![]() |
| Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). |
Kubu Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menghadiri peringatan Hari Lahir ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sekaligus pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Alumni PMII Kalimantan Barat periode 2025–2030 yang berlangsung di Gardenia Resort and Spa, Minggu (3/5/2026).
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua PB IKA PMII Nomor 05/A-1/PB IKA PMII/IV/2026, Suib kembali dilantik sebagai Ketua Harian PW IKA PMII Kalbar untuk periode kedua.
Dalam sambutannya, Krisantus Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kontribusi PMII dalam pembangunan daerah serta menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Kalbar terhadap penguatan organisasi alumni PMII di Bumi Khatulistiwa.
Namun demikian, ia juga menitipkan pesan agar PMII dan para alumninya mampu menghadirkan pemikiran yang konstruktif dan solutif bagi kemajuan daerah.
“Saya berharap PMII tidak hanya menyampaikan aspirasi di jalan, tetapi juga menghadirkan ide-ide cerdas dan pemikiran solutif bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Krisantus turut menyoroti pentingnya perjuangan regulasi di sektor sumber daya alam. Ia mendorong optimalisasi Pelabuhan Kijing agar komoditas unggulan Kalbar seperti kelapa sawit dan hasil alam lainnya mampu memberikan Dana Bagi Hasil (DBH) yang lebih besar bagi daerah.
Di akhir sambutannya, Wagub memotivasi para alumni PMII untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan tidak berhenti belajar demi menghadapi peluang besar pembangunan Kalbar.
“Peluang kemajuan Kalbar sangat besar. Saya ingin PMII tidak hanya menjadi pemain figuran, tetapi harus menjadi pemain utama dalam pembangunan daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB IKA PMII Slamet Ariadi menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah sekaligus sarana pengabdian dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“IKA PMII adalah wadah persatuan alumni. Kita tidak lagi sekadar berbicara teori atau dinamika mahasiswa, tetapi harus fokus pada strategi distribusi kader di berbagai sektor, mulai dari politik, pembangunan, ekonomi, sosial, budaya hingga pendidikan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh alumni memanfaatkan momentum Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional untuk mengawal kesejahteraan buruh serta tenaga pendidik di Kalimantan Barat.
Menurutnya, keadilan dan kemakmuran harus menjadi kenyataan, bukan sekadar slogan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Pertimbangan PB IKA PMII Ahmad Manggawan, Sekretaris Jenderal PB IKA PMII Sularto Edi, Ketua Majelis Pertimbangan PW IKA PMII Kalbar Ibrahim, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar Hadijah Fitriah, serta sejumlah perwakilan organisasi dan lembaga di Kalimantan Barat.
Kehadiran tokoh lintas sektor tersebut semakin menegaskan peran strategis IKA PMII dalam mendukung pembangunan dan penguatan sumber daya manusia di Kalimantan Barat. (*)
%20ke-66%20Pergerakan%20Mahasiswa%20Islam%20Indonesia%20(PMII)..jpeg)