Berita Indokalbar.com: Peristiwa -->
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

09 Juli 2023

Mobil Tangki CPO Terguling di Gonis Rabu, Pengendara Motor Alami Luka

Polisi datangi TKP laka lantas di desa Gonis Tekam Kecamatan Sekadau Hilir
SEKADAU, Polda Kalbar - Kecelakaan tunggal satu unit mobil tangki CPO dump truk Mitsubishi Fuso terguling di jalan raya Sekadau - Sintang tepatnya di dusun Gonis Rabu, desa Gonis Tekam kecamatan Sekadau Hilir, pada Sabtu (8/7/2023). 

Kasat Lantas Polres Sekadau IPTU Pandi Hadi mengatakan, kecelakaan terjadi sekira pukul 14.30 WIB. Mobil tangki CPO yang dikendarai MI (27) berjalan dari arah Sintang menuju Sekadau.

Saat melintas di TKP jalan raya Sekadau - Sintang, dari arah berlawanan terdapat kendaraan Toyota Avanza warna silver yang belum diketahui identitasnya. Sehingga MI keluar jalur aspal (beram) untuk menghindari tabrakan.

Kemudian sopir tangki membanting stir mobil ke kanan, karena muatannya yang terlalu berat menyebabkan mobil tangki tersebut terguling ke kanan jalan. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan, ada pengendara sepeda motor Yamaha Vega R warna merah dikendarai DN.

"Seketika pengemudi motor mengerem mendadak agar tidak menabrak mobil tangki yang terguling, namun DN tergelincir dan mengalami luka memar di bagian perut akibat terbentur dengan stang motor yang dikendarainya," beber Kasat Lantas. 

"Petugas piket Lantas datang ke TKP untuk mengurai kemacetan. Korban DN telah dibawa ke klinik Simpang 4 Kayu Lapis untuk diberikan perawatan medis. Sementara sopir tangki tidak mengalami luka," jelasnya. 

Kasat Lantas IPTU Pandi mengimbau kepada setiap pengendara kendaraan agar selalu berhati-hati dan serta mematuhi peraturan lalulintas. Hal ini untuk mencegah kejadian yang sama, karena keselamatan lebih utama dalam berkendara.

08 Juli 2023

Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya di Desa Mekar Baru, Kalimantan Barat

Polisi datangi TKP gantung diri di Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya.
KUBU RAYA – Kejadian tragis terjadi di Desa Mekar Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, ketika seorang pria ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya. Polisi dari Polsek Sungai Raya segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan pada hari Jumat (7/7/23) sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban bernama Amat (44), seorang karyawan swasta, diketahui telah mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri menggunakan seutas kabel berwarna putih di ruang makan rumahnya. Kronologi kejadian ini diungkapkan oleh Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, yang menjelaskan bahwa sebelumnya korban terlibat dalam cekcok dengan istrinya.

Menurut keterangan istri korban, sekitar pukul 17.00 WIB, Amat pulang ke rumah dalam keadaan emosi dan terlibat pertengkaran dengan istrinya. Kejadian berlanjut ketika korban mengunci istrinya dan anaknya di dalam kamar secara paksa. Meskipun istrinya berusaha meminta agar pintu dibuka, namun setelah berhasil membukanya, dia menemukan suaminya sudah menggantung diri di ruang makan. Istri korban yang kaget segera meminta bantuan warga sekitar untuk menurunkan jenazah suaminya.

"Adegan yang mengenaskan terjadi saat korban ditemukan tergantung dengan leher dibelit kabel putih di ruang makan dan telah meninggal dunia. Di bawah jenazah tergeletak sebuah kursi plastik," jelas Aiptu Ade saat dikonfirmasi pada Sabtu (8/7/2023) siang.

Setelah penemuan jenazah, pihak Kepolisian Sektor Sungai Raya bekerja sama dengan keluarga korban membawa jenazah ke Rumah Sakit Anton Soedjarwo untuk dilakukan pemeriksaan Visum Et-Repertum guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Namun, keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan memutuskan untuk membawa jenazah ke Yayasan untuk dilakukan kremasi.

"Saat ini, motif dan penyebab kematian korban masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib," tegas Aiptu Ade. (Humas Polres/Pian)

05 Juli 2023

Mayat Pria Ditemukan di Depan Ruko, Diduga Akibat Penyakit Diabetes

Mayat pria ditemukan tergeletak di desa Sungai Raya Dalam, Kubu Raya
KUBU RAYA – Peristiwa yang menggemparkan terjadi di Desa Sungai Raya Dalam, Kubu Raya, Kalimantan Barat pada Rabu (05/7/23) pukul 10.00 WIB. Seorang pria ditemukan tewas tergeletak di depan ruko di dekat Gang Harum Manis Korpri.

Korban, yang telah diidentifikasi sebagai Rosid, seorang pria berusia 58 tahun dan merupakan warga Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya. Informasi ini dikonfirmasi oleh Bhabinkamtibmas Desa Sungai Raya Dalam, Aiptu Hardi, yang saat itu berada di lokasi bersama warga setempat.

Salah seorang saksi, SI, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada pukul 10.00 WIB. Ia dan beberapa warga lainnya melihat pria tersebut terbaring di depan ruko tanpa mengenakan baju, hanya mengenakan celana pendek. SI dan warga lainnya curiga dan mendekati pria tersebut untuk memastikan keadaannya. Setelah diperiksa, mereka menemukan bahwa pria itu telah meninggal dunia.

"Saat mengetahui bahwa pria tersebut telah tak bernyawa, saya segera menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Sungai Raya Dalam untuk dilakukan penyelidikan," ungkap SI di tempat kejadian.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Sungai Raya, AKP Hasiholan Saragih, yang sudah berada di lokasi, membenarkan penemuan mayat pria tersebut di depan ruko dekat Gang Harum Manis Korpri Desa Sungai Raya Dalam.

"Identitas jenazah ini adalah Rosid (58), seorang buruh harian lepas yang tinggal di Dusun Mulyorejo. Saat ditemukan, ia hanya mengenakan celana pendek berwarna hitam, dan di pinggangnya terdapat sebuah tas wesbek yang berisikan dompet dan identitas jenazah. Posisi jenazah ketika ditemukan oleh warga setempat adalah terbaring telentang," jelas Saragih.

