Berita Indokalbar.com hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

04 Mei 2026

Satlantas Polres Sekadau Gunakan ETLE Handheld, Tilang Elektronik Jadi Lebih Transparan


Apel Jam Pimpinan, Kabagops Polres Sekadau Apresiasi Personel Tanpa Pelanggaran


Polres Sekadau Ungkap Penggelapan Dana COD Rp94 Juta, Kurir J&T Express Diamankan

MTQ ke-34 Pontianak Tenggara Resmi Dibuka, Perkuat Kedekatan Umat dengan Al-Qur’an di Era Digital

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menabuh rebana menandai dimulainya MTQ ke-34 Tingkat Kecamatan Pontianak Tenggara.

Pontianak – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Tenggara resmi digelar sebagai upaya memperkuat kedekatan umat dengan Al-Qur’an di tengah tantangan era digital. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, di Aula Kantor Camat Pontianak Tenggara, Senin (4/5/2026).

Dalam sambutannya, Amirullah menegaskan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia menyebut kitab suci tersebut sebagai sumber petunjuk yang membawa keselamatan dan keberkahan bagi umat manusia.

“Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan, insyaallah kehidupan kita akan selamat dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda, di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Penggunaan gawai dan media sosial yang berlebihan dinilai berdampak pada berkurangnya interaksi sosial serta menurunnya kedekatan dengan Al-Qur’an.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, baik oleh orang tua maupun masyarakat luas. MTQ menjadi salah satu sarana strategis untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap Al-Qur’an, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Amirullah menekankan peran penting keluarga dalam membimbing anak sejak dini agar akrab dengan Al-Qur’an. Ia meyakini, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mampu membentuk akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Pontianak untuk terus memperkuat pembinaan kehidupan beragama. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari aspek fisik, tetapi juga kualitas moral dan spiritual masyarakat.

Berdasarkan laporan panitia, MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Tenggara diikuti oleh 66 peserta yang berlaga dalam 11 cabang lomba, masing-masing diikuti peserta putra dan putri. Jumlah peserta yang masih terbatas dinilai wajar mengingat kecamatan tersebut merupakan wilayah yang relatif baru berkembang.

Melalui penyelenggaraan MTQ ini, diharapkan semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi benteng moral dalam menghadapi dinamika kehidupan modern. (*) 

Anggaran Tertekan, Wako Edi Kamtono Dorong Inovasi dan Digitalisasi Pelayanan Publik

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri dalam rangka Hari Otonomi Daerah 2026.

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Pendidikan Nasional, Senin (4/5/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya kemandirian daerah sekaligus mendorong inovasi di tengah keterbatasan anggaran.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa tema “Otonomi Daerah, Kita Wujudkan Asta Cita” menekankan peran strategis daerah dalam mengelola potensi lokal secara bertanggung jawab guna mendukung cita-cita nasional.

“Berbagai tugas dan program sudah berjalan, tinggal kita evaluasi apa yang telah dilakukan agar lebih optimal,” ujarnya usai upacara.

Menurutnya, kesamaan visi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional. Ia menyoroti delapan kluster prioritas nasional, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hingga hilirisasi industri, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, serta penurunan kemiskinan.

Edi juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi berbasis hasil melalui digitalisasi dan inovasi pelayanan publik. Saat ini, ratusan Mal Pelayanan Publik telah beroperasi di berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Namun demikian, ia mengakui Pemerintah Kota Pontianak menghadapi tantangan serius, terutama berkurangnya dana transfer sebesar Rp233 miliar pada tahun 2026. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah melakukan penyesuaian prioritas program agar tetap sejalan dengan rencana pembangunan daerah.

“Program prioritas tetap kita fokuskan pada pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Pontianak terus mendukung berbagai program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, dan Indonesia Asri, serta memperkuat gerakan Pontianak Asri di tingkat lokal.

Edi juga menyoroti keterbatasan sumber daya aparatur. Saat ini rasio ASN di Pontianak baru mencapai 0,94 persen, masih di bawah rata-rata nasional. Kekurangan lebih dari dua ribu ASN menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Kita harus mampu berinovasi dan memaksimalkan digitalisasi di tengah keterbatasan SDM dan anggaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap persoalan masyarakat menjadi kunci utama dalam pelayanan publik, mulai dari penanganan sampah, genangan air, hingga infrastruktur dan kebutuhan dasar warga.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Pontianak juga melepas ASN yang memasuki masa purna tugas sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka. Selain itu, Edi turut mendoakan jemaah haji asal Pontianak, termasuk puluhan ASN, agar diberikan kelancaran dan menjadi haji yang mabrur.

“Saya mengajak seluruh jajaran untuk terus membangun Pontianak dengan semangat, inovasi, dan kepedulian tinggi,” pungkasnya. (*) 

Hardiknas 2026 di Pontianak, Edi Tekankan Pendidikan Berkualitas dan Penguatan Karakter Generasi Muda

ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak mengikuti upacara peringatan Hardiknas 2026.

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 dengan menggelar upacara di lingkungan pemerintah kota, Senin (4/5/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia sekaligus menentukan arah masa depan bangsa. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada proses belajar di kelas, tetapi juga membentuk karakter, pola pikir, serta kemampuan generasi muda agar siap menghadapi tantangan zaman.

“Pendidikan bukan sekadar proses belajar di sekolah, tetapi bagaimana membentuk karakter dan kemampuan generasi muda agar siap menghadapi perubahan,” ujarnya usai upacara di Aula SSA Kantor Wali Kota.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat saat ini terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Metode ini diarahkan untuk menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, mendorong berpikir kritis, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Pemerintah Kota Pontianak, lanjut Edi, mendukung berbagai kebijakan strategis di sektor pendidikan, mulai dari peningkatan kualitas tenaga pendidik hingga pemerataan akses belajar. Hal ini dilakukan agar seluruh anak memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan.

“Kita ingin semua anak mendapatkan akses pendidikan yang setara. Karena itu, peningkatan fasilitas, kualitas guru, dan lingkungan belajar harus terus kita perkuat,” katanya.

Secara nasional, berbagai program telah dijalankan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, seperti pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, hingga penguatan karakter peserta didik. Tercatat pada 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi dan sekitar 288 ribu sekolah menerima papan interaktif digital untuk menunjang proses belajar.

Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan kualitas guru melalui program beasiswa, sertifikasi, serta pemberian insentif, termasuk bagi tenaga honorer.

Melalui peringatan Hardiknas 2026 ini, seluruh elemen masyarakat diajak berperan aktif, mulai dari sekolah, keluarga, hingga lingkungan sekitar, untuk bersama-sama mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Edi menambahkan, penguatan karakter peserta didik juga dilakukan melalui berbagai program pembiasaan positif, seperti budaya lingkungan yang asri, aman, sehat, bersih, dan indah, serta penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

“Semua ini bertujuan menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berdaya saing,” tutupnya. (*)