Berita Indokalbar.com hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

24 April 2026

Wali Kota Sidak Virtual ASN, Pemkot Pastikan WFH Tak Ganggu Pelayanan Publik

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melakukan panggilan video call untuk memantau ASN yang melaksanakan WFH.


Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak memastikan kebijakan Work From Home (WFH) berjalan efektif tanpa mengganggu pelayanan publik. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bahkan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara virtual melalui panggilan video kepada sejumlah ASN.

“Tujuannya untuk memastikan bahwa mereka benar-benar bekerja. Kami bersama BKPSDM melakukan pengecekan secara sampling, dan hasilnya mereka memang sedang bekerja,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Edi menjelaskan, kebijakan WFH diberlakukan bagi pegawai yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat. Meski bekerja dari rumah, aktivitas administrasi dipastikan tetap berjalan normal.

“Kami menilai pelayanan, terutama administrasi, tetap berjalan dengan baik dan tidak ada masalah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan WFH juga berada dalam pengawasan pemerintah pusat, di mana Pemkot wajib menyampaikan laporan berkala melalui pemerintah provinsi. Selain itu, kebijakan ini berpotensi memberikan efisiensi anggaran, khususnya dalam penggunaan listrik, meski masih akan dievaluasi lebih lanjut.

“Nanti akan kita hitung penggunaan listrik dari bulan ke bulan sebagai bahan evaluasi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Amirullah juga melakukan sidak langsung ke sejumlah kantor perangkat daerah untuk memastikan kehadiran ASN yang menjalankan Work From Office (WFO) serta kesiapan layanan publik.

Ia menegaskan bahwa baik ASN yang WFO maupun WFH harus tetap menjalankan tugas secara optimal dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang WFO harus hadir dan melayani. Yang WFH juga harus bisa dihubungi, menyelesaikan pekerjaan, dan melaporkan hasil kerjanya,” tegasnya.

Amirullah juga mengingatkan bahwa layanan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tidak boleh terganggu. Oleh karena itu, setiap perangkat daerah diminta mengatur jadwal kerja secara proporsional.

Ia menegaskan, kebijakan WFH tidak boleh disalahartikan sebagai kelonggaran untuk tidak bekerja. ASN yang tidak disiplin akan dievaluasi oleh pimpinan.

“Kita ingin memastikan sistem ini berjalan tertib. Jangan sampai WFH dimaknai sebagai kesempatan untuk tidak bekerja,” ujarnya.

Melalui pengawasan ketat ini, Pemerintah Kota Pontianak berharap fleksibilitas kerja tetap berjalan seiring dengan produktivitas, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. (*) 

Hari Kartini, PKK Pontianak Turun ke Lapangan Santuni Lansia Lewat Program SEPEDA

Program Setia Peduli Daerah bersama PKK (SEPEDA PKK)  berbagi bantuan untuk lansia.


Pontianak – Momentum Hari Kartini dimaknai berbeda oleh Tim Penggerak PKK Kota Pontianak. Tanpa seremoni, para kader memilih turun langsung ke masyarakat melalui aksi sosial yang menyentuh, mulai dari senam sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan keluarga berencana, hingga pemberian bantuan kepada lansia.

Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Setia Peduli Daerah bersama PKK (SEPEDA PKK) yang bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi warga.

“Dalam peringatan Hari Kartini tahun ini, kami meniadakan kegiatan seremonial. Sebaliknya, kami melaksanakan kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat, termasuk memberikan bantuan sembako kepada lansia,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Sebanyak 60 lansia menerima bantuan pada tahap pertama. Program ini diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, sekaligus mendorong para lansia tetap sehat, mandiri, dan aktif.

“Kami berharap para lansia di Kota Pontianak dapat terus menjadi lansia yang mandiri, tangguh, dan sehat,” tambahnya.

Yanieta juga menegaskan bahwa semangat Hari Kartini harus menjadi pendorong bagi perempuan untuk terus berperan aktif dalam keluarga dan masyarakat.

“Perempuan adalah pilar keluarga dan garda terdepan. Saat ini perempuan harus bergerak, inovatif, kreatif, dan berkontribusi,” tuturnya.

