Berita Indokalbar.com hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

11 Mei 2026

Polres Sekadau Klarifikasi Aktivitas PETI di Dusun Brona, Hasil Pengecekan Tidak Ditemukan Kegiatan Penambangan

Foto: Pengecekan lokasi dugaan PETI di Dusun Brona, Senin (11/5/2026).

IPSI Kota Pontianak dan Kubu Raya Dilantik, Alexander Wilyo: Pontianak-Kubu Raya Barometer Silat Kalbar

Foto: Pelantikan Pengurus IPSI Kota Pontianak dan IPSI Kabupaten Kubu Raya Masa Bhakti 2026-2030 di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (10/5/2026)

PONTIANAK - Semangat persatuan dan kebangkitan pencak silat Kalimantan Barat (Kalbar) menguat dalam Halalbihalal Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kalbar sekaligus pelantikan pengurus IPSI Kota Pontianak dan IPSI Kabupaten Kubu Raya masa bakti 2026-2030. Kegiatan digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (10/5/2026) pukul 15.00 WIB.

Momentum ini menjadi penanda penting bagi pencak silat Kalbar setelah Alexander Wilyo, http://S.STP., http://M.Si. yang juga Bupati Ketapang, resmi memimpin Pengurus Provinsi IPSI Kalbar periode 2025-2029.

Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menegaskan pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, melainkan bagian dari jati diri bangsa yang harus dijaga, diwariskan, dan dikembangkan melalui prestasi.

“Pontianak sebagai ibu kota provinsi dan Kubu Raya sebagai daerah penyangga merupakan barometer olahraga di Kalimantan Barat. Jika pencak silat di dua wilayah ini maju, maka prestasi Kalimantan Barat di tingkat nasional juga akan terangkat,” ujarnya.

Ia meminta pengurus IPSI yang baru dilantik membangun kolaborasi pembinaan atlet antara Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Tujuannya melahirkan atlet tangguh yang mampu membawa nama Kalbar di tingkat nasional maupun internasional.

Alexander juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan juri agar mampu mengikuti perkembangan regulasi pertandingan pencak silat modern. “Kita ingin lahir pendekar-pendekar muda Kalimantan Barat yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga memiliki karakter dan sportivitas yang baik,” katanya.

Ketua IPSI Kabupaten Kubu Raya, Sugiarto, menyampaikan kepengurusan baru membawa harapan besar bagi kemajuan pencak silat di daerahnya. Menurutnya, pencak silat berperan penting membentuk disiplin, mental, dan karakter generasi muda.

“Harapan kami tentu bagaimana IPSI Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak dapat meraih prestasi yang lebih baik untuk Kalimantan Barat. Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga budaya bangsa yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepengurusan baru akan mempertahankan program yang sudah berjalan baik sekaligus melakukan pembinaan lebih maksimal demi meningkatkan prestasi atlet. “Ada perubahan dalam kepengurusan, tetapi semangatnya tetap sama, yakni membawa IPSI menjadi lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua IPSI Kota Pontianak, Dede Martin Kurniawan, S.A.P., menegaskan komitmennya untuk membangun pembinaan atlet yang lebih modern dan terarah.

Menurutnya, Kota Pontianak memiliki tanggung jawab besar sebagai ibu kota provinsi untuk melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional. “Kami siap bersinergi dengan seluruh pengurus IPSI di Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Kubu Raya, untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi pencak silat Kalbar,” ujarnya.

Melalui kepengurusan baru tersebut, IPSI Kalbar di bawah kepemimpinan Alexander Wilyo diharapkan mampu menyatukan semangat para pesilat, memperkuat pembinaan sejak usia dini, dan membawa harum nama Kalimantan Barat di panggung olahraga nasional maupun internasional. (Jm)

10 Mei 2026

Sepekan di Sekadau: Curanmor Gagal Gara-Gara Mogok, Polisi Selamatkan Warga dalam 12 Jam


Apel Regu Siaga Polres Sekadau, Personel Diminta Tetap Responsif di Hari Libur


Sering Dianggap Sepele, Pengendara dan Penumpang Tanpa Helm Ditegur Polisi di Sekadau


Warga dan DLH Gotong Royong Bersihkan Parit di Pontianak Utara, Targetkan Lingkungan Lebih Sehat

Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak menggelar aksi bersih-bersih parit dan lingkungan di Pontianak Utara.

