Berita Indokalbar.com: Pontianak hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Pontianak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pontianak. Tampilkan semua postingan

27 April 2026

Wacana Pemblokiran NIK Orang Tua Abai Nafkah Anak Belum Jadi Kebijakan di Pontianak

Sekda Kota Pontianak Amirullah menyatakan pemblokiran NIK orang tua yang tak nafkahi anak pasca perceraian masih dalam wacana.

Pontianak – Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan bahwa wacana pemblokiran Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi orang tua yang tidak menafkahi anak pascaperceraian masih sebatas tahap pembahasan dan belum menjadi kebijakan resmi pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, gagasan tersebut muncul dalam forum Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak sebagai bagian dari penyusunan rancangan regulasi perlindungan perempuan dan anak.

“Itu masih dalam forum diskusi. Sifatnya baru merumuskan bahan-bahan apa saja yang dinilai layak dimasukkan ke dalam rancangan aturan,” ujar Amirullah, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, hasil pembahasan dalam FGD akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan produk hukum, baik berupa Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Wali Kota (Perwa). Namun seluruh poin yang diusulkan masih harus melalui tahapan pembahasan lanjutan sebelum ditetapkan.

“Belum final. Masih akan dibahas kembali, dirumuskan, lalu disepakati bersama seperti apa bentuk kebijakannya,” katanya.

Amirullah menegaskan, hingga saat ini Pemerintah Kota Pontianak belum memiliki aturan yang mengatur pemblokiran NIK bagi orang tua yang tidak memenuhi kewajiban menafkahi anak.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan bahwa wacana tersebut telah menjadi kebijakan resmi. Pemerintah kota, lanjutnya, masih membuka ruang masukan dari berbagai pihak agar kebijakan yang dihasilkan nantinya memiliki dasar hukum yang kuat serta berkeadilan.

“Yang jelas, saat ini belum ada kebijakan resmi Pemerintah Kota Pontianak terkait hal tersebut,” tegasnya. (*)

Spektakuler! Penutupan Naik Dango ke-3 Pontianak Dipadati Lebih dari 50 Ribu Pengunjung

Foto: Rangkaian kegiatan budaya Naik Dango ke-3 Kota Pontianak resmi ditutup pada Sabtu malam (25/4/2026) pukul 19.00 WIB di Rumah Radakng, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak Selatan

PONTIANAK - Malam penutupan perayaan budaya Naik Dango ke-3 Kota Pontianak yang digelar oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Kegiatan yang berlangsung sejak 17 hingga 25 April 2026 ini ditutup secara resmi pada Sabtu malam di Rumah Radakng, dengan dihadiri lebih dari 50 ribu pengunjung.

Penutupan acara dilakukan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang diwakili oleh Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat, Ismail Abdurahman. Turut hadir sejumlah pejabat daerah dan tokoh penting, di antaranya perwakilan Gubernur Kalimantan Barat, Staf Ahli Ekonomi Pembangunan Yosafat Triadhi Andjioe, Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis, Sekretaris Umum DAD Provinsi Kalimantan Barat Thadeus Yus, serta Dandim 1207 - Pontianak Letkol Inf Robbi Firdaus.

Ketua DAD Kota Pontianak, Yonahes Nenes, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Naik Dango tahun ini. Ia menegaskan bahwa rangkaian kegiatan berjalan lancar sejak hari pertama hingga penutupan, meskipun sempat diguyur hujan deras.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Walaupun hujan lebat, pengunjung tetap memadati area Rumah Radakng. Ini menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap budaya,” ujarnya.

Yonahes menambahkan, berbagai agenda seperti karnaval budaya, tarian panopo, hingga perlombaan adat berjalan dengan baik. Bahkan, kegiatan ini juga menarik wisatawan mancanegara, termasuk dari Sarawak, Malaysia, dan Belanda.

Tak hanya sebagai ajang pelestarian budaya, Naik Dango juga berdampak positif terhadap sektor ekonomi masyarakat. Puluhan stan UMKM, mulai dari kuliner hingga pameran kerajinan, dipadati pengunjung selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Ketua Panitia Naik Dango ke-3, Vandrektus Derek, mengungkapkan bahwa keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kota Pontianak serta aparat keamanan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak yang telah menetapkan Naik Dango sebagai kalender pariwisata. Dukungan aparat keamanan juga sangat membantu dalam menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kedisiplinan masyarakat yang turut menjaga keamanan dan kebersihan selama acara. Koordinasi intensif antara panitia, pemerintah daerah, serta pihak kepolisian dinilai menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan event tahunan tersebut.

Selama sepekan pelaksanaan, rangkaian kegiatan Naik Dango meliputi misa syukur, ritual adat, karnaval budaya, pertunjukan seni, hingga penampilan artis Dayak di panggung utama. Partisipasi pelaku UMKM juga meningkat signifikan, bahkan mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Meski hujan turun hampir setiap hari, hal itu tidak menyurutkan minat masyarakat untuk datang dan menikmati seluruh rangkaian kegiatan,” tambah Vandrektus.

Ke depan, DAD Kota Pontianak memastikan bahwa kegiatan budaya seperti Naik Dango akan terus dilaksanakan sebagai upaya mempererat persatuan lintas etnis, agama, dan budaya di Kota Pontianak.

Perayaan Naik Dango sendiri merupakan tradisi adat Dayak sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, yang kini berkembang menjadi agenda budaya dan pariwisata unggulan di Kalimantan Barat. (Tim/Jm)

26 April 2026

Lepas Jemaah Haji, Ria Norsan Ingatkan Jaga Kesehatan dan Raih Haji Mabrur

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi melepas keberangkatan jemaah calon haji yang tergabung dalam KBIHU Muhammadiyah Kalbar.

Pontianak
– Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi melepas keberangkatan jemaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (26/4/2026).

Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri tokoh masyarakat serta ratusan jemaah yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Dalam sambutannya, Ria Norsan menyampaikan penghormatan khusus kepada Pembina Muhammadiyah Kalbar, Hasan Gapar, yang disebutnya sebagai guru agama sekaligus pembimbing saat menunaikan ibadah haji pertama pada tahun 2003.

“Beliau adalah guru saya dan pembimbing ibadah saya. Alhamdulillah, hingga kini beliau masih sehat walafiat di usia 81 tahun,” ujarnya.

Gubernur menekankan bahwa ibadah haji tidak hanya menuntut kesiapan spiritual, tetapi juga fisik yang prima. Ia mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan, terutama menjelang puncak ibadah di Padang Arafah.

“Ibadah haji adalah ibadah fisik dan rohani. Tawaf, sa’i hingga melontar jumrah membutuhkan stamina yang kuat. Karena itu, jaga kesehatan dengan baik sebelum hari wukuf,” pesannya.

Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 197, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan perilaku selama menjalankan ibadah haji agar dapat meraih predikat haji mabrur. Tiga larangan utama saat berihram, yakni rafats, fusuk, dan jidal, menjadi perhatian khusus yang disampaikannya kepada para jemaah.

Rafats merujuk pada perkataan yang tidak pantas, fusuk adalah perbuatan maksiat atau pelanggaran, sementara jidal berarti perdebatan yang berpotensi menimbulkan perselisihan.

Di tengah suasana serius, Gubernur turut menyelipkan candaan ringan yang mengundang tawa jemaah, khususnya terkait kebiasaan berbelanja oleh-oleh.

“Tujuannya haji mabrur, bukan membeli emas berkilo-kilo. Sabar ya, Ibu-Ibu, fokus ibadah dulu,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Ria Norsan memimpin jemaah melantunkan talbiyah bersama, menciptakan suasana haru dan penuh kekhusyukan.

Ia berharap seluruh jemaah asal Kalimantan Barat dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar, menjaga kebersamaan, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dengan predikat haji mabrur.

“Saya berharap Bapak dan Ibu berangkat dengan niat tulus, melaksanakan ibadah dengan sempurna, dan kembali dalam keadaan sehat walafiat serta memperoleh haji mabrur,” tutupnya. (*)

Sekda Pontianak: MTQ Harus Cetak Generasi Qurani dan Berkarakter

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menabuh beduk menandai dibukanya MTQ ke-34 Tingkat Kecamatan Pontianak Barat.

Pontianak – Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan harus mampu menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Barat di Aula Kantor Camat Pontianak Barat, Minggu (26/4/2026).

“MTQ bukan sekadar rutinitas atau ajang perlombaan. Ini adalah gerakan transformasi menuju Kota Pontianak yang qurani, cerdas, berkarakter, dan adaptif,” ujarnya.

Amirullah menjelaskan, tema tersebut memiliki empat pilar utama. Pilar pertama adalah qurani, yakni menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang membumi dalam perilaku sehari-hari. Kedua, cerdas, di mana generasi muda diharapkan memiliki kecerdasan intelektual yang sejalan dengan nilai-nilai wahyu.

“Generasi kita harus cerdas secara intelektual, namun tetap berpijak pada tuntunan Al-Qur’an,” katanya.

Pilar ketiga adalah berkarakter. Ia menilai keluarga memiliki peran penting sebagai benteng utama dalam membentuk generasi yang jujur, amanah, dan berintegritas di tengah derasnya pengaruh global. Sementara pilar keempat adalah adaptif, yakni kemampuan masyarakat untuk menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan identitas religius.

Kepada para peserta, Amirullah berpesan agar mengikuti MTQ dengan niat ibadah dan syiar Islam. Ia menekankan bahwa kemenangan bukan tujuan utama, melainkan bagaimana peserta mampu menjadi duta Al-Qur’an di lingkungan masing-masing.

“Menjadi juara adalah bonus, tetapi menjadi duta Al-Qur’an adalah tugas sepanjang hayat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan dewan hakim untuk menjunjung tinggi keadilan dan objektivitas dalam penilaian, karena hal tersebut akan menentukan kualitas peserta terbaik yang akan mewakili Kota Pontianak ke tingkat lebih tinggi.

MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Barat tahun 2026 diikuti sebanyak 266 peserta dari empat kelurahan. Rinciannya terdiri dari 101 peserta laki-laki dan 90 peserta perempuan untuk cabang perorangan, serta peserta beregu pada cabang Syarhil Qur’an dan Fahmil Qur’an sebanyak 9 regu laki-laki dan 16 regu perempuan.

Pelaksanaan lomba tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya Aula Kantor Camat Pontianak Barat untuk cabang tilawah dan tartil, Aula Kelurahan Sungai Jawi Luar untuk cabang fahmil dan syarhil, serta Masjid Syaiful Islam untuk cabang tahfiz, murattal, dan mujawwad.

Sementara itu, cabang kaligrafi dipusatkan di SMA Kapuas Pontianak dengan berbagai kategori, mulai dari naskah hingga kaligrafi digital. (*) 

Touring 3 Negara, YNCI Kalbar Siap Geber 3.400 Km Jelajah Borneo

Para riders YNCI saat touring ke negeri jiran tahun lalu.

Pontianak – Komunitas Yamaha NMAX Club Indonesia (YNCI) Regional Kalimantan Barat bersiap menggelar touring lintas negara bertajuk Touring Borneo 3 Countries pada 16–24 Mei 2026. Perjalanan selama sembilan hari ini akan menempuh jarak sekitar 3.400 kilometer melintasi tiga negara: Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Ketua YNCI Regional Kalbar, Reno Trinaldo, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar perjalanan jarak jauh, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota serta memperkuat solidaritas komunitas otomotif lintas daerah.

