Indokalbar.com

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

21 Mei 2026

Pontianak Jadi Tuan Rumah Raker APEKSI se-Kalimantan, Bahas Penguatan Fiskal Daerah

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan kesiapan Pemerintah Kota Pontianak selaku tuan rumah Raker Komwil V APEKSI Regional Kalimantan.

Pontianak – Kota Pontianak kembali dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional Kalimantan 2026 yang digelar pada 22–24 Mei mendatang. Sebanyak sembilan wali kota se-Kalimantan dijadwalkan hadir dalam forum strategis tersebut.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pertemuan ini menjadi wadah penting bagi pemerintah kota di Kalimantan untuk membahas berbagai isu pembangunan perkotaan, terutama penguatan fiskal daerah di tengah meningkatnya kebutuhan pelayanan publik dan pembangunan.

Mengusung tema “Fiskal Tangguh, Kota Tumbuh”, forum ini diharapkan mampu menjadi ruang berbagi gagasan dan pengalaman antar kepala daerah dalam memperkuat kapasitas keuangan daerah.

“Ketahanan fiskal ini penting agar pemerintah kota mampu menjaga keberlanjutan pembangunan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mendorong pertumbuhan kota yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Edi yang juga menjabat Ketua Komwil V APEKSI, Kamis (21/5/2026).

Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan para wali kota beserta rombongan dari seluruh Kalimantan. Ia berharap kehadiran para tamu dapat membawa suasana positif sekaligus memperkuat citra Pontianak sebagai kota yang nyaman dan terbuka.

Edi juga mengajak masyarakat ikut menyambut para tamu dengan menjaga keramahan dan kebersihan kota.

“Mudah-mudahan warga Kota Pontianak juga bisa merasakan aura keberadaan mereka di Kota Pontianak ini dengan keramahan, menjaga kebersihan, dan kita jadikan Kota Pontianak salah satu kota yang layak, nyaman sebagai tempat hunian dan beraktivitas,” pesannya.

Menurutnya, Pontianak bukan kali pertama dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan APEKSI. Terakhir, kota ini juga menjadi penyelenggara agenda serupa pada tahun 2023.

“Ini sudah keberapa kalinya kita menyelenggarakan sebagai tuan rumah. Terakhir itu tahun 2023,” ungkapnya.

Selain membahas penguatan fiskal daerah, Raker Komwil V APEKSI juga menjadi momentum memperkenalkan potensi Kota Pontianak kepada para peserta. Beragam potensi mulai dari kuliner, budaya, keramahan masyarakat hingga perkembangan pembangunan kota diharapkan dapat meninggalkan kesan positif bagi para tamu.

Edi menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak siap menyukseskan pelaksanaan Raker Komwil V APEKSI Regional Kalimantan 2026 dan berharap forum tersebut mampu memperkuat kolaborasi serta jejaring kerja sama antar kota di Kalimantan.

“Pontianak siap menyambut para tamu. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi seluruh kota di Kalimantan,” pungkasnya. (*)

20 Mei 2026

31 Tahun Telkomsel, Perkuat Ekosistem Digital dan Catat Laba Tumbuh 14,7 Persen

Telkomsel berhasil membukukan peningkatan performansi Perusahaan yang semakin baik pada paruh kedua 2025.

Jakarta – Memasuki usia ke-31 tahun, Telkomsel terus memperkuat posisinya sebagai digital ecosystem enabler melalui layanan digital yang semakin relevan dan bernilai bagi pelanggan. Di tengah dinamika industri telekomunikasi yang semakin kompetitif, Telkomsel mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 14,7 persen secara kuartalan (QoQ) dan EBITDA meningkat 5,4 persen QoQ sepanjang 2025.

Kinerja positif tersebut ditopang kontribusi layanan digital bisnis yang kini menyumbang lebih dari 95 persen terhadap pendapatan mobile, serta pertumbuhan traffic data sebesar 15 persen secara tahunan.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho mengatakan, tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.

“Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Telkomsel dalam memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sepanjang 2025, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp109,3 triliun dengan laba bersih mencapai Rp19,7 triliun. Transformasi menuju pertumbuhan berkualitas juga tercermin dari basis pelanggan yang terkonsolidasi menjadi 156,1 juta pelanggan, dengan ARPU meningkat menjadi Rp45 ribu pada akhir tahun.

Selain memperkuat layanan mobile, Telkomsel juga terus mengembangkan layanan konvergensi dan fixed broadband. Penetrasi layanan konvergensi kini telah mencapai sekitar 59 persen, sementara jumlah pelanggan fixed broadband menembus lebih dari 10 juta pelanggan.

Dalam mendukung gaya hidup digital masyarakat, Telkomsel menghadirkan berbagai layanan digital yang mendukung komunikasi, hiburan, hingga solusi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin terintegrasi dalam ekosistem layanan.

Tidak hanya fokus pada bisnis, Telkomsel juga memperluas dampak sosial melalui pengembangan ekosistem digital inklusif. Perusahaan mencatat peningkatan omzet UMKM rata-rata hingga 32 persen melalui pemanfaatan layanan digital. Selain itu, Telkomsel turut mendukung terciptanya lebih dari 685 ribu lapangan kerja dalam ekosistem digital nasional.

Pengembangan talenta digital juga terus dilakukan melalui program seperti NextDev dan berbagai inisiatif edukasi digital lainnya. Telkomsel juga memperluas akses digital hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui dukungan BTS USO.

Atas inovasi dan kualitas layanan yang terus dikembangkan, Telkomsel meraih sejumlah penghargaan nasional maupun internasional sepanjang 2025. Di antaranya penghargaan global dari Ookla melalui Speedtest Awards™ untuk kualitas jaringan, penghargaan Global GTI Awards, hingga apresiasi internasional atas pemanfaatan AI dalam layanan MyTelkomsel dan customer experience.

Saat ini, Telkomsel didukung lebih dari 293 ribu BTS on-air yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia guna memastikan kualitas konektivitas digital yang semakin optimal.

“Kami meyakini bahwa pertumbuhan industri telekomunikasi ke depan tidak lagi hanya ditentukan oleh skala, tetapi oleh kemampuan menghadirkan layanan yang bernilai, pengalaman yang konsisten, serta keberlanjutan bisnis yang mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi pelanggan dan ekosistem digital nasional,” tambah Nugroho.

Ke depan, Telkomsel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat konektivitas broadband, layanan digital terintegrasi, serta pemanfaatan teknologi berbasis AI demi menghadirkan pengalaman pelanggan yang semakin seamless, relevan, dan bernilai bagi masyarakat Indonesia. (*)

Ratusan Warga Padati Gerakan Pangan Murah di Rumah Adat Melayu Sekadau


Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Polres Sekadau Gelar Anev Korwas PPNS


Kapolres Sekadau Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118


Pasar Murah Diserbu Warga, Bahasan: Bantu Ringankan Beban Kebutuhan Pangan

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka Operasi Pasar Murah Jelang Iduladha di Halaman Kantor Camat Tenggara.

Pontianak – Antusiasme warga terlihat sejak pagi saat mengikuti operasi pasar atau pasar murah yang digelar di Kecamatan Pontianak Tenggara, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini menjadi upaya Pemerintah Kota Pontianak membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, pasar murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk mempermudah akses terhadap bahan pokok, terutama di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat.

“Kegiatan ini semata-mata agar Bapak Ibu bisa mendapatkan akses pangan dengan harga yang lebih murah. Walaupun nilainya tidak terlalu besar, tetapi ini perlu kita syukuri bersama,” ujarnya saat membuka kegiatan operasi pasar.

Pelaksanaan pasar murah melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, Bulog, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Bank Kalbar hingga sejumlah mitra lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus membantu daya beli masyarakat.

Bahasan menilai, rasa syukur menjadi hal penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika masyarakat masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk beraktivitas.

