Berita Indokalbar.com: Daerah -->
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

31 Maret 2026

ASN Kubu Raya Diminta Siap Hadapi Tantangan, Fokus Integritas dan Kinerja

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo memimpin Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal, Senin (30/3/2026) di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menekankan pentingnya integritas, karakter, dan kesiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal, Senin (30/3/2026) pukul 07.00 WIB di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Dalam suasana Syawal yang masih hangat, kegiatan diawali dengan saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan antarpegawai.

Momentum Idulfitri tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan semangat kerja ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Dalam arahannya, Sujiwo menyampaikan bahwa kinerja pemerintah daerah merupakan akumulasi dari kinerja seluruh ASN. Oleh karena itu, ia menekankan agar setiap ASN benar-benar menjalankan peran sebagai abdi negara secara maksimal.

“Kinerja kami, baik bupati, wakil bupati, maupun sekda, sejatinya adalah penjumlahan dari kerja dan kinerja ASN. Maka agar hasilnya baik, ASN harus benar-benar bekerja sesuai harapan masyarakat, pemerintah, dan negara,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi global, nasional, hingga lokal saat ini penuh ketidakpastian. Namun demikian, ASN dituntut untuk tetap siap dan mampu bertahan dalam situasi apa pun.

"Dalam kondisi apa pun kita harus siap. Tantangan ke depan sudah mulai terlihat, dan itu harus kita jawab bersama," tegasnya.

Sujiwo mengakui, dalam memimpin dirinya bersama Wakil Bupati kerap bersikap tegas bahkan terkesan cerewet. Namun hal itu, menurutnya, merupakan bentuk kepedulian layaknya orang tua kepada anak.

“Kalau kami cerewet, itu karena sayang. Seperti orang tua kepada anaknya, itu bentuk perhatian agar menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Ia menyebut masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati yang tersisa sekitar empat tahun sebagai waktu penting untuk meninggalkan legacy, terutama dalam membentuk ASN yang bermental kuat, berkarakter, dan berintegritas.

“Salah satu kebahagiaan kami saat purna tugas nanti adalah jika mampu membentuk ASN yang memiliki mental, karakter, dan integritas yang baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo juga menegaskan peran penting Sekretaris Daerah dalam mengoordinasikan dan meng orkestrasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia meminta agar fungsi koordinasi dan penggerakan terus diperkuat hingga ke tingkat paling bawah.

Kepada para kepala OPD, ia berpesan agar mampu menjadi pemimpin yang memberi teladan, membangun semangat, serta memotivasi jajaran. Ia mengutip filosofi Ki Hajar Dewantara, “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”, sebagai pedoman kepemimpinan.

Sukiryanto juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antar perangkat daerah agar setiap program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Dengan kebersamaan, koordinasi, dan komunikasi yang baik, saya yakin setiap tantangan bisa kita hadapi dan selesaikan bersama,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, lanjutnya, berkomitmen untuk terus menciptakan suasana kerja yang kondusif, sehingga ASN dapat bekerja secara optimal dan profesional.

“Kami ingin suasana kerja yang nyaman, tetapi tetap dalam koridor aturan. Profesionalitas harus tetap dijaga,” tegasnya.

Kegiatan diakhiri dengan penyampaian ucapan Idulfitri dari Bupati dan Wakil Bupati kepada seluruh ASN.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, kami mengucapkan Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Jika dalam memimpin kami tegas, itu semata-mata untuk kebaikan bersama,” pungkas keduanya. (Red/JM

30 Maret 2026

RSUD Landak Siap Layani Cuci Darah, Karolin Harap BPJS Segera Beri Persetujuan

RSUD Landak Siap Layani Cuci Darah, Karolin Harap BPJS Segera Beri Persetujuan
RSUD Landak Siap Layani Cuci Darah, Karolin Harap BPJS Segera Beri Persetujuan. 

LANDAK — Pemerintah Kabupaten Landak memastikan layanan hemodialisa atau cuci darah di RSUD Landak telah mengantongi izin operasional dari Kementerian Kesehatan RI. Fasilitas tersebut bahkan dinyatakan siap untuk segera digunakan melayani masyarakat.

Namun, hingga kini layanan tersebut belum dapat diakses oleh pasien peserta BPJS Kesehatan karena kerja sama dengan pihak BPJS belum terealisasi.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengatakan bahwa seluruh tahapan perizinan dan persiapan teknis telah dilalui dengan baik, termasuk hasil visitasi dari Kementerian Kesehatan.