“Touring ini bukan hanya soal perjalanan, tetapi tentang kebersamaan, berbagi pengalaman, dan memperkuat persaudaraan sesama pecinta Yamaha NMAX,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Sebanyak 17 rider dan enam peserta boncenger dipastikan ambil bagian. Mereka berasal dari berbagai daerah, mulai dari Pontianak, Singkawang, Sambas, hingga luar Kalimantan seperti Sukabumi, Depok, Surabaya, Malang, Bondowoso, dan Banjarnegara.

Rute perjalanan akan dimulai dari Pontianak menuju Sri Aman, Miri, Brunei Darussalam, Kota Kinabalu, Kundasang, lalu kembali melalui Brunei, Sibu, Kuching, Singkawang, dan finis di Pontianak.

Selain touring, rombongan juga akan menghadiri Borneo International Big Bike Festival (BIBBF) yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Mei 2026 di Kuching, Sarawak.

Reno menjelaskan, rute tersebut dipilih untuk memberikan pengalaman berkendara sekaligus menikmati keindahan alam Pulau Borneo yang kaya akan panorama dan keragaman budaya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa touring juga bisa menjadi sarana promosi wisata serta mempererat persahabatan antarnegara di kawasan Borneo,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas di setiap negara yang dilalui, serta menjaga nama baik komunitas selama perjalanan.

Kegiatan ini turut didukung sejumlah sponsor, di antaranya Motul, Yamaha, dan FDR.

“Semangat kami adalah berlibur, bercerita, dan bersaudara. Semoga perjalanan ini berjalan lancar dan menjadi pengalaman berkesan bagi seluruh peserta,” pungkas Reno. (*)

25 April 2026

Inkai Kalbar Tancap Gas di Era Baru, Fokus Soliditas dan Lahirkan Atlet Juara

Satarudin dilantik sebagai Ketua Umum Inkai Kalbar periode 2025–2029.

Pontianak – Kepengurusan baru Institut Karate-Do Indonesia Kalimantan Barat masa bakti 2025–2029 resmi dilantik dengan membawa semangat pembaruan. Fokus utama diarahkan pada penguatan organisasi serta pencetakan atlet berprestasi yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Pengurus Pusat Inkai, Benny Riyanto menegaskan bahwa soliditas menjadi kunci utama dalam membangun kekuatan perguruan karate.

“Yang paling penting adalah soliditas. Saya melihat kepengurusan baru ini optimis dan tegas dalam merapatkan barisan,” ujarnya usai pelantikan di Pontianak, Sabtu (25/4/2026).

Ia optimistis, dengan semangat baru, Inkai Kalbar mampu bangkit dan mencetak prestasi yang lebih baik, sekaligus meninggalkan berbagai persoalan organisasi di masa lalu.

Sementara itu, Ketua Umum Inkai Kalbar periode 2025–2029, Satarudin menegaskan bahwa langkah awal yang akan ditempuh adalah memperbanyak keikutsertaan atlet dalam berbagai kejuaraan.

“INKAI harus banyak mengirim atlet ke pertandingan supaya bisa juara, karena kita punya banyak atlet unggulan,” katanya.

Dalam waktu dekat, program prioritas dimulai dari pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) sebagai fondasi pembinaan, dilanjutkan dengan seleksi atlet untuk menghadapi kejuaraan nasional yang digelar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia.

Selain itu, peningkatan jam terbang atlet melalui keikutsertaan dalam berbagai turnamen juga menjadi strategi utama guna mengasah mental dan kemampuan bertanding.

Meski demikian, Satarudin menyebut pola latihan dan arah pembinaan ke depan masih akan dimatangkan bersama jajaran pengurus baru.

“Saya baru dilantik, jadi semua program akan kita diskusikan bersama sebelum ditetapkan,” jelasnya.

Dengan konsolidasi organisasi yang kuat dan pembinaan berkelanjutan, Inkai Kalimantan Barat diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan besar dalam dunia karate Indonesia serta melahirkan atlet-atlet unggulan di masa depan. (*)

Wali Kota: Peran Kampus Dongkrak IPM Pontianak, Kunci SDM Berkualitas

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menandatangani prasasti peresmian Gedund Leopold Mandic Universitas Widya Dharma.

Pontianak – Keberadaan perguruan tinggi dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Pontianak. Hal ini disampaikan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meresmikan Gedung Leopold Mandic di Universitas Widya Dharma Pontianak, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Edi, posisi Pontianak sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, sekaligus pendidikan memberikan kontribusi besar terhadap capaian IPM yang kini mencapai angka 82,80 dan masuk kategori sangat tinggi.

“Pontianak juga pusat pendidikan. Ini yang sangat memberikan dampak terhadap IPM Pontianak. Sekarang IPM kita masuk kategori sangat tinggi,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan IPM mencakup berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kualitas hidup masyarakat. Karena itu, keberadaan kampus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berbudaya.

“Kita ingin punya SDM yang sehat, cerdas, dan berbudaya. Keberadaan perguruan tinggi tentu turut mendongkrak IPM Pontianak,” tambahnya.

Selain berdampak pada kualitas pendidikan, aktivitas kampus juga memberikan efek ekonomi yang signifikan. Ribuan mahasiswa, termasuk sekitar 43 ribu dari luar daerah, turut menggerakkan sektor hunian, kuliner, transportasi, hingga jasa lainnya di kota ini.

“Dengan jumlah mahasiswa yang besar, tentu ada kontribusi ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelas Edi.

Di sisi lain, ia mengakui Kota Pontianak dengan jumlah penduduk hampir 700 ribu jiwa menghadapi tantangan perkotaan seperti pengelolaan sampah, air bersih, dan lalu lintas. Untuk itu, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dinilai sangat penting dalam menghadirkan solusi inovatif.

“Kami berusaha menjadikan Pontianak sebagai kota yang toleran dan nyaman. Ini membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Dharma Polycarpus Widjaja Tandra menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat dan tidak menjadi “menara gading”.

