Berita Indokalbar.com: Hipnotis hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Hipnotis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hipnotis. Tampilkan semua postingan

07 Mei 2026

Orkes Bahagia Hipnotis Pengunjung, Penutupan Saprahan Khatulistiwa 2026 Berlangsung Meriah

Penampilan Orkes Bahagia menjadi penutup Saprahan Khatulistiwa di A Yani Megamal Pontianak.

Pontianak - Penutupan event tahunan bertajuk Saprahan Khatulistiwa 2026 di halaman Mega Mall Pontianak, Rabu malam, berlangsung semarak. Penampilan Orkes Bahagia sukses mengajak masyarakat berjoget ria dan larut dalam suasana penuh kegembiraan.

Membawakan sekitar 15 lagu, Orkes Bahagia tampil enerjik dengan membawakan sejumlah lagu populer yang akrab di telinga masyarakat. Dengan ciri khas aransemen bernuansa orkes rakyat, penampilan mereka langsung menghidupkan suasana malam penutupan.

Sejumlah lagu hits milik PMR seperti Judul-Judulan hingga Yang Hujan Turun Lagi menjadi magnet utama bagi pengunjung. Halaman panggung pun dipadati masyarakat yang ikut bergoyang bersama menikmati alunan musik.

Tak hanya pengunjung, para pelaku UMKM yang membuka stan di area acara juga tampak ikut berjoget menikmati kemeriahan malam penutupan Saprahan Khatulistiwa.

“Musiknya asyik untuk berjoget. Orkes ini memang betul-betul menghipnotis. Ketika mendengarnya, badan lantas diajak ikut bergoyang. Natural saja,” ujar Beli, salah satu penonton.

Menurutnya, musik orkes ternyata mampu diterima oleh kalangan generasi muda. Selain menikmati hiburan musik, pengunjung juga dapat berkeliling mencicipi beragam kuliner UMKM dengan harga yang dinilai terjangkau.

“Kegiatan ini bagus. Selain bisa berkunjung ke stand-stand yang menjual berbagai kuliner dengan rasa enak, harganya juga pas di kantong. Terima kasih kepada penyelenggara yang telah menampilkan banyak hiburan buat masyarakat. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih semarak dan meriah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Doni Septadijaya menjelaskan, tema Saprahan Khatulistiwa 2026 adalah “Mendorong Transformasi UMKM dan Pariwisata untuk Kalimantan Barat yang Berdaya Saing”.

Tema tersebut, kata dia, mencerminkan semangat untuk memperkuat ekonomi daerah melalui tiga tujuan strategis utama, yakni penguatan kelembagaan UMKM agar terintegrasi dalam rantai pasok yang lebih luas dan berkelanjutan, memperkuat sinergi pengembangan UMKM dan pariwisata untuk memperluas pasar, serta mendorong keuangan inklusif melalui pemanfaatan teknologi dan sistem pembayaran digital.

“Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Bank Indonesia Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai penggerak utama pengembangan ekonomi daerah, khususnya dalam menciptakan UMKM lokal yang inklusif, terdigitalisasi dan berdaya saing global. Keberhasilan penyelenggaraan Saprahan Khatulistiwa 2026 tentu tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak,” tutupnya. (*)

26 Juli 2023

Perempuan Lansia Mengaku Dihipnotis, Uang 26 Juta Hingga Emas Raib

Korban hipnotis di Ketapang kehilangan uang dan perhiasan
Korban hipnotis di Ketapang kehilangan uang dan perhiasan.
KETAPANG (BT) - Seorang perempuan berusia 70 tahun bernama Mariana Makmur, yang akrab dipanggil Maknyah, dilaporkan menjadi korban hipnotis dan kehilangan perhiasan emas serta uang tunai senilai 26 juta rupiah akibat dari aksi kejahatan oleh sekelompok penjahat.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (23/06/23) pagi, ketika Maknyah sedang berbelanja di pasar ikan Ratu Melati.

Ia mengingat ada tiga orang pelaku yang terlibat dalam kejadian ini, dua di antaranya adalah perempuan muda, salah satunya bernama Anggel, dan seorang lelaki.

Maknyah menceritakan, salah seorang dari pelaku, Anggel, mendekatinya dan menanyakan tentang tempat jual sirih merah.

Maknyah berusaha memberikan informasi, namun kemudian datang seorang perempuan lain yang mengaku sebagai dukun sakti dan memberitahu lokasi penjual sirih merah.

Pelaku itu juga mengatakan bahwa pemilik sirih merah akan mengalami musibah dalam waktu dekat.

Kemudian, kedua perempuan itu mengajak Maknyah untuk mendatangi dukun sakti yang memiliki sirih merah tersebut. Mereka menggunakan mobil hitam dan membawa beras, emas, dan uang tunai sebagai bekal tolak musibah.

Tanpa sadar, Maknyah pulang ke rumahnya dan menyiapkan beras, emas, serta uang tunai sesuai permintaan pelaku.

Pada pukul 9 pagi, ia bertemu dengan para pelaku di dekat taman merdeka dan menyerahkan uang tunai senilai 26 juta rupiah serta perhiasan emas kepada salah seorang perempuan dari kelompok tersebut.

Setelah menyerahkan bungkusan berisi uang dan emas, para pelaku memberi instruksi kepada Maknyah untuk tidak membuka bungkusan tersebut selama satu minggu ke depan.

"Saat besoknya, saya baru menyadari bahwa saya telah menjadi korban hipnotis. Kerabat saya datang ke rumah dan memberi tahu tentang seorang warga di jalan Merpati yang juga menjadi korban serupa. Saya kemudian ingat akan bungkusan yang diberikan oleh para pelaku dan menemukannya di lemari. Namun, saat saya membukanya, isinya ternyata berubah menjadi garam dan mie instan. Barulah pada saat itu saya menyadari bahwa saya telah terkena hipnotis," ungkap Maknyah.

Akibat kejadian ini, Maknyah telah melaporkan insiden tersebut kepada pihak Kepolisian Resort Ketapang untuk penyelidikan lebih lanjut. Pihak berwajib berharap agar kasus ini segera terungkap dan para pelaku dapat ditangkap serta pertanggungjawabkan atas perbuatan mereka.