"Menurut keterangan Trisno, anak almarhum Rosid, ia dan orangtuanya bekerja di lokasi pengaspalan Jalan Korpri Sungai Raya Dalam. Sekitar pukul 09.35 WIB, ayahnya meninggalkan lokasi tersebut untuk beristirahat sejenak," tambahnya.

Dari keterangan keluarga, diketahui bahwa Rosid menderita penyakit diabetes. Keluarga menolak untuk melakukan visum et repertum dan memilih membawa jenazah pulang ke rumah duka menggunakan mobil ambulance Puskesmas Korpri Sungai Raya Dalam.

"Jenazah saat ini sudah dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka di Dusun Mulyorejo. Keluarga menolak untuk melakukan visum et repertum dan menerima bahwa kematian Rosidi disebabkan oleh riwayat penyakit diabetes yang dideritanya," tutup Saragih.

Kematian Rosid mengejutkan masyarakat setempat. Para tetangga dan kerabatnya merasa sedih atas kepergian Rosid, yang dikenal sebagai seorang buruh harian lepas yang rajin dan baik hati. Mereka menggambarkan Rosid sebagai sosok yang bekerja keras dan sangat mencintai keluarganya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian Rosid. Meskipun keluarga menolak melakukan autopsi, dokumen identitas dan kondisi jenazah tetap akan menjadi bahan investigasi. Hasil penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada keluarga Rosid dan masyarakat sekitar.

Kematian Rosid juga menjadi pengingat bagi semua orang tentang pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang menderita penyakit kronis seperti diabetes. Penyakit ini memerlukan perawatan dan pengelolaan yang baik untuk mencegah komplikasi yang berbahaya.

Kejadian ini juga memicu seruan kepada pemerintah setempat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengawasan kondisi kesehatan mereka. Diharapkan tindakan ini dapat mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan.

Sementara itu, keluarga Rosid sedang merencanakan pemakaman yang layak untuk almarhum. Mereka berharap agar Rosid dapat dikenang sebagai sosok yang penuh dedikasi dalam pekerjaannya dan penuh kasih sayang dalam keluarganya. Semoga keluarga Rosid diberi kekuatan dan penghiburan dalam menghadapi kehilangan ini.

28 Juni 2023

Polres Sekadau Jelaskan Kronologis Kebakaran Ruko di Jalan Mawar

Tim Inafis Polres Sekadau memasang Police line dan olah TKP kebakaran
SEKADAU, Polda Kalbar
- Bangunan ruko tepatnya di jalan Mawar komplek pertokoan Pasar Sekadau mengalami kebakaran. Peristiwa kebakaran terjadi pada hari Rabu (28/6/2023) tepatnya pukul 12.30 WIB.

Kapolres Sekadau AKBP Suyono melalui Kasi Humas IPTU Agus mengungkapkan, sumber api diketahui bermula dari lantai 2 toko sembako Sahabat Baru, dimana terdapat banyak kardus dan barang-barang yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat merembet ke ruko sekitarnya.

"Api cepat menyebar ke toko sekitarnya sehingga mengalami kerusakan juga. Banyaknya barang yang mudah terbakar menyebabkan asap hitam membumbung tinggi sempat menyulitkan petugas pemadam untuk melihat titik api," terang IPTU Agus.

Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api pun berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar BPBD Sekadau dibantu kendaraan Water Cannon Sat Samapta Polres Sekadau, Polsek Sekadau Hilir, Koramil Sekadau Hilir, Yayasan Bhakti Luhur, TRC Rapi Sekadau dan masyarakat sekitar.

"Dampak dari peristiwa itu, Toko Sahabat Baru mengalami kerusakan parah lantai atas, sedangkan dua ruko lainnya mengalami rusak sedang dan ringan," jelas IPTU Agus.

"Tidak ada korban jiwa, tapi tangan sebelah kiri dari pemilik Toko Sahabat Baru mengalami luka saat akan menyelamatkan kardus yang belum terbakar di teras lantai dua," sambungnya.

Kasi Humas mengatakan, pihak kepolisian saat ini telah mengamankan lokasi dengan memasang police line dan melakukan olah TKP. Belum diketahui pasti terkait penyebab titik api, namun kerugian akibat peristiwa ini disinyalir cukup besar.

Toko Sahabat Baru Dilalap Si Jago Merah di Sekadau

 


Petugas berusaha memadamkan api yang menghanguskan 3 ruko di Sekadau
SEKADAU – Terjadi kebakaran yang melibatkan tiga ruko di Jl. Mawar, Dusun Pasar Hilir, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Rabu (28/6/3023) sekitar pukul 12:30 WIB. 

Ruko pertama, yaitu Toko Sahabat Baru, mengalami kerusakan parah di lantai atas, sedangkan dua ruko lainnya mengalami kerusakan sedang dan ringan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sekadau, Ir. Akhmad Suryadi, MT, mengungkapkan bahwa pada hari Rabu, 28 Juni 2023, Posko PB-K BPBD Kabupaten Sekadau menerima laporan dari Agus, seorang warga, tentang kejadian kebakaran yang menimpa ruko tersebut. 

"Kejadian tersebut terjadi pada pukul 12:30 WIB di Jl. Mawar, Dusun Pasar Hilir, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau," ungkapnya. 

Berdasarkan laporan tersebut, Akhmad menyampaikan bahwa tim pemadam kebakaran dari BPBD Kabupaten Sekadau segera menuju Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) untuk melakukan pemadaman dan pendinginan bersama dengan Polres Sekadau, Koramil 1204 Sanggau-Sekadau, Yayasan Bhakti Luhur, dan masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, Akhmad menjelaskan bahwa api pertama kali muncul di lantai 2 Toko Sahabat Baru yang banyak mengandung kardus, plastik, dan barang-barang mudah terbakar lainnya. Hal ini menyulitkan tim pemadam kebakaran dalam mengakses titik api.

"Api dengan cepat menyebar ke beberapa toko di sebelahnya, sehingga dua toko yang berdekatan juga mengalami kerusakan akibat bencana ini. Saat ini, kerugian dan penyebab kejadian belum dapat diketahui," jelasnya.

27 Juni 2023

Kebakaran di Belitang Hanguskan 1 Rumah Warga

Rumah warga di Kecamatan Belitang ludes dilahap api
SEKADAU, Polda Kalbar - Telah terjadi kebakaran menghanguskan satu buah rumah milik warga SP3, desa Padak kecamatan Belitang kabupaten Sekadau, Selasa (27/6/2023).

Kapolres Sekadau AKBP Suyono, S.I.K., S.H., M.H melalui Kapolsek Belitang IPDA Moh Haerudin, S.H membenarkan kejadian tersebut.

"Kebakaran itu terjadi pada hari Selasa, 27 Juni 2023 sekira pukul 03.15 WIB. Diketahui rumah yang terbakar milik Mudiono warga SP3 desa Padak kecamatan Belitang," ujar IPDA Haerudin.

IPDA Haerudin mengatakan, penyebab kebakaran diduga dari hubungan arus pendek (konsleting listrik) di rumah korban. Saat kejadian korban sedang tidur di kamarnya, anak dan istrinya berada di Jawa.

Korban terkejut melihat ada api di rumahnya, kemudian langsung keluar dan meminta bantuan warga sekitar. Namun dikarenakan bangunan rumah berukuran 9x8 meter, keseluruhan terbuat dari kayu sehingga api cepat menyebar dan membakar seluruh bangunan. 

"Kurang lebih sekitar 30 menit, rumah tersebut terbakar, dan tidak merembet ke rumah warga lainnya dikarenakan jauh. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan Rp 94 juta," pungkas Kapolsek Belitang.

Imbuhnya, sementara itu tindakan yang telah diambil petugas kepolisian saat mendatangi lokasi kebakaran adalah langsung melakukan olah TKP, meminta keterangan pemilik rumah serta mencatat keterangan saksi lain dan mengamankan barang bukti.

Terkait peristiwa kebakaran itu, IPDA Haerudin mengimbau kepada warga sekitar untuk mengantisipasi peristiwa yang serupa. Perhatikan segala sesuatu yang dapat memicu terjadinya kebakaran untuk keselamatan masing - masing.

26 Juni 2023

Lansia Ditemukan Selamat Setelah Hilang 3 Hari di Sekadau

Lansia asal Kubu Raya yang sempat hilang akhirnya ditemukan
SEKADAU - M. Sidik, seorang warga berusia 85 tahun asal Dusun Sidodadi, Desa Jangkang Dua, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, telah dinyatakan hilang selama tiga hari di Dusun Semabi, Desa Semabi, RT:001/RW:001, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sekadau, Ir. Akhmad Suryadi, MT, menceritakan bahwa Posko Penanggulangan Bencana dan Kebakaran menerima laporan dari Kepala Desa Semabi, Muslinus, menginformasikan adanya laporan orang hilang pada hari Senin, 26 Juni 2023, pukul 08:38 WIB di Dusun Semabi, Desa Semabi, RT:001/RW:001, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.

Tim TRC BPBD Kabupaten Sekadau yang menerima laporan tersebut langsung bergerak menuju ke lokasi kejadian. Kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat, tanggal 23 Juni 2023, pukul 08:00 WIB. Korban diketahui menuju ke arah Kaki Bukit Mungguk Semabi dan hilang di sekitaran kaki bukit tersebut. Korban tinggal bersama anak kandungnya di Dusun Semabi, Desa Semabi, RT:001/RW:001, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, sebelum dinyatakan hilang setelah tiga hari.

Tim langsung menuju ke tempat kejadian untuk berkoordinasi serta melakukan tindakan pencarian, penyisiran, dan penyelamatan terhadap korban. Tim TRC BPBD Kabupaten Sekadau melakukan pencarian dan penyisiran di hutan, kebun, dan sekitaran bawah kaki Bukit Mungguk Semabi, tempat terakhir kali korban dilihat oleh warga.

Tim bergerak melakukan pencarian pada pukul 13:00 WIB. Tim TRC BPBD Kabupaten Sekadau berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas Desa Semabi, aparat pemerintah desa, masyarakat, serta pihak keluarga korban dengan membentuk empat kelompok untuk menyebar di sekitar lokasi.

Dari hasil pencarian dan penyisiran tersebut, tim berhasil menemukan korban yang hilang berada di ujung kebun sawit di antara hutan pada pukul 14:00 WIB dalam keadaan sehat dan selamat. Meski demikian, korban mengalami luka gores di kaki akibat rumput liar hutan.

18 Juni 2023

Kronologi Penemuan Pria Meninggal di Kamar Mandi Sungai Raya, Kubu Raya

Polisi datangi TKP penemuan mayat di desa Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya
KUBU RAYA – Sebuah penemuan yang menggemparkan terjadi di Jalan Sungai Raya Dalam, Komplek Taman Sungai Raya, Desa Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Sabtu (17/6/23) pukul 20.30 WIB. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi rumahnya.

Tim Inafis Polres Kubu Raya segera melakukan identifikasi terhadap jenazah korban dengan didampingi oleh Ketua RT dan Bhabinkamtibmas Sungai Raya Dalam, Aiptu Hardi. AKP Hasiholan Saragih, Kepala Polres Kubu Raya, menjelaskan bahwa mereka segera menghubungi keluarga korban, yaitu anak korban, untuk memberikan informasi mengenai penemuan tersebut.

Keluarga korban tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan anak korban mengenali jenazah tersebut sebagai orang tuanya. Tim Inafis Polres Kubu Raya melakukan identifikasi lebih lanjut dan dijaga ketat oleh Tim Spartan Polres Kubu Raya.

Selanjutnya, anggota Polsek Sungai Raya dan warga sekitar bekerja sama untuk mengevakuasi jenazah tersebut.

AKP Hasiholan Saragih menjelaskan bahwa setelah dilakukan identifikasi melalui keluarga, jenazah yang ditemukan di dalam kamar mandi tersebut adalah Leo Lesmana, seorang pria berusia 56 tahun yang tinggal sendirian di rumahnya.

