Berita Indokalbar.com: Dayak hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Dayak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dayak. Tampilkan semua postingan

19 April 2026

Kunjungi Situs Keramat Raja Mawikng, Wagub Krisantus Tegaskan Hutan dan Budaya Dayak Tak Boleh Hilang

Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan kunjungi situs budaya keramat Raja Mawikng Sengah Temila, Kabupaten Landak.

Landak – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, melakukan kunjungan kerja ke situs budaya keramat Raja Mawikng yang berada di tengah hutan Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Minggu (19/4/2026). Kunjungan ini menjadi penegasan pentingnya menjaga warisan leluhur sekaligus kelestarian alam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Dayak.

Dalam perjalanan yang sarat makna tersebut, Wagub didampingi tokoh adat sekaligus Panglima Jilah atau Pangalangok Jilah, yang dikenal sebagai pemimpin besar masyarakat Dayak serta figur penting dalam komunitas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR).

Di hadapan masyarakat dan tokoh adat, Krisantus menegaskan bahwa situs seperti Raja Mawikng bukan sekadar tempat keramat, melainkan simbol jati diri dan kekuatan spiritual masyarakat Dayak dalam menjaga keseimbangan alam. Ia menekankan bahwa hutan dan situs adat harus dilindungi sebagai bagian dari identitas dan keberlangsungan budaya.


Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berencana mengalokasikan anggaran pada tahun 2027 untuk pengembangan kawasan tersebut menjadi cagar budaya. Pengembangan ini akan mencakup penyediaan fasilitas ibadah dan ruang upacara adat yang lebih representatif, serta peningkatan akses jalan dan jembatan menuju lokasi tanpa menghilangkan keaslian lingkungan hutan.

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan harus tetap menghormati nilai-nilai adat dan kelestarian alam. Ia ingin memastikan bahwa modernisasi tidak menggerus kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

Dalam kesempatan itu, Krisantus juga menyampaikan pesan kuat kepada generasi muda Dayak agar tetap berpegang pada akar budaya di tengah derasnya arus globalisasi. Ia mengingatkan bahwa identitas budaya adalah kekuatan yang harus dijaga, bukan ditinggalkan.

Ia menegaskan, jika warisan leluhur dan situs keramat hilang, maka bukan hanya budaya yang lenyap, tetapi juga jati diri masyarakat itu sendiri.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kesadaran kolektif dalam menjaga situs-situs budaya dan lingkungan hidup di Kalimantan Barat, sekaligus mendorong pengakuan yang lebih luas terhadap nilai-nilai adat sebagai bagian dari kekayaan bangsa. (*)

Perayaan Paskah BRPD 2026, Wagub Krisantus Ajak Pegawai Dayak Jadi Perekat Toleransi di Kalbar

Wakgub Kalbar, Krisantus Kurniawan mengukuhkan pengurus Dewan Pimpinan Pusat BRPD Masa Bhakti 2025–2028 di Pendopo Gubernur Kalbar.

Pontianak – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak Pegawai Dayak untuk tampil sebagai perekat sekaligus payung keberagaman di tengah masyarakat Kalimantan Barat. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Perayaan Paskah Betang Raya Pegawai Dayak (BRPD) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Pusat BRPD masa bhakti 2025–2028 di Pendopo Gubernur Kalbar, Jumat (17/4/2026).

Dalam suasana penuh kebersamaan, Wagub menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada jajaran pengurus BRPD yang baru dikukuhkan. Ia menilai, meski tergolong organisasi yang relatif muda, BRPD telah menunjukkan kiprah nyata melalui berbagai kegiatan sosial yang menjangkau masyarakat luas tanpa membedakan latar belakang.

Menurut Krisantus, keberadaan BRPD menjadi cerminan nyata semangat kebhinekaan Indonesia. Ia berharap organisasi ini mampu terus tumbuh sebagai wadah yang memperkuat persatuan, sekaligus menjadi pelindung nilai toleransi di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Kalimantan Barat.

Momentum Paskah, lanjutnya, tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai refleksi nilai pengorbanan, kasih, dan pengabdian. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus tercermin dalam sikap dan kinerja aparatur sipil negara, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya integritas, dedikasi, dan pelayanan tulus sebagai wujud nyata pengabdian ASN. Karena itu, Pegawai Dayak diharapkan mampu menjadi teladan, baik dalam lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Lebih jauh, Krisantus mendorong agar BRPD terus berkembang hingga ke tingkat kabupaten dan kota di seluruh Kalimantan Barat. Ia menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional serta jaringan yang kuat agar keberadaan BRPD semakin memberi dampak luas.

