Indokalbar.com: Wakil

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Wakil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wakil. Tampilkan semua postingan

05 Mei 2026

Pontianak Genjot SPALD-T, Proyek Rp1,5 Triliun Libatkan Peran Gender dan Warga

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka Workshop Pelatihan Gender dan Safeguards Citywide Inclusive Sanitation Project.

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak terus memantapkan langkah dalam merealisasikan program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) sebagai upaya besar meningkatkan kualitas sanitasi perkotaan. Melalui workshop dan pelatihan yang digelar, pendekatan inklusif dengan melibatkan perspektif gender serta partisipasi masyarakat menjadi fokus utama.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan, kegiatan ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh pihak terkait agar pelaksanaan program berjalan optimal, mulai dari tahap pembangunan hingga pemanfaatannya oleh masyarakat.

Menurutnya, SPALD-T bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari transformasi kualitas hidup warga. Karena itu, seluruh prosesnya telah melalui kajian matang dan melibatkan berbagai elemen, termasuk masyarakat sebagai pengguna utama layanan.

Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap awal dengan penandatanganan kontrak dan segera berlanjut ke pelaksanaan di lapangan. Meski demikian, pemerintah mengakui akan ada dampak sementara, seperti gangguan lalu lintas di sejumlah titik selama proses pembangunan berlangsung.

Untuk itu, sosialisasi terus digencarkan agar masyarakat memahami manfaat jangka panjang dari proyek ini sekaligus memberikan dukungan selama masa pengerjaan.

Pada tahap awal, pembangunan difokuskan di kawasan Martapura dan Nipah Kuning. Program ini didukung anggaran besar mencapai Rp1,5 triliun dengan target penyelesaian pada 2029 dan mulai beroperasi pada 2030.

Sistem SPALD-T nantinya memiliki kapasitas sekitar 12.000 meter kubik per hari dan diproyeksikan mampu melayani sekitar 16.000 rumah tangga. Kehadiran sistem ini diharapkan menjadi solusi permanen terhadap persoalan limbah domestik yang selama ini menjadi tantangan di kawasan perkotaan.

Terkait skema pembiayaan, pemerintah masih menyusun formulasi tarif yang adil dan tidak memberatkan masyarakat. Pendekatan berbasis klaster akan diterapkan, di mana sektor usaha kemungkinan memiliki kewajiban tertentu, sementara masyarakat umum tetap mendapatkan kemudahan akses layanan.

Bahasan juga menekankan pentingnya peran gender dalam keberhasilan program ini. Keterlibatan perempuan dan kelompok masyarakat lainnya dinilai krusial, terutama dalam mendorong kesadaran dan perubahan perilaku terkait pengelolaan sanitasi di tingkat rumah tangga.

Sejauh ini, proses sosialisasi berjalan lancar tanpa adanya penolakan berarti dari masyarakat, menandakan tingginya dukungan terhadap program tersebut.

Dengan hadirnya SPALD-T, Pemerintah Kota Pontianak optimistis kualitas sanitasi akan meningkat signifikan, sekaligus mendorong standar kota menuju kategori kota besar yang lebih sehat, layak huni, dan berkelanjutan. (*) 

30 April 2026

Porseni PAUD 2026 Ditutup, Bahasan Tekankan Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

Siswa PAUD tampil memukau pada penutupan Porseni PAUD Tingkat Kota Pontianak 2026.

Pontianak – Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Pendidikan Anak Usia Dini (Porseni PAUD) tingkat Kota Pontianak tahun 2026 resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, di Pontianak Convention Center, Kamis (30/4/2026).

Dalam sambutannya, Bahasan menegaskan bahwa Porseni PAUD bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, anak-anak didorong tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria, berbudaya, serta berakhlak mulia.

“Porseni PAUD memiliki banyak manfaat dalam mengembangkan minat, bakat, dan potensi anak secara holistik. Anak-anak belajar kreatif, percaya diri, bersosialisasi, dan bekerja sama dalam tim,” ujarnya.

Ia mengaku bangga melihat antusiasme peserta selama pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, anak-anak tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar tentang keberanian, disiplin, serta nilai kebersamaan.