"Jenazah ini ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dan diperkirakan telah meninggal lebih dari tiga hari. Posisinya telungkup menghadap pintu kamar mandi, dengan kaki kirinya terjebak di dalam closet. Jenazah tersebut hanya mengenakan baju berwarna biru bertuliskan 'Garam Tambak' tanpa celana," terang AKP Hasiholan Saragih dari RS. Anton Sujarwo Pontianak.

AKP Hasiholan Saragih juga menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Teman korban memberitahu seorang saksi bahwa ia telah mencoba menghubungi korban melalui telepon selama dua hari, tetapi tidak mendapatkan respon. Komunikasi terakhir mereka terjadi sekitar dua minggu yang lalu.

"Pada jam 17.45 WIB, saksi mengunjungi rumah korban. Setelah beberapa kali mengetuk pintu rumah korban tanpa mendapatkan jawaban, saksi mencium bau yang tidak sedap dari dalam rumah korban. Untuk memastikan kecurigaannya, saksi melaporkan kejadian ini kepada ketua RT," jelas Hasiholan.

Ketua RT dan beberapa warga, bersama dengan saksi, pergi ke rumah korban untuk memeriksanya. Namun, mereka tetap tidak mendapatkan respon. Ketua RT kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Sungai Raya Dalam. Mereka sepakat untuk membuka pintu depan dan pagar rumah korban.

"Saat masuk ke dalam rumah, mereka menemukan Leo Lesmana dalam keadaan tak bernyawa di kamar mandi," jelasnya.

Meskipun pihak kepolisian menyarankan untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah, keluarga korban menolak dan menyatakan menerima dengan ikhlas atas kejadian ini.

Mereka menginformasikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi. Selama proses identifikasi, tim menemukan beberapa obat-obatan untuk penyakit tersebut di dapur rumah korban.

Kapolsek Sungai Raya, dengan tulus, mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang cepat melapor kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang menimpa mereka.

16 Juni 2023

Penemuan Pria Meninggal di Pelabuhan Rasau Jaya Gegerkan Warga


Seorang pria meninggal dunia di pelabuhan Rasau Jaya akibat serangan jantung
KUBU RAYA – Seorang pria ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa oleh warga di Pelabuhan Rasau Jaya pada hari Rabu, 14 Juni 2023, sekitar pukul 18.00 WIB. Pria tersebut diduga meninggal dunia akibat serangan jantung.

Menurut informasi dari Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aipda Ade, saksi melaporkan bahwa korban, Evangelis Evan Layasta (50), tiba di Pelabuhan Rasau Jaya menggunakan sepeda motor. Dia datang untuk mengambil sejumlah barang, termasuk udang kering, dari Kapal Motor Sinar Bahagia. Saat itu, korban sedang berbincang dengan seorang saksi ketika tiba-tiba ia mengeluhkan nyeri di bagian dadanya, menunjukkan gejala serangan jantung.

"Saksi mengatakan bahwa setelah mengeluhkan sakit di dadanya, korban mengungkapkan keinginannya untuk segera pulang ke Siantan, tempat tinggalnya. Namun, saat sedang mengemas barang-barangnya, korban tiba-tiba terjatuh dan kehilangan kesadaran. Warga sekitar pelabuhan segera melaporkan kejadian ini kepada petugas Polsek Rasau Jaya dan menghubungi mobil ambulance RSUD Kubu Raya," jelas Ade saat dikonfirmasi pada Jumat (16/6/23).

"Petugas dari Polsek Rasau Jaya segera mendampingi korban ke RSUD Kubu Raya. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, diketahui bahwa korban sudah meninggal dunia. Kemudian, pihak Polsek Rasau Jaya segera memberitahukan kejadian ini kepada pihak keluarga korban," tambah Ade.

Ade selanjutnya menyampaikan bahwa setelah menerima berita duka dari personel Polsek Rasau Jaya, anak korban mengatakan bahwa ia telah mencoba menghubungi handphone ayahnya (korban) berulang kali namun tidak mendapatkan respons.

"Dalam hal ini, pihak keluarga korban menyatakan bahwa mereka sudah mengikhlaskan kepergian korban, mengingat sebelumnya korban telah mengeluhkan sakit pada bagian dadanya sejak pagi hari," kata Ade.

"Berdasarkan diagnosa medis dari RSUD Kubu Raya, diduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung, dan pihak keluarga juga mengonfirmasi bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung dan darah tinggi," ujar Ade.

Pihak keluarga korban menyatakan bahwa mereka menerima dan mengikhlaskan kematian korban. Mereka meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak melanjutkan proses penyelidikan lebih lanjut.

Jenazah korban, Evangelis Evan Layasta, telah disemayamkan di Yayasan Adi Luhur di Siantan, Kecamatan Pontianak Utara. Kepolisian menerima permintaan dari keluarga korban untuk tidak melanjutkan proses penyelidikan lebih lanjut, mengingat riwayat penyakit jantung dan darah tinggi yang dimiliki korban.

13 Juni 2023

Si Jago Merah Lalap 10 Bangunan di Kawasan YC Oevang Oeray Sintang

Kebakaran di kawasan YC Oevang Urai Sintang hanguskan 10 bangunan
SINTANG
– Kebakaran terjadi di Kawasan YC Oevang Oeray, kelurahan Sungai Ana Kabupaten Sintang Senin (12/6) Sore menghanguskan sejumlah bangunan.

Kobaran api yang muncul sekitar pukul 17.30 Wib tersebut lebih kurang menghanguskan total 10 (sepuluh) bangunan yang terdiri dari 6 (enam) ruko dan 4 (empat) bangunan semi permanen

Kebakaran sendiri diduga terpicu akibat dari korsleting listrik yang terjadi di salah satu ruko.

Kronologis bermula pada pukul 17.30 Wib dimana saksi yang tinggal tak jauh dari lokasi kebakaran melihat gumpalan asap hitam, menyadari hal ini saksi kemudian menghampiri dan diketahui asap tersebut bersumber dari salah satu bangunan ruko.