“Jadi hari ini kami baru saja selesai dilakukan visitasi oleh Kementerian Kesehatan RI dalam rangka perizinan pelayanan unit dialisis atau hemodialisa kita. Dari Kementerian Kesehatan merespon dengan sangat baik, dan kami juga sudah mengantongi izin dari Kementerian Kesehatan,” ujar Karolin kepada wartawan, Senin 30 Maret 2026.

Ia menegaskan, secara fasilitas dan kesiapan operasional, layanan hemodialisa di RSUD Landak sudah memenuhi standar dan siap digunakan. Untuk sementara, layanan tersebut ditargetkan dapat segera melayani pasien umum sambil menunggu proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Jadi sebenarnya sudah siap untuk beroperasi. Namun sampai hari ini kami belum bisa menjalin kerja sama dengan BPJS. Untuk pasien umum, kami harap dalam waktu dekat sudah bisa kita terima,” kata dia.

Karolin mengungkapkan, sebagian besar pasien yang membutuhkan layanan cuci darah merupakan peserta BPJS. Karena itu, pihaknya berharap kerja sama dapat segera disetujui agar akses layanan menjadi lebih luas dan terjangkau bagi masyarakat.

Menurut dia, salah satu alasan yang disampaikan terkait belum disetujuinya kerja sama tersebut adalah ketiadaan dokter subspesialis tetap di RSUD Landak. 

Namun, Pemkab Landak telah mengantisipasi hal tersebut dengan menghadirkan dokter penanggung jawab melalui skema dokter tamu.

“Dokter penanggung jawab sudah ada, kita menggunakan sistem dokter tamu, sama seperti rumah sakit lainnya yang belum memiliki dokter subspesialis ginjal hipertensi. Dan itu diperkenankan,” ucap Karolin.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga telah mengambil langkah jangka panjang dengan mengirim dokter spesialis penyakit dalam untuk menempuh pendidikan subspesialis, guna memenuhi kebutuhan layanan secara berkelanjutan.

Karolin menilai, seluruh persyaratan sebenarnya telah dipenuhi, terbukti dengan terbitnya izin operasional dari Kementerian Kesehatan. Karena itu, ia mempertanyakan alasan belum disetujuinya kerja sama dengan BPJS.

“Kalau memang tidak memenuhi syarat, tentu kita tidak akan mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan. Tapi faktanya izin sudah keluar,” ujarnya.

Ia juga menyinggung adanya perbedaan perlakuan dibandingkan daerah lain yang dinilai memiliki kondisi serupa, namun telah mendapatkan persetujuan kerja sama.

“Sementara di daerah lain bisa, kenapa di tempat kami tidak bisa? Ini yang menjadi pertanyaan bagi kami. Kami berharap ada kejelasan regulasi dan komunikasi yang lebih baik ke depan,” kata Karolin.

Sebagai penutup, Karolin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya bagi pasien yang membutuhkan terapi cuci darah secara rutin.

“Kami ingin pelayanan ini segera bisa dimanfaatkan masyarakat, terutama pasien BPJS. Harapannya komunikasi bisa terus dilakukan agar pelayanan ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Landak,” tutupnya.

Oleh: Tino

Agus Siswandi Gulirkan 15 Ribu Polybag Cabai, Strategi Bijak Tahan Inflasi dari Rumah Tangga

Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi

KUBU RAYA - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Agus Siswandi, menggulirkan program distribusi 15.000 polibag bibit cabai kepada masyarakat sebagai langkah strategis dalam menekan laju inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga.

Program tersebut menyasar masyarakat melalui kelompok tani dan warga secara bertahap, dengan harapan setiap keluarga mampu memanfaatkan pekarangan rumah menjadi kebun cabai yang produktif.

“Cabai ini salah satu penyumbang inflasi, sehingga kita dorong setiap rumah tangga bisa menanam sendiri, bahkan ke depan bisa menjadi sumber penghasilan,” ujar Agus saat mendampingi Bupati di Rasau Jaya, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, pendistribusian bibit tidak hanya bersifat bantuan sesaat, melainkan disertai pendampingan teknis agar masyarakat mampu mengembangkan tanaman secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu kali panen.

Selain cabai, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga terus mengembangkan berbagai komoditas hortikultura lainnya seperti melon, anggur, sayuran, hingga kacang-kacangan yang dibudidayakan di balai benih dan sejumlah lokasi pengembangan.

