18 Mei 2026
HUT ke-51 PDAM Pontianak, Edi Kamtono Dorong Layanan Air Bersih Makin Profesional
![]() |
| Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memotong tumpeng rasa syukur penanda 51 tahun Perumda Tirta Khatulistiwa di Halaman Kantor Perumda Tirta Khatulistiwa. |
Pontianak – Memasuki usia ke-51 tahun, Perumda Tirta Khatulistiwa didorong untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa pelayanan profesional dan kepuasan pelanggan harus menjadi prioritas utama perusahaan daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Edi usai memimpin apel peringatan HUT ke-51 Perumda Tirta Khatulistiwa, Senin (18/5/2026). Menurutnya, meski kapasitas produksi air bersih telah mencapai 2.358 liter per detik dengan cakupan pelayanan sebesar 90,54 persen, peningkatan kualitas layanan tetap harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Saya menekankan di usia ke-51 ini agar PDAM terus bekerja meningkatkan kualitas pelayanan secara profesional, menjadikan pelanggan atau masyarakat sebagai model dalam memberikan kepuasan terhadap layanan air bersih,” ujarnya.
Edi menjelaskan, tantangan penyediaan air bersih tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga dipengaruhi kondisi air baku, termasuk ancaman intrusi air laut di Sungai Kapuas yang dapat memengaruhi kualitas air.
“Pengaruh air baku tidak bisa dipungkiri. Kondisi intrusi air laut juga akan berpengaruh terhadap kualitas air. Karena itu, pegawai PDAM harus bekerja profesional, disiplin, transparan, sesuai SOP, dan menjaga integritas,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya menekan angka kebocoran air atau non revenue water (NRW). Saat ini tingkat kebocoran tercatat 28,77 persen dan ditargetkan turun di bawah 28 persen. Menurutnya, salah satu penyebab utama kebocoran adalah jaringan distribusi yang sudah tua dan mengalami kerusakan.
“Kebocoran itu disebabkan jaringan distribusi yang sebagian sudah tua dan rusak. Itu harus diganti. Saya minta ditekan di bawah 28 persen,” tegasnya.
Edi juga meminta Perumda Tirta Khatulistiwa terus berinovasi melalui layanan berbasis digital, mulai dari pengelolaan data pelanggan, pembayaran hingga sistem pengaduan masyarakat agar pelayanan menjadi lebih cepat dan responsif.
“Inovasi layanan harus terus dilakukan, termasuk aplikasi berbasis digital untuk data pelanggan, pembayaran maupun sistem. Yang penting juga responsif terhadap keluhan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Khatulistiwa Abdullah menyatakan pihaknya akan terus berupaya mencapai target pelayanan yang telah ditetapkan. Salah satu peningkatan kapasitas dilakukan melalui beroperasinya Instalasi Pengolahan Air Nipah Kuning berkapasitas 300 liter per detik.
“Dengan selesainya dan beroperasinya instalasi Nipah Kuning 300 liter per detik, sekarang total kapasitas kami menjadi 2.358 liter per detik,” ujarnya.
Abdullah menambahkan, pihaknya juga terus berupaya menurunkan tingkat kebocoran air sesuai target tahun ini sebesar 28,6 persen.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-51, Perumda Tirta Khatulistiwa turut menghadirkan program diskon 51 persen bagi pelanggan pasif yang ingin mengaktifkan kembali sambungan airnya. Program ini berlaku khusus bagi pelanggan yang telah tidak aktif lebih dari empat bulan.
“Diskonnya 51 persen, sesuai HUT ke-51. Ini untuk pelanggan pasif yang membuka sambungan kembali, khususnya yang sudah empat bulan ke atas,” ungkap Abdullah.
