Berita Indokalbar.com: Ria Norsan hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Ria Norsan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ria Norsan. Tampilkan semua postingan

26 April 2026

Lepas Jemaah Haji, Ria Norsan Ingatkan Jaga Kesehatan dan Raih Haji Mabrur

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi melepas keberangkatan jemaah calon haji yang tergabung dalam KBIHU Muhammadiyah Kalbar.

Pontianak
– Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi melepas keberangkatan jemaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (26/4/2026).

Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri tokoh masyarakat serta ratusan jemaah yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Dalam sambutannya, Ria Norsan menyampaikan penghormatan khusus kepada Pembina Muhammadiyah Kalbar, Hasan Gapar, yang disebutnya sebagai guru agama sekaligus pembimbing saat menunaikan ibadah haji pertama pada tahun 2003.

“Beliau adalah guru saya dan pembimbing ibadah saya. Alhamdulillah, hingga kini beliau masih sehat walafiat di usia 81 tahun,” ujarnya.

Gubernur menekankan bahwa ibadah haji tidak hanya menuntut kesiapan spiritual, tetapi juga fisik yang prima. Ia mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan, terutama menjelang puncak ibadah di Padang Arafah.

“Ibadah haji adalah ibadah fisik dan rohani. Tawaf, sa’i hingga melontar jumrah membutuhkan stamina yang kuat. Karena itu, jaga kesehatan dengan baik sebelum hari wukuf,” pesannya.

Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 197, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan perilaku selama menjalankan ibadah haji agar dapat meraih predikat haji mabrur. Tiga larangan utama saat berihram, yakni rafats, fusuk, dan jidal, menjadi perhatian khusus yang disampaikannya kepada para jemaah.

Rafats merujuk pada perkataan yang tidak pantas, fusuk adalah perbuatan maksiat atau pelanggaran, sementara jidal berarti perdebatan yang berpotensi menimbulkan perselisihan.

Di tengah suasana serius, Gubernur turut menyelipkan candaan ringan yang mengundang tawa jemaah, khususnya terkait kebiasaan berbelanja oleh-oleh.

“Tujuannya haji mabrur, bukan membeli emas berkilo-kilo. Sabar ya, Ibu-Ibu, fokus ibadah dulu,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Ria Norsan memimpin jemaah melantunkan talbiyah bersama, menciptakan suasana haru dan penuh kekhusyukan.

Ia berharap seluruh jemaah asal Kalimantan Barat dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar, menjaga kebersamaan, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dengan predikat haji mabrur.

“Saya berharap Bapak dan Ibu berangkat dengan niat tulus, melaksanakan ibadah dengan sempurna, dan kembali dalam keadaan sehat walafiat serta memperoleh haji mabrur,” tutupnya. (*)

15 Februari 2026

Kembali Pimpin DMI Kalbar, Ria Norsan Ajak Masjid Jadi Pusat Peradaban Umat

Ketua Umum DMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla melantik Ria Norsan sebagai Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia Kalbar, .

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, kembali dipercaya memimpin Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW-DMI) Provinsi Kalimantan Barat untuk masa khidmat 2025–2030.

Pelantikan Ketua PW DMI Kalbar beserta jajaran pengurus digelar di Pendopo Gubernur Kalbar dan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla, Kamis (15/1/2025).

Dalam sambutannya, Ria Norsan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Jusuf Kalla di Bumi Khatulistiwa. Ia menilai kehadiran tokoh nasional tersebut menjadi motivasi besar bagi jajaran DMI Kalbar untuk terus memperkuat peran masjid sebagai pusat kehidupan umat Islam.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan selaku Ketua PW DMI Kalbar, saya mengucapkan selamat datang kepada Bapak Jusuf Kalla. Kehadiran beliau menjadi kehormatan sekaligus dorongan bagi kami untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat kehidupan umat,” ujarnya.

Norsan menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat. Menurutnya, DMI memiliki peran strategis dalam mengelola dan memakmurkan masjid agar menjadi “rumah besar” bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Masjid harus menjadi madrasah bagi semua usia dan golongan. Melalui berbagai program, kita dorong pembinaan jamaah, pembangunan infrastruktur, serta penguatan kemandirian umat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar pembangunan masjid tidak hanya berfokus pada kemegahan fisik, tetapi juga pada upaya memakmurkannya dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Jangan sampai masjid dibangun megah, tetapi tidak ada umat yang memakmurkannya,” tegas Norsan.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pengurus DMI Kalbar untuk aktif berkontribusi, baik melalui gagasan maupun aksi nyata, demi kemajuan masjid di Kalimantan Barat.

“Masjid yang kita bangun, kalau tidak kita makmurkan siapa lagi. Kalau bukan kita selaku Dewan Masjid, kapan lagi masjid itu akan dimakmurkan,” tambahnya.

Sementara itu, Jusuf Kalla menekankan bahwa inti dari DMI adalah memakmurkan masjid sekaligus memakmurkan umat. Menurutnya, masjid memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan masyarakat.

“Memakmurkan masjid berarti beribadah sekaligus memajukan masyarakat. Dari masjid, kita bersama-sama berupaya membangun kemakmuran umat,” ujarnya.

Dengan pelantikan ini, PW DMI Kalbar diharapkan semakin solid dan mampu memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi umat di seluruh wilayah Kalimantan Barat. (*)

12 Februari 2026

Banjir Meluas di Kalbar, Ria Norsan Siap Turun Langsung dan Salurkan Bantuan


Gubernur Kalbar, Ria Norsan.

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dijadwalkan segera turun langsung meninjau sejumlah wilayah terdampak banjir di Kalimantan Barat. Langkah ini sebagai bentuk respons cepat dan komitmen pemerintah provinsi dalam menangani bencana yang melanda beberapa daerah, terutama di kawasan perhuluan.

Norsan mengungkapkan, saat ini banjir terjadi di sejumlah wilayah yang dipicu kondisi di daerah hulu. Ia pun berharap masyarakat yang terdampak dapat bersabar menghadapi situasi tersebut.

“Memang di daerah perhuluan, sekarang itu ada beberapa daerah sedang dilanda banjir. Kita doakan mudah-mudahan mereka bersabar dan ini cepat selesai. Dan mungkin kalau tidak besok, lusa saya akan berangkat ke sana untuk melihat situasi,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Ia menegaskan, pemerintah provinsi terus melakukan langkah penanggulangan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemerintah daerah setempat.

“Dari BNPB kita sudah siapkan untuk penanggulangannya dan kerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk penanggulangan awal,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov Kalbar juga telah menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak, seperti bahan pangan dan beras dari Perum Bulog yang akan segera disalurkan ke lokasi terdampak.

“Bantuan seperti pangan, beras Bulog kita siapkan semua untuk dikirimkan ke sana,” tambahnya.

Terkait banjir di wilayah perbatasan yang sempat memutus akses jalur darat menuju Malaysia, Norsan menyebut jalur udara dapat menjadi alternatif sementara untuk mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta mengoptimalkan penanganan hingga kondisi kembali normal. (*) 

09 Februari 2026

Lantik Pengurus Baru Baznas Kalbar, Ria Norsan Dorong Zakat Jadi Kekuatan Ekonomi Umat


Pelantikan jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Barat.

