Berita Indokalbar.com hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

15 Februari 2026

Kembali Pimpin DMI Kalbar, Ria Norsan Ajak Masjid Jadi Pusat Peradaban Umat

Ketua Umum DMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla melantik Ria Norsan sebagai Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia Kalbar, .

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, kembali dipercaya memimpin Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW-DMI) Provinsi Kalimantan Barat untuk masa khidmat 2025–2030.

Pelantikan Ketua PW DMI Kalbar beserta jajaran pengurus digelar di Pendopo Gubernur Kalbar dan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla, Kamis (15/1/2025).

Dalam sambutannya, Ria Norsan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Jusuf Kalla di Bumi Khatulistiwa. Ia menilai kehadiran tokoh nasional tersebut menjadi motivasi besar bagi jajaran DMI Kalbar untuk terus memperkuat peran masjid sebagai pusat kehidupan umat Islam.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan selaku Ketua PW DMI Kalbar, saya mengucapkan selamat datang kepada Bapak Jusuf Kalla. Kehadiran beliau menjadi kehormatan sekaligus dorongan bagi kami untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat kehidupan umat,” ujarnya.

Norsan menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat. Menurutnya, DMI memiliki peran strategis dalam mengelola dan memakmurkan masjid agar menjadi “rumah besar” bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Masjid harus menjadi madrasah bagi semua usia dan golongan. Melalui berbagai program, kita dorong pembinaan jamaah, pembangunan infrastruktur, serta penguatan kemandirian umat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar pembangunan masjid tidak hanya berfokus pada kemegahan fisik, tetapi juga pada upaya memakmurkannya dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Jangan sampai masjid dibangun megah, tetapi tidak ada umat yang memakmurkannya,” tegas Norsan.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pengurus DMI Kalbar untuk aktif berkontribusi, baik melalui gagasan maupun aksi nyata, demi kemajuan masjid di Kalimantan Barat.

“Masjid yang kita bangun, kalau tidak kita makmurkan siapa lagi. Kalau bukan kita selaku Dewan Masjid, kapan lagi masjid itu akan dimakmurkan,” tambahnya.

Sementara itu, Jusuf Kalla menekankan bahwa inti dari DMI adalah memakmurkan masjid sekaligus memakmurkan umat. Menurutnya, masjid memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan masyarakat.

“Memakmurkan masjid berarti beribadah sekaligus memajukan masyarakat. Dari masjid, kita bersama-sama berupaya membangun kemakmuran umat,” ujarnya.

Dengan pelantikan ini, PW DMI Kalbar diharapkan semakin solid dan mampu memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi umat di seluruh wilayah Kalimantan Barat. (*)

Polisi Amankan Penutupan Adira Expo 2026 di Sekadau


Polisi Patroli Malam Minggu, Cegah Balap Liar di Jalan Menuju Kantor Bupati Sekadau


14 Februari 2026

PWI Sekadau Gelar Syukuran HPN 2026: Fokus pada Literasi Digital dan AI

Foto: Ketua PWI Sekadau, Dina Mariana memberikan kue ulang tahun kepada Kepala Dinas Kominfo Sekadau, Matius Jon 


SEKADAU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sekadau dan organisasi wartawan lokal menggelar Syukuran Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Lupung Coffee, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini juga diisi dengan Sosialisasi Bahaya dan Peluang Artificial Intelligence (AI) dengan tema "Adaptif dan Kritis di Era AI".


Bupati Sekadau, melalui Kepala Diskominfo, Matius Jon, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 


"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami juga mengucapkan selamat Hari Pers Nasional," ujarnya.


Kapolres Sekadau, AKBP Andhika Wiratama, diwakili Kasi Humas AKP Triyono, mengatakan pers memiliki peran strategis dalam mendukung tugas kepolisian. "Pers adalah mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami mengapresiasi kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik, terutama dalam menjaga kamtibmas," ucapnya.


Ketua PWI Kalbar, Kundori, menegaskan HPN 2026 merupakan momentum refleksi bagi seluruh insan pers untuk meneguhkan komitmen terhadap profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab sosial dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. 


"HPN bukan hanya perayaan, tetapi momentum refleksi. Pers harus terus menjaga profesionalisme dan integritas di tengah berbagai tantangan zaman," tegasnya.


Ketua PWI Kabupaten Sekadau, Dina Mariana, mengatakan pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga melakukan kontrol sosial, serta menjaga nurani publik. 


"AI membuka kesempatan besar bagi dunia jurnalistik dan berbagai sektor untuk meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan informasi, serta inovasi. Namun, di sisi lain AI juga membawa potensi bahaya, seperti hoaks, disinformasi, pelanggaran privasi, hingga ancaman terhadap etika dan norma," ucap Dina.


Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital, khususnya di kalangan pelajar. 


"Mari kita gunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab," pesannya. 


Ketua IWAS, Krisantus, menambahkan bahwa pers di Sekadau terus mengupayakan tercapainya kemajuan bangsa lewat pemanfaat AI secara bijak oleh generasi muda. 


Peresmian Kantor SALUT Sanggau Sekayam: Perluas Layanan UT hingga Perbatasan

Foto: Peresmian Kantor Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Sanggau Sekayam


SANGGAU - Kantor Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Sanggau Sekayam resmi diresmikan pada 14 Februari 2026 oleh Direktur Universitas Terbuka (UT) Pontianak, Dr. Romi Siswanto. Peresmian tersebut dilaksanakan di Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau.


