Berita Indokalbar.com hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

03 Mei 2026

Polres Sekadau dan Dishub Kawal CFD, Arus Lalu Lintas Lancar dan Warga Antusias


Satlantas Polres Sekadau Ingatkan Penumpang Sepeda Motor Wajib Pakai Helm


Motor Dicuri di Sekadau, Aksi Cepat Korban Bantu Polisi Amankan Pelaku


Event Musik Metal di Gedung Kateketik Sekadau, Polisi Jaga Situasi Kondusif


Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan

Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan.
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan.
Bengkayang, Kalbar - Seorang pria berinisial PP alias Andi (28) ditahan oleh Polres Bengkayang, Kalimantan Barat, terkait dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Penahanan dilakukan setelah tersangka diserahkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bengkayang pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

“Tersangka kemudian dibawa ke Polres Bengkayang dan ditahan di rumah tahanan pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB dalam keadaan sehat. Situasi selama proses penahanan berlangsung aman dan terkendali,” ujar Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, S.Sos., S.I.K., melalui Kasatreskrim AKP Anuar Syarifudin, S.H., M.H.
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan.
AKP Anuar menjelaskan, sebelum diamankan, tersangka sempat melarikan diri ke Pontianak. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan oleh Polres Bengkayang bersama tim Resmob Polda Kalbar, diperoleh informasi bahwa tersangka berada di wilayah Pontianak.

“Informasi tersebut kemudian didalami hingga dipastikan keberadaan tersangka. Setelah itu, tim gabungan langsung bergerak dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka di Pontianak,” jelasnya.

Kasus ini sempat menjadi perhatian publik, khususnya di Kabupaten Bengkayang, mengingat korban merupakan anak di bawah umur.

Kasus ini melibatkan korban seorang remaja perempuan berusia 16 tahun. Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa tersebut diduga terjadi pada pertengahan Januari 2026 di wilayah Bengkayang.

Menurut keterangan keluarga korban, korban sempat dijemput oleh tersangka pada malam hari dan diajak berkeliling sebelum akhirnya dibawa ke tempat tinggal tersangka. Di lokasi tersebut, tersangka diduga melakukan perbuatan persetubuhan dengan korban.
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan
Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Bengkayang Terungkap, Tersangka Pria Usia 28 Tahun Ditahan.
Keesokan harinya, keluarga korban mengetahui kejadian tersebut setelah melakukan komunikasi secara intensif dengan korban. Pihak keluarga kemudian mengumpulkan informasi tambahan, termasuk bukti percakapan, sebelum akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bengkayang setelah kondisi psikologis korban dinilai siap.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, serta sejumlah pasal lain yang berkaitan dengan tindak pidana kekerasan seksual sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman guna melengkapi berkas perkara, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti lainnya.

Polres Bengkayang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

(Hms)

Taman Emas Pertamina Hadirkan Harapan Baru, Dorong Pendidikan Berkualitas di Desa Kubu Raya

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dorong peningkatan kualitas pendidikan melalui Taman Emas Pertamina.

Kubu Raya – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan terus ditunjukkan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Taman Emas Pertamina. Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional, program ini menjadi upaya nyata menghadirkan akses pendidikan yang lebih berkualitas bagi anak-anak di wilayah desa.

Melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio, program Taman Emas Pertamina menyasar anak usia 5 hingga 18 tahun dengan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Dilaksanakan di dua desa di Kabupaten Kubu Raya, yakni Desa Limbung dan Desa Punggur Kecil, program ini hadir sebagai solusi atas rendahnya minat literasi serta keterbatasan akses pendidikan berkualitas, khususnya di wilayah Ring 1 perusahaan.

Sejak digulirkan pada 2022, Taman Emas Pertamina telah memberikan manfaat langsung kepada sekitar 150 anak usia sekolah. Berbagai kegiatan inovatif dihadirkan, mulai dari Kampung Literasi melalui bimbingan belajar, Green Literation berbasis edukasi lingkungan, Emaspreneur Project untuk pembinaan wirausaha muda, hingga Capacity Building Relawan guna meningkatkan kualitas pendamping program.

Tak hanya fokus pada peserta didik, program ini juga memberdayakan pemuda dan mahasiswa setempat sebagai relawan pengajar. Pendekatan ini menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan pendidikan di daerah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

“Momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa akses pendidikan berkualitas harus dirasakan secara merata. Melalui Taman Emas Pertamina, kami menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya meningkatkan literasi, tetapi juga membangun karakter dan kemandirian generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan para relawan yang terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.

“Pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar program ini terus berjalan dan memberikan manfaat jangka panjang,” tambahnya.

