Berita Indokalbar.com: Wali Kota Pontianak hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Wali Kota Pontianak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wali Kota Pontianak. Tampilkan semua postingan

13 Mei 2026

Wako Edi Dorong Revisi UU HKPD demi Perkuat Fiskal Daerah dan Optimalkan PAD

Rembuk dan Bincang-bincang Otonomi Daerah antar Kepala Daerah dengan Kementerian Dalam Negeri secara daring.

Pontianak – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong revisi Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) guna memperkuat kapasitas fiskal daerah, terutama dalam mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).

Dorongan tersebut disampaikan Edi dalam kegiatan Reboan, Rembuk dan Bincang-bincang Otonomi Daerah antara kepala daerah bersama Kementerian Dalam Negeri yang digelar secara daring, Rabu (13/5/2026).

Menurut Edi, sejumlah ketentuan dalam UU HKPD saat ini perlu dievaluasi karena dinilai membatasi potensi penerimaan daerah. Salah satu yang disorotinya adalah tarif Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk jasa parkir yang saat ini dibatasi maksimal 10 persen.

Ia menilai pemerintah daerah perlu diberikan ruang yang lebih proporsional dalam mengelola potensi pajak, khususnya pada sektor-sektor strategis di kawasan perkotaan yang terus berkembang.

“Jasa parkir yang saat ini maksimal 10 persen perlu ditinjau kembali, paling tidak menjadi 20 persen seperti yang dulu diatur dalam UU PDRB,” ujarnya.

Selain sektor parkir, Edi juga menyoroti pengaturan jasa sewa kamar atau rumah kos yang menurutnya perlu kembali ditegaskan sebagai objek PBJT jasa perhotelan. Ia menyebut, sebelumnya sektor rumah kos menjadi salah satu sumber penerimaan daerah yang cukup potensial.

Namun setelah perubahan aturan dalam UU HKPD, potensi pendapatan daerah dari sektor tersebut dinilai mengalami penurunan karena status pengaturannya tidak lagi jelas.

“Jasa sewa kamar atau rumah kos sebelumnya dipungut oleh pemerintah daerah. Ketika tidak lagi menjadi objek yang jelas, tentu ada potensi pendapatan daerah yang hilang,” katanya.

Edi menjelaskan, Kota Pontianak memiliki karakter sebagai kota jasa, perdagangan, dan pendidikan dengan jumlah mahasiswa serta pekerja dari luar daerah yang cukup besar. Kondisi itu membuat sektor hunian sementara seperti rumah kos berkembang pesat dan memiliki nilai ekonomi yang signifikan.

Karena itu, menurutnya, sektor tersebut layak menjadi bagian dari basis pajak daerah yang dikelola secara adil dan akuntabel guna mendukung pembangunan daerah.

“Daerah membutuhkan ruang fiskal yang memadai agar pembangunan bisa terus berjalan. Tentu pengelolaannya tetap harus akuntabel, proporsional, dan memperhatikan kondisi masyarakat,” jelasnya.

Menanggapi usulan tersebut, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Cheka Virgowansyah mengatakan pihaknya akan menampung seluruh aspirasi daerah sebagai bahan evaluasi pemerintah pusat dalam pembahasan revisi aturan ke depan.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk menyampaikan usulan secara resmi melalui surat agar hasil diskusi memiliki dasar administrasi yang lebih kuat.

“Masukan ini akan kami tampung sebagai bahan evaluasi dan pembahasan revisi,” tutupnya. (*)

12 Mei 2026

Edi Kamtono: AI dan Industri Kreatif Akan Jadi Penopang Ekonomi Masa Depan Pontianak

Wali Kota Pontianak membuka Workshop Pengembangan Talenta Industri Kreatif, dan Kurasi Mentor dan AI di Aula Kantor Perwakilan BI Kalbar.

Pontianak – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bersama industri kreatif akan menjadi salah satu penopang utama ekonomi masa depan. Pesatnya perkembangan teknologi digital dinilai telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Hal itu disampaikan Edi saat membuka Workshop Pengembangan Talenta Industri Kreatif, Kurasi Mentor dan AI di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini tidak hanya mengubah cara manusia bekerja, tetapi juga mengubah cara berpikir, berkomunikasi, hingga membangun masa depan. Karena itu, inovasi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing suatu daerah.

“Dunia bergerak begitu cepat. Inovasi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing suatu daerah,” ujarnya.

Edi menilai AI kini bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Pemanfaatannya pun telah masuk ke berbagai sektor mulai dari pendidikan, bisnis, industri kreatif, hingga ekonomi digital.

“AI tidak lagi menjadi bayangan masa depan, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, kita harus mampu beradaptasi agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi pelaku,” katanya.

Ia menegaskan, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi langkah strategis yang harus terus didorong. Pemerintah, lanjutnya, tidak hanya fokus membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun SDM yang kreatif, inovatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak serta produktif.

Menurut Edi, workshop tersebut memiliki nilai penting karena bukan hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga menjadi ruang belajar, kolaborasi, pertukaran gagasan, dan aktualisasi diri bagi generasi muda serta pelaku usaha kreatif.

“Kemampuan memanfaatkan AI secara cerdas dan bertanggung jawab akan menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan global,” jelasnya.

Ia menambahkan, AI mampu membantu berbagai pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien, mulai dari desain grafis, pengembangan konten kreatif, pemasaran digital, hingga pengembangan produk. Karena itu, pemanfaatannya perlu diarahkan agar memberikan nilai tambah bagi pelaku ekonomi kreatif di daerah.

Edi juga menilai Pontianak memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif dan talenta muda. Banyak generasi muda Pontianak yang dinilai cerdas, kreatif, serta memiliki semangat tinggi untuk berkembang di era digital.

“Kota Pontianak memiliki potensi besar. Kita punya generasi muda yang cerdas, kreatif, dan penuh semangat. Kita juga punya komunitas kreatif yang aktif dan terus berkembang,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti workshop dengan serius, baik pada sesi AI maupun voice over, sehingga mampu menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas dan daya saing di industri kreatif.