Pontianak – Semangat gotong royong mewarnai kawasan Jalan Parit Pangeran Dalam, Kompleks Pondok Pangeran I dan II, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Minggu (10/5/2026). Sejak pagi, warga bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak turun langsung membersihkan parit dan lingkungan sekitar demi menciptakan kawasan yang lebih bersih dan sehat.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu melibatkan warga RW 27 dan RW 28, unsur kecamatan, RT dan RW, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, perangkat daerah, hingga anggota DPRD Kota Pontianak.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, M Yamin, mengatakan aksi bersih lingkungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kebersihan kota, khususnya kawasan parit yang memiliki fungsi penting dalam sistem drainase Pontianak.

“Kebersihan itu sebagian dari iman. Ini menjadi titik tolak kita untuk melakukan kegiatan hari ini,” ujarnya.

Menurut Yamin, menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama menciptakan kota yang nyaman dan bebas dari persoalan sampah maupun genangan air.

“Kita harus bersama-sama membersihkan lingkungan yang ada di sekitar kita. Mudah-mudahan ke depan Kota Pontianak semakin bersih, dan itu membutuhkan partisipasi kita semua,” katanya.

Dalam aksi tersebut, parit sepanjang sekitar 500 meter menjadi target pembersihan. Warga tampak bahu membahu mengangkat sampah, lumpur, hingga rumput liar yang menutupi aliran air. Suasana kebersamaan dan kepedulian lingkungan terlihat kuat sepanjang kegiatan berlangsung.

Yamin berharap kegiatan serupa tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi tumbuh menjadi budaya dan kesadaran bersama di tengah masyarakat.

“Saya berharap ini bukan hanya rutinitas, tetapi masuk ke dalam sanubari kita bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama,” ucapnya.

Selain aksi bersih lingkungan, DLH Kota Pontianak juga terus melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Penataan dilakukan mulai dari tempat pembuangan sementara hingga tempat pembuangan akhir agar pengelolaan sampah di Kota Pontianak semakin optimal.

“Kami dari DLH akan mencoba memanajemen dari hulu sampai hilir, supaya sampah di Kota Pontianak ini semakin tertangani dengan baik. TPA sampai TPS juga akan terus kita benahi,” jelas Yamin.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga, tokoh masyarakat, perangkat wilayah, dan anggota DPRD yang ikut mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan kota yang sehat, bersih, dan nyaman untuk ditinggali.

“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam kegiatan kebersihan ini,” pungkasnya. (*)

Wako Edi Ikut Mancing di Sungai Jawi, Ribuan Warga Berebut Strike Lele HUT ke-62 Bank Kalbar

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berbaur bersama peserta lomba mancing dalam rangka HUT Bank Kalbar ke-62.

Pontianak – Suasana pinggiran Sungai Jawi di Jalan Puskesmas Pal III berubah meriah, Minggu (10/5/2026) pagi. Ribuan warga memadati lokasi lomba mancing dalam rangka HUT ke-62 Bank Kalbar untuk berburu tiga ton ikan lele yang ditebar di aliran sungai.

Di tengah antusiasme peserta, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turut ambil bagian memancing bersama warga. Dengan joran pinjaman di tangan, ia tampak santai duduk di tepian sungai menunggu umpannya disambar ikan.

Kegiatan tersebut tak hanya dipenuhi para penghobi mancing. Deretan pedagang kaki lima juga memanfaatkan keramaian dengan membuka lapak sederhana di sekitar lokasi. Aroma jajanan dan riuh sorak peserta menambah semarak perayaan ulang tahun bank kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat itu.

Edi mengapresiasi lomba mancing yang dinilainya menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah daerah, Bank Kalbar, dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga membawa pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini menjadi inspirasi bagaimana Bank Kalbar bersama warga Kota Pontianak memanfaatkan momen ulang tahun untuk kegiatan yang positif,” ujarnya.

Ia menegaskan, momentum tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan sungai dan parit di Kota Pontianak agar tetap terawat dan berfungsi baik.

“Sebenarnya momentum ini adalah untuk kita menjaga kebersihan sungai atau parit. Insyaallah parit-parit di kota ini akan kita jaga bersama melalui kolaborasi dengan warga,” tambahnya.

