Berita Indokalbar.com hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

02 Mei 2026

Endang Tri Purwanto Gandeng Pemuda Pancasila Jaga Stabilitas Pontianak

Kapolresta Pontianak Endang Tri Purwanto perkuat sinergi dengan Pemuda Pancasila untuk menjaga keamanan dan mendukung AVC 2026 di Pontianak.
Kapolresta Pontianak Endang Tri Purwanto perkuat sinergi dengan Pemuda Pancasila untuk menjaga keamanan dan mendukung AVC 2026 di Pontianak.

PONTIANAK - Upaya menjaga stabilitas keamanan di Pontianak terus diperkuat melalui pendekatan kolaboratif. Endang Tri Purwanto memimpin audiensi bersama jajaran Pemuda Pancasila tingkat kota sebagai langkah strategis mempererat sinergi antara aparat dan organisasi masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung di sebuah rumah makan di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (29/4/2026), dihadiri unsur kepolisian serta pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Pontianak.

Dalam forum tersebut, Endang Tri Purwanto menegaskan bahwa peran organisasi kemasyarakatan sangat krusial dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Keterlibatan aktif masyarakat dinilai mampu memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.

Selain membahas penguatan sinergi, agenda juga menyoroti dukungan terhadap pelaksanaan Asian Volleyball Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–18 Mei 2026. Dalam konteks tersebut, aparat kepolisian menekankan pentingnya sterilisasi sejumlah titik strategis guna memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan berskala internasional tersebut.

Dari pihak organisasi, M. Firdaus menyampaikan komitmen untuk mendukung langkah pemerintah dan aparat keamanan. Dukungan tersebut mencakup partisipasi dalam kegiatan sosial, pembinaan generasi muda, serta keterlibatan dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Audiensi ini menjadi momentum konsolidasi antara kepolisian dan elemen masyarakat dalam membangun komunikasi yang lebih intensif. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial serta menciptakan suasana aman dan harmonis di Kota Pontianak.

FAQ

1. Apa tujuan audiensi antara Polresta Pontianak dan Pemuda Pancasila?
Untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

2. Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini?
Jajaran Polresta Pontianak dan pengurus MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak.

3. Apa kaitannya dengan AVC 2026?
Audiensi membahas dukungan pengamanan menjelang Asian Volleyball Championship 2026.

4. Mengapa peran ormas dianggap penting?
Karena ormas memiliki jaringan sosial yang luas untuk membantu menjaga stabilitas lingkungan.

5. Apa hasil yang diharapkan dari pertemuan ini?
Terbangunnya komunikasi yang kuat dan kolaborasi berkelanjutan dalam menjaga keamanan kota.

Gegana Brimob Kalbar Ledakkan Granat Tua Di Landak

Polisi memusnahkan granat tangan peninggalan lama di Landak, Kalbar. Disposal berjalan aman dengan pengamanan ketat oleh tim Gegana Brimob.
Polisi memusnahkan granat tangan peninggalan lama di Landak, Kalbar. Disposal berjalan aman dengan pengamanan ketat oleh tim Gegana Brimob.

NGABANG - Tim Gegana Jibom Brimob Polda Kalimantan Barat melakukan pemusnahan granat tangan di area kebun sawit milik warga bernama Eko, yang berada di Dusun Pemantas, Desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Proses disposal berlangsung dengan pengamanan ketat guna menghindari risiko bagi masyarakat sekitar.

Granat tersebut sebelumnya ditemukan warga pada 15 Januari 2026 di Dusun Jatak, Desa Bagak. Penemuan itu langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Kegiatan pemusnahan dipimpin oleh AKP Sri Rubianto bersama dua personel Gegana Jibom Brimob Polda Kalbar. Proses tersebut turut disaksikan Kapolsek Menyuke Iptu I Nyoman Astika beserta jajaran kepolisian setempat.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kapolsek Menyuke Iptu I Nyoman Astika menjelaskan bahwa granat tangan tersebut diduga merupakan peninggalan masa penjajahan yang masih aktif dan berpotensi membahayakan.

Sebelum pelaksanaan disposal, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan perangkat dusun setempat. Langkah pengamanan area juga dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keselamatan warga selama proses berlangsung.

Iptu I Nyoman Astika juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan yang diduga bahan peledak. Peran aktif warga dinilai penting untuk mencegah potensi bahaya yang tidak diinginkan.

Proses pemusnahan granat berjalan lancar tanpa kendala. Situasi di lokasi dilaporkan tetap aman dan kondusif hingga kegiatan selesai.

