Berita Indokalbar.com: Kota Pontianak hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Kota Pontianak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Pontianak. Tampilkan semua postingan

14 Mei 2026

Bapenda Kota Pontianak Jemput Bola di PRP, Warga Bisa Bayar PBB-P2 Bebas Denda Lewat QRIS



Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pontianak melakukan pelayanan jemput bola di acara Pekan Raya Pontianak (PRP), di Rumah Radakng.

Pontianak – Kehadiran layanan jemput bola dari Badan Pendapatan Daerah Kota Pontianak di ajang Pekan Raya Pontianak (PRP) mendapat sambutan positif dari masyarakat. Melalui stand pelayanan di Rumah Radakng, Rabu (13/5/2026), warga tidak hanya mendapatkan informasi perpajakan tetapi juga sosialisasi program pembayaran PBB-P2 bebas denda.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bapenda Kota Pontianak, Mahardika Sari, mengatakan event yang ramai dikunjungi masyarakat seperti PRP menjadi momentum efektif bagi pemerintah untuk mendekatkan pelayanan sekaligus memberikan edukasi langsung kepada warga.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah dalam kegiatan masyarakat juga menjadi bentuk nyata kehadiran pelayanan publik di tengah warga.

“Event seperti ini menjadi peluang OPD untuk melakukan sosialisasi dan edukasi berbagai program dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bapenda turut menyosialisasikan program penghapusan denda administrasi PBB-P2 untuk tahun 2008 hingga 2025. Program bebas denda itu berlaku khusus pembayaran melalui website ePonti dengan metode pembayaran QRIS.

Mahardika menjelaskan proses pembayaran cukup mudah. Masyarakat hanya perlu membuka website ePonti, memilih menu pembayaran PBB, memasukkan Nomor Objek Pajak (NOP), kemudian memastikan data yang muncul sudah benar sebelum melanjutkan pembayaran menggunakan QRIS Bank Kalbar atau QRIS BCA.

“Lalu klik create kode pembayaran,” jelasnya.

Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat cukup tinggi selama pelaksanaan PRP. Banyak pengunjung mendatangi stand Bapenda untuk berkonsultasi sekaligus mendapatkan informasi terkait program pajak daerah.

Mahardika berharap edukasi yang dilakukan langsung di tengah masyarakat dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pembayaran pajak sebagai kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Pontianak.

Sementara itu, salah seorang pengunjung PRP, Adi, menilai konsep pelayanan jemput bola seperti ini sangat membantu masyarakat karena pelayanan pemerintah menjadi lebih mudah dijangkau.

“Kadang kan kita malas juga ke kantor pemerintah. Dengan adanya pelayanan Bapenda jemput bola di PRP, ini sesuatu yang positif,” katanya.

Ia berharap ke depan semakin banyak layanan pemerintah yang hadir dalam event seperti PRP, mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, paspor hingga SIM sehingga masyarakat bisa menikmati hiburan sekaligus mendapatkan berbagai pelayanan publik dalam satu tempat.

“Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal yang baik. Jadi pekan raya ini memang betul-betul bisa terasa manfaatnya buat masyarakat. Bisa dapat hiburan, kulineran dan pastinya mendapat berbagai pelayanan dari pemerintah,” tutupnya. (*)

PRP Diserbu 20 Ribu Pengunjung, DPRD Pontianak Minta Tahun Depan Libatkan Seluruh OPD dan BUMN

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin saat penutupan event Pekan Raya Pontianak (PRP) kedua yang dilaksanakan di Rumah Radakng.

Pontianak – Kesuksesan gelaran Pekan Raya Pontianak (PRP) tahun kedua di Rumah Radakng mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Event yang berlangsung selama dua pekan itu dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus menjadi ruang promosi besar bagi pelaku UMKM di Kota Pontianak.

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, mengatakan PRP terbukti menjadi magnet masyarakat dengan jumlah pengunjung yang diperkirakan menembus 20 ribu orang selama pelaksanaan.

“Pelaksanaan PRP di tahun kedua ini dilaksanakan selama dua minggu. Bertempat di Rumah Radakng, ternyata PRP mampu menjadi magnet masyarakat untuk hadir ke sini. Dari informasi yang saya dapatkan, selama pelaksanaan ini, bisa tembus dua puluh ribu pengunjung,” ujarnya saat menghadiri malam penutupan PRP, Rabu (13/5/2026) malam.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat hingga malam penutupan. Meski hujan mengguyur kawasan acara, pengunjung tetap memadati lokasi untuk menikmati hiburan musik, arena permainan, hingga berburu aneka kuliner UMKM dengan harga terjangkau.

Satarudin menilai keberhasilan PRP bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM.

Ia juga mengapresiasi langkah Badan Pendapatan Daerah Kota Pontianak yang membuka pelayanan pembayaran PBB di area PRP sehingga masyarakat dapat menikmati hiburan sekaligus mengakses layanan pemerintah.

“Ini bukti nyata jika program pemerintah turut hadir di masyarakat. Di sana, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dari pemerintah sekaligus menikmati suguhan yang ada di PRP,” katanya.

Menurutnya, konsep kolaborasi antara penyelenggara event dan pemerintah perlu diperluas pada pelaksanaan tahun depan. Ia berharap seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, BUMN, BUMD hingga instansi vertikal dapat ikut membuka stand pelayanan dan sosialisasi program kepada masyarakat.