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya peran strategis zakat dalam mendorong kesejahteraan masyarakat saat melantik jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Barat di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (9/1/2026).

Dalam sambutannya, Norsan menekankan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi instrumen sosial yang mampu mendorong kemandirian serta pemberdayaan ekonomi umat.

“Pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan transparan bukan sekadar memenuhi kewajiban agama, tetapi merupakan kekuatan besar dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan Baznas yang visioner, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan dominasi pengurus muda, Norsan optimistis Baznas Kalbar mampu menghadirkan inovasi dalam menghimpun dan mengelola potensi zakat secara lebih optimal.

Gubernur juga mengajak seluruh pengurus untuk menjaga integritas dan profesionalisme guna memperkuat kepercayaan publik, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu perhatian utama adalah optimalisasi program payroll system zakat sebesar 2,5 persen bagi ASN Muslim di lingkungan Pemprov Kalbar. Program yang diluncurkan sejak pertengahan 2025 tersebut dinilai belum berjalan maksimal.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalbar akan mengumpulkan seluruh bendahara OPD untuk memastikan pemotongan zakat ASN Muslim dapat dilakukan secara langsung, sistematis, dan berkelanjutan. Dana yang terkumpul nantinya akan dikelola sepenuhnya oleh Baznas untuk kepentingan umat.

Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, Norsan juga mendorong Baznas Kalbar melakukan studi banding ke Kuching yang dinilai berhasil mengelola zakat secara produktif.

Ia mengungkapkan pengalamannya melihat pengelolaan zakat di Kuching yang mampu menghasilkan aset produktif, bahkan memiliki pusat perbelanjaan sendiri, dengan keuntungan yang digunakan membantu masyarakat kurang mampu.

“Tidak perlu jauh-jauh. Kita bisa belajar dari Kuching, bagaimana kesadaran masyarakatnya tinggi dan pengelolaan zakatnya maju serta terbuka,” tambahnya.

Menutup arahannya, Gubernur berharap program Baznas Kalbar dapat berjalan selaras dengan kebijakan pembangunan daerah menuju Kalimantan Barat yang adil, religius, sejahtera, dan berkelanjutan.

“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan Baznas diharapkan mampu memberikan dampak nyata, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput,” pungkasnya. (*)

21 Januari 2026

Hadiri Pelantikan Hanura, Ria Norsan Ajak Parpol Perkuat Sinergi Bangun Kalbar

Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Oedang, Gubernur Kalbar, Ria Norsan dan Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan.

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak seluruh kekuatan politik di Kalimantan Barat untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus DPD Partai Hanura Provinsi Kalimantan Barat periode 2025–2030 di Qubu Resort, Rabu (21/1/2026).

Dalam sambutannya, Norsan menegaskan bahwa dukungan konstruktif, kritik yang membangun, serta kemitraan harmonis antara pemerintah daerah dan partai politik menjadi kunci dalam mewujudkan Kalimantan Barat yang maju dan sejahtera.

“Untuk itu, saya mengajak Partai Hanura dan seluruh kekuatan politik di Kalimantan Barat untuk terus memberikan dukungan, pemikiran, serta kerja sama yang erat. Mari kita satukan langkah dan memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif, demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalbar terbuka terhadap dialog, kolaborasi, dan kemitraan yang sehat dengan seluruh partai politik dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan.

Pelantikan pengurus DPD Partai Hanura Kalbar tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang, dan turut dihadiri Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, para kepala daerah se-Kalbar, serta sejumlah tokoh nasional seperti Mahfud MD dan Rocky Gerung.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus DPD Partai Hanura Kalbar yang baru saja dilantik. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ucap Norsan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Partai Hanura atas kontribusi dan dukungan yang telah diberikan terhadap pembangunan daerah.

Sementara itu, Oesman Sapta Odang dalam sambutannya menegaskan bahwa Partai Hanura merupakan partai petarung yang menjunjung tinggi harga diri daerah.

“Kita adalah partai petarung, partai pemberani. Kita ingin menjaga dignity daerah, dan itu harus lahir dari hati nurani,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa OSO itu juga mengajak seluruh kader untuk menjalin kerja sama dengan partai politik lain demi pembangunan daerah yang lebih baik.

“Kita tidak perlu cemburu. Berikan kesempatan kepada semua partai untuk bertarung secara sehat. Partai-partai yang hadir di sini adalah partai terhormat, bukan musuh kita,” ujarnya.

Ia pun berpesan agar kader Hanura tidak takut memperjuangkan hak-hak masyarakat demi kemajuan dan kesejahteraan daerah.

Dengan pelantikan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik semakin kuat dalam mendorong pembangunan Kalimantan Barat yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

19 Januari 2026

Terima Kunjungan Pontianak Post, Ria Norsan Tekankan Sinergi Media dan Pemerintah

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menerima kunjungan Manajemen Pontianak Post.

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menerima kunjungan redaksi dan manajemen Pontianak Post di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika  (Kominfo) Provinsi Kalbar Christianus Lumano serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Kalbar Jimmi Imanuddin.

Dalam kesempatan itu, Ria Norsan menyampaikan apresiasi atas peran Pontianak Post sebagai media arus utama yang konsisten mendukung penyebarluasan informasi pembangunan di Kalimantan Barat. Ia menilai hubungan antara pemerintah dan media perlu terus dijaga dalam semangat kemitraan strategis.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat terbuka terhadap kritik, masukan, dan kolaborasi dengan media. Namun setiap informasi harus disampaikan secara bertanggung jawab. Sinergi ini penting agar informasi yang diterima masyarakat akurat, berimbang, dan edukatif,” ujarnya.

Menurut Norsan, media memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan publik, menjaga ruang demokrasi, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa Pemprov Kalbar terus mendorong penguatan tata kelola komunikasi publik yang transparan dan responsif. Kerja sama dengan media dinilai menjadi kunci dalam menangkal disinformasi serta meningkatkan literasi informasi di tengah masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi yang selama ini terjalin dapat semakin diperkuat, tidak hanya dalam publikasi kegiatan pemerintah, tetapi juga dalam edukasi publik dan penguatan narasi pembangunan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, jajaran redaksi Pontianak Post menyampaikan komitmen untuk terus menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, independen, dan berimbang. Mereka juga menegaskan kesiapan menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah daerah demi kepentingan masyarakat luas.

Di akhir pertemuan, pimpinan redaksi Pontianak Post menyerahkan sebuah lukisan kepada Gubernur Ria Norsan. Lukisan tersebut menggambarkan sosok kepemimpinan dengan latar filosofis yang merepresentasikan semangat pembangunan Kalimantan Barat. (*)

12 Januari 2026

Resmikan Sekolah Harapan Bangsa, Ria Norsan Targetkan SDM Kalbar Tembus Peringkat Atas Nasional

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan saat meresmikan Sekolah Harapan Bangsa di Kubu Raya.

Kubu Raya – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meresmikan kembali operasional Sekolah Harapan Bangsa (SHB) di Kubu Raya, Senin (12/1/2026). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita bersama jajaran pengurus yayasan di aula sekolah tersebut.

