

Berapa anggaran pembangunan Jalan Suti Semarang?

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan Jalan Suti Semarang.

Kapan pembangunan Jalan Suti Semarang dimulai?

Pembangunan direncanakan masuk dalam program anggaran tahun 2026.

Siapa yang menyampaikan informasi pembangunan jalan tersebut?

Informasi disampaikan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.

Mengapa Jalan Suti Semarang menjadi prioritas?

Jalan tersebut dinilai penting untuk mendukung konektivitas wilayah, distribusi hasil pertanian, dan aktivitas ekonomi masyarakat Bengkayang.

Apa fokus utama Pemprov Kalbar dalam pembangunan jalan?

Pemprov Kalbar memprioritaskan jalan provinsi agar tetap fungsional dan bisa digunakan masyarakat dengan layak meski anggaran terbatas.

08 Mei 2026

Kejati Kalbar Optimalkan Barang Rampasan Negara sebagai Rupbasan demi Efisiensi Anggaran

Kejati Kalbar Optimalkan Barang Rampasan Negara sebagai Rupbasan demi Efisiensi Anggaran
Kejati Kalbar Optimalkan Barang Rampasan Negara sebagai Rupbasan demi Efisiensi Anggaran. 
Pontianak (08/05/2026) – Pasca bergabungnya fungsi Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) ke dalam kewenangan Kejaksaan Republik Indonesia, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dan Kejaksaan Negeri Pontianak mengambil langkah strategis dan inovatif dalam mendukung efisiensi anggaran negara melalui optimalisasi pemanfaatan barang rampasan negara berstatus Penetapan Status Penggunaan (PSP).

Langkah tersebut diwujudkan dengan memanfaatkan aset barang rampasan negara yang telah memiliki status penggunaan resmi sebagai lokasi representatif untuk pengelolaan barang bukti dan barang rampasan di wilayah hukum Kejati Kalbar. 
Kejati Kalbar Optimalkan Barang Rampasan Negara sebagai Rupbasan demi Efisiensi Anggaran
Kejati Kalbar Optimalkan Barang Rampasan Negara sebagai Rupbasan demi Efisiensi Anggaran. 
Hal ini diwujudkan oleh Kejaksaan Negeri Pontianak yang secara resmi telah menerima Barang Milik Negara (BMN) yang berasal dari barang rampasan negara dari Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI pada Senin (04/05/2026).

Aset yang diserahkan berupa sebidang tanah seluas 1.053 meter persegi beserta bangunan lapangan futsal di Jalan Tanjung Raya II Gang Nusa Indah, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, dengan nilai BMN mencapai Rp2,52 miliar berdasarkan penilaian KPKNL Pontianak.

Aset hasil rampasan negara tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (RUPBASAN) Kejari Pontianak guna mendukung optimalisasi pengelolaan barang bukti dan barang rampasan negara secara profesional, akuntabel, dan representatif.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Dr. Emilwan Ridwan, dan Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak Agus Eko Purnomo, SH.MHum,  menyampaikan terima kasih atas dukungan Kejaksaan Agung RI melalui Badan Pemulihan Aset dan Kementerian Keuangan RI atas persetujuan Penetapan Status Penggunaan (PSP) aset dimaksud, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan fungsi pemulihan aset dan pelayanan hukum kepada masyarakat. 
Kejati Kalbar Optimalkan Barang Rampasan Negara sebagai Rupbasan demi Efisiensi Anggaran
Kejati Kalbar Optimalkan Barang Rampasan Negara sebagai Rupbasan demi Efisiensi Anggaran. 
“Pemanfaatan aset negara hasil rampasan sebagai fasilitas pengelolaan barang bukti merupakan bentuk efisiensi yang konkret sekaligus optimalisasi aset negara agar memiliki manfaat langsung bagi penegakan hukum,” ujarnya.

Pemanfaatan aset PSP ini sekaligus mencerminkan transformasi kelembagaan Kejaksaan dalam merespons perubahan tata kelola Rupbasan secara adaptif dan progresif. Dengan pendekatan tersebut, Kejati Kalbar tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, namun juga berperan aktif dalam mendukung penghematan keuangan negara dan optimalisasi pemanfaatan barang milik negara secara berkelanjutan.

Langgar Larangan, Truk Bermuatan Pasir Tersangkut di Jembatan Kapuas I

Foto: KBO Satlantas Polresta Pontianak Ipda Agung Budi Sulistiyono

PONTIANAK - Sebuah truk roda enam bermuatan pasir karang tersangkut di pembatas tanjakan Jembatan Kapuas I, Jumat (8/5/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Insiden tersebut menyebabkan kemacetan panjang di kawasan jembatan pada jam sibuk pagi.

Truk yang dikemudikan KH tersebut diketahui mengangkut pasir karang dari Sungai Keran menuju kawasan Purnama. Kendaraan tersangkut di pembatas jalan setelah diduga tidak kuat menanjak saat melintas di jembatan.

Hindari Truk Mundur, Sopir Hilang Kendali

Rekan sopir yang membantu proses evakuasi menyebut, kejadian bermula ketika sopir mencoba menghindari truk di depannya yang tiba-tiba mundur di tanjakan. Akibatnya, truk kehilangan kendali lalu menghantam pembatas jalan hingga tersangkut.

Upaya evakuasi mandiri yang dilakukan sopir tidak berhasil, sehingga kendaraan masih berada di lokasi hingga pagi hari. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan jembatan mengalami kemacetan cukup parah sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.

Polisi: Sopir Langgar Aturan Larangan Melintas

KBO Satlantas Polresta Pontianak Ipda Agung Budi Sulistiyono membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 02.00 WIB terkait adanya kendaraan roda enam yang melintas di Jembatan Kapuas I.