Menurut Edi, meski secara teknis penanganan alur sungai menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui balai wilayah sungai, kebersihan sungai tetap menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan mancing massal tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar. Banyak pedagang kecil merasakan peningkatan pengunjung selama acara berlangsung.

Suasana penuh keakraban tampak sepanjang kegiatan. Para peserta saling bersorak saat ikan berhasil ditarik ke daratan, sementara warga lainnya menikmati hiburan sambil bersantai di tepian sungai.

Dalam kesempatan itu, Edi juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Bank Kalbar yang kini memasuki usia ke-62 tahun.

“Selamat ulang tahun ke-62 untuk Bank Kalbar. Semoga Bank Kalbar terus memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya. (*) 

09 Mei 2026

Pengurus Anak Cabang (PAC) PPP Ketapang Walk Out dari Arena Muscab

para pengurus PAC PPP Ketapang berfoto bersama seusai memilih tidak mengikuti proses pemilihan ketua DPC PPP Ketapang karena dinilai prosesnya cacat AD/ART (muzahidin/Ist
Ketapang - Sepuluh Pengurus Anak Cabang (PAC) partai Persatuan Pembangunan (PPP kabupaten Ketapang memilih keluar dari ruang sidang pemilihan ketua PPP Kabupaten Ketapang yang digelar disebuah kafe pada Sabtu (9/5/2026). 

Para pengurus menilai, tahapan proses pemilihan ini melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai terkait pemilihan formatur sebagai bagian dari pelaksanaan proses pemilihan calon ketua partai. 

"Pemilihan formatur untuk menjalani proses pemilihan ketua adalah salah satu tahapan yang diatur dalam AD/ART maupun peraturan organisasi (PO).  Tahapan ini tidak dijalankan oleh pengurus. Maka kami memilih meninggalkan tempat pemilihan, sebab cacat aturan," ujar Aliansyah, wakil ketua DPC PPP Ketapang yang didampingi 11 pengurus PAC dalam memberikan keterangan Pers pada Sabtu malam (9/5/2026).

Menurut dia, dalam aturan partai disebutkan bahwa dalam hal pemilihan ketua maupun pengurus partai tingkat kabupaten, maka, sebelum dilaksanakan proses pemilihan, pengurus harian partai harus melakukan rapat atau musyawarah untuk memilih perwakilan sebagai bagian dari penyelenggara pemilihan ketua .

"Tahapan ini tidak pernah dilakukan oleh pelaksana tugas maupun jajaran pengurus partai, tetapi tiba-tiba melaksanakan Muscab saja, jelas pelanggaran," tegasnya.

Panitia muscab dinilai hanya memaksakan untuk melaksanakan proses muscab sebagai syarat formalitas untuk melegitimasi calon ketua yang sudah dikantongi tanpa mengikuti aturan partai. 

"Rapat pembentukan panitia muscab, ataupun rapat harian dalam memilih formatur muscab tidak pernah dilakukan oleh pelaksana tugas (Plt) maupun pengurus partai. Saya tegaskan bahwa muscab ini tidak sesuai dengan AD/ART partai. Muscab di kafe Ceko ini hanya syarat untuk mengeluarkan SK saja dan ini bertentangan," tegasnya. 

Ia berpendapat, jikapun proses Muscab ini dipaksakan berjalan tanpa dihadiri pengurus PAC, maka kepengurusan DPC PPP Ketapang tidak mendapat legitimasi atau dukungan dari organ partai. 

"Jadi jika nantinya ada pihak-pihak yang mengklaim bahwa proses Muscab ini sah, maka itu tidak benar, dan klaim sepihak," ucapnya. 

Pihaknya turut mengapresiasi atas kehadiran perwakilan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang memantau hadir langsung mengikuti proses pemilihan ketua kabupaten ini. 

Sehingga diharapkan dapat menilai secara objektif proses Muscab ini dan diharapkan dapat mempertimbangkan untuk menunda keputusan penting demi kebaikan partai. 

"Apresiasi kami para pengurus partai dibawah atas kehadiran para pengurus DPW, dengan keberadaan mereka di arena Muscab diharapkan dapat jadi pertimbangan untuk menunda keputusan penting demi kebaikan partai," tandasnya.