“Semoga workshop ini memberi manfaat dan menjadi pendorong ekonomi kreatif di Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)

10 Mei 2026

Wako Edi Ikut Mancing di Sungai Jawi, Ribuan Warga Berebut Strike Lele HUT ke-62 Bank Kalbar

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berbaur bersama peserta lomba mancing dalam rangka HUT Bank Kalbar ke-62.

Pontianak – Suasana pinggiran Sungai Jawi di Jalan Puskesmas Pal III berubah meriah, Minggu (10/5/2026) pagi. Ribuan warga memadati lokasi lomba mancing dalam rangka HUT ke-62 Bank Kalbar untuk berburu tiga ton ikan lele yang ditebar di aliran sungai.

Di tengah antusiasme peserta, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turut ambil bagian memancing bersama warga. Dengan joran pinjaman di tangan, ia tampak santai duduk di tepian sungai menunggu umpannya disambar ikan.

Kegiatan tersebut tak hanya dipenuhi para penghobi mancing. Deretan pedagang kaki lima juga memanfaatkan keramaian dengan membuka lapak sederhana di sekitar lokasi. Aroma jajanan dan riuh sorak peserta menambah semarak perayaan ulang tahun bank kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat itu.

Edi mengapresiasi lomba mancing yang dinilainya menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah daerah, Bank Kalbar, dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga membawa pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini menjadi inspirasi bagaimana Bank Kalbar bersama warga Kota Pontianak memanfaatkan momen ulang tahun untuk kegiatan yang positif,” ujarnya.

Ia menegaskan, momentum tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan sungai dan parit di Kota Pontianak agar tetap terawat dan berfungsi baik.

“Sebenarnya momentum ini adalah untuk kita menjaga kebersihan sungai atau parit. Insyaallah parit-parit di kota ini akan kita jaga bersama melalui kolaborasi dengan warga,” tambahnya.

Menurut Edi, meski secara teknis penanganan alur sungai menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui balai wilayah sungai, kebersihan sungai tetap menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan mancing massal tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar. Banyak pedagang kecil merasakan peningkatan pengunjung selama acara berlangsung.

Suasana penuh keakraban tampak sepanjang kegiatan. Para peserta saling bersorak saat ikan berhasil ditarik ke daratan, sementara warga lainnya menikmati hiburan sambil bersantai di tepian sungai.

Dalam kesempatan itu, Edi juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Bank Kalbar yang kini memasuki usia ke-62 tahun.

“Selamat ulang tahun ke-62 untuk Bank Kalbar. Semoga Bank Kalbar terus memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya. (*) 

05 Mei 2026

Pontianak Genjot SPALD-T, Proyek Rp1,5 Triliun Libatkan Peran Gender dan Warga

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka Workshop Pelatihan Gender dan Safeguards Citywide Inclusive Sanitation Project.

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak terus memantapkan langkah dalam merealisasikan program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) sebagai upaya besar meningkatkan kualitas sanitasi perkotaan. Melalui workshop dan pelatihan yang digelar, pendekatan inklusif dengan melibatkan perspektif gender serta partisipasi masyarakat menjadi fokus utama.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan, kegiatan ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh pihak terkait agar pelaksanaan program berjalan optimal, mulai dari tahap pembangunan hingga pemanfaatannya oleh masyarakat.

Menurutnya, SPALD-T bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari transformasi kualitas hidup warga. Karena itu, seluruh prosesnya telah melalui kajian matang dan melibatkan berbagai elemen, termasuk masyarakat sebagai pengguna utama layanan.

Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap awal dengan penandatanganan kontrak dan segera berlanjut ke pelaksanaan di lapangan. Meski demikian, pemerintah mengakui akan ada dampak sementara, seperti gangguan lalu lintas di sejumlah titik selama proses pembangunan berlangsung.

Untuk itu, sosialisasi terus digencarkan agar masyarakat memahami manfaat jangka panjang dari proyek ini sekaligus memberikan dukungan selama masa pengerjaan.

Pada tahap awal, pembangunan difokuskan di kawasan Martapura dan Nipah Kuning. Program ini didukung anggaran besar mencapai Rp1,5 triliun dengan target penyelesaian pada 2029 dan mulai beroperasi pada 2030.

Sistem SPALD-T nantinya memiliki kapasitas sekitar 12.000 meter kubik per hari dan diproyeksikan mampu melayani sekitar 16.000 rumah tangga. Kehadiran sistem ini diharapkan menjadi solusi permanen terhadap persoalan limbah domestik yang selama ini menjadi tantangan di kawasan perkotaan.

Terkait skema pembiayaan, pemerintah masih menyusun formulasi tarif yang adil dan tidak memberatkan masyarakat. Pendekatan berbasis klaster akan diterapkan, di mana sektor usaha kemungkinan memiliki kewajiban tertentu, sementara masyarakat umum tetap mendapatkan kemudahan akses layanan.

Bahasan juga menekankan pentingnya peran gender dalam keberhasilan program ini. Keterlibatan perempuan dan kelompok masyarakat lainnya dinilai krusial, terutama dalam mendorong kesadaran dan perubahan perilaku terkait pengelolaan sanitasi di tingkat rumah tangga.

Sejauh ini, proses sosialisasi berjalan lancar tanpa adanya penolakan berarti dari masyarakat, menandakan tingginya dukungan terhadap program tersebut.

Dengan hadirnya SPALD-T, Pemerintah Kota Pontianak optimistis kualitas sanitasi akan meningkat signifikan, sekaligus mendorong standar kota menuju kategori kota besar yang lebih sehat, layak huni, dan berkelanjutan. (*) 

04 Mei 2026

Anggaran Tertekan, Wako Edi Kamtono Dorong Inovasi dan Digitalisasi Pelayanan Publik

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri dalam rangka Hari Otonomi Daerah 2026.