“Diduga tidak kuat menanjak, truk mundur lalu menabrak pembatas jalan serta trotoar,” ujarnya.

Saat ini truk telah berhasil dievakuasi dan diamankan di Kantor Polresta Pontianak untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pengecekan surat-surat kendaraan dan koordinasi dengan pengemudi maupun perusahaan jasa transportasi.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyebut sopir diduga sengaja melanggar aturan larangan melintas bagi kendaraan bermuatan di Jembatan Kapuas I.

“Atas pelanggaran tersebut akan dilakukan penindakan berupa tilang. Kami juga mengimbau seluruh pengemudi kendaraan bermuatan agar tidak kembali melanggar aturan demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” tegas Ipda Agung. (Tim)

Gawai Naik Dango Bengkayang Dinilai Penting Jaga Identitas Budaya Dayak

Sebastianus Darwis mendorong pelestarian Gawai Dayak Naik Dango di Bengkayang sebagai upaya menjaga identitas budaya Dayak di tengah arus modernisasi. (FOTO ILUSTRASI)
Sebastianus Darwis mendorong pelestarian Gawai Dayak Naik Dango di Bengkayang sebagai upaya menjaga identitas budaya Dayak di tengah arus modernisasi. (FOTO ILUSTRASI)

BENGKAYANG - Perayaan Gawai Dayak Naik Dango kembali menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Momentum budaya tahunan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pesta adat pascapanen, tetapi juga dinilai sebagai upaya mempertahankan identitas budaya Dayak di tengah derasnya pengaruh modernisasi.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan pelestarian budaya daerah harus terus dijaga agar nilai tradisi leluhur tidak hilang seiring perkembangan zaman. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Gawai Dayak Naik Dango ke-3 tingkat Kecamatan Monterado, Kamis.

Sebastianus Darwis menyebut Gawai Naik Dango menjadi bagian penting dalam pemajuan kebudayaan daerah. Tradisi tersebut juga dianggap selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Menurut Sebastianus Darwis, keberadaan budaya lokal memiliki peran besar dalam menjaga karakter masyarakat adat sekaligus memperkuat identitas bangsa yang berakar pada tradisi.

Selain menjadi ungkapan syukur atas hasil panen padi, Gawai Dayak Naik Dango juga dinilai mampu mempererat hubungan sosial masyarakat lintas etnis di Bengkayang. Pelaksanaan acara adat itu melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemuda hingga pemerintah daerah.

Sebastianus Darwis turut mengapresiasi pihak-pihak yang selama ini aktif menjaga keberlangsungan tradisi Dayak melalui kegiatan budaya rutin di Bengkayang.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga disebut terus memperluas ruang pelestarian budaya melalui berbagai agenda adat yang masuk Kalender Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026.

Beberapa agenda budaya yang telah dijadwalkan antara lain Nyabak Nitik Majaka Pade Bahu pada 22 Maret, Maka’ Ka’ Pongkot pada 5 April, Barape’ Sawa’ di Ramin Bantang pada 27 hingga 30 Mei, serta Nyabakng Sungkung pada 24 hingga 25 Juni.

Sebastianus Darwis menilai rangkaian kegiatan budaya tersebut tidak sekadar seremoni tahunan. Agenda adat itu diharapkan menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat multietnis sekaligus mengangkat kearifan lokal Bengkayang ke tingkat yang lebih luas.

Melalui pelestarian budaya daerah, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap tradisi Dayak tetap diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan budaya luar.

Sebastianus Darwis juga menyampaikan harapan agar Gawai Dayak Naik Dango tetap menjadi bagian penting kehidupan masyarakat adat dan terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga generasi mendatang.

FAQ

Apa Itu Gawai Dayak Naik Dango?

Gawai Dayak Naik Dango merupakan tradisi adat masyarakat Dayak sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen padi yang melimpah.

Di Mana Gawai Dayak Naik Dango Digelar?

Perayaan tersebut digelar di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, termasuk tingkat kecamatan seperti Monterado.

Mengapa Gawai Dayak Penting Dilestarikan?

Tradisi ini dinilai penting untuk menjaga identitas budaya Dayak, memperkuat nilai adat, dan mempertahankan kearifan lokal di tengah modernisasi.

Apa Saja Agenda Budaya Bengkayang Tahun 2026?

Beberapa agenda budaya yang masuk kalender kebudayaan 2026 antara lain Nyabak Nitik Majaka Pade Bahu, Maka’ Ka’ Pongkot, Barape’ Sawa’, dan Nyabakng Sungkung.

Siapa Yang Mendorong Pelestarian Budaya Dayak Di Bengkayang?

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menjadi salah satu tokoh yang aktif mendorong pelestarian budaya Dayak melalui agenda budaya daerah.

07 Mei 2026

Sempat Dikira Hilang, Motor Korban Laka di Nanga Taman Ditemukan di Semak-Semak

Foto: Motor Korban Kecelakaan Ditemukan Di Semak-semak 

SEKADAU - Sebuah sepeda motor yang sempat diduga hilang usai kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, berhasil ditemukan personel Polsek Nanga Taman kurang dari 12 jam setelah kejadian. Kendaraan ditemukan masuk ke semak-semak sekitar 50 meter dari lokasi tabrakan.

Peristiwa terjadi pada Selasa (5/5/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB di jalan lurus dekat SMAN 1 Nanga Taman.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan, kecelakaan bermula saat sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai F datang dari arah Rawak menabrak bagian belakang Honda Blade yang dikendarai S.

“Akibat benturan tersebut, kedua pengendara terjatuh dan pengendara Honda Blade sempat kehilangan kesadaran,” ujar AKP Triyono, Kamis (7/5/2026).