“Selain menghidupkan UMKM, ini menjadi penekanan saya agar tahun depan bisa diselaraskan,” pintanya.

Satarudin juga berharap PRP tahun ketiga nantinya dapat dikemas lebih besar, lebih kreatif, dan menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat Kalimantan Barat hingga luar daerah. Menurutnya, ruang bagi UMKM harus diperluas dan konsep hiburan dibuat semakin menarik agar daya tarik PRP terus meningkat.

Sementara itu, Ketua Panitia PRP, Solihin, mengungkapkan selama pelaksanaan kegiatan, para pelaku UMKM merasakan dampak ekonomi yang cukup signifikan.

Berdasarkan data panitia, UMKM kuliner di PRP mampu meraih omzet kotor hingga Rp20 juta selama sepuluh hari pelaksanaan. Tahun ini tercatat sebanyak 65 stand UMKM ikut meramaikan event tersebut.

“Artinya perputaran uang di kegiatan ini lumayan besar. Roda ekonomi mampu berputar meski di tengah kondisi ekonomi seperti ini,” ungkapnya.

Solihin memastikan pihaknya siap menghadirkan PRP yang lebih besar dan lebih lengkap pada tahun mendatang, termasuk mewujudkan kolaborasi pelayanan publik sebagaimana yang diharapkan Ketua DPRD Kota Pontianak.

“Ide beliau ini harus direalisasikan. Sebab beliau ingin di acara ini, masyarakat juga bisa mendapatkan pelayanan dari setiap lembaga pemerintahan. Ini bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Artinya ke depan PRP akan dikemas semakin apik,” tutupnya optimistis. (*)

09 Mei 2026

Pontianak Resmi Masuk UCLG ASPAC, Langkah Kota Khatulistiwa Menuju Panggung Internasional

Penyerahan sertifikat keanggotan UCLG ASPAC kepada Pemerintah Kota Pontianak yang diterima Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah.

Pontianak – Kota Pontianak resmi bergabung dalam jaringan internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific. Bergabungnya Kota Khatulistiwa ke organisasi pemerintah daerah terbesar di kawasan Asia Pasifik itu menjadi tonggak penting dalam memperluas kerja sama global dan memperkuat posisi Pontianak di tingkat internasional.

Kabar tersebut disampaikan langsung Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, saat menghadiri agenda perdana UCLG ASPAC Executive Bureau and The Asia Pacific Forum 2026 di Hotel Claro Kendari, Jumat (8/5/2026) malam.

“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak dan masyarakat Kota Pontianak, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UCLG ASPAC yang telah secara resmi menyambut Kota Pontianak dalam organisasi ini,” ujarnya.

Menurut Amirullah, keanggotaan ini bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi juga menjadi tanggung jawab besar bagi Pontianak untuk ikut berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global bersama kota-kota lain di kawasan Asia Pasifik.

“Ini adalah momen bersejarah bagi Kota Pontianak yang kami terima dengan rasa bangga dan tanggung jawab yang besar,” katanya.

Ia menegaskan, tantangan seperti perubahan iklim, urbanisasi cepat, hingga ketimpangan sosial tidak bisa diselesaikan sendiri oleh satu kota ataupun satu negara. Karena itu, kerja sama antarkota dinilai menjadi kunci membangun solusi berkelanjutan dari tingkat lokal.

“Kami percaya, solusi atas tantangan global terbesar seperti perubahan iklim, ketimpangan, dan urbanisasi dibangun dari bawah, kota demi kota, komunitas demi komunitas,” jelasnya.

Keanggotaan di UCLG ASPAC juga membuka peluang besar bagi Pontianak untuk memperluas jejaring internasional, bertukar pengalaman, hingga mengakses dukungan teknis dan pendanaan hijau untuk pembangunan kota yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Perjalanan Pontianak menuju panggung global sebenarnya telah dimulai sejak akhir 2021 ketika kota ini terpilih sebagai salah satu dari empat kota percontohan Indonesia dalam program Global Covenant of Mayors for Climate and Energy. Saat itu, Pontianak menjadi satu-satunya perwakilan dari Pulau Kalimantan yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Melalui pendampingan UCLG ASPAC sebagai sekretariat regional GCoM, Pontianak terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam pembangunan berkelanjutan. Kota ini bahkan berhasil meraih GCoM Compliance Badge pada Mei 2025, sebagai pengakuan atas keberhasilannya memenuhi standar global dalam penyusunan rencana aksi perubahan iklim.

Tak hanya itu, sejumlah program Pontianak seperti pengelolaan sampah terintegrasi dan mitigasi banjir kini mulai dilirik sebagai contoh praktik terbaik bagi kota-kota menengah di Asia Tenggara.

Status sebagai anggota aktif UCLG ASPAC membuat Pontianak kini memiliki akses lebih luas untuk berkolaborasi dengan para ahli internasional dalam memperkuat infrastruktur kota agar lebih tangguh menghadapi perubahan iklim dan ancaman lingkungan.