Melalui program ini, pemerintah daerah berharap terwujud kemandirian pangan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru, sehingga pekarangan rumah tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga sumber kesejahteraan bagi warga Kubu Raya. (JM)

29 Maret 2026

Bupati Kubu Raya Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi Lebaran Ketupat

Foto: Bupati Kuburaya, Sujiwo saat menghadiri kegiatan budaya 'Bodo Kupat' 

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Lebaran Ketupat atau yang dikenal dengan “Bodo Kupat” di kalangan masyarakat Jawa. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan budaya pada Sabtu (28/3).

Menurut Bupati, Lebaran Ketupat merupakan tradisi yang dilaksanakan setelah umat Muslim menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal, usai Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini identik dengan hidangan ketupat sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

“Lebaran ketupat ini dilaksanakan setelah puasa enam hari di bulan Syawal. Ini adalah bagian dari budaya masyarakat Jawa yang dulu sangat meriah, meskipun saat ini hanya dilaksanakan di beberapa titik saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi tersebut merupakan bagian dari upaya “nguri-uri budaya” atau menjaga serta merawat warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, budaya merupakan jati diri bangsa yang harus dijaga oleh setiap etnis.

Mengutip pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, Bupati menegaskan pentingnya budaya dalam kehidupan berbangsa. 

"Bung Karno menegaskan bahwa kita harus berkepribadian dalam bidang budaya. Karena itu, setiap etnis wajib menjaga dan melestarikan budaya masing-masing,” katanya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang secara konsisten mempertahankan tradisi Lebaran Ketupat setiap tahun. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mempererat persaudaraan antarwarga.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang terus istiqomah menjaga tradisi ini. Selain sebagai bentuk silaturahmi, kegiatan ini juga masih dalam suasana Syawal, saling memaafkan dan mempererat hubungan persaudaraan,” tuturnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya lokal agar tetap terjaga dan menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa. (Jm

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah
Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah.

Mempawah — Gemawan menyelenggarakan workshop dan uji coba modul bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Muda dalam Membangun Ketangguhan Komunitas terhadap Krisis Iklim” selama dua hari, pada 27–28 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Workshop ini melibatkan kelompok perempuan muda dari tiga desa, yakni Desa Sekabuk, Desa Bumbun, dan Desa Suak Barangan. Kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kecamatan Sadaniang yang diwakili Sekretaris Camat, serta kepala desa dan perangkat desa dari ketiga wilayah tersebut.

Rahma, pegiat Gemawan, menyampaikan bahwa workshop dan modul ini merupakan bagian akhir dari rangkaian Program REDA yang telah berjalan selama kurang lebih dua tahun di Kabupaten Mempawah. Program tersebut dilaksanakan di tiga kabupaten yaitu Mempawah, Kapuas Hulu dan Kubu Raya. Untuk Mempawah ada di 3 desa yaitu Sekabuk, Bumbun, dan Suak Barangan yang ke semua itu adalah kecamatan Sadaniang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mensosialisasikan hasil riset yang telah dilakukan selama program berjalan. Penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengetahui bahwa proyek ini tidak hanya sebatas penelitian, tetapi juga menghasilkan temuan dan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan bersama,” ujar Rahma.

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah
Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah.

Ia menjelaskan bahwa selain memaparkan hasil riset, Gemawan juga menyusun modul pelatihan kepemimpinan perempuan muda, khususnya dalam upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat komunitas. Workshop ini diikuti oleh sekitar tiga puluhan peserta dari tiga desa, dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta dan dukungan pemerintah setempat.

Lebih lanjut, Rahma menyampaikan bahwa riset yang dilakukan mencakup kajian mengenai kepemimpinan perempuan muda dalam proses mitigasi perubahan iklim, serta analisis perubahan tutupan lahan (land cover) di wilayah desa. Hasil kajian ini menunjukkan berbagai dinamika perubahan lingkungan yang terjadi di ketiga desa tersebut.

“Melalui program ini, kami juga mendorong perempuan muda untuk lebih aktif mengambil peran sebagai agen perubahan dalam menghadapi krisis iklim,” tambahnya.

Rahma berharap hasil workshop dan modul yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat bagi perempuan muda, tetapi juga dapat menjadi rujukan bagi pemerintah desa dan kecamatan dalam menyusun kebijakan berbasis data dan kebutuhan lokal.