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Pendidikan Nasional, Senin (4/5/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya kemandirian daerah sekaligus mendorong inovasi di tengah keterbatasan anggaran.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa tema “Otonomi Daerah, Kita Wujudkan Asta Cita” menekankan peran strategis daerah dalam mengelola potensi lokal secara bertanggung jawab guna mendukung cita-cita nasional.

“Berbagai tugas dan program sudah berjalan, tinggal kita evaluasi apa yang telah dilakukan agar lebih optimal,” ujarnya usai upacara.

Menurutnya, kesamaan visi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional. Ia menyoroti delapan kluster prioritas nasional, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hingga hilirisasi industri, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, serta penurunan kemiskinan.

Edi juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi berbasis hasil melalui digitalisasi dan inovasi pelayanan publik. Saat ini, ratusan Mal Pelayanan Publik telah beroperasi di berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Namun demikian, ia mengakui Pemerintah Kota Pontianak menghadapi tantangan serius, terutama berkurangnya dana transfer sebesar Rp233 miliar pada tahun 2026. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah melakukan penyesuaian prioritas program agar tetap sejalan dengan rencana pembangunan daerah.

“Program prioritas tetap kita fokuskan pada pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Pontianak terus mendukung berbagai program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, dan Indonesia Asri, serta memperkuat gerakan Pontianak Asri di tingkat lokal.

Edi juga menyoroti keterbatasan sumber daya aparatur. Saat ini rasio ASN di Pontianak baru mencapai 0,94 persen, masih di bawah rata-rata nasional. Kekurangan lebih dari dua ribu ASN menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Kita harus mampu berinovasi dan memaksimalkan digitalisasi di tengah keterbatasan SDM dan anggaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap persoalan masyarakat menjadi kunci utama dalam pelayanan publik, mulai dari penanganan sampah, genangan air, hingga infrastruktur dan kebutuhan dasar warga.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Pontianak juga melepas ASN yang memasuki masa purna tugas sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka. Selain itu, Edi turut mendoakan jemaah haji asal Pontianak, termasuk puluhan ASN, agar diberikan kelancaran dan menjadi haji yang mabrur.

“Saya mengajak seluruh jajaran untuk terus membangun Pontianak dengan semangat, inovasi, dan kepedulian tinggi,” pungkasnya. (*) 

Hardiknas 2026 di Pontianak, Edi Tekankan Pendidikan Berkualitas dan Penguatan Karakter Generasi Muda

ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak mengikuti upacara peringatan Hardiknas 2026.

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 dengan menggelar upacara di lingkungan pemerintah kota, Senin (4/5/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia sekaligus menentukan arah masa depan bangsa. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada proses belajar di kelas, tetapi juga membentuk karakter, pola pikir, serta kemampuan generasi muda agar siap menghadapi tantangan zaman.

“Pendidikan bukan sekadar proses belajar di sekolah, tetapi bagaimana membentuk karakter dan kemampuan generasi muda agar siap menghadapi perubahan,” ujarnya usai upacara di Aula SSA Kantor Wali Kota.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat saat ini terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Metode ini diarahkan untuk menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, mendorong berpikir kritis, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Pemerintah Kota Pontianak, lanjut Edi, mendukung berbagai kebijakan strategis di sektor pendidikan, mulai dari peningkatan kualitas tenaga pendidik hingga pemerataan akses belajar. Hal ini dilakukan agar seluruh anak memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan.

“Kita ingin semua anak mendapatkan akses pendidikan yang setara. Karena itu, peningkatan fasilitas, kualitas guru, dan lingkungan belajar harus terus kita perkuat,” katanya.

Secara nasional, berbagai program telah dijalankan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, seperti pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, hingga penguatan karakter peserta didik. Tercatat pada 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi dan sekitar 288 ribu sekolah menerima papan interaktif digital untuk menunjang proses belajar.

Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan kualitas guru melalui program beasiswa, sertifikasi, serta pemberian insentif, termasuk bagi tenaga honorer.

Melalui peringatan Hardiknas 2026 ini, seluruh elemen masyarakat diajak berperan aktif, mulai dari sekolah, keluarga, hingga lingkungan sekitar, untuk bersama-sama mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Edi menambahkan, penguatan karakter peserta didik juga dilakukan melalui berbagai program pembiasaan positif, seperti budaya lingkungan yang asri, aman, sehat, bersih, dan indah, serta penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

“Semua ini bertujuan menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berdaya saing,” tutupnya. (*)

01 Mei 2026

Istigasah Akbar, Edi Ingatkan Jemaah Haji Jaga Kesehatan dan Nama Baik Pontianak

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan pesan kepada jemaah calon haji Kota Pontianak pada Istigasah Akbar di Masjid Raya Mujahidin.

Pontianak – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan pesan penting kepada para jemaah calon haji agar menjaga kesehatan serta nama baik daerah saat menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Istigasah Akbar Jemaah Calon Haji Kota Pontianak 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Masjid Raya Mujahidin, Jumat (1/5/2026) dini hari.

Edi menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum keberangkatan. Ia mengingatkan jemaah untuk menjaga pola makan, istirahat cukup, serta mengikuti arahan petugas kesehatan agar mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan optimal.

“Ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Jaga kesehatan sejak sekarang agar pelaksanaan ibadah bisa berjalan dengan baik dan khusyuk,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengimbau para jemaah untuk menjaga kekompakan dan saling membantu selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai situasi selama pelaksanaan ibadah haji.

Tak kalah penting, Edi mengingatkan agar seluruh jemaah mampu menjaga sikap dan perilaku sebagai representasi daerah dan bangsa. Ia berharap para jemaah dapat menunjukkan karakter santun, disiplin, serta taat terhadap aturan yang berlaku.

“Bapak dan Ibu adalah duta Kota Pontianak. Tunjukkan sikap terbaik dan jaga nama baik Indonesia,” pesannya.

Istigasah akbar ini diikuti ratusan jemaah calon haji bersama keluarga. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum spiritual untuk memohon kelancaran, keselamatan, serta kemabruran dalam menjalankan ibadah.