Program tersebut berlaku bagi golongan rumah tangga 2A1, 2A2, dan 2A3 mulai 18 Mei hingga 31 Juli 2026. Diharapkan program ini dapat membantu pelanggan kembali menikmati layanan air bersih sekaligus meningkatkan jumlah pelanggan aktif di Kota Pontianak. (*)
Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026, Indonesia Kembali Berjaya di Bangkok
![]() |
| Leo-Daniel rebut jaura di Thailand Open 2026. |
Bangkok - Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin sukses mengharumkan nama Indonesia setelah keluar sebagai juara Thailand Open 2026. Pada partai final yang berlangsung di Bangkok, Minggu (17/5/2026), pasangan ganda putra Indonesia itu tampil gemilang dengan menundukkan wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, dua gim langsung 21-12 dan 25-23.
Sejak awal pertandingan, Leo/Daniel tampil agresif dan mampu mendominasi permainan lewat serangan cepat serta komunikasi yang solid di lapangan. Mereka sukses mengendalikan ritme permainan hingga merebut gim pertama dengan skor meyakinkan 21-12.
Memasuki gim kedua, pertandingan berlangsung lebih ketat setelah pasangan India mulai mampu mengembangkan permainan. Namun, ketenangan dan keberanian Leo/Daniel dalam mengambil risiko pada poin-poin kritis menjadi penentu kemenangan Indonesia.
Daniel Marthin mengaku bersyukur atas keberhasilan meraih gelar juara yang menurutnya tidak lepas dari dukungan banyak pihak, termasuk tim pelatih, dokter, fisioterapis, hingga orang-orang terdekat mereka.
“Puji Tuhan kami bersyukur bisa juara di sini. Ini juga berkat support dan dukungan teman-teman terdekat kami dan juga orang-orang terdekat kami. Pelatih, dokter, fisioterapis, semuanya yang sudah membantu kami dan mendoakan, terima kasih,” ujar Daniel.
Daniel juga menyebut keberhasilan mereka di Thailand Open kali ini didukung komunikasi yang semakin baik dan tekad kuat untuk kembali meraih prestasi bersama.
“Kami merasa di turnamen ini, kami berhasil karena komunikasi cukup baik dan memang sama-sama mau juara jadi itu membantu kami bisa tampil optimal,” katanya.
Sementara itu, Leo Rolly Carnando mengungkapkan bahwa fokus dan kesiapan mental menjadi kunci kemenangan mereka di partai final. Ia menilai pasangan Indonesia tampil lebih siap terutama saat menghadapi situasi-situasi krusial di akhir gim kedua.
“Kami benar-benar menyiapkan fokus sebelum pertandingan tadi dan kami tidak boleh start duluan. Tadi di gim pertama cukup berhasil tapi di gim kedua poinnya jadi ketat karena mereka mulai bisa mengembangkan permainan,” ungkap Leo.
Menurut Leo, kondisi lapangan yang membuat reli panjang sulit terjadi memaksa mereka bermain lebih agresif sejak pukulan awal. Karena itu, komunikasi di lapangan menjadi faktor penting untuk menjaga konsistensi permainan.
“Saat adu setting itu kami lebih berani ambil risiko dan jaga komunikasi sama Daniel karena dengan kondisi lapangan begini tidak ada rally-rally panjang jadi kami harus bisa maksimal di pukulan-pukulan awal,” jelasnya.
Leo menegaskan, gelar juara Thailand Open 2026 memiliki arti besar, bukan hanya bagi mereka sebagai pasangan ganda putra, tetapi juga untuk seluruh tim Indonesia dan PBSI.
“Gelar ini sangat berarti, bukan hanya bagi kami tapi bagi tim Indonesia dan seluruh teman-teman di PBSI. Semoga ini jadi momentum untuk bangkit karena Olimpiade sudah dekat,” pungkasnya. (*)
Kapal Klotok Rute Teluk Batang Rasau Jaya Setop Berlayar Sementara Hingga Solusi BBM Tercapai
![]() |
| Kapal kelotok bersandar di pelabuhan Teluk Batang kabupaten Kayong Utara (istimewa/muzahidin) |
KAYONG UTARA - Pengelola kapal kayu atau dikenal dengan istilah kapal kelotok angkutan penumpang dan barang jurusan Teluk Batang Kayong Utara ke Rasau Jaya Kubu Raya dan sebaliknya berhenti beroperasi untuk sementara waktu terhitung sejak Minggu 17 Mei 2026.