Melalui Taman Emas Pertamina, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang cerdas, berdaya saing, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan pendidikan di wilayah Kalimantan Barat. (*)

Harlah ke-66 PMII, Krisantus Dorong Alumni Jadi Pemain Utama Pembangunan Kalbar

Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Kubu Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menghadiri peringatan Hari Lahir ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sekaligus pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Alumni PMII Kalimantan Barat periode 2025–2030 yang berlangsung di Gardenia Resort and Spa, Minggu (3/5/2026).

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua PB IKA PMII Nomor 05/A-1/PB IKA PMII/IV/2026, Suib kembali dilantik sebagai Ketua Harian PW IKA PMII Kalbar untuk periode kedua.

Dalam sambutannya, Krisantus Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kontribusi PMII dalam pembangunan daerah serta menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Kalbar terhadap penguatan organisasi alumni PMII di Bumi Khatulistiwa.

Namun demikian, ia juga menitipkan pesan agar PMII dan para alumninya mampu menghadirkan pemikiran yang konstruktif dan solutif bagi kemajuan daerah.

“Saya berharap PMII tidak hanya menyampaikan aspirasi di jalan, tetapi juga menghadirkan ide-ide cerdas dan pemikiran solutif bagi kemajuan daerah,” ujarnya.

Krisantus turut menyoroti pentingnya perjuangan regulasi di sektor sumber daya alam. Ia mendorong optimalisasi Pelabuhan Kijing agar komoditas unggulan Kalbar seperti kelapa sawit dan hasil alam lainnya mampu memberikan Dana Bagi Hasil (DBH) yang lebih besar bagi daerah.

Di akhir sambutannya, Wagub memotivasi para alumni PMII untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan tidak berhenti belajar demi menghadapi peluang besar pembangunan Kalbar.

“Peluang kemajuan Kalbar sangat besar. Saya ingin PMII tidak hanya menjadi pemain figuran, tetapi harus menjadi pemain utama dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB IKA PMII Slamet Ariadi menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah sekaligus sarana pengabdian dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“IKA PMII adalah wadah persatuan alumni. Kita tidak lagi sekadar berbicara teori atau dinamika mahasiswa, tetapi harus fokus pada strategi distribusi kader di berbagai sektor, mulai dari politik, pembangunan, ekonomi, sosial, budaya hingga pendidikan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh alumni memanfaatkan momentum Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional untuk mengawal kesejahteraan buruh serta tenaga pendidik di Kalimantan Barat.

Menurutnya, keadilan dan kemakmuran harus menjadi kenyataan, bukan sekadar slogan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Pertimbangan PB IKA PMII Ahmad Manggawan, Sekretaris Jenderal PB IKA PMII Sularto Edi, Ketua Majelis Pertimbangan PW IKA PMII Kalbar Ibrahim, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar Hadijah Fitriah, serta sejumlah perwakilan organisasi dan lembaga di Kalimantan Barat.

Kehadiran tokoh lintas sektor tersebut semakin menegaskan peran strategis IKA PMII dalam mendukung pembangunan dan penguatan sumber daya manusia di Kalimantan Barat. (*) 

12 Ribu Porsi Lontong Sukadana Pecahkan Rekor Dunia di Kalbar Food Festival 2026

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menghadiri Kalbar Food Festival ke-7 yang dirangkaikan dengan Saprahan Khatulistiwa ke-6 di halaman A Yani Megamall, Pontianak.

Pontianak — Kalimantan Barat kembali mencatat prestasi lewat ajang kuliner. Sebanyak 12.007 porsi Lontong Sukadana disajikan secara massal pada pembukaan Kalbar Food Festival ke-7 yang dirangkaikan dengan Saprahan Khatulistiwa ke-6 di halaman A Yani Mega Mall, Minggu (3/5/2026).

Aksi makan bersama tersebut sukses memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia sekaligus mencatatkan rekor dunia. Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Kalimantan Barat.

Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Ketua TP PKK Kalbar Erlina Ria Norsan serta sejumlah pejabat daerah dan tamu undangan lainnya.

Ria Norsan menegaskan, Kalbar Food Festival bukan sekadar mengejar rekor, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan kuliner daerah ke tingkat yang lebih luas.

“Ini bukan hanya soal rekor. Kita ingin menunjukkan bahwa Kalimantan Barat punya kekayaan kuliner dan budaya yang patut dibanggakan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi para penggagas kegiatan, termasuk Edy Hartono dan Jenel, yang menginisiasi penyajian lontong Sukadana dalam jumlah besar tersebut. Kuliner khas Kabupaten Kayong Utara itu dikenal memiliki cita rasa serundeng gurih yang menjadi favorit masyarakat.