Ditemukan 50 Meter dari TKP

AKP Triyono mengatakan, kedua pengendara hanya mengalami luka ringan berupa lecet pada tangan dan kaki. Setelah kondisi membaik, mereka berusaha memastikan situasi di lokasi, namun Honda Blade milik S sudah tidak terlihat.

“Karena kondisi malam dan minim penerangan, motor tersebut sempat diduga hilang. Kedua pengendara sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun belum ditemukan,” lanjutnya.

Keesokan harinya, Rabu (6/5/2026), pengendara Honda Blade bersama keluarganya melapor ke Polsek Nanga Taman. Personel Polsek kemudian memanggil pengendara Yamaha Mio dan bersama-sama menuju lokasi kejadian untuk mengetahui kronologis sekaligus mencari kendaraan.

“Kedua pengendara ini masih satu desa, yaitu Desa Lubuk Tajau, Kecamatan Nanga Taman, hanya berbeda kampung. Pencarian kendaraan juga dilakukan bersama-sama,” ungkap AKP Triyono.

Setelah dilakukan penelusuran, Honda Blade akhirnya ditemukan sekitar 50 meter dari titik tabrakan dalam kondisi tersembunyi di semak-semak pinggir jalan.

“Saat ditemukan, kondisi kendaraan mengalami kerusakan pada knalpot yang patah, pedal bengkok, serta posisi transmisi masih masuk gigi empat,” kata AKP Triyono.

Diduga Melaju Tanpa Pengendara Usai Tabrakan

Lebih lanjut, AKP Triyono menyampaikan, diduga akibat benturan dari belakang di jalan lurus, sepeda motor Blade tetap melaju tanpa pengendara hingga akhirnya masuk ke semak-semak di sekitar rumah warga.

Terkait kejadian tersebut, kedua pengendara sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

AKP Triyono mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya pada malam hari maupun di ruas jalan dengan penerangan terbatas.

“Utamakan keselamatan, jaga jarak aman, dan kurangi kecepatan agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (Red)

Breaking News: Ancam Mantan Istri Pakai Airgun, Pria di Pontianak Dibekuk Satgas Pekat Polda Kalbar

Foto: Satgas Operasi Pekat 2026 Resmob Polda Kalbar Bekuk Terduga Pengancaman Dengan Senjata Airgun Jenis Pistol 

PONTIANAK - Satgas Operasi Pekat 2026 Resmob Polda Kalimantan Barat membekuk seorang pria berinisial RBS setelah diduga melakukan pengancaman terhadap mantan istrinya dengan menggunakan senjata airgun jenis pistol.

RBS diamankan di salah satu kamar hotel di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Rabu (6/5/2026) malam.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan beberapa barang bukti terkait tindak pidana pengancaman. 

Selanjutnya, RBS dibawa ke Mako Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Operasi Pekat 2026 digelar Polda Kalbar untuk memberantas penyakit masyarakat, termasuk kasus pengancaman dan kepemilikan senjata tanpa izin. (Red)

06 Mei 2026

Curi RX-King, Residivis Sanggau Dibekuk Warga Saat Motor Mogok di Sekadau

Foto: Tersangka Residivis Pencurian Sepeda Motor RX-King Diamankan Beserta Barang Bukti 

SEKADAU - Aksi pencurian sepeda motor di Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, berhasil diungkap dalam waktu singkat. Pelaku berinisial LD (42), warga Kabupaten Sanggau, diamankan warga saat mengendarai motor hasil curian yang mogok di depan bengkel tambal ban, Selasa (5/5/2026).

Peristiwa dialami Hariyani (35), warga Jalan Merdeka Barat Gang Barage, Desa Sungai Ringin. Korban baru menyadari sepeda motor Yamaha RX-King warna biru miliknya hilang saat bangun sekitar pukul 06.25 WIB. Kendaraan sebelumnya diparkir di samping rumah.

“Sekitar pukul 03.30 WIB saya sempat mendengar anjing menggonggong dan suara kendaraan, namun tidak saya hiraukan karena masih tidur,” ujar Hariyani.

Setelah menanyakan kepada warga sekitar, korban menghubungi adik iparnya, Nanang (36), yang saat itu dalam perjalanan pulang dari Sanggau menuju Sekadau usai berjualan sayur.

Sekira pukul 07.00 WIB, Nanang menemukan sepeda motor milik korban bersama pelaku dalam kondisi mogok di depan bengkel tambal ban di Jalan Sekadau-Sanggau Km 6, Dusun Senuruk, Desa Sungai Ringin.

“Saya curiga karena motornya sama persis. Saat ditanya, orang itu mengaku motor miliknya, tetapi tidak dapat menunjukkan surat-surat,” kata Nanang.

Saat diminta menunjukkan identitas, pelaku sempat berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan. Namun, dengan bantuan warga sekitar, pelaku berhasil diamankan tanpa aksi main hakim sendiri. Nanang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Tidak lama kemudian, petugas dari Samapta Polres Sekadau bersama piket fungsi dan personel Polsek Sekadau Hilir tiba di lokasi dan mengamankan pelaku beserta barang bukti.

Residivis Baru Bebas April 2026

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono membenarkan pengungkapan kasus tersebut. “Kasus ini telah dilakukan gelar perkara oleh Satreskrim Polres Sekadau dan memenuhi unsur tindak pidana pencurian. Saat ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan dan tersangka sudah diamankan,” ujar AKP Triyono, Rabu (6/5/2026).