“Kami berharap hasil ini bisa menjadi bahan bagi pemerintah desa untuk ditindaklanjuti, baik dalam bentuk kebijakan maupun program di tingkat desa. Selain itu, kelompok perempuan muda yang telah terbentuk di tiga desa ini diharapkan dapat terus berkembang dan tidak berhenti setelah program berakhir,” jelasnya.

Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah
Gemawan Dorong Kepemimpinan Perempuan Muda Hadapi Krisis Iklim di Mempawah.

Ia juga menyoroti kondisi lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini, seperti musim kemarau panjang, keterbatasan akses air bersih, serta dampak kabut asap yang dirasakan langsung oleh warga. Situasi ini menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas komunitas, khususnya perempuan muda, dalam menghadapi krisis iklim.

Sebagai penutup, Rahma berharap modul pelatihan yang telah disusun dapat menjadi alat pembelajaran berkelanjutan bagi generasi muda.

“Modul ini diharapkan dapat digunakan oleh perempuan muda untuk melatih dan mengedukasi generasi lainnya agar lebih sadar dan terlibat dalam upaya mitigasi perubahan iklim,” pungkasnya.

28 Maret 2026

Pembelajaran di Kubu Raya Tetap Normal, Belum Ada Keputusan Daring

Foto: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, S.Pd., M.Pd

KUBU RAYA - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, S.Pd., M.Pd., menegaskan pembelajaran di sekolah masih normal dan belum ada keputusan untuk menerapkan pembelajaran daring.

Penegasan tersebut disampaikan menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial dan media online terkait wacana pembelajaran jarak jauh. Menurutnya, pemerintah pusat melalui kementerian terkait juga telah menegaskan bahwa hingga saat ini pembelajaran daring belum akan diberlakukan.

"Pembelajaran masih tetap berjalan normal seperti biasa. Belum ada keputusan untuk dilakukan secara daring atau jarak jauh," katanya.

Firdaus ingatkan sekolah tetap tenang dan waspada, sambil siapkan diri untuk kemungkinan ke depan. Jika pemerintah putuskan pembelajaran daring, pihaknya siap ikuti.

“Kalau pemerintah menerapkan pembelajaran daring atau jarak jauh, insya Allah kita siap mengikuti regulasi tersebut,” tegasnya.

Kegiatan belajar mengajar akan kembali dilaksanakan Senin, 30 Maret, dengan upacara bendera dan pembacaan ikrar siswa. Sekolah diminta dokumentasikan dan laporkan kegiatan melalui pengawas masing-masing. (JM)

Bupati Landak Dorong Petani Jadi Modern, Karolin Ingatkan Ancaman El Nino

Bupati Landak Karolin Margret Natasa dorong petani modern dan ingatkan ancaman El Nino serta pentingnya edukasi dan jadwal tanam.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa dorong petani modern dan ingatkan ancaman El Nino serta pentingnya edukasi dan jadwal tanam.

NGABANG -- Karolin Margret Natasa kembali menegaskan pentingnya transformasi sektor pertanian di Kabupaten Landak. Karolin mengajak para petani untuk beralih menjadi petani modern dan cerdas agar mampu menghadapi tantangan zaman, termasuk perubahan iklim.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara syukuran panen raya (roah) sekaligus pembukaan turnamen sepak bola antardusun di Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Jumat (27/3/2026).

Dalam sambutannya, Karolin menekankan bahwa pertanian tidak bisa lagi dilakukan secara tradisional tanpa pengetahuan yang cukup. Edukasi, menurutnya, menjadi kunci utama agar petani bisa berkembang.

“Pertanian itu tidak bisa terpisahkan dari yang namanya sekolah. Supaya petani jadi modern, harus paham pupuk, cara mengolah tanaman, sampai memilih bibit yang tepat,” ujarnya.

Pentingnya Edukasi dan Ketelitian Petani

Karolin juga menyoroti kesalahan umum yang masih sering terjadi di lapangan, terutama dalam penggunaan pupuk. Ia menyebut, kurangnya pemahaman dalam membaca label pupuk bisa berdampak pada hasil panen.

“Mupuk saja katanya, tapi ternyata bukan pupuk untuk buah. Daunnya hijau, tapi buahnya tidak ada,” katanya sambil bercanda, yang langsung disambut tawa warga.

Menurutnya, hal-hal sederhana seperti ini bisa berdampak besar terhadap produktivitas pertanian jika tidak diperhatikan dengan serius.