Tak berhenti disitu saja, dengan kondisi cuaca yang berangin hal ini mempercepat api semakin bertambah besar hingga menjalar ke ruko-ruko yang ada di sebelahnya.

Menyaksikan hal ini warga kemudian menghubungi pemadam kebakaran yang mana pukul 19.00 Wib api berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Pada peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa tetapi kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp. 500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah).

Adapun hingga saat ini Polres Sintang melalui Sat Reskrim masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi guna memastikan penyebab dari kebakaran yang menghanguskan 10 (delapan) bangunan tersebut.

Truk Bermuatan Sawit vs Mobil Avanza, 1 Orang Luka Memar

Personel Sat Lantas melakukan olah TKP di lokasi terjadinya kecelakaan
SEKADAU
– Kecelakaan lalulintas terjadi di Jl. Sekadau - Sintang, Desa Tapang Semadak kecamatan Sekadau Hilir, pada Senin (12/6) pukul 13.45 WIB, mobil Avanza bertabrakan dengan truk bermuatan buah sawit.

Berdasarkan keterangan dari saksi, Kasat Lantas Polres Sekadau IPTU Pandi menjelaskan kronologis kejadian bermula ketika AS (42) warga kabupaten Jember mengendarai mobil Toyota Avanza warna putih dari arah Sekadau menuju Sintang. 

"Saat melintas di TKP yaitu Jl. Sekadau - Sintang tepatnya di desa Tapang Semadak, AS tidak dapat mengendalikan kendaraannya sehingga berbelok ke kanan," terang Kasat Lantas IPTU Pandi.

Lanjutnya, dari arah berlawanan datang mobil truk Mitsubishi warna kuning, bermuatan buah sawit yang dikendarai AK (37) warga kecamatan Sekadau Hulu. Karena jarak yang terlalu dekat sehingga kecelakaan tidak dapat dihindarkan.

Petugas piket Satlantas Polres Sekadau kemudian datang melakukan olah TKP. Mobil Avanza diketahui mengalami kerusakan parah dibagian depan sebelah kanan dengan taksiran kerugian kurang lebih Rp 20.000.000.

"Pengemudi Avanza mengalami luka memar di bagian dada akibat benturan, sempat di rontgen di rumah sakit tapi tidak diindikasi patah tulang. Sedangkan pengendara truk tidak mengalami luka sama sekali," terang Kasat Lantas.

Dari kecelakaan tersebut, IPTU Pandi mengimbau kepada seluruh pengguna kendaraan supaya lebih berhati-hati dan konsentrasi agar dapat mengendalikan kendaraan.

"Jangan memaksakan berkendara apabila lelah, lebih baik beristirahat dahulu. Sebab hilang konsentrasi sedikit saja saat mengendarai mobil, dampaknya bisa sangat fatal," imbaunya.

07 Juni 2023

Kecelakaan Maut di Jalan Raya Trans Kalimantan, Dua Kendaraan Terlibat Tabrakan

Dua minibus terlibat kecelakaan di jalan trans Kalimantan Kabupaten Kubu Raya
KUBU RAYA
– Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Raya Trans Kalimantan Km 45, Desa Lintang Batang, Kecamatan Sui Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Senin (5/6/23) jam 09.55 WIB. Insiden ini melibatkan dua kendaraan jenis minibus, dengan nopol KB 7120 MC dan nopol KB 1562 EJ.

Kasat Lantas Polres Kubu Raya, IPTU Apit Junaedi mengungkapkan, Identitas pengemudi minibus dengan nomor polisi KB 7120 MC yakni Steven Lodwyk Tanalepy (43) warga Komplek Graha Kirana 6 Kecamatan Sungai Ambawang. Dalam insiden tersebut ia tidak mengalami luka. Sementara itu, pengemudi minibus dengan nomor polisi KB 1562 EJ adalah Mohammad Ridwan Efendy (20) warga Dusun Parijatah Kabupaten Sintang mengalami patah tulang leher akibat kecelakaan tersebut.

“Selain Ridwan, terdapat dua penumpang dalam minibus dengan nopol KB 1562 EJ yang juga mengalami cedera. Penumpang pertama adalah Marlon Brando Malik (43) yang mengalami luka pada wajah dan memar di dada. Penumpang kedua adalah seorang wanita, Desiana Panjaitan(36) yang mengalami luka pada wajah,” jelasnya.

“Kronologis kejadian ini bermula ketika minibus HIACE dengan nomor polisi KB 7120 MC yang dikemudikan oleh Steven Lodwyk Tanalepy melaju dari arah Pontianak menuju Sekadau melalui Jalan Raya Trans Kalimantan. Saat berada di tempat kejadian, minibus KB 7120 MC mencoba mendahului sepeda motor yang ada di depannya. Namun, dari arah berlawanan, datanglah minibus dengan nomor polisi KB 1562 EJ yang dikemudikan oleh Mohammad Ridwan Efendy. Karena jarak yang sudah sangat dekat, terjadilah tabrakan yang mengakibatkan kecelakaan tersebut,” ungkap IPTU Apit Junaedi saat dikonfirmasi, Selasa (6/6/23) siang.

“Akibat kecelakaan ini, Mohammad Ridwan Efendy menderita cedera serius pada tulang lehernya. Sedangkan Marlon Brando Malik mengalami luka pada wajah dan memar pada dada, sedangkan Desiana Panjaitan mengalami luka pada wajah. Korban saat ini mendapatkan perawatan medis di RS Antonius,” terangnya.

“Kami dari Satlantas Polres Kubu Raya, mengingatkan kepada seluruh lapisan pengguna jalan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan dalam berkendara di jalan raya. Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Trans Kalimantan dan insiden-insiden serupa lainnya menjadi pengingat kita semua akan pentingnya menjaga keselamatan pada saat di jalan raya," tegas Apit.

06 Juni 2023

Tragis, Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Arteri Supadio Menelan Korban Jiwa

Salah satu kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan di jalan arteri Supadio
KUBU RAYA - Kecelakaan lalu lintas yang memilukan terjadi di Jalan Arteri Supadio depan Bank Mandiri, Kelurahan Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Kecelakaan tersebut melibatkan dua sepeda motor, yaitu Honda Beat dengan nomor polisi KB 2876 OB dan Yamaha R25 dengan nomor polisi A 6483 OB, pada hari Senin, (5/6/23) jam 10.50 WIB.

