Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah - Berita Indokalbar.com -->

29 Maret 2026

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah
Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah.

Mempawah — Gemawan menyelenggarakan workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas terhadap Krisis Iklim” selama dua hari, pada 27–28 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Workshop ini melibatkan kelompok perempuan muda dari tiga desa, yakni Desa Sekabuk, Desa Bumbun, dan Desa Suak Barangan. Kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kecamatan Sadaniang yang diwakili Sekretaris Camat, serta kepala desa dan perangkat desa dari ketiga wilayah tersebut.

Rahma, pegiat Gemawan, menyampaikan bahwa workshop dan modul ini merupakan bagian akhir dari rangkaian Program REDA yang telah berjalan selama kurang lebih dua tahun di Kabupaten Mempawah. Program tersebut dilaksanakan di tiga kabupaten yaitu Mempawah, Kapuas Hulu dan Kubu Raya. Untuk Mempawah ada di 3 desa yaitu Sekabuk, Bumbun, dan Suak Barangan yang ke semua itu adalah kecamatan Sadaniang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mensosialisasikan hasil riset yang telah dilakukan selama program berjalan. Penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengetahui bahwa proyek ini tidak hanya sebatas penelitian, tetapi juga menghasilkan temuan dan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan bersama,” ujar Rahma.

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah
Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah.

Ia menjelaskan bahwa selain memaparkan hasil riset, Gemawan juga menyusun modul pelatihan kepemimpinan perempuan muda, khususnya dalam upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat komunitas. Workshop ini diikuti oleh sekitar tiga puluhan peserta dari tiga desa, dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta dan dukungan pemerintah setempat.

Lebih lanjut, Rahma menyampaikan bahwa riset yang dilakukan mencakup kajian mengenai kepemimpinan perempuan muda dalam proses mitigasi perubahan iklim, serta analisis perubahan tutupan lahan (land cover) di wilayah desa. Hasil kajian ini menunjukkan berbagai dinamika perubahan lingkungan yang terjadi di ketiga desa tersebut.

“Melalui program ini, kami juga mendorong perempuan muda untuk lebih aktif mengambil peran sebagai agen perubahan dalam menghadapi krisis iklim,” tambahnya.

Rahma berharap hasil workshop dan modul yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat bagi perempuan muda, tetapi juga dapat menjadi rujukan bagi pemerintah desa dan kecamatan dalam menyusun kebijakan berbasis data dan kebutuhan lokal.

“Kami berharap hasil ini bisa menjadi bahan bagi pemerintah desa untuk ditindaklanjuti, baik dalam bentuk kebijakan maupun program di tingkat desa. Selain itu, kelompok perempuan muda yang telah terbentuk di tiga desa ini diharapkan dapat terus berkembang dan tidak berhenti setelah program berakhir,” jelasnya.

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah
Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah.

Ia juga menyoroti kondisi lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini, seperti musim kemarau panjang, keterbatasan akses air bersih, serta dampak kabut asap yang dirasakan langsung oleh warga. Situasi ini menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas komunitas, khususnya perempuan muda, dalam menghadapi krisis iklim.

Sebagai penutup, Rahma berharap modul pelatihan yang telah disusun dapat menjadi alat pembelajaran berkelanjutan bagi generasi muda.

“Modul ini diharapkan dapat digunakan oleh perempuan muda untuk melatih dan mengedukasi generasi lainnya agar lebih sadar dan terlibat dalam upaya mitigasi perubahan iklim,” pungkasnya.

*BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Komentar