Dalam sambutannya, Norsan menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Harapan Bangsa atas komitmen dan dedikasi dalam membangun dunia pendidikan di Kalimantan Barat. Ia menilai kehadiran SHB bukan hanya menambah fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi simbol keberlanjutan pengabdian bagi generasi masa depan.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memberi perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan. Hal ini dinilai penting untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) agar mampu bersaing dengan provinsi lain di Pulau Kalimantan.

“Negara yang maju adalah negara yang maju sumber daya manusianya. Dengan hadirnya sekolah berkualitas seperti Sekolah Harapan Bangsa, kita optimistis dapat mencetak generasi cerdas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan dan pengoperasian sekolah ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat peningkatan IPM Kalbar yang saat ini masih berada di bawah beberapa provinsi lain di Kalimantan.

“Kita harus bersiap. Singapura dan Malaysia bisa maju karena kualitas SDM-nya. Dengan sekolah yang baik, kita menargetkan dalam lima tahun ke depan peringkat IPM Kalbar dapat meningkat, minimal berada di posisi kedua setelah Kalimantan Timur,” tegasnya.

Optimisme tersebut juga didukung oleh capaian pendidikan di Kalbar, salah satunya prestasi SMA Petrus Pontianak yang berhasil meraih peringkat kedua nasional sebagai sekolah terbaik di Indonesia.

“Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi Sekolah Harapan Bangsa untuk melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga global,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Sekolah Harapan Bangsa Bidang Pendidikan, Sudino Lim, menegaskan bahwa pembangunan sekolah ini dilandasi komitmen menghadirkan akses pendidikan berkualitas dunia bagi putra-putri daerah.

“Komitmen kami adalah menghadirkan pendidikan yang bermutu, bermakna, dan berdaya saing global bagi anak-anak Kalimantan Barat, tanpa harus meninggalkan daerahnya,” ujarnya.

Sekolah Harapan Bangsa dirancang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, integritas, serta kepedulian sosial berbasis nilai dan budaya lokal, sejalan dengan visi pemerintah dalam menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

Turut hadir dalam peresmian tersebut Ketua Yayasan Pendidikan Harapan Bangsa Herusya, Pembina Yayasan Eddy Suriyanto, tokoh pendiri Eka Candra Negara, serta mantan Pangdam XII/Tanjungpura Sulaiman Agusto.

Peresmian ini menjadi peneguhan komitmen bersama antara pemerintah dan pihak swasta dalam membangun sumber daya manusia Kalimantan Barat yang unggul dan berdaya saing di masa depan. (*) 

09 Januari 2026

Ria Norsan Tekankan Zakat sebagai Kekuatan Ekonomi, Baznas Kalbar Diminta Lebih Inovatif dan Transparan


Gubernur Kalbar, Ria Norsan melantik Baznas Kalbar.

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya peran zakat sebagai instrumen strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat saat melantik jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Barat di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (9/1/2026).

Dalam arahannya, Norsan menekankan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya sebatas kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki kekuatan besar dalam menanggulangi kemiskinan dan memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.

“Pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan transparan bukan sekadar memenuhi kewajiban agama, tetapi merupakan kekuatan besar dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan Baznas yang visioner, inklusif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan dominasi pengurus muda, ia optimistis Baznas Kalbar mampu menghadirkan inovasi dalam menghimpun dan mengelola potensi zakat secara lebih optimal.

Gubernur juga mengingatkan seluruh pengurus untuk menjaga integritas dan profesionalisme guna memperkuat kepercayaan publik, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Salah satu perhatian utama adalah optimalisasi program payroll system zakat sebesar 2,5 persen bagi ASN Muslim di lingkungan Pemprov Kalbar. Program yang telah diluncurkan sejak pertengahan 2025 tersebut diakui belum berjalan maksimal.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalbar akan mengumpulkan seluruh bendahara OPD untuk memastikan pemotongan zakat ASN Muslim dapat dilakukan secara langsung, sistematis, dan berkelanjutan. Dana yang terkumpul nantinya akan dikelola sepenuhnya oleh Baznas untuk kepentingan umat.

Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, Norsan juga mendorong Baznas Kalbar melakukan studi banding ke Kuching yang dinilai berhasil mengelola zakat secara produktif.

Ia mengungkapkan pengalamannya melihat pengelolaan zakat di Kuching yang mampu menghasilkan aset produktif, bahkan memiliki pusat perbelanjaan sendiri, dengan keuntungan yang dimanfaatkan untuk membantu masyarakat kurang mampu.

“Tidak perlu jauh-jauh. Kita bisa belajar dari Kuching, bagaimana kesadaran masyarakatnya tinggi dan pengelolaan zakatnya maju serta terbuka,” tambahnya.

Menutup arahannya, Gubernur berharap program Baznas Kalbar dapat berjalan selaras dengan arah pembangunan daerah menuju Kalimantan Barat yang adil, demokratis, religius, sejahtera, dan berwawasan lingkungan.

“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan Baznas diharapkan mampu memberikan dampak nyata, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput,” pungkasnya. (*)

08 Januari 2026

Panen Raya Jagung Pecahkan Rekor MURI, Ria Norsan Dorong Kalbar Jadi Kekuatan Pangan Nasional


Gubernur Kalbar, Ria Norsan beserta Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto melakukan panen raya bentuk dukungan ketahanan pangan.


Kubu Raya – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Kapolda Kalbar Pipit Rismanto mengikuti Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 di Parit Baru, Dusun Karya I, Desa Jawa Tengah, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari panen raya jagung serentak nasional yang dipusatkan di Kabupaten Bekasi dan diikuti secara daring oleh seluruh provinsi di Indonesia. Sejumlah pejabat pusat turut hadir, di antaranya Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Kapolda Kalbar Pipit Rismanto menjelaskan bahwa pusat panen raya jagung di Kalimantan Barat berada di Kabupaten Bengkayang. Sementara lokasi di Kubu Raya dipilih sebagai titik terdekat agar gubernur tetap dapat mengikuti kegiatan di tengah agenda lain.

“Apabila terdapat interaksi dari pusat, kami akan melakukan relay langsung dengan lokasi panen raya jagung di Bengkayang,” jelasnya.

Menariknya, panen raya jagung di Bengkayang berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori pemanenan dan pemipilan jagung serentak dengan jumlah peserta terbanyak.

“Rekor sebelumnya di Grobogan sekitar 1.200 petani, sementara di Bengkayang mencapai 1.750 petani. Tim MURI juga sudah berada di lokasi untuk pencatatan,” ungkap Pipit.

Ia pun mengimbau masyarakat agar memanfaatkan lahan produktif dengan menanam jagung, mengingat kebutuhan komoditas tersebut sebagai pakan ternak terus meningkat.

Sementara itu, Gubernur Ria Norsan mengungkapkan bahwa Kalimantan Barat mendapat kepercayaan dari Kementerian Pertanian untuk mengembangkan peternakan ayam pedaging dan petelur di kawasan ekonomi Mandor, Kabupaten Landak, dengan nilai investasi mencapai Rp1,7 triliun.