Waspada El Nino, Petani Diminta Disiplin Jadwal Tanam

Selain soal edukasi, Karolin juga mengingatkan adanya ancaman fenomena iklim El Nino yang diprediksi menyebabkan kemarau panjang hingga September mendatang.

Untuk itu, ia meminta para petani agar disiplin mengikuti jadwal tanam yang telah ditetapkan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Jangan sampai terlambat menanam. Kalau sudah kemarau, tanaman bisa gagal tumbuh dan panen bisa gagal,” tegasnya.

Kompak Tanam Serentak, Hindari Serangan Hama

Karolin juga mengingatkan pentingnya kekompakan antarpetani, terutama dalam satu hamparan lahan. Penanaman yang tidak serentak dinilai bisa memicu serangan hama seperti tikus.

“Kalau satu hampar, tanam harus sama-sama. Kalau tidak, yang panen duluan pasti habis dimakan hama,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan agar petani tidak keras kepala dan mau mengikuti arahan demi hasil yang lebih optimal.

Bantuan Alat Pertanian untuk Kelompok Tani

Sebagai bentuk dukungan nyata, Karolin menyerahkan bantuan berupa lima unit hand sprayer kepada kelompok tani setempat. Bantuan ini diharapkan bisa membantu meningkatkan efisiensi kerja petani di lapangan.

Buka Turnamen Sepak Bola, Pesan Sportivitas untuk Pemuda

Tak hanya soal pertanian, Karolin juga membuka turnamen sepak bola antardusun dalam acara tersebut. Dengan gaya santai dan bahasa daerah, ia mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas.

“Kade’ na’ rebot, na’ usah agi’ main bola,” ucapnya, yang berarti jika ingin ribut, tidak perlu bermain bola.

Candaan tersebut langsung disambut antusias warga yang hadir.

Akhiri Kegiatan, Karolin Sampaikan Harapan Panen Lebih Baik

Di akhir kegiatan, Karolin menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai karena jadwal yang padat.

Ia tetap menyampaikan doa dan harapan agar hasil panen ke depan bisa semakin meningkat.

“Saya doakan pertandingannya lancar, dan semoga panen berikutnya bisa lebih banyak lagi,” tutupnya.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa tujuan Karolin mengajak petani menjadi modern?
Agar petani lebih produktif, efisien, dan mampu menghadapi tantangan seperti perubahan iklim.

2. Apa dampak kesalahan penggunaan pupuk?
Tanaman bisa tumbuh tidak optimal, seperti hanya menghasilkan daun tanpa buah.

3. Apa itu El Nino dan dampaknya bagi petani?
El Nino adalah fenomena iklim yang menyebabkan kemarau panjang dan berpotensi memicu gagal panen.

4. Mengapa tanam serentak penting?
Untuk mencegah serangan hama dan memastikan hasil panen lebih merata.

5. Bantuan apa yang diberikan pemerintah?
Lima unit hand sprayer untuk mendukung aktivitas kelompok tani.

Penulis: Tino

Gebyar Idul Fitri 1447 H Meriahkan Bundaran Gaforaya

Foto: Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo disela-sela kemeriahan Gebyar Idul Fitri 1447 Hijriah di Bundaran Gaforaya 

KUBU RAYA - Ribuan masyarakat memadati Bundaran Gaforaya pada malam perayaan Gebyar IdulFitri & Pesta Kembang Api dalam rangka Gema Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya ini berlangsung meriah, khidmat, dan penuh kebersamaan.

Sejak matahari terbenam, warga dari berbagai penjuru berdatangan dengan mengajak keluarga dan kerabat untuk merayakan momen kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Suasana semakin semarak saat tabuhan bedug menggema, menjadi simbol kemenangan umat Islam yang disambut antusias masyarakat.

Berbagai rangkaian kegiatan religius dan hiburan turut memeriahkan acara, mulai dari penampilan seni, tausiah, hingga puncaknya pesta kembang api yang menghiasi langit malam Kubu Raya.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, serta jajaran Forkopimda yang telah berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut terselenggara berkat dukungan besar dari masyarakat dan pihak swasta, dengan penggunaan anggaran daerah yang sangat minim.

“Kegiatan ini tidak membebani APBD, karena sebagian besar merupakan kontribusi masyarakat dan para pengusaha,” ujarnya.

Sujiwo juga menambahkan bahwa Gema Idulfitri akan dijadikan sebagai agenda tahunan Kabupaten Kubu Raya, bersama kegiatan keagamaan lainnya seperti pawai obor, sholawat akbar, dan peringatan tahun baru Islam.

Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari berbagai tokoh, di antaranya Habibi yang menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya atas terselenggaranya acara tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kubu Raya yang telah mengadakan Gema IdulFitri ini,” kata Habibi.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Habib Thoha bin Husein Al Jufri. Ia menilai Gema IdulFitri merupakan kegiatan positif yang mampu menghidupkan syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.

“Kegiatan ini sangat baik sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan umat,” ujarnya.

Habib Thoha turut mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sendiri berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang melibatkan masyarakat luas, khususnya dalam momentum hari-hari besar keagamaan.

Kegiatan berlangsung hingga malam hari dan ditutup dengan pesta kembang api yang memukau, disambut sorak gembira ribuan masyarakat yang memadati Bundaran Gaforaya. (JM)

27 Maret 2026

Kolaborasi Pemkot dan ICDN Diperkuat Untuk Kemajuan Singkawang

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dorong ICDN jadi mitra strategis pembangunan inklusif, fokus pada pendidikan, SDM, dan kebhinekaan masyarakat.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dorong ICDN jadi mitra strategis pembangunan inklusif, fokus pada pendidikan, SDM, dan kebhinekaan masyarakat.

Singkawang, Kalbar – Wali Kota Tjhai Chui Mie mendorong penguatan peran Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Dewan Pengurus Daerah ICDN Kota Singkawang di ruang kerja wali kota, Jumat, di Singkawang.

Audiensi ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan baru DPD-ICDN Kota Singkawang periode 2025–2030.

“Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka silaturahmi sekaligus perkenalan kepengurusan baru DPD-ICDN Kota Singkawang periode 2025–2030,” ujar Tjhai Chui Mie.

Komitmen ICDN Untuk Pembangunan Daerah

Dalam pertemuan tersebut, ICDN menyampaikan komitmennya untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah. Fokus utama meliputi sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kapasitas cendekiawan Dayak.

Langkah ini dinilai penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia lokal, khususnya di kalangan masyarakat Dayak di wilayah Singkawang dan sekitarnya.

Peran Strategis ICDN Di Mata Pemerintah

Tjhai Chui Mie menyambut positif kehadiran pengurus baru ICDN. Ia menilai organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung program pembangunan pemerintah daerah.

“Kami menyambut baik kehadiran ICDN sebagai bagian dari elemen strategis dalam pembangunan daerah. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dorongan Kolaborasi Dan Inovasi Program

Pemerintah Kota Singkawang berharap sinergi dengan ICDN dapat terus diperkuat, terutama dalam merancang program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.

Kolaborasi ini diharapkan mampu:

  • Meningkatkan kualitas pendidikan

  • Memperluas pemberdayaan masyarakat

  • Mendorong pengembangan SDM lokal

Perkuat Nilai Kebhinekaan Di Kota Toleran

Selain aspek pembangunan, Tjhai Chui Mie juga mendorong ICDN untuk turut memperkuat nilai kebhinekaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Sebagai kota yang dikenal toleran, Singkawang membutuhkan peran aktif berbagai organisasi untuk menjaga harmonisasi sosial.

“ICDN mampu berperan lebih optimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta menjaga harmonisasi sosial di Kota Singkawang,” ujarnya.

Dengan kolaborasi yang solid, ICDN diharapkan tidak hanya menjadi organisasi intelektual, tetapi juga motor penggerak pembangunan inklusif berbasis kearifan lokal.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa itu ICDN?
ICDN adalah organisasi yang mewadahi para cendekiawan Dayak untuk berkontribusi dalam pembangunan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

2. Apa tujuan audiensi ICDN dengan Wali Kota Singkawang?
Untuk silaturahmi sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru periode 2025–2030 serta menyampaikan komitmen pembangunan.

3. Apa fokus kontribusi ICDN di Singkawang?
Pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kapasitas SDM Dayak.

4. Kenapa ICDN dianggap penting oleh pemerintah?
Karena menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

5. Apa harapan Wali Kota terhadap ICDN?
ICDN diharapkan memperkuat kebhinekaan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjaga harmonisasi sosial.

24 Maret 2026

Detik-detik Kecelakaan Maut di Kubu Raya: Minibus Hilang Kendali Sebelum Tabrak Truk

Foto: Polisi identifikasi TKP kecelakaan lalu lintas di jalan raya Trans Kalimantan KM 63 Teluk Bakung

KUBU RAYA - Kecelakaan lalu lintas maut kembali terjadi di Jalan Raya Trans Kalimantan, tepatnya di KM 63, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (24/3/2026) pagi. Insiden yang melibatkan truk boks dan minibus ini merenggut empat nyawa.