FAQ

Apa itu disposal granat?
Disposal granat adalah proses pemusnahan bahan peledak oleh tim khusus agar tidak membahayakan masyarakat.

Dari mana asal granat tersebut?
Granat diduga merupakan peninggalan masa penjajahan yang masih aktif hingga ditemukan warga.

Apakah lokasi kejadian aman?
Pengamanan dilakukan secara menyeluruh dan proses disposal berjalan aman tanpa insiden.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan benda mencurigakan?
Masyarakat diminta segera melapor ke kepolisian terdekat dan tidak menyentuh benda tersebut.

Siapa yang menangani pemusnahan granat?
Tim Gegana Jibom Brimob Polda Kalimantan Barat dipimpin AKP Sri Rubianto.

01 Mei 2026

Polres Sekadau Tingkatkan Kesiapsiagaan May Day 2026 Lewat Latihan Dalmas


Apel Siaga May Day 2026, Wakapolres Sekadau Tekankan Kesiapsiagaan


Tiga Hari di Kota Singkawang

Tiga Hari di Kota Singkawang
Tiga Hari di Kota Singkawang. 
Saya akhirnya mendarat di rumah. Tanah suci paling privat di republik ini. Tidak perlu izin, tidak perlu proposal, tidak perlu tanda tangan berlapis seperti proyek negara. Cukup buka pintu, peluk istri, rebahkan badan di bantal dan guling, lalu pandangi si kuning (Nohran), mobil yang lebih setia dari sebagian janji kampanye. Tiga hari di Singkawang selesai sudah. Tapi rasanya seperti habis ikut rapat nasional. Capek, kenyang, tercerahkan… dan sedikit ingin ketawa getir.

Singkawang, kota amoi yang sering dipoles jadi brosur wisata, ternyata lebih dari sekadar latar foto estetik. Di sana, saya bersama Prof Dr Chairil Effendi dan Pak Tan Shah Khumainy menggarap bahan ajar Bahasa Melayu Sambas di Dayang Resort. Kedengarannya sederhana, tapi percayalah, menyelamatkan bahasa itu lebih sulit dari menyelamatkan citra politikus menjelang pemilu. Bahasa tidak bisa disuap, tidak bisa dimanipulasi angka surveinya. Ia hidup kalau dipakai, mati kalau dilupakan. Sesederhana itu, dan sesulit itu.

Subuh tadi, Prof Chairil, orang asli Singkawang, mengajak kami keliling kota. Target utama, Warkop Nikmat. Legendaris, katanya. Tapi seperti banyak proyek besar di negeri ini, awalnya belum siap. Masih tutup. Kami pun mutar dulu, memberi kesempatan pada takdir untuk menyelesaikan “rapat internal”-nya. Saat kembali, akhirnya buka. Kami jadi pelanggan pertama. Ini sebuah prestasi lebih cepat dari realisasi anggaran triwulan pertama.

Saya langsung pesan Koptagul. Ini bukan sekadar kopi, ini prinsip hidup. Di mana pun saya berada, Koptagul adalah koalisi permanen. Lalu datang bubur nasi khas Singkawang. Lembut, hangat, jujur. Tidak seperti sebagian pidato yang keras di podium tapi lumer ketika diuji realitas. Di meja itu, saya sadar. Kadang kebahagiaan tidak perlu APBN, cukup sendok, mangkuk, dan kopi yang tidak PHP.

Perjalanan pulang berubah jadi seminar berjalan. Tanpa spanduk, tanpa honor panitia, tapi isinya kelas dunia. Prof Chairil bercerita tentang sastra Melayu seperti orang yang sedang membuka peta harta karun. Lalu muncullah karya beliau, “Bedande”. Sekitar 500 halaman, ditulis dalam Bahasa Sambas. Ini bukan buku biasa, ini semacam “UU Bahasa” versi senyap, tidak diperdebatkan di parlemen, tapi dampaknya nyata. Di tengah dominasi naskah lama beraksara Arab Melayu dengan logat Lingga Riau, buku ini seperti oposisi yang cerdas, tidak ribut, tapi substansinya mengguncang.

Saya yang darah penulisnya kadang naik, langsung menawarkan kolaborasi novel. Menovelkan cerita rakyat dengan sentuhan modern. Sayang kisah dengan alur cerita unik yang dituturkan beliau hilang begitu saja. Wajib dinovelkan. Ia sangat setuju. Tinggal menunggu waktu yang pas untuk mewujudkannya. Doakan ya, wak!

