Wagub Krisantus Desak Operasional Pelabuhan Kijing Dipercepat, Kunci Dongkrak Ekonomi Mempawah
![]() |
| Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan, menegaskan pentingnya percepatan operasional Pelabuhan Kijing di Mempawah. |
Di tengah keterbatasan anggaran, Krisantus menekankan bahwa perencanaan pembangunan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Ia meminta seluruh program disusun secara fokus, strategis, dan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Sorotan utama diarahkan pada Pelabuhan Kijing yang dinilai sebagai infrastruktur kunci bagi Kalimantan Barat. Menurutnya, selama ini daerah masih kehilangan potensi ekonomi karena aktivitas ekspor dilakukan melalui wilayah lain. Ia pun mendesak agar pelabuhan tersebut segera difungsikan secara optimal.
Krisantus menjelaskan, jika pelabuhan internasional itu beroperasi penuh, dampaknya akan langsung terasa mulai dari peningkatan pendapatan daerah, terbukanya lapangan kerja, hingga tumbuhnya sektor-sektor ekonomi turunan. Bahkan kebutuhan logistik dasar kapal seperti air dan listrik saja sudah mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Ia juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan dan konektivitas kawasan. Menurutnya, meningkatnya aktivitas ekonomi akan menjadi alasan kuat bagi pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, termasuk jalan tol.
Selain sektor pelabuhan, perhatian juga diberikan pada potensi pertanian di Kabupaten Mempawah. Krisantus menilai produktivitas yang tinggi harus dimaksimalkan sebagai kekuatan ekonomi daerah, terlebih jika mampu didorong hingga beberapa kali panen dalam setahun.
Ia juga menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam pengendalian inflasi. Ketergantungan pada operasi pasar dinilai tidak cukup, sehingga perlu penguatan sektor produksi melalui pembangunan sentra pangan untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pokok secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina, mengakui bahwa kondisi fiskal daerah saat ini menjadi tantangan tersendiri, dengan efisiensi anggaran mencapai Rp136 miliar. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat agar pembangunan tetap berjalan efektif.
Meski menghadapi keterbatasan, sejumlah capaian tetap berhasil diraih, termasuk pembangunan Rumah Sakit Dokter Rubini yang didanai dari APBD. Ke depan, Pemkab Mempawah berharap dukungan lanjutan dari pemerintah provinsi untuk pengembangan fasilitas tersebut serta peningkatan infrastruktur jalan.
Komitmen terhadap pelayanan dasar juga terus dijaga, salah satunya melalui program Universal Health Coverage (UHC) guna memastikan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat. Di sisi lain, berbagai program strategis nasional seperti pembangunan Sekolah Garuda dan kampung nelayan turut diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menutup kegiatan, Bupati Mempawah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi, memastikan setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Mempawah dan Kalimantan Barat secara keseluruhan. (*
