Berita Indokalbar.com: Peristiwa hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

06 September 2023

Dua Orang di Kubu Raya Tewas dalam Kecelakaan Honda Scoopy dan Honda Vario

Kecelakaan motor di Kubu Raya tewaskan 2 pengendara
Kecelakaan motor di Kubu Raya tewaskan 2 pengendara.
KUBU RAYA – Pada hari kedua pelaksanaan Ops Zebra Kapuas 2023 yang berlangsung pada tanggal 4 September 2023, terjadi satu kecelakaan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia. Insiden tersebut melibatkan dua sepeda motor, Honda Scoopy dan Honda Vario, yang bertabrakan di Jalan Raya Perdamaian, Desa PAL 9, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Menurut Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, S.H., S.I.K, yang diwakili oleh Kanit Gakkum Satuan Lalulintas Polres Kubu Raya IPDA I. Wayan Mahardika, S.H, kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.30 WIB pada hari Senin (4/9/23).

"Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Perdamaian, Desa PAL 9, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, sekitar pukul 22.30 WIB," ungkapnya saat konferensi pers pada Selasa (5/9/23).

"Muhammad (16), warga Desa Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, mengendarai sepeda motor Honda Scoopy, sedangkan Honda Vario dikemudikan oleh Ahmad Asepuloh (29), warga Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya," jelas Wayan.

Wayan menjelaskan kronologi kejadian, dimulai ketika pengendara sepeda motor Honda Scoopy, Muhammad, melaju dari arah Punggur menuju Pontianak melalui Jalan Perdamaian. Sesampainya di lokasi kejadian, ia bergerak ke tengah jalan. Pada saat yang sama, sepeda motor Honda Vario yang dikemudikan oleh Ahmad Asepuloh datang dari arah berlawanan. Kecelakaan tak terhindarkan karena jarak mereka sudah sangat dekat.

"Muhammad sempat dilarikan ke rumah sakit Antonius, tetapi setelah mendapatkan perawatan medis intensif, nyawanya tak dapat tertolong karena luka berat di bagian kepalanya," tambahnya.

"Sementara itu, Ahmad Asepuloh meninggal di tempat kejadian akibat kecelakaan tersebut," lanjut Wayan.

"Dugaan penyebab kecelakaan ini adalah kelalaian kedua pengendara, yang kurang berhati-hati dan tidak fokus saat berkendara," ujar Wayan.

Saat ini, kedua kendaraan tersebut telah diamankan di Polres Kubu Raya, dan keduanya mengalami kerusakan berat di bagian depan akibat kecelakaan tersebut.

"Kami di Polres Kubu Raya terus mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas saat berkendara, serta selalu berhati-hati di jalan raya, dengan keselamatan sebagai prioritas utama," tegas Wayan.

Laka Lantas di Bokak Sebumbun Mengakibatkan Satu Korban Jiwa

1 orang meninggal dalam kecelakaan di Desa Bokak Sebumbun
1 orang meninggal dalam kecelakaan di Desa Bokak Sebumbun.
SEKADAU - Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa, terjadi di Jalan Raya Sekadau - Sintang Km. 11, desa Bokak Sebumbun, kecamatan Sekadau Hilir, kabupaten Sekadau, pada Selasa (5/9/2023) siang pukul 13.00 WIB. 

Kapolres Sekadau AKBP Suyono, melalui Kasat Lantas IPTU Pandi, menjelaskan kronologis kejadian bermula ketika sepeda motor Honda Supra warna hitam yang dikendarai HA (49), melaju dari arah Sekadau menuju arah Sintang.

Pada saat melintasi Jalan Raya Sekadau – Sintang Km 11, Desa Bokak Sebumbun, pengendara motor Honda Supra menikung melewati garis tengah marka jalan. Kemudian dari arah berlawanan melaju sebuah truk Mitsubishi Fuso warna orange yang dikendarai MU (32), dengan jarak yang sudah dekat sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari. 

"Dari peristiwa ini, korban satu orang yakni pengemudi sepeda motor mengalami luka berat di bagian kepala sehingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian," terang Kasat Lantas IPTU Pandi. 

"Kita sudah lakukan olah TKP dan melakukan evakuasi terhadap korban. Untuk truk Fuso beserta sopirnya saat ini sudah kita amankan dan sudah dimintai keterangan lebih lanjut,"  tambah Pandi. 

Banyaknya peristiwa kecelakaan di Kabupaten Sekadau yang beberapa kali ini bahkan mengakibatkan korban jiwa, Kasat Lantas meminta para pengemudi kendaraan berhati-hati agar mengutamakan keselamatan daripada kecepatan.

"Terlebih, saat ini Polres Sekadau tengah melaksanakan Operasi Zebra Kapuas yang mana kita prioritaskan kepatuhan para pengemudi kendaraan terhadap peraturan lalu lintas, diimbau agar selalu mematuhi rambu-rambu dan mengenakan kelengkapan berkendara," ucap Kasat Lantas.

04 September 2023

Tim Gabungan BPBD Kapuas Hulu Berhasil Temukan Mayat Korban Tenggelam di Sungai Kapuas

Korban tenggelam di Kapuas Hulu ditemukan meninggal
Korban tenggelam di Kapuas Hulu ditemukan meninggal.
KAPUAS HULU - Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerjasama dengan penduduk Desa Kirin Nanga di Kecamatan Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, berhasil menemukan mayat Sipak (39), yang menjadi korban tenggelam di Sungai Kapuas di wilayah tersebut.

“Korban ditemukan oleh warga dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Gunawan, pada Minggu malam.

Gunawan menjelaskan bahwa korban ditemukan sekitar 400 meter dari lokasi kejadian pada sekitar pukul 10.40 WIB pada hari Minggu (3/9) pagi.