AKP Triyono mengapresiasi peran aktif masyarakat yang tidak main hakim sendiri dan segera melaporkan kepada polisi. “Partisipasi masyarakat sangat membantu kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, pelaku LD merupakan residivis kasus pencurian dan penggelapan di wilayah Kabupaten Sanggau dan baru selesai menjalani hukuman di Rutan Sanggau pada April 2026.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp15 juta. Saat ini, tersangka telah ditahan di Rutan Polres Sekadau dan dijerat Pasal 477 Ayat (1) huruf f sub Pasal 476 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” ungkapnya.

AKP Triyono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat memarkir kendaraan pada malam hari, serta menggunakan kunci pengaman tambahan guna mencegah tindak pidana pencurian. (Red)

05 Mei 2026

Bupati Sintang Resmikan Agrowisata Persada Nusantara, Dorong Jadi Destinasi Wisata Edukasi

Foto: Persemian Agrowisata Persada Nusantara oleh Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala didampingi Ketua Komisi V DPR RI Lasarus

SINTANG - Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meresmikan Agrowisata Persada Nusantara di Desa Pandan, Kecamatan Sungai Tebelian, Sabtu (2/5/2026).

Agrowisata seluas 14 hektare ini dikelola Perkumpulan Karya Bangsa Sintang dan fokus pada pengembangan wisata sekaligus edukasi. 

Peresmian turut dihadiri Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Wakil Ketua DPRD Sintang Yohanes Rumpak, Ketua Perkumpulan Karya Bangsa YAT Lukman Riberu, anggota Forkopimda, Forkopimcam, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tamu undangan.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menilai pembangunan agrowisata merupakan ide cerdas, namun harus dibangun dengan konsep inovatif dan kekinian.

“Saya mendukung lokasi ini. Saya mendorong agar tenaga kerja diambil dari warga sekitar supaya ada rasa memiliki. Pembangunan agrowisata harus memberi dampak bagi masyarakat. Jaga lokasi ini agar tetap ramah dan bebas dari aktivitas negatif. Silakan belajar pengelolaan agrowisata dari Pulau Jawa yang sudah maju,” tegasnya.

Lasarus juga berjanji membantu peningkatan jalan masuk agar akses lebih baik dan pengunjung makin ramai. Ia menitipkan pesan agar pengelola kelak membantu penambahan lahan makam Katolik yang berada di sebelah agrowisata.

“Saya tahu lokasi pemakaman ini ke depan semakin sulit. Kalau keuntungan sudah banyak, bantu penambahan tanah makam. Dan jangan ada toleransi terhadap kegiatan negatif, apalagi akan dibangun kapel di tempat ini. Jaga nama baik, karena ke depan banyak anak-anak akan berkunjung,” ucapnya.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan Agrowisata Persada Nusantara sebagai tempat wisata dan edukasi.

“Ke depan, Pemkab Sintang bisa melaksanakan kegiatan di tempat ini. Saya bangga Perkumpulan Karya Bangsa berani membangun lokasi wisata ini. Ini langkah berani,” ujarnya.

Bupati berpesan agar pengelola tetap kompak dan terus berinovasi. “Keberadaan agrowisata ini bisa menjadi penambah nilai tawar daerah. Terus bangun citra positif, perbarui fasilitas yang ada,” harapnya.

Ketua Perkumpulan Karya Bangsa Sintang YAT Lukman Riberu menyampaikan, alumni STKIP Persada Nusantara sudah mencapai 4.000 orang dan Persekolahan Nusantara Indah 11.000 orang. Hal itu menjadi modal besar pengembangan ke depan.

“Kami ke depan akan membangun kapel tempat berdoa dan _flying fox_, serta melaksanakan kegiatan rutin dua mingguan. Ke depan, kalau capek, bisa istirahat dan santai di sini. Dukungan masyarakat juga luar biasa. Kami sebenarnya sudah tanam 2.500 gaharu, sekarang tersisa seribuan batang,” ungkapnya.

Ketua Panitia Peresmian Leonardo Hendri Riberu menjelaskan, lokasi seluas 14 hektare ini dulunya tempat praktik mahasiswa pertanian dan ditanami karet.

“Pembangunan fasilitas sudah berjalan 11 bulan. Saat ini ada _coffee shop_, panggung hiburan, area terbuka hijau dan _camping ground_ berbasis alam, toko sembako, kolam pemancingan dan sarana edukatif perikanan,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya akan membangun _green house_ untuk kebun hidroponik dan pertanian modern, kolam renang dewasa dan anak, aula utama, serta _mini zoo_. “Kami juga akan kembangkan 1.000 pohon gaharu yang sudah ada,” tambah Leonardo. (Red)

04 Mei 2026

Pemprov Kalbar Kebut Perbaikan Jalan Sukadana–Teluk Batang, Target Selesai Agustus 2026

Pemprov Kalbar Kebut Perbaikan Jalan Sukadana–Teluk Batang, Target Selesai Agustus 2026
Ilustrasi Gubernur Ria Norsan meninjau jalan.
Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mempercepat perbaikan ruas Jalan Sukadana–Teluk Batang di Kabupaten Kayong Utara dengan target penyelesaian pada Agustus 2026. Proyek bernilai sekitar Rp23 miliar tersebut kini telah memasuki fase awal konstruksi.

Perbaikan infrastruktur ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan transportasi masyarakat, sekaligus menunjang kesiapan daerah dalam menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan progres pekerjaan saat ini difokuskan pada mobilisasi alat berat dan material ke lokasi proyek.

“Saat ini pekerjaan sudah masuk tahap konstruksi. Tim di lapangan tengah melakukan mobilisasi peralatan dan material untuk mendukung percepatan pekerjaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya juga memastikan pengaturan lalu lintas tetap berjalan selama proyek berlangsung agar tidak mengganggu aktivitas warga. Selain itu, penerapan standar keselamatan kerja menjadi perhatian utama di lapangan.