“Investasi ini juga akan memiliki cabang di berbagai kabupaten dan kota. Kebutuhan pakan ternak tentu sangat besar, sehingga jagung menjadi komoditas penting,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil peternakan tersebut nantinya akan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

“Petani tidak perlu khawatir menanam jagung, karena hasilnya pasti terserap untuk kebutuhan pakan ternak,” tegasnya.

Dalam sesi interaksi daring, Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi atas kolaborasi antara Polri dan petani dalam memperluas lahan tanam jagung, termasuk keberhasilan mencatatkan rekor MURI.

Kapolri menargetkan pada tahun 2026 luas tanam jagung nasional dapat mencapai 1 juta hektare. Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk memanfaatkan lahan yang tersedia guna memperkuat produksi hingga mendorong ekspor jagung Indonesia ke depan. (*)

05 Januari 2026

Gubernur Kalbar Ria Norsan Ancam Sanksi ASN yang Bolos di Hari Pertama Kerja


Foto bersama Gubernur Kalbar, Ria Norsan, usai Apel Perdana di 2026.


 Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memimpin langsung apel perdana tahun 2026 yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Senin (5/1/2026). Dalam arahannya, ia menegaskan akan memberikan sanksi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak masuk kerja tanpa keterangan jelas usai libur Tahun Baru

Penegasan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga disiplin dan profesionalitas ASN sejak awal tahun. Norsan bahkan memastikan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah ruangan kerja untuk mengecek langsung tingkat kehadiran pegawai.

“Hari ini kita coba lihat-lihat di ruangan, kita sidak. Kalau yang masih absen, kita lihat dulu apakah dia sakit, tapi kalau memang tidak ada berita dan bolos, akan kita ambil tindakan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sanksi akan diberikan secara bertahap sesuai dengan ketentuan disiplin ASN y ang berlaku, dimulai dari hukuman ringan.

“Mungkin kita berikan hukuman yang ringan dulu,” ujarnya.

Selain menyoroti kedisiplinan, Norsan juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memulai tahun 2026 dengan semangat baru. Ia menekankan pentingnya peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Menurutnya, ada tiga hal utama yang harus menjadi perhatian ASN, yakni menyelesaikan pekerjaan tertunda secara cepat dan tepat, memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat, serta menjaga integritas birokrasi dengan semangat kolaborasi.

“Kita adalah garda terdepan dalam mewujudkan Kalimantan Barat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. Dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, saya yakin target yang telah kita tetapkan bisa tercapai,” tutupnya. (*)

23 Mei 2023

Silaturahmi IPHI Dan DMI Melawi Bersama Wagub Kalbar

Silaturahmi IPHI Dan DMI Melawi Bersama Wagub Kalbar.
MELAWI – Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H. dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Melawi menyempatkan untuk hadir bersilaturahmi kepada Pengurus IPHI dan DMI Kabupaten Melawi di Pendopo Bupati Melawi, Senin Malam (22/5/2023).

Seperti kita ketahui, Wakil Gubernur Kalimantan Barat juga selaku Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Provinsi Kalimantan Barat (IPHI Prov. Kalbar) dan Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi Kalimanatan Barat (DMI Prov. Kalbar) menyampaikan bahwa kedatangannya di Kabupaten Melawi dalam rangka akan mengikuti Workshop Stunting yang akan dilaksanakan pada besok hari (23/5/2023).

"Yang Haji dan Hajah alumni dari pada Madinah dan Mekah untuk bisa menjaga kemabrurannya sepanjang hayat. Tujuan kita IPHI itu bagaimana kita bisa menjaga kemabruran kita sepanjang hayat sehingga apa yang kita peroleh selama 40 hari di Mekah dan Madinah tidak kita sia-siakan sampai akhir hayat kita karena haji yang mabrur itu balasannya tidak ada yang lain yakni Surganya Allah," ungkapnya.

Tak hanya itu, berkaitan dengan kepengurusan DMI, pria kelahiran Mempawah ini mengajak pengurus DMI untuk menyusun program dalam rangka memakmurkan Masjid.

"Jangan sampai kita bangun masjid bagus-bagus sekian tingkat tapi bangun masjid ibarat bangun keranda orang mati yang tidak ada mau masuk disitu, tapi bagaimana kita mengajak masyarakat sekitarnya untuk bisa memakmurkan masjid karena sayang kalau masjid kita bagus tapi jamaahnya  hanya beberapa orang. Jadi yang saya tekankan kepada Pengurus DMI bisa upayakan sholat 5 waktu di Masjid karena kita memberikan contoh kepada yang lain," pintanya.

Saat ini kita akan menghadapi tahun politik, dalam kesempatan tersebut dirinya berpesan kepada seluruh anggota IPHI dan DMI untuk tidak berpolitik praktis dan menjunjung tinggi netralitas.

"Artinya tidak membawa organisasi kita di dalam politik atau di dalam keberpihakan, artinya, jangan sampai didalam organisasi ini kita pecah karena beda dukungan," harapnya.(irf)

11 Maret 2023

Wagub Kalbar hadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Mempawah Tahun 2023

Wagub Kalbar hadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Mempawah Tahun 2023
Wagub Kalbar hadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Mempawah Tahun 2023.
Singkawang, Indokalbar.com - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Mempawah Tahun 2023. 

Kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Mempawah ini mengangkat tema "Peningkatan Daya Saing Daerah Dengan Mewujudkan Masyarakat Yang Cerdas, Mandiri, dan Terdepan" dibuka secara resmi oleh Bupati Mempawah Hj. Erlina, S.H, M.H., bertempat di Aula Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Jum'at (10/3/2023).

Penyusunan Rencana Pembangunan setiap tahunnya merupakan sebuah langkah awal bagi setiap level pemerintahan guna mencapai target kinerja pembangunan yang telah ditetapkan baik dalam target jangka panjang, menengah, maupun tahunan.

Wagub Kalbar hadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Mempawah Tahun 2023
Wagub Kalbar hadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Mempawah Tahun 2023.
Guna mencapai target dimaksud dibutuhkan strategi dan arah kebijakan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam merangkul seluruh komponen masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan.

"Melalui Musrenbang ini, proses penyusunan perencanaan tidak lagi digambarkan, hanya Top Down namun juga bersifat partisipatif dengan memperhatikan aspirasi dan masukan dari masyarakat," kata Wagub Kalbar H. Ria Norsan.

Penyusunan RKPD Kabupaten Mempawah Tahun 2024 merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah.

"Dalam Musrenbang ini juga akan disepakati Program dan kegiatan prioritas daerah yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah Pada Tahun 2024 nantinya," ungkap H. Ria Norsan.

Dihadapan Bupati dan seluruh jajaran Pemkab Mempawah, Wagub Kalbar juga menyoroti beberapa capaian kinerja Makro Pembangunan Daerah Kabupaten Mempawah yang pada Tahun 2022. Misalnya terkait Indikator Pertumbuhan Ekonomi menunjukan nilai yang cukup baik, yakni tumbuh 4,70% jika dibanding kondisi tahun sebelumnya yakni di angka 4,10%. Kemudian indikator selanjutnya persentase penduduk miskin sebesar 5,32% terjadi peningkatan dibanding tahun 2021 sebesar 5,18% namun berada dibawah angka kemiskinan Provinsi Kalimantan Barat sebesar 6,73%.