Dengan bergabungnya Pontianak ke dalam UCLG ASPAC, Kota Khatulistiwa tidak lagi sekadar dikenal sebagai kota yang dilintasi garis ekuator. Pontianak kini mulai menempatkan diri sebagai kota percontohan yang diperhitungkan di tingkat Asia Pasifik dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, inklusif, dan rendah emisi. (*)

01 Mei 2026

PRP Didorong Jadi Ikon Tahunan Hari Jadi Pontianak, DPRD Ingin Event Lebih Besar dan Berdampak Ekonomi

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendorong agar event PRP di tahun depan dapat disandingkan dengan event Hari Jadi Kota Pontianak.

Pontianak – Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, mendorong agar Pekan Raya Pontianak (PRP) ke depan dapat dijadikan agenda tetap yang disandingkan dengan peringatan Hari Jadi Kota Pontianak. Menurutnya, event tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian, khususnya bagi pelaku UMKM.

Satarudin mengingat kembali kejayaan PRP yang rutin digelar pada era 1990-an di kawasan yang kini dikenal sebagai Pontianak Convention Center. Ia menilai kebangkitan kembali PRP dalam dua tahun terakhir menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat tersebut.

“Tahun ini PRP kembali digelar, sebelumnya di PCC dan sekarang di Rumah Radakng. Kita berharap ke depan bisa lebih besar lagi dan menjadi agenda tetap,” ujarnya.

Selama pelaksanaan PRP yang berlangsung sekitar dua pekan, masyarakat disuguhkan berbagai hiburan keluarga, kuliner, hingga produk UMKM. Kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus mendongkrak pendapatan pelaku usaha.

Ia menilai, ke depan PRP harus dikemas lebih menarik dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk organisasi perangkat daerah, BUMN, dan BUMD. Tidak hanya sebagai ajang hiburan dan belanja, tetapi juga menghadirkan layanan publik seperti pembuatan KTP dan perizinan usaha.

“Kalau sektor swasta saja antusias ikut, seharusnya pemerintah juga hadir memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Satarudin juga mendorong agar Pemerintah Kota Pontianak mulai mengalokasikan dukungan anggaran serta berkolaborasi dengan pihak ketiga untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan PRP. Bahkan, ia menargetkan event ini dapat berkembang setara dengan Pekan Raya Jakarta.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Pontianak, Rizal, menilai kemasan PRP saat ini sudah cukup baik, namun masih perlu penguatan dari sisi promosi agar jangkauannya lebih luas.

Ia mengusulkan agar promosi dilakukan secara masif, mulai dari pintu masuk kota seperti bandara hingga media luar ruang, sehingga masyarakat dari dalam maupun luar daerah mengetahui dan tertarik untuk berkunjung.

“Kalau event ini ramai, tentu dampaknya langsung terasa pada pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana PRP, Solihin, menyebut penyelenggaraan tahun ini merupakan upaya mengembalikan kejayaan PRP seperti di masa lalu sekaligus merangkul UMKM agar lebih berkembang.

Ia berharap ke depan Pemerintah Kota Pontianak dapat terlibat lebih aktif, baik melalui dukungan fasilitas maupun pelayanan publik di lokasi kegiatan, sehingga PRP bisa dikemas lebih maksimal dan semakin meriah.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih besar dengan kolaborasi semua pihak,” pungkasnya. (*)

26 April 2026

Sekda Pontianak: MTQ Harus Cetak Generasi Qurani dan Berkarakter

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menabuh beduk menandai dibukanya MTQ ke-34 Tingkat Kecamatan Pontianak Barat.

Pontianak – Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan harus mampu menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Barat di Aula Kantor Camat Pontianak Barat, Minggu (26/4/2026).

“MTQ bukan sekadar rutinitas atau ajang perlombaan. Ini adalah gerakan transformasi menuju Kota Pontianak yang qurani, cerdas, berkarakter, dan adaptif,” ujarnya.

Amirullah menjelaskan, tema tersebut memiliki empat pilar utama. Pilar pertama adalah qurani, yakni menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang membumi dalam perilaku sehari-hari. Kedua, cerdas, di mana generasi muda diharapkan memiliki kecerdasan intelektual yang sejalan dengan nilai-nilai wahyu.

“Generasi kita harus cerdas secara intelektual, namun tetap berpijak pada tuntunan Al-Qur’an,” katanya.

Pilar ketiga adalah berkarakter. Ia menilai keluarga memiliki peran penting sebagai benteng utama dalam membentuk generasi yang jujur, amanah, dan berintegritas di tengah derasnya pengaruh global. Sementara pilar keempat adalah adaptif, yakni kemampuan masyarakat untuk menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan identitas religius.

Kepada para peserta, Amirullah berpesan agar mengikuti MTQ dengan niat ibadah dan syiar Islam. Ia menekankan bahwa kemenangan bukan tujuan utama, melainkan bagaimana peserta mampu menjadi duta Al-Qur’an di lingkungan masing-masing.

“Menjadi juara adalah bonus, tetapi menjadi duta Al-Qur’an adalah tugas sepanjang hayat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan dewan hakim untuk menjunjung tinggi keadilan dan objektivitas dalam penilaian, karena hal tersebut akan menentukan kualitas peserta terbaik yang akan mewakili Kota Pontianak ke tingkat lebih tinggi.

MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Barat tahun 2026 diikuti sebanyak 266 peserta dari empat kelurahan. Rinciannya terdiri dari 101 peserta laki-laki dan 90 peserta perempuan untuk cabang perorangan, serta peserta beregu pada cabang Syarhil Qur’an dan Fahmil Qur’an sebanyak 9 regu laki-laki dan 16 regu perempuan.