“Universitas tidak boleh terpisah dari masyarakat. Harus ada sinergi dengan pemerintah untuk menjawab kebutuhan kota,” tuturnya.

Ia menambahkan, Universitas Widya Dharma Pontianak berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi, diharapkan pembangunan sumber daya manusia di Pontianak terus meningkat dan mampu mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan. (*) 

24 April 2026

Ringankan Beban Jemaah, Pemprov Kalbar Beri Bantuan Stimulus Haji Rp1,09 Miliar

Ilustrasi Jemaah Haji. Foto: Sony Herdiana/Shutterstock
Ilustrasi Jemaah Haji. Foto: Sony Herdiana/Shutterstock
Pontianak - Kalimantan Barat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan stimulus biaya lokal haji sebesar Rp1,09 miliar pada musim haji tahun ini. Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya meringankan beban para jemaah, terutama untuk kebutuhan transportasi darat, akomodasi, hingga konsumsi selama proses keberangkatan dan pemulangan.

Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp1.090.850.000. Dana itu difokuskan untuk membantu berbagai kebutuhan jemaah sejak sebelum berangkat ke tanah suci hingga setelah kembali ke daerah asal.

Pada tahun ini, jumlah jemaah haji asal Kalimantan Barat tercatat sebanyak 1.858 orang. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 2.519 orang. Berkurangnya jumlah jemaah berdampak pada meningkatnya beban biaya yang harus ditanggung masing-masing peserta.

Melihat kondisi itu, Pemprov Kalbar mengambil langkah dengan memberikan stimulus pembiayaan lokal sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji.

Rincian bantuan yang diberikan meliputi transportasi darat dari asrama haji menuju bandara di Pontianak maupun Batam sebesar Rp784 juta. Selain itu, biaya akomodasi asrama haji sebesar Rp137,51 juta dan konsumsi jemaah di Asrama Haji Pontianak serta Batam senilai Rp169,34 juta.

Sementara itu, biaya transportasi udara rute Pontianak–Batam pulang pergi masih menjadi tanggungan jemaah. Hal tersebut disebabkan keterbatasan kemampuan APBD di tengah meningkatnya biaya layanan penerbangan akibat kenaikan harga avtur.

Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan akan terus mengoptimalkan dukungan pada komponen biaya yang masih memungkinkan untuk dibiayai melalui APBD, khususnya layanan darat, konsumsi, dan fasilitas asrama haji.

Langkah ini sejalan dengan amanat regulasi, yakni Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, yang memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk membantu pembiayaan transportasi serta layanan lokal jemaah sesuai kemampuan fiskal masing-masing daerah.

Kebijakan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Kalbar dalam memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lebih nyaman, aman, dan terfasilitasi dengan baik bagi seluruh jemaah asal Kalimantan Barat.

Lomba Masak Pansoh Meriahkan Naik Dango Ke-3

Foto: Memasak dalam bambu atau biasa disebut Pansoh wujud pelestarian tradisi kuliner khas

PONTIANAK - Tradisi masak pansoh kembali hadir dalam perayaan Naik Dango Ke-3 yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak, Kamis (23/4/2026). Memasak dengan bambu ini bukan sekadar menyajikan kuliner khas, tetapi juga membawa pesan tentang hubungan harmonis manusia dengan alam.

Dalam lomba tersebut, peserta memulai proses dengan mengambil bahan langsung dari lingkungan sekitar. Ikan segar diperoleh dari sungai, sedangkan bumbu alami diracik dari hasil hutan. Seluruh bahan dibersihkan, dicampur, lalu dimasukkan ke dalam batang bambu sebagai wadah memasak.

Proses pemasakan dilakukan secara tradisional menggunakan bara api. Teknik warisan leluhur ini dulu biasa dipakai saat berladang atau berburu di hutan. Selain praktis, metode ini tidak membutuhkan peralatan modern karena semua kebutuhan tersedia dari alam.

Setelah dimasak sekitar satu jam, hidangan pansoh disajikan beralaskan daun simpur. Selain keaslian bumbu dan cita rasa, penataan hidangan juga menjadi salah satu aspek penilaian juri.

Juri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Noberta, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengenalkan kembali tradisi kepada generasi muda.

“Melalui lomba ini kami mengajak generasi muda memahami cara hidup leluhur yang memanfaatkan alam secara bijak sekaligus menjaga kelestariannya,” ujar Noberta.

Ia menambahkan, masak pansoh mencerminkan keterkaitan hutan dan sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat. Bumbu berasal dari hutan, sedangkan ikan diperoleh dari sungai yang masih terjaga.

Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat perkotaan yang jarang bersentuhan dengan tradisi adat. Dengan praktik langsung, peserta dapat mengenal cara memasak alami yang bebas bahan kimia.

Masak pansoh dalam rangkaian Naik Dango tidak hanya melestarikan kuliner tradisional, tetapi juga memperkuat nilai pelestarian lingkungan yang diwariskan secara turun-temurun. (Jm)



23 April 2026

Pertamina Gelar Pasar Murah di Pontianak, 1.000 Paket Sembako Diserbu Warga

Pertamina melalui unit Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan kembali mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program TJSL.

Pontianak – Komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung kesejahteraan masyarakat kembali diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, perusahaan menghadirkan pasar murah bagi warga prasejahtera di Pontianak.

Kegiatan yang digelar di Asrama Haji Pontianak pada Kamis (23/4/2026) ini menyasar penerima Program Keluarga Harapan (PKH) desil 1 hingga 4 dari enam kecamatan. Turut hadir perwakilan Pemerintah Kota Pontianak, di antaranya Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Ibrahim serta Kepala Dinas Sosial M. Akib.