“Kalau kita bersyukur terhadap nikmat Allah yang diberikan, insyaallah Allah akan menambah rezeki dan nikmat kita. Pertama nikmat sehat, nikmat hidup,” katanya.

Ia juga mengapresiasi semangat warga yang rela mengantre demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa program pasar murah benar-benar dirasakan manfaatnya.

Selain itu, Bahasan mengajak warga menjaga ketertiban dan kesabaran selama kegiatan berlangsung. Ia mengingatkan bahwa setiap usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik.

“Niatkan Bapak Ibu hadir ke sini, mengantre, sebagai ibadah kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua diberi kekuatan, keistikamahan, dan terhindar dari marabahaya,” ucapnya.

Pemerintah Kota Pontianak berharap pasar murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai langkah membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pangan, perbankan daerah, dan berbagai mitra lainnya dalam menjaga stabilitas pangan di Kota Pontianak. (*)

Kampung Gambut Pontianak Raih Trophy Proklim Nasional, Bukti Warga Mampu Jaga Lingkungan dan Ekonomi

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyerahkan Penghargaan Proklim Utama Trophy kepada perwakilan Kampung Gambut di Halaman Kantor Wali Kota Pontianak.

Pontianak – Upaya warga menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan ekonomi berbasis masyarakat membuahkan hasil membanggakan. Lima kawasan di Kota Pontianak berhasil meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Penghargaan tertinggi diraih RW 33 Kampung Gambut, Kelurahan Siantan Hilir, yang sukses membawa pulang penghargaan Proklim Utama Trophy. Sementara RW 27 Kampung Tangguh Penggerak Kesadaran Lingkungan, Kelurahan Siantan Hulu dan RW 15 Kampung Tenun, Kelurahan Batulayang meraih penghargaan Proklim Utama.

Adapun RW 21 Kelurahan Sungai Jawi Dalam serta RW 10 Kelurahan Pal Lima memperoleh penghargaan kategori Proklim Madya.

Ketua Pokdarwis Kampung Gambut Siantan Hilir Misra’i mengatakan, penghargaan tersebut lahir dari semangat gotong royong masyarakat dalam memperbaiki lingkungan kampung secara bertahap. Warga mulai membangun kesadaran melalui kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pengelolaan sampah, pertanian ramah lingkungan hingga pengembangan wisata edukasi.

“Kami mulai bergerak bersama karena merasa kampung kami tertinggal dibanding daerah lain. Dari situ kami membangun komunitas dan mengenalkan potensi Kampung Gambut,” ujarnya usai menerima penghargaan dari Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Rabu (20/5/2026).

Kampung Gambut yang dikenal sebagai kawasan pertanian sayur-mayur juga mengembangkan metode alami untuk mendukung pertanian. Salah satunya dengan memperbanyak tanaman bunga di sekitar lahan sebagai pengalih hama alami. Selain membantu petani, kawasan kampung pun menjadi lebih indah dan menarik dikunjungi.

Tidak hanya itu, warga juga mengolah sampah menjadi pupuk organik dan memanfaatkan limbah sayuran menjadi gas untuk kebutuhan rumah tangga. Meski produksinya masih terbatas untuk enam rumah karena keterbatasan alat dan bahan baku, inovasi tersebut dinilai menjadi langkah nyata menuju kampung mandiri dan ramah lingkungan.

Kampung Gambut kini juga berkembang menjadi kawasan wisata edukasi yang banyak dikunjungi pelajar. Anak-anak mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi datang untuk belajar langsung tentang pertanian, mulai dari menanam, merawat hingga memanen sayuran bersama petani setempat.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, kawasan itu tercatat menerima lebih dari 2.000 pengunjung. Bahkan wisatawan asal Kanada pernah datang untuk meneliti kondisi air di kawasan tersebut.

Misra’i menjelaskan, gerakan membangun Kampung Gambut mulai dirintis sejak 2020 dan resmi terbentuk melalui surat keputusan pada 2022. Dalam perjalanannya, mereka juga mendapat dukungan CSR dari PT Pertamina Patra Niaga.