Manfaatkan Tumpang Sari, Kapolsek Belitang Hulu Ajak Warga Tanam Jagung


Kasiwas Polres Sekadau Pimpin Apel Regu Siaga, Tekankan Kewaspadaan Personel


Patroli Polsek Nanga Taman Intensif, Aktivitas Warga dan SPBU Terpantau Lancar


Sinergi Polri-Petani Sukseskan Panen Jagung Hibrida di Sintang

Foto: Panen Jagung Hibrida di Desa Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang

SINTANG - Semangat kebersamaan dan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional tampak kuat dalam kegiatan panen jagung hibrida di Desa Sungai Ukoi, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan panen di lahan seluas 1 hektare tersebut berlangsung meriah dan penuh antusias. Hamparan tanaman jagung yang menguning menjadi simbol keberhasilan kerja sama antara aparat kepolisian, pemerintah desa, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani milenial dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Sintang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Sungai Tebelian IPDA Aprianus Sabari Tampe, S.H., Kepala Desa Sungai Ukoi Yosef Jovi, Koordinator PPL Sungai Tebelian Lasino, PPL Desa Sungai Ukoi Fitri, PPL Desa Gurung Kempadik Azila, Ketua Poktan Milenial Amin, personel Polsek Sungai Tebelian, serta warga Desa Sungai Ukoi.

Dalam suasana penuh keakraban, Kapolsek Sungai Tebelian bersama Kepala Desa Sungai Ukoi, personel Polsek, dan jajaran penyuluh pertanian turut langsung melakukan panen jagung hibrida. Setelah proses panen, kegiatan dilanjutkan dengan pemipilan jagung oleh Poktan Milenial.

Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Sungai Tebelian IPDA Aprianus Sabari Tampe, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi Polri, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan pertanian secara maksimal. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian,” jelas Kapolsek.

Menurutnya, keberhasilan panen jagung hibrida tersebut tidak terlepas dari kerja keras para petani, pendampingan penyuluh pertanian, serta dukungan seluruh pihak yang terus bersinergi mengembangkan sektor pertanian di Kecamatan Sungai Tebelian.

“Panen ini menjadi bukti bahwa dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kita mampu menghasilkan produksi pertanian yang baik. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkesinambungan dan menjadi contoh bagi desa lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator PPL Sungai Tebelian Lasino mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan panen di Desa Sungai Ukoi. Menurutnya, hasil panen yang diperoleh cukup baik dan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para petani lainnya untuk terus meningkatkan produksi pertanian.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Sintang,” ungkapnya.

Tiba di Garis Khatulistiwa, Peserta Kalimantan Tribute 2026 Diajak Nikmati Kopi dan Kuliner Khas Pontianak

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengalungkan kain syal khas Kalbar kepada peserta Kalimantan Tribute 2026 di Tugu Khatulistiwa.

Pontianak – Deru kendaraan 4x4 yang menempuh ribuan kilometer melintasi Pulau Kalimantan akhirnya berakhir di kawasan Tugu Khatulistiwa, Sabtu (9/5/2026). Di titik nol garis ekuator itu, para peserta Kalimantan Tribute 2026 disambut langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Ajang ekspedisi lintas Borneo menggunakan kendaraan 4x4 tersebut menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Sebanyak 15 peserta asing dan 145 peserta domestik ikut menjelajahi medan berat Kalimantan sebelum akhirnya finis di Kota Pontianak.

Edi Rusdi Kamtono menyampaikan rasa bangga karena Pontianak dipilih sebagai titik akhir perjalanan ekspedisi petualangan tersebut. Menurutnya, Kalimantan Tribute bukan sekadar kegiatan otomotif, tetapi juga simbol persahabatan, keberanian, dan semangat menjelajahi kekayaan alam Borneo.

“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Kalimantan Tribute 2026. Merupakan satu kehormatan bagi kami bahwa ekspedisi lintas Borneo ini memilih Tugu Khatulistiwa sebagai titik finish perjalanan,” ujarnya.

Ia menilai perjalanan lintas Kalimantan menggunakan kendaraan off-road bukan hal mudah. Para peserta harus menghadapi berbagai tantangan alam yang menguji fisik dan mental. Namun di balik perjalanan berat itu, mereka juga disuguhkan keindahan hutan tropis, sungai, hingga kekayaan hayati Pulau Kalimantan.