Mobil terus meluncur. Ia tetap santai nyetir. Di Peniti Luar, kami berhenti di pondok pengkang. Nasi pulut isi ebi, dibakar, lalu dicocol sambal kerang kepah. Rasanya? Seperti kebijakan yang tepat sasaran. Jarang terjadi, tapi sekali kena, langsung menggetarkan. Ini bukan sekadar makanan. Ini arsip budaya yang tidak pernah masuk berita utama, tapi justru itulah yang menjaga identitas kita tetap utuh.

Setelah kenyang, kami tancap gas. Target berikutnya, salat Jumat di Pontianak. Kami berhasil. Salat di masjid samping Kantor MABM Kalbar, lalu diantar pulang oleh Prof Chairil. Sederhana, tanpa protokoler, tanpa sirine pengawal. Tapi justru di situlah letak kemewahannya.

Tiga hari di Singkawang mengajarkan satu hal, peradaban tidak dibangun oleh pidato panjang dan baliho besar, tapi oleh kerja-kerja sunyi, menulis buku, menjaga bahasa, menyeduh kopi, dan berbagi cerita di jalan pulang. Sementara di luar sana, orang sibuk berebut kursi, di sini ada yang sibuk menjaga makna.

Ketika semua selesai, kita pulang. Ke rumah. Tempat di mana tidak ada debat kusir, tidak ada janji kosong. Hanya ada kehangatan yang tidak perlu divalidasi siapa pun.

Kadang hidup memang lucu. Yang benar-benar penting justru tidak pernah masuk trending. Tapi justru itulah yang membuatnya abadi.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Penutupan Jalan Kebun PT Hunggarindo Persada Sudah Lalui Proses Mediasi

Penutupan Jalan Kebun PT Hunggarindo Persada Sudah Lalui Proses Mediasi
Penutupan Jalan Kebun PT Hunggarindo Persada Sudah Lalui Proses Mediasi. 
Ketapang, (Indo Kalbar) –Perusahaan kelapa sawit PT Hungarindo Persada mengklarifikasi bahwa pemutusan jalan dan pembuatan parit batas di areal kebun dilakukan berdasarkan hasil sosialisasi dan kesepakatan bersama sejumlah pihak terkait.

Melalui Corporate Affair Manager Region Sungai Melayu, Romulus, menyampaikan, bahwa pemutusan jalan yang berada di blok C3/4 tersebut telah melalui proses pemberitahuan dan koordinasi sejak awal April 2026.

Menurut Romulus, jalan yang diputus tersebut merupakan akses yang dibangun oleh perusahaan namun kemudian dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk aktivitas menuju kawasan hutan produksi (HP), termasuk kegiatan penambangan tanpa izin (PETI).

"Jalan ini sebelumnya digunakan untuk mobilisasi alat, tenaga kerja, BBM, hingga hasil kerja oleh kelompok tertentu di areal HP. Karena itu, perusahaan melakukan penataan dengan membuat batas berupa parit," katanya, Jumat (01/05/2026) dalam keterangan tertulis. 

Ia menambahkan, kegiatan pemutusan jalan yang dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026 itu berlangsung aman dan disaksikan oleh berbagai unsur, termasuk perwakilan masyarakat, pengurus koperasi, tim perusahaan, serta humas.

Ia juga menegaskan bahwa dari hasil sosialisasi awal, seluruh tokoh masyarakat yang dilibatkan menyatakan persetujuan atas rencana pemutusan jalan tersebut, dan tidak ada keluhan hingga hari pelaksanaan.

"Dari hasil sosialisasi, semua tokoh menyatakan setuju dilakukan pemutusan jalan, " kata Romulus 

Imbas penutupan, muncul keberatan dari pihak organisasi Persatuan Tambang Independen Rakyat (PETIR) Kabupaten Ketapang. Menanggapi hal tersebut, perusahaan bersama pihak terkait menggelar mediasi pada Senin, 20 April 2026.
Penutupan Jalan Kebun PT Hunggarindo Persada Sudah Lalui Proses Mediasi
Penutupan Jalan Kebun PT Hunggarindo Persada Sudah Lalui Proses Mediasi. 
Mediasi tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala desa, tokoh adat, aparat keamanan, pengurus koperasi, serta perwakilan PETIR. Dalam pertemuan itu, mayoritas peserta menyetujui langkah perusahaan, kecuali Kepala Desa Kepuluk yang menyatakan tidak setuju.

"Dalam mediasi disepakati bahwa akan dibuat jalan alternatif sebagai pengganti akses yang diputus. Bahkan direncanakan survei lokasi dilakukan pada 21 April dan pengerjaan dilakukan bersama antara pihak perusahaan dan PETIR,”kata Romulus.

Namun, ia menyebutkan bahwa pihak PETIR tidak hadir dalam agenda survei yang telah disepakati, dan sejak saat itu komunikasi belum kembali terjalin.