Selain mengembangkan pertanian dan pengelolaan sampah, warga juga menjaga kawasan hutan kecil seluas sekitar 1,5 hektare sebagai area resapan air dan habitat satwa. Menariknya, sejumlah satwa yang sebelumnya jarang terlihat kini mulai kembali muncul di kawasan tersebut.

“Dulu beberapa satwa sempat hilang di tempat kami. Tapi sekarang setelah masyarakat mulai menjaga lingkungan dan pola hidup, reptil dan hewan lainnya mulai kembali terlihat,” katanya.

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak M Yamin mengatakan, program kampung iklim menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam membangun lingkungan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim.

“Ini merupakan bagian dari adaptasi terhadap perubahan iklim yang sudah menjadi persoalan global dan program nasional,” ujarnya.

Menurut Yamin, konsep kampung iklim diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat dari lingkungan terkecil. Ia berharap semakin banyak kawasan di Pontianak menerapkan pola hidup ramah lingkungan berbasis masyarakat.

Dalam dua tahun terakhir, Kota Pontianak konsisten melahirkan kampung-kampung iklim yang mendapat pengakuan nasional. Pada 2024, penghargaan kategori Utama diraih RW 38 Kelurahan Sungai Jawi dan RW 15 Kelurahan Bangka Belitung Laut. Sedangkan pada 2023, penghargaan kategori Madya diraih Kelurahan Bansir Laut dan Siantan Tengah.

Yamin menambahkan, praktik kampung iklim dilakukan melalui berbagai kegiatan sederhana namun berdampak besar, seperti pengelolaan sampah, pemanfaatan pekarangan rumah, penanaman sayur hingga pengembangan ekonomi keluarga berbasis lingkungan.

“Di situ masyarakat bisa beternak ikan, bercocok tanam, dan menciptakan ekosistem di sekitar lingkungan. Ini bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membantu ekonomi keluarga,” tutupnya. (*)

Bahasan Ajak Warga Perkuat Literasi Digital demi Jaga Tunas Bangsa

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan memimpin Apel Hari Kebangkitan Nasional ke 118 di halaman Kantor Wali Kota Pontianak.

Pontianak – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga generasi muda, dan meningkatkan literasi digital di tengah derasnya perkembangan zaman.

Ajakan tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (20/5/2026). Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya perlindungan generasi muda sebagai bagian dari menjaga masa depan dan kedaulatan bangsa.

Bahasan mengatakan, Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai refleksi atas semangat berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 yang menjadi tonggak lahirnya kesadaran berbangsa. Menurutnya, perjuangan saat ini tidak lagi hanya soal mempertahankan wilayah, tetapi juga menjaga kualitas sumber daya manusia dan kedaulatan informasi di era digital.

“Semangat kebangkitan harus terus kita hidupkan. Hari ini tantangan bangsa sudah berubah. Kita tidak hanya bicara tentang kedaulatan wilayah, tetapi juga kedaulatan informasi, kualitas sumber daya manusia, dan kesiapan generasi muda menghadapi era digital,” ujarnya.

Ia menilai kebangkitan nasional merupakan proses yang terus bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. Tantangan di tahun 2026, kata dia, semakin kompleks, mulai dari transformasi digital, pendidikan, kesehatan hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Karena itu, generasi muda harus mendapat perlindungan, pembinaan, dan ruang tumbuh yang sehat agar mampu menjadi penerus bangsa yang berkarakter, cerdas, dan berdaya saing.

Bahasan juga menyoroti pentingnya peran keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam mendampingi anak-anak menghadapi risiko di ruang digital. Menurutnya, literasi digital dan etika bermedia menjadi bagian penting dalam pembangunan manusia modern.

“Anak-anak kita adalah tunas bangsa. Mereka harus tumbuh di lingkungan yang sehat, termasuk di ruang digital. Karena itu, literasi digital, etika bermedia, dan pendampingan keluarga menjadi sangat penting,” katanya.