Integrated Terminal Manager Pontianak, Tony Kurniawan menjelaskan, pasar murah ini menjadi langkah nyata membantu masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

“Kami menyediakan 1.000 paket sembako dengan harga terjangkau, yakni Rp30.000 per paket. Isinya beras, minyak goreng, gula, susu, kecap, hingga sarden. Kami berharap ini bisa meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Menariknya, hasil penjualan dari kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai transaksi semata. Dana yang terkumpul akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk dukungan fasilitas umum, seperti Kampung Siaga Bencana dan Posyandu Aster di Kelurahan Siantan Hilir.

“Kami ingin manfaatnya berkelanjutan dan dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambah Tony.

Pemerintah Kota Pontianak mengapresiasi langkah tersebut. Ibrahim menilai program pasar murah sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.

“Kami mengapresiasi Pertamina. Program ini sangat membantu meringankan beban masyarakat. Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Pertamina tidak hanya menghadirkan energi dalam bentuk BBM dan LPG, tetapi juga energi kepedulian. Ini adalah bentuk kehadiran kami di tengah masyarakat,” jelasnya.

Melalui program ini, Pertamina menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah. (*) 

Pontianak Siap Jadi Tuan Rumah Rakor APEKSI Kalimantan 2026, Persiapan Capai 95 Persen

Sekda Kota Pontianak Amirullah meminpin rapat persiapan menjelang Pontianak sebagai tuan rumah Rakor APEKSI Komwil V Kalimantan 2026.

Pontianak – Kota Pontianak bersiap menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi (Rakor) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Komisariat Wilayah (Komwil) V Regional Kalimantan tahun 2026. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Mei 2026 ini akan diikuti perwakilan pemerintah kota se-Kalimantan.

Sekretaris Daerah Pontianak Amirullah menyebutkan, kesiapan panitia telah mencapai sekitar 95 persen dan kini tinggal mematangkan pelaksanaan.

“Secara umum, persiapan sudah hampir final. Waktu, tempat, dan peserta sudah ditentukan. Sekarang kita fokus pada pelaksanaan,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Rapat Wali Kota, Kamis (23/4/2026).

Ia menegaskan, pengalaman sebelumnya sebagai peserta menjadi modal penting bagi Pontianak untuk memberikan pelayanan terbaik sebagai tuan rumah. Seluruh panitia diminta bekerja maksimal agar kegiatan berjalan sukses dan meninggalkan kesan positif.

“Dulu kita sebagai peserta, sekarang sebagai tuan rumah. Kita harus bisa memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.

Amirullah juga mengingatkan bahwa kualitas penyelenggaraan akan menjadi perhatian daerah lain. Karena itu, seluruh aspek, mulai dari teknis hingga pelayanan tamu, harus dipersiapkan dengan matang dan profesional.

Selain itu, panitia didorong memastikan kehadiran langsung para wali kota dari sembilan kota di Kalimantan, bukan sekadar perwakilan.

“Ini tantangan kita sebagai tuan rumah, bagaimana meyakinkan para kepala daerah untuk hadir langsung,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi aktif dengan peserta sejak awal, agar seluruh kebutuhan dapat diantisipasi dengan baik.

“Tunjukkan keseriusan dan antusiasme kita. Kalau panitia tidak semangat, jangan berharap peserta juga bersemangat,” tegasnya.

Dengan waktu persiapan yang tersisa kurang dari satu bulan dan berdekatan dengan momentum Hari Raya Iduladha, Amirullah meminta seluruh tim bekerja lebih intensif dan solid.

Menurutnya, Rakor APEKSI ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat citra Pontianak di tingkat regional.

“Yang dipertaruhkan bukan hanya kegiatan ini, tetapi juga citra kota di mata daerah lain. Kita harus tampil maksimal sebagai tuan rumah yang profesional,” pungkasnya. (*)

Hampir 100 Persen, Pontianak Juara I Penyusunan SKP Regional V BKN

Dari total 6.265 ASN Pemkot Pontianak, 6.212 di antaranya telah melakukan input atau 99,15 persen.


Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak mencatat capaian nyaris sempurna dalam penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Triwulan I Tahun 2026. Dengan tingkat penyelesaian mencapai 99,15 persen, Pontianak berhasil meraih peringkat pertama di wilayah kerja Kantor Regional V Badan Kepegawaian Negara.

Data per 17 April 2026 menunjukkan, dari total 6.265 ASN aktif, sebanyak 6.212 pegawai telah melakukan input SKP melalui sistem yang terintegrasi. Capaian ini menempatkan Pontianak di posisi teratas dibandingkan daerah lain di regional yang mencakup DKI Jakarta, Kalimantan Barat, dan Lampung.

Sekretaris Daerah Pontianak Amirullah menyebut keberhasilan tersebut sebagai wujud komitmen aparatur dalam mendukung tata kelola pemerintahan berbasis kinerja dan digital.

“Capaian ini menunjukkan kedisiplinan dan keseriusan ASN dalam melaksanakan kewajiban penyusunan SKP secara tepat waktu melalui sistem terintegrasi,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, penerapan aplikasi ASN Digital menjadi faktor kunci dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja pegawai. Hal ini sejalan dengan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di tingkat nasional.

Amirullah juga mengingatkan agar seluruh perangkat daerah menjaga konsistensi, tidak hanya pada tahap penyusunan SKP, tetapi juga dalam proses penilaian dan pelaporan kinerja secara menyeluruh.

“Kami mendorong ASN yang belum menyelesaikan agar segera menuntaskan kewajibannya, sehingga seluruh tahapan penilaian kinerja dapat berjalan optimal,” tegasnya.

Diketahui, sistem pelaporan kinerja ASN secara digital telah diterapkan penuh sejak Januari 2023. Dengan capaian ini, Pemerintah Kota Pontianak diharapkan mampu mempertahankan kinerja terbaik sekaligus menjadi rujukan dalam implementasi manajemen kinerja ASN yang efektif, transparan, dan akuntabel. (*)

Pontianak Raih Predikat Kota Toleran Nasional, Terbaik di Zona Konsolidasi IKT 2025

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menerima piagam penghargaan dari Setara Institute sebagai Kota Terbaik pada Zona Konsolidasi Indeks Kota Toleran 2025.

