Berita Indokalbar.com: Inflasi hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Inflasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inflasi. Tampilkan semua postingan

05 Mei 2026

Inflasi Pontianak Tetap Terkendali, Lonjakan Transportasi Jadi Sorotan Jelang Idul Adha

Rakor pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Ruang Pontive Center.

Pontianak – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Pontianak memastikan kondisi inflasi daerah masih dalam kategori aman. Meski demikian, kewaspadaan terus diperkuat mengingat potensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi saat momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Hal tersebut mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar di Pontive Center, Selasa (5/5/2026). Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan bahwa stabilitas harga saat ini berada pada zona hijau, namun perlu dijaga secara konsisten melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, karakteristik Pontianak sebagai daerah distribusi membuat ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah cukup tinggi. Karena itu, pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi kuat antarinstansi dengan berbasis data yang akurat.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi pijakan utama dalam merumuskan kebijakan. Dengan dukungan data yang tepat, pemerintah dapat menentukan langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga sekaligus mengantisipasi gejolak pasar.

Selain itu, Bahasan juga menyoroti pentingnya peningkatan kinerja daerah dalam pengendalian inflasi, seiring adanya kebijakan dari Kementerian Dalam Negeri yang memberikan insentif bagi daerah berprestasi. Upaya ini dinilai penting sebagai motivasi sekaligus penguatan kapasitas fiskal daerah di tengah dinamika transfer pusat ke daerah.

Berdasarkan catatan BPS Kota Pontianak, inflasi bulanan (month-to-month) pada April 2026 tercatat sebesar 0,59 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara tahunan (year-on-year), inflasi berada di angka 2,15 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date) mencapai 1,42 persen.

Statistisi Ahli Madya BPS Kota Pontianak, Ahmad Badar, menyebut capaian tersebut menunjukkan tren inflasi yang semakin terkendali. Bahkan secara kumulatif sepanjang 2025, inflasi Pontianak berada di level 1,50 persen, masih dalam rentang target nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Namun demikian, ia mengingatkan adanya sejumlah faktor yang tetap perlu diwaspadai. Kenaikan harga avtur hingga lebih dari 70 persen akibat lonjakan harga minyak global menjadi salah satu pemicu utama. Kondisi geopolitik internasional, termasuk konflik di Timur Tengah, turut memberi tekanan terhadap distribusi energi.

Selain itu, penyesuaian harga BBM dan LPG non-subsidi pada pertengahan April juga berdampak terhadap pembentukan inflasi di daerah. Dampak tersebut paling terasa pada sektor transportasi yang menjadi penyumbang terbesar inflasi bulan April dengan kontribusi mencapai 1,44 persen, terutama dari kenaikan tarif angkutan udara.

Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memberikan kontribusi signifikan sebesar 0,68 persen. Kedua kelompok ini menjadi penopang utama dari total pembentukan inflasi di Pontianak selama April 2026.

Dengan kondisi tersebut, Pemkot Pontianak optimistis tren inflasi yang terkendali dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun. Upaya penguatan koordinasi, pengawasan distribusi, serta intervensi pasar akan terus dilakukan guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

Jika konsistensi ini terjaga, Pontianak berpeluang kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional sebagai daerah dengan kinerja pengendalian inflasi yang solid, sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalani momen Iduladha dengan lebih tenang di tengah harga yang tetap terkendali. (*)