Berita Indokalbar.com: Pecahkan Rekor Dunia hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Pecahkan Rekor Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pecahkan Rekor Dunia. Tampilkan semua postingan

03 Mei 2026

12 Ribu Porsi Lontong Sukadana Pecahkan Rekor Dunia di Kalbar Food Festival 2026

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menghadiri Kalbar Food Festival ke-7 yang dirangkaikan dengan Saprahan Khatulistiwa ke-6 di halaman A Yani Megamall, Pontianak.

Pontianak — Kalimantan Barat kembali mencatat prestasi lewat ajang kuliner. Sebanyak 12.007 porsi Lontong Sukadana disajikan secara massal pada pembukaan Kalbar Food Festival ke-7 yang dirangkaikan dengan Saprahan Khatulistiwa ke-6 di halaman A Yani Mega Mall, Minggu (3/5/2026).

Aksi makan bersama tersebut sukses memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia sekaligus mencatatkan rekor dunia. Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Kalimantan Barat.

Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Ketua TP PKK Kalbar Erlina Ria Norsan serta sejumlah pejabat daerah dan tamu undangan lainnya.

Ria Norsan menegaskan, Kalbar Food Festival bukan sekadar mengejar rekor, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan kuliner daerah ke tingkat yang lebih luas.

“Ini bukan hanya soal rekor. Kita ingin menunjukkan bahwa Kalimantan Barat punya kekayaan kuliner dan budaya yang patut dibanggakan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi para penggagas kegiatan, termasuk Edy Hartono dan Jenel, yang menginisiasi penyajian lontong Sukadana dalam jumlah besar tersebut. Kuliner khas Kabupaten Kayong Utara itu dikenal memiliki cita rasa serundeng gurih yang menjadi favorit masyarakat.

Festival yang berlangsung selama sembilan hari mulai 3 hingga 10 Mei 2026 itu diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM. Beragam kegiatan turut digelar, mulai dari pemilihan duta kuliner, fashion show, peluncuran kain tenun, lomba tari hingga pertunjukan memasak.

Dalam kesempatan tersebut, Ria Norsan juga mengusulkan agar Pemerintah Kota Pontianak mengembangkan kawasan kuliner terpadu di sekitar tepian Sungai Kapuas sebagai daya tarik wisata baru.

Ia turut mendorong pelaku UMKM agar terus berinovasi, menjaga kualitas dan kebersihan produk, serta memperbaiki kemasan tanpa menghilangkan cita rasa khas daerah.

Sementara itu, Erlina berharap kolaborasi antara TP PKK dan penyelenggara festival terus diperkuat, terutama dalam mendorong pemanfaatan pangan lokal untuk ketahanan pangan keluarga.

Kehadiran Stephanie Myerson juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha kuliner untuk mengembangkan produk yang lebih modern dan bernilai jual tinggi.

Founder Kalbar Food Festival, Edy Hartono, mengatakan keberlangsungan festival hingga tahun ketujuh menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang tersebut.

“Kami ingin festival ini benar-benar memberi dampak, bukan sekadar seremonial. Alhamdulillah, pelaku usaha makin banyak terlibat dan manfaat ekonominya mulai terasa,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Ria Norsan mengajak masyarakat menjaga persatuan serta bijak menggunakan media sosial dengan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Ambil yang baik-baiknya saja, yang tidak baik ditinggalkan,” pesannya. (*)