Pontianak – Kota Pontianak kembali mengukir prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Terbaik Zona Konsolidasi dalam ajang Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang diselenggarakan SETARA Institute for Democracy and Peace di Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Rabu (22/4/2026).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Bahasan. Ia menyebut capaian ini sebagai bentuk apresiasi atas komitmen bersama dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat.

“Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Kota Pontianak yang selama ini menjaga kerukunan dan keharmonisan,” ujarnya.

Menurut Bahasan, predikat terbaik di zona konsolidasi menunjukkan bahwa Pontianak berada di jalur yang tepat dalam memperkuat praktik toleransi. Meski demikian, ia mengakui masih ada ruang perbaikan untuk mencapai kategori kota yang lebih inklusif.

Pemerintah Kota, lanjutnya, akan terus mendorong berbagai program penguatan toleransi, seperti dialog antarumat beragama, peningkatan literasi keberagaman, hingga kebijakan yang mendukung kehidupan sosial yang harmonis.

“Ke depan, kami berkomitmen meningkatkan kualitas praktik toleransi agar Pontianak bisa naik ke kategori yang lebih tinggi dalam Indeks Kota Toleran,” tambahnya.

Ia juga mencontohkan praktik nyata toleransi yang telah mengakar di masyarakat, seperti perayaan Imlek yang berlangsung berdampingan dengan ibadah Ramadan dalam suasana saling menghormati.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan wajah Pontianak sebagai kota multietnis yang terbiasa merawat keberagaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Pontianak tetap menjadi kota toleran, di mana perayaan keagamaan dan budaya dapat berlangsung berdampingan dengan penuh rasa saling menghargai,” paparnya.

Dengan capaian ini, Pemerintah Kota Pontianak berharap semangat toleransi terus terjaga dan semakin kuat, sehingga kota ini kian dikenal sebagai wilayah yang damai, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan. (*)

22 April 2026

TP PKK Pontianak Sabet Juara I Monev, Bukti Solidnya Peran Kader hingga Akar Rumput

Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie Kamtono menerima piagam penghargaan Juara I Monev 10 Program Pokok PKK.

Pontianak – Prestasi membanggakan diraih Tim Penggerak PKK Pontianak dengan menyabet Juara I Monitoring dan Evaluasi (Monev) 10 Program Pokok PKK. Penghargaan ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi dan dedikasi kader PKK dari tingkat kota hingga kelurahan.

Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menyebut capaian tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kerja ikhlas dan semangat para kader yang selama ini aktif di lapangan.

“Hari ini kami mendapatkan keberkahan yaitu juara I monev 10 program PKK. Ini semacam apresiasi untuk kerja ikhlas, kerja sama, dan semangat dari seluruh kader PKK se-Kota Pontianak,” ujarnya usai peringatan Hari Kartini di Aula Garuda, Kompleks Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (22/4/2026).

Menurut Yanieta, keberhasilan ini tidak lepas dari kekompakan dan komitmen para kader yang menjadi motor penggerak berbagai program PKK. Ia menilai, semangat kolektif tersebut membuat seluruh program dapat berjalan optimal dan menyentuh masyarakat secara langsung.

“Ini memang hasil kerja sama dari kader-kader yang luar biasa. Semangat mereka sangat besar sehingga program-program kami pun dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pontianak yang terus memberikan dukungan dan fasilitas, serta kepada TP PKK Provinsi Kalimantan Barat atas pembinaan yang berkelanjutan.

Dalam momentum Hari Kartini, Yanieta mengajak perempuan di Pontianak untuk terus mengambil peran strategis, tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak dalam keluarga dan masyarakat.

“Saya berharap perempuan bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga menjadi pilar keluarga, pemberi motivasi, dan penyemangat,” tuturnya.

Ia menegaskan, perempuan memiliki posisi penting dalam membangun keluarga yang kuat, mendukung tumbuh kembang anak, serta menjadi sumber energi positif dalam kehidupan rumah tangga.

Dengan raihan ini, TP PKK Pontianak semakin optimistis memperkuat peran dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat, sekaligus mempertahankan prestasi di tingkat yang lebih tinggi. (*)

21 April 2026

Wali Kota Pontianak Buka Naik Dango III, Dihadiri Wagub Kalbar dan Tokoh Lintas Lembaga

Foto: Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus membuka perayaan adat Naik Dango ke-III Kota Pontianak di Rumah Radakng, Selasa (21/4/2026)

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono secara resmi membuka perayaan adat Naik Dango ke-III Kota Pontianak di Rumah Radakng, Selasa (21/4/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan semarak sebagai simbol pelestarian tradisi Dayak sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Acara turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus, serta unsur pejabat dan lembaga, di antaranya Polda Kalbar, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Koperasi, Disporapar Kubu Raya, serta Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT).

Hadir pula tokoh masyarakat dan mitra seperti Arsen Rikson, Romo Greg, perwakilan PTPN IV, Hotel Harris, BCA, Bulog, Bank Kalbar, Pancur Kasih, serta unsur swasta lainnya. Dari unsur legislatif, tampak anggota DPRD Kota Pontianak Yandi dan anggota DPRD Provinsi Kalbar Dian Eka Muchairi.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Naik Dango merupakan warisan budaya yang harus dijaga sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen dan penghormatan kepada leluhur. Ia menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal di tengah arus modernisasi. (Jm)


73 ASN Pontianak Berangkat Haji, Wali Kota Ingatkan Jaga Kesehatan dan Kekhusyukan Ibadah

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengalunhkan syal kepada ASN Pemerintah Kota Pontianak yang akan menunaikan ibadah haji.