“Di sini, di Tugu Khatulistiwa ini, kami berharap lelah para peserta terbayar dengan keramahan khas warga Pontianak,” katanya.

Momentum kedatangan peserta Kalimantan Tribute juga dimanfaatkan Pemerintah Kota Pontianak untuk memperkenalkan potensi wisata daerah. Edi menyebut Pontianak terus berkembang menjadi kota wisata yang inklusif dengan kekayaan budaya, sejarah, dan kuliner yang khas.

Ia pun mengajak para peserta menikmati suasana Kota Pontianak sebelum kembali ke daerah dan negara masing-masing.

“Silakan nikmati kopi yang ada di warung kopi maupun coffee shop di kota ini, atau ingin mencoba kuliner yang banyak tersedia di penjuru kota, dan rasakan sensasi menyeberangi Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia,” pesannya.

Ajakan itu disambut antusias para peserta yang ingin merasakan langsung budaya ngopi khas Pontianak yang memang sudah terkenal di Kalimantan Barat. Selain kopi, aneka kuliner tradisional hingga wisata tepian Sungai Kapuas menjadi daya tarik tersendiri bagi para petualang lintas Borneo tersebut.

Edi berharap para peserta membawa pulang kesan positif tentang Pontianak dan membagikan cerita mereka kepada masyarakat luas.

“Ceritakan kepada dunia bahwa di tengah Pulau Kalimantan terdapat sebuah kota yang membelah garis khatulistiwa dengan penuh harmoni yaitu Pontianak,” tutupnya. (*) 

Krisantus Kurniawan Pastikan Jalan Suti Semarang Dibangun Pada 2026

Pemprov Kalbar mengalokasikan Rp15 miliar untuk pembangunan Jalan Suti Semarang di Bengkayang guna memperkuat konektivitas dan distribusi hasil pertanian.
Pemprov Kalbar mengalokasikan Rp15 miliar untuk pembangunan Jalan Suti Semarang di Bengkayang guna memperkuat konektivitas dan distribusi hasil pertanian.

BENGKAYANG - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan ruas Jalan Suti Semarang di Kabupaten Bengkayang pada tahun 2026. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan provinsi yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan menyampaikan anggaran pembangunan jalan tersebut telah tersedia melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalbar.

Menurut Krisantus Kurniawan, pembangunan Jalan Suti Semarang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk menjaga konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bengkayang.

“Kami sudah menganggarkan sekitar Rp15 miliar melalui Dinas PUPR untuk Jalan Suti Semarang,” ujar Krisantus Kurniawan di Bengkayang, Jumat.

Krisantus Kurniawan menegaskan Pemerintah Provinsi Kalbar tetap berkomitmen memperbaiki seluruh ruas jalan berstatus provinsi meskipun kemampuan anggaran daerah masih terbatas.

Perbaikan jalan dinilai penting untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan, terutama distribusi barang dan hasil pertanian dari wilayah pedesaan menuju pusat perdagangan.

Pemerintah Provinsi Kalbar saat ini lebih memprioritaskan jalan yang dapat berfungsi secara optimal agar tetap bisa dilalui masyarakat dengan aman dan layak.

“Kami lakukan secara bertahap. Minimal jalan tetap fungsional sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu,” kata Krisantus Kurniawan.

Kabupaten Bengkayang sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penyangga sektor pangan di Kalimantan Barat. 

Karena itu, akses jalan yang memadai dianggap sangat penting untuk mempercepat distribusi hasil pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Peningkatan kualitas Jalan Suti Semarang juga diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga serta membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat di kawasan pedalaman Bengkayang.

FAQ

Berapa anggaran pembangunan Jalan Suti Semarang?

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan Jalan Suti Semarang.

Kapan pembangunan Jalan Suti Semarang dimulai?

Pembangunan direncanakan masuk dalam program anggaran tahun 2026.

Siapa yang menyampaikan informasi pembangunan jalan tersebut?

Informasi disampaikan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.

Mengapa Jalan Suti Semarang menjadi prioritas?

Jalan tersebut dinilai penting untuk mendukung konektivitas wilayah, distribusi hasil pertanian, dan aktivitas ekonomi masyarakat Bengkayang.