Setelah penemuan tersebut, tim gabungan melakukan evakuasi mayat korban dan mengembalikannya ke rumah duka di daerah setempat.

Menurut Gunawan, korban yang berusia 39 tahun dan berasal dari Desa Kirin Nangka Kecamatan Embaloh Hilir merupakan warga asli Jawa Timur.

Kejadian tenggelam terjadi pada Sabtu (2/9) sekitar pukul 10.00 WIB, ketika korban sedang mengangkut daun kratom menuju Kecamatan Bika.

“Korban terjatuh dari perahu sampan karena tumpukan kantong kratom jatuh, dan pada saat itu korban diduga tertidur,” ungkapnya.

Atas peristiwa yang sangat menyedihkan ini, Gunawan menyampaikan rasa duka yang mendalam dan mengucapkan terima kasih kepada tim gabungan, relawan, dan penduduk setempat yang telah melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan, meskipun dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Gunawan juga mengingatkan masyarakat Kapuas Hulu, terutama mereka yang beraktivitas di wilayah sungai, untuk senantiasa berhati-hati dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.

Selain itu, ia menekankan kepada para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya ketika berenang di sungai, terutama saat musim kemarau seperti saat ini, di mana banyak masyarakat mengunjungi sungai untuk bermandi.

03 September 2023

Tim Gabungan Dikerahkan untuk Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Kapuas

BPBD Kapuas Hulu turunkan tim gabungan untuk mencari korban tenggelam
BPBD Kapuas Hulu turunkan tim  untuk mencari korban tenggelam.
KAPUAS HULU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, telah menggerakkan tim gabungan dalam upaya pencarian seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kapuas, tepatnya di Desa Kirin Nangka, Kecamatan Embaloh Hilir, daerah setempat.

Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan, menyampaikan, "Tim gabungan bersama dengan warga sedang berupaya melakukan pencarian terhadap korban ini, semoga segera ditemukan."

Korban tenggelam diketahui bernama Sipak (39) dan merupakan penduduk asli Jawa Timur yang saat ini tinggal di Desa Kirin Nangka, Kecamatan Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu.

Insiden tenggelamnya korban terjadi di Sungai Kapuas, khususnya di wilayah Ulak Umbut, Desa Kirin Nangka, pada pukul 10.00 WIB, Sabtu pagi. Gunawan menjelaskan bahwa korban jatuh dari perahu sampan saat sedang membawa daun kratom menuju Kecamatan Bika.

"Diduga korban tertidur di atas tumpahan kantong kratom yang kemudian terjatuh," tambah Gunawan.

Menyikapi peristiwa tragis ini, Gunawan mengimbau agar seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu, terutama yang beraktivitas di sekitar sungai, meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan pribadi. Dia juga mengingatkan orang tua untuk lebih berhati-hati dan selalu mengawasi anak-anak mereka saat bermain atau mandi di sungai.

Gunawan menutup pernyataannya dengan ungkapan keprihatinannya terhadap insiden ini sambil berharap agar korban segera ditemukan.

Perlu dicatat bahwa lokasi kejadian ini berjarak cukup jauh dari Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu. Selain itu, saat ini, debit Sungai Kapuas mengalami penurunan akibat musim kemarau panjang, dan beberapa bagian sungai mengalami arus air yang cukup deras.

20 Agustus 2023

Dua korban Batu Tinggi Sekadau ditemukan
Dua korban Batu Tinggi Sekadau ditemukan
SEKADAU - Setelah melakukan pencarian sejak Jumat 18 Agustus 2023, Akhirnya kedua korban tenggelam di wisata musiman Batu Tinggi Sekadau ditemukan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau, Ir Ahmad Suryadi dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Posko BPBD, Minggu (20/8/2023).

Korban pertama atas nama Kristiano Yasel siswa kelas IX C SMP K Santo Gabriel Sekadau ditemukan warga Sungai Ringgin saat sedang mancing dalam keadaan meninggal pada Sabtu sekitar pukul 21.00 wib.

Sementara Korban kedua atas nama Gilbertus Galas Dulan siswa kelas IX B SMP K Santo Gabriel Sekadau ditemukan sekitar 500 meter dari tempat penemuan korban pertama.

"Kedua korban sudah ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga," Ujar Ahmad Suryadi.

Ditempat yang sama, Bupati Sekadau Aron SH dalam acara penutupan pencarian korban mengucapkan terimakasih kepada BPBD, Basarnas cabang Sintang, dan Polres Sekadau atas bantuan dan suportnya sehingga kedua korban berhasik ditemukan.

"Atas nama pemerintah daerah kabupaten sekadau, kami ucapkan terimakasih atas bantuan semua pihak," Ungkap Aron.

(Tim/Yk/Hr)

19 Agustus 2023

Perempuan di Kapuas Hulu Tewas Tertimbun Api saat Membakar Lahan

Lokasi korban tewas saat membakar ladang
Lokasi korban tewas saat membakar ladang.
KAPUAS HULU - Sebuah insiden mengenaskan terjadi di perbatasan Indonesia-Malaysia, wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Damiana Sumiati (37), seorang perempuan, telah dinyatakan meninggal dunia akibat terbakar api ketika sedang melakukan pembakaran lahan pertanian di Kecamatan Badau.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Gunawan, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (18/8) sekitar pukul 15.10 WIB. Sumiati dilaporkan sedang membakar lahan pertaniannya ketika tiba-tiba angin kencang datang. Api yang sedang berkobar kemudian merambat ke arahnya dengan cepat.

Dalam upayanya melarikan diri dari lahan yang terbakar, Sumiati terjebak dan tidak dapat melarikan diri akibat laju api yang cepat. Ia pingsan dan terbakar di tempat kejadian. "Saat membakar ladang tiba-tiba ada angin kencang dan korban terjebak di dalam lahan terbakar tidak bisa melarikan diri sehingga korban pingsan dan terbakar di lahan tersebut," ungkap Gunawan saat dihubungi oleh ANTARA di Pontianak.

