Berita Indokalbar.com: BUMN hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan

14 Mei 2026

PRP Diserbu 20 Ribu Pengunjung, DPRD Pontianak Minta Tahun Depan Libatkan Seluruh OPD dan BUMN

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin saat penutupan event Pekan Raya Pontianak (PRP) kedua yang dilaksanakan di Rumah Radakng.

Pontianak – Kesuksesan gelaran Pekan Raya Pontianak (PRP) tahun kedua di Rumah Radakng mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Event yang berlangsung selama dua pekan itu dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus menjadi ruang promosi besar bagi pelaku UMKM di Kota Pontianak.

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, mengatakan PRP terbukti menjadi magnet masyarakat dengan jumlah pengunjung yang diperkirakan menembus 20 ribu orang selama pelaksanaan.

“Pelaksanaan PRP di tahun kedua ini dilaksanakan selama dua minggu. Bertempat di Rumah Radakng, ternyata PRP mampu menjadi magnet masyarakat untuk hadir ke sini. Dari informasi yang saya dapatkan, selama pelaksanaan ini, bisa tembus dua puluh ribu pengunjung,” ujarnya saat menghadiri malam penutupan PRP, Rabu (13/5/2026) malam.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat hingga malam penutupan. Meski hujan mengguyur kawasan acara, pengunjung tetap memadati lokasi untuk menikmati hiburan musik, arena permainan, hingga berburu aneka kuliner UMKM dengan harga terjangkau.

Satarudin menilai keberhasilan PRP bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM.

Ia juga mengapresiasi langkah Badan Pendapatan Daerah Kota Pontianak yang membuka pelayanan pembayaran PBB di area PRP sehingga masyarakat dapat menikmati hiburan sekaligus mengakses layanan pemerintah.

“Ini bukti nyata jika program pemerintah turut hadir di masyarakat. Di sana, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dari pemerintah sekaligus menikmati suguhan yang ada di PRP,” katanya.

Menurutnya, konsep kolaborasi antara penyelenggara event dan pemerintah perlu diperluas pada pelaksanaan tahun depan. Ia berharap seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, BUMN, BUMD hingga instansi vertikal dapat ikut membuka stand pelayanan dan sosialisasi program kepada masyarakat.

“Selain menghidupkan UMKM, ini menjadi penekanan saya agar tahun depan bisa diselaraskan,” pintanya.

Satarudin juga berharap PRP tahun ketiga nantinya dapat dikemas lebih besar, lebih kreatif, dan menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat Kalimantan Barat hingga luar daerah. Menurutnya, ruang bagi UMKM harus diperluas dan konsep hiburan dibuat semakin menarik agar daya tarik PRP terus meningkat.

Sementara itu, Ketua Panitia PRP, Solihin, mengungkapkan selama pelaksanaan kegiatan, para pelaku UMKM merasakan dampak ekonomi yang cukup signifikan.

Berdasarkan data panitia, UMKM kuliner di PRP mampu meraih omzet kotor hingga Rp20 juta selama sepuluh hari pelaksanaan. Tahun ini tercatat sebanyak 65 stand UMKM ikut meramaikan event tersebut.

“Artinya perputaran uang di kegiatan ini lumayan besar. Roda ekonomi mampu berputar meski di tengah kondisi ekonomi seperti ini,” ungkapnya.

Solihin memastikan pihaknya siap menghadirkan PRP yang lebih besar dan lebih lengkap pada tahun mendatang, termasuk mewujudkan kolaborasi pelayanan publik sebagaimana yang diharapkan Ketua DPRD Kota Pontianak.

“Ide beliau ini harus direalisasikan. Sebab beliau ingin di acara ini, masyarakat juga bisa mendapatkan pelayanan dari setiap lembaga pemerintahan. Ini bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Artinya ke depan PRP akan dikemas semakin apik,” tutupnya optimistis. (*)

16 Mei 2024

Jarang Padam 'Dadakan' Lagi, Listrik Di Sekadau Sudah Oke'Gas

Foto: Tower SUTT PLN di wilayah Sekadau. (Dokumen)

SEKADAU - Kokoh, berdiri tegak lurus, menjulang tinggi, seperti hendak mencapai kaki langit, ini bukanlah tentang Burj Khalifah Dubai. Bukan pula menara Eiffel di Paris, Perancis. Tapi ini tetang Tower SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) atau yang lebih akrab dikenal SUTET di lidah masyarakat.