Salah satu penerima bantuan, Bahtiah (64), mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu kebutuhan sehari-hari keluarganya.

“Terima kasih, mudah-mudahan yang memberikan bantuan selalu sehat,” ucapnya.

Melalui aksi sosial ini, TP PKK Pontianak ingin menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menghadirkan kepedulian dan aksi nyata bagi masyarakat. (*)

Ringankan Beban Jemaah, Pemprov Kalbar Beri Bantuan Stimulus Haji Rp1,09 Miliar

Ilustrasi Jemaah Haji. Foto: Sony Herdiana/Shutterstock
Ilustrasi Jemaah Haji. Foto: Sony Herdiana/Shutterstock
Pontianak - Kalimantan Barat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan stimulus biaya lokal haji sebesar Rp1,09 miliar pada musim haji tahun ini. Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya meringankan beban para jemaah, terutama untuk kebutuhan transportasi darat, akomodasi, hingga konsumsi selama proses keberangkatan dan pemulangan.

Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp1.090.850.000. Dana itu difokuskan untuk membantu berbagai kebutuhan jemaah sejak sebelum berangkat ke tanah suci hingga setelah kembali ke daerah asal.

Pada tahun ini, jumlah jemaah haji asal Kalimantan Barat tercatat sebanyak 1.858 orang. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 2.519 orang. Berkurangnya jumlah jemaah berdampak pada meningkatnya beban biaya yang harus ditanggung masing-masing peserta.

Melihat kondisi itu, Pemprov Kalbar mengambil langkah dengan memberikan stimulus pembiayaan lokal sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji.

Rincian bantuan yang diberikan meliputi transportasi darat dari asrama haji menuju bandara di Pontianak maupun Batam sebesar Rp784 juta. Selain itu, biaya akomodasi asrama haji sebesar Rp137,51 juta dan konsumsi jemaah di Asrama Haji Pontianak serta Batam senilai Rp169,34 juta.

Sementara itu, biaya transportasi udara rute Pontianak–Batam pulang pergi masih menjadi tanggungan jemaah. Hal tersebut disebabkan keterbatasan kemampuan APBD di tengah meningkatnya biaya layanan penerbangan akibat kenaikan harga avtur.

Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan akan terus mengoptimalkan dukungan pada komponen biaya yang masih memungkinkan untuk dibiayai melalui APBD, khususnya layanan darat, konsumsi, dan fasilitas asrama haji.

Langkah ini sejalan dengan amanat regulasi, yakni Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, yang memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk membantu pembiayaan transportasi serta layanan lokal jemaah sesuai kemampuan fiskal masing-masing daerah.

Kebijakan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Kalbar dalam memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lebih nyaman, aman, dan terfasilitasi dengan baik bagi seluruh jemaah asal Kalimantan Barat.

Orkes Bangkit di Naik Dango, Ribuan Warga Pontianak Joget Ria Bersama OB

 

Penampilan Orkes Bahagia di malam itu mampu membuat penonton yang hadir bergembira dan berjoget bersama.

Pontianak – Lautan penonton memadati halaman Rumah Radakng saat panggung hiburan Naik Dango digelar, Kamis (23/4/2026) malam. Ribuan warga larut dalam suasana meriah saat Grup Musik Orkes Bahagia (OB) tampil membawakan lagu-lagu bernuansa orkes yang menghidupkan kembali musik legendaris Indonesia.

Di tengah dominasi musik modern, penampilan OB seakan menjadi angin segar. Dengan gaya khas musik orkes yang merakyat, mereka sukses mengajak penonton bernyanyi dan berjoget bersama sejak awal penampilan.

Saat lagu “Judul-judulan” dimainkan, suasana semakin pecah. Penonton tanpa komando langsung ikut bergoyang, menyanyikan lirik yang ringan dan akrab di telinga. OB juga membawakan lagu bernuansa lokal seperti “Patamuan Dara Basule” dan “Sagalas” yang diaransemen dengan sentuhan orkes, membuat penonton semakin terhibur.