Kejadian ini merupakan insiden pertama kali di Kabupaten Kapuas Hulu di mana seseorang kehilangan nyawanya akibat pembakaran lahan pertanian. Gunawan menyatakan keprihatinan dan duka mendalam atas kejadian tragis ini. Ia juga menjelaskan bahwa BPBD Kapuas Hulu akan melakukan investigasi lebih lanjut dan turun ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan informasi yang lebih jelas.

Gunawan menegaskan bahwa peristiwa ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi masyarakat. Kebakaran lahan pertanian memiliki potensi bahaya yang serius, bahkan dapat menyebabkan hilangnya nyawa manusia. Oleh karena itu, BPBD akan terus memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang cara-cara yang aman dalam membuka lahan pertanian secara tradisional sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dia juga menekankan pentingnya melaporkan rencana pembakaran lahan kepada pihak berwenang setempat, seperti pihak desa dan kecamatan. Dengan melaporkan rencana tersebut, petugas Satuan Tugas (Satgas) dapat membantu dalam proses pembakaran lahan yang sesuai dengan peraturan yang ditetapkan.

Gunawan juga menjelaskan bahwa pembukaan lahan dengan metode pembakaran telah diatur dalam Peraturan Gubernur Kalimantan Barat dan Peraturan Bupati Kapuas Hulu nomor 51 Tahun 2020. Peraturan ini mengarahkan pada tata cara pembukaan lahan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal yang harus diikuti oleh masyarakat.

Pesan penting yang ingin disampaikan oleh Gunawan adalah agar masyarakat tidak ragu untuk melaporkan rencana pembukaan lahan pertanian kepada pihak berwenang. Ini merupakan langkah yang akan membantu mencegah terjadinya kecelakaan serupa dan memastikan keamanan masyarakat dalam proses membuka lahan secara tradisional. "Jangan takut melaporkan, justru saat membakar akan dibantu agar api tidak menjalar dan tidak membahayakan," pesannya kepada masyarakat.

18 Agustus 2023

Insiden Jembatan Gantung di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI: Banyak Orang Terluka

Puluhan orang terluka dalam insiden jembatan gantung di Nanga Taman
Puluhan orang terluka dalam insiden jembatan gantung di Nanga Taman.
SEKADAU – Kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 terjadi tragedi yang mengerikan. 

Sekitar puluhan orang mengalami cedera berat dan ringan setelah tertimpa jembatan gantung saat mereka tengah mengikuti perlombaan menangkap bebek di Sungai Mentukak, Desa Mentukak, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis, (17/8/2023)

Jembatan gantung yang terletak di Desa Mentukak, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Dengan panjang mencapai 65 meter dan lebar 1,5 meter, jembatan ini roboh saat warga berbondong-bondong berkumpul di sungai dangkal untuk menyaksikan perlombaan rakyat tersebut.

Camat Nanga Taman, Gunawan, mengonfirmasi insiden tersebut dengan mengungkapkan bahwa 28 korban mengalami luka ringan dan berat.

"Dari jumlah tersebut, lima orang dilaporkan mengalami patah kaki, dan satu korban telah dirujuk ke RSUD Sekadau untuk perawatan lebih lanjut." terangnya. 

Akon Suryadi, Kepala Desa Mentukak, juga memberikan keterangan yang sejalan dengan Camat Nanga Taman.

Dia menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 16.10 WIB. 

Saat itu, warga berada di atas jembatan untuk menyaksikan perlombaan menangkap bebek di sungai.

Namun sayangnya, jembatan tak mampu menahan beban orang yang berkerumun, dan roboh dengan mengakibatkan puluhan orang terluka.

Tanggap darurat pun diberlakukan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sekadau.

Tim Tanggap Darurat (TRC) BPBD dan Dinas Teknis segera dikerahkan ke lapangan untuk mengevaluasi situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan.

15 Agustus 2023

Pria Asal Pontianak Barat Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah Kontraknya di Kubu Raya

Polisi olah TKP di lokasi tewasnya pria akibat gantung diri
Polisi olah TKP di lokasi tewasnya pria akibat gantung diri.
PONTIANAK – Pada Senin (14/8/2023) pukul 14.45 WIB, seorang pria berinisial AK (59) ditemukan meninggal dunia dengan dugaan gantung diri di rumah kontrakan di Jalan Pemuda Gang Keluarga, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya.

Korban yang beralamat di Jalan Komyos Sudarso, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat ini diduga mengalami depresi berat yang mengakibatkan dirinya mengakhiri hidupnya dengan cara tersebut.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam keadaan tewas tak bernyawa dengan posisi tergantung menggunakan seutas kabel di dalam rumah kontrakannya pada hari Minggu (13/8/2023) pukul 12.00 WIB. Penemuan itu terjadi saat salah seorang saksi hendak menumpang masak di rumah korban.

Ade mengungkapkan bahwa saksi yang mendapati korban tidak merespons ketukan berulang kali, kemudian memanggil tetangga. Saat jendela samping dapur dibuka, saksi melihat korban dalam posisi tergantung di depan kamar mandi.

"Saksi LR melaporkan peristiwa ini kepada Polsek Sungai Kakap, lalu menghubungi Tim Inafis Polres Kubu Raya." jelasnya. 

Tim Inafis yang datang langsung melakukan olah TKP dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Sungai Kakap, Kepala Desa, dan Ketua RT setempat.

"Korban tinggal sendiri, dan satu-satunya anaknya bekerja di luar kota. Saksi LR adalah teman dari anak korban yang diminta untuk menjaga korban." ceritanya. 