"Kami tetap terbuka untuk komunikasi dan mencari solusi terbaik, terutama agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa melanggar ketentuan yang ada,”tandasnya. (zn)

Kadisdikbud Kubu Raya: Tak aAda Lagi Kubu-kubuan Di Sekolah, Kolaborasi Jadi Kunci

Foto: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, S.Pd., M.Pd

KUBU RAYA - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarpendidik. Hal itu disampaikan saat Halal Bihalal Keluarga Besar PGRI dan Pengurus LPTQ Kecamatan Sungai Kakap di Al-Fityan School Kubu Raya, Desa Pal IX, Rabu (29/4/2026).

Dalam arahannya, Firdaus menyebut tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, mulai dari keterbatasan jumlah tenaga pendidik hingga masih kurangnya kolaborasi di lingkungan sekolah. Ia mengajak seluruh guru memperkuat kerja sama dalam menjalankan tugas.

“Persoalan yang kita hadapi akan lebih mudah diselesaikan jika dilakukan bersama-sama. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama bagi para pendidik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih adanya pola lama di lingkungan sekolah yang menciptakan sekat-sekat antar kelompok. Menurutnya, praktik itu sudah tidak relevan dan harus ditinggalkan.

“Tidak zamannya lagi ada kubu-kubu di sekolah. Kita harus bersatu, apalagi tantangan pendidikan semakin besar dan membutuhkan kekuatan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Firdaus menjelaskan momentum halal bihalal memiliki makna penting dalam mempererat persatuan. Tradisi tersebut sejak awal digunakan sebagai sarana menyatukan berbagai perbedaan.

“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki nilai sejarah sebagai alat pemersatu. Semangat inilah yang harus kita bawa untuk memperkuat kolaborasi di dunia pendidikan,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan ini membawa semangat baru bagi para pendidik untuk meningkatkan kerja sama, berbagi informasi, serta memperkuat komunikasi antar sesama guru.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah keagamaan sebagai penguatan nilai kebersamaan. Dengan momentum ini, kualitas pendidikan di Kabupaten Kubu Raya diharapkan terus meningkat melalui kolaborasi solid antar seluruh elemen pendidikan. (Jm)

PRP Didorong Jadi Ikon Tahunan Hari Jadi Pontianak, DPRD Ingin Event Lebih Besar dan Berdampak Ekonomi

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendorong agar event PRP di tahun depan dapat disandingkan dengan event Hari Jadi Kota Pontianak.

Pontianak – Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, mendorong agar Pekan Raya Pontianak (PRP) ke depan dapat dijadikan agenda tetap yang disandingkan dengan peringatan Hari Jadi Kota Pontianak. Menurutnya, event tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian, khususnya bagi pelaku UMKM.

Satarudin mengingat kembali kejayaan PRP yang rutin digelar pada era 1990-an di kawasan yang kini dikenal sebagai Pontianak Convention Center. Ia menilai kebangkitan kembali PRP dalam dua tahun terakhir menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat tersebut.

“Tahun ini PRP kembali digelar, sebelumnya di PCC dan sekarang di Rumah Radakng. Kita berharap ke depan bisa lebih besar lagi dan menjadi agenda tetap,” ujarnya.

Selama pelaksanaan PRP yang berlangsung sekitar dua pekan, masyarakat disuguhkan berbagai hiburan keluarga, kuliner, hingga produk UMKM. Kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus mendongkrak pendapatan pelaku usaha.

Ia menilai, ke depan PRP harus dikemas lebih menarik dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk organisasi perangkat daerah, BUMN, dan BUMD. Tidak hanya sebagai ajang hiburan dan belanja, tetapi juga menghadirkan layanan publik seperti pembuatan KTP dan perizinan usaha.

“Kalau sektor swasta saja antusias ikut, seharusnya pemerintah juga hadir memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Satarudin juga mendorong agar Pemerintah Kota Pontianak mulai mengalokasikan dukungan anggaran serta berkolaborasi dengan pihak ketiga untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan PRP. Bahkan, ia menargetkan event ini dapat berkembang setara dengan Pekan Raya Jakarta.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Pontianak, Rizal, menilai kemasan PRP saat ini sudah cukup baik, namun masih perlu penguatan dari sisi promosi agar jangkauannya lebih luas.

Ia mengusulkan agar promosi dilakukan secara masif, mulai dari pintu masuk kota seperti bandara hingga media luar ruang, sehingga masyarakat dari dalam maupun luar daerah mengetahui dan tertarik untuk berkunjung.

