![]() |
| Ketua Harian PASI Kota Pontianak Agus Suryana (kanan). |
Pontianak – Ajang Pontianak Atletik Open 2026 dinilai sukses menjadi wadah lahirnya bibit-bibit pelari unggulan dari berbagai jenjang usia. Ketua Harian Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Pontianak, Agus Suryana, optimistis atlet-atlet daerah mampu menorehkan prestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Menurut Agus, kejuaraan ini dirancang untuk menjaring potensi atlet sejak usia dini hingga kategori umum. Beragam kelas dipertandingkan, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, mahasiswa hingga umum, sebagai upaya membangun regenerasi atlet yang berkelanjutan.
“Secara keseluruhan pelaksanaan Pontianak Atletik Open 2026 berjalan sukses. Ini menjadi momentum bagi kami untuk menemukan bibit baru atletik, khususnya dari Kota Pontianak,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Meski sempat diguyur hujan lebat saat pelaksanaan, kondisi cuaca tidak menyurutkan semangat para peserta untuk tetap berlaga. Antusiasme tinggi justru terlihat dari para atlet yang tetap tampil maksimal di lintasan.
Kejuaraan ini juga diikuti oleh atlet dari berbagai kabupaten di Kalimantan Barat, seperti Kubu Raya, Mempawah, Sintang, Landak, Kayong Utara, hingga Ketapang, yang turut meramaikan persaingan di ajang tersebut.
Agus menambahkan, keberhasilan mencetak atlet berprestasi juga harus didukung dengan fasilitas yang memadai. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap perbaikan lintasan atletik agar kualitas latihan dan kompetisi semakin meningkat.
“Lintasan atletik perlu dibenahi agar para atlet bisa berlatih dan bertanding dengan maksimal. Ini penting untuk mendukung lahirnya atlet berprestasi,” katanya.
Ia juga melihat potensi besar dari para atlet junior yang tampil dalam kejuaraan tersebut. Menurutnya, bakat yang sudah terlihat harus terus diasah melalui pembinaan berkelanjutan agar mampu bersaing di level lebih tinggi.
“Kalau kegiatan seperti ini rutin digelar, saya yakin Pontianak akan melahirkan banyak atlet atletik yang bisa mengharumkan nama daerah, bahkan Indonesia di kancah dunia,” pungkasnya optimistis. (*)
..jpg)