Berita Indokalbar.com: Hasil penelusuran untuk Permainan tradisional hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Permainan tradisional. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Permainan tradisional. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

24 Februari 2023

Permainan Tradisional di Kalbar

Permainan Tradisional di Kalbar
Permainan Tradisional di Kalbar. Gambar ilustrasi.
PONTIANAK, INDOKALBAR.com - Permainan tradisional di Kalbar merupakan jenis permainan yang telah dimainkan oleh orang-orang Kalbar dalam budaya atau masyarakat Kalbar selama bertahun-tahun.

Biasanya, permainan tradisional di Kalbar tidak memerlukan peralatan modern atau teknologi canggih untuk dimainkan, dan sering kali dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa dalam kelompok atau komunitas kecil.

Permainan tradisional di Kalbar dapat memiliki berbagai jenis tujuan, termasuk hiburan, pendidikan, atau pelatihan fisik.

Permainan Tradisional di Kalbar
Gambar ilustrasi, Permainan Tradisional di Kalbar.
Beberapa permainan tradisional di Kalbar juga memiliki nilai-nilai budaya atau sosial yang kuat, dan dapat membantu memperkuat ikatan antara anggota komunitas di Kalimantan Barat. 

Contoh permainan tradisional di Kalbar antara lain ular tangga, engklek, petak umpet, egrang, dakon, congklak, Tapok Beleg/ Kaleng, Jangko, Tikam Rusak, Lantak/ leletop, Jangkak Tempurung, Galah Kepung/ Galasin, Gasing, Tabak Oka/ Dengkak dan masih banyak permainan tradisional Kalbar lainnya. 

Permainan tradisional vs main handphone

Permainan tradisional dan main handphone
Gambar ilustrasi, Permainan tradisional dan main handphone.
Permainan tradisional dan main handphone adalah dua jenis kegiatan yang sangat berbeda dalam banyak hal. 

Berikut adalah beberapa perbedaan antara keduanya:

Bentuk aktivitas permainan tradisional biasanya melibatkan fisik dan interaksi sosial dengan teman atau keluarga.

Kegiatan ini melibatkan gerakan dan kreativitas yang membangun keterampilan motorik halus dan kasar.

Main handphone dan Permainan Tradisional di Kalbar
Gambar ilustrasi, anak main handphone.
Sementara itu, main handphone lebih cenderung bersifat individual dan cenderung mengurangi interaksi sosial secara langsung.

Jenis permainan permainan tradisional seperti congklak, egrang, atau balap karung memerlukan keterampilan fisik, kecepatan, dan kreativitas.

Kegiatan ini memperkuat daya ingat, mengasah kemampuan berpikir, dan mengajarkan strategi.

Permainan Tradisional di Kalbar dan main handphone
Gambar ilustrasi, Anak main handphone.
Sementara itu, main handphone biasanya melibatkan permainan atau aktivitas yang lebih pasif seperti menonton video, membaca artikel, atau memainkan game yang memerlukan sedikit pemikiran atau keterampilan.

Efek pada kesehatan dan pengembangan anak permainan tradisional dapat membantu memperkuat keterampilan motorik dan kognitif serta meningkatkan interaksi sosial, sementara main handphone dapat memicu kecanduan dan mengurangi waktu yang dihabiskan di luar rumah atau berinteraksi dengan teman dan keluarga.

Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk bermain handphone dapat menyebabkan masalah kesehatan mental dan fisik, seperti kelelahan, ketidakmampuan tidur, dan masalah penglihatan.

Permainan Tradisional di Kalbar dengan anak main handphone
Gambar ilustrasi, anak bermain handphone diawasi orang tua.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk memastikan bahwa anak-anak mereka memiliki kesempatan untuk bermain dengan permainan tradisional dan juga membatasi waktu layanan handphone dan internet, sehingga anak-anak dapat memperoleh manfaat dari kedua jenis kegiatan.

Selain perbedaan-perbedaan tersebut, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih kegiatan bermain untuk anak-anak.

