09 Februari 2026
38 Gedung Sekolah di Bengkayang Siap Diresmikan, Angin Segar Pendidikan Wilayah Perbatasan
![]() |
| 38 Gedung Sekolah di Bengkayang Siap Diresmikan, Angin Segar Pendidikan Wilayah Perbatasan. |
BENGKAYANG -- Kabar baik datang dari dunia pendidikan di wilayah perbatasan. Sebanyak 38 gedung sekolah hasil program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dipastikan siap diresmikan pada 12 Februari mendatang. Langkah ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pendidikan, khususnya di daerah yang selama ini masih terbatas fasilitasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, menyampaikan bahwa seluruh sekolah tersebut merupakan penerima program revitalisasi tahun anggaran 2025 yang didanai langsung oleh pemerintah pusat. Program ini menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA.
“Total ada 38 satuan pendidikan yang sudah selesai direvitalisasi dan siap diresmikan. Ini mencakup hampir semua jenjang pendidikan,” ujar Heru.
Revitalisasi ini bukan sekadar memperbaiki bangunan lama. Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak, sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan lebih efektif. Hal ini menjadi sangat penting, terutama bagi sekolah-sekolah di daerah perbatasan yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Menariknya, rencana peresmian puluhan sekolah ini dijadwalkan akan dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kehadiran perwakilan pemerintah pusat tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian serius terhadap pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
Heru menambahkan, program revitalisasi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, yang menekankan percepatan peningkatan mutu layanan pendidikan nasional, tanpa terkecuali daerah terpencil dan perbatasan.
Salah satu sekolah yang merasakan langsung manfaat program ini adalah SMA Negeri 1 Bengkayang. Sekolah tersebut kini memiliki gedung baru dua lantai dengan delapan ruang kelas modern serta ruang tata kelola sekolah yang lebih representatif. Kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Pemerintah daerah berharap, peresmian 38 gedung sekolah hasil revitalisasi ini bisa menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bengkayang. Lebih dari itu, langkah ini juga diharapkan mampu memperkecil kesenjangan fasilitas pendidikan antara wilayah perbatasan dan daerah perkotaan.
Dengan sekolah yang lebih layak dan fasilitas yang memadai, masa depan pendidikan di Bengkayang kini terlihat semakin cerah. Sebuah langkah nyata yang patut diapresiasi demi generasi muda yang lebih siap dan berdaya saing.
Sumber: ANTARA/Narwati | Editor: Yakop
Lantik Pengurus Baru Baznas Kalbar, Ria Norsan Dorong Zakat Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
![]() |
| Pelantikan jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Barat. |
Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya peran strategis zakat dalam mendorong kesejahteraan masyarakat saat melantik jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Barat di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (9/1/2026).
Dalam sambutannya, Norsan menekankan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi instrumen sosial yang mampu mendorong kemandirian serta pemberdayaan ekonomi umat.
“Pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan transparan bukan sekadar memenuhi kewajiban agama, tetapi merupakan kekuatan besar dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan Baznas yang visioner, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan dominasi pengurus muda, Norsan optimistis Baznas Kalbar mampu menghadirkan inovasi dalam menghimpun dan mengelola potensi zakat secara lebih optimal.
Gubernur juga mengajak seluruh pengurus untuk menjaga integritas dan profesionalisme guna memperkuat kepercayaan publik, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satu perhatian utama adalah optimalisasi program payroll system zakat sebesar 2,5 persen bagi ASN Muslim di lingkungan Pemprov Kalbar. Program yang diluncurkan sejak pertengahan 2025 tersebut dinilai belum berjalan maksimal.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalbar akan mengumpulkan seluruh bendahara OPD untuk memastikan pemotongan zakat ASN Muslim dapat dilakukan secara langsung, sistematis, dan berkelanjutan. Dana yang terkumpul nantinya akan dikelola sepenuhnya oleh Baznas untuk kepentingan umat.
Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, Norsan juga mendorong Baznas Kalbar melakukan studi banding ke Kuching yang dinilai berhasil mengelola zakat secara produktif.
Ia mengungkapkan pengalamannya melihat pengelolaan zakat di Kuching yang mampu menghasilkan aset produktif, bahkan memiliki pusat perbelanjaan sendiri, dengan keuntungan yang digunakan membantu masyarakat kurang mampu.