Pemerintah Kota Pontianak berharap seluruh jemaah dapat berangkat dan kembali ke tanah air dengan selamat serta meraih predikat haji yang mabrur. (*)

30 April 2026

Porseni PAUD 2026 Ditutup, Bahasan Tekankan Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

Siswa PAUD tampil memukau pada penutupan Porseni PAUD Tingkat Kota Pontianak 2026.

Pontianak – Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Pendidikan Anak Usia Dini (Porseni PAUD) tingkat Kota Pontianak tahun 2026 resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, di Pontianak Convention Center, Kamis (30/4/2026).

Dalam sambutannya, Bahasan menegaskan bahwa Porseni PAUD bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, anak-anak didorong tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria, berbudaya, serta berakhlak mulia.

“Porseni PAUD memiliki banyak manfaat dalam mengembangkan minat, bakat, dan potensi anak secara holistik. Anak-anak belajar kreatif, percaya diri, bersosialisasi, dan bekerja sama dalam tim,” ujarnya.

Ia mengaku bangga melihat antusiasme peserta selama pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, anak-anak tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar tentang keberanian, disiplin, serta nilai kebersamaan.

“Semua anak yang tampil adalah juara. Mereka sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tambahnya.

Bahasan juga mengapresiasi peran para pendidik dan orang tua yang terus mendampingi serta mendukung perkembangan anak-anak. Ia menekankan bahwa pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi masa depan yang tangguh dan mandiri.

Selain itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan maupun penelantaran, serta mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Di Kota Pontianak, lebih dari 200 lembaga PAUD berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui kebijakan dan alokasi anggaran guna meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.


“Capaian Indeks Pembangunan Manusia Kota Pontianak yang kini berada di angka 82,80 tidak lepas dari kontribusi sektor pendidikan, termasuk PAUD,” ungkapnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menekankan pentingnya penguatan karakter anak melalui kegiatan positif seperti Porseni. Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 270 satuan PAUD yang tersebar di enam kecamatan dan 29 kelurahan di Pontianak.

Menurutnya, PAUD memiliki peran strategis dalam membangun keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan berekspresi anak. Namun, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi, salah satunya semakin berkurangnya lagu anak yang dikenal oleh generasi saat ini.

“Anak-anak sekarang lebih hafal lagu dewasa, padahal lagu anak sarat nilai positif untuk pembentukan karakter,” tuturnya.

Melalui Porseni, pihaknya berupaya menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri sesuai usia, baik melalui seni tari, musik, maupun aktivitas kreatif lainnya. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran dan inspirasi bagi satuan PAUD dalam mengembangkan kreativitas anak.

Ke depan, kesempatan tampil akan diberikan secara bergilir kepada seluruh satuan PAUD agar semua memiliki ruang yang sama untuk menunjukkan potensi terbaiknya. (*)

29 April 2026

TPA Batulayang Tinggalkan Open Dumping, Pontianak Mulai Era Baru Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan


Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau TPA Batulayang yang akan beralih dari sistem open dumping  menjadi sanitary landfill dan contolled landfill.

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak resmi memulai babak baru dalam pengelolaan sampah dengan menghentikan sistem open dumping di TPA Batulayang dan beralih ke metode yang lebih modern dan ramah lingkungan melalui sanitary landfill dan controlled landfill.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Lingkungan Hidup saat kunjungan ke Pontianak pada Juni 2025 lalu. Saat itu, pemerintah pusat meminta agar sistem open dumping segera dihentikan karena dinilai sudah tidak sesuai dengan standar pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Sekarang kita sudah mulai tutup,” ujarnya saat meninjau langsung lokasi TPA Batulayang.

Perubahan ini ditandai dengan rampungnya pembangunan fasilitas sanitary landfill dan controlled landfill seluas sekitar 4,5 hektare yang kini mulai difungsikan. Sementara itu, area lama yang sebelumnya digunakan untuk open dumping akan ditutup menggunakan terpal dan lapisan tanah, lalu direhabilitasi dengan penanaman pohon buah sebagai bagian dari pemulihan lingkungan.

Berbeda dengan metode lama yang hanya menimbun sampah tanpa perlakuan khusus, sistem sanitary landfill menghadirkan pengelolaan yang jauh lebih terkontrol. Lapisan dasar dilengkapi material kedap air seperti geotextile untuk mencegah pencemaran tanah, sementara jaringan pipa dipasang guna menangkap gas metana dan mengalirkan air lindi ke instalasi pengolahan.

Air lindi yang dihasilkan dari timbunan sampah tidak lagi dibuang sembarangan. Cairan tersebut diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Lindi (IPAL) sebelum dilepas ke lingkungan atau dimanfaatkan kembali, seperti untuk mencuci kendaraan operasional dan menyiram tanaman. Pemerintah juga akan melakukan uji laboratorium secara rutin guna memastikan kualitas air tetap aman.

Tak hanya itu, pengendalian gas metana dan pemantauan kualitas udara menjadi bagian penting dalam sistem baru ini. Pemeriksaan udara ambien akan dilakukan secara berkala, baik di dalam maupun di sekitar kawasan TPA, guna memastikan dampak lingkungan tetap terkendali.

Edi menyebut, penerapan sanitary landfill ini merupakan langkah transisi menuju sistem pengelolaan sampah terpadu yang lebih modern. Pemerintah Kota Pontianak kini menunggu realisasi pembangunan pusat pengelolaan sampah terpadu melalui program Local Service Delivery Improvement Project dari Kementerian Dalam Negeri.

Ke depan, TPA Batulayang diharapkan hanya menerima sampah residu atau sisa akhir yang tidak dapat diolah lagi. Dengan sistem baru ini, volume sampah yang masuk diproyeksikan turun drastis dari sekitar 450 ton per hari menjadi di bawah 100 ton per hari pada tahun 2029.

“Kalau ini berjalan optimal, masalah sampah di Pontianak bisa kita kendalikan secara signifikan,” pungkasnya. (*)

Pemkot Pontianak Siapkan Lahan Pemakaman di Empat Kecamatan, Jawab Kebutuhan Warga

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima rekomendasi DPRD Kota Pontianak terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota Pontianak tahun 2025.