Berikut adalah beberapa tips untuk memilih kegiatan bermain yang tepat:

Gambar ilustrasi, Permainan Tradisional.
Gambar ilustrasi, Permainan Tradisional.
Pertimbangkan usia dan minat anak Setiap anak memiliki minat dan kemampuan yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, penting untuk memilih kegiatan bermain yang sesuai dengan usia dan minat anak agar anak merasa tertarik dan termotivasi untuk bermain.

Pertimbangkan aspek pendidikan Bermain seharusnya tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan nilai pendidikan.

Pilihlah kegiatan bermain yang memperkuat keterampilan motorik, kognitif, atau sosial anak.

Berikan variasi Tidak hanya satu jenis kegiatan bermain yang dapat diberikan pada anak. 

Berikanlah anak variasi kegiatan bermain, baik mainan tradisional maupun handphone, untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman anak.

Awasi waktu bermain Penting untuk membatasi waktu yang dihabiskan anak untuk bermain, terutama pada kegiatan bermain handphone.

Batasi waktu bermain dan pastikan anak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan berinteraksi dengan teman dan keluarga.

Dalam memilih kegiatan bermain, orang tua harus memperhatikan keseimbangan antara kegiatan fisik, kreatif, dan edukatif. 

Memberikan kesempatan pada anak untuk bermain dengan permainan tradisional dan main handphone dapat membantu anak mengembangkan keterampilan yang berbeda dan memperoleh manfaat yang bervariasi.

Editor: Yakop

24 November 2024

IAIS Sambas lestarikan permainan tradisional melalui tugas mahasiswa

IAIS Sambas lestarikan permainan tradisional melalui tugas mahasiswa
IAIS Sambas lestarikan permainan tradisional melalui tugas mahasiswa. (ANTARA)
Pontianak - Kampus Institut Agama Islam Sambas (IAIS), Kalimantan Barat (Kalbar), ikut melestarikan permainan tradisional masyarakat Sambas yang mulai dilupakan melalui kegiatan praktek tugas mahasiswa di Program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

"Seiring perkembangan zaman saat ini permainan tradisional sudah tampak dilupakan oleh anak-anak sekarang, sehingga perlu dikenalkan kembali dan melalui tugas ke mahasiswa ini bentuk nyatanya, " ujar Dosen Pengampu mata kuliah Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) SD/MI IAIS Sambas Bayu saat dihubungi di Sambas, Minggu.

Ia berharap dalam tugas Ujian Tengah Semester (UTS) tersebut bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap permainan tradisional, sekaligus mempromosikannya melalui video untuk kembali dilestarikan oleh semua pihak.

"Video yang mereka buat secara tidak langsung akan mengedukasi masyarakat umum, khususnya anak-anak muda sekarang, untuk lebih memperhatikan dan melestarikan permainan tradisional karena manfaat yang didapat dalam permainan tradisional itu banyak sekali," katanya.

Terdapat delapan permainan tradisional yang dikenalkan yakni lompat karet, lari balok, gobak sodor, batu lima, engklek, domikado, lempar sendal, dan kucing-kucingan dengan bola.

Cici Andini salah satu mahasiswa program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah semester V mengaku senang ada tugas permainan tradisional dari kampus.

"Tugas ini sangat menyenangkan, karena kami tentunya jadi nostalgia dengan permainan kami saat kecil, dimana kami tidak memikirkan permasalahan selain sekolah," jelas dia.

Menurutnya, sudah semestinya generasi muda sekarang, khususnya anak-anak yang masih terus berkembang, untuk bersama melestarikan permainan tradisional.

"Seperti yang sudah ditayangkan pada video, permainan tradisional ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga banyak manfaatnya dan tentunya dengan peran orang tua yang mendukung anak agar tidak fokus ke telepon seluler terus terusan," kata dia.

Senada juga disampaikan mahasiswa lainnya, Melvian Adha. Ia mengungkapkan dengan adanya tugas seperti itu secara langsung membangkitkan kembali semangat tentang permainan tradisional. Ia berharap semua pihak mulai kembali melestarikan permainan tradisional tersebut.

"Tugas ini dan kemudian membuat video permainan tradisional, sangat menyenangkan karena kami dapat sedikit kembali ke permainan masa kecil yang mungkin jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali teman-teman mainkan lagi, " ucapnya.