Kasat Lantas IPTU Judi Effendhy yang disampaikan oleh Kasubsi Penmas Aiptu Ade, membenarkan peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB tersebut.

Kronologi Kejadian: Hilang Kendali di Kecepatan Tinggi

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh kepolisian, kecelakaan bermula saat truk boks dengan nomor polisi KB 8652 SL yang dikemudikan oleh pria berinisial AR melaju dari arah Pontianak menuju Tayan.

Setibanya di lokasi kejadian, sebuah mobil minibus dengan nomor polisi KB 7012 F yang dikemudikan oleh YI datang dari arah berlawanan. Mobil minibus yang membawa total tujuh penumpang tersebut secara tiba-tiba kehilangan kendali.

"Mobil minibus tersebut tiba-tiba out of control dan bergerak ke arah kanan jalur. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan hebat dengan truk boks di depannya tidak dapat terhindarkan lagi," ujar Aiptu Ade dalam keterangan resminya.

Data Korban: 4 Meninggal Dunia, 5 Luka-luka

Dampak tabrakan hebat ini menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan kedua kendaraan. Dari total sembilan orang yang terlibat (termasuk kedua sopir), empat di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Berikut adalah rincian kondisi korban:

Meninggal Dunia: Empat penumpang minibus berinisial DA, YA, AR, serta satu orang penumpang yang hingga kini identitasnya masih dalam proses identifikasi.

Luka-luka: Pengemudi minibus (YI), dua penumpang minibus lainnya (HO dan KN), serta pengemudi truk boks (AR).

Seluruh korban luka maupun jenazah korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Anton Soedjarwo Pontianak untuk penanganan medis lebih lanjut dan proses pemulasaran.

Diduga Akibat Kurang Konsentrasi

Pihak kepolisian mengungkapkan dugaan sementara penyebab kecelakaan ini adalah faktor kelalaian manusia (human error).

"Diduga kuat penyebab kecelakaan karena pengemudi minibus kurang berkonsentrasi saat berkendara, sehingga kendaraan keluar dari jalur dan memicu tabrakan," tambah Ade.

Saat ini, kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti. Pihak Satlantas Polres Kubu Raya pun mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya di jalur lintas provinsi, untuk selalu menjaga kondisi fisik dan konsentrasi penuh demi keselamatan bersama. (Tim)

23 Maret 2026

Tradisi Makan Saprahan Warnai Open House Lebaran 2026 Gubernur Kalbar

Gubernur Kalbar Ria Norsan melestarikan tradisi Makan Saprahan saat open house Lebaran 2026 sebagai simbol kebersamaan dan kearifan lokal.
Gubernur Kalbar Ria Norsan melestarikan tradisi Makan Saprahan saat open house Lebaran 2026 sebagai simbol kebersamaan dan kearifan lokal.

Pontianak, Kalbar — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui tradisi Makan Saprahan dalam rangkaian open house Lebaran 2026 di Pendopo Gubernur Kalbar.

Dalam suasana hangat khas Idul Fitri, kegiatan ini menjadi magnet kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Tradisi Makan Saprahan sendiri merupakan budaya khas Melayu yang sarat nilai kebersamaan, kesetaraan, serta adab dalam kehidupan sosial.

“Makan Saprahan ini merupakan tradisi khas Melayu yang menjadi agenda utama dalam silaturahim Lebaran bersama masyarakat, sekaligus simbol pelestarian kearifan lokal di tengah arus modernisasi,” ujar Ria Norsan di Pontianak, Senin.

Duduk Bersama Tanpa Sekat

Dalam pelaksanaannya, Ria Norsan bersama keluarga terlihat membaur tanpa jarak dengan para tamu undangan. Mulai dari pejabat pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat umum, semuanya duduk bersila di atas kain seprah.

Tradisi ini dilakukan dalam kelompok kecil, di mana satu hidangan dinikmati oleh enam orang secara bersama-sama. Nilai kesetaraan sangat terasa karena tidak ada perbedaan status sosial selama acara berlangsung.

“Makan Saprahan ini adalah cerminan jati diri masyarakat Kalimantan Barat, di mana tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyat,” tambahnya.