Pelaksanaan lomba tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya Aula Kantor Camat Pontianak Barat untuk cabang tilawah dan tartil, Aula Kelurahan Sungai Jawi Luar untuk cabang fahmil dan syarhil, serta Masjid Syaiful Islam untuk cabang tahfiz, murattal, dan mujawwad.

Sementara itu, cabang kaligrafi dipusatkan di SMA Kapuas Pontianak dengan berbagai kategori, mulai dari naskah hingga kaligrafi digital. (*) 

24 April 2026

Hari Kartini, PKK Pontianak Turun ke Lapangan Santuni Lansia Lewat Program SEPEDA

Program Setia Peduli Daerah bersama PKK (SEPEDA PKK)  berbagi bantuan untuk lansia.


Pontianak – Momentum Hari Kartini dimaknai berbeda oleh Tim Penggerak PKK Kota Pontianak. Tanpa seremoni, para kader memilih turun langsung ke masyarakat melalui aksi sosial yang menyentuh, mulai dari senam sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan keluarga berencana, hingga pemberian bantuan kepada lansia.

Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Setia Peduli Daerah bersama PKK (SEPEDA PKK) yang bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi warga.

“Dalam peringatan Hari Kartini tahun ini, kami meniadakan kegiatan seremonial. Sebaliknya, kami melaksanakan kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat, termasuk memberikan bantuan sembako kepada lansia,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Sebanyak 60 lansia menerima bantuan pada tahap pertama. Program ini diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, sekaligus mendorong para lansia tetap sehat, mandiri, dan aktif.

“Kami berharap para lansia di Kota Pontianak dapat terus menjadi lansia yang mandiri, tangguh, dan sehat,” tambahnya.

Yanieta juga menegaskan bahwa semangat Hari Kartini harus menjadi pendorong bagi perempuan untuk terus berperan aktif dalam keluarga dan masyarakat.

“Perempuan adalah pilar keluarga dan garda terdepan. Saat ini perempuan harus bergerak, inovatif, kreatif, dan berkontribusi,” tuturnya.

Salah satu penerima bantuan, Bahtiah (64), mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu kebutuhan sehari-hari keluarganya.

“Terima kasih, mudah-mudahan yang memberikan bantuan selalu sehat,” ucapnya.

Melalui aksi sosial ini, TP PKK Pontianak ingin menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menghadirkan kepedulian dan aksi nyata bagi masyarakat. (*)

20 Desember 2023

Pemberian Penghargaan Wali Kota Pontianak untuk Insan Pendidikan dan Kebudayaan

Pemberian Penghargaan Wali Kota Pontianak untuk Insan Pendidikan dan Kebudayaan
Foto: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan piagam penghargaan kepada instansi atas dukungannya pada dunia pendidikan dan kebudayaan. (ANTARA/Prokopim PTk)
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menghargai kontribusi insan pendidikan dan kebudayaan dengan memberikan sejumlah penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi mereka dalam memajukan sektor tersebut di Kota Khatulistiwa. Pemberian penghargaan ini dilakukan pada hari Rabu di Pontianak.

Edi menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap para insan pendidikan dan kebudayaan yang telah berkomitmen tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pontianak. 

Harapannya, penghargaan ini dapat menjadi sumber motivasi bagi mereka untuk terus berupaya dalam mengembangkan dunia pendidikan di kota tersebut.

Wali Kota menganggap bahwa faktor pendidikan memiliki dampak yang signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya di Kota Pontianak. Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus utama secara nasional.

Selama lima tahun terakhir, Kota Pontianak telah menyaksikan peningkatan yang signifikan dalam sarana dan prasarana pendidikan. 

Pembangunan sekolah yang masif dan peningkatan kualitas guru menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut.

Edi Rusdi Kamtono juga menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan upaya merekrut lebih dari 800 guru honorer sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 
Menurutnya, dengan peningkatan kualitas SDM warga Kota Pontianak, proses pembangunan akan menjadi lebih cepat dan merata.

Lebih lanjut, Edi menggarisbawahi pentingnya pendidikan berkualitas, yang tidak hanya memberikan pengetahuan tertulis, tetapi juga merangsang kreativitas dan kecerdasan peserta didik. 

Melalui implementasi Kurikulum Merdeka, Edi berharap Kepala Sekolah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik dengan memanfaatkan potensi lokal.

Wali Kota juga menyoroti peran guru di era modern, khususnya ketika menghadapi Generasi Z dan Generasi Alpha. Edi mengajak para pendidik untuk mahir menggunakan teknologi, terutama dalam konteks era metaverse.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, mengumumkan bahwa pada tahun 2023, pihaknya menerima 15 penghargaan atas pencapaian program kegiatan strategis nasional Pendidikan Dasar Menengah (PDM) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi. 

Penghargaan tersebut juga diberikan kepada kepala sekolah dan guru yang telah menunjukkan upaya di luar ekspektasi.

Sri Sujiarti menegaskan bahwa pemberian penghargaan kepada insan pendidikan di lingkungan Disdikbud Kota Pontianak merupakan inisiatif pertama kali. 

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi yang berkelanjutan sebagai wujud apresiasi terhadap kinerja luar biasa para guru.