“Kalau event ini ramai, tentu dampaknya langsung terasa pada pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana PRP, Solihin, menyebut penyelenggaraan tahun ini merupakan upaya mengembalikan kejayaan PRP seperti di masa lalu sekaligus merangkul UMKM agar lebih berkembang.

Ia berharap ke depan Pemerintah Kota Pontianak dapat terlibat lebih aktif, baik melalui dukungan fasilitas maupun pelayanan publik di lokasi kegiatan, sehingga PRP bisa dikemas lebih maksimal dan semakin meriah.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih besar dengan kolaborasi semua pihak,” pungkasnya. (*)

Istigasah Akbar, Edi Ingatkan Jemaah Haji Jaga Kesehatan dan Nama Baik Pontianak

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan pesan kepada jemaah calon haji Kota Pontianak pada Istigasah Akbar di Masjid Raya Mujahidin.

Pontianak – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan pesan penting kepada para jemaah calon haji agar menjaga kesehatan serta nama baik daerah saat menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Istigasah Akbar Jemaah Calon Haji Kota Pontianak 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Masjid Raya Mujahidin, Jumat (1/5/2026) dini hari.

Edi menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum keberangkatan. Ia mengingatkan jemaah untuk menjaga pola makan, istirahat cukup, serta mengikuti arahan petugas kesehatan agar mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan optimal.

“Ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Jaga kesehatan sejak sekarang agar pelaksanaan ibadah bisa berjalan dengan baik dan khusyuk,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengimbau para jemaah untuk menjaga kekompakan dan saling membantu selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai situasi selama pelaksanaan ibadah haji.

Tak kalah penting, Edi mengingatkan agar seluruh jemaah mampu menjaga sikap dan perilaku sebagai representasi daerah dan bangsa. Ia berharap para jemaah dapat menunjukkan karakter santun, disiplin, serta taat terhadap aturan yang berlaku.

“Bapak dan Ibu adalah duta Kota Pontianak. Tunjukkan sikap terbaik dan jaga nama baik Indonesia,” pesannya.

Istigasah akbar ini diikuti ratusan jemaah calon haji bersama keluarga. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum spiritual untuk memohon kelancaran, keselamatan, serta kemabruran dalam menjalankan ibadah.

Pemerintah Kota Pontianak berharap seluruh jemaah dapat berangkat dan kembali ke tanah air dengan selamat serta meraih predikat haji yang mabrur. (*)

MTQ Pontianak Timur Jadi Wadah Cetak Generasi Cerdas dan Berakhlak, Bahasan Tekankan Nilai Karakter dan Adaptasi Zaman

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka MTQ ke-34 Tingkat Kecamatan Pontianak Timur.

Pontianak – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Timur yang digelar di Aula BPMP, Kamis (30/4/2026) malam. Ia menegaskan pentingnya membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, MTQ menjadi salah satu sarana strategis dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun kepribadian generasi muda yang berakhlak mulia. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, generasi muda dituntut memiliki ilmu pengetahuan, kreativitas, serta nilai budaya yang kuat sebagai bekal menghadapi perubahan.

“Generasi kita harus cerdas berbasis ilmu pengetahuan, berkarakter kuat, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia yang sangat cepat,” ujarnya.

Bahasan menekankan bahwa pembentukan karakter menjadi fondasi utama agar generasi muda memiliki ketangguhan, kesabaran, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, selaras dengan ajaran Islam yang menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Ia juga mengingatkan para peserta agar menjadikan MTQ sebagai ajang pembelajaran dan pengembangan diri, bukan sekadar mengejar kemenangan.

“Kemenangan itu bonus. Yang terpenting adalah proses, pengalaman, dan nilai-nilai yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Kepada dewan juri, Bahasan berpesan agar menjaga integritas dengan memberikan penilaian yang objektif dan profesional demi menjaga kepercayaan peserta dan masyarakat.

Selain itu, ia turut menyoroti pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, kerukunan antarumat beragama di Pontianak telah berjalan baik dan harus terus dipertahankan.

“Di Pontianak, kita bisa melihat masjid dan gereja berdiri berdampingan tanpa konflik. Ini bukti nyata bahwa toleransi berjalan dengan baik,” ungkapnya.

MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Timur diikuti sekitar 300 peserta dari tujuh kelurahan, terdiri dari 153 peserta putri dan 147 peserta putra. Beragam cabang lomba dipertandingkan, mulai dari tilawah berbagai kategori, murattal, hifzil Qur’an, syarhil Qur’an, fahmil Qur’an, kaligrafi Al-Qur’an, hingga karya tulis ilmiah hadis.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat, religius, serta mampu menjadi pilar dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berdaya saing. (*)