Informasi tersebut disampaikan Agus Trianto dari Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP) Provinsi Kalimantan Barat kepada wartawan.
"Beberapa armada kapal untuk sementara memilih tidak beroperasi terhitung sejak hari ini," ujarnya, Minggu (17/06/2026).
Menurut Agus, kondisi ini adalah dampak langsung yang dirasakan para motaris atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang dianggap tak seimbang dengan biaya operasional.
Sementara harga solar ditingkat pengecer juga cenderung tidak stabil dan sulit diperoleh sehingga mengganggu jadwal keberangkatan kapal.
"Pemilik kapal kesulitan memperoleh pasokan solar subsidi untuk memenuhi kebutuhan operasional harian. Kalaupun ada, itu yang dijual di pengecer, harganya sulit diprediksi" katanya.
Menurut dia, pengelola kapal menyadari kalau kebutuhan angkutan seperti ini sangat penting bagi masyarakat. Tetapi pihak pengelola juga memiliki alasan kuat untuk melakukan langkah penghentian sementara untuk menghindari resiko kerugian lebih besar.
"Pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah cepat guna memastikan ketersediaan solar subsidi bagi transportasi sungai, khususnya kapal angkutan penumpang yang melayani masyarakat di wilayah pesisir dan perairan Kalimantan Barat," pangkasnya.
(din)
17 Mei 2026
Jakarta Bhayangkara Presisi Ukir Sejarah, Juara AVC Men’s Volleyball Championship 2026 di Pontianak
![]() |
| Jakarta Bhayangkara Presisi berhasil meraih juara AVC Men’s Volleyball Championship 2026, setelah tumbangkan Foolad Sirjan 3-1. |
Pontianak - Jakarta Bhayangkara Presisi sukses mencetak sejarah setelah keluar sebagai juara AVC Men’s Volleyball Championship 2026 usai menaklukkan wakil Iran, Foolad Sirjan Iranian, dengan skor 3-1 pada laga grand final yang digelar di Pontianak, Minggu (17/5/2026).
Laga final berlangsung sengit sejak set pertama dengan tensi tinggi dan aksi-aksi spektakuler dari kedua tim. Jakarta Bhayangkara Presisi tampil impresif lewat kombinasi serangan tajam, blok rapat, serta pertahanan disiplin yang mampu meredam permainan agresif Foolad Sirjan, salah satu klub elite Asia.
Kemenangan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh Manajer tim Jakarta Bhayangkara Presisi, Pipit Rismanto. Ia menyebut keberhasilan meraih gelar juara merupakan buah dari kerja keras seluruh pemain dan tim pelatih.
“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras seluruh tim. Kemenangan ini bukan hanya milik kami, tetapi juga untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya usai pertandingan.
Pipit juga menilai penyelenggaraan turnamen internasional di Kalimantan Barat memberikan dampak besar bagi daerah. Menurutnya, Pontianak kini semakin dikenal di level internasional berkat sukses menjadi tuan rumah kejuaraan bergengsi Asia tersebut.
“Berkat event AVC Men’s ini, sekarang Pontianak, Kalbar, menjadi pusat perhatian dunia,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Seksi Pertandingan, Agung Setyo Wahyudi, memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman dan lancar. Ia mengapresiasi dukungan panitia, masyarakat, serta ribuan penonton yang memadati arena pertandingan sepanjang turnamen berlangsung.
“Pertandingan hari ini berjalan lancar dan sukses. Terima kasih kepada para penonton yang telah datang meramaikan malam grand final ini,” katanya.
Atmosfer grand final terasa begitu meriah dengan dukungan penuh suporter yang terus memberikan semangat sepanjang laga. Sorak-sorai penonton menjadi energi tambahan bagi para pemain Bhayangkara Presisi hingga mampu menuntaskan pertandingan dengan kemenangan.