"Tentu dua indikator sektor pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan harus berbanding lurus serta harus dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan berbagai pihak," terangnya.

Pada kesempatan ini, Bupati Erlina mengatakan bahwa terdapat beberapa target kinerja yang telah tercapai. Selama tiga tahun RPJMD Kabupaten Mempawah terdapat sembilan indikator kinerja yang tuntas tercapai dan terdapat sebelas indikator yang belum tercapai. Hal ini disebabkan karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara termasuk Indonesia dan khususnya di Kabupaten  Mempawah.

"Tentu hal ini berdampak cukup signifikan, bahkan menjadi hambatan terhadap pencapaian pembangunan yang ada di Kabupaten Mempawah," ujarnya.

Dirinya menambahkan, berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik di Tahun 2023 terkait capaian kinerja makro yang belum berhasil dicapai diantaranya, pertumbuhan ekonomi dari Tahun 2020 hingga Tahun 2022 masih dibawah dari yang ditargetkan. Ditambah lagi dengan angka pengangguran terbuka masih mengalami hal yang sama dimana pada Tahun 2022, sebesar 4,37% dengan realisasi sebesar 4,48%. 

Selain itu, untuk indikator IPM Kabupaten Mempawah pada Tahun 2022 menempati posisi kesembilan dari 14 Kabupaten/Kota dengan angka 66,94% meningkat dari tahun sebelumnya atau tumbuh sebesar 0,91 poin yang mana angka capaian ini masih dibawah angka realisasi IPM Kalbar.

"Kita berharap dengan peran seluruh pihak bisa menghasilkan sebuah capaian kinerja yang baik dalam perencanaan pembangunan yang terkoordinasi agar dapat menyelaraskan pembangunan ke arah yang tepat dan berkelanjutan," pungkasnya.

Turut hadir pada acara Musrenbang Kabupaten Mempawah yakni, Wakil Bupati Mempawah, Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, jajaran Forkopimda Kab. Mempawah, Kepala Bappeda Prov. Kalbar, Kepala OPD Kab. Mempawah, serta seluruh unsur Instansi Vertikal yang ada di Kab. Mempawah.(rfa)

Wagub Kalbar Hibur Masyarakat Yang Terdampak Banjir Di Kota Singkawang

Wagub Kalbar Hibur Masyarakat Yang Terdampak Banjir Di Kota Singkawang
Wagub Kalbar Hibur Masyarakat Yang Terdampak Banjir Di Kota Singkawang.
SINGKAWANG - Bertolak dari Kabupaten Bengkayang, Wakil Gubernur Kalimantan Barat beserta rombongan melanjutkan kunjungan kerjanya menuju Kota Singkawang dengan agenda serupa yakni penyerahan bantuan kepada korban banjir di Kelurahan Condong Kecamatan Singkawang Tengah Kota Singkawang, Kamis Sore (9/3/2023).

Dalam sambutannya, Wagub Kalbar menyampaikan atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat turut prihatin dengan bencana yang dialami. Namun demikian Pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan selalu hadir dalam keadaan apapun.

Dirinya berpesan kepada warga yang terdampak banjir agar bisa tabah dan bersabar dalam menghadapi cobaan ini. Karen kita tahu bahwa banjir tidak selamanya melanda kita.

"Jadi saya harap warga di Kelurahan Condong agar bisa tabah dan bersabar dalam menghadapi cobaan ini," tuturnya..

Sementara itu, PJ Wali Kota Singkawang Drs.H. Sumastro, M.Si., mengatakan bahwa untuk di Kelurahan Condong Kec. Singkawang Tengah ini merupakan lokasi langganan banjir.

"Jadi di Kelurahan Condong ini memang hampir setiap ada bencana banjir di lokasi inilah yang cukup terdampak karena daerahnya cukup rendah dibandingkan tempat yang lain," ujar H. Sumastro.

Ia menambahkan, bahwa di lokasi tersebut ada 30 kepala keluarga yang terdiri dari 103 jiwa. Langkah awal pemerintah adalah dengan menyediakan tempat pengungsian di Aula Kantor Camat Singkawang Tengah.

"Tentu kami sangat berbangga hati karena kami mendengar kedatangan Bapak Wakil Gubernur kesini ditambah lagi dengan menyerahkan bantuan. Oleh karena itu kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wagub," timpal Sumastro.

Usai menyerahkan bantuan, Wagub Kalbar meninjau lokasi penampungan atau menjadi shelter bagi warga yang terdampak banjir dan menyempatkan diri untuk berdialog dengan warga mengungsi di tempat tersebut.

Turut hadir di lokasi tersebut Kepala BNPB Prov. Kalbar Ir. Ansfridus Juliardi Andjioe, M.E., dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalbar Ir. Herti Herawati, MMA., jajaran Forkopimda Kota Singkawang dan Kepala OPD Kota Singkawang terkait.(rfa)

10 Maret 2023

Kearifan Lokal Diperhatikan dalam Pembangunan PLBN Jagoi Babang

Kearifan Lokal Diperhatikan dalam Pembangunan PLBN Jagoi Babang
Kearifan Lokal Diperhatikan dalam Pembangunan PLBN Jagoi Babang. (Adpim Pemprov Kalbar)
Bengkayang, IndoKalbar.com – Diakhir rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Bengkayang, Wakil Gubernur Kalbar Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., didampingi Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M., meninjau Pos Lintas Batas Antar Negara (PLBN) Jagoi Babang yang berlokasi di Desa Jagoi Babang Kecamatan Jagoi Babang Kab. Bengkayang, pada hari Kamis (9/3/2023).

Dalam peninjauan tersebut Wagub Kalbar tampak melihat satu persatu bangunan dan ruangan yang baru saja selesai dibangun tersebut.

Tak hanya itu, tampak Wagub Kalbar juga menyempatkan waktu untuk berdialog dengan penjaga Pos Lintas Batas dan warga setempat serta meninjau ke titik nol perbatasan antara wilayah Indonesia - Malaysia.

Pembangunan PLBN Jagoi Babang memiliki kesan tersendiri bagi Provinsi Kalimantan Barat yang merupakan proyek strategis nasional yang bertujuan sebagai gerbang masuk yang dapat mendorong wilayah tersebut menjadi  embrio pusat pertumbuhan ekonomi baru.  Disamping itu, pembangunan tersebut diharapkan dapat menjaga perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan dan pemerataan pembangunan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan daya saing nasional, keamanan nasional, dan konektivitas antar pulau.

Pembangunan proyek PLBN Jagoi Babang sangat memperhatikan kearifan lokal dan berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku. Tak hanya itu, tenaga kerja yang digunakan juga melibatkan sumber daya manusia lokal sesuai dengan kompetensinya sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

Adapun ruang lingkup pembangunan PLBN meliputi bangunan utama PLBN beserta fasilitas pendukung, infrastruktur kawasan, landscape dan hardscape, mekanikal, elektrikal dan plumbing (MEP) Kawasan, serta site development zona inti dan zona pendukung.  Dengan demikian, pembangunan menjadi bersifat komprehensif, tidak hanya pos perbatasan, namun juga seluruh infrastruktur pendukung hingga sarana jalan nasionalnya.  Hal ini untuk memudahkan jalur logistik dan bahan pokok, sehingga perekonomian masyarakat dapat berkembang secara luas.