“Kami memastikan manajemen lalu lintas tetap berjalan dengan baik, serta penerapan K3 bagi para pekerja agar proyek ini berjalan aman dan lancar,” tambahnya.

Perbaikan difokuskan pada segmen sepanjang sekitar 2,5 kilometer yang mengalami kerusakan paling berat, seperti jalan berlubang dan permukaan yang tidak layak dilalui. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Pemprov Kalbar Kebut Perbaikan Jalan Sukadana–Teluk Batang, Target Selesai Agustus 2026
Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalbar.
Lingkup pekerjaan mencakup penguatan struktur perkerasan jalan, perbaikan badan dan bahu jalan, penataan drainase, serta pekerjaan penunjang lainnya guna meningkatkan kualitas jalan secara menyeluruh.

Data menunjukkan total panjang ruas Jalan Sukadana–Teluk Batang mencapai 49,5 kilometer, dengan sekitar 88,6 persen dalam kondisi mantap dan 11,4 persen masih perlu perbaikan.

Dengan percepatan pembangunan ini, Pemprov Kalbar optimistis konektivitas wilayah di Kayong Utara akan semakin baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta mobilitas masyarakat secara lebih optimal.

03 Mei 2026

Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan

Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan.
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan.
Bengkayang, Kalbar - Seorang pria berinisial PP alias Andi (28) ditahan oleh Polres Bengkayang, Kalimantan Barat, terkait dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Penahanan dilakukan setelah tersangka diserahkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bengkayang pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

“Tersangka kemudian dibawa ke Polres Bengkayang dan ditahan di rumah tahanan pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB dalam keadaan sehat. Situasi selama proses penahanan berlangsung aman dan terkendali,” ujar Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, S.Sos., S.I.K., melalui Kasatreskrim AKP Anuar Syarifudin, S.H., M.H.
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan.
AKP Anuar menjelaskan, sebelum diamankan, tersangka sempat melarikan diri ke Pontianak. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan oleh Polres Bengkayang bersama tim Resmob Polda Kalbar, diperoleh informasi bahwa tersangka berada di wilayah Pontianak.

“Informasi tersebut kemudian didalami hingga dipastikan keberadaan tersangka. Setelah itu, tim gabungan langsung bergerak dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka di Pontianak,” jelasnya.

Kasus ini sempat menjadi perhatian publik, khususnya di Kabupaten Bengkayang, mengingat korban merupakan anak di bawah umur.

Kasus ini melibatkan korban seorang remaja perempuan berusia 16 tahun. Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa tersebut diduga terjadi pada pertengahan Januari 2026 di wilayah Bengkayang.

Menurut keterangan keluarga korban, korban sempat dijemput oleh tersangka pada malam hari dan diajak berkeliling sebelum akhirnya dibawa ke tempat tinggal tersangka. Di lokasi tersebut, tersangka diduga melakukan perbuatan persetubuhan dengan korban.
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan.
Keesokan harinya, keluarga korban mengetahui kejadian tersebut setelah melakukan komunikasi secara intensif dengan korban. Pihak keluarga kemudian mengumpulkan informasi tambahan, termasuk bukti percakapan, sebelum akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bengkayang setelah kondisi psikologis korban dinilai siap.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, serta sejumlah pasal lain yang berkaitan dengan tindak pidana kekerasan seksual sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman guna melengkapi berkas perkara, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti lainnya.

Polres Bengkayang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

(Hms)

02 Mei 2026

Donor Darah HUT ke-27 Harian Berkat, Puluhan Peserta Ikut Sumbang Stok Darah di Pontianak

Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
P0NTIANAK - Harian Berita Khatulistiwa atau HARIAN BERKAT menyelenggarakan kegiatan donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT, Sabtu 2 Mei 2026, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27. Kegiatan yang diikuti puluhan peserta ini berlangsung sejak pukul 08.30 WIB hingga 13.00 WIB.

Donor darah mengusung tema “Setetes Darah Anda Selamatkan Semua Jiwa” dan dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak.

Ketua Panitia Donor Darah HARIAN BERKAT, Marupek, S.Sos, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan media dalam membantu sesama yang membutuhkan darah.
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
“Donor darah yang dilaksanakan ini adalah bentuk kepedulian kami dalam rangka HUT HARIAN BERKAT ke-27. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahun,” ujarnya.

Ia menambahkan, donor darah merupakan perbuatan terpuji dan mulia karena dapat membantu keselamatan jiwa orang lain. 

Marupek juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk para peserta yang mendonorkan darah secara sukarela.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan peserta donor darah yang telah berpartisipasi secara sukarela. Kebutuhan darah di waktu tertentu cukup tinggi, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membantu mencukupi stok darah,” katanya.

Sementara itu Kapolresta Pontianak Kombes. Pol. Endang Tri Puwanto, S.IK, M.Si melalui Kasi Dokkes AKP Lijana Tajudin, mengapresiasi pelaksanaan donor darah yang digelar HARIAN BERKAT. 
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Ia menilai kegiatan tersebut sangat bagus memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah.

“Aksi donor ini sangat baik karena membantu masyarakat yang membutuhkan darah, sekaligus mendukung ketersediaan stok darah di PMI Kota Pontianak,” ujarnya usai menghadiri kegiatan dan turut mendonorkan darah.

Lijana juga menyampaikan terima kasih atas keterlibatan pihak kepolisian dalam kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat.