Genre orkes sendiri pernah berjaya di era 80 hingga 90-an, dipopulerkan oleh grup seperti Pancaran Sinar Petromak dan Pengantar Minum Racun bersama Johnny Iskandar. Kini, kehadiran OB menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali warna musik tersebut di tengah generasi muda.

Salah satu personel OB, Hery Lolo mengaku terkejut sekaligus senang melihat antusiasme penonton yang begitu besar.

“Ini menjadi bukti jika musik orkes dapat dengan mudah diterima oleh semua kalangan,” ujarnya usai tampil.

Ia menegaskan, OB hadir bukan semata mengejar popularitas, melainkan ingin menyebarkan kebahagiaan melalui musik. Bagi mereka, panggung bukan soal besar atau kecil, tetapi tentang bagaimana musik bisa dinikmati semua orang.

“Tujuannya satu, membuat orang bahagia dengan musik kami. Soal rezeki itu belakangan,” tambahnya.

Ke depan, OB berencana merilis sejumlah lagu baru dengan lirik ringan yang terinspirasi dari kehidupan sosial masyarakat. Harapannya, musik orkes bisa kembali dekat dengan pendengar dan tidak hilang ditelan zaman.

Penampilan OB di Naik Dango malam itu menjadi bukti bahwa musik orkes masih memiliki tempat di hati masyarakat—menghibur, membumi, dan mampu menyatukan berbagai kalangan dalam satu irama kegembiraan.(*)

Jelang Hari Buruh, Pemkot Pontianak Perkuat Dialog dengan Serikat Pekerja

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berdialog dengan perwakilan buruh dalam acara tatap muka dan dialog yang digelar Polresta Pontianak.

Pontianak – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pontianak memperkuat sinergi dengan serikat pekerja dan buruh melalui rapat koordinasi, Jumat (24/4/2026). Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan sekaligus menjaga kondusivitas daerah.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan, komunikasi yang sehat antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.

“Bagaimana kita membangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan para pekerja agar bersama-sama meningkatkan kesejahteraan. Kalau komunikasi ini terjalin dengan baik, tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan indikator pembangunan lainnya,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu krusial mencuat, mulai dari hak pekerja yang belum terpenuhi, upah yang tidak sesuai, keterlambatan pembayaran, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak. Meski pengawasan ketenagakerjaan berada di kewenangan pemerintah provinsi, Pemkot Pontianak tetap berkomitmen melakukan koordinasi lintas pihak.

“Intinya kolaborasi dan sinergi harus terus ditingkatkan,” tambahnya.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto menyampaikan bahwa pendekatan dialog menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas menjelang Hari Buruh.

“Kami mengedepankan pendekatan dialog dibandingkan aksi. Diskusi seperti ini disambut positif oleh para serikat pekerja,” ungkapnya.

Ia juga menyebut, ke depan forum serupa akan diperluas dengan melibatkan organisasi dunia usaha agar pembahasan lebih komprehensif.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Kalimantan Barat, Suherman, mengapresiasi langkah pemerintah dan kepolisian yang membuka ruang dialog konstruktif.

“Kami mengapresiasi karena melalui dialog ini aspirasi kami bisa tersampaikan secara langsung,” tuturnya.

Ia menegaskan komitmen serikat pekerja untuk menjaga situasi tetap kondusif, dengan menyampaikan aspirasi secara elegan melalui jalur dialog sosial.

Dengan sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Kota Pontianak berharap hubungan industrial semakin harmonis, sehingga mampu menciptakan iklim kerja yang sehat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Lomba Masak Pansoh Meriahkan Naik Dango Ke-3

Foto: Memasak dalam bambu atau biasa disebut Pansoh wujud pelestarian tradisi kuliner khas

PONTIANAK - Tradisi masak pansoh kembali hadir dalam perayaan Naik Dango Ke-3 yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak, Kamis (23/4/2026). Memasak dengan bambu ini bukan sekadar menyajikan kuliner khas, tetapi juga membawa pesan tentang hubungan harmonis manusia dengan alam.

Dalam lomba tersebut, peserta memulai proses dengan mengambil bahan langsung dari lingkungan sekitar. Ikan segar diperoleh dari sungai, sedangkan bumbu alami diracik dari hasil hutan. Seluruh bahan dibersihkan, dicampur, lalu dimasukkan ke dalam batang bambu sebagai wadah memasak.

Proses pemasakan dilakukan secara tradisional menggunakan bara api. Teknik warisan leluhur ini dulu biasa dipakai saat berladang atau berburu di hutan. Selain praktis, metode ini tidak membutuhkan peralatan modern karena semua kebutuhan tersedia dari alam.

Setelah dimasak sekitar satu jam, hidangan pansoh disajikan beralaskan daun simpur. Selain keaslian bumbu dan cita rasa, penataan hidangan juga menjadi salah satu aspek penilaian juri.

Juri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Noberta, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengenalkan kembali tradisi kepada generasi muda.

“Melalui lomba ini kami mengajak generasi muda memahami cara hidup leluhur yang memanfaatkan alam secara bijak sekaligus menjaga kelestariannya,” ujar Noberta.

Ia menambahkan, masak pansoh mencerminkan keterkaitan hutan dan sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat. Bumbu berasal dari hutan, sedangkan ikan diperoleh dari sungai yang masih terjaga.

Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat perkotaan yang jarang bersentuhan dengan tradisi adat. Dengan praktik langsung, peserta dapat mengenal cara memasak alami yang bebas bahan kimia.

Masak pansoh dalam rangkaian Naik Dango tidak hanya melestarikan kuliner tradisional, tetapi juga memperkuat nilai pelestarian lingkungan yang diwariskan secara turun-temurun. (Jm)



23 April 2026

Pamapta Polres Sekadau Gencarkan Sosialisasi Call Center 110 Lewat Banner dan Stiker


Satbinmas Polres Sekadau Gelar Asistensi dan Binteknis Satpam di PT Agro Andalan


Pertamina Gelar Pasar Murah di Pontianak, 1.000 Paket Sembako Diserbu Warga

Pertamina melalui unit Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan kembali mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program TJSL.

Pontianak – Komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung kesejahteraan masyarakat kembali diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, perusahaan menghadirkan pasar murah bagi warga prasejahtera di Pontianak.

Kegiatan yang digelar di Asrama Haji Pontianak pada Kamis (23/4/2026) ini menyasar penerima Program Keluarga Harapan (PKH) desil 1 hingga 4 dari enam kecamatan. Turut hadir perwakilan Pemerintah Kota Pontianak, di antaranya Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Ibrahim serta Kepala Dinas Sosial M. Akib.

Integrated Terminal Manager Pontianak, Tony Kurniawan menjelaskan, pasar murah ini menjadi langkah nyata membantu masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

“Kami menyediakan 1.000 paket sembako dengan harga terjangkau, yakni Rp30.000 per paket. Isinya beras, minyak goreng, gula, susu, kecap, hingga sarden. Kami berharap ini bisa meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Menariknya, hasil penjualan dari kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai transaksi semata. Dana yang terkumpul akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk dukungan fasilitas umum, seperti Kampung Siaga Bencana dan Posyandu Aster di Kelurahan Siantan Hilir.

“Kami ingin manfaatnya berkelanjutan dan dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambah Tony.

Pemerintah Kota Pontianak mengapresiasi langkah tersebut. Ibrahim menilai program pasar murah sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.

“Kami mengapresiasi Pertamina. Program ini sangat membantu meringankan beban masyarakat. Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Pertamina tidak hanya menghadirkan energi dalam bentuk BBM dan LPG, tetapi juga energi kepedulian. Ini adalah bentuk kehadiran kami di tengah masyarakat,” jelasnya.

Melalui program ini, Pertamina menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah. (*) 

Harita Group Dorong Ekonomi Kayong Utara Tumbuh Pesat

Harita Group melalui KIPP dorong lonjakan ekonomi Kayong Utara 2025 hingga 5,89 persen. Dampak terasa pada penurunan kemiskinan, kenaikan IPM, serta peluang hilirisasi bauksit berbasis industri berkelanjutan.
Harita Group melalui KIPP dorong lonjakan ekonomi Kayong Utara 2025 hingga 5,89 persen. Dampak terasa pada penurunan kemiskinan, kenaikan IPM, serta peluang hilirisasi bauksit berbasis industri berkelanjutan.
KAYONG UTARA - Di tepian Kalimantan Barat, denyut ekonomi Kabupaten Kayong Utara bergerak naik. Angka 5,89 persen hadir sebagai penanda fase baru. Di balik lonjakan ini, Harita Group muncul sebagai motor utama penggerak perubahan.

Melalui PT Dharma Inti Bersama (PT DIB), Harita Group mengelola Kawasan Industri Pulau Penebang. Harita Group membangun kawasan ini sebagai pusat hilirisasi bauksit. 

Harita Group tidak berhenti pada eksploitasi bahan mentah. Harita Group mendorong transformasi menuju industri bernilai tambah.
Harita Group melalui KIPP dorong lonjakan ekonomi Kayong Utara 2025 hingga 5,89 persen. Dampak terasa pada penurunan kemiskinan, kenaikan IPM, serta peluang hilirisasi bauksit berbasis industri berkelanjutan.
Harita Group melalui KIPP dorong lonjakan ekonomi Kayong Utara 2025 hingga 5,89 persen. Dampak terasa pada penurunan kemiskinan, kenaikan IPM, serta peluang hilirisasi bauksit berbasis industri berkelanjutan.
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menegaskan capaian tersebut. Ia menyampaikan, “Pertumbuhan ekonomi Kayong Utara mengalami kenaikan signifikan… mencapai 5,89 persen.” 

Pernyataan ini mempertegas dampak investasi Harita Group terhadap ekonomi daerah.

Dalam lanskap pembangunan, Harita Group menjadi simpul penting. Harita Group menghubungkan investasi, teknologi, serta pasar global. Harita Group menciptakan ekosistem industri baru di wilayah pesisir.

Hilirisasi Nilai Tambah

Kawasan industri Pulau Penebang menjadi bukti strategi Harita Group. Harita Group mengolah bauksit menjadi alumina. Harita Group membangun rantai produksi dari hulu ke hilir.

Langkah Harita Group meningkatkan nilai tambah secara signifikan. Harita Group membuka peluang produksi aluminium terintegrasi. Harita Group menempatkan Kayong Utara dalam peta industri global.

Bupati Romi menegaskan, “Keberadaan Proyek Strategis Nasional di Pulau Penebang berkontribusi pada pencapaian angka pertumbuhan ini.” Pernyataan ini menguatkan posisi Harita Group sebagai katalis ekonomi.

Dalam perspektif bisnis, Harita Group selaras dengan arah hilirisasi nasional. Harita Group membangun nilai jangka panjang, bukan sekadar profit sesaat.

Dampak kehadiran Harita Group terlihat pada penurunan angka kemiskinan. Dari 9,56 persen pada 2020 menjadi 8,75 persen pada 2025. Harita Group mulai menghadirkan efek nyata bagi masyarakat.

Serap Tenaga Kerja Lokal

Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 62,66 poin menjadi 67,60 poin. Kenaikan ini tidak lepas dari aktivitas ekonomi yang digerakkan Harita Group. Sebanyak 1.800 tenaga kerja lokal terserap dalam proyek. 
Harita Group melalui KIPP dorong lonjakan ekonomi Kayong Utara 2025 hingga 5,89 persen. Dampak terasa pada penurunan kemiskinan, kenaikan IPM, serta peluang hilirisasi bauksit berbasis industri berkelanjutan.
Harita Group melalui KIPP dorong lonjakan ekonomi Kayong Utara 2025 hingga 5,89 persen. Dampak terasa pada penurunan kemiskinan, kenaikan IPM, serta peluang hilirisasi bauksit berbasis industri berkelanjutan.
Ketua Pansus DPRD Kayong Utara, Ishak ST,  menyampaikan, “DPRD berterima kasih kepada PT DIB karena sudah mempekerjakan tenaga kerja lokal.” 

Kontribusi ini mempertegas peran Harita Group dalam membuka lapangan kerja.
Namun, Harita Group menghadapi tantangan peningkatan kualitas SDM. 