Kabel - kabel berjuntai dibawahnya bukan pula tali jemuran warga, melainkan alumunium murni yang diperkuat baja ataupun meterial komposit, seperti karbon dan fiber kaca yang menyalurkan aliran listrik bertegangan tinggi.

Jika anda melewati jalan Nasional dari Pontianak (Ibu kota Provinsi) sampai pada arah timur Kalbar, ratusan tower ini (SUTT) tegak berdiri.

Tak terkecuali di Wilayah Kabupaten Sekadau, sepanjang perbatasan dengan Kabupaten Sanggau dan Sintang, puluhan tower SUTT berdiri tegak lurus sejak beberapa tahun terakhir.

Pemandangan ini mengisyaratkan bahwa di wilayah Sekadau juga telah dialiri arus tegahan tinggi oleh PT.PLN yang masuk sampai pada rumah bahkan dapur warga.

"Sekarang sudah jarang mati lampu, kalau dulu kadang - kadang tanpa ada aba-aba atau peringatan, plek, mati, sebentar kemudian, plek menyala lagi," cerita Arli, warga Sekadau mengenang masa-masa itu.

Tak pelak, kata Arli , berbagai bahasa,cacian dan umpatan spontan keluar dari lidah masyarakat yang merasakan suka duka pedih' nya pelayanan listrik negara saat itu.

"Mungkin wajar kalau dulu masarakat sering marah, kesal dengan pelayanan PLN, hidup mati listrik mendadak berdampak ke elektronik," tukasnya.

Namun kini, setelah masuknya, SUTT hampir tak terdengar adanya ungkapan kekesalan masarakat kepada pelayanan PLN. sebaliknya, jarang pula terdengar kata terimkasih pelayanan'nya PLN.

Ribuan rumah mulai dari pusat Kabupaten sampai pada pelosok Desa kini sudah merasakan pelayanan listrik Negara (PT.PLN).

Dalam prosesnya, puluhan lahan masyarakat sebagi tempat berdirinya tapak tower SUTT ini dibebaskan (Ambil Alih) PT.PLN dengan sistem pembelian lahan sesuai kebutuhan PLN.

Sedangkan, lahan yang terlintas kabel juga mendapatkan konpensasi ganti untung. pasalnya lahan atau tanah yang dilintasi tetap saja milik masyarakat.

Tak hanya tower, sebagai kunci dari saluran SUTT ini juga telah dibangun Gardu Induk (GI) oleh PLN.

Sedangkan di rumah - rumah warga,Meteran listrik yang dulunya manual, perlahan tapi pasti kini sudah berganti Meteran token Kwh. semakin banyak mengunakan listrik, semakin besar pula token yang harus di isi sendiri oleh pelanggan.

Berdasarkan data ULP PLN Sekadau, sampai saat ini rumah warga yang sudah teraliri listrik mencapai 53.065 Pelanggan.

Terkait capaian, target, daerah yang sudah berlistrik dan belum, serta kapan akan dibangun jaringan, bukanlah ranah dari ULP PLN di Sekadau.

"Kami di ULP Sekadau bertugas mengoperasikan jaringan yang sudah dibangun dan menjaganya," terang Zulham, kepala ULP PLN Sekadau di konfirmasi.

Ya sudah lah, itu menjadi urusan PLN sebagai perusahaan dalam katagori BUMN milik Negara dalam berbisnis dengan rakyatnya melalui pelayanan Listrik. Tugas kita sebagai masyarakat ikut berpartisipasi merawat dan menjaga jaringan yang sudah ada serta mensyukuri apa yang sudah diberikan Negara. (Arni Lintang)