Pontianak - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengintensifkan tenaga medis yang ada di provinsi itu untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mencegah penyebaran kasus Superflu.
"Untuk Kalbar, hingga awal Januari 2026 belum terjadi peningkatan signifikan kasus Superflu di seluruh kabupaten dan kota di wilayah tersebut. Namun kita sudah menginstruksikan tenaga medis untuk mewaspadai penyebarannya di tengah masyarakat, " kata Kepala Dinkes Kalbar Erna Julianti di Pontianak, Minggu.
Berdasarkan data yang terlapor melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kementerian Kesehatan yang terus dipantau oleh Dinkes Kalbar, kata dia, sampai saat ini belum terjadi peningkatan kasus influenza di provinsi itu.
Erna mengatakan laporan dari seluruh daerah menunjukkan situasi masih dalam kondisi terkendali. Meski demikian pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kunjungan masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Berdasarkan data SKDR, hingga saat ini tidak terdapat peningkatan signifikan kasus influenza di kabupaten dan kota. Namun kami tetap meminta Dinas Kesehatan di daerah meningkatkan pengawasan, khususnya terhadap kunjungan masyarakat ke puskesmas, klinik, dan rumah sakit," tuturnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan guna menekan risiko penularan penyakit saluran pernapasan, antara lain menggunakan masker saat mengalami batuk atau pilek, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala, serta membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Hingga kini belum ada laporan kasus influenza yang mengarah pada kategori superflu di Kalimantan Barat," katanya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, lanjut Erna, terus memantau perkembangan situasi kesehatan masyarakat dan memastikan kesiapsiagaan layanan kesehatan tetap optimal di seluruh daerah.
"Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada tanpa panik, serta bersama-sama menjaga kesehatan agar kondisi tetap terkendali," kata Kepala Dinkes Kalbar Erna Julianti.
Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA
*BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS