Berita Indokalbar.com hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

24 April 2026

Wali Kota Sulap Pasar Lama Jadi Ruang Kreatif, Anak Muda Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Baru

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau kondisi Pasar Kapuas Indah dan Cempaka.

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak bersiap menghidupkan kembali pasar-pasar yang selama ini kurang optimal dengan konsep baru yang lebih segar dan kekinian. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berencana menjadikan pasar sebagai ruang ekonomi kreatif, termasuk wadah aktivitas anak muda.

Pasar seperti Pasar Cempaka dan Pasar Kapuas Indah menjadi fokus awal revitalisasi. Keduanya dinilai memiliki potensi besar karena berada di kawasan strategis, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Pasar-pasar yang tadinya tidak aktif perlu direvitalisasi. Harapan kita ke depan pasar ini bisa hidup dengan konsep baru,” ujar Edi saat meninjau lokasi, Jumat (24/4/2026).

Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah pasar di kota besar yang mampu menyulap lantai atas menjadi ruang kreatif. Salah satunya Pasar Santa yang kini dikenal sebagai pusat kuliner dan kreativitas anak muda.

Menurutnya, tantangan utama pasar tradisional adalah minimnya aktivitas di lantai dua. Karena itu, Pemkot akan menata ulang fungsi ruang agar lebih produktif dan menarik, mulai dari kafe, ruang komunitas, hingga area usaha kreatif.

Selain penataan konsep, pemerintah juga akan melakukan pendataan ulang kios dan penertiban pemanfaatannya agar pengelolaan pasar lebih tertib dan optimal.

Tak hanya itu, sejumlah pasar lain seperti Pasar Flamboyan dan Pasar Puring juga masuk dalam rencana pembenahan tahun ini guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih, aman, dan nyaman.

Edi menilai, pasar harus mampu beradaptasi di tengah persaingan dengan platform digital. Dengan konsep kreatif dan suasana yang nyaman, pasar fisik diyakini tetap memiliki daya tarik tersendiri.

“Pasar yang bersih, aman, dan kreatif pasti akan didatangi pengunjung,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak Ibrahim menjelaskan bahwa Pasar Cempaka akan menjadi salah satu proyek prioritas. Perbaikan meliputi pembenahan fisik hingga pengaktifan kembali kios-kios yang selama ini kosong.

Ia menyebut lantai dua pasar akan diarahkan menjadi pusat kuliner dan ruang kreativitas anak muda, sesuai arahan wali kota.

“Kita akan coba perbaiki dan baguskan. Tempat ini bisa untuk kuliner, kreativitas pemuda, coffee shop dan sebagainya,” ujarnya.

Saat ini, terdapat 18 pasar yang dikelola Pemkot Pontianak dan akan ditata secara bertahap. Pemerintah juga akan membuka peluang bagi pelaku usaha dan UMKM untuk mengisi ruang-ruang yang telah direvitalisasi.

Dengan konsep baru ini, pasar diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi kreatif yang melibatkan generasi muda dan komunitas lokal, sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi kota. (*) 

Kubu Raya Cari Solusi Solar Bersubsidi Untuk Nelayan

Foto: Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mencari solusi atas polemik penyaluran solar bersubsidi bagi nelayan yang tak kunjung tuntas. Regulasi yang ketat dinilai menjadi penyebab utama sulitnya nelayan mengakses BBM subsidi tersebut.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menegaskan persoalan ini sudah berlangsung lama dan membutuhkan langkah konkret serta terobosan kebijakan. Pemkab tidak tinggal diam dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Ini persoalan serius yang harus kita atensi bersama. Kita sudah mengundang nelayan, dinas terkait, DPRD, TNI AL, hingga KKP untuk duduk bersama mencari jalan keluar,” ujar Sujiwo, Kamis (23/4/2026).

Sujiwo menjelaskan, secara prinsip solar bersubsidi merupakan hak nelayan. Namun dalam praktiknya, aturan dari pemerintah pusat cukup ketat. Regulasi BPH Migas dan Perpres membatasi penerima subsidi, terutama bagi nelayan yang masih menggunakan alat tangkap pukat trawl.

“Kalau tidak sesuai aturan, tentu kita juga berhadapan dengan hukum. Ini yang menjadi dilema,” katanya.

Sebagai solusi jangka pendek, Pemkab Kubu Raya mendorong nelayan beralih dari pukat trawl ke jaring hela dasar agar memenuhi syarat mendapat rekomendasi BBM subsidi. Hanya saja, perubahan alat tangkap itu memerlukan biaya tambahan yang tidak sedikit.

Selain itu, Pemkab berencana menyampaikan persoalan ini ke pemerintah pusat agar regulasi ditinjau ulang, khususnya bagi nelayan kecil.

“Jangan sampai aturan justru memberatkan nelayan kecil. Kita akan terus perjuangkan ini,” tegas Sujiwo. (Jm)



Alfamart dan WINGS Group Tancap Gas, Ribuan Ibu dan Balita Disasar Lewat Program Sahabat Posyandu

Kegiatan pelayanan keehatan yang berlangsung di halaman gerai Alfamart Sultan Agung, Desa Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Foto HO.

Kubu Raya – Komitmen menghadirkan layanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak terus diperkuat Alfamart di awal tahun 2026. Melalui program Sahabat Posyandu, Alfamart menggandeng WINGS Group untuk menjangkau ribuan ibu dan balita di berbagai daerah.

Berkolaborasi dengan produk SoKlin Softener, program ini telah digelar di 34 kota sejak November 2025 hingga Januari 2026, dengan target lebih dari 6.000 penerima manfaat. Beragam layanan kesehatan dihadirkan, mulai dari edukasi gizi, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang anak hingga pemberian makanan tambahan (PMT).

Salah satu kegiatan berlangsung di halaman gerai Alfamart Sultan Agung, Desa Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (23/04/2026). Sejak pagi, puluhan ibu tampak antusias mengantre untuk memanfaatkan layanan kesehatan bagi anak mereka.

Aisyiah, salah satu warga, mengaku terbantu dengan kehadiran Posyandu di lokasi yang lebih mudah dijangkau. Ia menyebut biasanya layanan Posyandu digelar di balai warga, namun kali ini hadir dengan suasana berbeda di gerai ritel modern.

“Biasanya ke Posyandu di balai warga. Baru kali ini ikut yang di Alfamart, ternyata banyak manfaat dan hadiahnya juga. Bersyukur sekali,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Nenny, peserta lainnya yang mengaku senang mendapatkan tambahan gizi dan bingkisan.

“Dapat PMT dan bingkisan dari Alfamart dan Kodomo. Terima kasih,” katanya.

Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Alfamart dalam mendukung upaya penurunan angka stunting di Indonesia, terutama di wilayah dengan tingkat prevalensi yang masih tinggi.

Corporate Communication General Manager Alfamart, Rani Wijaya, menegaskan bahwa pemanfaatan halaman gerai menjadi lokasi Posyandu bertujuan memudahkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar.

“Alfamart hadir dekat dengan masyarakat. Dengan memanfaatkan halaman gerai, kami berharap para ibu semakin mudah mendapatkan layanan kesehatan untuk anak-anak mereka,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 2023, program Sahabat Posyandu telah menjangkau puluhan ribu penerima manfaat di berbagai wilayah. Tahun ini, program kembali diperluas melalui kolaborasi bersama WINGS Group hingga pertengahan tahun.

Marketing Manager Fabric Conditioner Category WINGS Group Indonesia, Meliana Sri Rahayu Widodo, menyatakan kolaborasi ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung perawatan bayi yang aman dan nyaman.

Menurutnya, SoKlin Softener Fine & Comfort hadir sebagai solusi perawatan pakaian bayi yang lembut dan aman di kulit, sehingga mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Melalui sinergi ini, Alfamart berharap program Sahabat Posyandu terus berkembang dan mampu memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

Wali Kota Sidak Virtual ASN, Pemkot Pastikan WFH Tak Ganggu Pelayanan Publik

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melakukan panggilan video call untuk memantau ASN yang melaksanakan WFH.


Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak memastikan kebijakan Work From Home (WFH) berjalan efektif tanpa mengganggu pelayanan publik. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bahkan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara virtual melalui panggilan video kepada sejumlah ASN.

“Tujuannya untuk memastikan bahwa mereka benar-benar bekerja. Kami bersama BKPSDM melakukan pengecekan secara sampling, dan hasilnya mereka memang sedang bekerja,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Edi menjelaskan, kebijakan WFH diberlakukan bagi pegawai yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat. Meski bekerja dari rumah, aktivitas administrasi dipastikan tetap berjalan normal.