Pewarta : Dedi/ANTARA

27 Agustus 2024

Semarak HUT RI Ke-79, Kecamatan Sadaniang Gelar Berbagai Kegiatan dan Perlombaan Permainan Tradisional

Semarak HUT RI Ke-79, Kecamatan Sadaniang Gelar Berbagai Kegiatan dan Perlombaan Permainan Tradisional
Semarak HUT RI Ke-79, Kecamatan Sadaniang Gelar Berbagai Kegiatan dan Perlombaan Permainan Tradisional.
MEMPAWAH - belum usai untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Kecamatan Sadaniang merayakannya dengan mengadakan beragam kegiatan dan perlombaan permainan tradisional.

Perayaan HUT RI ini dipusatkan di Halaman Kantor Camat Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat dan digelar mulai tanggal 16 - 24 Agustus 2024.

Semarak HUT RI Ke-79, Kecamatan Sadaniang Gelar Berbagai Kegiatan dan Perlombaan Permainan Tradisional
Semarak HUT RI Ke-79, Kecamatan Sadaniang Gelar Berbagai Kegiatan dan Perlombaan Permainan Tradisional.
Berbagai macam kegiatan diadakan mulai dari senam bersama, jalan sehat, lomba nyanyi lagu daerah, tarian adat, dan beberapa perlomba permain tradisional seperti; lomba sumpit, dan katapel.

Semarak kemeriahan perlombaan diikuti seluruh masyarakat desa yang ada di Kecmatan Sadaniang. Tampak para suporter dari masing-masing peserta bersemangat mendukung perwakilan yang mengikuti lomba. Beberapa hadiah menarik telah disiapkan oleh panitia perlombaan agar menambah semangat para peserta lomba.

Semarak HUT RI Ke-79, Kecamatan Sadaniang Gelar Berbagai Kegiatan dan Perlombaan Permainan Tradisional
Semarak HUT RI Ke-79, Kecamatan Sadaniang Gelar Berbagai Kegiatan dan Perlombaan Permainan Tradisional.
Ketua Panitia HUT RI Ke-79 Kecamatan Sadaniang, Ferdinand Ferdus mengatakan deretan acara agustusan ini bertujuan sebagai ajang silahturahmi antar sesama masyarakat sadaniang. Selain itu juga untuk mempersiapkan kedepannya tahun 2025 rencana naik dango itu ada di Kecamatan Sadaniang. "Jadi, imbuh dia, kita mengadakan pertandingan permainan tradisional salah satunya yang itu adalah Sumpit, dan mantes atau ketapel dalam bahasa biasanya disebut, serta karaoke tapi bernuansakan lagu-lagu daerah," kata Ferdinand Ferdus disela sela kegiatan.

"Karena untuk kita meraih bibit kedepannya, ya mudah-mudahan moment ini bisa berlanjut, supaya tidak mengecewakan khalayak ramai khususnya di Kecamatan Sadaniang, itulah tujuan kita," sambungnya.

Pemilik sapaan Dudus ini berharap, semoga bibit-bibit permainan tradisional yang ada di Kecamatan Sadaniang bisa lebih meningkat, itu harapan kita. Dan jangan sampai pudar acara ini, kalau bisa lagi acara-acara tradisional yang lainnya bisa digabungkan ditambah lagi, seperti tari pilanuk atau tarian-tarian adat.

"Ya, mudah-mudahan di kedepannya nanti. Kita juga punya harapan kedepan itu jangan sampai musnahlah pertandingan permainan tradisional ini kita lanjutkan, jangan sampai hilang. Walaupun, mohon maaf kalau ada pergantian kepemimpinan. Tapi lanjutkan dan lanjutkan sampai lah kita sukses ke depannya. Sadaniang tetap Oke, terima kasih," ucap Ketua Panitia HUT RI Ke-79 Kecamatan Sadaniang mengakhiri.