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak mulai menyiapkan sejumlah lahan pemakaman baru yang tersebar di beberapa kecamatan sebagai langkah mengantisipasi keterbatasan lahan di tengah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa pengadaan lahan pemakaman telah dimulai sejak tahun lalu dan terus berlanjut pada tahun ini. Sejumlah titik lokasi pun telah berhasil diidentifikasi dan akan segera diproses untuk difungsikan.

“Pengadaan tanah sudah berjalan sejak tahun kemarin dan tahun ini masih berlanjut. Kita sudah memiliki beberapa titik yang akan diproses untuk pemakaman,” ujarnya usai Rapat Paripurna di DPRD Kota Pontianak, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, calon lokasi pemakaman tersebar di wilayah Pontianak Utara, Selatan, Barat, hingga Timur. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kebutuhan masyarakat akan fasilitas pemakaman yang semakin mendesak.

Meski demikian, Edi menyebutkan bahwa pola pengelolaan pemakaman masih akan dikaji lebih lanjut. Pemerintah kota akan mempertimbangkan berbagai opsi, mulai dari pengelolaan langsung oleh pemerintah, kerja sama dengan masyarakat, hingga melibatkan lembaga keagamaan.

“Pengelolaannya masih akan kita kaji. Apakah dikelola pemerintah, diserahkan ke masyarakat, atau melalui lembaga tertentu,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Pontianak juga akan menindaklanjuti berbagai rekomendasi DPRD atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun 2025. Rekomendasi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, lingkungan, hingga peningkatan pendapatan daerah.

“Ada beberapa catatan dari DPRD yang akan kita tindak lanjuti sebagai bahan perbaikan ke depan,” tambah Edi.

Ia menegaskan, hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mendapat sorotan, seperti Dinas Pekerjaan Umum terkait kondisi jalan dan genangan, Badan Pendapatan Daerah dalam optimalisasi PAD, hingga sektor lingkungan dan pendidikan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Yoggy Perdana Putra, menyebut rekomendasi yang diberikan merupakan hasil pembahasan bersama pakar dan akademisi. Ia menyoroti sejumlah isu penting yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

“Ada beberapa poin penting, seperti peningkatan pendapatan asli daerah, penanganan genangan, hingga pemeliharaan pohon di sejumlah ruas jalan,” ujarnya.

Dengan langkah penyiapan lahan pemakaman ini, Pemkot Pontianak berharap dapat memberikan solusi jangka panjang bagi kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor. (*)

27 April 2026

Staf Ahli Wali Kota Pontianak Ingatkan ASN: Jangan Tunda Pekerjaan, Kinerja Harus Terus Ditingkatkan

Staf Ahli Wali Kota Pontianak Bidang Keuangan dan Pembangunan, Muchammad Yamin memberikan arahan kepada peserta apel pagi.

Pontianak – Staf Ahli Wali Kota Pontianak Bidang Keuangan dan Pembangunan, Muchammad Yamin, menegaskan pentingnya kedisiplinan, evaluasi kinerja, serta komunikasi yang efektif dalam menjaga performa organisasi tetap optimal. Hal itu disampaikannya saat memimpin apel rutin di lingkungan Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (27/4/2026).

Dalam arahannya, Yamin secara khusus mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar tidak menunda pekerjaan yang sebenarnya dapat diselesaikan segera. Ia menilai kebiasaan menunda pekerjaan hanya akan menghambat produktivitas dan berdampak langsung pada capaian kinerja.

“Selesaikan pekerjaan yang bisa diselesaikan hari ini. Jangan menunggu waktu lain, karena pekerjaan akan terus bertambah,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mendorong setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk rutin melakukan evaluasi terhadap target kinerja yang telah ditetapkan. Menurutnya, pemeriksaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) secara berkala sangat penting guna memastikan program berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.

“Periksa DPA masing-masing OPD, pastikan realisasi kegiatan sesuai dengan target,” ujarnya.

Tak kalah penting, Yamin menekankan perlunya komunikasi yang aktif dan terbuka di lingkungan kerja. Ia menyebut koordinasi yang baik antarpegawai menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian tugas sekaligus meminimalisir kesalahan.

“Jaga silaturahmi dalam tim, jangan bekerja sendiri-sendiri. Keberhasilan itu hasil kerja bersama,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memotivasi ASN untuk memiliki visi dan target besar dalam bekerja. Menurutnya, semangat untuk terus berkembang akan mendorong peningkatan kinerja, baik secara individu maupun organisasi.

“Setiap ASN harus punya mimpi besar. Dari situ akan lahir semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

25 April 2026

Edi Kamtono Geber Jetski di Kapuas, Wisata Air Pontianak Makin Bergairah

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat menjajal jetski di Sungai Kapuas usai meresmikan Panorama Jetski Pontianak.

Pontianak – Suasana berbeda tampak di Sungai Kapuas saat Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjajal jetski dalam Grand Opening Panorama Jetski, Sabtu (25/4/2026) sore. Aksi tersebut menjadi simbol dorongan kuat pemerintah kota dalam menghidupkan potensi wisata air yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat.

Edi Kamtono mengapresiasi langkah kreatif generasi muda yang menghadirkan wahana jetski sebagai alternatif rekreasi baru di Pontianak. Kehadiran Panorama Jetski dinilai mampu memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menikmati keindahan Sungai Kapuas dari sudut yang lebih dinamis.

“Ini langkah positif. Anak-anak muda kita mampu berinovasi dan menghadirkan aktivitas yang bisa menghidupkan Sungai Kapuas,” ujarnya usai mencoba jetski.

Ia mengungkapkan, olahraga air sebenarnya bukan hal baru bagi warga Pontianak. Pada era 1970-an hingga 1980-an, masyarakat sudah mengenal ski air yang ditarik menggunakan speedboat. Namun, kondisi sungai saat ini jauh berbeda dengan meningkatnya aktivitas dan lalu lintas air.