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak secara resmi melepas 73 Aparatur Sipil Negara (ASN) calon jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam sebuah acara sederhana di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (21/4/2026) pagi.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan panggilan suci sekaligus anugerah yang tidak semua orang dapatkan. Ia mengucapkan selamat kepada para ASN yang berkesempatan menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

“Menunaikan ibadah haji adalah kehormatan besar. Saya mengucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu yang telah mendapat panggilan ini,” ujarnya.

Berdasarkan data Pemkot, sebanyak 73 ASN akan diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini. Selain itu, dua petugas haji daerah turut disiapkan untuk mendampingi jemaah, khususnya dalam memberikan layanan kesehatan selama pelaksanaan ibadah.

Edi berpesan agar para calon jemaah menjaga kondisi fisik, disiplin mengikuti arahan petugas, serta memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk beribadah dengan khusyuk. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan para jemaah kembali dengan predikat haji mabrur.

“Saya berharap Bapak dan Ibu senantiasa menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, dan fokus beribadah agar seluruh proses berjalan dengan baik,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan perangkat daerah agar pelayanan publik tetap berjalan optimal selama ASN yang berangkat haji menjalankan ibadah. Penunjukan pelaksana harian, menurutnya, telah diatur bersama BKPSDM guna memastikan roda pemerintahan tidak terganggu.

“Pastikan tugas pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, sehingga tidak mengganggu kinerja pemerintah secara keseluruhan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota secara resmi melepas keberangkatan para ASN calon jemaah haji seraya mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, perlindungan, serta kemudahan dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci. (*)

Bayar Pajak Kini Tinggal Klik, Bapenda Pontianak Genjot Digitalisasi Dongkrak PAD

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pontianak Ruli Sudira membuka sosialisasi Digitalisasi Pajak Daerah.

Pontianak – Inovasi digital yang dihadirkan Pemerintah Kota Pontianak mulai membuahkan hasil. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Ruli Sudira menyebutkan, kini masyarakat semakin dimudahkan dalam membayar pajak daerah hanya melalui aplikasi hingga platform digital.

Warga Pontianak kini bisa menunaikan kewajiban pajaknya melalui aplikasi e-Ponti maupun marketplace seperti Tokopedia. Bahkan, pembayaran juga dapat dilakukan di gerai ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart.

Kemudahan ini berdampak signifikan terhadap peningkatan partisipasi masyarakat. Sepanjang 2025, dari total penerimaan pajak sebesar Rp32 miliar, sekitar Rp5,8 miliar di antaranya berasal dari pembayaran melalui aplikasi digital.

“Terjadi peningkatan jumlah masyarakat Kota Pontianak yang membayar pajak melalui aplikasi,” ujar Ruli usai membuka sosialisasi digitalisasi pajak daerah di Aula Kecamatan Pontianak Selatan, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, langkah digitalisasi ini merupakan strategi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mempermudah akses pembayaran pajak. Pemerintah berharap kemudahan ini mampu mendorong kontribusi warga dalam pembangunan kota.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah berkontribusi melalui pembayaran pajak untuk pembangunan Kota Pontianak,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Pontianak Yandi mengapresiasi langkah Pemkot dalam mengedepankan pendekatan jemput bola berbasis digital.

Ia menilai, kemudahan akses pembayaran menjadi kunci dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat, terlebih di tengah perkembangan teknologi saat ini.

“Ini terobosan yang sangat baik. Kita berupaya mempermudah masyarakat dalam membayar pajak, terlebih dengan adaptasi digitalisasi yang ada,” ujarnya.

Yandi juga menegaskan bahwa sebagai kota jasa dan perdagangan, ketergantungan Pontianak terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak sangat tinggi.

Dengan tren positif ini, Pemerintah Kota Pontianak optimistis digitalisasi pajak akan terus meningkatkan penerimaan daerah sekaligus mempercepat pembangunan kota. (*) 

PWI Kalbar Gelar OKK ke-5 Tahun 2026, Ketua Umum PWI Pusat Dijadwalkan Hadir

Foto: Ilustrasi Kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Kalimantan Barat digelar di Mempawah pada Sabtu (10/5/205). [DOK. PWI Kalbar]

PONTIANAK - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat akan melaksanakan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) ke-5 tahun 2026 di Kota Pontianak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas serta pemahaman anggota terhadap profesi jurnalistik dan organisasi.

Panitia pelaksana OKK PWI Kalbar telah resmi dibentuk sebagai langkah awal persiapan. Dalam susunan kepanitiaan, Hadi Sudirmansyah dipercaya sebagai Ketua Pelaksana OKK ke-5 tahun 2026.

Hadi mengatakan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi peserta OKK.

“Syarat utama adalah wartawan minimal telah satu tahun bekerja, bertugas dan berdomisili di Kalimantan Barat, serta bekerja pada media massa berbadan hukum pers. Ini harus dibuktikan dengan akta perusahaan,” jelas Hadi.

Ketua PWI Kalbar Kundori menegaskan, OKK adalah wadah untuk menjaring anggota baru dan menjadi syarat untuk menjadi anggota PWI sebagaimana diamanatkan Pasal 7 PD PRT.

Ia menyebut OKK PWI Kalbar sedianya digelar akhir 2025, namun tertunda hingga 2026.

“Kegiatan sudah dijadwalkan sejak lama sesuai amanah PWI Pusat pasca-konflik. Tertunda karena banyak kegiatan, seperti menghadiri undangan Retret Bela Negara di Bogor, Hari Pers Nasional di Banten, serta masuk bulan Ramadan dan Idulfitri,” tegas Kundori.

Kundori menambahkan, OKK yang dijadwalkan usai Lebaran Iduladha akan dihadiri Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, sehingga panitia perlu mempersiapkan dengan matang.