Semarak HUT RI Ke-79, Kecamatan Sadaniang Gelar Berbagai Kegiatan dan Perlombaan Permainan Tradisional
Semarak HUT RI Ke-79, Kecamatan Sadaniang Gelar Berbagai Kegiatan dan Perlombaan Permainan Tradisional.
Di malam ramah tamah yang dihadiri seluruh Kepala Desa yang ada di Kecamatan Sadaniang beserta Tamu Undangan dan masyarakat berbagai macam elemen. Camat Sadaniang, Yusra beserta Forkopimcam menyerahkan piala serta hadiah untuk para juara peserta lomba dan piagam kepada anggota Paskibra Kecamatan Sadaniang yang telah bertugas. Dan acara ditutup dengan hiburan orgen tunggal.

25 Agustus 2024

Perlombaan Permainan Tradisional Meriahkan HUT RI ke 79 Di Sadaniang

Foto: Lomba Menyumpit


MEMPAWAH - Seolah belum usai untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Kecamatan Sadaniang merayakannya dengan mengadakan beragam kegiatan dan perlombaan permainan tradisional.


Perayaan HUT RI ini dipusatkan di Halaman Kantor Camat Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat dan digelar mulai tanggal 16 - 24 Agustus 2024.


Berbagai macam kegiatan diadakan mulai dari senam bersama, jalan sehat, lomba nyanyi lagu daerah, tarian adat, dan beberapa perlombaan permainan tradisional seperti lomba sumpit, dan katapel.


Semarak kemeriahan perlombaan diikuti seluruh masyarakat desa yang ada di Kecamatan Sadaniang. Tampak para suporter dari masing-masing peserta bersemangat mendukung perwakilan yang mengikuti lomba. Beberapa hadiah menarik telah disiapkan oleh panitia perlombaan agar menambah semangat para peserta lomba.


Ketua Panitia HUT RI Ke-79 Kecamatan Sadaniang, Ferdinand Ferdus mengatakan deretan acara agustusan ini bertujuan sebagai ajang silahturahmi antar sesama masyarakat sadaniang. Selain itu juga untuk mempersiapkan kedepannya tahun 2025 rencana naik dango itu ada di Kecamatan Sadaniang. 


"Jadi, kita mengadakan pertandingan permainan tradisional salah satunya itu adalah Sumpit, dan mantes atau ketapel dalam bahasa biasanya disebut, serta karaoke tapi bernuansakan lagu-lagu daerah," kata Ferdinand Ferdus disela sela kegiatan.

Foto: Lomba Ketapel


"Karena untuk kita meraih bibit kedepannya, ya mudah-mudahan moment ini bisa berlanjut, supaya tidak mengecewakan khalayak ramai khususnya di Kecamatan Sadaniang, itulah tujuan kita," sambungnya.


Pemilik sapaan Dudus ini berharap, semoga bibit-bibit permainan tradisional yang ada di Kecamatan Sadaniang bisa lebih meningkat, itu harapan kita. Dan jangan sampai pudar acara ini, kalau bisa lagi acara-acara tradisional yang lainnya bisa digabungkan ditambah lagi, seperti tari pilanuk atau tarian-tarian adat.


"Ya, mudah-mudahan di kedepannya nanti. Kita juga punya harapan kedepan itu jangan sampai musnahlah pertandingan permainan tradisional ini kita lanjutkan, jangan sampai hilang. Walaupun, mohon maaf kalau ada pergantian kepemimpinan. Tapi lanjutkan dan lanjutkan sampai lah kita sukses ke depannya. Sadaniang tetap Oke, terima kasih," ucap Ketua Panitia HUT RI Ke-79 Kecamatan Sadaniang mengakhiri.


Di malam ramah tamah yang dihadiri seluruh Kepala Desa yang ada di Kecamatan Sadaniang beserta Tamu Undangan dan masyarakat berbagai macam elemen. 


Camat Sadaniang, Yusra beserta Forkopimcam menyerahkan piala serta hadiah untuk para juara peserta lomba dan piagam kepada anggota Paskibra Kecamatan Sadaniang yang telah bertugas. Dan acara ditutup dengan hiburan orgen tunggal. (Izr)



31 Juli 2023

FAD Sanggau Menggelar Outbound Memperingati Hari Anak Nasional 2023

Semarak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Kabupaten Sanggau.
Semarak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Kabupaten Sanggau.
SANGGAU - Kompleks Mess Pemerintah Daerah Lingkungan Sentana Kelurahan Tanjung Sekayam, Kecamatan Kapuas, Minggu (30/07/2023) menjadi saksi dari semaraknya peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun ini. Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Sanggau telah mengadakan kegiatan outbound sebagai bagian dari rangkaian peringatan tersebut.