Karena itu, Edi Kamtono menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama dalam setiap kegiatan di perairan. “Sekarang lalu lintas sungai semakin padat. Faktor keselamatan wajib jadi prioritas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap kehadiran jetski dapat memperkaya pilihan wisata di Sungai Kapuas, tidak hanya terbatas pada transportasi air konvensional. Ia juga mendorong kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah agar berbagai aktivitas di sungai dapat dikembangkan secara terarah, baik untuk rekreasi, olahraga, maupun edukasi.

“Kita ingin generasi muda semakin mencintai Sungai Kapuas. Semua kegiatan harus dikemas dengan baik, tetap memperhatikan regulasi dan perizinan,” tambahnya.

Direktur Utama Panorama Jetski Pontianak, Fakhrul Rozi Berutu, menyebut kehadiran fasilitas ini sebagai langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Kalimantan Barat, khususnya Pontianak.

Menurutnya, Sungai Kapuas memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai destinasi wisata olahraga air. Panorama Jetski hadir untuk mengisi ruang tersebut dengan konsep wisata yang modern dan menarik.

“Ini momen penting bagi kami untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dan memberi nilai tambah bagi pariwisata daerah,” ungkapnya.

Tak hanya sebagai wahana rekreasi, pihaknya juga menargetkan Panorama Jetski menjadi pusat pembinaan atlet. Fakhrul optimistis, dari Pontianak akan lahir atlet jetski yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Selain itu, fasilitas ini terbuka untuk masyarakat umum melalui sistem penyewaan, sehingga siapa pun dapat merasakan sensasi bermain jetski di Sungai Kapuas.

Dengan pengelolaan yang baik dan mengedepankan keselamatan, Sungai Kapuas diharapkan tak sekadar menjadi jalur transportasi, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata air unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan ke Pontianak. (*)

Wali Kota: Peran Kampus Dongkrak IPM Pontianak, Kunci SDM Berkualitas

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menandatangani prasasti peresmian Gedund Leopold Mandic Universitas Widya Dharma.

Pontianak – Keberadaan perguruan tinggi dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Pontianak. Hal ini disampaikan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meresmikan Gedung Leopold Mandic di Universitas Widya Dharma Pontianak, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Edi, posisi Pontianak sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, sekaligus pendidikan memberikan kontribusi besar terhadap capaian IPM yang kini mencapai angka 82,80 dan masuk kategori sangat tinggi.

“Pontianak juga pusat pendidikan. Ini yang sangat memberikan dampak terhadap IPM Pontianak. Sekarang IPM kita masuk kategori sangat tinggi,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan IPM mencakup berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kualitas hidup masyarakat. Karena itu, keberadaan kampus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berbudaya.

“Kita ingin punya SDM yang sehat, cerdas, dan berbudaya. Keberadaan perguruan tinggi tentu turut mendongkrak IPM Pontianak,” tambahnya.

Selain berdampak pada kualitas pendidikan, aktivitas kampus juga memberikan efek ekonomi yang signifikan. Ribuan mahasiswa, termasuk sekitar 43 ribu dari luar daerah, turut menggerakkan sektor hunian, kuliner, transportasi, hingga jasa lainnya di kota ini.

“Dengan jumlah mahasiswa yang besar, tentu ada kontribusi ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelas Edi.

Di sisi lain, ia mengakui Kota Pontianak dengan jumlah penduduk hampir 700 ribu jiwa menghadapi tantangan perkotaan seperti pengelolaan sampah, air bersih, dan lalu lintas. Untuk itu, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dinilai sangat penting dalam menghadirkan solusi inovatif.

“Kami berusaha menjadikan Pontianak sebagai kota yang toleran dan nyaman. Ini membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Dharma Polycarpus Widjaja Tandra menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat dan tidak menjadi “menara gading”.

“Universitas tidak boleh terpisah dari masyarakat. Harus ada sinergi dengan pemerintah untuk menjawab kebutuhan kota,” tuturnya.

Ia menambahkan, Universitas Widya Dharma Pontianak berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi, diharapkan pembangunan sumber daya manusia di Pontianak terus meningkat dan mampu mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan. (*) 

24 April 2026

Wali Kota Sidak Virtual ASN, Pemkot Pastikan WFH Tak Ganggu Pelayanan Publik

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melakukan panggilan video call untuk memantau ASN yang melaksanakan WFH.


Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak memastikan kebijakan Work From Home (WFH) berjalan efektif tanpa mengganggu pelayanan publik. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bahkan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara virtual melalui panggilan video kepada sejumlah ASN.

“Tujuannya untuk memastikan bahwa mereka benar-benar bekerja. Kami bersama BKPSDM melakukan pengecekan secara sampling, dan hasilnya mereka memang sedang bekerja,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Edi menjelaskan, kebijakan WFH diberlakukan bagi pegawai yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat. Meski bekerja dari rumah, aktivitas administrasi dipastikan tetap berjalan normal.

“Kami menilai pelayanan, terutama administrasi, tetap berjalan dengan baik dan tidak ada masalah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan WFH juga berada dalam pengawasan pemerintah pusat, di mana Pemkot wajib menyampaikan laporan berkala melalui pemerintah provinsi. Selain itu, kebijakan ini berpotensi memberikan efisiensi anggaran, khususnya dalam penggunaan listrik, meski masih akan dievaluasi lebih lanjut.

“Nanti akan kita hitung penggunaan listrik dari bulan ke bulan sebagai bahan evaluasi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Amirullah juga melakukan sidak langsung ke sejumlah kantor perangkat daerah untuk memastikan kehadiran ASN yang menjalankan Work From Office (WFO) serta kesiapan layanan publik.

Ia menegaskan bahwa baik ASN yang WFO maupun WFH harus tetap menjalankan tugas secara optimal dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang WFO harus hadir dan melayani. Yang WFH juga harus bisa dihubungi, menyelesaikan pekerjaan, dan melaporkan hasil kerjanya,” tegasnya.