“Kami menilai pelayanan, terutama administrasi, tetap berjalan dengan baik dan tidak ada masalah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan WFH juga berada dalam pengawasan pemerintah pusat, di mana Pemkot wajib menyampaikan laporan berkala melalui pemerintah provinsi. Selain itu, kebijakan ini berpotensi memberikan efisiensi anggaran, khususnya dalam penggunaan listrik, meski masih akan dievaluasi lebih lanjut.

“Nanti akan kita hitung penggunaan listrik dari bulan ke bulan sebagai bahan evaluasi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Amirullah juga melakukan sidak langsung ke sejumlah kantor perangkat daerah untuk memastikan kehadiran ASN yang menjalankan Work From Office (WFO) serta kesiapan layanan publik.

Ia menegaskan bahwa baik ASN yang WFO maupun WFH harus tetap menjalankan tugas secara optimal dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang WFO harus hadir dan melayani. Yang WFH juga harus bisa dihubungi, menyelesaikan pekerjaan, dan melaporkan hasil kerjanya,” tegasnya.

Amirullah juga mengingatkan bahwa layanan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tidak boleh terganggu. Oleh karena itu, setiap perangkat daerah diminta mengatur jadwal kerja secara proporsional.

Ia menegaskan, kebijakan WFH tidak boleh disalahartikan sebagai kelonggaran untuk tidak bekerja. ASN yang tidak disiplin akan dievaluasi oleh pimpinan.

“Kita ingin memastikan sistem ini berjalan tertib. Jangan sampai WFH dimaknai sebagai kesempatan untuk tidak bekerja,” ujarnya.

Melalui pengawasan ketat ini, Pemerintah Kota Pontianak berharap fleksibilitas kerja tetap berjalan seiring dengan produktivitas, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. (*) 

Hari Kartini, PKK Pontianak Turun ke Lapangan Santuni Lansia Lewat Program SEPEDA

Program Setia Peduli Daerah bersama PKK (SEPEDA PKK)  berbagi bantuan untuk lansia.


Pontianak – Momentum Hari Kartini dimaknai berbeda oleh Tim Penggerak PKK Kota Pontianak. Tanpa seremoni, para kader memilih turun langsung ke masyarakat melalui aksi sosial yang menyentuh, mulai dari senam sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan keluarga berencana, hingga pemberian bantuan kepada lansia.

Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Setia Peduli Daerah bersama PKK (SEPEDA PKK) yang bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi warga.

“Dalam peringatan Hari Kartini tahun ini, kami meniadakan kegiatan seremonial. Sebaliknya, kami melaksanakan kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat, termasuk memberikan bantuan sembako kepada lansia,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Sebanyak 60 lansia menerima bantuan pada tahap pertama. Program ini diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, sekaligus mendorong para lansia tetap sehat, mandiri, dan aktif.

“Kami berharap para lansia di Kota Pontianak dapat terus menjadi lansia yang mandiri, tangguh, dan sehat,” tambahnya.

Yanieta juga menegaskan bahwa semangat Hari Kartini harus menjadi pendorong bagi perempuan untuk terus berperan aktif dalam keluarga dan masyarakat.

“Perempuan adalah pilar keluarga dan garda terdepan. Saat ini perempuan harus bergerak, inovatif, kreatif, dan berkontribusi,” tuturnya.

Salah satu penerima bantuan, Bahtiah (64), mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu kebutuhan sehari-hari keluarganya.

“Terima kasih, mudah-mudahan yang memberikan bantuan selalu sehat,” ucapnya.

Melalui aksi sosial ini, TP PKK Pontianak ingin menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menghadirkan kepedulian dan aksi nyata bagi masyarakat. (*)

Ringankan Beban Jemaah, Pemprov Kalbar Beri Bantuan Stimulus Haji Rp1,09 Miliar

Ilustrasi Jemaah Haji. Foto: Sony Herdiana/Shutterstock
Ilustrasi Jemaah Haji. Foto: Sony Herdiana/Shutterstock
Pontianak - Kalimantan Barat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan stimulus biaya lokal haji sebesar Rp1,09 miliar pada musim haji tahun ini. Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya meringankan beban para jemaah, terutama untuk kebutuhan transportasi darat, akomodasi, hingga konsumsi selama proses keberangkatan dan pemulangan.

Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp1.090.850.000. Dana itu difokuskan untuk membantu berbagai kebutuhan jemaah sejak sebelum berangkat ke tanah suci hingga setelah kembali ke daerah asal.

Pada tahun ini, jumlah jemaah haji asal Kalimantan Barat tercatat sebanyak 1.858 orang. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 2.519 orang. Berkurangnya jumlah jemaah berdampak pada meningkatnya beban biaya yang harus ditanggung masing-masing peserta.

Melihat kondisi itu, Pemprov Kalbar mengambil langkah dengan memberikan stimulus pembiayaan lokal sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji.

Rincian bantuan yang diberikan meliputi transportasi darat dari asrama haji menuju bandara di Pontianak maupun Batam sebesar Rp784 juta. Selain itu, biaya akomodasi asrama haji sebesar Rp137,51 juta dan konsumsi jemaah di Asrama Haji Pontianak serta Batam senilai Rp169,34 juta.

Sementara itu, biaya transportasi udara rute Pontianak–Batam pulang pergi masih menjadi tanggungan jemaah. Hal tersebut disebabkan keterbatasan kemampuan APBD di tengah meningkatnya biaya layanan penerbangan akibat kenaikan harga avtur.

Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan akan terus mengoptimalkan dukungan pada komponen biaya yang masih memungkinkan untuk dibiayai melalui APBD, khususnya layanan darat, konsumsi, dan fasilitas asrama haji.

Langkah ini sejalan dengan amanat regulasi, yakni Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, yang memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk membantu pembiayaan transportasi serta layanan lokal jemaah sesuai kemampuan fiskal masing-masing daerah.

Kebijakan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Kalbar dalam memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lebih nyaman, aman, dan terfasilitasi dengan baik bagi seluruh jemaah asal Kalimantan Barat.

Orkes Bangkit di Naik Dango, Ribuan Warga Pontianak Joget Ria Bersama OB

 

Penampilan Orkes Bahagia di malam itu mampu membuat penonton yang hadir bergembira dan berjoget bersama.

Pontianak – Lautan penonton memadati halaman Rumah Radakng saat panggung hiburan Naik Dango digelar, Kamis (23/4/2026) malam. Ribuan warga larut dalam suasana meriah saat Grup Musik Orkes Bahagia (OB) tampil membawakan lagu-lagu bernuansa orkes yang menghidupkan kembali musik legendaris Indonesia.

Di tengah dominasi musik modern, penampilan OB seakan menjadi angin segar. Dengan gaya khas musik orkes yang merakyat, mereka sukses mengajak penonton bernyanyi dan berjoget bersama sejak awal penampilan.

Saat lagu “Judul-judulan” dimainkan, suasana semakin pecah. Penonton tanpa komando langsung ikut bergoyang, menyanyikan lirik yang ringan dan akrab di telinga. OB juga membawakan lagu bernuansa lokal seperti “Patamuan Dara Basule” dan “Sagalas” yang diaransemen dengan sentuhan orkes, membuat penonton semakin terhibur.

Genre orkes sendiri pernah berjaya di era 80 hingga 90-an, dipopulerkan oleh grup seperti Pancaran Sinar Petromak dan Pengantar Minum Racun bersama Johnny Iskandar. Kini, kehadiran OB menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali warna musik tersebut di tengah generasi muda.

Salah satu personel OB, Hery Lolo mengaku terkejut sekaligus senang melihat antusiasme penonton yang begitu besar.

“Ini menjadi bukti jika musik orkes dapat dengan mudah diterima oleh semua kalangan,” ujarnya usai tampil.

Ia menegaskan, OB hadir bukan semata mengejar popularitas, melainkan ingin menyebarkan kebahagiaan melalui musik. Bagi mereka, panggung bukan soal besar atau kecil, tetapi tentang bagaimana musik bisa dinikmati semua orang.

“Tujuannya satu, membuat orang bahagia dengan musik kami. Soal rezeki itu belakangan,” tambahnya.

Ke depan, OB berencana merilis sejumlah lagu baru dengan lirik ringan yang terinspirasi dari kehidupan sosial masyarakat. Harapannya, musik orkes bisa kembali dekat dengan pendengar dan tidak hilang ditelan zaman.