Adapun peserta donor darah berasal dari berbagai instansi, di antaranya Polresta Pontianak, Polres Kubu Raya, Kompi Kavaleri XII/MDC, Satbrimob Polda Kalbar, Pangdam XII/Tanjungpura, Airud, Ajendam XII/Tanjungpura, Paldam XII/Tanjungpura, serta masyarakat Kota Pontianak. ***

Kapolresta Pontianak Pimpin Apel Pengamanan Aksi Unjuk Rasa SPARKA di Kantor Gubernur

Kapolresta Pontianak Pimpin Apel Pengamanan Aksi Unjuk Rasa SPARKA di Kantor Gubernur
Kapolresta Pontianak Pimpin Apel Pengamanan Aksi Unjuk Rasa SPARKA di Kantor Gubernur.
Polresta Pontianak — Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K. M.Si. memimpin langsung apel kesiapan pengamanan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh elemen SPARKA di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Jumat (1/5).

Apel pengamanan yang dilaksanakan pada pagi hari tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam rangka mengamankan jalannya aksi agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan apel turut dihadiri oleh Kabagops Polresta Pontianak Kompol Joko Sutriyatno, S.H. Kapolsek Pontianak Selatan, akp Inayatun Nurhasanaj S.H
 serta seluruh personel yang telah tersprint dalam tugas pengamanan aksi. Dalam arahannya, Kapolresta menekankan pentingnya profesionalisme, humanisme, serta pendekatan persuasif kepada massa aksi.

“Kita hadir untuk memberikan pengamanan dan menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, namun tetap dengan mengedepankan ketertiban umum,” tegas Kapolresta

Selain itu, seluruh personel diingatkan untuk menghindari tindakan yang dapat memicu konflik, serta selalu menjaga komunikasi yang baik dengan koordinator lapangan dari pihak massa aksi.

Aksi unjuk rasa yang digelar oleh SPARKA tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Buruh Internasional atau Hari Buruh Internasional, dengan membawa sejumlah tuntutan terkait kesejahteraan pekerja dan isu sosial lainnya di Kalimantan Barat.

Dengan pengamanan yang terkoordinasi, diharapkan kegiatan penyampaian aspirasi dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar maupun stabilitas keamanan di Kota Pontianak. (Sumber: Humas Polresta Pontianak)

Endang Tri Purwanto Gandeng Pemuda Pancasila Jaga Stabilitas Pontianak

Kapolresta Pontianak Endang Tri Purwanto perkuat sinergi dengan Pemuda Pancasila untuk menjaga keamanan dan mendukung AVC 2026 di Pontianak.
Kapolresta Pontianak Endang Tri Purwanto perkuat sinergi dengan Pemuda Pancasila untuk menjaga keamanan dan mendukung AVC 2026 di Pontianak.

PONTIANAK - Upaya menjaga stabilitas keamanan di Pontianak terus diperkuat melalui pendekatan kolaboratif. Endang Tri Purwanto memimpin audiensi bersama jajaran Pemuda Pancasila tingkat kota sebagai langkah strategis mempererat sinergi antara aparat dan organisasi masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung di sebuah rumah makan di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (29/4/2026), dihadiri unsur kepolisian serta pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Pontianak.

Dalam forum tersebut, Endang Tri Purwanto menegaskan bahwa peran organisasi kemasyarakatan sangat krusial dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Keterlibatan aktif masyarakat dinilai mampu memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.

Selain membahas penguatan sinergi, agenda juga menyoroti dukungan terhadap pelaksanaan Asian Volleyball Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–18 Mei 2026. Dalam konteks tersebut, aparat kepolisian menekankan pentingnya sterilisasi sejumlah titik strategis guna memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan berskala internasional tersebut.

Dari pihak organisasi, M. Firdaus menyampaikan komitmen untuk mendukung langkah pemerintah dan aparat keamanan. Dukungan tersebut mencakup partisipasi dalam kegiatan sosial, pembinaan generasi muda, serta keterlibatan dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Audiensi ini menjadi momentum konsolidasi antara kepolisian dan elemen masyarakat dalam membangun komunikasi yang lebih intensif. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial serta menciptakan suasana aman dan harmonis di Kota Pontianak.

FAQ

1. Apa tujuan audiensi antara Polresta Pontianak dan Pemuda Pancasila?
Untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

2. Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini?
Jajaran Polresta Pontianak dan pengurus MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak.

3. Apa kaitannya dengan AVC 2026?
Audiensi membahas dukungan pengamanan menjelang Asian Volleyball Championship 2026.

4. Mengapa peran ormas dianggap penting?
Karena ormas memiliki jaringan sosial yang luas untuk membantu menjaga stabilitas lingkungan.

5. Apa hasil yang diharapkan dari pertemuan ini?
Terbangunnya komunikasi yang kuat dan kolaborasi berkelanjutan dalam menjaga keamanan kota.

Gegana Brimob Kalbar Ledakkan Granat Tua Di Landak

Polisi memusnahkan granat tangan peninggalan lama di Landak, Kalbar. Disposal berjalan aman dengan pengamanan ketat oleh tim Gegana Brimob.
Polisi memusnahkan granat tangan peninggalan lama di Landak, Kalbar. Disposal berjalan aman dengan pengamanan ketat oleh tim Gegana Brimob.

NGABANG - Tim Gegana Jibom Brimob Polda Kalimantan Barat melakukan pemusnahan granat tangan di area kebun sawit milik warga bernama Eko, yang berada di Dusun Pemantas, Desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Proses disposal berlangsung dengan pengamanan ketat guna menghindari risiko bagi masyarakat sekitar.