Kepala SALUT Kabupaten Sekadau, Abang Mohd Firman, M.Pd, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dalam pelaksanaan program prioritas, yakni sosialisasi dan promosi UT ke berbagai daerah di Kabupaten Sanggau, khususnya wilayah lintas Malindo (Malaysia-Indonesia). Ia juga menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan bagi mahasiswa UT yang berada di Kabupaten Sanggau.


"Kepercayaan ini menjadi amanah bagi kami untuk lebih maksimal memperkenalkan UT hingga ke daerah-daerah, terutama kawasan perbatasan, serta memastikan mahasiswa mendapatkan layanan yang optimal," ujarnya.


Direktur UT Pontianak, Dr. Romi Siswanto, menyampaikan bahwa secara geografis Kabupaten Sanggau memiliki wilayah yang sangat luas dengan jumlah penduduk yang besar dan potensial. Kondisi tersebut memerlukan mitra strategis yang mampu menjalankan program prioritas UT Pontianak agar semakin dikenal hingga ke pelosok.


"Dengan luas wilayah dan potensi jumlah penduduk yang besar, ini menjadi peluang yang harus dimaksimalkan. Kehadiran SALUT Sanggau Sekayam diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan dan mempermudah akses mahasiswa maupun calon mahasiswa, khususnya di kawasan lintas Malindo," jelasnya.


Peresmian kantor ini diharapkan menjadi momentum penguatan akses pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Kabupaten Sanggau serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan.


HPN 2026 di Sekadau, AKP Triyono: Pers Mitra Strategis Polri Jaga Kamtibmas


15 Titik Dijaga, Polres Sekadau Amankan Pawai Ta’aruf Sambut Ramadan


Itihad Persaudaraan Imam Masjid Gelar Wisuda Program Madrasah Imam Masjid angkatan 1 dan Pelantikan Pengurus IPIM Se-Kalbar

Foto: Itihad Persaudaraan Imam Masjid Gelar Wisuda Program Madrasah Imam Masjid angkatan 1 dan Pelantikan Pengurus IPIM Se-Kalbar


PONTIANAK - Ijtihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan Ijtihad dan Silaturahmi Persaudaraan Imam Masjid yang dirangkai dengan Wisuda Program Madrasah Imam Masjid, Jumat malam (13/2), di Aula Gubernur Kalimantan Barat.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua IPIM Kalimantan Barat, Ustadz Muammar Khadafi, Lc., M.H., Al-Hafidz. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan sekaligus wisuda para imam yang telah mengikuti pembinaan selama satu tahun penuh.


“Alhamdulillah, para peserta telah mengikuti pembinaan selama satu tahun. Kegiatan wisuda ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan atas kesungguhan serta perjuangan mereka. Semoga menjadi wasilah turunnya rahmat dan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah di Kalimantan Barat,” ujarnya.


Ia menjelaskan, program Madrasah Imam Masjid dirancang sebagai pembinaan berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan sesaat. Para imam dibekali materi pembelajaran Al-Qur’an secara teori dan praktik, meliputi tahsin dan tajwid, serta evaluasi bacaan dan gerakan salat. Para pengajar berasal dari kalangan qari dan hafiz, termasuk dewan hakim MTQ yang memiliki kompetensi di bidang Al-Qur’an.


Selain itu, peserta juga mendapatkan materi kepemimpinan, tafsir, fikih, dan hadis, agar imam tidak hanya menjadi pemimpin dalam salat, tetapi juga mampu menjadi pembina umat di tengah masyarakat.


Dalam sesi dengan awak media wawancara, Ketua IPIM Kabupaten Sekadau, Syamsul Hidayat, A.Md.Far, menyampaikan bahwa program tersebut sangat membantu meningkatkan kualitas imam di daerahnya.


“Program Madrasah Imam Masjid ini betul-betul membantu peningkatan kualitas dan profesionalisme imam. Imam masjid memiliki kapasitas yang lebih baik sehingga pelaksanaan ibadah di masyarakat menjadi lebih optimal dan berkualitas,” ungkapnya.


Ia menambahkan, ke depan pihaknya berkomitmen memperluas jangkauan pembinaan hingga ke tingkat desa.


Namun demikian, dukungan dari pemerintah daerah dan Kementerian Agama sangat dibutuhkan agar program dapat berjalan maksimal.


Sementara itu, Ustadz Tomi Raji’i turut menyampaikan apresiasi atas antusiasme para imam dalam mengikuti pembinaan. Menurutnya, tidak sedikit peserta yang rela menempuh perjalanan hingga empat sampai lima jam demi mengikuti kegiatan yang dilaksanakan setiap dua pekan tersebut.


“Semangat para imam luar biasa. Mereka tetap istiqamah mengikuti pembinaan hingga selesai. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan peningkatan kapasitas imam sangat besar,” ujarnya.


IPIM Kalbar sendiri telah berdiri selama dua tahun dan resmi terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat.


Organisasi ini juga telah membentuk kepengurusan di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

Melalui kegiatan itihad dan wisuda ini, IPIM Kalbar berharap program Madrasah Imam Masjid dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak imam di seluruh wilayah Kalimantan Barat, demi mewujudkan imam masjid yang berkualitas, berintegritas, serta mampu menjadi perekat persatuan umat. (Red/Jm)