Amirullah juga mengingatkan bahwa layanan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tidak boleh terganggu. Oleh karena itu, setiap perangkat daerah diminta mengatur jadwal kerja secara proporsional.

Ia menegaskan, kebijakan WFH tidak boleh disalahartikan sebagai kelonggaran untuk tidak bekerja. ASN yang tidak disiplin akan dievaluasi oleh pimpinan.

“Kita ingin memastikan sistem ini berjalan tertib. Jangan sampai WFH dimaknai sebagai kesempatan untuk tidak bekerja,” ujarnya.

Melalui pengawasan ketat ini, Pemerintah Kota Pontianak berharap fleksibilitas kerja tetap berjalan seiring dengan produktivitas, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. (*) 

23 April 2026

Momentum Hari Bumi, Wali Kota Ajak Warga Wujudkan Pontianak Hijau dan Berkelanjutan

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menanam pohon sebagai wujud menghijaukan kota.

Pontianak – Semangat Hari Bumi 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kota Pontianak untuk mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Melalui tema “Bumi Lestari, Kehidupan Berkelanjutan, Masa Depan Kita Bersama”, warga didorong mengambil peran aktif menjaga kelestarian alam.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa upaya menciptakan kota yang hijau tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Peringatan Hari Bumi ini menjadi momentum bagi kita semua untuk semakin peduli terhadap lingkungan. Melalui langkah sederhana seperti menanam pohon, mengelola sampah dengan baik, dan mengurangi penggunaan plastik, kita bisa memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan bumi,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, Pemkot Pontianak terus mendorong berbagai program ramah lingkungan, mulai dari penghijauan kawasan perkotaan hingga pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Ajakan “Merawat Bumi, Mewujudkan Pontianak Hijau dan Berkelanjutan” pun ditegaskan bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Edi berharap kesadaran masyarakat terus meningkat, sehingga Pontianak mampu menjadi contoh kota yang seimbang antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

“Jika kita bergerak bersama, saya optimistis Pontianak bisa menjadi kota yang tidak hanya maju, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (*)

21 April 2026

Wakil Wali Kota Tegas: PPDB 2026 Harus Bersih, Praktik Siswa Titipan Dilarang Keras


Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyampaikan sosialisasi PPDB 2026 kepada Ketua RT dan RW se-Kecamatan Pontianak Kota

Pontianak – Komitmen mewujudkan proses pendidikan yang adil dan transparan kembali ditegaskan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan saat membuka sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026 di Aula Kantor Camat Pontianak Kota, Selasa (21/4/2026).

Dalam kegiatan yang diikuti para Ketua RT dan RW se-Kecamatan Pontianak Kota itu, Bahasan menekankan pentingnya keterbukaan dalam seluruh tahapan PPDB. Ia secara tegas menolak praktik “titip-menitip” yang kerap mencederai rasa keadilan di masyarakat.

“Saya tidak ingin ada praktik titip-menitip, baik kepada pihak sekolah maupun pemerintah. Jika ditemukan, akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Menurutnya, sosialisasi tidak hanya sebatas penyampaian aturan PPDB 2026, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di sektor pendidikan. Ia menilai, pendidikan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bahasan juga menekankan bahwa setiap kebijakan pemerintah harus melalui komunikasi yang baik agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga. Peran RT dan RW dinilai strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

“Setiap program pemerintah tidak terlepas dari aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi dan sosialisasi menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Ia turut mengajak para Ketua RT dan RW untuk aktif menyampaikan persoalan di lingkungan masing-masing, terutama yang menyangkut masyarakat menengah ke bawah. Pemerintah, kata dia, membuka ruang seluas-luasnya untuk mencari solusi bersama.

Sementara itu, Camat Anisah Nurbayani menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan untuk memperkuat kapasitas serta sinergi antara pemerintah dan perangkat lingkungan.

“Kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga memperkuat sinergi, koordinasi, serta menyamakan persepsi dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah daerah,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kegiatan diikuti 190 peserta yang terdiri dari 120 Ketua RW dan 70 Ketua RT. Jumlah tersebut belum mencakup seluruh Ketua RT yang ada karena keterbatasan kapasitas tempat.

Selain membahas PPDB 2026, peserta juga mendapatkan sosialisasi program SPALD-T (Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat) yang akan segera dijalankan di Kota Pontianak.

Dengan penegasan larangan praktik titipan dan dorongan transparansi, Pemerintah Kota Pontianak berharap pelaksanaan PPDB tahun ini berjalan bersih, adil, dan mampu menciptakan kepercayaan publik yang lebih kuat. (*) 

Pemprov Gaspol Infrastruktur Raksasa: Outer Ring Road hingga Tol Supadio–Kijing Siap Ubah Wajah Pontianak


Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menandatangani berita acara pada Musrenbang Provinsi Kalbar.

Pontianak – Dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap proyek-proyek infrastruktur strategis disambut antusias oleh Pemerintah Kota Pontianak. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono optimistis rencana pembangunan seperti outer ring road, Jembatan Kapuas III, hingga jalan tol dari Bandara Supadio menuju Pelabuhan Kijing akan menjadi game changer bagi mobilitas dan ekonomi wilayah.

Menurut Edi, proyek-proyek yang masuk dalam prioritas pembangunan 2027 itu merupakan jawaban atas kebutuhan lama masyarakat, khususnya dalam mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas regional di Pontianak.

“Tadi dipaparkan Bapak Gubernur Kalbar ada beberapa program 2027 yang menjadi prioritas. Mudah-mudahan bisa terealisasi, karena ini yang kita tunggu-tunggu,” ujarnya usai pembukaan Musrenbang Provinsi Kalbar.

Ia menegaskan, kehadiran infrastruktur tersebut akan berdampak besar terhadap sistem transportasi. Selain mengurangi kepadatan lalu lintas di dalam kota, konektivitas antarwilayah juga akan semakin lancar dan mendorong pertumbuhan ekonomi baru.

Salah satu fokus utama adalah mendukung optimalisasi Pelabuhan Kijing. Dengan akses yang lebih baik, arus kendaraan berat yang selama ini melintasi pusat kota diharapkan bisa dialihkan.