Apa fokus utama Pemprov Kalbar dalam pembangunan jalan?

Pemprov Kalbar memprioritaskan jalan provinsi agar tetap fungsional dan bisa digunakan masyarakat dengan layak meski anggaran terbatas.

Pontianak Resmi Masuk UCLG ASPAC, Langkah Kota Khatulistiwa Menuju Panggung Internasional

Penyerahan sertifikat keanggotan UCLG ASPAC kepada Pemerintah Kota Pontianak yang diterima Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah.

Pontianak – Kota Pontianak resmi bergabung dalam jaringan internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific. Bergabungnya Kota Khatulistiwa ke organisasi pemerintah daerah terbesar di kawasan Asia Pasifik itu menjadi tonggak penting dalam memperluas kerja sama global dan memperkuat posisi Pontianak di tingkat internasional.

Kabar tersebut disampaikan langsung Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, saat menghadiri agenda perdana UCLG ASPAC Executive Bureau and The Asia Pacific Forum 2026 di Hotel Claro Kendari, Jumat (8/5/2026) malam.

“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak dan masyarakat Kota Pontianak, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UCLG ASPAC yang telah secara resmi menyambut Kota Pontianak dalam organisasi ini,” ujarnya.

Menurut Amirullah, keanggotaan ini bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi juga menjadi tanggung jawab besar bagi Pontianak untuk ikut berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global bersama kota-kota lain di kawasan Asia Pasifik.

“Ini adalah momen bersejarah bagi Kota Pontianak yang kami terima dengan rasa bangga dan tanggung jawab yang besar,” katanya.

Ia menegaskan, tantangan seperti perubahan iklim, urbanisasi cepat, hingga ketimpangan sosial tidak bisa diselesaikan sendiri oleh satu kota ataupun satu negara. Karena itu, kerja sama antarkota dinilai menjadi kunci membangun solusi berkelanjutan dari tingkat lokal.

“Kami percaya, solusi atas tantangan global terbesar seperti perubahan iklim, ketimpangan, dan urbanisasi dibangun dari bawah, kota demi kota, komunitas demi komunitas,” jelasnya.

Keanggotaan di UCLG ASPAC juga membuka peluang besar bagi Pontianak untuk memperluas jejaring internasional, bertukar pengalaman, hingga mengakses dukungan teknis dan pendanaan hijau untuk pembangunan kota yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Perjalanan Pontianak menuju panggung global sebenarnya telah dimulai sejak akhir 2021 ketika kota ini terpilih sebagai salah satu dari empat kota percontohan Indonesia dalam program Global Covenant of Mayors for Climate and Energy. Saat itu, Pontianak menjadi satu-satunya perwakilan dari Pulau Kalimantan yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Melalui pendampingan UCLG ASPAC sebagai sekretariat regional GCoM, Pontianak terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam pembangunan berkelanjutan. Kota ini bahkan berhasil meraih GCoM Compliance Badge pada Mei 2025, sebagai pengakuan atas keberhasilannya memenuhi standar global dalam penyusunan rencana aksi perubahan iklim.

Tak hanya itu, sejumlah program Pontianak seperti pengelolaan sampah terintegrasi dan mitigasi banjir kini mulai dilirik sebagai contoh praktik terbaik bagi kota-kota menengah di Asia Tenggara.

Status sebagai anggota aktif UCLG ASPAC membuat Pontianak kini memiliki akses lebih luas untuk berkolaborasi dengan para ahli internasional dalam memperkuat infrastruktur kota agar lebih tangguh menghadapi perubahan iklim dan ancaman lingkungan.

Dengan bergabungnya Pontianak ke dalam UCLG ASPAC, Kota Khatulistiwa tidak lagi sekadar dikenal sebagai kota yang dilintasi garis ekuator. Pontianak kini mulai menempatkan diri sebagai kota percontohan yang diperhitungkan di tingkat Asia Pasifik dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, inklusif, dan rendah emisi. (*)

08 Mei 2026

Kasat Lantas Polres Sekadau Hadiri Pembukaan Perkemahan HUT Jenderal Sudirman ke-19


Kejati Kalbar Optimalkan Barang Rampasan Negara sebagai Rupbasan demi Efisiensi Anggaran

Kejati Kalbar Optimalkan Barang Rampasan Negara sebagai Rupbasan demi Efisiensi Anggaran
Kejati Kalbar Optimalkan Barang Rampasan Negara sebagai Rupbasan demi Efisiensi Anggaran. 
Pontianak (08/05/2026) – Pasca bergabungnya fungsi Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) ke dalam kewenangan Kejaksaan Republik Indonesia, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dan Kejaksaan Negeri Pontianak mengambil langkah strategis dan inovatif dalam mendukung efisiensi anggaran negara melalui optimalisasi pemanfaatan barang rampasan negara berstatus Penetapan Status Penggunaan (PSP).