Sumber: Antara/Dedi

03 Desember 2023

Walkot Pontianak Puji Aksi 50 Barber Potong Rambut Untuk Palestina

Walkot Pontianak puji aksi Barber potong rambut Untuk Palestina
Walkot Pontianak puji aksi Barber potong rambut Untuk Palestina.
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memuji aksi 50 barber melalui koordinasi Rumah Zakat Kalbar yang melakukan aksi potong rambut dengan bayar seikhlasnya dan kemudian hasilnya disumbangkan untuk Palestina.

“Aksi ini sebagai bentuk kepedulian mereka yang mana para barber ini mengajarkan kepada kita semua betapa pentingnya saling berbagi dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan seperti untuk Palestina tanpa memandang perbedaan atau batasan apapun,” ujarnya di Pontianak, Minggu.

Ia menambahkan melalui aksi itu para barber telah membuktikan bahwa setiap orang dalam kapasitasnya masing-masing dapat berkontribusi untuk menyebarkan kebaikan dan memberikan harapan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan.

"Saya sangat mengapresiasi aksi yang diinisiasi Rumah Zakat dengan melibatkan para barber atau pemangkas rambut sebagai bentuk dukungan dan bantuan nyata demi kemanusiaan," ucapnya.

Ia menilai aksi ini juga menjadi inspirasi bagi banyak orang lainnya untuk melakukan sesuatu yang nyata dan bermakna dalam menghadapi situasi sulit di berbagai belahan dunia. Dalam setiap potongan rambut, mereka mengingatkan kita semua akan kekuatan solidaritas dan kepedulian yang dapat merangkul dan mengubah kehidupan seseorang.

“'Potong Rambut Bayar Seikhlasnya' sebagai bentuk kepedulian para barber terhadap penderitaan rakyat Palestina ini telah memberikan pelajaran berharga tentang kekuatan, kebaikan dan kerja sama dalam merangkul dunia yang lebih adil dan berempati,” tuturnya.

Sementara itu, Branch Manager Rumah Zakat Kalbar Asrul Putra mengatakan di tengah konflik yang sedang terjadi di Palestina, di mana masyarakat Palestina sedang menghadapi penderitaan dan kesulitan yang tak terbayangkan, ada kelompok individu yang berusaha memberikan dukungan dan bantuan nyata untuk mereka, seperti aksi yang dilakukan oleh para barber.

“Para barber ini menggunakan keahlian mereka dalam seni memangkas rambut untuk menggalang dana dan memberikan sumbangan kepada masyarakat Palestina yang membutuhkan,” ungkapnya.

Ia menceritakan, aksi ini berawal dari ide dan tekad kuat sekelompok barber yang merasa tergerak untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar mencukur rambut pelanggan mereka. Mereka ingin berkontribusi dalam menyebarkan kesadaran tentang konflik yang sedang berlangsung dan membantu meringankan beban yang ditanggung oleh rakyat Palestina.

“Tidak ada harga yang ditetapkan untuk potongan rambut, hanya semangat saling membantu yang menjadi fokus utama,” ucapnya.

Warga yang melintas di Bundaran Digulis Untan, secara spontan berdatangan untuk dipangkas rambutnya. Mereka begitu antusias melihat aksi yang dilakukan ini sebagai bentuk dukungan membantu rakyat Palestina. Satu di antaranya Muis. Ia datang ke lokasi ini untuk dipangkas rambutnya sekaligus ingin memberikan dukungan kepada Palestina.

“Kebetulan rambut saya sudah mulai panjang dan saya juga melihat aksi ini ditujukan untuk membantu bangsa Palestina yang tengah tertimpa musibah, makanya saya datang ke sini,” sebut mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ini.

Dalam aksi tersebut Asrul Putra menjadi orang pertama yang dipangkas rambutnya oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Dengan menggunakan alat cukur, Edi dengan perlahan mencukur bagian demi bagian rambut Asrul. Meski tak tuntas, pekerjaan memangkas itu dilanjutkan satu di antara 50 barber yang ikut berpartisipasi.

Walkot Pontianak Mendorong Kolaborasi Komunitas dan Relawan untuk Pembangunan

Wali Kota Pontianak dorong kolaborasi dalam pembangunan
Wali Kota Pontianak dorong kolaborasi dalam pembangunan.
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menekankan pentingnya peran komunitas dan relawan dalam mendukung pembangunan di Kota Khatulistiwa. Dalam acara pembukaan Jambore Relawan Rumah Komunitas Pontianak (Rumpon), ia menyoroti kebutuhan kolaborasi untuk menyelesaikan beragam masalah di kota tersebut.

Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa saat ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah bekerja sama dengan berbagai komunitas di Kota Pontianak untuk menangani masalah-masalah yang ada. Ia mencontohkan keterlibatan Rumpon dalam berbagai kegiatan pembangunan, seperti membersihkan lingkungan pada berbagai kesempatan.

Menurutnya, kehadiran komunitas di lapangan sangat berarti bagi masyarakat, bukan hanya sebagai formalitas belaka. Oleh karena itu, ia mendorong pembinaan dan keterlibatan aktif komunitas dalam kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pontianak.

Sementara itu, Ketua Rumpon, Ario Sabrang, menjelaskan bahwa Jambore Relawan diikuti oleh 30 komunitas dengan berbagai agenda seperti diskusi, rapat divisi, hingga menonton film dokumenter yang mengangkat profil pembangunan Kota Pontianak.

