SEKADAU, Kalbar - Dalam rentang 4 hingga 10 Mei 2026, dinamika keamanan di Kabupaten Sekadau memperlihatkan dua wajah utama kepolisian: menindak tegas pelaku kriminal sekaligus hadir sebagai penolong dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan warga.
Salah satu peristiwa yang menyita perhatian terjadi pada Selasa (5/5) dini hari, saat aksi pencurian sepeda motor jenis RX-King yang dilakukan seorang residivis berinisial LD (42) berakhir tak sesuai rencana. Motor hasil curian yang hendak dibawa kabur justru mogok di tengah perjalanan.
Dalam kondisi tersebut, pelaku diamankan warga di Jalan Sekadau - Sanggau Km 6 sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian. Hasil penyelidikan menunjukkan, pelaku datang dari luar daerah, menginap di kawasan terminal, lalu melakukan pemantauan sebelum beraksi dengan merusak sistem kelistrikan kendaraan.
Kasus ini memperlihatkan pola kejahatan oportunistik yang masih kerap terjadi, di mana pelaku menyasar kendaraan tanpa pengamanan tambahan dan memanfaatkan kelengahan pemilik.
Selain curanmor, Satreskrim Polres Sekadau juga mengungkap kasus pencurian rumah dengan modus membobol ventilasi saat korban berada di luar kota. Aksi tersebut kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan lingkungan, terutama pada rumah yang ditinggal dalam kondisi kosong.
Di ruang publik, potensi gangguan ketertiban juga muncul melalui aktivitas balap liar yang ditemukan pada Senin (4/5) di kawasan Komplek Pemda. Dalam penertiban tersebut, tiga remaja berstatus pelajar diamankan dan selanjutnya menjalani pembinaan dengan melibatkan orang tua.
Pendekatan ini menandai strategi preventif yang tidak hanya menitikberatkan pada penindakan, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui peran keluarga dan lingkungan sosial.
Di sisi lain, respons kemanusiaan menjadi dimensi yang tak kalah menonjol. Dalam dua kejadian berurutan pada Kamis (7/5) malam dan Jumat (8/5) pagi, personel Polres Sekadau mengevakuasi warga yang membutuhkan penanganan medis darurat. Bahkan dalam selang waktu kurang dari 12 jam.
Evakuasi pertama dilakukan terhadap seorang warga di Desa Gonis Tekam yang mengalami sakit usus buntu di tengah keterbatasan akses transportasi malam hari. Beberapa jam kemudian, evakuasi kembali dilakukan terhadap seorang warga di Desa Mungguk setelah laporan masuk melalui layanan Call Center 110.
Dalam kedua situasi tersebut, mobil patroli kepolisian berfungsi sebagai sarana penyelamat, memastikan pasien segera mendapatkan penanganan medis di RSUD Sekadau.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Sekadau juga meningkatkan patroli Presisi dengan pendekatan dialogis di tengah masyarakat, serta melakukan monitoring distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU. Hasilnya, ketersediaan BBM terpantau aman tanpa antrean maupun gangguan distribusi.
Pendekatan humanis juga terus diperkuat, antara lain melalui kegiatan edukasi kepada anak usia dini di lingkungan Mapolres serta keterlibatan personel dalam program penanaman jagung bersama masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan.
Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat merupakan dua hal yang berjalan beriringan. Dalam situasi darurat, kehadiran polisi diharapkan dapat memberikan solusi cepat bagi masyarakat,” ujar AKP Triyono, Minggu (10/5).
Ia menambahkan, partisipasi aktif masyarakat tetap menjadi kunci dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.