Harita Group membutuhkan tenaga kerja kompeten. Transfer pengetahuan menjadi kunci.

Sementara itu, anggota DPRD Kayong Utara Abdul Rani menyampaikan, “Belum produksi tapi sudah memberikan kontribusi berupa lapangan pekerjaan, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan masyarakat.” Pernyataan ini menunjukkan efek awal dari aktivitas Harita Group.

Ekosistem Ekonomi Riil

Harita Group tidak berdiri sendiri. Harita Group mendorong keterhubungan sektor pertanian, perikanan, serta UMKM.

Aktivitas Harita Group menciptakan efek berganda. Permintaan bahan baku meningkat. Distribusi berkembang. Peluang usaha muncul. 

Desa Pelapis merasakan langsung dampak kehadiran Harita Group. Perputaran ekonomi meningkat. Usaha kecil tumbuh. Aktivitas ekonomi menjadi lebih hidup.
Harita Group membuka akses pasar baru bagi produk lokal. Harita Group menciptakan rantai ekonomi yang lebih luas.

Pertumbuhan ekonomi yang didorong Harita Group sepenuhnya tercermin pada pendapatan daerah. Ketergantungan terhadap transfer pusat masih tinggi.
Harita Group membuka peluang peningkatan PAD. Aktivitas industri Harita Group berpotensi menjadi sumber pajak baru.

Namun, kebijakan fiskal harus adaptif. Tanpa strategi tepat, manfaat ekonomi dari Harita Group tidak optimal.

Strategi Bisnis Berkelanjutan

Dalam perspektif global, Harita Group menunjukkan arah bisnis berkelanjutan. Harita Group mengintegrasikan hilirisasi, investasi, serta tanggung jawab sosial.

Program CSR menjadi bukti komitmen Harita Group terhadap masyarakat. Bantuan sosial, dukungan energi, serta pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari kontribusi nyata.
Harita Group melalui KIPP dorong lonjakan ekonomi Kayong Utara 2025 hingga 5,89 persen. Dampak terasa pada penurunan kemiskinan, kenaikan IPM, serta peluang hilirisasi bauksit berbasis industri berkelanjutan.
Harita Group melalui KIPP dorong lonjakan ekonomi Kayong Utara 2025 hingga 5,89 persen. Dampak terasa pada penurunan kemiskinan, kenaikan IPM, serta peluang hilirisasi bauksit berbasis industri berkelanjutan.
Harita Group memperkuat hubungan dengan komunitas lokal. Harita Group menjaga keberlanjutan operasional melalui pendekatan sosial.

KIPP memiliki luas 2.205,1 hektare. Pengembangan inti mencapai 1.893 hektare. Skala ini mencerminkan ambisi Harita Group.

Harita Group menargetkan kawasan ini sebagai pusat industri smelter. Harita Group berpotensi menjadikan Kayong Utara sebagai simpul industri baru.

Bupati Romi menegaskan, “Target-target pembangunan dapat dicapai bila kita saling bergandeng tangan.” Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan Harita Group.

Peran Harita Group sebagai katalis ekonomi tidak terbantahkan. Harita Group mendorong pertumbuhan cepat.

Namun, pertumbuhan harus inklusif. Harita Group perlu memastikan manfaat tersebar merata. Peningkatan SDM menjadi prioritas utama.

Harita Group perlu mendorong integrasi UMKM. Harita Group harus memperkuat keterhubungan ekonomi lokal.

Pemerintah daerah perlu memperkuat kebijakan fiskal. Momentum pertumbuhan dari Harita Group harus dimanfaatkan secara optimal.

Pulau Penebang kini menjadi simbol perubahan. Di sana, Harita Group membuka jalan transformasi ekonomi.

Harita Group menghadirkan peluang. Harita Group membawa tantangan. Masa depan bergantung pada kolaborasi.

“Target-target pembangunan dapat dicapai bila kita saling bergandeng tangan.” Kalimat itu menjadi penegas arah. Masuk rantai industri Harita Group. Tingkatkan kompetensi. Dorong ekonomi lokal naik kelas.