Acara juga melibatkan kunjungan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Layang untuk memperkenalkan masalah sampah di Kota Pontianak dan ajakan kepada komunitas untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah organik.

Selanjutnya, peserta juga diajak ke Tugu Khatulistiwa dan Mal Pelayanan Publik di Kapuas Indah, di mana mereka diberikan informasi terkait rencana pembangunan dan juga melakukan aksi sosial dengan Puskesmas Batu Layang.

Sumber: Dedi/Zita Meirina/ANTARA

02 November 2023

Kota Pontianak Raih Prestasi Cemerlang dalam Penilaian Inspektorat

Kota Pontianak raih prestasi dalam penilaian Inspektorat
Kota Pontianak raih prestasi dalam penilaian Inspektorat.
PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak patut berbangga karena berhasil meraih prestasi cemerlang dalam penilaian Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat. 

Dalam penilaian yang melibatkan tiga aspek utama, yaitu kesejahteraan masyarakat, daya saing daerah, dan pelayanan umum, Pemerintah Kota Pontianak berhasil meraih skor fantastis sebesar 91,10 persen.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan kekompakan seluruh jajaran pemerintah kota dalam menghadapi tantangan-tantangan yang muncul, terutama di tengah kondisi pandemi yang melanda sebelumnya. 

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, dengan bangga menyatakan, "Ini adalah hasil kerja keras dari seluruh jajaran Pemerintah Kota Pontianak. Tantangan yang dihadapi selama pandemi tidak pernah mengurangi semangat kami untuk melayani masyarakat."

Dalam penjelasannya, Wali Kota Edi menjelaskan bahwa terdapat tiga aspek utama yang menjadi fokus dalam pencapaian kinerja yang luar biasa ini, yakni kesejahteraan masyarakat, daya saing daerah, dan pelayanan umum. 

Dia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pengumpulan dan analisis data terkait dengan potensi dan kemampuan Pemerintah Kota Pontianak, terutama dalam hal anggaran dan sumber daya manusia.

Dalam kurun waktu yang relatif singkat, kurang dari dua tahun menjabat sebagai Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dan Bahasan telah menghadapi berbagai perubahan dalam administrasi dan pelaksanaan kinerja akibat pandemi. Namun, mereka telah berhasil menggunakan situasi tersebut sebagai peluang untuk mempercepat pembangunan di kota ini.

Edi yakin bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak semakin tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. 

Dia menyebut bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah ditetapkan telah mencapai hasil yang memuaskan, bahkan beberapa di antaranya melebihi target yang telah ditetapkan. 

Meskipun demikian, Pemerintah Kota Pontianak akan terus melakukan perbaikan, mengikuti pedoman yang diberikan oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri.

Pihaknya juga terus memfokuskan upaya pada efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program kerja. Dengan kerja keras dan dedikasi, Pemerintah Kota Pontianak berhasil meraih predikat "Sangat Baik" dalam penilaian kinerja. 
Wali Kota Edi menyadari bahwa setiap tahun, indikator penilaian dari Pemerintah Pusat semakin berat, namun hal ini menjadi catatan penting yang harus diperhatikan.

Kesuksesan ini merupakan bukti nyata dari komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan memastikan kesejahteraan warga serta daya saing daerah terus meningkat. 

Dengan kerja keras dan semangat juang yang tak pernah surut, Pontianak semakin bersinar di tengah tantangan global yang terus berubah.

23 Oktober 2023

Wali Kota Pontianak Ajak Warga Ramaikan Tari Melayu Jepin Massal

Ribuan orang meriahkan tari Melayu Jepin di hari jadi Kota Pontianak
Ribuan orang meriahkan tari Melayu Jepin di hari jadi Kota Pontianak.
PONTIANAK - Dalam sebuah acara yang meriahkan hari jadi ke-252 Kota Pontianak, sebanyak 12 ribu peserta dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pejabat provinsi, kota, pemuda, perguruan tinggi, sektor swasta, serta berbagai komunitas lainnya, turut serta dalam Tari Melayu Jepin massal yang digelar di Kawasan Taman Alun-Alun Kapuas.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa seluruh warga dan para tamu undangan, yang hadir untuk merayakan hari jadi Kota Pontianak, turut berpartisipasi dalam Tari Melayu Jepin massal dengan mengenakan pakaian tradisional seperti baju kurung dan teluk belanga sesuai dengan kelompok masing-masing.

Tari Jepin massal dianggap melambangkan kekompakan seluruh masyarakat dalam membangun Pontianak, sejalan dengan tema hari jadi tahun ini, yaitu "Pontianak Bersinar Harmonis dan Tangguh." Wali Kota Pontianak menekankan komitmen Pemkot Pontianak untuk menjadikan kota ini nyaman bagi penduduknya. Ia juga menggarisbawahi harmoni yang ada di antara berbagai etnis yang mendiami kota ini, yang merupakan kekuatan besar dalam pembangunan yang saling bersinergi dan berkontribusi aktif dalam pembangunan.

Salah satu peserta tari Jepin, Nani, dari kelompok Rumah Sakit Yarsi Pontianak, menyatakan kegembiraannya bisa turut serta dalam memeriahkan hari jadi Kota Pontianak dengan Tari Melayu Jepin massal. Menurutnya, keikutsertaan dalam tari ini adalah wujud cinta terhadap budaya Melayu.