Dalam upaya untuk memberikan sarana silaturahmi dan kegembiraan bagi anak-anak di sejumlah sekolah, kegiatan outbound ini menjadi ajang yang tepat. Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau, melalui Kepala Dinas Sosial P3AKB, Aloysius Yanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan anak-anak dengan permainan tradisional yang sederhana namun bermanfaat sebagai sarana bersosialisasi.

"Kita ingin anak-anak dapat bersenang-senang bersama, bermain, dan bercerita dengan penuh kegembiraan melalui permainan tradisional ini," harapnya.

Puncak peringatan HAN di Kabupaten Sanggau telah direncanakan akan digelar pada bulan September, setelah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi.

Kepala Dinas Sosial P3AKB, Aloysius Yanto, juga menekankan bahwa peringatan Hari Anak Nasional ini menjadi kesempatan penting untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan perlindungan dan hak-hak mereka, termasuk hak untuk bermain, belajar, dan mengembangkan kreativitas serta potensi yang dimiliki.

"Kita ingin mempersiapkan anak-anak menjadi generasi yang tangguh dan berkualitas, yang akan mewujudkan Indonesia emas pada tahun 2045," tegasnya.

Ketua Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Sanggau, Nazwa Nurfahira, juga turut menyampaikan harapannya bahwa melalui peringatan HAN, pemerintah tetap mengutamakan perhatian terhadap nasib anak-anak di Kabupaten Sanggau, khususnya mereka yang kesempatan bermain dan belajar terbatas karena berbagai kendala.

"Dengan adanya permainan outbound ini, kami ingin mengenalkan anak-anak pada permainan tradisional yang murah meriah dan memberi kesempatan bagi mereka untuk bersosialisasi, mengenal satu sama lain, dan berbagi tawa kebahagiaan," ujar Nazwa Nurfahira.

Semoga peringatan Hari Anak Nasional ini menjadi momentum penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga masa depan anak-anak Kabupaten Sanggau. Dengan memastikan kesempatan bermain dan belajar bagi anak-anak, kita dapat berkontribusi pada masa depan bangsa yang lebih baik dan gemilang. Mari dukung dan bantu anak-anak kita, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi unggul yang berdaya saing. (Libertus)

17 April 2026

Naik Dango ke-3 Resmi Dimulai, Ritual Ngampar Bide Penuh Nilai Tradisi dan Spiritual

Foto: Ritual Adat Ngampar Bide Warnai Pembukaan Naik Dango ke-3 di Rumah Radangk

PONTIANAK - Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak resmi membuka rangkaian kegiatan Naik Dango ke-3 melalui pelaksanaan ritual adat Ngampar Bide di Rumah Radangk Pontianak, Jumat (17/4/2026) pagi. Ritual sakral ini menjadi penanda dimulainya perayaan budaya tahunan yang akan berlangsung pada 20 hingga 25 April 2026.

Suasana khidmat menyelimuti Rumah Radangk saat para pengurus DAD Kota Pontianak menjalankan prosesi adat. Ritual dipimpin oleh seorang penyangahatn, Erdi atau yang akrab disapa Pak Gori, dengan dua tahapan utama, yakni nyanggahant mantak dan masak.

Dalam penjelasannya, Erdi menyampaikan bahwa Naik Dango merupakan wujud rasa syukur masyarakat Dayak atas hasil panen yang diperoleh selama satu tahun. Hasil pertanian seperti padi, jagung, timun, dan berbagai komoditas lainnya menjadi simbol kesejahteraan petani yang kemudian disimpan di dalam dango (lumbung padi) sebagai persiapan untuk musim tanam berikutnya.