“Kalau lahannya sudah bebas, biasanya pembangunan fisiknya lebih mudah,” tambahnya, menekankan pentingnya percepatan pembebasan lahan dan penetapan tata ruang.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menjelaskan bahwa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 disusun dari ribuan usulan, mulai dari DPRD, hasil Musrenbang kabupaten/kota, hingga dukungan pemerintah pusat.

Ia menegaskan, seluruh usulan harus diseleksi secara ketat berdasarkan urgensi, dampak ekonomi, serta keselarasan dengan target pembangunan daerah.

Sejumlah proyek strategis yang akan diperjuangkan ke pemerintah pusat antara lain pembangunan Jembatan Kapuas III, Pontianak Outer Ring Road, tol Supadio–Kijing, jalan paralel perbatasan, hingga pengembangan bandara dan kawasan perbatasan.

“Dukungan pusat terhadap proyek-proyek tersebut sangat penting, karena akan memperkuat konektivitas, pemerataan pembangunan, serta meningkatkan daya saing Kalimantan Barat,” tegasnya.

Dengan dorongan ini, Kalimantan Barat bersiap melompat lebih jauh, menjadikan Pontianak dan kawasan sekitarnya sebagai simpul pertumbuhan baru yang lebih modern dan terintegrasi. (*) 

16 Agustus 2023

Wali Kota Pontianak Perintahkan Belajar Daring karena Kualitas Udara Buruk

Pemkot Pontianak putuskan pembelajaran daring akibat kabut asap
Pemkot Pontianak putuskan pembelajaran daring akibat kabut asap.
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), telah mengambil keputusan untuk melaksanakan kegiatan belajar secara daring bagi siswa tingkat TK, SD, dan SMP. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kondisi udara yang berbahaya bagi kesehatan akibat merebaknya kabut asap di wilayah tersebut.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan kekhawatiran akan kualitas udara yang semakin memburuk dalam tiga hari terakhir. Terutama saat sore dan malam hari, kondisi udara semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu, Pemkot Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak memutuskan untuk menerapkan pembelajaran online mulai hari berikutnya.

Langkah ini akan berlaku mulai Rabu, 16 Agustus 2023, dan akan diterapkan sampai waktu yang belum ditentukan. Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah memantau angka kualitas udara yang dipantau oleh Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) di Kota Pontianak, yang mencapai kategori berbahaya pada malam Senin, 14 Agustus 2023.

Pemerintah Kota Pontianak akan terus memonitor perubahan kualitas udara seiring berjalannya waktu. Edi mengonfirmasi bahwa titik api di Kota Pontianak telah berhasil dipadamkan berkat upaya pencegahan yang dilakukan secara rutin. Namun, kabut asap yang masih ada di wilayah tersebut merupakan hasil dari asap kiriman dari titik api di luar daerah sekitar Kota Pontianak.

Edi menambahkan bahwa meskipun terdapat titik api sebelumnya, namun tindakan padam cepat berhasil dilakukan. Upaya pencegahan kebakaran lahan juga telah ditingkatkan melalui pembentukan satuan tugas khusus. Langkah ini dinilai lebih efektif dalam mencegah terjadinya kebakaran dan penyebaran kabut asap.

Selain itu, Edi Rusdi Kamtono juga menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Bagi warga yang memang harus keluar rumah, mereka diminta untuk menggunakan masker guna melindungi diri dari dampak buruk kabut asap.

"Dalam situasi ini, penggunaan masker tetap diwajibkan, dan penting bagi kita untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan," pungkasnya.

05 Agustus 2023

Penurunan Debit Sungai Kapuas Ganggu Produksi Air Bersih di Pontianak

Wali Kota Pontianak ajak warga hemat air di tengah krisis pasokan
Wali Kota Pontianak ajak warga hemat air di tengah krisis pasokan.
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengingatkan masyarakat untuk lebih hemat dalam menggunakan air. 

Hal ini disebabkan oleh penurunan debit air Sungai Kapuas, sumber utama air baku, yang berdampak pada produksi air bersih yang dikelola oleh PDAM Tirta Khatulistiwa.

Banyak warga telah mengeluhkan tentang kualitas layanan air bersih yang kurang memadai, seperti air yang tidak mengalir atau keruh.

Penyebabnya ditemukan bahwa penurunan debit Sungai Kapuas dan kerusakan pipa menjadi faktor utama.

Wali Kota mengajak warga untuk sementara waktu mengurangi penggunaan air guna membantu situasi ini.

Kondisi air yang surut mengakibatkan produksi air PDAM terhenti, terutama saat air laut pasang yang mengakibatkan peningkatan kadar garam.

Kadar garam yang melebihi ambang batas dapat mengganggu proses produksi air bersih.

Wali Kota berharap pemerintah pusat turut mengatasi masalah ini, mengingat tanggung jawab air baku merupakan wewenang pemerintah pusat.

Walaupun telah ada Waduk Penepat yang dapat digunakan sebagai alternatif sumber air, kapasitasnya terbatas dan terancam jika air laut masuk.

Kondisi ini akan mengganggu produksi air PDAM. Meskipun kapasitas normal produksi PDAM adalah 2.058 liter per detik, saat ini produksi terganggu akibat air surut.

Direktur Utama PDAM Tirta Khatulistiwa, Ardiansyah, menjelaskan bahwa situasi ini berlangsung selama beberapa pekan dan telah mengganggu produksi air bersih.

Gangguan ini berdampak pada pelanggan di daerah pinggiran, mengakibatkan masalah seperti air tidak mengalir dan tekanan air yang lemah.

Masyarakat yang terdampak dapat mengambil air langsung dari PDAM secara gratis dengan koordinasi dari RT setempat dan surat permohonan.

Jumlah pelanggan aktif PDAM Tirta Khatulistiwa saat ini mencapai 149 ribu, dan pihak PDAM siap membantu dengan mengirimkan air tangki melalui koordinasi RT setempat.