Langkah tersebut diwujudkan dengan memanfaatkan aset barang rampasan negara yang telah memiliki status penggunaan resmi sebagai lokasi representatif untuk pengelolaan barang bukti dan barang rampasan di wilayah hukum Kejati Kalbar. 
Kejati Kalbar Optimalkan Barang Rampasan Negara sebagai Rupbasan demi Efisiensi Anggaran
Kejati Kalbar Optimalkan Barang Rampasan Negara sebagai Rupbasan demi Efisiensi Anggaran. 
Hal ini diwujudkan oleh Kejaksaan Negeri Pontianak yang secara resmi telah menerima Barang Milik Negara (BMN) yang berasal dari barang rampasan negara dari Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI pada Senin (04/05/2026).

Aset yang diserahkan berupa sebidang tanah seluas 1.053 meter persegi beserta bangunan lapangan futsal di Jalan Tanjung Raya II Gang Nusa Indah, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, dengan nilai BMN mencapai Rp2,52 miliar berdasarkan penilaian KPKNL Pontianak.

Aset hasil rampasan negara tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (RUPBASAN) Kejari Pontianak guna mendukung optimalisasi pengelolaan barang bukti dan barang rampasan negara secara profesional, akuntabel, dan representatif.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Dr. Emilwan Ridwan, dan Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak Agus Eko Purnomo, SH.MHum,  menyampaikan terima kasih atas dukungan Kejaksaan Agung RI melalui Badan Pemulihan Aset dan Kementerian Keuangan RI atas persetujuan Penetapan Status Penggunaan (PSP) aset dimaksud, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan fungsi pemulihan aset dan pelayanan hukum kepada masyarakat. 
Kejati Kalbar Optimalkan Barang Rampasan Negara sebagai Rupbasan demi Efisiensi Anggaran
Kejati Kalbar Optimalkan Barang Rampasan Negara sebagai Rupbasan demi Efisiensi Anggaran. 
“Pemanfaatan aset negara hasil rampasan sebagai fasilitas pengelolaan barang bukti merupakan bentuk efisiensi yang konkret sekaligus optimalisasi aset negara agar memiliki manfaat langsung bagi penegakan hukum,” ujarnya.

Pemanfaatan aset PSP ini sekaligus mencerminkan transformasi kelembagaan Kejaksaan dalam merespons perubahan tata kelola Rupbasan secara adaptif dan progresif. Dengan pendekatan tersebut, Kejati Kalbar tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, namun juga berperan aktif dalam mendukung penghematan keuangan negara dan optimalisasi pemanfaatan barang milik negara secara berkelanjutan.

Langgar Larangan, Truk Bermuatan Pasir Tersangkut di Jembatan Kapuas I

Foto: KBO Satlantas Polresta Pontianak Ipda Agung Budi Sulistiyono

PONTIANAK - Sebuah truk roda enam bermuatan pasir karang tersangkut di pembatas tanjakan Jembatan Kapuas I, Jumat (8/5/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Insiden tersebut menyebabkan kemacetan panjang di kawasan jembatan pada jam sibuk pagi.

Truk yang dikemudikan KH tersebut diketahui mengangkut pasir karang dari Sungai Keran menuju kawasan Purnama. Kendaraan tersangkut di pembatas jalan setelah diduga tidak kuat menanjak saat melintas di jembatan.

Hindari Truk Mundur, Sopir Hilang Kendali

Rekan sopir yang membantu proses evakuasi menyebut, kejadian bermula ketika sopir mencoba menghindari truk di depannya yang tiba-tiba mundur di tanjakan. Akibatnya, truk kehilangan kendali lalu menghantam pembatas jalan hingga tersangkut.