Sementara itu, Ketua Umum DPP BRPD, Kristoporus Dawi, menjelaskan bahwa organisasi ini dibentuk sebagai wadah silaturahmi dan penguatan solidaritas antarpegawai. Ia menegaskan, BRPD hadir bukan sekadar sebagai tempat berkumpul, tetapi sebagai simbol persatuan yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan tanpa memandang suku dan agama.

Ia juga menyampaikan bahwa BRPD telah memiliki legalitas resmi sebagai badan hukum dari pemerintah pusat, sehingga diharapkan mampu berperan lebih luas dalam mendukung pembangunan sosial serta memperkuat harmoni di Kalimantan Barat.

Perayaan yang berlangsung hangat ini menjadi bukti bahwa semangat toleransi dan persatuan terus terjaga, sekaligus mempertegas peran strategis organisasi seperti BRPD dalam merawat keberagaman di Bumi Khatulistiwa. (*)

16 Juli 2023

Gawai Dayak XII Kabupaten Sekadau Dimeriahkan 10 Perlombaan

Konferensi pers menjelang Gawai Dayak XII Kabupaten Sekadau
Konferensi pers menjelang Gawai Dayak XII Kabupaten Sekadau.
SEKADAU – 10 perlombaan yang akan memeriahkan acara Gawai Dayak XII Kabupaten Sekadau Tahun 2023 yang bertema "Bersatu Untuk Semua" dilaksanakan di rumah betang youth center sekadau dari tanggal 18-22 Juli 2023.

Hal itu dikatakan Ketua Panitia Gawai Dayak XII Kabupaten Sekadau, Martinus Siden, S.E. saat kegiatan Dewan Adat Dayak Kabupaten Sekadau dan Panitia Gawai Dayak melakukan konferensi pers di Lupung Coffee, Minggu (16/7/2023) pukul 13.00 WIB. 

Lebih lanjut Martinus Siden menyampaikan sepuluh lomba akan akan ditampilkan selama kegiatan gawai dayak XII Kabupaten Sekadau. 

"Perlombaan Pop Singer, Lomba Pangkak Gasing, Lomba Menumbuk dan Menampik Padi Rakyat, Perlombaan Busana Dayak Kreasi Anak, Lomba Menganyam Tikar Seksi Permainan, Lomba Menyumpit Rakyat, Perlombaan Tari Kreasi, Lomba Tengkuyung Berambih Seksi Permainan, Lomba Melukis Perisai Rakyat dan Perlombaan Bujang Dara Gawai," ungkap Martinus Siden. 

Selain itu diungkap Martinus Siden pada hari pembukaan Gawai Dayak XII juga dilaksanakan pawai budaya. 

"Panitia sudah menentukan rute dari pawai budaya tersebut. Jalur rutenya akan mengambil jalur kiri, bermula dari rumah betang jalan panglima naga tembus jalan sintang simpang tiga kemudian melewati depan SMP N 1 melalui jalan bundaran tugu PPK sampai jalan rawak simpang tiga depan SMA Karya dan kembali di ke rumah betang yourt centeng jalan panglima naga," ungkapnya. 

Sementara, Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sekadau, Jefray Raja Tugam mengatakan, Gawai Dayak Ke-XII Kabupaten Sekadau akan dilaksanakan pada tanggal 18-22 juli 2023, bertempat di Betang Youth Center Sekadau. 

"Konferensi pers ini bertujuan untuk menyampaikan informasi, agar masyarakat luas khususnya masyarakat Kabupaten Sekadau mengetahui bahwa pekan Gawai Dayak akan dibuka pada tanggal 18 Juli 2023," kata Jefray Raja Tugam yang Juga Anggota DPRD Kabupaten Sekadau dari Fraksi Demokrat. 

"Kami mengajak seluruh masyarakat agar dapat menyaksikan Pekan Gawai Dayak Ke-XII Kabupaten Sekadau Tahun 2023. Gawai merupakan ucapan syukur atas apa yang telah Tuhan berikan atas hasil pertanian," tambahnya. 

Hadir mengikuti kegiatan konferensi pers bersama dengan awak media, Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sekadau, Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Wakil Ketua Panitia Gawai Dayak XII, Koordinator Humas, Koordinator Acara, Koordinator Publikasi, Koordinator Keamanan dan Koordinator Parkir.