Pengembangan PLBN Jagoi Babang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia khususnya Kalimantan Barat sebagai bangsa yang besar, dengan fungsi terpenting sebagai pertahanan keamanan sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia.  Diharapkan pembangunan PLBN Jagoi Babang dapat menjadi wilayah terdepan dan terluar yang maju dan tidak lagi tertinggal dari wilayah Indonesia yang lain.(rfa)

Pemkab Bengkayang apresiasi Langkah Cepat Kepedulian Pemprov Kalbar

Pemkab Bengkayang apresiasi Langkah Cepat Kepedulian Pemprov Kalbar
Pemkab Bengkayang apresiasi Langkah Cepat Kepedulian Pemprov Kalbar.
Bengkayang, Indokalbar - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., bersama Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M., menyerahkan 1000 paket bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir di Aula Kantor Camat Ledo Kabupaten Bengkayang, Kamis (9/3/2023).

Wagub Ria Norsan mengatakan bahwa bantuan tersebut diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat selain untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir juga untuk menekan angka inflasi. 

"Kami pemerintah Provinsi Kalimantan Barat turut prihatin terhadap masyarakat Kabupaten Bengkayang yang mendapatkan musibah banjir, mudah-mudahan dengan cobaan ini masyarakat lebih dewasa dan tetap menjaga kelestarian lingkungan," ungkapnya.

Dirinya menilai, hutan yang tadinya berfungsi untuk menahan air kini telah berubah fungsi menjadi perkebunan sawit. 

"Memang secara ekonomi sawit itu lebih menguntungkan daripada karet. Tapi akibat jangka panjangnya cukup berat, daerah tersebut tidak bisa menahan air dan berpotensi bencana banjir," ujar H. Ria Norsan.

Kemudian, ia menghimbau masyarakat yang terdampak banjir untuk tetap bersabar dan kedepannya agar masyarakat juga terlibat aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Kita harus menerima musibah banjir dengan sabar dan tabah, baik pemerintah maupun masyarakat harus bersatu menangani banjir. Masyarakat diimbau juga untuk tidak membuang sampah ke sungai agar sungai tidak meluap," ajak Ria Norsan.

Disaat yang sama, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M., menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dalam hal ini Bapak Wakil Gubernur Kalbar yang telah menyerahkan paket bantuan sebanyak 1000 paket kepada masyarakatnya.

"Ini merupakan gerak cepat Pemerintah Provinsi dalam membantu penanggulangan bencana. Dan kami sangat bersyukur dengan bantuan ini dan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kami," timpal Sebastianus Darwis.

Usai menyerahkan bantuan, Wagub beserta rombongan menyempatkan diri meninjau salah satu lokasi banjir yang cukup parah hingga menyeret rumah penduduk akibat derasnya air yang mengalir tepatnya di Desa Rodaya Kecamatan Ledo Kab. Bengkayang.

Pada kegiatan ini juga turut hadir Kepala BNPB Prov. Kalbar, Ir. Ansfridus Juliardi Andjioe, M.E., dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalbar Ir. Herti Herawati, MMA., serta Forkopimda dan Forkopimda Kabupaten Bengkayang.(rfa)

08 Maret 2023

Serahkan Bantuan Banjir di Sambas, Wagub Tekankan Normalisasi Daerah Aliran Sungai di Sambas

Serahkan Bantuan Banjir di Sambas, Wagub Tekankan Normalisasi Daerah Aliran Sungai di Sambas
Serahkan Bantuan Banjir di Sambas, Wagub Tekankan Normalisasi Daerah Aliran Sungai di Sambas.
SAMBAS, INDOKALBAR.com - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H.,bersama Kepala BNPB Prov. Kalbar Ir. Ansfridus Juliardi Andjioe, M.E., dengan didampingi Asisten Administrasi dan Umum Sekda Kabupaten Sambas Eko Susanto, S. Km ,. M. Kes beserta Forkopimda Kabupaten Sambas menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada para korban bencana banjir pada beberapa titik di Kabupaten Sambas, Rabu (8/3/2023).

Paket sembako tersebut diserahkan yang terbagi di dua titik lokasi yakni di Desa Dusun Lubuk Lagak Desa Lubuk Dagang Kec. Sambas dan Desa Sungai Bening Kec. Sajingan Besar Kab. Sambas dengan total 1000 paket yang terdiri dari minyak goreng, gula, beras, susu kaleng hingga mi instan.

Usai menyerahkan Wagub Ria Norsan mengatakan bahwa banjir kali ini merupakan luapan sungai dari wilayah Subah kemudian meluap ke sungai Teberau. Hal ini ditengarai akibat pendangkalan daerah aliran sungai.

"Ini banjir sebenarnya ulah tangan manusia juga, makanya jika penahan airnya (pohon) sudah tidak ada lagi maka kita imbangi dengan pengerukan sungai guna mengantisipasi pendangkalan. Saya rasa sungai sebarau ini memang harus segera dikeruk," ungkap Ria Norsan.

Kemudian, Wagub juga mengingatkan untuk seluruh instansi terkait dan stakeholder, agar mengambil langkah strategis terkait penanganan pasca banjir di Kabupaten Sambas ini.

"Kita juga akan melihat kondisi masyarakat setempat setelah banjir ini surut terutama masalah kesehatan warga. Mudah-mudahan dengan kunjungan ini komunikasi kita berjalan dengan lebih baik. Apabila ada kendala dan kekurangan di lapangan, mohon segera sampaikan agar cepat untuk ditindaklanjuti," tuturnya.

Wagub juga memberikan motivasi kepada masyarakat yang terdampak banjir untuk bersabar atas cobaan dari Allah subhanahu wata'ala. Dirinya juga mengingatkan, dengan adanya bencana ini, bisa menjadi pelajaran dan renungan untuk semua agar selalu menjaga kelestarian lingkungan.

Setelah menyalurkan bantuan di Kabupaten Sambas, rombongan Wagub Kalbar direncanakan bertolak ke Kabupaten Bengkayang dan Singkawang untuk menyerahkan bantuan serta meninjau secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak banjir.

Dirinya menyalurkan bantuan sebanyak 2.500 paket sembako dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kepada korban banjir. Jumlah tersebut dibagi untuk warga Kabupaten Sambas 1.000 paket,  Bengkayang 1.000 dan Kota Singkawang 500 paket. (rfa)

06 Maret 2023

Momentum Peringatan Haul dan Isra Mi'raj di Pontianak: UAS Berharap Tradisi Berlanjut hingga Hari Kiamat

Momentum Peringatan Haul dan Isra Mi'raj di Pontianak: UAS Berharap Tradisi Berlanjut hingga Hari Kiamat
Ustaz H. Abdul Somad Batubara (UAS). Momentum Peringatan Haul dan Isra Mi'raj di Pontianak: UAS Berharap Tradisi Berlanjut hingga Hari Kiamat.

PONTIANAK, INDOKALBAR.com - Lautan masyarakat membanjiri kawasan Istana Kadriah Kesultanan Pontianak. 