Diketahui bahwa korban memiliki riwayat penyakit lambung, cairan di dalam hati, dan kekurangan albumin yang sudah lama diidapnya.

Kondisi kesehatan tersebut tidak kunjung sembuh dan mengakibatkan korban depresi. Korban ditemukan saat saksi LR datang ke rumahnya untuk memasak makanan.

Menurut keterangan saksi, korban jarang keluar rumah dalam 8 bulan terakhir dan cenderung menutup diri. Namun, korban sering mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada saksi.

Petugas Puskesmas yang melakukan pemeriksaan awal di TKP mengonfirmasi bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Meskipun demikian, korban menolak dilakukan otopsi. Jenazah korban akhirnya dibawa oleh keluarganya ke Yayasan Koalisi Sungai Raya untuk prosesi pemakaman.

Kepolisian saat ini masih menyelidiki kronologis kejadian dan alasan yang mendorong korban untuk mengambil tindakan tragis tersebut.

14 Agustus 2023

Kapolres Ketapang Bersama Tim Penanggulangan Karhutla Padamkan Api Dilahan Gambut

Kapolres Ketapang beserta tim padamkan api di lahan gambut
Kapolres Ketapang beserta tim padamkan api di lahan gambut.
KETAPANG - Kapolres Ketapang AKBP Tommy Ferdian S.I.K., M.Sc (Eng)   turun langsung melakukan pemadaman dan pendinginan sejumlah titik api di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang, Pada Minggu (13/08/2023).

Kapolres Ketapang AKBP Tommy Ferdian S.I.K., M.Sc (Eng) yang di damping Kabag Ops Polres Ketapang  memimpin langsung personel gabungan penanggulangan Karhutla untuk melakukan pantauan serta pemadaman beberapa titik api di wilayah Desa Sungai Besar terebut.


Dilokasi kebakaran, Kapolres Ketapang berkoordinasi dengan pihak  BPBD Dan MPA Sungai Besar bersama-sama melawan kebakaran di lahan gambut.

Tak sekedar main tunjuk anggotanya, Kapolres Ketapang AKBP Tommy Ferdian juga tak sungkan ikut memikul selang air bersama anggotanya secara bergantian.


“Kita sempat kesulitan, karena lahan yang terbakar berupa gambut. Walaupun tidak begitu luas, tapi gambut ini kan termasuk yang sulit dipadamkan,”ujar Kapolres Ketapang.

Titik api tersebut dapat di padamkan oleh personil gabungan Polri dan Tim Penanggulangan Karhutla Kabupaten Ketapang.

Dikatakan Kapolres, kemarau yang sedang terjadi saat ini masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan sembarangan apalagi tanpa pengawasan, karena itu bisa berbahaya.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak sembarangan membuang puntung rokok dan membakar lahan dikarenakan disituasi kemarau hal yang sangat rawan itu adalah kerawanan kebakaran hutan dan lahan,” himbau Kapolres Ketapang.

Selain Kapolres, terlihat hadir juga Kabagops Polres Ketapang Kompol Yafet Efraim  ikut andil dalam memadamkan si jago merah.

“Kami disini juga meminta peran masyarakat dalam menangani karhutla ini. Apabila dari warga ada yang menemukan titik-titik api agar segera menginfokannya ke Babinsa ataupun Bhabinkamtibmas setempat supaya api dapat segera di padamkan dan tidak menyebar luas”, ujar Kabagops.

11 Agustus 2023

Ayap Ditemukan Hidup Setelah 3 Hari di Hutan Kalimantan

Pria hilang di Sekadau ditemukan selamat
Pria hilang di Sekadau ditemukan selamat.
SEKADAU – Eko Akbar alias Ayap (29 tahun) telah ditemukan setelah dilaporkan hilang di hutan di Jalan Merdeka Timur, RT/RW: 016/004, Dusun Pangkin, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sekadau, Ir. Akhmad Suryadi MT, menjelaskan bahwa pada tanggal 11 Agustus 2023, BPBD Kabupaten Sekadau menerima laporan dari Kepala Desa Mungguk, Abang Irwandi, mengenai hilangnya seseorang di dalam hutan tersebut.

"Anggota TRC BPBD Kabupaten Sekadau langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan terhadap korban," kata Akhmad.

Akhmad melanjutkan, kejadian dimulai pada hari Rabu, 09 Agustus 2023, pukul 15:00 WIB. Adik korban, Kamil, melaporkan bahwa ia melihat korban sebelum pergi dari rumah dengan membawa 7 bungkus indomie dan 2 batang rokok, menuju ke arah belakang rumah yang berbatasan dengan hutan dan kebun warga.

"Korban telah hilang sejak itu, dan warga setempat sudah mencari korban selama 3 hari 2 malam tanpa hasil. Korban sebelumnya tinggal bersama orang tuanya," jelas Akhmad.

Tim TRC BPBD Kabupaten Sekadau bersama pihak Pemerintah Desa Mungguk dan keluarga korban bekerja sama untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.

Hingga akhirnya, pada pukul 15:15 WIB, korban berhasil ditemukan oleh keluarganya sekitar 1,5 kilometer dari titik terakhir kali dilihat. 

Korban ditemukan di belakang SMKN 1 RT:016 Dusun Pangkin, Desa Mungguk. Meski mengalami luka lecet di kedua kakinya akibat rumput liar dan luka-luka di bibir, korban dalam keadaan sehat dan selamat. (Yakop)

09 Agustus 2023

BPBD Kalbar Lakukan Verifikasi Dampak Angin Puting Beliung di Desa Semudun

BPBD Kalbar verifikasi dampak bencana alam di Kabupaten Mempawah
BPBD Kalbar verifikasi dampak bencana alam di desa Semudun.
MEMPAWAH – BPBD Kalimantan Barat bersama BPBD, BPN, dan Pemkab Mempawah melakukan verifikasi terhadap dampak bencana angin puting beliung di Desa Semudun dalam upaya penanganan bencana.