“Semua anak yang tampil adalah juara. Mereka sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tambahnya.

Bahasan juga mengapresiasi peran para pendidik dan orang tua yang terus mendampingi serta mendukung perkembangan anak-anak. Ia menekankan bahwa pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi masa depan yang tangguh dan mandiri.

Selain itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan maupun penelantaran, serta mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Di Kota Pontianak, lebih dari 200 lembaga PAUD berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui kebijakan dan alokasi anggaran guna meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.


“Capaian Indeks Pembangunan Manusia Kota Pontianak yang kini berada di angka 82,80 tidak lepas dari kontribusi sektor pendidikan, termasuk PAUD,” ungkapnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menekankan pentingnya penguatan karakter anak melalui kegiatan positif seperti Porseni. Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 270 satuan PAUD yang tersebar di enam kecamatan dan 29 kelurahan di Pontianak.

Menurutnya, PAUD memiliki peran strategis dalam membangun keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan berekspresi anak. Namun, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi, salah satunya semakin berkurangnya lagu anak yang dikenal oleh generasi saat ini.

“Anak-anak sekarang lebih hafal lagu dewasa, padahal lagu anak sarat nilai positif untuk pembentukan karakter,” tuturnya.

Melalui Porseni, pihaknya berupaya menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri sesuai usia, baik melalui seni tari, musik, maupun aktivitas kreatif lainnya. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran dan inspirasi bagi satuan PAUD dalam mengembangkan kreativitas anak.

Ke depan, kesempatan tampil akan diberikan secara bergilir kepada seluruh satuan PAUD agar semua memiliki ruang yang sama untuk menunjukkan potensi terbaiknya. (*)

21 April 2026

Wakil Wali Kota Tegas: PPDB 2026 Harus Bersih, Praktik Siswa Titipan Dilarang Keras


Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyampaikan sosialisasi PPDB 2026 kepada Ketua RT dan RW se-Kecamatan Pontianak Kota

Pontianak – Komitmen mewujudkan proses pendidikan yang adil dan transparan kembali ditegaskan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan saat membuka sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026 di Aula Kantor Camat Pontianak Kota, Selasa (21/4/2026).

Dalam kegiatan yang diikuti para Ketua RT dan RW se-Kecamatan Pontianak Kota itu, Bahasan menekankan pentingnya keterbukaan dalam seluruh tahapan PPDB. Ia secara tegas menolak praktik “titip-menitip” yang kerap mencederai rasa keadilan di masyarakat.

“Saya tidak ingin ada praktik titip-menitip, baik kepada pihak sekolah maupun pemerintah. Jika ditemukan, akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Menurutnya, sosialisasi tidak hanya sebatas penyampaian aturan PPDB 2026, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di sektor pendidikan. Ia menilai, pendidikan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bahasan juga menekankan bahwa setiap kebijakan pemerintah harus melalui komunikasi yang baik agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga. Peran RT dan RW dinilai strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

“Setiap program pemerintah tidak terlepas dari aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi dan sosialisasi menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Ia turut mengajak para Ketua RT dan RW untuk aktif menyampaikan persoalan di lingkungan masing-masing, terutama yang menyangkut masyarakat menengah ke bawah. Pemerintah, kata dia, membuka ruang seluas-luasnya untuk mencari solusi bersama.

Sementara itu, Camat Anisah Nurbayani menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan untuk memperkuat kapasitas serta sinergi antara pemerintah dan perangkat lingkungan.

“Kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga memperkuat sinergi, koordinasi, serta menyamakan persepsi dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah daerah,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kegiatan diikuti 190 peserta yang terdiri dari 120 Ketua RW dan 70 Ketua RT. Jumlah tersebut belum mencakup seluruh Ketua RT yang ada karena keterbatasan kapasitas tempat.

Selain membahas PPDB 2026, peserta juga mendapatkan sosialisasi program SPALD-T (Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat) yang akan segera dijalankan di Kota Pontianak.

Dengan penegasan larangan praktik titipan dan dorongan transparansi, Pemerintah Kota Pontianak berharap pelaksanaan PPDB tahun ini berjalan bersih, adil, dan mampu menciptakan kepercayaan publik yang lebih kuat. (*)