Keberhasilan Jakarta Bhayangkara Presisi menjadi juara tidak hanya membanggakan dunia voli nasional, tetapi juga menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga voli Indonesia di level Asia. Suksesnya penyelenggaraan AVC Men’s Volleyball Championship 2026 sekaligus membuktikan bahwa Indonesia, khususnya Pontianak, mampu menjadi tuan rumah event olahraga internasional secara profesional.
“Podium juara ini menjadi catatan penting dalam sejarah voli nasional sekaligus mempertegas posisi Indonesia di kancah olahraga Asia,” tutup Agung. (*)
Edi Kamtono Ajak Kader HMI Jadi Motor Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045
![]() |
| Edi Rusdi Kamtono menjadi pembicara utama dalam penutupan Latihan Kader II dan Latihan Khusus KOHATI tingkat Nasional HMI Cabang Pontianak 2026. |
Pontianak – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam untuk menjadi generasi yang mampu membawa perubahan dan berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang hadir saat ini, terutama mereka yang memiliki kemampuan intelektual, sikap kritis, dan kepedulian terhadap dinamika bangsa.
Hal itu disampaikan Edi saat menutup kegiatan Intermediate Training atau Latihan Kader II dan Latihan Khusus KOHATI tingkat nasional HMI Cabang Pontianak 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Minggu (17/5/2026) malam.
Edi mengungkapkan, HMI selama ini telah terbukti melahirkan banyak tokoh dan pemimpin yang berkiprah di berbagai bidang, termasuk pemerintahan. Bahkan saat mengikuti retret kepala daerah di Magelang, ia mendapati banyak kepala daerah yang merupakan alumni HMI.
“Kemarin saat retret di Magelang, kami berkumpul dengan alumni HMI. Ada 126 kepala daerah yang alumni HMI. Artinya tidak sia-sia adik-adik berhimpun sebagai kader HMI untuk terus menyiarkan kemajuan,” ujarnya.
Menurut Edi, tema “Resonansi Nalar Khatulistiwa HMI Menuju Indonesia Emas 2045” sangat relevan dengan kondisi global saat ini. Ia menilai tantangan dunia seperti tekanan ekonomi, konflik geopolitik di Timur Tengah, perubahan harga energi hingga kebutuhan pokok menjadi persoalan yang harus dipahami generasi muda.
“Indonesia Emas 2045 ini terwujud atau tidak, tergantung bagaimana pengelolaan bangsa kita. Kita semua punya peran dalam proses menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Ia menegaskan bahwa optimisme harus tetap dijaga di tengah ketidakpastian global. Namun, generasi muda juga dituntut memiliki kemampuan membaca situasi dan berpikir strategis agar mampu menghadapi perubahan yang begitu cepat, terutama di era digital dan media sosial.
“Kalau kita tidak mampu membaca dan memprediksi keadaan, ini bisa menjadi tantangan,” jelasnya.
Edi juga menilai Kalimantan Barat dan Kota Pontianak memiliki potensi besar untuk berkembang melalui sektor perkebunan, pertambangan, industri kreatif hingga ekonomi digital. Potensi tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan secara produktif agar mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap kegiatan pengkaderan seperti Intermediate Training dan Latihan Khusus KOHATI mampu melahirkan kader HMI yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga progresif dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Sebagai kepala daerah, Edi mengaku memahami besarnya tantangan dalam pemerintahan, mulai dari keterbatasan anggaran, regulasi hingga tingginya tuntutan masyarakat. Karena itu, ia menilai generasi muda harus hadir sebagai bagian dari solusi dengan kemampuan membaca persoalan secara utuh.
“Perjuangan itu tidak selesai sampai di sini. Kita akan terus berkiprah. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi dan semangat untuk terus membangun negeri di semua sektor,” tuturnya.
Edi juga menekankan bahwa kekuatan HMI terletak pada militansi kader, soliditas jaringan alumni, dan semangat persaudaraan yang kuat lintas daerah. Ia berharap kekuatan tersebut terus dijaga dan disinergikan demi memberikan manfaat lebih luas bagi bangsa dan masyarakat.
“Alumni HMI sangat kuat, sangat militan, dan selalu punya ikatan emosional,” pungkasnya. (*)