Pengendara sepeda motor Honda Beat KB 2876 OB, bernama Gita Ramadayanti, seorang ibu rumah tangga berusia 29 tahun dalam keadaan hamil 8 bulan menjadi korban dalam insiden tersebut.

Ia meninggal dunia saat dirawat di fasilitas kesehatan Rumah Sakit AURI. Sedangkan pengendara sepeda motor Yamaha R25 A 6483 OB, yang diketahui bernama Suparno, seorang pekerja swasta berusia 33 tahun, mengalami luka di wajah dan tangan yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit AURI.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aipda Ade menerangkan, Kronologis kejadian itu bermula saat sepeda motor Yamaha R25 A 6483 OB yang dikendarai oleh Suparno melaju dari arah Supadio menuju Pontianak melalui Jalan Arteri. 

Ketika mencapai tempat kejadian, tiba-tiba sepeda motor Honda Beat KB 2876 OB yang dikendarai oleh Gita Ramadayanti keluar dari Bank Mandiri dan menyeberang ke kanan menuju putaran Wonodadi. Karena jarak yang sudah sangat dekat dan tidak dapat dihindari, terjadilah tabrakan antara keduanya.

“Akibat kecelakaan ini, Suparno mengalami luka ringan dan sedang dirawat di Rumah Sakit AURI untuk mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan. Sayangnya, Gita Ramadayanti saat menjalani perawatan di rumah sakit nyawanya tidak tertolong,” kata Ade saat dikonfirmasi, Selasa (6/6/23).

“Penyebab kecelakaan ini diduga karena kelalaian pengendara sepeda motor Honda Beat KB 2876 OB, yang keluar secara tiba-tiba dari Bank Mandiri menuju putaran Wonodadi. Dalam kondisi jarak yang sudah sangat dekat dan tidak dapat dihindari, kecelakaan maut pun tak terelakkan.

“Kecelakaan yang terjadi di Jalan Arteri Supadio, Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Arang Limbung, Kabupaten Kubu Raya ini mengingatkan kita semua akan pentingnya kesadaran dan kewaspadaan saat berkendara di jalan raya. Kita harus selalu mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain dengan mematuhi aturan lalu lintas serta menghindari perilaku yang dapat membahayakan,” terangnya.

“Kami dari Polres Kubu Raya, dengan ini mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Gita Ramadayanti akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada hari Senin, 5 Juni 2023, di Jalan Arteri Supadio depan Bank Mandiri, Kelurahan Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” tegasnya.

01 Juni 2023

Tim SAR Gabungan Selamatkan Keempat Nelayan di Pulau Mosat

Tim SAR gabungan evakuasi 4 nelayan di Pulau Mosat Kubu Raya  
KUBU RAYA
– Keempat nelayan itu Anto, Aang, Yus, dan Iyan dievakuasi dengan selamat oleh Tim SAR Gabungan di Pulau Mosat, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aipda Ade, membenarkan bahwa evakuasi keempat nelayan tersebut berlangsung dalam keadaan sehat saat dikonfirmasi melalui telepon.

Pada pukul 17.23 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil melakukan evakuasi terhadap 4 orang ABK Kapal Nelayan yang ditemukan dalam keadaan selamat. Saat ini, tim gabungan sedang menuju Pospol Airud Muara Kubu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut terhadap keempat ABK Kapal Nelayan yang selamat.

"Akhirnya, Anto, Aang, Yus, dan Iyan dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat di Pulau Mosat, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Saat ini, keempat nelayan tersebut langsung dibawa ke Airud Polda Kalbar Muara Kubu untuk dilakukan pengecekan kesehatannya," tegas Ade.

4 Nelayan Asal Teluk Pakedai Hilang Setelah Kapal Alami Kebocoran di Perairan Kubu Raya

Pencarian kapal nelayan yang tenggelam di Kubu Raya
KUBU RAYA - Musibah tenggelamnya kapal kembali terjadi di kawasan Kabupaten Kubu Raya kini menimpa empat orang nelayan asal Kecamatan Teluk Pakedai lantaran mengalami kebocoran kapal saat berlayar melintasi perairan muara kubu dan perairan Sungai Besar Kamis (1/6/23) sekira pukul 01:30 WIB

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aipda ade menuturkan jika keempat nelayan tersebut  berlayar dari teluk Batang menuju teluk pakedai dan saat perjalanan mengalami kebocoran kapal dan berupaya mencari bantuan melalui telepon kepada pihak keluarga.

"Kami mendapat laporan dari keluarga korban yang menerima pesan tersebut dan saat dihubungi kembali handphone korban sudah tidak aktif," tutur ade

Aipda ade menjelaskan keempat nelayan tersebut yakni Anto, Aang, Yus dan iyan yang saat ini masih dilakukan upaya pencarian oleh petugas gabungan usai menerima laporan kejadian tersebut.

"Korban  masih dalam pencarian sedangkan Kerugian belum bisa ditafsirkan," terangnya. 

Aipda Ade berharap pencarian petugas membuahkan hasil dan tidak menemui kendala saat proses pencarian para korban sehingga korban dapat kembali berkumpul dengan keluarga.

30 Mei 2023

Lakalantas di Jl. Merdeka Timur Sekadau, Dua Pemotor Alami Luka-luka

Korban Laka Lantas dirawat di RSUD Sekadau
SEKADAU
– Petugas piket Satlantas Polres Sekadau mendatangi TKP kecelakaan lalulintas di Jl. Merdeka Timur tepatnya di depan warkop Lawang Kopi, desa Mungguk kecamatan Sekadau Hilir, pada Senin (29/5).

Kasat Lantas Polres Sekadau IPTU Pandi menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.20 WIB. Kejadian bermula ketika sepeda motor Honda Verza yang dikendarai Markus (19) berboncengan dengan Rahmad (35), berjalan dari arah Sintang menuju Sekadau.