Festival yang berlangsung selama sembilan hari mulai 3 hingga 10 Mei 2026 itu diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM. Beragam kegiatan turut digelar, mulai dari pemilihan duta kuliner, fashion show, peluncuran kain tenun, lomba tari hingga pertunjukan memasak.

Dalam kesempatan tersebut, Ria Norsan juga mengusulkan agar Pemerintah Kota Pontianak mengembangkan kawasan kuliner terpadu di sekitar tepian Sungai Kapuas sebagai daya tarik wisata baru.

Ia turut mendorong pelaku UMKM agar terus berinovasi, menjaga kualitas dan kebersihan produk, serta memperbaiki kemasan tanpa menghilangkan cita rasa khas daerah.

Sementara itu, Erlina berharap kolaborasi antara TP PKK dan penyelenggara festival terus diperkuat, terutama dalam mendorong pemanfaatan pangan lokal untuk ketahanan pangan keluarga.

Kehadiran Stephanie Myerson juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha kuliner untuk mengembangkan produk yang lebih modern dan bernilai jual tinggi.

Founder Kalbar Food Festival, Edy Hartono, mengatakan keberlangsungan festival hingga tahun ketujuh menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang tersebut.

“Kami ingin festival ini benar-benar memberi dampak, bukan sekadar seremonial. Alhamdulillah, pelaku usaha makin banyak terlibat dan manfaat ekonominya mulai terasa,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Ria Norsan mengajak masyarakat menjaga persatuan serta bijak menggunakan media sosial dengan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Ambil yang baik-baiknya saja, yang tidak baik ditinggalkan,” pesannya. (*)

Edi–Bahasan Turun Langsung, Gotong Royong Serentak Hidupkan Kepedulian Warga Pontianak

Aksi gotong royong serentak membersihkan lingkungan di enam kecamatan.

Pontianak – Semangat kebersamaan kembali terasa di Pontianak saat Pemerintah Kota menggelar aksi gotong royong serentak di enam kecamatan. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Bahasan turun langsung memimpin kegiatan, mengajak masyarakat menjadikan budaya gotong royong sebagai kebiasaan dalam menjaga lingkungan.

Di kawasan Jalan Budi Karya, Kecamatan Pontianak Selatan, Edi tampak berbaur dengan warga membersihkan rumput liar dan tanaman yang menjalar di pinggir jalan. Ia menegaskan, gotong royong bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan momentum membangun kesadaran kolektif agar lingkungan permukiman, jalan, hingga drainase tetap bersih dan tertata.

“Gotong royong ini kita lakukan untuk membersihkan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas prasarana agar semakin baik. Ini juga menjadi langkah membiasakan lingkungan yang bersih dan nyaman,” ujarnya saat membuka kegiatan, Minggu (3/5/2026).

Menurut Edi Kamtono, perkembangan kota yang terus meningkat harus diimbangi dengan kesadaran menjaga kualitas lingkungan, terutama di tengah keterbatasan lahan. Ia mengingatkan bahwa penataan yang baik, termasuk penghijauan dan kebersihan, akan memberikan dampak besar bagi kenyamanan kota.

Ia juga menyoroti karakter geografis Pontianak yang berada di garis khatulistiwa dengan dominasi tanah endapan dan lahan gambut. Kondisi tersebut membuat kota ini memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait genangan air saat hujan deras dan pasang tinggi.

“Tantangan kita adalah genangan. Saat air pasang dan hujan lebat, air cenderung lambat surut di beberapa titik,” jelasnya.

Di lokasi berbeda, Bahasan memimpin gotong royong di Jalan Ya’M Sabran, Kecamatan Pontianak Timur. Ia mengajak masyarakat untuk terus melestarikan gotong royong sebagai bagian dari warisan budaya yang memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.

“Gotong royong adalah nilai luhur yang dimiliki semua suku bangsa di Indonesia dan harus terus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Bahasan juga menekankan bahwa kegiatan gotong royong memiliki nilai lebih dari sekadar kebersihan, tetapi juga bernilai ibadah karena memberikan manfaat bagi banyak orang.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, yang memimpin aksi di Jalan Ampera, Kecamatan Pontianak Kota, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Menurutnya, gotong royong menjadi sarana efektif untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.

Ia juga menyoroti peran penting Ketua RT dan RW sebagai ujung tombak dalam mengedukasi serta menggerakkan warga agar lebih peduli terhadap kebersihan.

Aksi gotong royong serentak ini tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kebersamaan, menjadikan Pontianak sebagai kota yang tidak hanya berkembang, tetapi juga nyaman dan lestari untuk dihuni. (*)