Granat tersebut sebelumnya ditemukan warga pada 15 Januari 2026 di Dusun Jatak, Desa Bagak. Penemuan itu langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Kegiatan pemusnahan dipimpin oleh AKP Sri Rubianto bersama dua personel Gegana Jibom Brimob Polda Kalbar. Proses tersebut turut disaksikan Kapolsek Menyuke Iptu I Nyoman Astika beserta jajaran kepolisian setempat.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kapolsek Menyuke Iptu I Nyoman Astika menjelaskan bahwa granat tangan tersebut diduga merupakan peninggalan masa penjajahan yang masih aktif dan berpotensi membahayakan.

Sebelum pelaksanaan disposal, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan perangkat dusun setempat. Langkah pengamanan area juga dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keselamatan warga selama proses berlangsung.

Iptu I Nyoman Astika juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak. Peran aktif warga dinilai penting untuk mencegah potensi bahaya yang tidak diinginkan.

Proses pemusnahan granat berjalan lancar tanpa kendala. Situasi di lokasi dilaporkan tetap aman dan kondusif hingga kegiatan selesai.

FAQ

Apa itu disposal granat?
Disposal granat adalah proses pemusnahan bahan peledak oleh tim khusus agar tidak membahayakan masyarakat.

Dari mana asal granat tersebut?
Granat diduga merupakan peninggalan masa penjajahan yang masih aktif hingga ditemukan warga.

Apakah lokasi kejadian aman?
Pengamanan dilakukan secara menyeluruh dan proses disposal berjalan aman tanpa insiden.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan benda mencurigakan?
Masyarakat diminta segera melapor ke kepolisian terdekat dan tidak menyentuh benda tersebut.

Siapa yang menangani pemusnahan granat?
Tim Gegana Jibom Brimob Polda Kalimantan Barat dipimpin AKP Sri Rubianto.

01 Mei 2026

Kadisdikbud Kubu Raya: Tak aAda Lagi Kubu-kubuan Di Sekolah, Kolaborasi Jadi Kunci

Foto: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, S.Pd., M.Pd

KUBU RAYA - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarpendidik. Hal itu disampaikan saat Halal Bihalal Keluarga Besar PGRI dan Pengurus LPTQ Kecamatan Sungai Kakap di Al-Fityan School Kubu Raya, Desa Pal IX, Rabu (29/4/2026).

Dalam arahannya, Firdaus menyebut tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, mulai dari keterbatasan jumlah tenaga pendidik hingga masih kurangnya kolaborasi di lingkungan sekolah. Ia mengajak seluruh guru memperkuat kerja sama dalam menjalankan tugas.

“Persoalan yang kita hadapi akan lebih mudah diselesaikan jika dilakukan bersama-sama. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama bagi para pendidik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih adanya pola lama di lingkungan sekolah yang menciptakan sekat-sekat antar kelompok. Menurutnya, praktik itu sudah tidak relevan dan harus ditinggalkan.

“Tidak zamannya lagi ada kubu-kubu di sekolah. Kita harus bersatu, apalagi tantangan pendidikan semakin besar dan membutuhkan kekuatan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Firdaus menjelaskan momentum halal bihalal memiliki makna penting dalam mempererat persatuan. Tradisi tersebut sejak awal digunakan sebagai sarana menyatukan berbagai perbedaan.

“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki nilai sejarah sebagai alat pemersatu. Semangat inilah yang harus kita bawa untuk memperkuat kolaborasi di dunia pendidikan,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan ini membawa semangat baru bagi para pendidik untuk meningkatkan kerja sama, berbagi informasi, serta memperkuat komunikasi antar sesama guru.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah keagamaan sebagai penguatan nilai kebersamaan. Dengan momentum ini, kualitas pendidikan di Kabupaten Kubu Raya diharapkan terus meningkat melalui kolaborasi solid antar seluruh elemen pendidikan. (Jm)

30 April 2026

Gejolak Global Tekan APBN, Pendidikan Jarak Jauh Kembali Jadi Opsi Efisiensi

Gejolak global dan lonjakan harga energi mendorong efisiensi anggaran negara, termasuk penerapan PJJ bagi mahasiswa sebagai strategi menjaga stabilitas fiskal. Foto Ketua PP Pergunu, Dr. Romi Siswanto, M.Si.
Gejolak global dan lonjakan harga energi mendorong efisiensi anggaran negara, termasuk penerapan PJJ bagi mahasiswa sebagai strategi menjaga stabilitas fiskal. Foto Ketua PP Pergunu, Dr. Romi Siswanto, M.Si.

PONTIANAK - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah tidak lagi dipandang sebagai konflik regional semata. Dampaknya menjalar hingga ke sektor energi, pangan, hingga kebijakan fiskal banyak negara, termasuk Indonesia. Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu ketidakpastian global yang berimbas langsung pada harga energi dan stabilitas ekonomi dunia.

Sejumlah proyeksi ekonomi internasional memperkirakan lonjakan harga energi global pada 2026. Harga minyak mentah jenis Brent diprediksi berada di kisaran 86 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,4 juta per barel (kurs asumsi Rp16.500 per dolar AS). Bahkan dalam skenario konflik yang berkepanjangan, harga dapat melonjak hingga 115 dolar AS per barel atau setara sekitar Rp1,9 juta per barel.

Tidak hanya energi, harga pupuk global diperkirakan meningkat hingga 31 persen. Kondisi tersebut berpotensi menekan sektor pertanian dan memperbesar risiko inflasi, terutama di negara berkembang yang masih bergantung pada impor bahan baku energi dan pangan.

Tekanan Global Dorong Lonjakan Beban Subsidi Energi

Indonesia turut merasakan tekanan akibat gejolak global tersebut. Ketergantungan terhadap energi impor membuat perubahan harga minyak dunia berdampak langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran subsidi dan kompensasi energi sekitar Rp381,3 triliun pada 2026. Anggaran tersebut disusun dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia sekitar Rp1,15 juta per barel (setara 70 dolar AS).