Simbol Ketahanan Budaya Daerah

Lebih dari sekadar makan bersama, Makan Saprahan juga menjadi simbol kuat dalam menjaga ketahanan budaya di tengah modernisasi yang terus berkembang.

Menurut Ria Norsan, nilai-nilai seperti gotong royong, kebersamaan, serta adab yang diajarkan dalam tradisi ini sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika semangat ini kita bawa dalam kehidupan sehari-hari, saya yakin Kalimantan Barat akan semakin maju dan harmonis,” tegasnya.

Sajian Khas Melayu Kalbar

Berbagai hidangan khas turut meramaikan tradisi ini. Beberapa menu yang disajikan antara lain:

  • Pacri nanas khas Kalbar

  • Ketupat patlau

  • Rendang daging

  • Opor ayam

  • Sayur dalca

Semua hidangan tersebut dinikmati bersama dalam satu wadah, menambah nuansa kekeluargaan yang kental.

Open House Terbuka Untuk Semua

Selain tradisi Saprahan, Gubernur juga menggelar open house Idul Fitri selama dua hari yang terbuka untuk umum tanpa undangan khusus. Hal ini menjadi bentuk nyata kedekatan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

Momentum Lebaran dimanfaatkan warga untuk bersilaturahim, berjabat tangan, hingga berfoto bersama gubernur dan keluarga dalam suasana yang penuh kehangatan.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa itu tradisi Makan Saprahan?
Makan Saprahan adalah tradisi makan bersama khas Melayu Kalimantan Barat dengan duduk bersila dan berbagi hidangan dalam satu kelompok.

2. Apa makna dari Makan Saprahan?
Tradisi ini melambangkan kebersamaan, kesetaraan, gotong royong, serta nilai adab dalam kehidupan sosial.

3. Di mana tradisi ini dilaksanakan?
Biasanya digelar di acara resmi atau budaya, seperti open house Lebaran di Pendopo Gubernur Kalbar.

4. Siapa saja yang ikut dalam kegiatan ini?
Semua kalangan, mulai dari pejabat, tokoh masyarakat, hingga warga umum tanpa perbedaan status.

5. Apa tujuan pelestarian tradisi ini?
Untuk menjaga kearifan lokal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah modernisasi.

22 Maret 2026

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak Gelar Pasar Murah dan Salurkan LPG 3 Kg di Ngabang

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.
Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.

Landak, Kalbar -- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Landak bergerak cepat untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Lewat program pasar murah dan penyaluran LPG subsidi 3 kilogram, langkah ini jadi solusi konkret di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut digelar di halaman Masjid Agung Babul Ulum, Ngabang, pada Selasa (17/3/2026). Ratusan warga tampak antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.
Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengatakan bahwa menjelang Lebaran, tren kenaikan kebutuhan masyarakat memang tak bisa dihindari. Hal ini berpotensi memicu lonjakan harga di pasaran.

“Secara hukum ekonomi, ketika permintaan tinggi, harga biasanya ikut naik. Karena itu, pemerintah hadir lewat pasar murah untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Landak menyediakan sekitar 700 paket sembako. Selain itu, berbagai komoditas lain juga dijual dengan harga terjangkau, mulai dari telur ayam, bawang merah, bawang putih, mentega, tepung terigu, hingga susu kental manis.

Tak hanya sembako, pemerintah juga menyalurkan LPG 3 kilogram bersubsidi. Program ini dijalankan bekerja sama dengan Pertamina guna memastikan ketersediaan gas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Ngabang dan sekitarnya.

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.
Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran akibat efisiensi fiskal dan pengurangan transfer pusat, Karolin menegaskan bahwa pengendalian harga tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Dengan kondisi yang ada, kami tetap berupaya maksimal menjaga stabilitas harga. Kami juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan,” tambahnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang warga yang ingin mendapatkan LPG subsidi. Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, masyarakat diwajibkan menunjukkan KTP saat pembelian.

Sementara itu, paket sembako dijual bebas selama stok masih tersedia. Namun, untuk beberapa komoditas seperti telur ayam, pembelian dibatasi maksimal satu pak berisi 10 butir per orang.

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.
Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag), Kepala Dinas Pertanian, serta jajaran OPD di lingkungan Pemkab Landak.

Momentum Idul Fitri, menurut Karolin, bukan hanya soal konsumsi, tetapi juga tentang memperkuat nilai kebersamaan dan ibadah. Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan masyarakat bisa menjalani Lebaran dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

Hukum

Pemprov Kalbar

Pemda