Meskipun cuaca panas dan terik, semangat para peserta tari Jepin tidak luntur, dan mereka dengan penuh semangat mengikuti Tari Melayu Jepin bersama ribuan peserta lainnya.

Tari Jepin, yang berasal dari Kota Pontianak dan merupakan warisan budaya nenek moyang, telah mencatatkan rekor sebagai tari massal teramai di Museum Rekor Dunia Indonesia pada tahun 2019.

25 Agustus 2023

Kota Pontianak Luncurkan Klinik PBG dan SLF "K-Pe Bang Selfi" untuk Kemudahan Layanan

Kota Pontianak luncurkan Klinik PBG dan SLF "K-Pe Bang Selfi".
PONTIANAK - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak telah mengambil langkah inovatif dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan meluncurkan Klinik Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), yang dikenal sebagai "K-Pe Bang Selfi". Langkah ini bertujuan untuk mempermudah proses pengajuan PBG dan SLF serta memberikan konsultasi teknis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Kabid Cipta Karya dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kota Pontianak, Edwin Raditya, K-Pe Bang Selfi akan memberikan solusi bagi masyarakat yang seringkali merasa bingung dalam proses pengajuan PBG dan SLF di Kota Pontianak. "Dengan K-Pe Bang Selfi di sana, masyarakat yang merasa bingung saat proses pengajuan PBG maupun SLF di Kota Pontianak dapat berkonsultasi dengan tenaga teknis terkait," ujarnya.

Edwin menjelaskan bahwa melalui K-Pe Bang Selfi, proses pelayanan PBG dan SLF akan menjadi lebih cepat dan mudah. Dalam upaya ini, Dinas PUPR Kota Pontianak telah menyediakan berbagai loket pelayanan, termasuk loket konsultasi, pendaftaran, verifikasi, serta pengambilan Surat Keterangan Retribusi Daerah (SKRD).

"Pihak kami akan membantu memandu pemohon yang mengalami kesulitan, sehingga mereka dapat mengoperasikan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG)," tambahnya.

Edwin menegaskan bahwa layanan PBG dan SLF telah dimulai sejak tanggal 1 Maret 2022. Namun, pada awal peluncurannya, fasilitas pelayanan terbatas. Pada tahun ini, setelah melalui evaluasi, Dinas PUPR Kota Pontianak memutuskan untuk meningkatkan layanan ini, mengingat adanya antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Setiap harinya, terdapat 15-20 pemohon yang datang untuk mengajukan permohonan.

Pendaftaran PBG memiliki mekanisme yang berbeda dengan SLF. Pemohon PBG dimulai dengan melengkapi dokumen administratif seperti fotokopi sertifikat tanah yang dilegalisir, fotokopi KTP atau kuasa, fotokopi PBB yang masih berlaku, serta Surat Keterangan Retribusi Kota (SKRK) yang diperoleh dari aplikasi SIMTARU.

Untuk bangunan yang memiliki risiko tinggi atau bangunan publik, diperlukan rekomendasi dari Tim Profesi Ahli (TPA). PBG sendiri tidak memiliki masa berlaku, berbeda dengan SLF. Sementara itu, SLF memiliki masa berlaku hingga 20 tahun untuk rumah tinggal dan lima tahun untuk bangunan usaha.

Edwin menjelaskan, "SKRK berisi informasi tentang rencana kota, seperti kepemilikan jalan, ketinggian bangunan, hingga pemetaan zona. Setelah dokumen lengkap, SKRK akan diperiksa oleh petugas kami untuk verifikasi administratif dan teknis sebelum diunggah."

Dengan diluncurkannya K-Pe Bang Selfi, Dinas PUPR Kota Pontianak telah mengambil langkah positif dalam menghadirkan layanan publik yang lebih efisien dan berfokus pada kebutuhan masyarakat. Inovasi ini diharapkan akan membawa manfaat yang signifikan bagi pemohon PBG dan SLF serta secara keseluruhan meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan di bidang perizinan bangunan.

16 Agustus 2023

Berkibar di Panggung Nasional! SMPN 3 Kota Pontianak dalam 10 Besar FL2SN

SMPN 3 Kota Pontianak masuk 10 besar FL2SN
SMPN 3 Kota Pontianak masuk 10 besar FL2SN.
PONTIANAK - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kota Pontianak, Kalimantan Barat, telah mencapai pencapaian luar biasa dengan meraih posisi dalam 10 besar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia.

Dalam sorotan ini, Spanta Percussion, kelompok musik tradisional yang diperwakili oleh pelajar SMPN 3 Kota Pontianak, berhasil melangkah ke babak 10 besar dalam kategori musik tradisional. Kepala SMPN 3 Kota Pontianak, Subhan, menyatakan kegembiraannya atas prestasi ini. Dia mengungkapkan kebanggaannya bahwa Spanta Percussion mampu mengungguli sekolah-sekolah lain dari seluruh penjuru Indonesia dan bahkan peserta dari luar negeri dalam ajang FL2SN yang bergengsi ini.