“Tidak perlu jauh-jauh. Kita bisa belajar dari Kuching, bagaimana kesadaran masyarakatnya tinggi dan pengelolaan zakatnya maju serta terbuka,” tambahnya.
Menutup arahannya, Gubernur berharap program Baznas Kalbar dapat berjalan selaras dengan kebijakan pembangunan daerah menuju Kalimantan Barat yang adil, religius, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan Baznas diharapkan mampu memberikan dampak nyata, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput,” pungkasnya. (*)
Disperkimtan Kapuas Jalankan Program Rp1 Miliar per Desa dan Bedah Rumah pada 2026
![]() |
| Foto: Rapat Koordinasi memastikan Program Rp1 Miliar untuk Satu Desa pada tahun anggaran 2026 di Dinas Perkimtan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah |
KUALA KAPUAS - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Kapuas memastikan pelaksanaan Program Rp1 Miliar untuk Satu Desa pada tahun anggaran 2026. Program ini menyasar 135 desa dan kelurahan dari total 231 desa/kelurahan di Kabupaten Kapuas.
Kepala Disperkimtan Kapuas, Drs Yan Hendri Ale MT, mengatakan program tersebut bertujuan mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur permukiman hingga ke pelosok desa guna mewujudkan visi Kapuas BERSINAR.
"Dana Rp1 miliar per desa ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kawasan permukiman agar lebih layak dan tertata," ujarnya.
Selain pembangunan kawasan, Disperkimtan juga menjalankan program bedah rumah. Kepala Bidang Kawasan Permukiman, Ade Lesmana ST MM, menyebutkan pada 2026 ditargetkan rehabilitasi 136 unit rumah tidak layak huni serta pembangunan 10 unit rumah baru.
Program terpadu ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kapuas secara berkelanjutan. (Fajar)
08 Februari 2026
PJKB Terima Kunjungan Muhibah Persatuan Masyarakat Jawa Sarawak Malaysia
![]() |
|
Foto: PJKB Terima Kunjungan Muhibah Persatuan Masyarakat Jawa Sarawak Malaysia |
PONTIANAK - Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB) menerima kunjungan muhibah Persatuan Masyarakat Jawa dari Sarawak, Malaysia, pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, yang dilaksanakan di Gedung Rektorat Universitas Panca Bakti Pontianak, Jalan Komyos Sudarso (Jeruju), Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Kunjungan ini merupakan upaya mempererat silaturahmi dan memperkuat kerja sama pelestarian budaya Jawa lintas negara. Perwakilan Persatuan Masyarakat Jawa Sarawak, Dr. Trisono Sarinatana, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh keluarga besar Paguyuban Jawa Kalimantan Barat.
Dr. Trisono berharap kunjungan ini dapat semakin mempererat hubungan persaudaraan masyarakat Jawa di Sarawak dan Kalimantan Barat. Ia juga menilai perkembangan budaya Jawa di Kalimantan Barat cukup maju dan menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat Jawa di Sarawak.
Ketua Umum Paguyuban Jawa Kalimantan Barat, Dr. Purwanto, SH, MH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Persatuan Masyarakat Jawa Sarawak. Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama dalam bidang budaya, sosial, ekonomi, dan bidang lainnya.
PJKB juga membuka peluang kunjungan balasan ke Sarawak dan wilayah Semenanjung Malaysia sebagai bentuk penguatan kebersamaan masyarakat Jawa lintas negara. Dengan demikian, perbedaan wilayah dan batas negara bukan menjadi penghalang bagi masyarakat Jawa untuk tetap bersatu dan melestarikan budaya leluhur. (Ms)
Tertibkan Knalpot Brong, 15 Motor Ditilang Satlantas Polres Sekadau
![]() |
| Foto: 15 Sepeda Motor yang ditilang Polisi. |
07 Februari 2026
IPTU Sudarsono Berikan Arahan kepada Personel Regu Siaga Polres Sekadau
![]() |
| Foto: Kasat Lantas IPTU Sudarsono saat memberikan arahan personel regu siaga Polres Sekadau |



%20Provinsi%20Kalimantan%20Barat..jpg)