Upaya evakuasi mandiri yang dilakukan sopir tidak berhasil, sehingga kendaraan masih berada di lokasi hingga pagi hari. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan jembatan mengalami kemacetan cukup parah sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.

Polisi: Sopir Langgar Aturan Larangan Melintas

KBO Satlantas Polresta Pontianak Ipda Agung Budi Sulistiyono membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 02.00 WIB terkait adanya kendaraan roda enam yang melintas di Jembatan Kapuas I.

“Diduga tidak kuat menanjak, truk mundur lalu menabrak pembatas jalan serta trotoar,” ujarnya.

Saat ini truk telah berhasil dievakuasi dan diamankan di Kantor Polresta Pontianak untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pengecekan surat-surat kendaraan dan koordinasi dengan pengemudi maupun perusahaan jasa transportasi.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyebut sopir diduga sengaja melanggar aturan larangan melintas bagi kendaraan bermuatan di Jembatan Kapuas I.

“Atas pelanggaran tersebut akan dilakukan penindakan berupa tilang. Kami juga mengimbau seluruh pengemudi kendaraan bermuatan agar tidak kembali melanggar aturan demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” tegas Ipda Agung. (Tim)

SPMB SD-SMP Negeri Pontianak Dibuka Juni 2026, Pendaftaran Gratis dan Full Daring

Pendaftaran SPMB SD dan SMP Negeri di Pontianak dilaksanakan secara daring.

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SD dan SMP negeri. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi [SPMB Kota Pontianak](https://spmb.pontianak.go.id?utm_source=chatgpt.com).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, menegaskan pelaksanaan SPMB tahun ini tetap mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, akuntabilitas, serta bebas pungutan biaya.

“Pendaftaran SPMB SD dan SMP negeri di Kota Pontianak tidak dipungut biaya apapun. Kami mengimbau masyarakat mengikuti seluruh tahapan sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Untuk jenjang SD, penerimaan murid baru dibagi melalui jalur domisili sebesar 70 persen, afirmasi 25 persen, dan mutasi lima persen. Sementara jenjang SMP terdiri dari jalur domisili 40 persen, afirmasi 20 hingga 30 persen, mutasi lima persen, serta prestasi 25 hingga 35 persen.

Khusus jalur prestasi SMP, diperuntukkan bagi calon murid yang memiliki capaian akademik maupun nonakademik. Penilaian dilakukan berdasarkan 70 persen nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan 30 persen poin prestasi atau pengalaman organisasi. Seluruh dokumen prestasi wajib melalui proses validasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak.

Sri Sujiarti menjelaskan, calon murid jenjang SMP dapat memilih maksimal lima sekolah tujuan. Seluruh tahapan mulai dari pembuatan akun, pendaftaran, verifikasi hingga validasi berkas dilakukan secara online untuk memudahkan masyarakat.

Untuk jalur prestasi SMP, pembuatan akun dimulai pada 1 hingga 19 Juni 2026. Pengajuan pendaftaran dibuka 20 sampai 24 Juni 2026 dan hasil seleksi diumumkan pada 27 Juni 2026.

Sedangkan jalur domisili, afirmasi, dan mutasi SMP dibuka mulai 27 Juni hingga 1 Juli 2026, dengan pengumuman hasil seleksi pada 4 Juli 2026.

Sementara itu, SPMB SD jalur domisili, afirmasi, dan mutasi juga dibuka pada 27 Juni sampai 1 Juli 2026. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan 4 Juli 2026 dan daftar ulang berlangsung 6 hingga 7 Juli 2026.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak juga mengingatkan masyarakat agar memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap sebelum melakukan pendaftaran. Untuk jenjang SD, calon murid minimal berusia tujuh tahun per 1 Juli 2026. Sedangkan untuk SMP, usia maksimal calon murid 15 tahun dan telah menyelesaikan pendidikan SD atau sederajat.

Sri Sujiarti turut menegaskan panitia SPMB menolak segala bentuk gratifikasi maupun praktik percaloan dalam proses penerimaan murid baru.

“Seluruh proses dilakukan secara terbuka melalui sistem. Kami mengajak masyarakat untuk tidak percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu,” pungkasnya. (*)

Kurang dari 12 Jam, Pamapta Polres Sekadau Dua Kali Bantu Evakuasi Warga Sakit