Proses menuju tingkat nasional ini tidaklah mudah. Subhan mengungkapkan bahwa Spanta Percussion telah melewati berbagai tahapan, mulai dari kompetisi di tingkat Kota Pontianak, kemudian berhasil meraih peringkat pertama di tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Dengan semangat juang yang tinggi, kelompok ini kemudian berkompetisi di level nasional, akhirnya meraih prestasi istimewa masuk dalam 10 besar.

"Dengan keyakinan yang kuat, kami berharap anggota tim kami akan membawa pulang medali emas. FL2SN adalah kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek," kata Subhan dengan antusiasme.

Prestasi ini bukanlah pencapaian pertama bagi SMPN 3 Kota Pontianak dalam ajang serupa. Pada tahun sebelumnya, sekolah ini juga berhasil memperoleh medali emas dalam kategori tari tradisional. Subhan berpendapat bahwa berbagai prestasi gemilang ini adalah hasil dari program-program yang telah dijalankan oleh SMPN 3 Kota Pontianak.

Salah satu faktor yang tak dapat diabaikan dalam pencapaian ini adalah sinergi yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua siswa. Subhan menekankan pentingnya dukungan penuh dari orang tua siswa dalam mencapai prestasi-prestasi tersebut.

"Peran serta orang tua sangat luar biasa dalam mendukung kesuksesan anak-anak kita," ujar Subhan.

Subhan menjelaskan bahwa persiapan untuk mencapai prestasi tingkat nasional dimulai sejak siswa masuk ke kelas tujuh. Bakat dan kemampuan siswa dipantau dan dievaluasi secara berkala sejak awal bersekolah di SMPN 3 Kota Pontianak.

Di samping itu, sekolah ini juga memberikan perhatian khusus pada ekstrakurikuler, dengan fokus pada cabang lomba yang menjadi prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah bakat siswa diidentifikasi sejak awal, langkah selanjutnya adalah memetakan mereka sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

"Kami melibatkan guru-guru yang berkualitas dan juga melibatkan orang tua dalam mendukung anak-anak dalam meraih prestasi," jelas Subhan.

Pencapaian prestasi di tingkat nasional ini tidak hanya berkat usaha sekolah semata, melainkan juga didukung oleh sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua siswa. Orang tua siswa tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga secara finansial. Subhan menyatakan bahwa dukungan finansial dari orang tua siswa merupakan faktor penting dalam meraih prestasi dalam bidang seni, yang seringkali memerlukan biaya yang cukup besar.

"Kontribusi sekolah penting, tetapi dukungan dan keterlibatan orang tua tak ternilai harganya. Hanya sedikit yang dapat diberikan oleh sekolah, sementara sisanya adalah dukungan dari orang tua. Tanpa dukungan orang tua, sulit untuk meraih kemenangan, karena prosesnya kompleks dan mahal, terutama dalam bidang seni," tambah Subhan dengan tulus.

13 Agustus 2023

Lonjakan Kasus DBD di Kota Pontianak, Dinkes dan RSUD Bersiap Hadapi

Lonjakan kasus DBD terjadi di Pontianak 
Lonjakan kasus DBD terjadi di Pontianak.
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memerintahkan Kepala Dinkes Kota Pontianak dan Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie untuk bersiap menghadapi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Kasus DBD di Kota Pontianak mengalami peningkatan. Data dari Dinkes Kota Pontianak mencatat 65 kasus sejak Januari 2023. Kecamatan Pontianak Kota merupakan wilayah dengan kasus terbanyak. Masyarakat dengan gejala DBD diminta segera mencari perawatan di fasilitas kesehatan terdekat," ucapnya di Pontianak pada hari Sabtu.

Edi juga meminta RT (Rukun Tetangga) dan lurah setempat berkoordinasi dengan puskesmas untuk melakukan penyemprotan atau fogging guna mengurangi penyebaran DBD.

"Petugas puskesmas dan Dinas Kesehatan harus rutin melakukan fogging di wilayah-wilayah terdampak wabah DBD," tambahnya.

DBD disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang di lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya.

Oleh karena itu, Edi mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan mereka. "Pastikan lingkungan sekitar tetap bersih. Jangan biarkan wadah air menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Intinya, kita harus mencegah nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak di air yang tergenang," katanya.

Kepala Dinkes Kota Pontianak, Saptiko, menjelaskan bahwa mereka telah mengambil tindakan pencegahan seperti fogging di permukiman dan sekolah, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), serta penyelidikan epidemiologi oleh UPT Puskesmas Karya Mulia.

"Kami telah melakukan langkah-langkah pencegahan, termasuk fogging, pemberantasan sarang nyamuk, dan menyiapkan petugas kesehatan di fasilitas kesehatan yang ada," ujarnya. Mereka juga menggunakan bubuk Abate dan mengedukasi masyarakat.

Saptiko menyampaikan bahwa kasus DBD dapat muncul di mana saja, bahkan di tempat bersih sekalipun. Sebagian besar kasus DBD terjadi pada anak-anak, sehingga orang tua diminta untuk memeriksa lingkungan tempat tinggal mereka. Jika ditemukan tempat berkembang biak nyamuk, segera bersihkan.

"Pastikan tempat penyimpanan air seperti kaleng-kaleng bersih atau ditutup. Ini adalah tempat berkembang biak nyamuk. Anak-anak sebaiknya menggunakan minyak serai atau lotion anti nyamuk di rumah atau sekolah," tambahnya.