"Dalam upaya ini, kami bersama-sama turun langsung ke lokasi untuk melakukan pencatatan dan verifikasi terhadap dampak bencana angin puting beliung yang terjadi pada Senin (7/8) kemarin," ujar Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, di Pontianak pada hari Selasa.

Daniel menjelaskan bahwa hasil verifikasi lapangan menunjukkan bahwa terdapat 86 rumah dengan kategori kerusakan ringan, 1 masjid sebagai tempat ibadah yang terkena dampak, namun tidak ada korban jiwa atau luka.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa beberapa warga yang terdampak bencana harus mengungsi di gedung serbaguna Semudun, tetapi saat ini mereka telah kembali ke rumah masing-masing. Oleh karena itu, dapur umum yang telah beroperasi sejak Senin sore (7/8) telah ditutup.

"Kami telah mendistribusikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak bencana, baik dari Pemerintah Kabupaten Mempawah maupun dari masyarakat," tambahnya.

Dalam insiden bencana tersebut, beberapa rumah mengalami kerusakan pada atapnya, beberapa tiang listrik, pohon, dan benda-benda lainnya juga tumbang.

Menurut Daniel, penting bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda akan terjadinya angin puting beliung, seperti perubahan warna mendadak pada awan dari putih menjadi hitam pekat, serta gerakan cepat pada ranting pohon dan dedaunan akibat hembusan angin kencang.

"Ia menambahkan, "Dalam teori, fase pembentukan awan yang mendahului angin puting beliung berlangsung selama paling lama satu jam. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami tanda-tanda terjadinya angin puting beliung dan mengambil langkah-langkah keselamatan yang diperlukan."

08 Agustus 2023

Angin Puting Beliung Melanda Desa Semudun: Puluhan Rumah Rusak Parah

Gubernur Kalbar tinjau lokasi puting beliung di Desa Semudun
Gubernur Kalbar tinjau lokasi puting beliung di Desa Semudun.
MEMPAWAH - Perjalanan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menuju Kota Pontianak terpaksa terhenti di Desa Semudun, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Senin (7/8/2023) kemarin.

Dilansir dari Kalbaronline.com, Selasa (8/8/2023), Desa ini baru saja mengalami dampak hebat dari angin puting beliung yang melanda wilayah tersebut. Lebih dari puluhan atap rumah warga mengalami kerusakan serius, bahkan beberapa di antaranya sampai roboh.

Tiba di lokasi, Gubernur Sutarmidji turun dari kendaraannya dan dengan tegas memantau situasi saat ini. Warga sekitar segera berkumpul di sekitarnya, mencari solusi untuk mengatasi dampak buruk dari bencana alam yang tiba-tiba datang ini.

Dalam wawancara dengan media, Gubernur Sutarmidji menyampaikan urgensi Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk segera mendata warga yang terdampak bencana dan mendokumentasikan kebutuhan mendesak yang diperlukan. Data ini nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalbar untuk mendapatkan bantuan yang tepat dan cepat.

"Bencana ini sungguh berat bagi masyarakat kami. Kami akan menunggu laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk berapa banyak rumah yang membutuhkan bantuan," ungkap Gubernur Sutarmidji.

Meskipun situasi cukup mengkhawatirkan, Gubernur Sutarmidji merasa bersyukur karena tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka akibat bencana tersebut. Meski banyak bangunan dan atap yang rusak, nyawa warga dapat terhindar dari bahaya.

"Saya bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten untuk mendata kerusakan ini dan memberikan bantuan yang diperlukan," tambahnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan upaya penanganan yang serius dari berbagai pihak. Kepolisian setempat telah mengamankan lokasi kejadian, sementara petugas dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) juga turut ambil bagian dalam membenahi kabel listrik yang tumbang akibat bencana tersebut.

Keberadaan petugas dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu pemulihan situasi di Desa Semudun pasca puting beliung yang menghancurkan.

02 Agustus 2023

Kasus Meninggalnya Karyawan PT Sintang Raya di Kubu Raya Menyisakan Tanda Tanya

Mayat Pria ditemukan di mess karyawan Divisi II Olak Olak Estate
Mayat Pria ditemukan di mess karyawan Divisi II Olak Olak Estate.
KUBU RAYA – Polres Kubu Raya menemukan mayat seorang pria berinisial SI (38), seorang karyawan PT Sintang Raya, di sebuah mess Karyawan Divisi II No.8 Olak Olak Estate, Desa Olak Olak, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, pada Senin (31/7/2023).

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade, mengonfirmasi penemuan mayat yang diduga sudah berada di sana selama 3 hari.

Menurut keterangan dua orang saksi, korban terakhir kali dilihat pada hari Jumat, 28 Juli 2023, sekitar pukul 12.00 WIB.

SI memiliki kebiasaan jarang keluar atau kurang bersosialisasi dengan warga sekitar.

Informasi dari saksi lainnya mengungkapkan bahwa SI tinggal sendirian dan sudah dua hari tidak terdengar suaranya di Mess.

Pada malam Minggu, 29 Juli 2023, saksi mendengar suara YouTube yang ditonton oleh korban melalui Handphonenya.

Ketika ditemukan, posisi korban berada di dalam kelambu dengan posisi terlentang, dan tubuhnya sudah mengeluarkan bau menyengat dengan pembengkakan di wajah, kedua tangan, dan kedua kaki. Jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Soedarso Pontianak.

Jenazah korban ditemukan mengenakan celana pendek warna abu-abu dan berdekatan dengan 1 unit handphone.

Polisi menyimpulkan bahwa kematian korban diduga akibat sakit, sesuai keterangan dari rekan sepekerjaannya.