“Pak Ketum insyaallah akan hadir di acara OKK PWI Kalbar dalam rangka silaturahmi dan memberikan materi,” kata Kundori.

Menurutnya, pelaksanaan OKK ini juga menjadi momentum mempererat solidaritas antar-anggota sekaligus meningkatkan profesionalisme wartawan di Kalimantan Barat.

Rencananya, OKK diikuti peserta dari berbagai daerah di Kalbar dan dipusatkan di Pontianak. Waktu pelaksanaan akan diumumkan lebih lanjut setelah seluruh persiapan panitia rampung. (***)



Flobamora NTT Ikut Ramaikan Naik Dango III, Perkuat Persaudaraan

Foto: Pemuda Flobamora NTT Ikut Ramaikan Naik Dango III 

PONTIANAK - Perhelatan Display Budaya Naik Dango ke-3 yang digelar oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak berlangsung meriah dan penuh warna, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menempuh rute sepanjang 7 kilometer dengan titik start di Rumah Betang Sutoyo dan finis di Rumah Radakng Pontianak.

Ribuan peserta dari DAD 6 Kecamatan se Kota Pontianak turut ambil bagian dalam pawai budaya tersebut. Mereka menampilkan ragam seni tradisional, busana adat, hingga pertunjukan tarian daerah dan kendaraan hias yang memperkaya khazanah budaya Kota Pontianak.

Salah satu peserta yang ikut memeriahkan kegiatan ini adalah Pemuda Flobamora NTT Kota Pontianak. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya semangat persatuan lintas etnis dalam momentum budaya tahunan tersebut.

Pembina Flobamora NTT Kalimantan Barat, Yohanes Bana, menilai kegiatan Display Budaya Naik Dango memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial. Ia menyebut, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memelihara toleransi antar suku di Kota Pontianak.

“Untuk itulah pemuda Flobamora ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kami juga mengucapkan selamat melaksanakan Naik Dango ke-3 tahun 2026, semoga acara berjalan sukses dan lancar,” ujarnya.

Pembina Flobamora NTT Kalimantan Barat, Yohanes Bana bersama Ketua Pemuda Flobamora Pontianak, David Fetrio Naekefi 

Sementara itu, Ketua Pemuda Flobamora Pontianak, David Fetrio Naekefi, mengungkapkan rasa bangga atas keterlibatan komunitasnya dalam ajang budaya tersebut.

“Saya mewakili teman-teman Pemuda Flobamora Pontianak sangat senang dan bangga karena tahun ini bisa menjadi bagian dari pelaksanaan display budaya Naik Dango yang ketiga,” katanya.

Ia menjelaskan, kontribusi yang diberikan berupa penampilan tarian serta penggunaan busana adat khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, partisipasi tersebut menjadi bentuk nyata dalam memperkaya keberagaman budaya di Kota Pontianak.

“Harapan kami, penampilan budaya seperti ini bisa terus dilakukan, bahkan ke depan bisa lebih besar lagi. Ini menjadi ruang untuk mengeratkan dan mempersatukan persaudaraan lintas budaya. Kami juga berharap kehadiran kami dapat memberikan warna yang menguatkan nilai-nilai keberagaman di Kota Pontianak,” tambahnya.

Kegiatan Display Budaya Naik Dango ke-3 ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Dayak, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan lintas etnis yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman di Kota Pontianak.

20 April 2026

Wali Kota Pontianak Lepas Festival Budaya Dayak, Libatkan Peserta Malaysia

Foto: Wali Kota Pontianak Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T. secara resmi melepas rangkaian Festival Budaya Dayak di Rumah Adat Kota Pontianak, Senin (20/4/2026)

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T. secara resmi melepas rangkaian Festival Budaya Dayak di Rumah Adat Kota Pontianak, Senin (20/4/2026). Kegiatan berlangsung hingga 25 April dan menghadirkan berbagai pertunjukan budaya dengan melibatkan ratusan peserta, termasuk dari luar negeri.

Dalam keterangannya, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, festival ini menjadi momentum penting dalam pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan antar-etnis di Kota Pontianak.

“Festival ini diikuti kontingen dari seluruh kecamatan di Kota Pontianak, serta partisipasi dari Sarawak, Malaysia. Ini menunjukkan keberagaman yang harmonis dalam kehidupan masyarakat kita,” ujarnya.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak menambahkan, total peserta mencapai sekitar 900 orang, termasuk 84 peserta dari Malaysia. Selama festival hingga 24 April, terdapat tujuh cabang perlombaan yang digelar.

Festival ini juga diramaikan pameran budaya, stan kuliner khas, serta hiburan dari artis-artis Dayak di panggung utama.

Salah satu daya tarik utama adalah display budaya lintas etnis, yakni pertunjukan yang menampilkan ragam kebudayaan dari berbagai suku dalam satu panggung. Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya toleransi dan keberagaman di Kota Pontianak.

“Display budaya lintas etnis merupakan bentuk pertunjukan dan pameran yang menampilkan ragam kebudayaan dari berbagai suku dalam satu waktu. Ini menggambarkan kekayaan budaya yang kita miliki bersama,” jelas panitia.

Terkait ikon budaya Dayak, Mandau, pihak DAD menegaskan bahwa benda tersebut merupakan bagian dari seni dan tradisi.

“Mandau itu 100 persen seni budaya. Walaupun bentuknya seperti senjata tajam, nilai utamanya adalah budaya. Untuk kepemilikan atau pembelian harus mengikuti aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Pontianak bersama panitia juga telah mengantisipasi aspek teknis, terutama kebersihan dan pengaturan parkir demi kenyamanan masyarakat.

“Kami sudah menyiapkan petugas untuk mengatur kebersihan dan parkir karena berkaitan dengan pengguna jalan. Semua sudah diantisipasi agar kegiatan berjalan lancar,” tambah Edi.

Festival Budaya Dayak ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya serta menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. (Jm)