Pada saat melintas di TKP, dari arah berlawanan terdapat pengendara sepeda motor Yamaha Mio M3 yang dikendarai Fransiskus (38) berboncengan dengan Kansen (5). Tiba tiba ingin menyebrang memasuki jalan Keling Kumang.

"Karena jarak yang terlalu dekat sehingga kedua sepeda motor tersebut bertabrakan, dan kecelakaan tak dapat dihindarkan," terang Kasat Lantas.

Tidak ada korban jiwa dari kecelakaan tersebut, namun kedua pengendara sepeda motor beserta yang dibonceng mengalami luka-luka, dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

"Pengendara motor Yamaha M3, Fransiskus mengalami luka robek di bagian kepala belakang dan kaki sebelah kanan. Begitu juga dengan Kansen, luka robek di bagian kening dan diatas bibir," beber Kasat Lantas.

"Sedangkan pengendara sepeda motor Honda Verza, Markus mengalami luka lecet di bagian lutut kanan dan kaki kanan. Yang dibonceng, Rahmad mengalami Luka lecet dan bengkak di lutut kiri," jelasnya.

Sementara itu kerugian materiil akibat kecelakaan itu diperkirakan sekitar Rp 3.000.000. IPTU Pandi mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan agar mematuhi peraturan lalulintas serta mengutamakan keselamatan saat berkendara.

27 Mei 2023

Penemuan Jasad Pria di Kamar Mandi Sebuah Kost Gegerkan Warga Kelurahan Jawa Kecamatan Singkawang Tengah Kota Singkawang

Penemuan Jasad Pria di Kamar Mandi Sebuah Kost Gegerkan Warga Kelurahan Jawa Kecamatan Singkawang Tengah Kota Singkawang.
Penemuan Jasad Pria di Kamar Mandi Sebuah Kost Gegerkan Warga Kelurahan Jawa Kecamatan Singkawang Tengah Kota Singkawang.
Singkawang, Indokalbar.com – Warga Kelurahan Jawa geger bukan kepalang dengan penemuan sesosok Jasad di Kamar Mandi sebuah Kos yang berada di Jl. Alianyang  Rt. 003 Rw. 001 Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Sabtu 27 Mei 2023.

Jasad berjenis kelamin pria itu diketahui bernama Atat Mulyadi warga Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat, dimetahui berprovesi sebagai kuli bangunan dan sudah menyewa Kost tersebut selama kurang lebih 2 bulan.

Menurut penuturan seorang warga setempat yang tak ingin disebut namanya, Bahwa korban ngekost di Raudha kost kurang lebih 2 bulan dan setiap pagi memesan sarapan / minum kopi di warung milik saksi. Menurut saksi korban sudah kurang lebih 2 minggu mengeluhkan penyakitnya yaitu sakit pada bagian dada dan sesak nafas/ batuk.
Sekitar seminggu yang lalu saksi sempat mengantar korban berobat di Mantri di simpang VIT, Saksi juga menjelaskan tadi pagi sekira pukul 05.30 wib, korban masih memesan sate di warung saksi dan korban membawa sate tersebut ke kamar kost nya.
 Pada pukul 18.00 wib datang teman korban untuk menengok kondisi korban akan tetapi pintu kamar kost korban dalam keadaan terkunci.
Kemudian saksi bersama teman korban pergi mengecek kamar mandi karena air keran dikamar mandi dalam keadaan hidup namun pintu kamar mandi dalam keadaan terkunci dari dalam, Selanjutnya bersama-sama dengan penghuni kost yang lain membuka paksa pintu kamar mandi dan terlihat dari pintu yang terbuka sedikit tampak korban sudah dalam posisi telungkup tidak bergerak.

Melihat kejadian itu, warga pun berbondong-bondong berdatangan menyaksikan penemuan mayat tersebut.
Hingga tak berapa lama, petugas Polres Singkawang dan Polsek Singkawang Tengah mendatangi tempat kejadian untuk mengevakuasi jasad tersebut.

Kapolres Singkawang melalui Kapolsek Singkawang Tengah, AKP Samsudin menerangkan, pihak keluarga yang diwakili oleh pemilik Kost menolak untuk dilakukan tindakan Aoutopsi dikarenakan korban memang memiliki riwayat penyakit yang beberapa pekan terakhir sering dikeluhkan.

"Atas permintaan dari Pihak Keluarga tersebut selanjutnya kami buatkan surat keterangan penolakan tindakan Aoutopsi," ujar AKP Samsudin

Sebagai informasi bahwa Polda Kalbar memiliki 14 satuan kewilayahan meliputi Polresta Pontianak Kota, Polres Mempawah, Polres Singkawang, Polres Sambas, Polres Bengkayang, Polres Landak, Polres Sanggau, Polres Sekadau, Polres Sintang, Polres Melawi, Polres Kapuas Hulu, Polres Ketapang, Polres Kubu Raya, dan Polres Kayong Utara.

23 Mei 2023

Warga Sintang Digegerkan dengan Penemuan Mayat Ibu dan Bayi di Sungai

Warga Sintang Digegerkan dengan Penemuan Mayat Ibu dan Bayi di Sungai.
SINTANG – Mayat seorang ibu dan bayinya ditemukan hanyut di bawah jembatan Melawi Kecamatan Sintang, Senin (22/5/2023) siang, menghebohkan masyarakat sekitar.

Korban tersebut adalah Lea Monalisa Sak (41), seorang ibu, yang diduga melompat dari jembatan Melawi Sintang bersama anaknya yang berusia 2 bulan, Geraldo Juan Alea Sak.

Kejadian tersebut bermula setelah suami korban, Atong, mengantar anak sekolah dan berbelanja di pasar. Ketika ia tiba di rumah, ia sadar bahwa istri dan anaknya tidak ada di sana.

Asisten Rumah Tangga (ART) yang bekerja di rumah Atong mengatakan bahwa korban pergi dengan membawa anaknya pada pukul 07.30 pagi. Atong mencari mereka berdasarkan keterangan ART yang mengatakan bahwa keduanya terlihat pergi ke arah Sungai Ukoi.

Namun, Atong tidak menemukan korban meskipun telah mencari hingga ke daerah Sekadau. Pukul 12.30, ia menerima telepon dari ART yang melaporkan bahwa sepeda motor yang digunakan korban terlihat berada di bawah jembatan Melawi.