Dalam konteks pembangunan daerah, ia menegaskan semangat Kebangkitan Nasional harus diwujudkan melalui kerja nyata, mulai dari memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, hingga membangun ekonomi masyarakat yang mandiri.

Ia pun mengajak generasi muda Pontianak untuk terus belajar, berkarya, dan berinovasi demi kemajuan kota dan bangsa.

“Kebangkitan Nasional bukan hanya milik masa lalu. Ia harus hadir dalam cara kita bekerja hari ini, dalam cara kita membangun kota, menjaga anak-anak, memperkuat persatuan, dan memastikan pembangunan memberi manfaat bagi semua,” pungkasnya. (*)

19 Mei 2026

Pemkab Kubu Raya Terbitkan Dispensasi Solar untuk Atasi Kelangkaan BBM Transportasi Sungai

Foto: Bupati Kubu Raya Bersama Ketua Gapasdap Usai Rapat Koordinasi Terkait Kelangkaan BBM Bersubsidi Jenis Solar

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bergerak cepat menyikapi kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar yang berdampak pada terganggunya operasional transportasi sungai di sejumlah wilayah pesisir dan terpencil.

Permasalahan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Terkait Kelangkaan BBM Bersubsidi Jenis Solar yang digelar di lingkungan Setda Kabupaten Kubu Raya, Senin (18/5). Rapat dihadiri langsung Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, Wakil Bupati Kubu Raya H. Sukiryanto, Sekda Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam, pihak Pertamina, Ketua Gapasdap Agus Tianto, tokoh masyarakat, Camat Batu Ampar, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

Rapat digelar menyusul aksi mogok sebagian angkutan sungai akibat sulitnya mendapatkan BBM solar serta tingginya harga BBM industri yang dinilai memberatkan para operator kapal tradisional.

Ketua Gapasdap Agus Tianto mengatakan, transportasi sungai merupakan akses utama masyarakat di tujuh kecamatan di Kabupaten Kubu Raya, terutama wilayah pesisir dan perairan yang sangat bergantung pada jalur sungai.

“Kami sudah berupaya sejak April melakukan komunikasi dengan Dinas Perhubungan dan Pertamina terkait kebutuhan BBM. Kalau transportasi sungai berhenti total, dampaknya sangat besar bagi masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan hingga distribusi kebutuhan pokok,” ujarnya.

Menurut Agus Tianto, selama ini transportasi sungai belum mendapatkan perhatian maksimal, padahal ribuan masyarakat setiap hari menggunakan jalur air sebagai sarana utama mobilitas dan pengangkutan barang. Ia juga menyoroti minimnya fasilitas pengisian BBM khusus kapal di wilayah Kubu Raya. Saat ini, keberadaan SPBUN dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan operasional angkutan sungai.

“Kalau kapal berhenti, masyarakat di daerah terpencil otomatis lumpuh. Karena di sana transportasi air adalah urat nadi kehidupan masyarakat,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Kubu Raya H. Sujiwo menegaskan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna mencegah dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.

“Kalau kondisi ini dibiarkan, efek dominonya akan berdampak ke banyak sektor. Maka demi kepentingan masyarakat dan pelayanan publik, pemerintah daerah akan menerbitkan surat dispensasi pengambilan solar untuk transportasi sungai,” kata Sujiwo saat wawancara usai rapat.

Menurut Sujiwo, kebijakan dispensasi tersebut bersifat sementara sambil menunggu regulasi dan rekomendasi resmi dari pihak terkait, termasuk BP Migas.

Ia juga meminta Pertamina meningkatkan pengawasan distribusi BBM agar tidak terjadi penyalahgunaan dan penimbunan oleh oknum tertentu.

“Saya minta pengawasan distribusi BBM diperketat supaya masyarakat kecil tidak menjadi korban,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap langkah tersebut dapat membuat operasional transportasi sungai kembali normal sehingga aktivitas masyarakat di wilayah pesisir dan perairan tetap berjalan lancar. (Jm)

Satlantas Polres Sekadau Kembali Serahkan Traffic Cone, Dukung Keselamatan Ibadah di Gonis Rabu