“Padi yang telah dipanen akan dijemur, ditumbuk, dan disimpan dengan baik agar terhindar dari hama, sehingga dapat digunakan kembali sebagai bibit yang berkualitas untuk tahun depan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ritual Ngampar Bide memiliki makna penting dalam proses pengolahan padi, yakni untuk merontokkan bulir padi dari tangkainya serta memilah kualitasnya. Selain itu, bide juga digunakan sebagai alas untuk menjemur padi agar hasil pengeringan merata.

Lebih dari sekadar proses teknis pertanian, ritual ini juga sarat nilai spiritual sebagai ungkapan syukur kepada Jubata (Tuhan) atas hasil panen yang melimpah. Berbagai sajian adat seperti lemang, cucur, serta beras pulut turut dihadirkan sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat tani.

Sementara itu, Ketua Panitia Naik Dango ke-3 DAD Kota Pontianak, Vandektrus Derek, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini akan diisi dengan berbagai agenda budaya, keagamaan, hingga edukasi.

“Hari ini kita melaksanakan Ngampar Bide sebagai bentuk permohonan restu kepada Jubata sekaligus pembukaan awal kegiatan. Sore harinya akan dilaksanakan misa syukur yang dipimpin sembilan pastor,” jelasnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan selanjutnya meliputi upacara adat Ngalanjukatn pada 18 April dini hari, seminar tentang hak masyarakat adat pada 19 April, serta karnaval budaya multi-etnis pada 20 April.

Puncak pembukaan Naik Dango dijadwalkan berlangsung pada 21 April dan akan dibuka oleh Wali Kota Pontianak, dengan kehadiran tamu dari Sarawak, Malaysia. Berbagai perlombaan tradisional seperti tari panompok, memasak panso, menumbuk padi, hingga permainan pangkak gasing turut memeriahkan acara.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan lebih dari 60 pelaku UMKM dan pedagang asongan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Hiburan tradisional seperti jonggan serta penampilan artis Dayak turut menjadi daya tarik bagi masyarakat.

“Melalui Naik Dango, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat toleransi dan kebersamaan antar-etnis di Kota Pontianak,” tutup Vandektrus.

Ritual Ngampar Bide pun menjadi simbol awal yang tidak hanya membuka rangkaian acara, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi, nilai spiritual, dan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat Dayak. (Tim)

09 Juni 2024

DIALOK Pamerkan Wastra Khas Kalimantan Barat

Foto: DIALOK di Dekranasda Kalbar.

PONTIANAK - Gelaran Karya Kreatif DIALOK (Dibuat Anak Lokal) di Dekranasda Kalbar menjadi panggung memukau bagi wastra Kalimantan Barat. Mengenakan busana tenun ikat khas Kalimantan Barat, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., bersama Pj. Ketua Dekranasda Kalbar, Windy Prihastari, S.STP., M.Si., menghadiri Gelar Karya Kreatif DIALOK serta talkshow potensi Wastra Kalbar di Dekranasda Kalbar, Sabtu (8/6/2024).

Dalam rangkaian acara ini, Pj. Gubernur beserta istrinya menyaksikan fashion show yang memamerkan wastra-wastra khas Kalimantan Barat diiringi permainan alat musik tradisional. Mereka juga melakukan peninjauan hasil kerajinan wastra Kalimantan Barat, di mana Ibu Pj. Ketua Dekranasda ikut melakukan tulis batik.

Di tempat yang sama, Pj Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar tampak berbangga dengan gelaran yang ditampilkan. Hal ini dilihat dari atensi pengunjung yang memadati gedung Dekranasda Provinsi Kalbar pada acara tersebut.

“Saya berterima kasih atas atensi semua pihak sehingga kegiatan ini bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Saat ini yang populer dari kita (kalbar) ada 4 wastra yang terkenal, yakni dari Kab. Kapuas Hulu ada beberapa wastra, Dari Sintang juga yang populer dipakai Presiden, Bengkayang dengan anyamannya, dan Kota Pontianak. Tujuannya tak lain, agar karya tenunan tersebut memiliki nilai lebih. Contohnya kain tenun Ikat sintang yang dipakai oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Kita sangat berbangga sekali, wastra kita dipakai dikancah internasional," ucap Windy. (Adp)