Ria Norsan Lepas 1.861 Jemaah Haji Kalbar, Ingatkan Bekal Kesabaran Lebih Penting dari Biaya
![]() |
| Gubernur Kalbar, Ria Norsan, secara resmi melepas keberangkatan 1.861 calon jemaah haji asal Kalbar untuk musim haji 1447 Hijriah. |
Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan secara resmi melepas keberangkatan 1.861 calon jemaah haji asal Kalimantan Barat untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Senin (4/5/2026). Pelepasan yang digelar di Kantor Gubernur Kalbar itu menandai dimulainya perjalanan ibadah para tamu Allah menuju Tanah Suci.
Pada musim haji tahun ini, jumlah jemaah beserta petugas yang diberangkatkan tercatat sebanyak 1.861 orang yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 14 hingga 18. Proses pemberangkatan dijadwalkan berlangsung pada 6–10 Mei 2026 dengan rute perjalanan dari Asrama Haji Pontianak menuju Embarkasi Batam menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG milik [Lion Air](https://www.lionair.co.id?utm_source=chatgpt.com) sebelum melanjutkan penerbangan ke Jeddah bersama [Saudi Arabian Airlines](https://www.saudia.com?utm_source=chatgpt.com).
Dalam sambutannya, Ria Norsan menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental dalam menjalankan ibadah haji. Menurutnya, ibadah haji bukan hanya membutuhkan kemampuan finansial, tetapi juga kesabaran dan pengendalian diri selama berada di Tanah Suci.
“Kalau biaya haji itu satu karung, maka bekal kesabaran harus sepuluh karung,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para jemaah agar menjaga niat dan perilaku selama beribadah dengan menjauhi tiga larangan utama dalam ihram, yakni rafas (ucapan tidak senonoh), fusuk (perbuatan maksiat), dan jidal (perdebatan).
Selain itu, jemaah diminta mematuhi seluruh aturan yang berlaku di Arab Saudi, termasuk larangan melakukan siaran langsung maupun pengambilan video untuk kepentingan komersial di area Ka’bah.
Sejalan dengan kebijakan nasional, penyelenggaraan haji tahun ini mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kalimantan Barat memastikan pelayanan prioritas diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.
Berdasarkan data, jemaah termuda musim haji tahun ini adalah Aqilah Muntazah Ayuni dan Aila Afifah yang sama-sama berusia 13 tahun asal Pontianak. Sementara jemaah tertua adalah Jawariah Bujang Masro berusia 88 tahun dari Kubu Raya.
Kepada para petugas haji daerah, Ria Norsan berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan pelayanan kepada para jemaah.
“Utamakan kepentingan jemaah,” tegasnya.
Prosesi pelepasan ditutup secara simbolis dengan penyerahan syal kepada perwakilan jemaah tertua dan termuda, pemasangan rompi kepada petugas dan ketua kloter, serta penyerahan Bendera Akcaya sebagai simbol persatuan kontingen haji Kalimantan Barat. (*)