Saat ini, Jenazah korban telah diambil oleh pihak keluarga untuk prosesi pemakaman, namun mereka menolak dilakukan otopsi terhadap SI.

29 Juli 2023

Kecelakaan Kerja Mengenaskan di Pabrik Pengolahan Sawit, Pekerja Tewas Terpintal Mesin

Pekerja PT. Pundi Lahan Khatulistiwa Meninggal akibat kecelakaan Conveyor
Pekerja PT. Pundi Lahan Khatulistiwa Meninggal akibat kecelakaan Conveyor.
KUBU RAYA – Tragedi menimpa seorang pekerja pabrik di Kubu Raya, Kalbar. Pada Jumat (28/7/23) pukul 17.30 WIB, Riski (23), warga Dusun Karya Usaha Desa Kuala Mandor B, tewas terpintal Mesin Pabrik Pengolahan Sawit Conveyor di PT. Pundi Lahan Khatulistiwa.

Kejadian tersebut terjadi saat Riski bersama rekannya sedang memperbaiki kerusakan mesin pengolahan sawit.

Tiba-tiba, mesin conveyor tersebut tanpa diduga menyala dan menggiling tubuh Riski yang sedang melakukan perbaikan plat conveyor.

Meskipun rekan kerjanya berusaha mematikan mesin, namun sayangnya Riski sudah meninggal dunia.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian melakukan olah TKP dan mengevakuasi tubuh korban dari dalam mesin.

Hasil visum menyatakan bahwa Riski mengalami Luka Terbuka pada bagian Perut, Luka Terbuka pada bagian belakang Lutut, dan Luka Terbuka pada bagian Pergelangan Kaki.

Jenazah Riski kemudian dikafani atas permintaan keluarga dan diserahkan kepada mereka untuk prosesi pemakaman.

Pihak Kepolisian Kubu Raya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian tragis pekerja tersebut dalam kecelakaan kerja di PT. Pundi Lahan Khatulistiwa. (Ian)

24 Juli 2023

Peristiwa Kebakaran di Kubu Raya, Polisi: Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sebuah rumah di Jalan Adisucipto dilalap si jago merah
Sebuah rumah di Jalan Adisucipto dilalap si jago merah.
KUBU RAYA - Sebuah peristiwa kebakaran menghanguskan sebuah rumah di Jalan Adisucipto, Gang Mitra No. 5A RT.004/RW.003, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Minggu (23/7/2023) pukul 14.10 WIB.

Kebakaran yang menimpa rumah ini diduga berawal dari korsleting listrik yang melalap tiga kamar tidur dan satu kamar mandi lantai atas.

Menurut keterangan Aris Pratama (46), pemilik rumah, saat kejadian dia sedang menonton televisi bersama keluarganya.

Tiba-tiba, saat keluar rumah, ia melihat asap tebal bergegas keluar dari atap rumahnya. Tanpa berpikir panjang, Aris segera meminta keluarganya untuk keluar dari rumah dalam sekejap.

Saksi mata, Pona Paulana, yang merupakan tetangga korban, mengatakan bahwa dia melihat gumpalan asap tebal berwarna hitam berasal dari atas rumah Aris.

Pona langsung berteriak memperingatkan warga sekitar tentang terjadinya kebakaran.

Kapolres Kubu Raya AKBP Arief Hidayat, S.H., S.I.K, melalui AIPTU Ade Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya menerangkan, bagian rumah yang terbakar meliputi 3 (tiga) kamar tidur dan 1 (satu) kamar mandi yang terletak di lantai satu rumah korban, serta material lantai atas berupa papan kayu belian.

Tim pemadam kebakaran dari Pemadam Kebakaran Kubu Raya dan sejumlah wilayah sekitarnya berhasil memadamkan api pada pukul 15.00 WIB.

Berkat bantuan unit pemadam kebakaran yang cepat dan tanggap, api tidak merambat ke rumah-rumah lainnya.

Meskipun kebakaran ini merusak sejumlah bagian rumah, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil akibat kebakaran belum dapat diperkirakan secara pasti.

Ade menegaskan bahwa dugaan sementara kebakaran ini terjadi akibat korsleting listrik.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut.

"Kami dari Kepolisian Polres Kubu Raya menghimbau kepada masyarakat Kubu Raya agar melakukan pengecekan kembali terhadap instalasi kelistrikan di rumah masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Lebih baik sedia payung sebelum hujan," tegas Ade.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tim pemadam kebakaran yang cepat tanggap dalam memadamkan api sehingga dapat mengendalikan kebakaran dan mencegah lebih banyak kerugian.

Polres Kubu Raya Selidiki Kematian Pria Mengambang di Parit Desa Rengas Kapuas

Mayat Pria Ditemukan di Parit Tanggul Laut Desa Rengas Kapuas Kubu Raya
Mayat Pria Ditemukan di Parit Tanggul Laut Desa Rengas Kapuas Kubu Raya.
KUBU RAYA – Polres Kubu Raya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan identifikasi terhadap mayat seorang pria yang ditemukan oleh warga di Tanggul Laut Desa Rengas Kapuas, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya pada hari Minggu (23/7/23) pukul 08.30 WIB.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, S.H, S.I.K., melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, AIPDA Ade, membenarkan peristiwa tragis ini. Ade mengungkapkan bahwa identitas mayat tersebut adalah Junaidi (68), seorang warga Jalan Tanggul Laut, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap.

Menurut keterangan Ade, korban ditemukan oleh warga dalam keadaan mengambang di atas air dan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

"Korban ditemukan mengambang di dalam parit, posisinya terlentang dengan mengenakan baju berwarna hijau kombinasi merah bertulisan Baygon, serta celana pendek berwarna biru bertulisan Fox," jelasnya.