Namun, jika konflik global terus berlanjut dan harga energi meningkat, kebutuhan subsidi energi berpotensi bertambah hingga sekitar Rp97,3 triliun (konversi dari 5,9 miliar dolar AS). Kondisi ini mempersempit ruang fiskal dan memaksa pemerintah melakukan langkah efisiensi pada berbagai sektor.

Selain subsidi energi, tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah. Pada Maret 2026, rupiah tercatat berada di kisaran Rp16.958 per dolar AS, dipengaruhi sentimen global yang cenderung menghindari risiko akibat konflik geopolitik.

Efisiensi Anggaran Sentuh Dunia Pendidikan Tinggi

Situasi fiskal yang ketat mendorong pemerintah menyesuaikan kebijakan di sektor pendidikan tinggi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memberi ruang bagi perguruan tinggi untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara terbatas.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menerbitkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 yang membuka peluang pelaksanaan PJJ bagi mahasiswa semester lima ke atas serta mahasiswa pascasarjana.

Pendekatan ini dipandang rasional karena mahasiswa tingkat lanjut dinilai telah memiliki dasar akademik yang lebih kuat. Mata kuliah berbasis teori, seminar, dan diskusi dinilai lebih memungkinkan dilakukan secara daring.

Namun, kegiatan yang membutuhkan praktik langsung seperti laboratorium, bengkel, klinik, maupun studio tetap harus dilaksanakan secara tatap muka guna menjaga kualitas pembelajaran.

Belajar Dari Pengalaman Pandemi Covid-19

Penerapan pembelajaran jarak jauh bukan hal baru bagi Indonesia. Pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting tentang tantangan pendidikan daring.

Pada masa tersebut, banyak institusi pendidikan melakukan pembelajaran daring secara darurat tanpa perencanaan pedagogi yang matang. Proses belajar kerap berubah menjadi sekadar pemberian tugas tanpa interaksi bermakna antara dosen dan mahasiswa.

Sejumlah laporan internasional menunjukkan dampak serius terhadap capaian belajar. Indonesia tercatat mengalami penurunan kemampuan literasi hingga 40 persen dan numerasi hingga 56 persen selama masa pembelajaran jarak jauh darurat.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa PJJ membutuhkan sistem yang dirancang khusus, bukan sekadar memindahkan kelas tatap muka ke platform video daring.

Mutu Pendidikan Jadi Penentu Keberhasilan PJJ

Implementasi PJJ tidak dapat dilakukan secara instan. Perguruan tinggi harus memastikan kesiapan kurikulum, materi digital, metode evaluasi, serta interaksi pembelajaran yang efektif.

Setiap mata kuliah daring perlu dilengkapi dengan bahan ajar digital, forum diskusi, asesmen berbasis proyek, serta umpan balik yang terukur. Tanpa komponen tersebut, risiko penurunan kualitas pembelajaran menjadi sangat besar.

Regulasi nasional sebenarnya telah memberi dasar hukum bagi pelaksanaan PJJ. Aturan tersebut memungkinkan perguruan tinggi menyelenggarakan pembelajaran daring hingga 50 persen dari total beban studi tanpa izin khusus, selama mendapat persetujuan senat akademik.

Dengan kata lain, PJJ merupakan sistem pendidikan yang kompleks, bukan sekadar pilihan teknis untuk menghemat biaya operasional kampus.

Peran Pengalaman Nasional Dalam Pengembangan PJJ

Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam pendidikan jarak jauh melalui Universitas Terbuka. Model pembelajaran yang telah berjalan selama puluhan tahun menunjukkan bahwa PJJ dapat menjadi solusi perluasan akses pendidikan tinggi.

Keberhasilan tersebut menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan membutuhkan sistem yang terintegrasi, mulai dari kurikulum hingga evaluasi pembelajaran.

Langkah efisiensi fiskal akibat tekanan global memang tidak dapat dihindari. Namun, kebijakan tersebut perlu dijalankan secara hati-hati agar tidak mengorbankan mutu pendidikan.

PJJ Dipandang Sebagai Strategi Jangka Panjang

Kondisi global yang tidak menentu mendorong banyak negara menata ulang prioritas belanja publik. Dalam konteks Indonesia, pendidikan tetap menjadi sektor strategis yang harus dijaga kualitasnya.

Pembelajaran jarak jauh dapat menjadi solusi jangka panjang jika dirancang sebagai bagian dari transformasi pendidikan, bukan sekadar kebijakan darurat.

Di tengah tekanan ekonomi global, menjaga mutu pendidikan tinggi menjadi investasi penting untuk mempertahankan daya saing nasional di masa depan.

FAQ

1. Mengapa konflik global memengaruhi pendidikan di Indonesia?
Konflik global memicu kenaikan harga energi dan subsidi, sehingga pemerintah perlu melakukan efisiensi anggaran termasuk di sektor pendidikan.

2. Siapa yang dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ)?
Mahasiswa semester lima ke atas dan mahasiswa pascasarjana berpotensi mengikuti PJJ, tergantung kebijakan perguruan tinggi.

3. Apakah semua mata kuliah bisa dilakukan secara daring?
Tidak. Mata kuliah praktik seperti laboratorium dan klinik tetap membutuhkan pembelajaran tatap muka.

4. Apa risiko terbesar dari PJJ yang tidak dirancang dengan baik?
Risiko utama adalah penurunan kualitas pembelajaran atau learning loss.

5. Apakah PJJ akan menjadi sistem pendidikan masa depan?
PJJ berpotensi menjadi bagian penting pendidikan masa depan jika didukung sistem dan teknologi yang memadai.