03 Mei 2026
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan
Taman Emas Pertamina Hadirkan Harapan Baru, Dorong Pendidikan Berkualitas di Desa Kubu Raya
![]() |
| Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dorong peningkatan kualitas pendidikan melalui Taman Emas Pertamina. |
Kubu Raya – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan terus ditunjukkan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Taman Emas Pertamina. Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional, program ini menjadi upaya nyata menghadirkan akses pendidikan yang lebih berkualitas bagi anak-anak di wilayah desa.
Melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio, program Taman Emas Pertamina menyasar anak usia 5 hingga 18 tahun dengan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, dan kepedulian sosial.
Dilaksanakan di dua desa di Kabupaten Kubu Raya, yakni Desa Limbung dan Desa Punggur Kecil, program ini hadir sebagai solusi atas rendahnya minat literasi serta keterbatasan akses pendidikan berkualitas, khususnya di wilayah Ring 1 perusahaan.
Sejak digulirkan pada 2022, Taman Emas Pertamina telah memberikan manfaat langsung kepada sekitar 150 anak usia sekolah. Berbagai kegiatan inovatif dihadirkan, mulai dari Kampung Literasi melalui bimbingan belajar, Green Literation berbasis edukasi lingkungan, Emaspreneur Project untuk pembinaan wirausaha muda, hingga Capacity Building Relawan guna meningkatkan kualitas pendamping program.
Tak hanya fokus pada peserta didik, program ini juga memberdayakan pemuda dan mahasiswa setempat sebagai relawan pengajar. Pendekatan ini menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan pendidikan di daerah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
“Momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa akses pendidikan berkualitas harus dirasakan secara merata. Melalui Taman Emas Pertamina, kami menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya meningkatkan literasi, tetapi juga membangun karakter dan kemandirian generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan para relawan yang terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.
“Pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar program ini terus berjalan dan memberikan manfaat jangka panjang,” tambahnya.
Melalui Taman Emas Pertamina, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang cerdas, berdaya saing, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan pendidikan di wilayah Kalimantan Barat. (*)
Edi–Bahasan Turun Langsung, Gotong Royong Serentak Hidupkan Kepedulian Warga Pontianak
![]() |
| Aksi gotong royong serentak membersihkan lingkungan di enam kecamatan. |
Pontianak – Semangat kebersamaan kembali terasa di Pontianak saat Pemerintah Kota menggelar aksi gotong royong serentak di enam kecamatan. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Bahasan turun langsung memimpin kegiatan, mengajak masyarakat menjadikan budaya gotong royong sebagai kebiasaan dalam menjaga lingkungan.
Di kawasan Jalan Budi Karya, Kecamatan Pontianak Selatan, Edi tampak berbaur dengan warga membersihkan rumput liar dan tanaman yang menjalar di pinggir jalan. Ia menegaskan, gotong royong bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan momentum membangun kesadaran kolektif agar lingkungan permukiman, jalan, hingga drainase tetap bersih dan tertata.
“Gotong royong ini kita lakukan untuk membersihkan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas prasarana agar semakin baik. Ini juga menjadi langkah membiasakan lingkungan yang bersih dan nyaman,” ujarnya saat membuka kegiatan, Minggu (3/5/2026).
Menurut Edi Kamtono, perkembangan kota yang terus meningkat harus diimbangi dengan kesadaran menjaga kualitas lingkungan, terutama di tengah keterbatasan lahan. Ia mengingatkan bahwa penataan yang baik, termasuk penghijauan dan kebersihan, akan memberikan dampak besar bagi kenyamanan kota.
Ia juga menyoroti karakter geografis Pontianak yang berada di garis khatulistiwa dengan dominasi tanah endapan dan lahan gambut. Kondisi tersebut membuat kota ini memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait genangan air saat hujan deras dan pasang tinggi.
“Tantangan kita adalah genangan. Saat air pasang dan hujan lebat, air cenderung lambat surut di beberapa titik,” jelasnya.
Di lokasi berbeda, Bahasan memimpin gotong royong di Jalan Ya’M Sabran, Kecamatan Pontianak Timur. Ia mengajak masyarakat untuk terus melestarikan gotong royong sebagai bagian dari warisan budaya yang memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.
“Gotong royong adalah nilai luhur yang dimiliki semua suku bangsa di Indonesia dan harus terus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Bahasan juga menekankan bahwa kegiatan gotong royong memiliki nilai lebih dari sekadar kebersihan, tetapi juga bernilai ibadah karena memberikan manfaat bagi banyak orang.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, yang memimpin aksi di Jalan Ampera, Kecamatan Pontianak Kota, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, gotong royong menjadi sarana efektif untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.
Ia juga menyoroti peran penting Ketua RT dan RW sebagai ujung tombak dalam mengedukasi serta menggerakkan warga agar lebih peduli terhadap kebersihan.
Aksi gotong royong serentak ini tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kebersamaan, menjadikan Pontianak sebagai kota yang tidak hanya berkembang, tetapi juga nyaman dan lestari untuk dihuni. (*)