Lebih lanjut, Ade menyatakan bahwa tubuh korban saat ditemukan sudah membengkak dan kulitnya sudah mengelupas.

"Informasi dari keluarga menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit stroke dan sering berjalan kaki ke rumah cucunya yang tak jauh dari tempat tinggalnya," tuturnya.

Mengenai proses penyelidikan, pihak keluarga korban menolak dilakukan visum luar atau otopsi, dan mereka memilih membawa jenazah pulang untuk dilakukan prosesi pemakaman.

"Keluarga korban menerima kematian Junaidi sebagai musibah, namun pihak kepolisian tetap akan melakukan penyelidikan lebih lanjut," tegasnya.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, S.H, S.I.K., menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Junaidi dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.

Ia juga berdoa agar amal dan kebaikan yang dilakukan almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Semoga tragedi ini dapat memberikan pelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan di lingkungan sekitar.

19 Juli 2023

Kecelakaan Maut Truk Angkutan vs Truk Tangki Pertamina, Satu Orang Tewas

Kecelakaan maut di Kubu Raya tewaskan 1 orang pengendara
Kecelakaan maut di Kubu Raya tewaskan 1 orang pengendara.
KUBU RAYA - Polisi mengungkap kronologi kecelakaan lalu lintas, di Kilometer 52 Desa Lintang Batang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Insiden tersebut melibatkan dua kendaraan berat, yaitu mobil Truk bermuatan barang kelontong KB 8639 EL dan mobil Truk Tangki Pertamina KB 8802 HD.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, S.H., S.I.K., melalui Kasat Lantas Apit Junaedi mengungkapkan, peristiwa terjadi pada hari Selasa, (18/7/23), sekitar pukul 17.00 WIB.

“Saat itu truk tangki pertamina hilang kendali saat melewati tikungan dari arah Tayan menuju pontianak, pada saat bersamaan dari arah berlawanan muncul  truk angkutan barang kelontong, dikarenakan jarak sudah dekat maka kecelakaan lalu lintas tidak dapat terhindarkan lagi,” ujar Apit saat dikonfirmasi, Rabu (19/7/23).

Akibat peristiwa itu, kedua truk mengalami kerusakan parah di bagian depan, yang mengakibatkan kedua sopir tidak bisa dikeluarkan secara manual

“Di TKP personil Sat Lantas yang dipimpin Kanit Laka Polres Kubu Raya Ipda Wayan yang dibantu stakeholder terkait berusaha mengeluarkan Sopir truk tangki pertamina Eko Hadi Prasetyo (38) dan Sopir truk muatan kelontong Hermanto (47) yang terjepit di dalam mobil,” terangnya.

Apit menambahkan, Hermanto yang mendapatkan luka berat akibat peristiwa itu meninggal dunia setelah mendapatkan pertolongan medis di RS Sudarso Pontianak. Sementara itu, Eko Hadi Prasetyo, mengalami patah tulang pada bagian kaki kanan dan saat ini mendapatkan perawatan intensif di RS Kartika Husada untuk pemulihan kondisinya. 

“Kami dari Satuan Lalu Lintas Polres Kubu Raya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan raya untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas. Kecelakaan semacam ini menyadarkan kita akan pentingnya keselamatan berkendara, baik bagi pengemudi maupun penumpang. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar selalu meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam berkendara,” tegas Apit.

18 Juli 2023

Pemilik Kosan Komplek Nilam Permai di Kalbar Ditemukan Tewas

Pemilik Kosan Komplek Nilam Permai di Kalbar Ditemukan Tewas
Pemilik Kosan Komplek Nilam Permai di Kalbar Ditemukan Tewas.
KUBU RAYA - Mahasiswa disalah satu universitas Kalimantan Barat menemukan pemilik kosannya dalam keadaan meninggal dunia. Irvan Maulana (39) meninggal dunia dengan kondisi tak berbaju dan hanya menggunakan kain sarung di kamarnya yang berlokasi di Komplek Nilam Permai Desa Sungai Raya Dalam Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, pada Senin Malam (17/7/23) pukul 20.00 Wib. 

Saat dikonfirmasi, Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, S.H., S.I.K, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade membenarkan kejadian tersebut. Sebelum ditemukan, saksi mencium bau busuk yang menyengat di depan kamar korban saat hendak melaporkan permasalahan air di kamar kosannya.

" Saksi bersama beberapa penghuni kosan tersebut membuka pintu kamar korban secara paksa dan ditemukan Irvan Maulana dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terbaring telentang di atas kasur tanpa menggunakan baju hanya menggunakan sarung," kata Ade saat dikonfirmasi, Selasa (18/7/23) pagi.

Ade menerangkan, setelah mendapatkan informasi dari Bhabinkamtibmas Sungai Raya Dalam melalui ketua RT setempat, Tim Inafis Polres Kubu Raya yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP, setelah keluarga korban datang di lokasi, korban pun dievakuasi ke Rumah Sakit Anton Sujarwo untuk dilakukan Visum luar.

"Ada beberapa obat-obatan di area kamar korban, selanjutnya korban dievakuasi ke Rumah Sakit Anton Sujarwo, melalui keterang keluarganya, korban memiliki riwayat penyakit maag akut, dengan kejadian ini, pihak keluarga menolak untuk dilakukannya otopsi terhadap korban, dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah yang menimpa keluarga mereka," terang Ade.

Ade menambahkan, "Jenazah korban sudah dibawa oleh pihak keluarganya ke Parit H. Husin II Kecamatan Pontianak Tenggara untuk dilakukannya prosesi pemakaman, namun pihak Kepolisian tetap melakukan penyelidikan," pungkas Ade.

