Kalbar perkuat penerapan keselamatan dan kesehatan kerja - Berita Indokalbar.com -->

13 Januari 2026

Kalbar perkuat penerapan keselamatan dan kesehatan kerja


Pontianak - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson menyoroti masih tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia yang pada 2024 mencapai 319.224 kasus, sebagai peringatan serius bagi dunia usaha dan pemerintah untuk memperkuat penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.

"Ini bukan sekadar angka statistik. Di baliknya ada pekerja yang kehilangan kemampuan kerja, bahkan nyawa, serta keluarga yang kehilangan sumber penghidupan," kata Harisson saat pencanangan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2026 di Pontianak, Kalbar, Selasa.

Menurut Harisson, setiap kecelakaan kerja menunjukkan masih adanya celah dalam sistem pengelolaan K3, mulai dari proses kerja yang tidak aman, peralatan yang tidak layak, hingga pengawasan yang belum optimal.

"Satu kecelakaan saja sudah menjadi alarm keras bahwa masih ada budaya keselamatan yang belum benar-benar mengakar," tuturnya.

Ia menegaskan penguatan K3 harus menjadi prioritas nasional karena berdampak langsung terhadap perlindungan tenaga kerja, produktivitas perusahaan, dan daya saing bangsa.

Dengan jumlah pekerja Indonesia yang mencapai lebih dari 146 juta orang, risiko kecelakaan kerja dinilai semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis.

"K3 mempengaruhi keselamatan pekerja, moral, kepercayaan, hingga kinerja dan daya saing. Jika K3 lemah, maka semua aspek itu ikut melemah," kata Harisson.

Ia mendorong agar pengelolaan K3 tidak lagi dilakukan secara sektoral, tetapi dibangun sebagai sebuah ekosistem yang terintegrasi, profesional, dan kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat Ahmad Priyono mengatakan Bulan K3 Nasional yang berlangsung setiap 12 Januari hingga 12 Februari menjadi momentum untuk meningkatkan kepatuhan terhadap norma keselamatan dan kesehatan kerja.

"Melalui Bulan K3, kami mendorong peningkatan kesadaran, kepatuhan terhadap norma K3, serta penerapan Sistem Manajemen K3 di seluruh sektor," kata dia.

Dengan penguatan K3, Pemprov Kalbar berharap risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat ditekan, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif bagi tenaga kerja di Kalimantan Barat dan Indonesia.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA

*BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Komentar