Penampilan OB di Naik Dango malam itu menjadi bukti bahwa musik orkes masih memiliki tempat di hati masyarakat—menghibur, membumi, dan mampu menyatukan berbagai kalangan dalam satu irama kegembiraan.(*)

Jelang Hari Buruh, Pemkot Pontianak Perkuat Dialog dengan Serikat Pekerja

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berdialog dengan perwakilan buruh dalam acara tatap muka dan dialog yang digelar Polresta Pontianak.

Pontianak – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pontianak memperkuat sinergi dengan serikat pekerja dan buruh melalui rapat koordinasi, Jumat (24/4/2026). Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan sekaligus menjaga kondusivitas daerah.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan, komunikasi yang sehat antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.

“Bagaimana kita membangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan para pekerja agar bersama-sama meningkatkan kesejahteraan. Kalau komunikasi ini terjalin dengan baik, tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan indikator pembangunan lainnya,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu krusial mencuat, mulai dari hak pekerja yang belum terpenuhi, upah yang tidak sesuai, keterlambatan pembayaran, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak. Meski pengawasan ketenagakerjaan berada di kewenangan pemerintah provinsi, Pemkot Pontianak tetap berkomitmen melakukan koordinasi lintas pihak.

“Intinya kolaborasi dan sinergi harus terus ditingkatkan,” tambahnya.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto menyampaikan bahwa pendekatan dialog menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas menjelang Hari Buruh.

“Kami mengedepankan pendekatan dialog dibandingkan aksi. Diskusi seperti ini disambut positif oleh para serikat pekerja,” ungkapnya.

Ia juga menyebut, ke depan forum serupa akan diperluas dengan melibatkan organisasi dunia usaha agar pembahasan lebih komprehensif.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Kalimantan Barat, Suherman, mengapresiasi langkah pemerintah dan kepolisian yang membuka ruang dialog konstruktif.

“Kami mengapresiasi karena melalui dialog ini aspirasi kami bisa tersampaikan secara langsung,” tuturnya.

Ia menegaskan komitmen serikat pekerja untuk menjaga situasi tetap kondusif, dengan menyampaikan aspirasi secara elegan melalui jalur dialog sosial.

Dengan sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Kota Pontianak berharap hubungan industrial semakin harmonis, sehingga mampu menciptakan iklim kerja yang sehat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Lomba Masak Pansoh Meriahkan Naik Dango Ke-3

Foto: Memasak dalam bambu atau biasa disebut Pansoh wujud pelestarian tradisi kuliner khas

PONTIANAK - Tradisi masak pansoh kembali hadir dalam perayaan Naik Dango Ke-3 yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak, Kamis (23/4/2026). Memasak dengan bambu ini bukan sekadar menyajikan kuliner khas, tetapi juga membawa pesan tentang hubungan harmonis manusia dengan alam.

Dalam lomba tersebut, peserta memulai proses dengan mengambil bahan langsung dari lingkungan sekitar. Ikan segar diperoleh dari sungai, sedangkan bumbu alami diracik dari hasil hutan. Seluruh bahan dibersihkan, dicampur, lalu dimasukkan ke dalam batang bambu sebagai wadah memasak.

Proses pemasakan dilakukan secara tradisional menggunakan bara api. Teknik warisan leluhur ini dulu biasa dipakai saat berladang atau berburu di hutan. Selain praktis, metode ini tidak membutuhkan peralatan modern karena semua kebutuhan tersedia dari alam.

Setelah dimasak sekitar satu jam, hidangan pansoh disajikan beralaskan daun simpur. Selain keaslian bumbu dan cita rasa, penataan hidangan juga menjadi salah satu aspek penilaian juri.

Juri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Noberta, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengenalkan kembali tradisi kepada generasi muda.

“Melalui lomba ini kami mengajak generasi muda memahami cara hidup leluhur yang memanfaatkan alam secara bijak sekaligus menjaga kelestariannya,” ujar Noberta.

Ia menambahkan, masak pansoh mencerminkan keterkaitan hutan dan sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat. Bumbu berasal dari hutan, sedangkan ikan diperoleh dari sungai yang masih terjaga.

Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat perkotaan yang jarang bersentuhan dengan tradisi adat. Dengan praktik langsung, peserta dapat mengenal cara memasak alami yang bebas bahan kimia.

Masak pansoh dalam rangkaian Naik Dango tidak hanya melestarikan kuliner tradisional, tetapi juga memperkuat nilai pelestarian lingkungan yang diwariskan secara turun-temurun. (Jm)