17 Juli 2023

Tragis, Seorang Pria Ditemukan Meninggal Tertelungkup di Parit

Seorang pria ditemukan meninggal tertelungkup di parit
Seorang pria ditemukan meninggal tertelungkup di parit.
KUBU RAYA - Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Raya Jajaran Polres kubu Raya datangi TKP penemuan di Area perkebunan kelapa sawit PT. CTB blok C21 Desa Permata Jaya, Kecamatan Sui Raya, Kabupaten Kubu Raya. Senin (17/7/23). Korban saat ditemukan dalam posisi tertelungkup di dalam sebuah parit.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade membenarkan kejadian tersebut, menurut keterangan saksi-saksi setelah dimintai keterang oleh pihak Kepolisian, korban ditemukan dalam keadaan tertelungkup dengan posisi badan mengambang di atas air dan kepala sudah terendam di dalam air. 

"Korban bernama Misli (35) warga Desa Permata Jaya Kecamatan Sungai Raya, Korban merupakan karyawan BHL (Buruh Harian Lepas) di PT.CTB, saat korban ditemukan rekan satu kerjanya, korban berada di dalam parit dengan posisi badan mengambang di atas air dan kepala sudah terendam di dalam air, rekan kerja korban langsung mengangkatnya dengan tujuan menyelamatkan korban, selanjutnya korban tersebut diletakan di tepi jalan dengan posisi tak sadarkan diri," kata Ade saat dikonfirmasi. 

Ade menerangkan, saat itu salah satu rekan korban langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak PT CTB. Selanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas Sui Asam untuk memeriksa kondisi korban. Namun, setibanya di puskesmas, tim medis menyatakan bahwa denyut nadi dan jantung korban sudah tidak berdetak, dan korban dinyatakan meninggal dunia.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi, diduga korban terpeleset saat hendak buang air besar, Hal ini terlihat dari posisi celana korban yang sedikit terturun hingga ke paha. Penyebab kematian korban diduga karena kepala korban sudah terlalu lama terendam di dalam air di parit tempat korban terjatuh," terang Ade.

Ade mengungkapkan, orang tua korban mengatakan bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi dan informasi ini juga disetujui oleh istri korban dan kerabat dekat korban, dan dengan kejadian ini, pihak keluarga menolak untuk dilakukannya visum atau otopsi terhadap korban, dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah yang menimpa keluarga mereka.

"Jenazah korban dibawa ke rumah orang tuanya di Dusun Sri Medan, Desa Sukalanting, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya untuk disemayamkan dan pihak keluarga korban menolak untuk dilakukannya visum atau autopsi, atas kejadian tersebut pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah,namun pihak Kepolisian tetap melakukan penyelidikan," pungkas Ade. (Humas Polres Kubu Raya)

Pencarian Korban Diterkam Buaya di Perairan Muara Jongkat Memasuki Hari Ketiga Telah Ditemukan

Korban akibat diterkam buaya di muara Jongkat telah ditemukan
Korban akibat diterkam buaya di muara Jongkat telah ditemukan.
MEMPAWAH – Korban Aris (10 Th) yang dilaporkan diterkam buaya di perairan Muara Jongkat telah ditemukan oleh masyarakat Jongkat bekerja sama dengan Tim Basarnas Kota Pontianak, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud), Angkatan Laut (AL), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah, Polsek Jongkat, dan Damkar Borneo.

Minggu pagi sekitar pukul 08.00 pada tanggal 16 Juli 2023, jasad Aris, seorang siswa dari SD Negeri 1 Jongkat, ditemukan mengapung tak bernyawa lagi di sungai Kapuas, perairan Jongkat, setelah diduga di bawa lari oleh buaya.

Koordinator Tim Pencarian dari Basarnas Pontianak, Leo Umbara, mengonfirmasi penemuan jasad Aris kepada media pada hari yang sama.

Leo menyatakan bahwa jasad korban telah diserahkan kepada pihak keluarganya.

Sebelumnya,  tentang mobilitas semua pihak yang dikerahkan untuk pencarian di Sungai Kapuas, Muara Jongkat, pada Sabtu siang tanggal 15 Juli 2023. Masyarakat Jongkat turut berpartisipasi dengan antusias, menggunakan sampan long boat untuk membantu mencari korban.

Selain keterlibatan Tim Basarnas Pontianak, ada juga kapal patroli dari Satpolairud, Angkatan Laut (AL), BPBD Mempawah, aparat Polsek Jongkat, dan kapal Damkar Borneo yang berperan dalam pencarian.

Koordinator Pencarian dari Basarnas Pontianak, Leo Umbara, menjelaskan bahwa pencarian akan berlangsung selama 7 hari sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Dia berharap agar korban dapat segera ditemukan.

Kepala Dusun Jongkat, Kecamatan Jongkat, Imran, mengungkapkan bahwa peristiwa ini terjadi pada Sabtu pagi tanggal 15 Juli 2023, sekitar pukul 06.00 WIB.

Aris bersama kakeknya pergi ke perairan Muara Jongkat untuk mencari kepah kecil atau remis.

Namun, pada pukul 09.00 WIB, sang kakek melaporkan bahwa Aris telah diterkam oleh buaya dan dibawa lari ke tengah perairan Muara Jongkat.

Karena kejadian ini, Imran langsung menginformasikan semua pihak terkait untuk membantu dalam pencarian korban yang diterkam buaya tersebut.

Kapolsek Jongkat, Iptu Mulyadi Jaya, ketika dihubungi, membenarkan adanya warga Jongkat yang menjadi korban buaya.

Namun, ia menyarankan untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari pihak Satpolairud, karena lebih berwenang dalam menjelaskan insiden tersebut.

Pencarian korban yang melibatkan kerja keras masyarakat Jongkat dan sejumlah instansi tersebut merupakan contoh kolaborasi dan peran aktif seluruh pihak dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.