Mereka tampak antusias mengikuti Peringatan Haul ke-6 dan ke-45 Sultan Sy. Abu Bakar Alkadrie dan Maulana Sultan Abdul Hamid II Alkadrie sekaligus memperingati Isra Mi'raj 1444 Hijriyah pada Sabtu malam (4/3/2023).

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., bersama Jajaran Kesultanan turut mendengarkan secara hikmat Tausiyah yang diberikan oleh Ustaz H. Abdul Somad Batubara (UAS) dalam rangkaian safari dakwahnya kali ini.

Momentum Peringatan Haul dan Isra Mi'raj di Pontianak: UAS Berharap Tradisi Berlanjut hingga Hari Kiamat
Peringatan Haul ke-6 dan ke-45 Sultan Sy. Abu Bakar Alkadrie dan Maulana Sultan Abdul Hamid II Alkadrie sekaligus  memperingati Isra Mi'raj 1444 Hijriyah.

Dalam Tausyahnya, UAS menyampaikan bahwa makna dalam Haul adalah untuk mengenang dan berbakti kepada orang tua.

Dikatakannya sekarang banyak orang yang tidak mengenang bahkan tidak mendoakan orang - orang yang sudah meninggal.

Peringatan Haul ke-6 dan ke-45 Sultan Sy. Abu Bakar Alkadrie dan Maulana Sultan Abdul Hamid II Alkadrie sekaligus  memperingati Isra Mi'raj 1444 Hijriyah.
Peringatan Haul ke-6 dan ke-45 Sultan Sy. Abu Bakar Alkadrie dan Maulana Sultan Abdul Hamid II Alkadrie sekaligus  memperingati Isra Mi'raj 1444 Hijriyah.

"Orang-orang yang sudah mendahului kita bacakan doa Al-Fatihah, saya bangga berdiri disini memberikan Tausiyah karena walaupun saya tidak berjumpa dengan generasi pendiri namun saya berjumpa dengan generasi kesembilan."

"Mudah-mudahan kecintaan kita kepada cucu-cucu keturunan Rasulullah membuat kita bisa ke surga bersamanya," ucap pria kelahiran Asahan tanah Sumatera ini.

UAS mendoakan semoga tradisi memperingati Haul dan Isra Mi'raj terus berlanjut sampai hari kiamat tiba.

Peringatan Haul ke-6 dan ke-45 Sultan Sy. Abu Bakar Alkadrie dan Maulana Sultan Abdul Hamid II Alkadrie sekaligus  memperingati Isra Mi'raj 1444 Hijriyah
Peringatan Haul ke-6 dan ke-45 Sultan Sy. Abu Bakar Alkadrie dan Maulana Sultan Abdul Hamid II Alkadrie sekaligus  memperingati Isra Mi'raj 1444 Hijriyah.

"Karena dalam peringatan ini ada pembacaan Al-Qur'an, Silaturahmi, Tausyah serta membaca Shalawat karena ini diwajibkan untuk meningkatkan pengetahuan Agama Islam," ungkanya.

Selanjutnya UAS juga mendoakan keselamatan anak-anak untuk dijauhkan dari dosa-dosa besar maupun dosa kecil dan menjadi anak sholeh/Sholehah.

Peringatan Haul ke-6 dan ke-45 Sultan Sy. Abu Bakar Alkadrie dan Maulana Sultan Abdul Hamid II Alkadrie sekaligus  memperingati Isra Mi'raj 1444 Hijriyah
Peringatan Haul ke-6 dan ke-45 Sultan Sy. Abu Bakar Alkadrie dan Maulana Sultan Abdul Hamid II Alkadrie sekaligus  memperingati Isra Mi'raj 1444 Hijriyah.

"Jauhkan mereka dari narkoba, zinah, LGBT ya Allah, jika ada bertemu hal seperti itu di dakwah dengan baik-baik."

"Alhamdulillah orang-orang Pontianak tidak begitu, Ya Allah jagalah Kota Pontianak tercinta ini," ucapnya seraya berdoa.(ian/wnd)

03 Maret 2023

Wagub Kalbar Kembali Sambut Kedatangan Ustadz Abdul Somad Di Bumi Khatulistiwa

Wagub Kalbar Kembali Sambut Kedatangan Ustadz Abdul Somad Di Bumi Khatulistiwa
Wagub Kalbar Kembali Sambut Kedatangan Ustadz Abdul Somad Di Bumi Khatulistiwa.
Kubu Raya, Indokalbar.Com - Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Drs. H. Ria Norsan M.M., M.H., menyambut kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) di bandara Supadio, Jum'at (3/3/2023).

Kedatangan Da'i Nasional ini, merupakan Safari Dakwah  yang kesekian UAS di Provinsi Kalimantan Barat selama empat hari kedepan.

Wagub Kalbar Kembali Sambut Kedatangan Ustadz Abdul Somad Di Bumi Khatulistiwa
Wagub Kalbar Kembali Sambut Kedatangan Ustadz Abdul Somad Di Bumi Khatulistiwa.
Adapun jadwal Tabligh Akbar UAS di Provinsi Kalimantan Barat tersebut, khusus di Pontianak mulai tanggal 4 Maret 2023 ba'da subuh di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, lapangan kantor Camat Segedong ba'da Dzuhur, di halaman Keraton Kadariah Pontianak ba'da isya dan di Masjid Jami' Kesultanan Pontianak ba'da Subuh 5 Maret 2023.

Sedangkan di Putussibau pada 5 Maret 2023, di GOR Gelora Uncak Kapuas Putussibau,  yaitu Shalawat dan Tabligh Akbar Ba'da Isya, dan tausiyah yang digelar di Masjid Agung Darunnajah Putussibau ba'da Subuh 6 Maret 2023.

(Ery/Aws)

27 Februari 2023

Wabup Kalbar Ria Norsan Hadiri Rapat Koordinasi Kelapa Sawit Nasional

Wabup Kalbar Ria Norsan Hadiri Rapat Koordinasi Kelapa Sawit Nasional
Wabup Kalbar Ria Norsan Hadiri Rapat Koordinasi Kelapa Sawit Nasional. (Adpim Pemprov Kalbar)
PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalbar Drs. H. Ria Norsan M.M., M.H., menghadiri Rapat Koordinasi Kelapa Sawit Nasional, di Pullman Hotel Jakarta Central Park, Senin (27/2/2023).

Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, mengambil tema 'Optimisme Pembangunan Perkebunan 2023, Akselerasi Pencapaian Peremajaan Sawit Rakyat'.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya, memastikan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terus dilakukan secara merata di seluruh Indonesia. Ditargetkan, program ini bisa mencapai 180.000 hektar pada setiap tahunya. Demikian disampaikannya saat membuka rapat koordinasi sawit nasional dengan tema menjaga resiliensi perkebunan Indonesia 2023 dan akselerasi peremajaan sawit rakyat.

“Kita pastikan PSR sawit ini berjalan dengan baik. Tapi saya minta jangan ada aturan yang ribet-ribet karena program ini adalah program rakyat. Oleh karena itu, dalam rangka mendorong hal tersebut, setiap tahun program PSR ditargetkan seluas 180.000 hektar yang tersebar di 21 provinsi sentra kelapa sawit,” ujar Syahrul Yasin Limpo.