Tak jauh dari lokasi tersebut, di tepi Sungai, juga ditemukan sendal korban. Pada pukul 14.00, masyarakat di Kelurahan Mengkurai dihebohkan dengan penemuan jasad seorang wanita dan bayi yang hanyut di Sungai Kapuas.

Menerima laporan dari warga, Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Sintang segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap kedua jasad tersebut, yang kemudian dibawa ke RSUD.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.

"Saat ini kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi, namun untuk sementara ini diduga korban melompat ke sungai dengan membawa anaknya yang berusia 2 bulan," ujar Kasat Reskrim Polres Sintang.

20 Mei 2023

Berhasil Temukan Korban Tenggelam, Kapolres Bengkayang Berikan Penghargaan Kepada Personel Polri, Masyarakat dan Mitra Polri

Berhasil Temukan Korban Tenggelam, Kapolres Bengkayang Berikan Penghargaan Kepada Personel Polri, Masyarakat dan Mitra Polri.
Bengkayang, Kalbar – Kepala Kepolisian Resor Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H. memberikan penghargaan kepada Personel Polri, Masyarakat dan Mitra Polri yang telah membantu tugas Tim Search and Rescue (SAR) dalam pencarian korban tenggelam di Pantai Samudera Indah.

Kegiatan penyerahan penghargaan tersebut digelar di Pantai Samudera Indah, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang pada Sabtu (20/5/23) pagi. Adapun kegiatan dihadiri Pju Polres Bengkayang dan 44 orang yang mendapatkan penghargaan.

Penghargaan diberikan kepada 39 Personel Polres Bengkayang, Satbrimob, Personel TNI, Basarnas dan Bakamla atas keberhasilan sebagai Tim SAR dalam penemuan korban tenggelam di Pantai Samudera Indah dan 6 masyarakat serta pengelola pantai atas kontribusinya membantu petugas menemukan korban yang tenggelam di Pantai Samudera Indah.

Untuk diketahui, kejadian tenggelamnya seorang pria berinisial MAA (19) yang berdomisili di Pontianak terjadi di Pantai Samudera Indah pada Minggu (7/5/23) sore saat korban berenang namun terseret ombak dan terbawa ke tengah pantai. Oleh karena itu, gabungan Tim SAR serta masyarakat setempat melakukan pencarian dan pada Senin (8/5/23) malam korban ditemukan dengan keadaan tidak bernyawa.

Kapolres Bengkayang dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada personel Polri, TNI, Basarnas, Bakamla dan Masyarakat yang telah berdedikasi dan berkontribusi dalam membantu pencarian korban tenggelam di Pantai Samudera Indah tersebut.

Pada kesempatan tersebut juga, Kapolres mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban dan bersama-sama pihak yang hadir untuk mengirimkan doa kepada korban semoga ditempatkan yang terbaik disisi-Nya.

“Kami berikan apresiasi kepada Gabungan Tim SAR serta masyarakat yang telah berdedikasi dan peduli terhadap sesama sehingga korban berhasil ditemukan. Terima kasih, semoga hal ini menjadi ladang ibadah untuk kita semua,” ucap Kapolres.

“Syukurlah korban dapat segera ditemukan. Saya selaku Kapolres Bengkayang turut berduka cita, semoga keluarga diberikan ketabahan serta keikhlasan dan pada kesempatan ini, mari kita bersama mendoakan korban semoga ditempatkan yang terbaik di sisi-Nya,” sampai Kapolres.

18 Mei 2023

Kontainer Tercecer di Jembatan Kuala Ambawang, Sopir Diduga Lalai

Kontainer Tercecer di Jembatan Kuala Ambawang, Sopir Diduga Lalai.
KUBU RAYA - Sebuah insiden terjadi di pintu masuk Jembatan Kuala Ambawang, Jalan Trans Kalimantan, Desa Ampera Raya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya pada Kamis (18/5/23), ketika sebuah kontainer tercecer dari truk pengangkutnya. Diduga, kelalaian dari sopir yang tidak melakukan pengecekan sebelum mengangkut kontainer kosong menjadi penyebab kejadian ini.

Kasubsi Penmas Aipda Ade menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, kesimpulan sementara menunjukkan bahwa kejadian ini disebabkan oleh kelalaian dari sopir truk pengangkut kontainer, Rizki (19) warga Dusun Pak Reweng.

"Akibat kelalaian sopir truk pengangkut kontainer, diduga sopir tidak melakukan pengecekan terhadap keamanan kontainer dan kurang berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan truk trailer dengan nomor polisi B 9748 JA," jelas Aipda Ade.

Menurut keterangan Ade, kejadian ini terjadi saat truk trailer dari arah Pontianak hendak menuju Sungai Ambawang, Kubu Raya. Saat melintasi tanjakan di Jembatan Kuala Ambawang, ketika tiba-tiba kontainer tersebut merosot ke belakang dan terlepas dari truk trailer yang dikemudikan oleh Rizki. Saat kejadian tersebut, banyak pengendara lain yang berada di belakang kontainer tersebut.

"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, karena saat itu terdapat pengendara lain di belakang mobil trailer yang mengangkut kontainer," ungkap Ade.

Kejadian ini menyebabkan kemacetan panjang di arah masuk dan keluar Jembatan Kuala Ambawang. Petugas Satuan Lalu Lintas dan Sparta Polres Kubu Raya turun ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan melakukan evakuasi guna mempercepat kelancaran lalu lintas.

Saat ini, kontainer sudah dievakuasi dan sopirnya dalam kondisi selamat. Namun, Satuan Lalu Lintas Polres Kubu Raya tetap akan melakukan penyidikan mendalam terhadap sopir truk pengangkut kontainer tersebut.

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan semua pengemudi truk dan kendaraan pengangkut lainnya dapat lebih berhati-hati dan melakukan pengecekan keamanan sebelum memulai perjalanan. Keamanan dan keselamatan menjadi hal yang sangat penting demi menghindari insiden serupa.

Hukum

Pemprov Kalbar

Pemda