Lanjutnya, program PSR harus menjadi perhatian dan tanggungjawab bersama dalam meningkatkan produktivitas. Terlebih perhatian pemerintah daerah dalam mengawal penanaman pohon baru di wilayahnya masing-masing.

“Semua harus bergerak bersama untuk meningkatkan nilai kesejahteraan petani pekebun kita. Saatnya kita berjuang untuk petani agar skala ekonominya meningkat,” katanya.

Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kontribusi kelapa sawit selama ini ditopang dari luasan areal tutupan yang mencapai 16,38 juta hektar, dimana sekitar 6,9 juta hektar merupakan milik pekebun sawit rakyat. Meski demikian, perkebunan sawit masih memiliki tantangan yang cukup besar seperti penggunaan agroinput yang belum maksimal.

Pada sisi lain, produktivitas sawit nasional baru mencapai 3–4 ton per hektar atau setara dengan CPO. Hal ini dapat mengancam masa depan sawit rakyat Indonesia jika tidak dilakukan langkah komprehensif. Diantaranya perlu melakukan perbaikan dari sektor hulu dengan mengganti tanaman tua atau yang sudah tidak produktif.

“Peningkatan produksi dan produktivitas kelapa sawit terus difasilitasi dengan pemanfaatan dana BPDP-KS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) melalui program PSR sejak tahun 2017 dengan menyasar kebun-kebun sawit atau tanaman tua,” terangnya.

Namun demikian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa peremajaan kebun sawit rakyat tidak semudah membalikan tangan. Berbagai tantangan yang dihadapi Pekebun sawit kita, tentu perlu kerja keras dan kerja kolaborasi dari semua elemen dalam rangka mendukung secara aktif program ini.

“Sejak awal rapat koordinasi ini telah banyak diupayakan baik pemerintah maupun stakeholder lainnya guna mendorong program PSR dapat berjalan lebih cepat lagi dan lebih baik lagi,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Wakil Gubernur Kalbar mengutarakan bahwa di Provinsi Kalbar sendiri saat ini sudah ada PSR yaitu di Kabupaten Landak, meskipun demikian untuk target PSR tersebut masih belum maksimal dikarenakan berbagai kendala administrasi.

"Jadi penekanan dirjen perkebunan tadi pertama regulasi administrasi yang masih berbelit-belit supaya disederhanakan, sehingga para petani masih susah dalam PSR," ungkap Wagub Kalbar.

Lanjutnya, untuk pelaksanaan PSR Provinsi Kalbar pada tahun 2022 yang lalu berdasarkan data yang diterimanya bahwa jumlah penanaman PSR yaitu sekitar 12.885,73 Hektar di delapan kabupaten yang ada di Provinsi Kalbar.

"Untuk kelembagaan kelompok tani sekitar 112 lembaga kop/koptan dengan jumlah pekebun sekitar 7.265 orang dan chipping sekitar 14.330,51 hektar serta yang belum tanam kita perkirakan sekitar 3,813 hektar lebih. Kita usahakan untuk semuanya dilakukan PSR," katanya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar Heronimus Hero S.P., M.Si., menambahkan bahwa ada beberapa kendala dalam program PSR diantara kurangnya tenaga pemetaan (GIS) di kabupaten baik di tingkat kelembagaan maupun dinas kabupaten dan usulan wajib dilengkapi telaahan kawasan hutan dan kawasan gambut lindung dari unit Kemenlhk serta telaahan HGU dari ATR/BPN.

"Tak hanya itu saja, masih kurang pelaporan realisasi dari kelembagaan dan kabupaten secara berjenjang baik secara tertulis maupun online dan kurangnya benih kelapa sawit bersertifikat untuk penanaman PSR  dan pengawasan benih di lapangan. Serta diperlukan bantuan pendamping dan bimtek dari perusahaan mitra terkait pembinaan kelembagaan," pungkasnya. (aws)

24 Februari 2023

Hadiri Rakernas APPSI, Wagub Kalbar Siap Jalankan Amanah Presiden

Hadiri Rakernas APPSI, Wagub Kalbar Siap Jalankan Amanah Presiden
Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia Tahun 2023. ( Adpim Pemprov Kalbar)
BALIKPAPAN - Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia Tahun 2023 resmi dibuka  oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo yang bertemakan "Menyongsong Pemerintahan Baru Pasca Pilpres Tahun 2024"  dan diikuti secara langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., dengan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Asisten I Sekda Kalbar), Dra. Linda Purnama, M.Si., yang diselenggarakan di Ballroom Novotel Hotel Balikpapan, Kamis (23/2/2023).

Dalam arahannya, Presiden Republik Indonesia meminta kepada Pemerintah Daerah untuk menjaga stabilitas suplai dan harga pangan untuk kebutuhan masyarakat.

"Terutama pada beras, jangan sampai terjadi pasokan beras tidak ada, jaga pasokan, jaga harga. Sekali lagi, saya ingin memiliki sense yang sama mengenai urusan pangan, jangan nanti sudah kejadian barangnya tidak ada karena produksinya tidak dikontrol, baru semuanya teriak," ujar Presiden Jokowi.

Dalam menjaga dampak kenaikan harga pangan terhadap inflasi, Presiden mengingatkan kepada Kepala Daerah akan hal itu dan mengungkapkan bahwa inflasi pada bulan lalu hampir 50 persen dipengaruhi oleh kenaikan beras.

"Sekarang saya kalau ke daerah, saya cek ke pasar, lihat ke pasar meskipun 1 atau 2 pasar. Saya ingin mengontrol dan memastikan bahwa barangnya itu ada. Lalu harganya benar atau tidak benar, karena ini berdampak kepada inflasi," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Wagub Kalbar sejalan arahan Presiden RI terhadap penekanan peran Gubernur dan Wakil Gubernur selaku Wakil Pemerintah Pusat terkait perekonomian.

"Jadi pesan Presiden tadi, dengan dicabutnya PPKM diharapkan pertumbuhan ekonomi akan menggeliat terutama pada ekonomi makro dan mikro. Contohnya jika ingin mengadakan kegiatan seperti olahraga, kesenian, konser dan sebagainya itu harus cepat diproses sehingga izinnya cepat keluar. Ini juga membuat perekonomian tumbuh di suatu daerah," ucap H. Ria Norsan.

Menanggapi inflasi, Pemerintah Provinsi Kalbar akan terus menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan dan menekan angka inflasi di Kalbar agar semakin menurun.

"Presiden berpesan kepada seluruh Kepala Daerah jangan sampai angka inflasi tinggi. Dalam hal ini Kita (Pemprov. Kalbar) bekerjasama dengan seluruh stakeholder dalam menekan angka inflasi dan menjaga pasokan pangan," kata Wagub Kalbar.

Usai menghadiri pembukaan Rakernas APPSI Tahun 2023, Wagub meninjau UMKM yang dipamerkan di sekitaran Novotel Hotel dan melanjutkan Persidangan Pertama dengan Topik RUU Pengelolaan Sumber Daya Alam serta Polemik Dana Bagi Hasil sektor Sumber Daya Alam.

(Ery/Wnd)